cover
Contact Name
Fikri Zul Fahmi
Contact Email
jrcp@itb.ac.id
Phone
+6222-86010050
Journal Mail Official
jrcp@itb.ac.id
Editorial Address
The Institute for Research and Community Services (LPPM), Center for Research and Community Services (CRCS) Building, 6th Floor, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia,
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Regional and City Planning
ISSN : 25026429     EISSN : 25026429     DOI : https://doi.org/10.5614/jpwk
Journal of Regional and City Planning or JRCP is an open access journal mainly focusing on urban and regional studies and planning in transitional, developing and emerging economies. JRCP covers topics related to the analysis, sciences, development, intervention, and design of communities, cities, and regions including their physical, spatial, technological, economic, social and political environments. The journal is committed to create a multidisciplinary forum in the field by seeking original paper submissions from planners, architects, geographers, economists, sociologists, humanists, political scientists, environmentalists, engineers and other who are interested in the history, transformation and future of cities and regions in transitional, developing and emerging economies.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (1991)" : 7 Documents clear
Masalah Perluasan Kota Denny Zulkaidi
Journal of Regional and City Planning Vol. 2 No. 1 (1991)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan perkotaan dalam 2 dasawarsa terakhir ini telah semakin pesat, baik di kota-kota besar maupun kota"”kota kecil. Dampak pembangunan fisiknya sangat terasa, terutama pada kota-kota besar. Pembangunan yang'intensif untuk mengatasi keterbatasan lahan kota bagi pembangunan sudah semakin sulit dilakukan. Sejak tahun 1970-an, pemerintah telah mulai memikirkan upaya pemecahan persoalan pembangunan kota melalui pengembangan secara ekstensif. Hal ini kemudian menyangkut kepada usaha-usaha perluasan wilayah kota. Sebagai contoh : DKI Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Samarinda, Bandar Lampung, dan banyak lagi kota lainnya yang telah diperluas, maupun yang sedang dalam usulan/pertimbangan untuk diperluas.Yang dimaksud dengan perluasan kota di sini adalah perluasan wilayah administrasi kota, yaitu suatu penambahan luas wilayah yuridiksi kota. Kota yang dimaksud adalah kota yang berstatus hukum, yaitu kotamadya dan kota administratif atau status lainnya yang ditetapkan pemerintah.Beberapa kasus menunjukkan bahwa perluasan kota telah menambah beban pemerintah kota dalam hal upaya pembangunan, pemerintahan dan pelayanan masyarakat sehingga timbul pertanyaan, apakah perluasan wilayah kota ini merupakan pemecahan masalah yang paling tepat bagi persoalan yang dihadapi kota ? Bilamana saat yang tepat dan bagaimana cara untuk memperluas wilayah kota ? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi titik tolak pemikiran perlunya penelitian mengenai esensi, keefektifan, serta dampak perluasan wilayah kota .Tulisan ini dimaksudkan untuk memberi gambaran manfaat yang diperoleh dan persoalan yang dihadapi sebagai dampak perluasan suatu kota. Gambaran tersebut diperoleh melalui evaluasi hasil perluasan 4 kota (Jakarta, Surabaya, Medan dan Padang), yang meliputi keefektifan perluasan kota dalam memecahkan persoalan kota, dampak perluasan kota, dan konsekuensi tindak lanjut yang diperlukan untuk menunjang perluasan suatu kota.
Industrialisasi dan Urbanisasi di Asia Tenggara Hastu Prabatmodjo; Michael Micklin
Journal of Regional and City Planning Vol. 2 No. 1 (1991)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menyoroti beberapa aspek perubahan struktural di empat negara"”negara Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand) dengan konsentrasi pada proses industrialisasi dan urbanisasi. Disebabkan beberapa kesamaan dalam karakteristik ekonomi mereka, negara-negara tersebut nampaknya menghadapi masalah pembangunan ekonomi yang hampir serupa pula. Mereka adalah eksportir tradisional hasil"”hasil pertanian dan pertambangan ke pasar yang sama (Amerika Serikat, Jepang dan negara-negara Eropa Barat). Negara-negara tersebut juga memiliki pengalaman yang sama dalam mengubah strategi industrialisasi mereka dari substitusi"”impor ke orientasi"”ekspor melalui penggunaan tenaga kerja murah (Hara, 1984).Ke empat negara tersebut adalah anggota pokok ASEAN yang dimaksudkan untuk menggalang kerjasama ekonomi, sosial"”budaya dan politik. Singapura dan Brunei tidak dibahas, berhubung karakteristik ke dua negara tersebut amat berbeda dengan ke empat anggota ASEAN lainnya. Meskipun ASEAN dapat menjadi wadah untuk menjalin kerjasama dalam menghadapai pasar internasional maupun untuk meningkatkan situasi ekonomi dalam negeri, disebabkan falsafah pembangunan ekonomi yang nasionalistik yang memandang pembangunan ekonomi sebagai kunci untuk membangun bangsa (lihat Hara, 1984), kerjasama semacam itu belum terlaksana secara baik. Kepentingan nasional adalah lebih utama daripada kepentingan regional yang pada gilirannya menghasilkan pola"”pola kerjasama yang longgar, meskipUn ini juga dianggap berperan dalam menunjang Viabilitas ASEAN (Wong, 1985). Kerjasama ekonomi dalam ASEAN dipengaruhi oleh interaksi antara kerjasama dan persaingan. Bagaimana hal ini mempengaruhi industrialisasi dan urbanisasi di empatnegara tersebut adalah sebuah pertanyaan yang perlu untuk dieksplorasi jawabannya.Dalam kaitannya dengan perubahan struktur pembagian kerja internasional, ke empat negara tersebut telah membuat penyesuaian"”penyesuaian yang esensial untuk menangkap peran yang lebih besar sebagai pengekspor barang"”barang industri tingkat bawah. ini telah mempengaruhi struktur ekonomi subnasional, termasuk urbanisasi mereka (Lo dan Salih, 1987). Di samping peningkatan dalam tingkat urbanisasi dengan pertumbuhan tahunan sekitar 3,7 persen pada periode 1980"”1985, negara"”negara tersebut telah mengalami peningkatan tingkat primasi perkotaan (Pernia, 1988) dengan kekecualian Malaysia di mana primasi adalah isyu yang tidak relevan (Lo dan Salih, 1987).Tulisan ini membahas situasi dan prospek"”prospek industrialisasi dan urbanisasi di empatnegara Asia Tenggara dengan memberi perhatian khusus pada konsekuensi-konsekuensi di bidang ketenagakerjaan. Harapan yang terkandung adalah agar dapat diperoleh perspektif yang lebih luas untuk mengkaji keterkaitan isyu-isyu substansial dalam konteks regional, sehingga dapat memberikan arahan untuk memantapkan kerjasama ekonomi di antara negara-negara anggota ASEAN.
Preferensi Penanaman Modal Terhadap Faktor Lokasi Industri Agus Permadi
Journal of Regional and City Planning Vol. 2 No. 1 (1991)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.
Identifikasi Lokasi Potensial Pengembangan Industri Tapioka Fahrizal Darminto
Journal of Regional and City Planning Vol. 2 No. 1 (1991)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perspektif tata ruang dewasa ini, wilayah pedesaan selalu dianalogkan dengan kegiatan pertanian. Sementara pembangunan industri selalu dikaitkan dengan wilayah perkotaan. Kecenderungan sepertl itu mengakibatkan proses industrialisasi selalu bias ke wilayah perkotaan. Pada gilirannya, masalah ini mempertajam kesenjangan antara desa dan kota. Untuk mengurangi kesenjangan itu, perlu diupayakan penebaran kegiatan industri ke wilayah yang relatif belum berkembang, tetapi potensial untuk bertumbuh. Namun dalam mendorong pengembangan kegiatan industri di wilayah pedesaan, harus dilatarbelakangi suatu pemahaman mendalam. Hal ini penting, agar kelak industri tersebut memberi manfaat sebesar"” besarnya terhadap perekonomian setempat. Dalam TELAAH ini akan diulas masalah industrialisasi pedesaan, khususnya industri tapioka di Ciamis, Jawa Barat. 
Teknik Penilaian Rute Perjalanan Wisata Agus Triongko
Journal of Regional and City Planning Vol. 2 No. 1 (1991)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara teoritis, penentu kunjungan wisatawan adalah faktor objek wisata dan faktor lokasi (kemudahan pencapaian) Pengaruh lektor lokasi terhadap perkembangan pariwisata suatu wilayah dapat diungkapkan melalui penilaian rute perjalanan wisata. Hasil penilaian, selanjutnya menjadi masukan guna pengembangan pariwisata wilayah bersangkutan. 
Memanfaatkan Dampak Globalisasi Binsar Naipospos
Journal of Regional and City Planning Vol. 2 No. 1 (1991)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhatian dunia terhadap perkembangan/ekonomi akhir"”akhir ini mulai beralih ke Samudera Pacific. Kecenderungan globalisasi menyebabkan dunia menjadi satu kesatuan yang utuh. Eropah dan Amerika bukan lagi satu-satunya tempat untuk menanamkan modal. investor saat ini mulai memperhatikan negara di Samudera Pacific sebagai tempat untuk menanamkan modal. Negara di Samudera Pacific mulai dipertimbangkan sebagai pangsa pasar yang baik. Besarnya potensi sumber daya, tenaga kerja dan berbagai kemudahan lain merupakan salah satu daya tarik investor asing untuk menanamkan modal. Negara di Samudera Pacific mulai dianggap sebagai salah satu tujuan alternatip pengembangan investasi di masa datang.Untuk meiihat kecenderungan ini maka negara-negara di Samudera Pacific harus memanfaatkan pola pergeseran peralihan investasi ini. Dampak globalisasi perekonomian dunia bagaimanapun juga akan berpengaruh terhadap perekonomian negaraanegara di Samudera Pasifik. Sebagai suatu subsistem perekonomian global seharusnya negara-negara di Samudera Pasific dapat mengantisipasi kecenderungan di atas. Bagaimana dengan indonesia, yang merupakan salah satu negara potensial lainnya di kawasan samudera pasifik dalam memanfaatkan keadaan ini.Secara spesifik dapat dikatakan bahwa keadaan globalisasi perekonomian dunia akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Sebagai bagian dari suatu sistem perekonomian dunia maka lndonesia harus dapat pula mengantisipasi pergeseran peralihan pola investasi asing ini. Peralihan investasi asing ke Indonesia harus diantisipasi sedini mungkin. Pengkajian perilaku investasi dari negara asal harus diamati secermat dan seakurat mungkin. Pada saat ini 43. 15 % arus investasi asing datang dari Eropah dan Amerika.
Perwilayahan Komoditas di IBT Abdul Azis Mattola
Journal of Regional and City Planning Vol. 2 No. 1 (1991)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

1991 1991


Filter By Issues
All Issue Vol. 36 No. 1 (2025) Vol. 35 No. 2 (2024) Vol. 35 No. 1 (2024) Vol. 34 No. 3 (2023) Vol. 34 No. 2 (2023) Vol. 34 No. 1 (2023) Vol. 33 No. 3 (2022) Vol. 33 No. 2 (2022) Vol. 33 No. 1 (2022) Vol. 32 No. 3 (2021) Vol. 32 No. 2 (2021) Vol. 32 No. 1 (2021) Vol. 31 No. 3 (2020) Vol. 31 No. 2 (2020) Vol. 31 No. 1 (2020) Vol 31, No 1 (2020) Vol 30, No 3 (2019) Vol. 30 No. 3 (2019) Vol. 30 No. 2 (2019) Vol 30, No 2 (2019) Vol 30, No 1 (2019) Vol. 30 No. 1 (2019) Vol. 29 No. 3 (2018) Vol 29, No 3 (2018) Vol 29, No 2 (2018) Vol. 29 No. 2 (2018) Vol. 29 No. 1 (2018) Vol 29, No 1 (2018) Vol 28, No 3 (2017) Vol. 28 No. 3 (2017) Vol 28, No 2 (2017) Vol. 28 No. 2 (2017) Vol. 28 No. 1 (2017) Vol 28, No 1 (2017) Vol 28, No 1 (2017) Vol 27, No 3 (2016) Vol. 27 No. 3 (2016) Vol 27, No 2 (2016) Vol. 27 No. 2 (2016) Vol. 27 No. 1 (2016) Vol 27, No 1 (2016) Vol 26, No 3 (2015) Vol. 26 No. 3 (2015) Vol. 26 No. 2 (2015) Vol 26, No 2 (2015) Vol. 26 No. 1 (2015) Vol 26, No 1 (2015) Vol 25, No 3 (2014) Vol. 25 No. 3 (2014) Vol. 25 No. 2 (2014) Vol 25, No 2 (2014) Vol 25, No 1 (2014) Vol. 25 No. 1 (2014) Vol. 24 No. 3 (2013) Vol 24, No 3 (2013) Vol 24, No 2 (2013) Vol. 24 No. 2 (2013) Vol 24, No 2 (2013) Vol. 24 No. 1 (2013) Vol 24, No 1 (2013) Vol 23, No 3 (2012) Vol. 23 No. 3 (2012) Vol 23, No 3 (2012) Vol. 23 No. 2 (2012) Vol 23, No 2 (2012) Vol 23, No 1 (2012) Vol. 23 No. 1 (2012) Vol. 22 No. 3 (2011) Vol 22, No 3 (2011) Vol 22, No 2 (2011) Vol 22, No 2 (2011) Vol. 22 No. 2 (2011) Vol. 22 No. 1 (2011) Vol 22, No 1 (2011) Vol. 21 No. 3 (2010) Vol 21, No 3 (2010) Vol 21, No 2 (2010) Vol. 21 No. 2 (2010) Vol. 21 No. 1 (2010) Vol 21, No 1 (2010) Vol 20, No 3 (2009) Vol. 20 No. 3 (2009) Vol 20, No 3 (2009) Vol 20, No 2 (2009) Vol. 20 No. 2 (2009) Vol. 20 No. 1 (2009) Vol 20, No 1 (2009) Vol. 19 No. 3 (2008) Vol 19, No 3 (2008) Vol 19, No 2 (2008) Vol. 19 No. 2 (2008) Vol 19, No 1 (2008) Vol. 19 No. 1 (2008) Vol. 18 No. 3 (2007) Vol 18, No 3 (2007) Vol. 18 No. 2 (2007) Vol 18, No 2 (2007) Vol 18, No 1 (2007) Vol. 18 No. 1 (2007) Vol 17, No 3 (2006) Vol. 17 No. 3 (2006) Vol 17, No 2 (2006) Vol. 17 No. 2 (2006) Vol 17, No 1 (2006) Vol. 17 No. 1 (2006) Vol. 16 No. 3 (2005) Vol 16, No 3 (2005) Vol. 16 No. 2 (2005) Vol 16, No 2 (2005) Vol 16, No 1 (2005) Vol. 16 No. 1 (2005) Vol 15, No 3 (2004) Vol. 15 No. 3 (2004) Vol. 15 No. 2 (2004) Vol 15, No 2 (2004) Vol. 15 No. 1 (2004) Vol 15, No 1 (2004) Vol 14, No 3 (2003) Vol. 14 No. 3 (2003) Vol 14, No 2 (2003) Vol. 14 No. 2 (2003) Vol 12, No 4 (2001) Vol. 12 No. 4 (2001) Vol 12, No 3 (2001) Vol. 12 No. 3 (2001) Vol. 12 No. 1 (2001) Vol 12, No 1 (2001) Vol. 11 No. 3 (2000) Vol 11, No 3 (2000) Vol. 11 No. 2 (2000) Vol 11, No 2 (2000) Vol. 10 No. 3 (1999) Vol 10, No 3 (1999) Vol 10, No 1 (1999) Vol. 10 No. 1 (1999) Vol. 9 No. 2 (1998) Vol 9, No 2 (1998) Vol. 8 No. 3 (1997) Vol 8, No 3 (1997) Vol 8, No 1 (1997) Vol. 8 No. 1 (1997) Vol. 7 No. 22 (1996) Vol 7, No 22 (1996) Vol. 7 No. 21 (1996) Vol 7, No 21 (1996) Vol 7, No 20 (1996) Vol. 7 No. 20 (1996) Vol 6, No 19 (1995) Vol. 6 No. 19 (1995) Vol 6, No 18 (1995) Vol. 6 No. 18 (1995) Vol. 6 No. 17 (1995) Vol 6, No 17 (1995) Vol. 5 No. 16a (1994): Edisi Khusus Vol. 5 No. 16 (1994) Vol 5, No 16 (1994) Vol 5, No 16a (1994): Edisi Khusus Vol 5, No 16 (1994) Vol 5, No 11 (1994) Vol. 5 No. 11 (1994) Vol 4, No 9b (1993): Edisi Khusus Juli Vol 4, No 9a (1993): Edisi Khusus Februari Vol. 4 No. 9b (1993): Edisi Khusus Juli Vol 4, No 9c (1993): Edisi Khusus Oktober Vol. 4 No. 9c (1993): Edisi Khusus Oktober Vol. 4 No. 9a (1993): Edisi Khusus Februari Vol 4, No 9 (1993) Vol. 4 No. 9 (1993) Vol. 4 No. 8 (1993) Vol 4, No 8 (1993) Vol 4, No 8 (1993) Vol 4, No 7 (1993) Vol. 4 No. 7 (1993) Vol. 3 No. 4a (1992): Edisi Khusus Juli Vol 3, No 4a (1992): Edisi Khusus Juli Vol 3, No 4 (1992) Vol. 3 No. 4 (1992) Vol. 3 No. 3 (1992) Vol 3, No 3 (1992) Vol. 2 No. 1 (1991) Vol 2, No 1 (1991) Vol 2, No 1 (1991) Vol. 1 No. 1 (1990): Perkenalan Vol 1, No 1 (1990): Perkenalan More Issue