cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 4 (2023)" : 50 Documents clear
Numerical Simulation of Bird Strike with Varied L/D Ratio in Hemispherical-ended Cylinder Bird Model Using Coupled Eulerian Lagrangian Method Yuniarti, Endah; Sitompul, S Afandi; Warsiyanto, B Aji
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.628-638.2023

Abstract

This research studies the numerical simulation of the finite element method for bird strike using a hemispherical-ended cylinder bird model with varying length-to-diameter (L/D) ratio, namely 1.4; 1.5; 1.6; 1.7; 1.8; 1.9; and 2.0. Birds are modelled with elastic, plastic, and hydrodynamic behaviour. The bird model uses the Coupled Eulerian-Lagrangian (CEL) method with impact speeds of 100 ms-1, 200 ms-1, and 300 ms-1. The simulation results show that the Hugoniot pressure value is around 15-36 times higher than stagnation pressure in L/D 1.4; 14-36 times in L/D 1.5; 13-30 times in L/D 1.6; 12-32 times in L/D 1.7; 12-26 times in L/D 1.8; 13-30 times in L/D 1.9; and 13-29 times in L/D 2.0. It was found that the highest Hugoniot and stagnation pressure were in L/D 1.5 and 1.8, while the lowest Hugoniot and stagnation pressure were in L/D 2.0 and 1.5, respectively. In addition, the error of the numerical results of the average Hugoniot and stagnation pressure value compared to the analytic was 2.9% and 7%, respectively. 
Rancang Bangun Alat Ukur Dioptri Lensa Kacamata Untuk Penderita Miopi Dan Hipermetropi Dengan Penerapan Perspektif Visual Digital Berbasis Arduino Mega2560 Fauzi, Ilham; Rasyid, Rahmat
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.651-657.2023

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengukuran dioptri lensa kacamata untuk penderita miopi dan hipermetropi dengan penerapan perspektif visual digital berbasis Arduino Mega2560. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dioptri lensa kacamata dengan menguji kemampuan lensa mata dalam melihat objek menggunakan alat alternatif pengganti sistem ukur yang biasa dipakai seperti autorefraktometer dan trial lens. Komponen utama yang digunakan yaitu TFT display 3.2 inch untuk penampil objek sebagai input data, kemudian data diolah menggunakan Arduino Mega2560 dan hasil keluaran akan ditampilkan pada LCD 2x16. Hasil pengukuran pada penderita rabun jauh didapatkan tingkat akurasi sebesar 98,08%, sedangkan pada pengukuran penderita rabun dekat menghasilkan tingkat akurasi sebesar 97,475. Dari hasil yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa rancang bangun yang telah diuji mampu bekerja dengan baik.
Identifikasi Pola Redistribusi Tanah Untuk Pendugaan Erosi Berdasarkan Nilai Suseptibilitas Magnetik di Daerah Bukit Nobita Kota Padang Fadillah, Ahmad; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.639-645.2023

Abstract

Research has been carried out to identify soil redistribution patterns of soil redistribution as an estimate of erosion by analyzing the magnetic susceptibility values of soil samples in the Bukit Nobita area, Padang City. Soil samples were taken from two different areas, namely areas that are not vegetated and areas that are vegetated. The length of the track to each area is 100 m consisting of 10 points with variations in depth at each point, namely 10, 20, 30, 40, and 50 cm. The magnetic susceptibility measurement of the sample uses a Magnetic Susceptibility Meter with the commonly used frequencies, namely Low Frequency (LF) and High Frequency (HF). The measurement results show that for non-vegetatedareas, the χlfvalues range from 44 10-8 m3kg-1 to 301  10-8 m3kg-1, and theχhfvalue ranges from 43 10-8 m3kg-1 to 298.9 10-8 m3kg-1. Whereas for samples from vegetated areas, the χlf values range from 63.6 10-8 m3kg-1  to  859.410-8 m3kg-1, and the χhf ranges from 63.1 10-8 m3kg-1 to 852,5 10-8 m3kg-1. The results showed that the susceptibility value depends on the frequency (χfd), which is <2% and was dominated by large magnetic minerals that were disturbed, such as erosion. The distribution profile of χlf values tends to increase with increasing sampling depth, indicating that the soil in both tracks is disturbed, and the redistribution pattern of soil in non-vegetated areas is more evenly distributed than vegetated areas, allowing erosion to also occur in vegetated areas.
Pengaruh Tegangan terhadap Nilai CTDIvol, Dose Length Product dan Dosis Efektif pada Pemeriksaan Computed Tomography (CT) Abdomen: Studi di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Fiarka, Fulki; Oktamuliani, Sri; Nuraeni, Nunung
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.591-597.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak variasi tegangan pada dosis radiasi yang diterima oleh pasien yang menjalani pemeriksaan Computed Tomography (CT) abdomen menggunakan mesin pemindai Philips 128 slice. Penelitian ini difokuskan pada evaluasi hubungan antara tegangan, Compued Tomography Dose Index Volume (CTDIvol), Dose Length Product (DLP), dan dosis efektif pada organ gonad pasien. Sampel terdiri dari 20 pasien dengan postur tubuh normal yang menjalani pemeriksaan CT abdomen, dengan variasi tegangan sebesar 100 kV dan 120 kV. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata CTDIvol adalah (72,028 ± 18,88) mGy dan DLP diukur sebesar (3369,06 ± 1036,70) mGy.cm. Selain itu, dosis efektif yang diserap organ gonad sebesar (6,8011 ± 2,30) mSv. Terdapat peningkatan yang signifikan secara statistik dalam CTDIvol, DLP, dan dosis efektif dengan peningkatan variasi tegangan. Hubungan ini didukung oleh P-value < 0,05, menunjukkan signifikansi statistiknya. Hasil ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan pengaturan tegangan dalam mengoptimalkan protokol pemeriksaan CT untuk menjaga keselamatan pasien. Dengan memahami pengaruh tegangan pada dosis radiasi, para profesional kesehatan dapat mengadopsi strategi untuk meminimalkan paparan radiasi pada pemeriksaan CT abdomen.
Strain-Induced Control of Magnetic Anisotropy Energy in NbS2 Monolayer: First-Principles Study Siahaan, Berton Maruli; Rio, Afrioni Roma
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.667-674.2023

Abstract

In this work, we investigate the strain controllability of magnetic anisotropy energy (MAE) in the monolayer form of niobium disulfide (NbS2) using density functional theory (DFT). Our calculation reveals a negative MAE of -1.82 meV, indicating a preference for spins to align in the in-plane directions (x or y). By systematically applying biaxial tensile strain to the NbS2 monolayer, ranging from 1% to 10%, we observe a linear relationship between strain and MAE. Interestingly, the strain-induced modulation of MAE leads to a remarkable phenomenon, where the easy axis of magnetization shifts from the in-plane to an out-of-plane orientation at a critical strain of 7%. This ability to switch the magnetic anisotropy by manipulating strain demonstrates the promising potential of NbS2 monolayer in the development of spintronic devices.
Perbandingan Profil Vertikal Divergensi dan Vortisitas Model ECMWF dan Luaran SATAID saat Kejadian Hujan di Mamuju Asmita, Arizka; Malago, Jasruddin Daud; Subaer, Subaer
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.658-666.2023

Abstract

Divergensi dan vortisitas merupakan parameter meteorologi yang sering digunakan untuk analisis kondisi atmosfer karena berkaitan dengan proses konveksi atau pembentukan awan. Model numerik yang biasa digunakan untuk menampilkan kedua parameter cuaca ini adalah model European Centre for Medium-Range Weather Forecast (ECMWF) dan Satellite Animations and Interactive Diagnosis (SATAID) khususnya saat kejadian cuaca buruk seperti hujan. Penulisan ini mencoba membandingkan nilai divergensi dan vortisitas hasil pengolahan kedua model tersebut pada kejadian hujan yang terjadi di wilayah Kalukku, Mamuju tanggal 24 Oktober 2021 sehingga dapat diketahui model yang baik dalam menampilkan kondisi atmosfer yang berkaitan dengan pembentukan awan saat kejadian hujan khususnya pada musim hujan. Hasil pengolahan data menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan yaitu nilai divergensi dan vortisitas model ECMWF lebih tinggi dibandingkan SATAID. Kemudian, pola pergerakan nilai divergensi dan vortisitas secara temporal pada tiap lapisan isobarik berbeda sehingga menyebabkan nilai korelasi yang rendah dan nilai RMSE yang besar antara model ECMWF dan SATAID. Namun, jika dibandingkan dengan hasil pengamatan curah hujan pada Agroclimate Automatic Weather Station (AAWS) Kalukku sebagai acuan proses pembentukan awan terlihat nilai divergensi dan vortisitas model ECMWF lebih fluktuatif sehingga mampu mengidentifikasi potensi pembentukan awan sebelum terjadi hujan dan peluruhan awan setelah terjadi hujan dengan baik pada kasus kejadian hujan di musim hujan.
Karakteristik Koefisien Absorpsi Bunyi dan Impedansi Akustik dari Serat Alam dengan Menggunakan Metode Tabung Syahputra, Palmasi; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.548-553.2023

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang koefisien absorpsi bunyi dan impedansi berbagai panel akustik dari serat alam. Metode yang digunakan yaitu metode tabung impedansi pada komposit berbahan dasar serat alam dengan matrik lem. Sampel material akustik terbuat dari berbagai serat alam yaitu kelapa sawit, pinang, jerami padi, pelepah pisang, dan eceng gondok. Frekuensi bunyi yang digunakan pada penelitian ini adalah frekuensi oktaf yaitu 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz, dan 8000 Hz. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien absorpsi bunyi tertinggi pada sampel kelapa sawit dengan frekuensi 8000 Hz yaitu 0,87 dan nilai koefisien absorpsi terendah pada frekuensi 1000 Hz yaitu 0,44 dengan sampel eceng gondok. Nilai impedansi akustik tertinggi terjadi pada frekuensi 2000 Hz dan pada frekuensi 8000 Hz yaitu 1,35 dyne.s/cm5 dengan sampel kelapa sawit. Berdasarkan nilai koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik maka serat alam dapat digunakan sebagai bahan penyerap bunyi.
Analisis Sifat Fisis dan Mekanik Biodegradable Foam Berbahan Dasar Selulosa Jerami Padi dan Polivinyl Alcohol Haiqal, Helmi; Muldarisnur, Mulda
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.621-627.2023

Abstract

Research has been carried out on analyzing the physical and mechanical properties of biodegradable foam made from rice straw cellulose with a polyvinyl alcohol binding matrix. This study aims to produce a substitute for styrofoam, which is considered not environmentally friendly and harmful to health. The composition of straw fiber and polyvinyl alcohol was varied by the mass ratio of the mixture of rice straw fiber and PVA (%) 40:20%, 30:30%, 20:40%, 50:10%, with the size of the fiber passing through the 80 mesh sieve. The results of the characterization using FT-IR showed that the highest content of functional groups was carbon (C), which corresponds to the content of conventional biofoam, which consists of the elements carbon (C) and hydrogen (H). The highest biofoam tensile strength value is in the comparison fraction (20:40%) of 18.11 MPa. The highest percentage of biofoam water absorption was obtained in the fraction ratio (50:10%) of 0.8928% in the treated sample and 1.1928% in the untreated sample. The percentage of biofoam water content closest to conventional biofoam water content is obtained at a fraction ratio (40:20%) of 0.78%. The highest degradation rate was obtained in samples with a comparative fraction (50:10%) of 0.04237%/day in treated and 0.06403%/day in untreated samples. The results of this study stated that the resulting biofoam did not contain harmful substances. After identifying the functional groups using the FT-IR test, the tensile strength of biofoam still did not meet the SNI 7188.7: 2016 bioplastic standard.
Evaluasi Dosis Efektif Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) Glioblastoma Multiforme Menggunakan Simulasi Monte Carlo Handayani, Liska Tri; Budi, Wahyu Setia; Arianto, Fajar
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.683-689.2023

Abstract

Glioblastoma multiforme merupakan kanker otak stadium IV yang sangat sulit diobati dan umumnya terjadi pada hemisfer serebrum otak. Terapi BNCT telah dikembangkan untuk pengobatan glioblastoma yang lebih aman, namun hamburan neutron dan foton gamma yang berasal dari terapi pada organ at risk ini perlu dievaluasi menggunakan simulasi. Metode yang dilakukan dengan mensimulasikan phantom ORNL-MIRD bagian kepala dan leher menggunakan program MCNPX. Arah penyinaran radiasi terhadap pasien dibuat menjadi dua arah yaitu RLAT dan TOP. Perhitungan dosis dalam BNCT dilakukan dengan mencari nilai dosis serap, dosis ekuivalen, dan dosis efektif. Dosis efektif dianalisis menggunakan ICRP publikasi 60 dan 103. Berdasarkan perhitungan dosis serap, arah penyinaran yang paling efektif adalah arah penyinaran TOP, dengan persentase dosis serap pada organ at risk relatif aman terutama pada organ tiroid, dan nilai pada organ cranium, otak, tiroid, dan kulit berturut-turut sebesar 11,4%, 10,15%, 0,002%, dan 6,4%. Nilai dosis efektif pada ICRP 60 dan 103 bernilai sama pada organ cranium dan kulit. Namun, pada organ tiroid, nilai dosis efektif dengan ICRP 103 lebih rendah dibandingkan ICRP 60. Hal ini menandakan berkurangnya resiko untuk penyakit terwaris pada tiroid, dan pada organ otak hanya dihitung menggunakan ICRP 103
Pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO) Terhadap Kemunculan Mesoscale Convective Complex (MCC) di Wilayah Maluku Saragih, Rino Wijatmiko; Malago, Jasruddin Daud; Subaer, Subaer
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.675-683.2023

Abstract

Awan Konvektif berupa tutupan awan yang cukup besar dan memenuhi karakteristik Mesoscale Convective Complex (MCC) yang terjadi selama tahun 2017 hingga 2021 pada wilayah Maluku. . Tutupan awan konvektif skala meso ini memiliki ciri durasi yang cukup panjang, bentuk semi melingkar dan memiliki pola tutupan awan yang besar. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis kemunculan kluster awan Mesoscale Convective Complex (MCC) serta pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO) terhadap jumlah kemunculan MCC. Pengolahan MCC ini menggunakan data citra satelit Himawari-8 kanal inframerah dengan algoritma yang telah dibangun dan berdasarkan karakteristik MCC yang ada di Indonesia. Data yang juga digunakan yaitu data sekunder tahun 2017-2021 yang terdiri dari data harian MJO diperoleh dari website BMRC (Bureau of Meteorologi Research Centre). Teknik analisis data yaitu dengan persamaan regresi linier sederhana menggunakan Software SPSS Statistict 25. Hasil analisis menunjukan jumlah kejadian MCC terbanyak terjadi pada bulan Maret, Mei, dan Desember. Jumlah kejadian MCC sedikit terjadi pada bulan Agustus dan Oktober. Besar pengaruh MJO terhadap kemunculan MCC tertinggi terjadi pada bulan Maret (56,7%) dan April (55,1%), sedangkan terendah terjadi pada September (0%) dan Juni (1,3%)