cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 608 Documents
KOSMOLOGI MEDIA INTERPRETASI MAKNA PADA ARSITEKTUR TIONGHOA TRADISIONAL Sugiri Kustedja; Antariksa Sudikno; Purnama Salura
Jurnal Sosioteknologi Vol. 11 No. 27 (2012)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uraian untuk memaknai unsur-unsur arsitektur bangunan tradisional Tionghoa, seringkali dilakukan secara sebagian-sebagian saja dari seluruh komponen bangunan. Penelitian ini memaparkan pendekatan lain, bahwa konsep arsitektur bangunan vernacular Tionghoa secara integral dapat dimaknai dengan cepat dan tepat, baik global maupun detail komponennya dengan menggunakan medium analisis pemahaman kosmologi tradisional Tionghoa. Dipaparkan uraian singkat dari pokok utama falsafah dasar tradisional Tionghoa hasil pemikiran para cendekiawan kuno dalam jangkauan pengetahuan pada masanya. Menarik untuk diperhatikan bahwa hasil perenungan yang bila dibandingkan dalam konteks ilmu pengetahuan sekarang, pemikiran yang merupakan tahap konsep proto-science dapat persistent bertahan sampai kini dalam ilmu terapan seperti terlihat pada contoh yang diberikan. Penelitian ini dilakukan secara eksplorasi, eksplikasi, dan penafsiran hermeunatik. Kata kunci : kosmologi, vernacular, falsafah terapan, correlative thinking. The effort to understand the meaning of traditional Chinese vernacular architecture, most of the time was done by exploring partial components of the building. This paper shows a different approach that the whole integral Chinese vernacular building can be interpreted conveniently through understanding traditional Chinese cosmology. Short descriptions are given for each major traditional phylosophycal subjecs. It is very interesting to note that those proto-science ideas are persistently being applied to present situation as shown by some of the samples. This research is done through exploration, explanation, and interpretative hermeunatics. Keywords : cosmology, vernacular, applied philosophy, correlative thinking.
PENDIDIKAN ANTIKORUPSI SEBAGAI SATUAN PEMBELAJARAN BERKARAKTER DAN HUMANISTIK Rosida Tiurma Manurung
Jurnal Sosioteknologi Vol. 11 No. 27 (2012)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era mutakhir yang modern, era global, berteknologi tinggi, serba digital, yang ditandai dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan telah mendorong manusia seperti mesin yang tidak punya hati, tidak memiliki rasa kemanusiaan, tidak memedulikan lingkungan sekitarnya, dan justru dipenuhi oleh ketidakjujuran, manipulasi, kekerasan, saling sikut, dan tidak punya hati nurani. Oleh sebab itu, pendidikan harus dikemas dengan muatan yang berperspektif integritas dan humanistik. Pendidikan tidak boleh dimaknai sebagai aktivitas atau kegiatan belajar-mengajar di kelas saja. Pendidikan haruslah mengacu kepada berbagai proses dan aktivitas yang harus bersifat produktif, kreatif, pengembang skill, kepribadian, integrasi, keprimaan, sampai pengokoh moral dan spiritual. Pendidikan harus diarahkan dan dikelola dengan tujuan yang jelas, yaitu mampu mengembangkan nilai-nilai positif pada peserta didik. Melalui pendidikan, harus dapat memunculkan sosok-sosok yang memiliki karakter dan kepribadian yang kokoh dan teruji, baik dalam bidang keilmuan maupun dalam bidang kemanusiaan. Pendidikan antikorupsi sejalan dengan pendidikan yang berkarakter dan humanistik mulai gencar diwacanakan oleh pemerintah. Selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak peserta didik, pendidikan antikorupsi dan humanistik diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam pembentukan jati diri yang jujur dan berparadigma Pancasila serta UUD 1945 sesuai dengan UU No. 20, Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jika pendidikan antikorupsi dan humanistik sudah menjadi orientasi dan tujuan pembelajaran, tentu sekolah akan menjadi tempat penyemaian budaya kejujuran. Bukan hanya melahirkan generasi penerus yang pandai secara intelektual, emosional, dan spiritual, tetapi juga memiliki kepribadian yang berkarakter, berintegritas, dan bertanggung jawab. Upaya pemberantasan korupsi tidak dapat diselesaikan secara instan. Langkah preventif yang dapat dilakukan untuk mengurangi bahaya laten ini, hendaknya dimulai dari lembaga yang sifatnya laten pula yaitu proses pembelajaran di lembaga pendidikan. Demikian juga di satuan pendidikan tinggi, perguruan tinggi dan mahasiswa diharapkan berperan aktif mencegah korupsi dengan berperan sebagai agen perubahan dan motor penggerak utama dalam gerakan antikorupsi di masyarakat. Kata kunci: pendidikan antikorupsi, satuan pembelajaran berkarakter, humanistic The modern global era, which is equipped with high technology, digitalized and characterized by the development of science, has driven humans like heartless machines that do not have any senses of humanity, do not care of the environment, and filled with dishonesty, manipulation, violence, nudge each other, and do not have any consciences instead. Hence, education has to be packed with loads of integrity and humanistic perspective. Education should not be interpreted as an activity of teaching and learning in classroom, yet should refer to various processes and activities that are productive and creative, improve skills, personality, integrity, and fitness. It should be directed and managed with clear purposes. In addition, education should be able to spawn figures who have qualified personality, not only in the field of science but also in humanity. Anticorruption education is on the same page with the humanistic education which is started to be proclaimed by the government rapidly. Aside from being a part of the process of students' morale formation, character and humanistic education is expected to be able to be a primary foundation in the character building which is honest and has the paradigm of Pancasila and UUD 1945 according to UU No. 20 year 2003 about National Education System. If this kind of education has been an orientation and aim of the learning process, the school will definitely become a place to seed the honesty habit. It engenders the next generation who is not only smart in intellectual but also has good outlook according to the highest standard of behavior. The efforts to get the rid of corruption cannot be completed instantly. Preventive attempt done to reduce this ulterior harm should be started from the learning process in the education institution. Similarly, in units of higher education, college and university students are expected to play an active role to prevent corruption by acting as an agent of change and a major driving force in the anti-corruption movement in society. Keywords: anti-corruption education, characterized learning units, humanistic
Tasawuf dan Tarekat (Dimensi Esoteris Ajaran Islam) Qoriah A. Siregar
Jurnal Sosioteknologi Vol. 11 No. 27 (2012)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam kaffah adalah Islam yang di dalamnya terpadu aspek akidah, syariah dan hakikat. Dari akidah lahir ilmu tauhid, dari syariah lahir ilmu fikih dan dari hakikat lahir ilmu tasawuf. Tasawuf tidak bisa diamalkan sendirian tanpa syariah seperti halnya syariah tidak bisa diamalkan tanpa landasan akidah. Menurut Imam Malik, sebagaimana dikutip oleh al-Gazali "Mengamalkan tasawuf tanpa fikih adalah kezindikan, juga sebaliknya berfikih tanpa tasawuf adalah kehampaan spritual yang didapatkan, memadukan antara keduanya adalah pencapaian hakikat kebenaran". Dalam buku ini Penulis menekan-kan bahwa dimensi esoteris (tasawuf) sangat dipentingkan dalam kesempurnaan pengamal-an ajaran Islam. Pembahasan tentang "Tasawuf dan Tarekat" dalam buku ini secara rinci dibahas Penulis dalam empat bab.
BUDAYA TEKNOLOGI DI INDONESIA: KENDALA DAN PELUANG MASA DEPAN Yasraf Amir Pilliang
Jurnal Sosioteknologi Vol. 12 No. 28 (2013)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2013.12.28.1

Abstract

Teknologi adalah manifestasi dari imajinasi manusia tentang sebuah dunia yang lebih baik. Melalui teknologi manusia membangun masa depan kebudayaan dan kehidupan mereka. Perkembangan teknologi tidak saja ditentukan oleh nilai-nilai budaya yang ada, tetapi ia justru dapat membentuk budaya-budaya baru: budaya media, budaya informasi atau budaya virtual. Dalam relasi antara teknologi dan budaya, ada sebuah paradoks. Di satu pihak, untuk menumbuhkan teknologi, diperlukan semacam "budaya teknologi", yaitu nilai-nilai budaya yang mendorong perkembangan teknologi : daya kreativitas, rasionalitas, mental produktif, dan berorientasi ke depan. Di pihak lain, ada berbagai benturan nilai akibat keberadaan teknologi tertentu di dalam masyarakat. Benturan ini terjadi bila teknologi tak hanya dipandang sebagai sebuah alat guna dan utilitas, tetapi sebagai pencipta makna. Nihilisme adalah kondisi ketika manusia menyerahkan diri mereka pada bingkai teknologi, yang kemudian mengendalikan makna hidup mereka: panik, serba cepat, instan, dan tercabut dari alam. Teknologi lalu menjadi semacam "žbeban sosial"Ÿ. Untuk menghindarkan sifat nihilisme teknologi, berbagai paradigma baru diusulkan: "budaya berpikir holistik", yang melihat teknologi dalam sudut pandang seluas-luasnya; "budaya ketiga", yaitu simbiosis antara paradigma teknologi dan kebudayaan; dan "teknologi yang manusiawi", yaitu kombinasi teknologi tinggi dan sentuhan manusia. Kata kunci: teknologi, manusia, kebudayaan, makna, kreativitas Technology is a manifestation of human imagination about a better world. Through technology, humans build their future culture and their lives. Technological development is not only determined by cultural values that exist, but it establishes new cultures instead: the media culture, virtual culture or cultural information. In the relationship between technology and culture, there is a paradox. On the one hand, to develop the technology, some kind of "technological culture" is needed, i.e. cultural values that encourage the development of technology: creativity, rationality, mentally productive and future oriented. On the other hand, there are various conflicts of values due to the existence of certain technologies in society. This collision occurred when the technology is not only seen as a tool for and utility, but as a creator of meaning. Nihilism is the condition when humans submit themselves within the frame of technology, which then controls the meaning of their lives: frantic, fast-paced, instant and unplugging nature. Technology then becomes a sort of 'social burden'. To avoid the nihilism nature of technology, various new paradigm proposed "holistic thinking culture", which saw the technology in the widest angle of view; "third culture", which is a symbiosis between technology and cultural paradigms, and "human technology", which is a combination of high technology and the human touch. Key words: technology, humans, culture, meaning, creativity.
A COMPARATIVE STUDY OF ONLINE NEWS SITE SERVICE BASED ON CONSUMER PREFERENCE TO THE STUDENT OF TELKOM INSTITUTE OF MANAGEMENT IN 2011 (Objective of the Study: Detik.com, Kompas.com, Okezone.com, and Vivanews.com) Siska Dea Purnama; Rah Utami Nugrahani
Jurnal Sosioteknologi Vol. 12 No. 28 (2013)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2013.12.28.2

Abstract

Pertumbuhan internet telah mengalami percepatan dalam berbagai aspek. Salah satu dampaknya adalah munculnya situs berita online. Pada tahun 1998, Detik.com dan Kompas.com muncul sebagai appiared jurnalisme online. Kemudian, pada tahun 2007 dan 2008, Okezone.com dan Vivanews.com menjadi pesaing besar di antara situs berita online di Indonesia. Empat dari situs-situs tersebut telah secara drastis mengubah peta industri di situs berita online. Ketika pengguna harus memilih situs, mereka menemukan kesulitan untuk membandingkan konten. Ini berarti bahwa berita online perlu memiliki preferensi mereka sendiri untuk bersaing satu dengan yang lain. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dimensi E-service yang bergantung pada kemudahan penggunaan, ketersediaan sistem, keandalan, sifat responsif, dan kepercayaan. Di samping itu, akan digunakan juga E-qual yang mencakup aksesibilitas, navigasi, desain dan presentasi, isi dan tujuan, interaktivitas, kustomisasi, dan personalisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati faktor preferensi pengguna dalam memilih situs berita online. Kami menggunakan atribut E-service dan e-qual, positioning peta kompetisi empat situs berita online, dan positioning strategi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Analisis dilakukan melalui dua tahap observasi. Tahap pertama digunakan analisis faktor dengan tujuan mencari atribut yang telah digunakan oleh pengguna ketika mereka memilih situs yang menarik perhatian mereka. Jumlah responden, 150 orang. Untuk mengatur peta positioning, responden diambil melalui kenyamanan dengan pengambilan sampel dimodifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, faktor preferensi konsumen dalam memilih situs berita online adalah kepercayaan, akses, desain website, akurasi, komunikasi, dan interaksi. Untuk peta positioning pertama, Detik.com menempati tempat teratas sebagai preferensi konsumen. Kompas.com menjadi yang terbaik pada akurasi berita, sementara Vivanews.com dipilih karena desain laman yang bagus, diikuti oleh desain laman Detik.com. Posisi terakhir adalah Okezone.com untuk semua faktor atribut preferensi. Layanan situs berita online membutuhkan keunikan dalam rangka memenangkan persaingan terberat antara ke-empat situs berita online. Kata Kunci: Konsumen Preferensi, Situs Berita Layanan Online, E-Service, E-Qual, Analisis Faktor, MDS. The growth of internet has been in acceleration in various aspects. One of the impacts is the appearance of online news site. In 1998, Detik.com and Kompas.com appeared as the appiared of online journalism. Then, in 2007 and 2008, Okezone.com and Vivanews.com made a great competition among Indonesian online news site. Four of the sites have transformed the industrial map drastically in online news sites. When the users have to choose the site, they find difficulties to compare the content. It means that news online need to have their own preference to compete with each other. The variable used in this research is E-service dimension that relies on ease of use, system availability, reliability, responsiveness, and trust. In addition, it will also use E-qual that covers accessibility, navigation, design and presentation, content and purpose, interactivity, customization, and personalization. The purpose of this research is to observe the users preference factors in selecting online news sites. We use e-service and e-qual attributes, positioning map of four online news site competitions, and positioning strategy. This research used the descriptive method. The analysis was done through two observation stages. The first stage used factor analysis on a purpose of finding the attributes that have been used by the users when they were selecting the sites they are interested in. The total respondent is 150 people. To arrange the positioning map, the respondents were taken through convenience with modified sampling. Based on the research, the consumer preference factors in choosing the online news site are trust, access, website design, accuracy, communication, and interaction. For the first positioning map, Detik.com is placed at the top of consumers' preterence. Kompas.com goes at the best of news accuracy, while Vivanews.com voted because of its marvelous website design, followed by Detik.com website design. The last position is Okezone.com for all attributes preference factors. The service of online news site requires the uniqueness in order to win the toughest competition among four all online news sites. Keyword: Consumer Preference, Online News Site Service, E-Service, E-Qual, Factor Analysis, MDS.
LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (moodle) AND E-LEARNING CONTENT DEVELOPMENT Gumawang Jati
Jurnal Sosioteknologi Vol. 12 No. 28 (2013)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2013.12.28.3

Abstract

Pesatnya perkembangan e-learning dan penggunaan model LMS telah memicu beberapa universitas dan sekolah di Indonesia untuk mengembangkan e-learning. Namun, sebagian besar bahan e-learning atau isinya masih kurang memanfaatkan fitur canggih yang tersedia di LMS. Fitur kuat dari LMS dijelaskan dan dibahas bersama dengan prinsip-prinsip pendidikan. Tulisan ini memaparkan pengembangan materi (konten) digital berdasarkan pengalaman penulis dalam mengembangkan website e-learning di http://elearning.bandungtalentsource.com. Dalam merancang pe-ngembangan materi digital, pra-perencanaan, perencanaan, pertimbangan pengembangan materi secara online, pemetaan pekerjaan, konten yang dirancang dan tulisan, materi pengembangan, pengujian dan pemeriksaan akhir dan evaluasi adalah langkah penting untuk menghasilkan baik pendidikan e-learning. Kata kunci: sistem manajemen pembelajaran, e-learning, pengembangan materi The rapid development of e-learning and the use of LMS (moodle) have triggered some universities and schools in Indonesia to develop e-learning. However, most of their e-learning materials or contents still underuse the powerful features available in the LMS. The powerful features of the LMS are described and discussed along with their educational principles. This paper has elaborated the digital materials (content) development based on the writer's experience in developing e-learning website at http://elearning.bandungtalentsource.com. In designing digital material development; preplanning, planning, online material development consideration, mapping the work, content designed and writing, material development, testing and final checking and evaluation are essential steps to produce good educational e-learning. Keyword: learning management system, e-learning, material development
KINERJA PERUSAHAAN PT BARAMULTI SUKSES SARANA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGUKURAN MALCOM BALDRIGE DALAM RANGKA PENYESUAIAN DI PERUSAHAAN BATUBARA YANG BERKELAS DUNIA DI INDONESIA Syarifudin Tippe
Jurnal Sosioteknologi Vol. 12 No. 28 (2013)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2013.12.28.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari kinerja PT Baramulti Sukses Sarana Tbk (PT BSSR) dengan menggunakan tujuh kriteria kinerja dari Malcom Baldridge Criteria for Performance Exellence (MBCfPE). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan dilakukan di tiga lokasi perusahaan: Jakarta, Banjarmasin, dan Samarinda. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara mendalam (indepth interview), dan observasi. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan kriteria MBCfPE 2012. Penelitian ini menemukan bahwa 1. Secara umum, kinerja perusahaan cukup baik dan sistemik dalam kategori proses ditinjau dari faktor approach and deployment; Dari aspek learning and integration masih terdapat kelemahan; 2. Dari kategori hasil, kinerja perusahaan belum memuaskan. Perusahaan masih berada pada tahapan awal (early stage); 3. Dari kriteria proses, kriteria terlemah berturut-turut adalah kepemimpinan, fokus pada tenaga kerja, dan perencanaan strategis; 4. Skor total kinerja global perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan masih berada pada tahapan hasil awal (early result). Kata kunci: kinerja, kriteria, kinerja, proses, output This research aims to study the performance of PT Tbk Baramulti Sarana Sukses (PT BSSR) using seven performance criteria of Malcom Baldridge Criteria for Performance Exellence (MBCfPE). This study used descriptive method, and it was conducted in three corporate locations: Jakarta, Banjarmasin, and Samarinda. The data were collected through questionnaires, in-depth interviews (depth interviews), and observation. The data were analyzed using the criteria MBCfPE 2012. The study found that: 1. In general, performance is quite good and systemic in the category of processes in terms of approach and deployment factors; From the aspect of learning and integration, there is still a weakness; 2. From the category of results, the performance has not been satisfactory. The company is still in the early stages (early stage); 3. Of the criteria, the weakest criterion is leadership succession, focusing on labor, and strategic planning; 4. The total score of the global performance of the company shows that the company is still at the stage of preliminary results (early result). Keywords: performance criteria, performance, process, output
STUDI ANALISIS TIPIKAL INFRASTRUKTUR KEAMANAN LAUT DI PUSAT DAN DAERAH Dicky Rezady Munaf
Jurnal Sosioteknologi Vol. 12 No. 28 (2013)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2013.12.28.5

Abstract

Luasnya perairan Indonesia tidak menutup kemungkinan akan timbulnya berbagai masalah bahkan ancaman bagi keutuhan NKRI, seperti illegal fishing, illegal logging, illegal mining, illegal migrant, human trafficking, dan penyelundupan. Oleh karena itu, keamanan laut menjadi unsur yang sangat penting untuk menjaga keutuhan NKRI. Keamanan laut tidak lepas dari infrastruktur yang dimiliki setiap instansi pemerintah termasuk salah satunya Bakorkamla (Badan Koordinasi Keamanan Laut). Kata Kunci: Keamanan Laut, Infrastruktur, Bakorkamla The breadth of the waters of Indonesia did not rule out the possibility of causing a variety of problems even a threat to the integrity of the Republic as illegal fishing, illegal logging, illegal mining, illegal migrants, human trafficking and smuggling. Therefore, the security of the sea becomes a very important element for maintaining the integrity of the Republic. Maritime security can not be separated from the infrastructure owned by any government agency, including Bakorkamla (Maritime Security Coordinating Board). Keywords: Maritime Security, Infrastructure, Bakorkamla
INDO AND INDON: AN EPISTEMOLOGICAL PERSPECTIVE Maman A. Djauhari
Jurnal Sosioteknologi Vol. 12 No. 28 (2013)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2013.12.28.6

Abstract

Banyak orang Indonesia yang saya temui, dari orang awam hingga orang yang berpendidikan tinggi, tidak suka ketika mereka mendengar kata "Indon". Hal ini tidak berlaku ketika mereka disebut "Indo". Beberapa mempercayai bahwa "Indon" tidak tepat digunakan sebagai ekspresi dalam komunikasi. Apakah keyakinan itu benar? Apakah ada pembenaran terhadap keyakinan yang benar? Atau sekedar pendapat? Kebenaran, keyakinan, dan justifikasi adalah tripartit yang membangun pengetahuan. Pembangunan ini membawa kita untuk menganalisis dua kata dari perspektif epistemologis sebelum kita masuk ke dalam studi etimologis. Many Indonesians that I met, from laymen to highly educated people, have a hard feeling when they hear the word "Indon". It is not so when they are called "Indo". Some believe that the former is not appropriate to use as an expression in communication. Is that belief true? Is the true belief justified? Or is it an opinion? Truth, belief, and justification are the tripartite that construct knowledge. This construct brings us to analyze the two words from epistemological perspective before we go into an etymological study.
THE EFFECT OF WEB-BASED ACADEMIC INFORMATION SYSTEM TO ACADEMIC SERVICE QUALITY AT COMMUNICATION DEPARTMENT OF TELKOM INSTITUTE OF MANAGEMENT Yuliani Rachma Putri
Jurnal Sosioteknologi Vol. 12 No. 28 (2013)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2013.12.28.7

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem informasi akademik berbasis web pada kualitas layanan akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif kausal. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan populasi 192 siswa. Dengan menggunakan rumus Slovin, diperoleh 130 siswa sebagai sampel. Berdasarkan persepsi siswa, hasil penelitian menunjukkan sistem informasi akademik berbasis web berada dalam kategori baik di 70,95%. Kualitas pelayanan akademik juga berada dalam kategori baik 68,24%. Hasil perhitungan statistik menunjukkan sistem informasi akademik berbasis web (X) berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan akademik (Y) pada Jurusan Komunikasi Institut Manajemen Telkom dengan efektivitas 32,9%. Sisanya adalah (100% - 32,9%) = 67,1% dari luar penelitian ini. Kata kunci: sistem informasi akademik, kualitas pelayanan The aim of this study is to determine the effect of web-based academic information system on academic services quality. The research method is causal quantitative research. The sampling technique used simple random sampling with the population of 192 students. By using Slovin formula, it obtained 130 samples of students. Based on students perception, the result shows the web-based academic information system are in good category at 70.95%. The quality of academic services is also in good category at 68.24%. Statistical calculation result shows web-based academic information system (X) has significant effect on academic services quality (Y) at Communication Department of Telkom Institute of Management by 32.9% effectiveness. The remaining is (100% - 32.9%) = 67.1% from out of this research. Keywords: academic information systems, service quality

Filter by Year

2006 2025