cover
Contact Name
Dr. Saiful, M.Ag
Contact Email
saiful.saiful@ar-raniry.ac.id
Phone
085361728880
Journal Mail Official
jurnal.mudarrisuna@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam
ISSN : 20895127     EISSN : 24600733     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal MUDARRISUNA (JM) publishes scholarly articles on education science and Islamic education in particular, based on researches and project reports, book reviews. Jurnal MUDARRISUNA (JM) accepts submission in the field of education science and Islamic education science in scope Aqeedah, Morals, Jurisprudence, Islamic Law, Qoran, Hadith, History and Islamic Civilization to help spread new insights and concept, as well as highlights best-practices by and for many Islamic educational practitioners, teachers, lectures, and various education policy makers in the field. Published by Center for Research and Publication Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh in cooperation with Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. This journal is published biannually in January-Juny and July-December. Registered with Print ISSN 2089-5127 and Online ISSN 2460-0733.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2013)" : 8 Documents clear
PARADIGMA ”PERLAWANAN” DALAM KONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM Fuad Mardhatillah
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v3i2.191

Abstract

Education in Islam, which is the most essential part of the historical journey of man, is essentially an effort to maintain and mature values and potential humanitarian grounds. Those values include: freedom, dynamism, otonomism, creativism, progressivism and responsibelism. In addition, the educational process is also instill the values and awareness of all forms of authoritarianism resistance against humanity, and other forms of oppression of pluralism and violations of human rights. Therefore, educational efforts that merely focuses on the process of Transferring knowledge, the formation of learners loyalty, and respect for authority and social elitism, as well as the denial of the plurality of human life is a fundamental error in the construction of Islamic education. Addressing the fundamental error, the author tries to establish a theological construction for buildings of Islamic education that is based on the command iqra'. This command confirms how humans must continue to educate themselves to be able to get out of the pitfalls of humanity that tends to position itself replaces God in a negative sense, which seeks to make the shackles of human freedom and run the historicity through oppression. Then the educational process and then try reconstructed is an educational process always try refreshing awareness dimensions of human values, through exploring critical and creative dimension of Islam to be a philosophical foundation and at the same time necessary to build the spirit of resistance in the spirit of learners against all forms business education and social realities that do not respect human as the owner of all values and basic human rights that should always be maintained. Through the paradigm of resistance, Islamic education that is built to be able to liberate and remove Muslims who today seemed to be falling into a rut of underdevelopment and social humiliation, towards the establishment of civilization and the community owner exemplary centers. Thus, the mission of the revelation of Islam that should be Khaira ummatin rahmatan lil 'alamin can be expected to be realized through the resistance education. Pendidikan dalam ajaran Islam, yang merupakan bagian paling esensial dalam perjalanan historis manusia, pada hakikatnya adalah usaha menjaga dan mendewasakan nilai-nilai dan potensi dasar kemanusiaan. Nilai-nilai tersebut meliputi: kebebasan, dinamisme, otonomisme, kreativisme, progresivisme dan responsibelisme. Di samping itu, proses pendidikan juga menanamkan nilai-nilai dan kesadaran perlawanan atas segala bentuk otoritarianisme kemanusiaan, serta bentuk-bentuk penindasan atas pluralisme dan pelanggaran hak-hak asasi manusia. Oleh karena itu, usaha pendidikan yang sekedar berfokus pada proses transfering knowledge, pembentukan loyalitas peserta didik, dan penghormatan atas otoritas dan elitisme sosial, serta pengingkaran atas pluralitas kehidupan manusia adalah sebuah kesalahan mendasar dalam konstruksi pendidikan Islam. Menyikapi kesalahan mendasar itu, penulis mencoba membangun suatu konstruksi teologis bagi bangunan pendidikan Islam yang didasarkan pada perintah iqra’. Perintah ini menegaskan betapa manusia harus terus mendidik dirinya agar mampu keluar dari jebakan-jebakan kemanusiaan yang cendrung memposisikan dirinya menggantikan Tuhan dalam makna yang negatif, yang berupaya membuat belenggu-belenggu bagi kebebasan manusia dan menjalankan historisitas melalui penindasan. Maka proses pendidikan yang kemudian coba direkonstruksi adalah proses pendidikan yang selalu mencoba menyegarkan kesadaran akan dimensi nilai-nilai kemanusiaan, melalui pengeksplorasian dimensi kritis dan kreatif ajaran Islam untuk dijadikan landasan filosofisnya Dan di saat yang sama niscaya membangun semangat perlawanan dalam jiwa peserta didik terhadap segala bentuk usaha pendidikan dan realitas sosial yang tidak menghargai manusia sebagai pemilik segala nilai dan hak-hak dasar manusia yang senantiasa harus dipelihara. Melalui paradigma perlawanan, pendidikan Islam yang dibangun akan mampu membebaskan dan mengeluarkan muslim yang hari ini tampak sedang terpuruk dalam liang keterbelakangan dan keterhinaan sosial, menuju terbentuknya komunitas pemilik peradaban yang menjadi exemplary centers (pusat-pusat pencontohan). Dengan demikian, misi diturunkannya ajaran Islam yang semestinya menjadi khaira ummatin yang rahmatan lil ’alamin dapat diharapkan terwujudkan melalui pendidikan perlawanan tersebut.
Efektivitas Pengelolaan Administrasi Akademik Fakultas Syari’ah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh Maqfirah Maqfirah
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v3i2.274

Abstract

Administration is an important element in achieving organizational objectives. Administration is a management process that can be implemented in any educational activities, both in the planning, organizing, mobilization, coordination, direction and control. This study uses descriptive qualitative approach. The technique of collecting data through observation, interviews and documentation, research subjects is Dean of the Faculty of Sharia, Assistant Dean for Academic Affairs, Head of the Administration Field Equipment, Academic Head of sub-section along with staff. The results showed that 1) Planning course academic activities can be seen from the course management system using a system of credits, setting the course schedule, the division of tasks lecturer, and documentation of student values, 2) Implementation of academic management program has been running but not maximum, 3) constraints obstacles encountered in the management of academic administration include: lack of academic personnel, inadequate facilities and infrastructure. Implementation that does not comply with the plan because of non-availability of professional academic and support facilities. Abstrak Administrasi merupakan unsur penting dalam mewujudkan pencapaian tujuan organisasi. Administrasi merupakan proses pengelolaan yang dapat diimplementasikan dalam setiap kegiatan pendidikan, baik dalam perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengkoordinasian, pengarahan dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melaui mobservasi, wawancara dan studi dokumentasi, subyek penelitian adalah Dekan Fakultas Syari’ah, Pembantu Dekan Bidang Akademik, Kabag Tata Usaha Bidang Perlengkapan, Kasubbag Akademik beserta Staf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Perencanaan program kegiatan akademik dapat dilihat dari sistem pengelolaan perkuliahan dengan menggunakan sistem SKS, pengaturan jadwal kuliah, pembagian tugas dosen, dan dokumentasi nilai mahasiswa, 2) Pelaksanaan program pengelolaan akademik telah berjalan namun belum maksimal, 3) Hambatan-hambatan yang dijumpai dalam pengelolaan administrasi akademik meliputi: terbatasnya tenaga akademik, sarana dan prasarana belum memadai. Pelaksanaan yang tidak sesuai dengan perencanaan karena keterbatasan tenaga akademik yang profesional dan fasilitas pendukung. Kata Kunci: Efektivitas, pengelolaan, dan administrasi akademik.
Psikologi Subjek Didik Dalam Pandangan Ibnu Sina Hadini Hadini
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v3i2.192

Abstract

Understanding of child psychology course is a theme that is vital for an educational institution if he wants to achieve the ultimate goal of education. Without a deep understanding of these aspects will be able to make his way education becomes useless, or even can be fatal to a child's life. Because errors in the view of the subsidiary, it would be also wrong in the design or the design of learning, if the design is not in accordance with the spirit of education children of the educational process will be in vain. Currently it has a lot of studies about child psychology, but generally many of the studies referred to the West, while it is known that the empirical epistemology Western scientific, rationalist and positivist certainly be questioned. Therefore there is no other way but to be re-referred to the scientists were able to cover the gap of western methodology. In this case the name of Ibn Sina seems appropriate to refer to his thinking, which is due to its ability to successfully combine empirical dimension to the method of intuition. From search results found thoughts about the importance of child psychology, such as thinking about talent, and various inclinations such as the tendency of imitation, play and tendency to compete. Study of Ibn Sina that have for centuries turned out to be legitimized by modern studies of Educational Psychology at the moment. Pemahaman tentang psikologi anak tentu saja merupakan sebuah tema yang vital bagi sebuah lembaga pendidikan jika ia ingin mencapai sasaran akhir pendidikan. Tanpa pemahaman yang mendalam terhadap aspek ini akan bisa membuat jalannya pendidikan menjadi sia-sia, atau bahkan bisa berakibat fatal bagi kehidupan si anak. Sebab kesalahan dalam melihat entitas anak, maka akan bisa pula salah dalam desain atau dalam rancangan pembelajarannya, jika desain pendidikan tidak sesuai dengan jiwa anak tentu proses pendidikan akan sia-sia. Saat ini memang telah banyak kajian-kajian psikologi tentang anak, namun umumnya banyak dirujuk dari kajian Barat, padahal diketahui bahwa epistemologi keilmuan Barat yang empiris, rasianalis dan positivis tentu saja harus dipertanyakan. Karenanya tidak ada jalan lain kecuali harus kembali merujuk pada ilmuan yang bisa menutupi kesenjangan metodologi Barat. Dalam hal ini nama Ibnu Sina dipandang tepat untuk dirujuk pemikirannya, ini karena kemampuannya yang berhasil mengkombinasikan dimensi empiris dengan metode intuisi. Dari hasil penelusuran didapati pemikiran-pemikiran pentingnya tentang psikologi anak, seperti pemikirannya tentang bakat, dan berbagai kecenderungan-kecenderungan anak seperti kecenderungan berimitasi, bermain dan kecenderungan untuk berkompetisi. Kajian Ibnu Sina yang telah berabad-abad tersebut ternyata dilegitimasi oleh kajian Psikogi Pendidikan modern saat ini.
Dakwah Ditinjau Menurut Konsep Pendidikan Islam Dan Teori Barat Muhsinah Ibrahim
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v3i2.275

Abstract

Da'wah performed through the goal with the conception of divinity. A related concept of divinity have various virtues are rooted in the divine perfection that is the Al-Quran and sayings of the Prophet, Al-Hadith. whereas the concept of Islamic education boils down to the learning process so that the nature of Islamic education was perfect. perfection it has all of aspects of life. Then Islamic education would be perfect because they where reference or sources of Islamic education is the main source of Al-Quran and al-Sunnah. The presence of Western theories in education more forward thinking and believe in rationality, scientific method is the only method to determine the importance of objectivity reality means there is no bias depends only on the evidence available, there is no consideration of subjectivity is all geared towards modernization. Dakwah presence here as enjoining the good and forbidding the munkar, propaganda is a complete communication process between subject, object and its infrastructure, also a religious propaganda illumination in the dark, there was no compulsion at all, so the dakwah serves to sensitize the servant of God on earth so that really converts to the divine truth. Dakwah tampil melalui tujuan dengan konsepsi ketuhanan. Suatu konsep yang berhubungan dengan ketuhanan memiliki berbagai keutamaan yaitu bersumber pada kesempurnaan illahi yaitu Al-quran dan perkataan Nabi yaitu Al-Hadits. sedangkan konsep pendidikan Islam bermuara pada proses belajar mengajar yang bernuasa islam sehingga sifat pendidikannya pun sempurna. kesempurnaan itu memiliki selurh aspek kehidupan. Maka pendidikan Islam akan lebih sempurna kerena keberadaan referansi atau sumber pendidikan Islam merupakan sumber utama yaitu Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Kehadiran teori-teori Barat dalam dunia pendidikan lebih mengedepankan pemikiran dan percaya pada rasionalitas, metode ilmiah adalah satu-satunya metode untuk mengetahui realitas mementingkan objektivitas artinya tidak ada bias hanya tergantung pada bukti-bukti yang ada, tidak ada pertimbangan subjektivitas ini semua bermuara kepada modernisasi. Kehadiran Dakwah disini sebagai amar makruf dan nahi mungkar, dakwah merupakan sebuah proses komunikasi yang lengkap antara subjek, obyek dan infrasukturnya, dakwah juga merupakan agama penerangan dalam kegelapan, tidak pernah ada paksaan sama sekali, sehingga dakwah berfungsi untuk menyadarkan hamba Allah yang ada di bumi sehingga benar-benar insaf menuju kebenaran Ilahi. Kata Kunci: Dakwah, Pendidikan Islam
Diferensi Makna Kurikulum Di Indonesia Ismail Muhammad
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v3i2.193

Abstract

In Indonesia, the curriculum is understood in accordance with the Act mentioned in the National Education System in the top ie, a set of plans and arrangements regarding the purpose, content, and teaching materials, as well as the methods used to guide the organization of learning activities to achieve specific educational goals. Here explicitly can be observed that the anatomy curriculum in Indonesia contains three aspects, namely: learning objectives, learning materials, and methods. Then some of the experts whom Hilda Taba, Nana Syaodih Sukmadinata and Oemar Hamalik add evaluation component as an important component of the curriculum, because the evaluation is considered as an inseparable part of the curriculum. Di Indonesia kurikulum dipahami sesuai dengan yang disebutkan dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional di atas yaitu, seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Di sini secara eksplisit dapat diamati bahwa anatomi kurikulum di Indonesia mengandung tiga aspek, yaitu: tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, dan metode. Kemudian beberapa para ahli di antaranya Hilda Taba, Nana Syaodih Sukmadinata dan Oemar Hamalik menambah komponen evaluasi sebagai komponen penting kurikulum, karena evaluasi dianggap sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kurikulum.
Posisi Pendidikan Islam Dalam Mengembangkan Ilmu, Iman Dan Amal Shaleh Nurdin Manyak
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v3i2.276

Abstract

Qur'an is the source of various sources of knowledge both fields of faith, worship, social, political, economic, and particularly in the field of education. Education is a substance that is very fundamental in developing so individual in achieving happiness in the world and the hereafter. The Holy Qur'an has discussed the various kinds of values education very remarkable, especially in terms of finding science, faith and righteous deeds, to achieve it, the teacher must possess a wide range, the method offered in al-quran 'late, because by mastering existing methods in the Qur'an. Among the methods offered by the Qur'an Among other things, the method of role model, imtsal, targhieb and tarhieb and others, according studies and analysis of some verses of the Qur'an, is still very relevant to the method used as the basis to develop education in all dimensions , then that is the purpose of education, and other teaching materials will be achieved optimally. Al-qur’an merupakan sumber dari berbagai sumber ilmu pengetahuan baik itu bidang aqidah, ibadah, social politik, ekonomi dan khususnya dalam bidang pendidikan. Pendidikan merupakan subtansi yang sangat fundamental dalam mengembangkan jadi diri individu dalam mengGapai kebahagiaan didunia dan akhirat. Al-Qur’an banyak membicarakan berbagai macam nilai-nilai pendidikan yang sangat luar biasa, terutama dalam hal mencari ilmu pengetahuan, iman dan amal shaleh, untuk mencapai hal itu maka seorang guru harus menguasai berbagai macam, metode yang ditawarkan dalam al-qur’an, karena dengan menguasai metode yang ada dalam al-qur’an. Diantara metode yang ditawarkan oleh al-Qur’an Antara lain, metode tauladan, imtsal, targhieb dan tarhieb dan lainnya, menurut kajian dan analisis dari beberapa ayat al-Qur’an, masih sangat relevan metode tersebut dijadikan pijakan dalam mengembangkan pendidikan dalam semua demensi, maka itulah tujuan pendidikan , materi ajar dan lainnya akan tercapai secara maksimal. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Ilmu, Iman dan Amal Shaleh
Urgensi Sikap Dalam Pencapaian Hasil Belajar Mahasiswa Jailani Jailani
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v3i2.194

Abstract

Learning is change to ability, skill and tenable somebody attitude in certain range of time. That growth that happened in learning that, that is behaviour change after student somebody get various experience in so many situation learn the itself, so that from various that experience will cause the change process that happened in x'self of student somebody. That of result of learning is entire efficiency and its result is which reached for through study process and specified with the number measured by pursuant to test of result of learning. That deed and result of learning determined in the form of accretion of knowledge items which is in the form of fact, domination form the psychomotoric, and provisions in its bearing with the personality of student somebody. In learning a learning, attitude existence one condition needed in course of study of a learning. Attitude is behaviour which swowing in face of or accept something; in course of study in a learning of there are positive attitude and student negativity to science which implied in the small fish of learning. Hence student owned by the positive attitude to a learning show the result learn reached for higher compared to by a student behaving negativity to a learning
Sekularisme: Ajaran Dan Pengaruhnya Dalam Dunia Pendidikan Jamaluddin Jamaluddin
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v3i2.273

Abstract

Secularism is an understanding that only emphasizes the sheer material and separates the life of the world to the hereafter, even this ideology is always fighting for the right to be free from the various rules of religion, they believe that all activities and decisions are made by the whole man, not should be no role and interference of religion in it. Secularism is an ideology which was originally developed in the Western world and then continue to spread almost all over the world not to mention the world of Islam and Indonesia in particular. The main purpose of this is to separate the notion of human affairs with the affairs of God in all aspects of life, including in the context of education by taking three major components; ie assume no sacred nature, politics and dekonsekrasi desecration values. However, in this paper the authors study focused only on dekonsekrasi values are in it only covers about the origins of secularism, its flow characteristics and its influence in the world of education, which is currently recognized or not that understanding has come in and affect all aspects of the life of Muslims, especially in the aspects of education. Sekularisme merupakan sebuah paham yang hanya mengedepan-kan pada kebendaan semata dan memisahkan antara kehidupan dunia dengan akhirat, bahkan faham ini selalu memperjuangkan hak untuk bebas dari berbagai aturan-aturan dari ajaran agama, mereka berkeyakinan bahwa semua kegiatan keputusan yang keseluruhannya berada dan dibuat oleh manusia, tidak boleh ada peran dan campur tangan agama di dalamnya. Sekularisme merupakan sebuah ideology yang pada mulanya berkembang di dunia Barat dan kemudian terus menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia tak terkecuali dunia Islam dan juga Indonesia pada khususnya. Tujuan utama dari paham ini adalah untuk memisahkan antara urusan manusia dengan urusan Tuhan dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam konteks pendidikan dengan membawa tiga komponen utama; yaitu Penidak-keramatan alam, desakralisasi politik dan dekonsekrasi nilai-nilai. Namun dalam tulisan ini penulis hanya menfokuskan kajiannya pada dekonsekrasi nilai-nilai saja yang di dalamnya hanya mencakup seputar asal usul paham sekularisme, ciri-ciri alirannya dan pengaruhnya dalam dunia pendidikan, yang saat ini diakui atau tidak bahwa paham tersebut telah masuk dan mempengaruhi semua aspek kehidupan umat Islam, terutama dalam aspek pendidikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8