cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Natural Science: Journal of Science and Technology
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 25411969     EISSN : 23380950     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Natural Science online diterbitkan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universtas Tadulako. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Number 3 (December 2018)" : 11 Documents clear
KUMBANG ANTENA PANJANG GENUS SYBRA (COLEOPTERA: CERAMBYCIDAE) DARI CAGAR ALAM PANGI BINANGGA SULAWESI TENGAH Rafil, Mohamad; Annawaty, Annawaty; Fahri, Fahri
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Number 3 (December 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.456 KB)

Abstract

Kumbang Cerambycid genus Sybra dideskripsi oleh Pascoe pada tahun 1865. Genus Sybra yang telah dilaporkan di Indonesia sebanyak 8 spesies. Pada penelitian ini, spesifik pada spesies Sybra alternans dari Cagar Alam Pangi Binangga Sulawesi Tengah. Deskripsi singkat dari spesies disajiakan dalam tulisan ini beserta habitat tempat dikoleksi dan distribusinya.
FABRIKASI GENTENG POLIMER BERBAHAN ABU BATU BARA (FLY ASH) PLTU MPANAU, ASPAL DAN Anjarsari, Dewi; Kasman, Kasman; Sesa, Elisa
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Number 3 (December 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.364 KB)

Abstract

Penelitian tentang fabrikasi genteng polimer telah dilakukan dengan menggunakan abu batu bara (fly ash) PLTU Mpanau, aspal dan polipropilen. Tujuan dari penelitian ini  adalah untuk mengetahui rasio campuran fly ash, aspal dan polipropilen untuk menghasilkan genteng polimer dengan kualitas terbaik dan mengetahui sifat fisik dan mekanik genteng polimer dengan variasi komposisi fly ash dan polipropilen. Pembuatan sampel genteng polimer ini  menggunakan bahan campuran fly ash, resin polipropilen, dan aspal dengan komposisi yang bervariasi yaitu sampel A (50:45:5), sampel B (45:50:5), sampel C (40:55:5) dan sampel D (35:60:5). Berdasarkan hasil penelitian komposisi terbaik yaitu sampel B (45:50:5) gr yang memiliki porositas 0,047%, daya serap air 0,18%, densitas 0,26 gr/cm3, kuat impak 1,10 kJ/m2 dan kuat lentur 9,1 MPa. Berdasarkan sifat-sifat fisik dan mekanik yang dimiliki sampel genteng polimer tersebut, maka dapat diaplikasikan sebagai konsep baru material konstruksi bagian atap rumah yang ramah lingkungan pengganti genteng konversional
AKUMULASI NIKEL PADA AKAR DAN TAJUK TUMBUHAN JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS L.), BUNGA MATAHARI (HELIANTHUS ANNUUS L.) DAN SAWI HIJAU (BRASSICA RAPA L.) PADA TANAH TERKONTAMINASI NIKEL Tagentju, Indra A.; Paserang, Asri; Harso, Wahyu
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Number 3 (December 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.97 KB)

Abstract

Nikel adalah salah satu limbah logam berat yang tersebar luas di lingkungan. Kegiatan pertambangan dan industri merupakan salah satu sumber limbah nikel terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan potensi fitoremediasi dari tiga jenis tumbuhan akumulator logam dan untuk mengukur akumulasi nikel di dalam akar dan tajuk dari tumbuhan uji. Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor dan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan terdiri dari  jenis tumbuhan akumulator ( Jatropa curcas L., Helianthus annuss L. dan Brasica rapa L.) dan konsentrasi Ni pada media tanamanya (10, 40 dan 70 mg/kg tanah). Kandungan Ni dalam akar atau tajuk diukur dengan menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukan bahwa akumulasi Ni pada ketiga jenis tanaman akumulator logam lebih banyak di akar dibandingkan di tajuk tumbuhan. H. annuus L. memiliki akumulasi logam Ni di akar (6,59 mg/kg berat kering) yang lebih besar dibandingkan dengan tanaman J. curcas L. (0,26 mg/kg berat kering) dan B. rapa (0,25 mg/kg berat kering). H. annuss L. lebih efektif digunakan untuk merehabilitasi tanah tercemar Ni
ANALISIS REGRESI LOGISTIK BINER UNTUK MENGKLASIFIKASI PENDERITA HIPERTENSI BERDASARKAN KEBIASAAN MEROKOK DI RSU MOKOPIDO TOLI-TOLI Misna, Misna; Rais, Rais; Utami, Iut Tri
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Number 3 (December 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.718 KB)

Abstract

Hipertensi adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh peningkatan abnormal tekanan darah, baik tekanan darah sistolik maupun tekanan darah diastolik. Salah satu faktor resiko terjadinya hipertensi adalah kebiasaan merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan klasifikasi penderita hipertensi di RSU Mokopido Toli-toli dengan menggunakan regresi logistik biner. Variabel respon yang digunakan dalam penelitian yaitu hipertensi (Y) yang dikategorikan jadi dua kategori yaitu hipertensi dan tidak hipertensi. Variabel prediktor yang diteliti adalah kebiasaan merokok yang berupa lama merokok (X1), jumlah rokok yang dihisap (X2), jenis rokok yang dihisap (X3), cara menghisap rokok (X4), jenis kelamin (X5) dan usia (X6). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penderita hipertensi adalah lama merokok (X1), jenis rokok yang dihisap (X3) dan cara menghisap rokok (X4). Persamaan regresi logistik biner dengan fungsi logit yang dihasilkan adalah g(x) = 0,981+ 2,478X1- 2,364X3+1,549X4 . Nilai ketepatan klasifikasi penderita hipertensi dengan menggunakan analisis regresi logistik biner yaitu sebesar 77,6%
PENGKAJIAN PAKET TEKNOLOGI MENDUKUNG PELAKSANAAN IP 200 JAGUNG DI LAHAN KERING SULAWESI SELATAN Amir, Amir
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Number 3 (December 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.01 KB)

Abstract

Pengkajian Paket Teknologi Mendukung Pelaksanaan IP200 Jagung di Lahan Kering Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan memiliki lahan kering beriklim kering seluas 1.238.520 ha dan lahan kering beriklim basah seluas 3.191.227 Ha. Masalah pengembangan jagung di lahan kering adalah air pengairan. Kombinasi penggunaan teknologi produksi dapat meningkatkan luas tanam melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP) pada lahan kering beriklim kering. Pengkajian disusun menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK), empat ulangan dan empat perlakuan waktu tanam. Jagung tanam pertama secara bersamaan memiliki Indek Luas Daun (ILD) lebih lebar (4,4) dibanding jagung tanam kedua secara relay planting. Jagung tanam kedua secara relay planting waktu tanam 7 hari sebelum panen jagung tanam pertama, memiliki indeks luas daun paling sempit (3,1) namun tidak berbeda nyata dengan waktu tanam lainnya, meskipun cara tanam petani memiliki indeks luas daun lebih lebar (3,7) dibanding cara tanam relay planting. Jagung tanam pertama secara bersamaan memiliki berat 250 biji lebih berat (83,8 g) dibanding jagung tanam kedua secara relay  planting waktu tanam 5 HSP dan waktu tanam 3 HSP serta cara tanam petani (79,8 g). Jagung tanam kedua secara relay planting waktu tanam 7 hari sebelum panen jagung pertama, memiliki berat 250 biji lebih berat (84,3 g) dibanding cara tanam lain, namun tidak berbeda nyata. Jagung tanam pertama secara bersamaan memiliki produksi lebih rendah (6,8 t/ha) dibanding jagung tanam kedua secara relay planting dan cara tanam petani. Jagung tanam kedua secara relay planting waktu tanam 7 HSP, memiliki produksi lebih tinggi (8,3 t/ha) dan berbeda nyata dengan cara tanam relay planting waktu tanam 3 HSP (7,3 t/ha) dan cara petani (6,3 t/ha).  Jagung tanam pertama yang ditanam bersamaan mengalami persaingan hara, air dan cahaya matahari antar tanaman. Sedangkan jagung tanam kedua yang ditanam secara relay planting tidak mengalami persaingan  hara, air dan cahaya matahari karena waktu tanam berbeda
JENIS - JENIS LAMUN (SEAGRASS) DI KECAMATAN TINANGKUNG, BANGGAI KEPULAUAN, SULAWESI TENGAH Pranata, Adhi; Suwastika, I Nengah; Paserang, Asri Pirade
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Number 3 (December 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.567 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis lamun (seagrass) di Kecamatan Tinangkung, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Pengambilan sampel lamun (seagrass) dilakukan dengan metode jelajah pada saat air menjelang surut. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa Lamun di lokasi penelitian terdiri dari 9 jenis yakni: Cymodocea rotundata dan Cymodcea serulata, Enhalus acoroides, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium, Thalasia hemprichi, dan Thalasodendron ciliatum. Dari 9 spesies yang saya dapatkan ada beberapa jenis lamun yang masih jarang ditemukan di tempat lain, seperti Halophila Ovalis dan Thalasodendron Ciliatum
KULTIVASI MIKROALGA ISOLAT LOKAL PADA MEDIUM SUPLEMEN AIR KELAPA Claudia, Cindy; Imelda, Silvia; Lambui, Orryani; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Number 3 (December 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.487 KB)

Abstract

Mikroalga merupakan tumbuhan tingkat rendah yang memiliki peranan yang sangat penting dalam ekosistem akuatik sebagai produsen primer dan pensuplai oksigen perairan. Pertumbuhan mikroalga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan nutrien. Penelitian ini bertujuan mengetahui pertumbuhan kultivasi mikroalga isolat lokal pada medium suplemen air kelapa dan mengetahui konsentrasi air kelapa yang paling efektif dalam meningkatkan kultivasi mikroalga  isolat lokal. Penelitian ini bersifat ekperimental dengan 5 perlakuan yaitu menggunakan media air kelapa dengan konsentrasi 0, 2,5, 5, 7,5 dan 10% dengan 3 ulangan setiap perlakuan. Penelitian ini mendapatkan hasil identifikasi mikroalga jenis Scenedesmus.  Laju pertumbuhan sel tertinggi diperoleh pada medium dengan penambahan 10% air kelapa dengan kerapatan sel yaitu 6,7% × 108 sel/mL pada hari ke-3 setelah kultur
UDANG AIR TAWAR CARIDINA CF. SARASINORUM (DECAPODA: CARIDEA: ATYIDAE) DARI SUNGAI POMUA PALANDU, POSO, SULAWESI TENGAH, INDONESIA Bando, Alfandi Gunawan; Dwiyanto, Diky; Fahri, Fahri; Annawaty, Annawaty
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Number 3 (December 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.114 KB)

Abstract

Sistem Danau Poso terletak di Pulau Sulawesi, Indonesia yang memiliki kekayaan berbagai spesies endemik, termasuk udang air tawar genus Caridina. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsi udang air tawar dari Sungai Pomua Palandu, Poso, Sulawesi, Indonesia. Sampling dilakukan pada beberapa titik yang tersebar pada bagian hulu hingga hilir sungai menggunakan metode purposive sampling. Spesimen yang diperoleh diawetkan dalam botol yang telah diisi alkohol 96% dan disimpan sebagai koleksi laboratorium. Pengamatan morfologi dan identifikasi spesimen dilakukan di Laboratorium Biodiversitas, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Tadulako. Dari hasil penelitian diperoleh satu spesies udang air tawar genus Caridina yaitu Caridina cf. sarasinorum yang secara morfologi mirip dengan Caridina sarasinorum yang dideskripsikan kembali oleh von Rintelen dan Cai (2007)
IDENTIFIKASI SEBARAN INTRUSI AIR LAUT DI KELURAHAN BAIYA KOTA PALU MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK HAMBATAN JENIS Susilawati, Tris Baiq; Th. Musa, Moh. Dahlan; Sandra, Sandra
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Number 3 (December 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.612 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian identifikasi untuk mengetahui sebaran intrusi air laut dan kedalaman lapisan akuifer di wilayah pesisir Kelurahan Baiya Kecamatan Tawaeli Kota Palu dengan menggunakan metode geolistrik hambatan jenis. Hasil yang diperoleh adalah penampang 2-D hambatan jenis dan penampang 2-D faktor formasi. Adapun wilayah yang telah terintrusi oleh air laut adalah Lintasan 1 (L-1), L-2, L-3 dan L-6. Intrusi ini diperkirakan menyebar pada kedalaman 4-15 m bmt dengan nilai hambatan jenis 10-15 ?m (lapisan pasir lempungan) dengan arah penyebaran yang semakin berkurang ke arah timur. Lapisan akuifer dapat dijumpai pada kedalaman yang bervariasi disetiap lintasan (lintasan yang paling dekat pantai). Untuk L-2, terdeteksi di kedalaman 8-16 m bmt. Sedangkan L-3, terdeteksi di kedalaman 5-7 m bmt. Lapisan akuifer ini memiliki nilai faktor formasi 2-5, dengan nilai hambatan jenisnya berkisar 36-90 ?m (lapisan pasir dan kerikil)
UJI AKTIVITAS SELULASE DARI JAMUR SELULOLITIK ASAL TANAH DANAU KALIMPA’A SULAWESI TENGAH Talantan, Vrillia Marannu; Marina, Marina; Lambui, Orryani; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Number 3 (December 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.845 KB)

Abstract

Selulase (E.C.3.2.1) merupakan enzim yang berperan dalam menguraikan polimer kompleks selulosa menjadi monomer sederhana glukosa. Enzim ini dapat dihasilkan oleh jamur selulolitik. Tanah sekitar Danau Kalimpa?a memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga keberadaan jamur selulolitik berperan sebagai pengurai. Tahapan isolasi berhasil mendapatkan 13 isolat jamur. Uji kualitatif berdasarkan aktivitas selulase melalui metode pewarnaan congored 0,1% pada media CMC menunjukkan bahwa 7 isolat berpotensi menghasilkan selulase yaitu isolat JIK3, JIK4, JIK5, JIK6, JIK9, JIK10 dan JIK13 yang ditandai dengan terbentuknya zona bening disekitar koloni dengan indeks aktivitas selulase tertinggi dihasilkan oleh isolat JIK13 yaitu 0,57 mm. Uji Kuantitatif aktivitas selulase ditentukan dengan menghitung kadar gula reduksi melalui metode DNS (3,5-Dinitro Salisilic Acid) menunjukkan bahwa isolat JIK13 mampu menghasilkan aktivitas enzim selulase tertinggi yaitu 80,925 U/mL. Berdasarkan identifikasi baik secara makroskopis dan mikroskopis isolat yang berpotensi menghasilkan selulase merupakan anggota genus Aspergillus

Page 1 of 2 | Total Record : 11