cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2024)" : 40 Documents clear
Sistem Kontrol Kelembaban Tanah dan Penyiraman Otomatis Pada Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) Yang Dipengaruhi Oleh Suhu Berbasis Mikrokontroler Ghina Athaya Adhana; Rahmat Rasyid
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.261-267.2024

Abstract

A system of soil moisture control and automatic watering has been designed for celery (Apium graveolens L.) which is influenced by temperature and humidity based on a microcontroller. This system functions to water the plants automatically based on the soil moisture that has been set in the program. The system will provide information to the user when the soil moisture is more than 75%. The system consists of a DHT11 sensor as a temperature and humidity detector, a capacitive soil moisture sensor to detect soil moisture, a relay as a mini water pump switch for watering plants, red and green LEDs as indicator lights according to the measurement results of a capacitive soil moisture sensor and LCD. to display temperature, air humidity and soil moisture. The test results show that the tool can function properly, if the soil moisture is <75% the pump will start and the soil moisture ≥75 the pump will stop so that watering does not occur. The highest humidity obtained was 83% and the lowest temperature was 23°C with the condition that the plants did not look dry, while the highest temperature obtained was 30°C and the lowest humidity was 77% with the conditions that the plants looked dry.
Peningkatan Aktivitas Fotokatalis Nanopartikel Seng Oksida Didoping Aluminium Untuk Mereduksi Merkuri Andini Ramadhani; Mulda Muldarisnur
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.197-203.2024

Abstract

Merkuri (Hg) merupakan salah satu limbah logam berat yang banyak ditemukan di lingkungan perairan. Upaya penanganan diperlukan untuk menurunkan kadar pencemaran merkuri ini. Pada penelitian ini digunakan fotokatalis nanopartikel ZnO didoping Al untuk mereduksi merkuri. Nanopartikel ZnO didoping dengan variasi % mol Al 0%, 3%, 5% dan 7% menggunakan metode sol-gel. Nanopartikel ZnO/Al dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Particle Size Analyzer (PSA), dan spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan hasil karakterisasi menggunakan XRD dan PSA, diperoleh ukuran kristal ZnO doping Al 0%, 3%, 5%, dan 7% berturut-turut sebesar 25,15 nm, 36,28 nm, 36,29 nm, 40,85 nm, dengan ukuran partikel 27,6 nm, 36,9 nm, 42,8 nm, 67,5 nm. Hasil uji spektrofotometer UV-Vis didapatkan band gap energy masing-masing sampel sebesar 3,22 eV, 3,13 eV, 3,1 eV, dan 3,02 eV. Aktivitas fotokatalisis nanopartikel diuji untuk mereduksi logam merkuri dengan variasi konsentrasi merkuri 0,5 mg/L, 1 mg/L, 1,5 mg/L dan 2 mg/L. Persen reduksi paling besar untuk setiap variasi larutan merkuri ditunjukkan oleh fotokatalis ZnO/Al 7%, dimana mampu mereduksi merkuri 0,5 mg/L, 1 mg/L, 1,5 mg/L dan 2 mg/L sebesar 94,12%, 93,68%, 93,18%, 92,76%.
Desain Sistem Smart Feeder Ayam Berbasis Internet of Things (IoT) Guna Mencegah Keterlambatan Pemberian Pakan Elvinda Bendra Agustina; Dian Arif Rachman; Recha Nofillah; Lia Ikhlasia Fitri
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.297-302.2024

Abstract

Pemberian pakan ayam secara manual menjadikan pemberian pakan ayam kurang efektif dan efisien. Pengembangan sistem pemberi pakan ayam cerdas berbasis Internet ofThings (IoT) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain sistem smart feeder ayam berbasis IoT guna mencegah keterlambatan pemberian pakan. Memungkinkan alat bekerja dengan melakukan kontrol feeder berdasarkan pengaturan waktu, monitoring hopper secara otomatis yang diintegrasikan dengan IoT. Setiap device dihubungkan dengan internet sehingga dapat dipantau dari jarak jauh. Metode yang digunakan adalah perancangan dan telah dilakukan uji dan pengambilan data. Hasil uji aplikasi Blynk menunjukkan ketepatan pengaturan yang telah diberikan dengan kondisi real. Fungsi sistem alat sudah sesuai dengan desain sistem yang direncanakan. Rata-rata persentase error yang terjadi 14% secara keseluruhan tetapi mengecil sampai rata-rata 3% pada berat pakan diatas 5 kg dikarenakan semakin besar volume hopper maka jarak antara sensor ke pakan semakin dekat sehingga nilai error semakin rendah. Pengujian NTP menunjukkan nilai akurasi dan kepresisian 100%. Uji kecepatan rotasi menunjukkan rata-rata kecepatan rotasi hopper yaitu 445,4 rpm sehingga hopper berotasi sesuai dengan perkiraan. Uji volume distribusi pakan sudah sesuai karna pakan 1 diletakkan paling dekat dengan hopper sehingga volume pakan akan terisi paling banyak di bandingkan dengan tempat pakan lainnya
Pemanfaatan Computer Vision Sebagai Pemantauan Perkembangan Bibit Tanaman Tomat Berbasis IoT Muhammad Ridho Isdi; Harmadi Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.234-240.2024

Abstract

Perkembangan bibit tanaman tomat memiliki faktor lingkungan yang harus diperhatikan seperti suhu, kelembapan udara dan intensitas cahaya. Faktor tersebut mempengaruhi keadaan bibit dari hari ke hari. Penelitian ini memanfaatkan computer vision untuk memantau perkembangan bibit tanaman tomat berbasis IoT yang diharapkan dapat memantau perkembangan bibit tanaman tomat secara berkala dan mengantisipasi bibit yang belum tumbuh. Pemantauan lingkungan pada bibit menggunakan sensor DHT11 untuk mendeteksi suhu dan kelembapan udara. Sensor LDR untuk mendeteksi intensitas cahaya. Kipas angin DC dan module mist spray fog maker untuk mengontrol keadaan suhu dan kelembapan udara pada tempat pembibitan. Pemantauan dengan computer vision menggunaan algoritma YOLOV8 untuk mendeteksi perkembangan bibit antara tumbuh dan belum tumbuh. Pengambilan data pengukuran dilakukan selama rentang waktu 10 hari. Hasil semua data pengukuran dikirim ke database dengan API, kemudian data tersebut ditampilkan melalui website. Perkembangan bibit tanaman tomat menggunakan sistem lebih cepat 1 hari daripada tidak menggunakan sistem. Pemantauan perkembangan bibit menggunakan YOLOV8 memiliki tingkat akurasi sebesar 96% yang berarti sistem dapat membedakan bibit yang tumbuh dan belum tumbuh. 
Pengaruh Kulit kakao dan Biji kakao Terhadap Uji Fisis Briket Bioarang Menggunakan Perekat Getah Damar Afifah Azmi; Ratni Sirait; Ety Jumiati
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.268-274.2024

Abstract

Telah dilakukan pembuatan briket bioarang yang merupakan arang yang terbuat dari aneka macam bahan hayati atau biomassa seperti kayu, ranting dan limbah pertanian, bertujuan untuk mengetahui karakteristik  dan komposisi yang paling optimal pada pembuatan briket bioarang menggunakan kulit kakao dan biji kakao dengan perekat getah damar. Variasi komposisi kulit kakao dan biji kakao dengan perekat getah damar antara lain sampel A (50%:30%), B (40%:40%) dan C (30%:50%). Parameter uji fisika dan kimia meiliputi: kadar air, kadar abu, nilai kalor, kadar zat teirbang dan kadar karbon. Hasil uji fisika dan kimia brikeit bioarang kulit kakao dan biji kakao dipeiroleih brikeit bioarang yang optimal yaitu pada sampeil B yaitu nilai kadar airnya 7,35%, nilai kadar abu 6,40%, nilai kalor 6028 cal/g nilai kadar zat teirbang 16,20% dan nilai kadar karbon 70,05%. Sampeil brikeit bioarang teilah seisuai SNI No. 01-6235-2000 teintang brikeit arang.
Pengaruh Waktu Sonikasi Terhadap Struktur dan Sifat Magnet Nanokomposit Fe3O4@GO Muhammad Rhohid Abdurrahim; Astuti Astuti; Sri Rahayu Alfitri Usna
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.204-210.2024

Abstract

Penelitian tentang pengaruh waktu sonikasi terhadap struktur dan sifat magnet nanokomposit Fe3O4@GO telah dilakukan. Sintesis nanokomposit dilakukan dalam tiga tahap. Tahapan pertama, preparasi nanopartikel Fe3O4 dengan menggunakan metode kopresipitasi. Kedua, preparasi GO dari daun pisang kering menggunakan metode Liquid Sonication Exfloitation (LSE). Tahap terakhir yaitu pelapisan permukaan Fe3O4 dengan GO membentuk Fe3O4@GO menggunakan proses sonikasi dengan variasi waktu 30 menit, 60 menit, dan 90 menit. Nanokomposit dikarakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD), fourier transform infraRed (FTIR), dan vibrating sample magnetometer (VSM). Ukuran kristal sampel Fe3O4, Fe3O4@GO (30 menit), Fe3O4@GO (60 Menit), dan Fe3O4@GO (90 menit) yang diperoleh dari hasil karakterisasi XRD berturut-turut yaitu 18,47 nm; 18,48 nm; 14,79 nm; dan 21,14 nm. Struktur kristal yang didapat dari semua sampel yaitu Fe3O4 berbentuk cubic dan GO berbentuk rhombohedral.. Hasil karakterisasi FTIR semua sampel Fe3O4@GO yang disonikasi menunjukkan adanya ikatan Fe O dan C C yang mengindikasikan terbentuknya Fe3O4 dan GO. Dari pengujian VSM diperoleh semua sampel bersifat superparamagnetik. Waktu sonikasi tidak mempengaruhi bentuk struktur kristal nanokomposit Fe3O4@GO, namun mempengaruhi sifat kemagnetannya. Semakin lama waktu sonikasi maka semakin besar nilai magnet saturasi dan nilai koersitivitas nanokomposit Fe3O4@GO. Berdasarkan nilai saturasinya, Fe3O4@GO dapat dikembangkan dalam aplikasi biomedis seperti diagnostik dan fototermal.
Suseptibilitas Magnetik Pada Tanah Di Sekitar Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Regional Payakumbuh Sebagai Indikator Polusi Logam Berat Viesca Fredilla Hanif; Ahmad Fauzi Pohan
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.303-309.2024

Abstract

Pengukuran nilai suseptibilitas magnetik dan kandungan logam berat pada tanah lapisan atas di sekitar TPAS Regional Payakumbuh yang dibagi menjadi tiga zona penelitian telah dilakukan. Terdapat 91 sampel tanah lapisan atas yang diambil pada kedalaman 25 cm pada zona TPAS, penduduk dan perkebunan. Hasil pengukuran suseptibilitas magnetik menunjukkan nilai dengan rentang 11,27×10-8 m3/kg hingga 1017,10×10-8 m3/kg. Daerah penelitian telah mengalami pencemaran dari kategori tercemar rendah hingga tercemar sangat tinggi dilihat dari nilai suseptibilitas magnetik yang didapatkan. Rata-rata tertinggi dari nilai suseptibilitas magnetik berada pada zona penduduk 758,64×10-8 m3/kg yang diperkirakan paling tercemar oleh kandungan logam berat. Sementara, zona pertanian memiliki nilai rata-rata terendah 373,37×10-8 m3/kg yang diperkirakan pencemaran oleh logam berat tidak begitu tinggi. Menggunakan alat X-Ray Fluorescence diukur kandungan logam berat pada enam sampel tanah. Logam berat pada ketiga zona penelitian terdiri dari Fe, Pb, Zn, Cu dan As sudah melewati ambang batas pada semua uji sampel. Perbandingan kenaikan persentase unsur logam di Zona TPAS menunjukkan logam berat didominasi oleh Fe, Mn, Zn dan Cu. Pada zona penduduk didominasi oleh logam berat Fe, Pb, Cu dan Pb. Sementara zona perkebunan didominasi oleh logam berat Fe, Cu dan As.
Flavonoid Alami Hasil Ekstrak Bajakah Tampalah Merah sebagai Antifungi Jamur Malassezia Globosa Annisa Sri Mulya Agustin; Suparno Suparno
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.241-246.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi flavonoid ekstrak akar bajakah tampala merah terhadap daya hambat jamur Malassezia globosa dan lama waktunya bertahan. Ekstrak akar bajakah tampala merah dipreparasi dengan metode dekoktasi. Kandungan flavonoid yang terkandung di dalam ekstrak bajakah tampala merah ditentukan dengan metode spektroskopi visible, ukuran partikel ditentukan dengan Particle Size Analyzer (PSA), dan kemampuan daya hambat jamur oleh ekstrak akar bajakah dengan metode Kirby bauer. Selain itu, untuk mengidentifikasi ekstrak akar bajakah tampala merah telah dilakukan pengukuran massa jenis, viskositas, dan indeks bias. Hasilnya menunjukkan bahwa daya hambat (zona bening) meningkat dari (6,9 ± 1,6) mm hingga (9,5 ± 1,9) mm dengan peningkatan konsentrasi flavonoid dari 10 ppm hingga 25 ppm. Kemampuan bertahan ekstrak akar bajakah tampala merah dalam menghambat jamur bervariasi dari 30 jam hingga 72 jam.
Pemodelan Peak Ground Accleration (PGA) dan Intensitas Gempabumi berdasarkan Pengukuran Mikrotremor pada Kawasan Longsor di Desa Kalongan, Ungaran Timur Nugroho Budi Wibowo; Thaqibul Fikri Niyartama; Andi Andi; Rena Septiana; Erlina Widianingrum; Ahdian Azri Bustari; Iktifal Ajie Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.225-233.2024

Abstract

The landslide in Kalongan Village affected an area of 5 hectares and has the potential to experience further landslides. Landslides can occur with triggers of external factors such as earthquakes. The Peak Ground Acceleration (PGA) parameter can represent the impacts that occur on the surface in the form of earthquake intensity (MMI). Kalongan Village is 25.5km from the epicenter of the Ambarawa earthquake on 27 May 2023. This study aims to modeling the PGA microzonation and the intensity of the Ambarawa earthquake in the avalanche zone in Kalongan Village. The PGA model is based on measurements of 72 microtremor data in the avalanche zone using the Kanai method. Parameters of the Ambarawa earthquake with a magnitude of 2.5 and a depth of 5 km. The results of PGA modeling in the avalanche zone varied between 1.0-7.1 gal or I-II MMI values. The results of the PGA modeling show that aftershocks can occur if the strength of the Ambarawa earthquake reaches M=4 or 7.1-50.8 gal. The strength of the earthquake is equivalent to the intensity of II-V MMI.
Sifat Fisis dan Mekanis Komposit Poliester Berpenguat Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit Pranata Pranata; Fasya Savira; Nurmadina Nurmadina
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.310-314.2024

Abstract

Pada proses pengolahan kelapa sawit menyisakan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) berkisar 20% – 23% dari jumlah panen tandan buah sawit. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menangani masalah limbah TKKS dengan mengolah TKKS menjadi serat. TKKS memiliki kandungan serat mencapai 72,67% dan dapat dimanfaatkan sebagai penguat komposit polimer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi fraksi volume serat TKKS terhadap sifat fisis (kerapatan) dan sifat mekanis yaitu Modulus Of Elasticity (MOE) dan Modulus Of Rupture (MOR) komposit polimer. Matriks yang digunakan dalam pembuatan komposit menggunakan resin poliester. Pembuatan komposit penelitian ini menggunakan metode hand lay-up dengan tipe serat randomly oriented discontinuos fiber composite yang berukuran 2- 3cm. Komposisi serat TKKS bervariasi yaitu 4%, 8%, 12%. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kerapatan, MOE dan MOR tertinggi terdapat pada 4% fraksi volume serat TKKS yaitu sebesar 1,29 g/cm3, 15.830,70 kgf/cm2 dan 363 kgf/cm2. Nilai kerapatan, MOE dan MOR meningkat seiring dengan penurunan variasi fraksi volume serat. Hasil yang diperoleh, memenuhi standar SNI 01-4449-2006 dan termasuk pada kriteria papan serat berkerapatan tinggi.

Page 2 of 4 | Total Record : 40