cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 608 Documents
PENGGUNAAN FLOUTING DALAM TAYANGAN HUMOR OPERA VAN JAVA SEBAGAI CERMIN BUDAYA KOMUNIKASI KONTEMPORER Ririn Sri Kuntorini; Mahaputra Aditya Pradana
Jurnal Sosioteknologi Vol. 13 No. 3 (2014)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2014.13.3.7

Abstract

Tanpa adanya prinsip kerja sama, interaksi manusia akan jauh lebih sulit dan kontraproduktif. Prinsip kerja sama dan kaidah Grice tidak spesifik hanya untuk sebuah percakapan tetapi dapat digunakan untuk interaksi lisan pada umumnya. Tayangan humor Opera van Java melakukan flouting maksim dengan sengaja ataupun tidak. Jika hal itu terjadi, makna yang disampaikan pun berbeda dari ucapannya. Dalam percakapan, flouting sering dimanipulasi oleh penutur untuk menghasilkan efek pragmatik negatif, misalnya dengan sarkasme atau ironi. Para pemain Opera van Java melakukan flouting agar dapat menyembunyikan kebenaran yang utuh dan memanipulasi kata-kata yang dituturkan demi menghibur penonton. Ketika sengaja melakukan flouting maksim, penutur melakukannya dengan tujuan mengungkapkan beberapa implikatur. Dengan demikian, maksim tetap dipandang baik ketika prinsip-prinsipnya dipatuhi, begitu juga ketika tidak dipatuhi atau diambangkan. Kata kunci: prinsip kerja sama, flouting, implikatur In the absence of cooperative principles, human interactions will be far more difficult and counter productive. The cooperative principles and Gricean rules are not only specified to a conversation but to oral interactions in general. Utterances found in the humorous show of Opera van Java are mostly flouting the maxim, both intentionally and unintentionally. When it happens, the conveyed meaning will be different from what is actually said. In a conversation, flouting is often manipulated by speakers to produce negative pragmatic effects, such as sarcasm or irony. Opera van Java actors use flouting in order to hide the real truth and manipulate their utterances to entertain the audience. Moreover, if the speakers deliberately flout the maxim, they intentionally do that in order to reveal some implicature. Therefore, a maxim is still considered good when its principles are followed, as well as when the maxim is not followed or ignored. Keywords: cooperative principles, flouting, implicature
MITOS NAMA ASING DI DALAM PENAMAAN KOMPLEKS PERUMAHAN DI WILAYAH PERKOTAAN Jejen Jaelani; Tri Sulistianingtyas; Asep Wawan Jatnika
Jurnal Sosioteknologi Vol. 13 No. 3 (2014)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2014.13.3.8

Abstract

Di Indonesia, sejak tahun 1990-an, muncul fenomena penamaan kompleks dengan nama asing yang mencapai puncaknya beberapa tahun terakhir. Perumahan yang menggunakan nama asing dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok yaitu menggunakan nama asing sepenuhnya, menggunakan gabungan nama daerah dan bahasa asing, menggunakan gabungan nama dalam bahasa Indonesia dengan bahasa asing, dan menggunakan nama kota di luar negeri. Penggunaan nama asing ini merupakan mitos, sebuah tipe wicara yang khusus. Penamaan ini menawarkan cara berbicara yang berbeda untuk objek yang sebenarnya sama. Penamaan kompleks dengan nama asing mengesankan ekslusivitas, kebahagiaan, prestise, dan seterusnya. Mitos nama asing pada kompleks perumahan ini menawarkan kepercayaan dan cara hidup yang baru pada masyarakat. Ketika kepercayaan ini kemudian menjadi kesadaran kolektif dalam jangka waktu lama, hal ini akan berubah menjadi ideologi, yakni ideologi konsumerisme. Pada saat yang bersamaan, mitos nama asing ini membuat segmentasi kota di antara para warganya semakin tegas. Kompleks perumahan dengan nama asing ini diperuntukan bagi kelas tertentu, dengan gaya dan cara hidup tertentu, dengan tingkat ekslusivitas tertentu yang berbeda dengan masyarakat di luar kompleks tersebut. Kata kunci: mitos, nama asing, kompleks perumahan, ideologi, konsumerisme In Indonesia, there has appeared the phenomenon of naming housing complexes with foreign names since the 1990s until its peak in the last few years. Housing complexes with foreign names can be categorized into several groups: those fully using foreign names, combining names of the regions and foreign names, combining names in Indonesian language and foreign names, and using names of cities abroad. The use of foreign languages in naming housing complexes is a myth, a particular type of speech. It offers a different manner of talking about the same objects. The foreign languages used in naming the housing complexes give an impression of exclusivity, happiness, prestige, etc. The myth of using foreign names for housing complexes offers new beliefs and ways of life among the communities. When these have become a belief of collective awareness for a long time, it will turn into an ideology, a consumerism ideology. At the same time, the myth of using foreign names in housing complexes confirms the segmentation of cities among the dwellers. Housing complexes with foreign names are earmarked for a particular class, style and way of life, different from the community outside the housing complexes. Keyword: myth, foreign name, housing complex, ideology, consumerism
MELATIH KESABARAN PADA ANAK USIA 7 DAN 8 TAHUN DENGAN MERAJUT Dian Rinjani; Dian Widiawati; Lies N. Budarti
Jurnal Sosioteknologi Vol. 13 No. 3 (2014)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2014.13.3.9

Abstract

Melatih perkembangan anak dengan merajut bukan pekerjaan mudah. Diperlukan tutorial merajut yang tepat agar mudah dipelajari oleh anak. Tutorial rajut yang ada di dalam knitting art masih membuat anak kesulitan mengaplikasikan teknik merajut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kualitatif. Metode ini menggunakan dua tahap tes yaitu pre-test menggunakan tutorial rajut yang ada di dalam knitting art dan treatment menggunakan video tutorial yang dibuat menyesuaikan tutorial yang ada di Knitting Art. Parameter kesabaran menjadi instrumen penelitian untuk mengumpulkan data dari tahap pre-test dan tahap treatment. Parameter kesabaran menggunakan skala diferensial untuk mengumpulkan data. Kedua tahap tes diujicobakan kepada lima orang siswa Sekolah Dasar Internasional Temasek Bandung. Hasil perbandingan dari kedua tahapan tes membuktikan beberapa peningkatan kesabaran pada 4 anak, sedangkan pada 1 anak tidak ada perubahan karena anak tersebut sudah memiliki skor maksimal. Peningkatan tersebut membuktikan merajut menggunakan tutorial yang tepat dapat meningkatkan kesabaran pada anak usia 7 dan 8 tahun. Kata kunci: knitting art, rajut, siswa, sabar Training children development through knitting is not an easy task.The right knitting tutorial for children is needed in order that children learn it easily. The knitting tutorial currently available in the Knitting Art still poses difficulties among children in term of the application of the knitting technique. The method used in this research is a qualitative experiment using two steps of test, i.e. pre-test step, which used the knitting tutorial available in the Knitting Art, and the second is treatment, which used a video tutorial made to suit the tutorial available in the Knitting Art. Patience parameter was used as a research instrument to collect the data from the pre-test and the treatment. The patience parameter used a differential scale for collecting the data. The two steps of test were performed on five elementary school students of Sekolah Dasar Internasional Temasek Bandung. The result of the comparison of both tests showed an increase of patience in 4 students, while no change was found in 1 student because the student had already had a maximum score. Such increases proved that knitting using the right tutorial could increase the patience of children aged 7 to 8. Keywords: knitting art, knitting, student, patience
Komunikasi Antarbudaya (Di Era Budaya Siber) Qoriah A. Siregar
Jurnal Sosioteknologi Vol. 13 No. 3 (2014)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2014.13.3.10

Abstract

Komunikasi merupakan hal yang ter-penting bagi manusia. Tanpa komunikasi ma-nusia bisa dipastikan akan "tersesat" dalam belantara kehidupan ini karena tidak bisa me-naruh dirinya dalam lingkungan sosial. Per-kembangan komunikasi menurut Rogers (1986) terdiri atas empat fase. Sebelum fase-fase tersebut, manusia melakukan kontak de-ngan sesuatu yang sangat sederhana, seperti dengan gambar dan lukisan di gua-gua. Fase pertama disebut the writing era, ketika komu-nikasi dimulai dengan tulisan yang bisa dibaca. Selanjutnya, dinamakan the printing era. Pada fase ini komunikasi manusia lebih maju de-ngan memanfaatkan teknologi cetak. Fase ke-tiga disebut telecommunication era. Fase ini berimplikasi pada pengertian komunikasi jarak jauh ketika memasuki era teknologi elektro-nika. Fase terakhir disebut interactive com-munication era. Fase ini merupakan era yang paling kontemporer karena telekomunikasi terjadi antara dua media yang berbeda dan difasilitasi dengan keberadaan komputer. Budaya adalah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah (KBBI: 2003). Budaya merupakan sebuah nilai atau praktik sosial yang berlaku dan dipertukarkan dalam hubungan antarmanusia baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Budaya merupakan nilai-nilai yang muncul akibat interaksi manusia di suatu wilayah atau negara tertentu. Budaya inilah yang menjadi acuan dasar bahkan bisa menjadi rel bagi proses komunikasi antarmanusia yang ada di dalamnya. Sementara itu, cyberspace adalah sekumpulan data, representasi grafik demi grafik, dan hanya bisa diakses melalui komputer. Cyberspace bisa pula bermakna sebagai medium yang digunakan untuk me-ningkatkan hubungan atau relasi ke arah yang lebih baru.
PERUNDUNGAN SIBER (CYBER-BULLYING) DI STATUS FACEBOOK DIVISI HUMAS MABES POLRI Rulli Nasrullah
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.1.1

Abstract

Akun facebook Divisi Humas Mabes Polri merupakan salah satu akun di media sosial yang dimiliki dan dikelola oleh Markas Besar (Mabes) Polisi Republik Indonesia (Polri). Akun tersebut digunakan untuk memberikan informasi, berita, dan sosialisasi peraturan terkait tugas Polri kepada masyarakat umum. Namun, realitas di media siber dalam konten yang dipublikasikan oleh akun Divisi Humas Mabes Polri tersebut sering ditemukan terjadi bullying atau perundungan. Perundungan ini dilakukan oleh akun-akun lain yang mengomentari setiap status yang dipublikasikan, baik dalam bentuk kata-kata maupun gambar. Dengan menggunakan teknik penelitian analisis media siber, penelitian ini mengungkap bahwa (1) diskusi pada akun tersebut terjadi secara dua arah dari yang kontra sampai pro terhadap perundungan siber dan untuk beberapa kasus hal ini terbukti, (2) adanya kecenderungan memunculkan perundungan siber melalui komentar. Selain itu, penelitian ini juga dapat menunjukkan bahwa (3) perundungan siber yang terjadi selama interaksi bisa dilakukan oleh akun beridentitas maupun anonim.Kata kunci: facebook, polri, CMC, perundungan siberDivisi Humas Mabes Polri facebook account is one of the accounts in social media owned and managed by Markas Besar (Mabes) Polisi Republik Indonesia (Polri). The social media is used to provide information, news, and dissemination of rules related to police duties to the public. However, it was found that the content published by Divisi Humas Mabes Polri facebook accounts often includes bullying or harassment. This abuse or bullying is done by the accounts of others that comment on every status published, either in the form of words or pictures. Using the research technique of Cyber Media Analysis, this study reveals that (1) the discussion in the account occurs in both directions, those against and those pro with cyber-bullying, and in some cases it is proved (2) the tendency of the rise of cyber harassment through the comments. In addition, this study also shows that (3) cyber-bullying that occurs during the interaction can be done by any unidentified or anonymous account.Keywords: facebook, polri, cmc, cyber bully
POTENSI DAN TANTANGAN BAHASA INDONESIA MENUJU BAHASA INTERNASIONAL Park (박재현 ) Jae Hyun
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.1.2

Abstract

dan banyaknya pelaku bisnis yang datang ke Indonesia. Seiring dengan hal itu, bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi pun mulai berkembang dan banyak digunakan oleh penutur asing. Dengan demikian, bahasa Indonesia juga berpotensi menjadi bahasa internasional. Di Korea Selatan akhir-akhir ini terdapat kecenderungan masyarakat untuk mempelajari bahasa Indonesia. Akan tetapi, terdapat beberapa hambatan yang dialami orang Korea ketika belajar bahasa Indonesia. Untuk itu, penulis akan mengemukakan beberapa masalah dan memberikan saran yang belum terpikir oleh orang Indonesia. Semoga saran tersebut berguna bagi perkembangan bahasa Indonesia, khususnya untuk penutur asing. Penulis mengamati pengembangan bahasa Indonesia saat ini berorientasi pada penutur bahasa Indonesia saja, belum ada yang berorientasi pada penutur asing. Pengembangan bahasa Indonesia banyak dilakukan oleh pemerintah dan perguruan tinggi. Kiranya pemerintah memiliki langkah untuk menduniakan bahasa Indonesia dengan melakukan beberapa pembenahan tata bahasa dan membuat software untuk mempelajari bahasa Indonesia bagi penutur asing.Kata kunci: bahasa indonesia, korea selatan, bipaIn recent years, the economic growth of Indonesia has been remarkable, marked by the industrial development and the high number of business doers coming to Indonesia. In line with the country's economic advancement, bahasa Indonesia as a means of communication has been growing in its use among foreign users, making it potential to become an international language. In the Democratic Republic of Korea (commonly known as South Korea), learning Indonesian is no longer a surprise. However, in general there are also some challenges in learning bahasa Indonesia. Therefore, the researcher was interested to discuss several problems related to it, and to give suggestions not yet commonly found among Indonesians. It is expected that the suggestions contribute to the development of Bahasa Indonesia, especially among foreign users. The development of Bahasa Indoesia is mostly conducted by the government and universities. The government should take a strategic step to make Bahasa Indonesia used in the international world by conducting some grammatical improvement and creating a software of Bahasa Indonesia for foreign speakers.Keywords: indonesian language, south korea, bipa
KONTRIBUSI HIDROGRAFI UNTUK MEMPERKUAT EARLY WARNING SYSTEM KEAMANAN LAUT Dicky R. Munaf; Demo Putra
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.1.3

Abstract

Early warning system (sistem peringatan dini) keamanan laut yang dibangun oleh Bakamla merupakan suatu sistem yang mengintegrasikan parameter bahaya pelayaran sehingga kegiatan pelayaran dapat terhindar dari bahaya. Pembangunan sistem peringatan dini ini sesuai dengan Perpres Nomor 39 Tahun 2013 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2014 khususnya pada Buku II, Bab VII Pertahanan dan Keamanan, Pasal F. Sistem peringatan dini yang dimiliki Bakamla saat ini menampilkan data gelombang dan angin sebagai parameter bahaya. Seiring perkembangan teknologi, sistem peringatan dini yang sudah dibangun oleh Bakamla memerlukan penajaman. Peran bidang keilmuan hidrografi diperlukan dalam proses penajaman tersebut. Proses tersebut dilakukan dengan menambahkan parameter-parameter bahaya dan menyesuaikan metode pengukuran dengan tingkat ketelitian yang lebih baik.Kata kunci: bakamla, hidrografi, sistem, peringatan, pelayaranThe early warning system which has been built by Bakamla is an integrated system that integrates the parameters of sail hazard in order to avoid accidents from happening. The development of this early warning system is based on the Government's Regulation i.e. Perpres No. 39 in 2013 about the Government's plan for the year of 2014, specially in 2nd book, chapter 7th, in which security and safety aspects are obviously stated and must be concerned. The recent early warning system Bakorkamla owns displays data such as waves and winds as the hazard parameters. Along with the development of technology, the early warning system Bakorkamla has built needs enhancement. To do this, hydrography, as a branch of science is needed. The process can be done by adding more the hazard parameters and by finding a suitable measurement method with higher level of accuracy.Keywords:bakamla, hydrographi, system, warning, sail
CASTING CRITICAL THINKING IN CRITICAL READING INSTRUCTION Muchsonah Muchsonah
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.1.4

Abstract

Tulisan ini adalah kajian mengenai sejumlah konsep yang dianggap terkait erat dengan membaca kritis dan berpikir kritis. Membaca kritis akan ditinjau dari berbagai definisi yang meliputi keterampilan yang melibatkan berbagai jenis dan tingkat ranah kognitif. Untuk mengantisipasi konsep yang berbeda dari membaca kritis dan kesalahpahaman antara membaca kritis dan bacaan lainnya, dilakukan perbandingan sebagai bagian dari kajian. Selain itu juga dibahas apa yang dapat mempengaruhi jenis bacaan yang dibutuhkan. Terlepas dari kemungkinan konsep yang berbeda mengenai membaca kritis, dipandang perlu untuk melihat secara dekat konsep membaca itu sendiri. Sebagai proses mental, berpikir kritis merupakan salah satu topik penting untuk dipaparkan. Oleh karena itu, memahami unsur-unsur pemikiran dapat digunakan lebih jauh untuk menganalisis proses berpikir. Mengenai kebutuhan untuk menerapkan proses yang lebih mudah diidentifikasi, dilakukan kajian yang menggabungkan pemikiran kritis dengan keterampilan atau aspek-aspek lain untuk melihat efektivitas dari berpikir kritis. Karena kajian ini dimaksudkan untuk menempatkan pemikiran kritis agar bersinergi dengan membaca kritis, penting untuk membangun pemahaman yang lebih dalam mengenai kualitas apa yang harus dimiliki pembaca yang kritis. Dengan demikian perbedaan antara pembaca kritis dan pembaca nonkritis juga akan ditinjau sehingga akan terlihat jelas kualitas apa yang diharapkan dari seorang pembaca yang kritisKata kunci: membaca, kritis, kemampuan,This paper is a review of a number of concepts considered closely related to both critical reading and critical thinking. Critical reading will be reviewed in terms of its various definitions covering various skills entailing different kinds and levels of cognitive domain. To anticipate different concepts of critical reading and misconception between critical reading and any other readings, the comparisons between them will also be reviewed. In addition, what may influence the type of reading needed will also be discussed. Apart from possible different concepts of critical reading, it is also significant to look closely at the concept of reading itself. As a mental process, critical thinking is one of the significant topics to clarify. Therefore, understanding elements of thought can be further used to analyse thinking process. Regarding the need to have a more identifiable process, a number of studies incorporating critical thinking with other skills or aspects will also be reviewed to see the effectiveness of critical thinking. As this study is intended to put critical thinking in synergy with critical reading, it is significant to build deeper understanding of what quality a critical reader should have. Thus the difference between critical readers and non-critical readers will also be reviewed, giving a clear direction of what quality is expected from a critical reader.Keywords: reading, critical, skill
PEMBELAJARAN DARI PROJEK PERCONTOHAN REDD+ PADA FASE PERSIAPAN DAN KESIAPAN Tien Wahyuni
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.1.5

Abstract

Sejak 2008 Kementerian Kehutanan telah memulai program pengujian penerapan REDD+ di Indonesia melalui projek percontohan. Pada level subnasional, Kalimantan sangat relevan berkontribusi dalam mekanisme REDD+. Hal ini dibuktikan dengan tumbuhnya projek-projek yang mendukung kegiatan percontohan di Kalimantan. Projek-projek percontohan ini juga menjadi dasar pengujian untuk menjawab pertanyaan sebelum menyusun dan melaksanakan kebijakan REDD+ nasional di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, informasi, dan gambaran awal projek dan kegiatan percontohan REDD+ serta mengamati pola yang muncul dalam berbagai gambaran projek REDD+ di level subnasional dan implikasinya untuk mewujudkan REDD+. Penilaian dilakukan terhadap beberapa projek dan kegiatan percontohan REDD+ di Kalimantan berdasarkan dokumen projek serta wawancara semiterstruktur dengan para pemrakarsa projek dan pemangku kepentingan. Informasi yang tersedia dimaksudkan untuk memfasilitasi pemahaman dalam pembelajaran yang dapat digunakan untuk pembuatan rancang-an penelitian. Semua corak yang berbeda mengenai projek REDD+ di Kalimantan ini dapat memberikan pelajaran berharga untuk memanfaatkan hutan guna memperlambat perubahan iklim.Kata kunci : projek percontohan REDD+, kegiatan percontohan, kalimantanSince 2008 The Ministry of Forestry has been embarking on a program to test the implementation of Reducing Emission From Deforestation and Forest Degradation (REDD+) in Indonesia through a pilot project. At the sub-national level, the provinces of Kalimantan are the most relevant contributors to the REDD+ mechanism. It is proved with the growing projects which support the pilot activities in Kalimantan. These pilot projects also provide a basic test for answering some questions before structuring and implementing the national REDD+ policies. This study aims to obtain data, early information and description of REDD+ pilot projects and activities in Kalimantan, and to observe the emerging patterns in the sub-national landscape of REDD+ projects and its implications to realise REDD+. An assessment has been conducted to these REDD+ pilot projects and activities based on a review of project documents, semi structured interviews with project proponents and stakeholders. This available information is intended to facilitate understanding in the learning process and sharing of early lessons that can be used for designing future research on REDD+ pilots. All of these different patterns of REDD+ projects in Kalimantan can offer valuable lessons for harnessing forests to mitigate climate changes.Keywords: reducing emission from deforestation and forest degradation (REDD+), pilot projects and activities, kalimantan
DAMPAK EKSPLORASI GAS BUMI TERHADAP MASYARAKAT SAUMLAKI Chairil Nur Siregar
Jurnal Sosioteknologi Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2015.14.1.6

Abstract

Saumlaki terletak di Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Saumlaki memiliki Blok Masela yang merupakan penghasil gas terbesar di Indonesia. Eksplorasi gas alam di Saumlaki dilakukan secara besar-besaran dengan padat modal, penuh risiko, dan menggunakan teknologi canggih. Eksplorasi tersebut membawa dampak positif dan negatif pada masyarakat Saumlaki. Dari segi social community yang dimiliki masyarakat Saumlaki, kegiatan eksplorasi gas alam ini berkontribusi terhadap social capital di antaranya natural capital, human capital, dan produced economic capital. Dari aspek produced economic capital, eksplorasi ini berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan. Dari segi human capital, adanya eksplorasi ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat terutama pada aspek pendidikan dan komunikasi. Selain itu, eksplorasi gas alam ini pun berdampak terhadap natural capital terutama pada energi gas alam serta perkembangan flora dan fauna. Hal lain yang tidak dapat dipungkiri dari kegiatan eksplorasi ini adalah dampak patologi sosial. Mengingat dalam kegiatan eksplorasi tersebut banyak melibatkan tenaga kerja yang berasal dari dalam dan luar negeri, tentu saja para tenaga kerja tersebut akan membawa karakter dan budaya yang berbeda dengan masyarakat Saumlaki.Kata kunci: community social, natural capital, human capital, produced economic capita, patologi sosialSaumlaki is located in West Southeast Maluku District. Saumlaki has Masela Block which is the largest gas producer in Indonesia. Natural gas exploration in Saumlaki is done on a large scale with the capital-intensive, risky, and the use of advanced technology. The exploration has brought about positive and negative impacts on Saumlaki society. In terms of the social community's of Saumlaki, natural gas exploration activities have contributed to the social capital of which are natural capital, human capital, and produced economic capital. From the aspect of produced economic capital, this exploration has contributed to the welfare of the community through various activities. From the aspect of human capital, the existence of this exploration can improve the ability of people, especially in terms of education and communication. In addition, natural gas exploration is also an impact on the natural capital, especially in the natural gas energy and the development of flora and fauna. Another thing that cannot be denied of this exploration is the impact of social pathology. Since the exploration activities involve workers coming from inside and outside the country, the laborers bring different character and culture from the community of Saumlaki.Keywords: community social, natural capital, human capital, produced economic capita, pathology social

Filter by Year

2006 2025