cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
PIONIR: Jurnal Pendidikan
ISSN : 23392495     EISSN : 25496611     DOI : -
Core Subject : Education,
PIONIR: Journal of Education is an open-access Education scientific journal managed by the Study Program of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education (PGMI) Faculty of Tarbiyah and Teaching Ar-Raniry State Islamic University (UIN) Banda Aceh. PIONIR: Educational Journal is a forum for researchers and educational staff to develop knowledge in the field of educational studies, in order to fulfill the Tri Dharma of Higher Education, especially in the field of Basic Education.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015)" : 11 Documents clear
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Pendekatan Contextual Teaching And Learning Pada Konsep Tumbuhan Hijau Di Kelas V MIN Tungkob Aceh Besar Fakhrul Rijal
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v4i2.181

Abstract

Dalam proses pembelajaran, kemampuan dalam memahami suatu konsep pembelajaran diantaranya dipengeruhi oleh metode dan pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk materi yang akan diajarkan sehingga memudahkan siswa dalam memahami konsep yang disampaikan oleh guru. Pendekatan contextual teaching and learning adalah konsep yang membantu guru mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata, dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui aktivitas guru dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan contextual teaching and learning pada konsep tumbuhan hijau, (2) Untuk mengetahui aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan contextual teaching and learning pada konsep tumbuhan hijau, dan (3) Untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah proses pembelajaran menggunakan pendekatan contextual teaching and learning pada konsep tumbuhan hijau. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Data hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan: (1) lembar observasi aktivitas guru dan siswa dan (2) tes. Kemudian data ini dianalisis dengan menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) aktivitas guru meningkat dari 64,24% pada siklus I menjadi 73,07% pada siklus II dan siklus III meningkat menjadi 90,7%, aktivitas siswa meningkat dari 7,31% pada siklus I menjadi 79,83% pada siklus II dan siklus III meningkat menjadi 86,49%, (2) hasil tes pada ulangan per siklus juga menunjukkan adanya peningkatan dengan 17.5% siswa yang tuntas pada siklus I pertama menjadi 65% pada siklus III. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan contextual teaching and learning siswa lebih aktif dan kreatif dalam memahami konsep belajar, karena siswa mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilannya, serta membangun pengetahuan baru lewat fakta-fakta atau proposisi yang mereka alami dalam kehidupannya.
Peningkatan Aktivitas Belajar Mahasiswa Dengan Metode Jigsaw Mawardi Mawardi
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v4i2.177

Abstract

Inti dari pembelajaran koperatif, adalah upaya meningkatkan belajar peserta didik secara berkelompok, dengan berbagai latar belakang kemampuan akademik yang berbeda. Berbagai hasil penelian pembelajaran menunjukkan, bahwa dengan menggunakan metode diskusi, keinginan belajar mahasiswa semakin bertambah, serta memberikan kesadaran kepada mahasiswa akan pentingnya kerjasama dan saling menghargai dalam mencapai prestasi belajar yang lebih baik. Tulisan ini mencoba menguraikan lebih lanjut tentang penggunaan metode diskusi dan tugas kelompok dalam pembelajaran pada pendidikan tinggi, yaitu dalam proses perkuliahan. Secara khusus, penggunaan kedua metode tersebut dalam metode jigsaw. Konsep dan fakta dalam tulisan ini merupakan hasil penelitian tentang metode jigsaw dalam perkuliahan pada Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (Prodi PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Fokus permasalahan dalam penelitian tersebut adalah bagaimana keaktifan mahasiswa dengan metode jigsaw dalam perkuliahan IPS pada mahasiswa Prodi PGMI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas. Kehadiran peneliti dalam penelitian ini bersifat participant observation. Hasil penelitian menunjukkan, pada siklus pertama, dari empat aspek yang dinilai, yaitu keaktifan berbicara, mendengar, merespon, dan mencatat, menunjukkan bahwa keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi pada keseluruhan aspek tersebut masih rendah. Rendahnya keaktifan ini antara lain, karena kurangnya pemahaman mahasiswa dengan metode jigsaw. Pada siklus kedua sudah mulai terlihat peningkatan keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi. Berbicara sudah lebih fokus, penghargaan terhadap pendapat orang lain sudah mulai tinggi, respon mahasiswa sudah lebih meningkat, dan catatan sudah mulai lebih lengkap. Hasil kuis menunjukkan, adanya peningkatan hasil belajar mahasiswa.
Penggunaan Model Pemebelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Mata Kuliah IPA Terhadap Sikap Ilmiah Dan Hasil Belajar Mahasiswa Jurusan PGMI UIN Ar-Raniry Daniah Daniah
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v4i2.182

Abstract

Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran di mana siswa dapat menggali potensi diri dalam merumuskan, memecahkan, menganalisis serta menyimpulkan permasalahan yang dihadapkan pada mereka melalui data yang diperoleh melalui pembelajaran di bawah bimbingan dan pengawasan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan sikap ilmiah dan hasil belajar antara mahasiswa yang mendapatkan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional pada Jurusan PGMI UIN Ar-Raniry. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu yang dilakukan pada beberapa unit yang mengambil mata kuliah IPA MI-1 di Jurusan PGMI UIN Ar-Raniry. Instrumen penelitian meliputi Satuan Acara Perkuliahan (SAP), Lembar Kerja Mahasiswa (LKM), tes hasil belajar, angket sikap ilmiah, angket mahasiswa, wawancara dan pedoman observasi. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t untuk melihat perbedaan gain yang dinormalisasi sikap ilmiah dan hasil belajar mahasiswa pada kedua kelompok. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai t-hitung untuk kelas eksperimen adalah 5,08 dan t-tabel 1,645. Sikap ilmiah kelas eksperimen t-hitung 1,36 maka nilai t-hitung > t-tabel. Simpulan dari penelitian ini adalah adanya peningkatan sikap ilmiah dan hasil belajar dengan penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Kata kunci:
Peranan Guru Dalam Pembinaan Kurikulum Ummiyah Taleb
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v4i2.173

Abstract

Peran guru sangat penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan, oleh karena itu setiap guru dituntut untuk memiliki kemampuan profesional, dan mampu mengembangkan ragam potensi yang terpendam dalam diri anak didik. Sekarang ini, masih ada beberapa guru yang mengajar pada tingkat yang melebihi kapasitas yang ditentukan, hal ini menyebabkan kompetensi yang diharapkan tidak tercapai, karena guru yang mengajar hanya dibatasi oleh tingkat penguasaanya terhadap bahan ajar atau bahkan masih ada guru yang mengajar lebih dari satu kelas. Oleh karena itu semestinya ada pendidikan lanjutan bagi guru tersebut berdasarkan tingkat jenjang sekolah tempat ia mengajar. Selain itu, guru juga harus menguasai kurikulum dan psikologi anak khususnya bagi yang mengajar tingkat TK dan SD kelas rendah.
Meningkatkan Prestasi Belajar Mufradat Melalui Strategi Index Card Match Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Irwandi Irwandi
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v4i2.178

Abstract

Bahasa Arab merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di Madrasah Ibtidaiyah. Salah satu faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya suatu pembelajaran adalah guru. Oleh karena itu, guru harus pandai memilih strategi yang tepat dan sesuai agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai dengan maksimal. Salah satu alternatif yang digunakan adalah dengan menerapkan strategi Index Card Match dalam pembelajaran mufradat. Oleh sebab itu, penulis ingin mengkaji lebih jauh tentang "Meningkatkan Prestasi Belajar V Mufradat Melalui Strategi Index Card Match Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab.
Kemampuan Mahasiswa Mengintegrasikan Sikap Spiritual dan Sosial dalam Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013 (Kajian teoritis) Wati Oviana
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v4i2.183

Abstract

Perubahan kurikulum merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan ke arah yang lebih baik dan mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan secara nasional. Mahasiswa PGMI merupakan mahasiswa yang dipersiapkan sebagai calon Guru Madrasah Ibtidaiyah. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah mengembangkan dan melaksanakan kurikulum dalam pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang sedang berlaku di Indonesia. Kurikulum terbaru yang telah dikembangkan di Indonesia adalah kurikulum 2013. Dalam mengembangkan kurikulum ini guru harus memiliki kompetensi yang baik dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan apa yang diharapkan kurikulum 2013. Untuk dapat menerapkan kurikulum 2013 dengan baik maka guru harus memahami dengan baik tentang kurikulum 2013. Terdapat beberapa karakteristik kurikulum 2013 yang membuat guru harus mengimplentasikan dalam pembelajaran sesuai dengan ciri kurikulum 2013 tersebut. Tulisan ini merupakan kajian teori yang bertujuan untuk mendeskripsikan apasaja kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan sikap spritual dan sosial dalam pembelajaran berbasis kurikulum 2013.
Penerapan Pendekatan Pakem Dalam Pembelajaran IPA di Min Rukoh Syahidan Nurdin
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v4i2.174

Abstract

Dalam proses belajar mengajar tidak terlepas dari cara dan metode yang sesuai untuk kegiatan belajar mengajar sehingga tercapai tujuan pembelalajaran, khusunya pada pembelajaran IPA . Adapaun tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran, (2) untuk mengetahui respon siswa dengan penerapan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran IPA . Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), pembelajaran ini yang terdiri dari 2 siklus, subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VA MIN Rukoh yang berjumlah 42 orang. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, tes, dan angket. Data yang diperoleh tentang aktivitas guru dan siswa, respon siswa dianalisis dan didesksripsikan dengan rumus persentase. Hasil yang diperolehdari penelitian ini adalah (1) Aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar IPA sudah mencerminkan pembelajaran dengan pendekatan PAKEM dan meningkatkan hasil belajar siswa, Aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PAKEM pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan yaitu dengan persentase rata-rata 77,77 % pada siklus I dan 96,29 % pada siklus II, Aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran juga mengalami peningkatan yaitu dengan persentase rata-rata 84,84 % pada siklus I dan 96,96 % pada siklus II (2) Respon siswa terhadap kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan PAKEM pada umumnya menyatakan senang dan merasa tertarik untuk mengikuti pembelajaran berikutnya.
Model Project Citizen Dalam Mengembangkan Sikap Nasionalisme Bagi Mahasiawa Pgmi UIN Ar-Raniry Banda Aceh Hafidh Maksum
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v4i2.179

Abstract

Salah satu model pembelajaran untuk meningkatkan kecakapan pendidikan kewarganegaraan dalam pengembangan sikap nasionalisme Mahasiswa PGMI UIN Ar-raniry Banda Aceh adalah dengan model Project citizen, yaitu sebuah model pembelajaran berbasis portofolio. Melalui model ini para mahasiswa PGMI UIN Ar-raniry Banda Aceh bukan hanya diajak untuk memahami konsep dan prinsip keilmuan, tetapi juga mengembangkan kemampuannya untuk bekerja secara kooperatif melalui kegiatan belajar praktik empirik. Dengan demikian pembelajaran akan semakin menantang, mengaktifkan dan lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pretest dan postest antara Mahasiswa PGMI UIN Ar-raniry Banda Aceh yang proses belajar mengunakan project citizen dengan Mahasiswa PGMI UIN Ar-raniry Banda Aceh yang belajar secara konvensional dalam meningkatkan kecakapan pendidikan kewarganegaraan dalam pengembangan sikap nasionalisme. Penelitian ini didasarkan pada teori bahwa strategi instruksional yang digunakan dalam model ini, pada dasarnya bertolak dari strategi “inquiriy, discovery, problem solving, research-oriented,” yang dikemas dalam model ”project” ala John Dewey. Dalam hal ini ditetapkan langkah-langkah sebagai berikut: mengindentifikasi masalah, memilih masalah untuk dikaji oleh kelas, mengumpulkan informasi, mengembangkan portofolio kelas, menyajikan portofolio, dan melakukan refleksi pengalaman belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah eksprimen kuasi dengan desain ”nonequivalent control group pre-test dan post-test design.” Dalam desain ini kedua kelompok tidak dipilih secara radom. Pengumpulan data dilakukan dengan pre-test dan post-test dengan mengunakan test angket. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kecakapan intelektual, dan peningkatan kategori sedang pada kecakapan kewarganegaraan dan kecakapan partisipatoris antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Analisis data dapat menunjukkan bahwa Mahasiswa PGMI UIN Ar-raniry Banda Aceh merespon positif pembelajaran PKn dengan menggunakan model project citizen. Dari hasil diatas rekomendasi penelitian ini ditujukan kepada pengajar agar mempraktekkan pembelajaran PKn dengan model project citizen karena terbukti disenangi Mahasiswa PGMI UIN Ar-raniry Banda Aceh dan dapat meningkatkan kecakapan kewarganegaraan. Kata Kunci: Project Citizen, Kecakapan pendidikan kewarganegaraan dan Nasionalisme
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Pada Sekolah Lanjutan Menengah Atas Dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Karakter (Character Building) Ridhwan M. Daud
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v4i2.175

Abstract

Strategi pembelajaran adalah suatu hal yang penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Strategi ini idealnya dipilih sesuai dengan sifat atau karakter materi pelajaran itu sendiri. Pendidikan Agama Islam adalah satu salah mata pelajaran wajib di sekolah lanjutan menengah atas. Tujuan utama mata pelajaran ini adalah untuk membekali siswa dengan nilai-nilai ajaran Islam sehingga anak didik memiliki karakter yang islami. Pendidikan agama memiliki strategi yang tersendiri disamping strategi-strategi yang umum digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran lain. Disamping itu pelajaran agama Islam juga memiliki tujuan khusus dalam pembentukan sikap disamping mencerdaskan akal. Sedangkan dalam mengevaluasi keberhasilannya pembelajaran agama Islam juga tidak hanya menilai kemampuan kognitif dan psiokomor saja, tetapi penilaian sikap lebih dipentingkan. Hal dapat dilakukan melalui teknik non test.
The Importance Of Authentic Materials In Developing Appropriate And Effective Listening Skills Fithriyah Fithriyah
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v4i2.180

Abstract

There has been a growing interest in using authentic materials for the teaching of listening. In order for learners to acquire the target language, teachers need to present the real listening situation of the language. Although authentic materials have positive impact for learners and teachers, they may give difficulties for listeners to catch and understand the text. Thus, some considerations should be taken in order to develop appropriate and effective listening skills.

Page 1 of 2 | Total Record : 11