cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
RANCANG BANGUN SISTEM ALARM GEMPA BUMI BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMEGA 16 MENGGUNAKAN SENSOR PIEZOELEKTRIK Rahman, Muhammad Nurul; Yusfi, Meqorry
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dirancang sistem alarm gempa bumi berbasis mikrokontroler AVR Atmega 16 dengan menggunakan sensor piezoelektrik. Sistem terdiri dari otomatisasi yang berfungsi mengaktifkan Mp3 player untuk mengaktifkan alarm saat getaran terdeteksi. Alarm akan terus aktif selama getaran ada dan non aktif 5 menit setelah getaran tidak terdeteksi lagi. Pengujian alarm gempa dilakukan dengan menjatuhkan beban 100 g, 200 g dan 300 g.  Jarak jatuh ke sensor dan ketinggian jatuh beban adalah 10 cm, 20 cm dan 30 cm. Acuan yang digunakan untuk menandakan terjadinya getaran gempa bumi adalah 2 MMI (Modified Mercally Intensity). Hasil pengujian sistem menunjukkan alarm aktif jika tegangan keluaran sensor ≥ 1 volt dan sensor masih cukup peka dalam mendeteksi getaran sampai jarak 200 cm untuk ketinggian jatuh beban 30 cm. Nilai koefesien korelasi (R2) antara jarak dan tegangan keluran sensor dalam masing-masing percobaan  adalah ≥ 0,9. Alat ini mampu mendeteksi gempa dari 2 - 12MMI.Kata-kunci: sistem alarm gempa,  sensor piezoelektrik,  MMI,  mikrokontroler Atmega16 AbstractAn earthquake alarm system based on AVR Atmega 16 microcontroller using vibrating  piezoelectric  sensor has been designed.  This system consists of automatization to activate mp3 player and alarm when vibration is detected.  Alarm will continue to active as long vibration is detected and will turn off 5 minutes after vibration is no longer detected. Simulation of an earthquake is conducted by droping load of 100 g, 200 g, and 300 g. Distance of sensor position  to load falling and height were 10 cm, 20 cm, and 30 cm.  The reference that used to indicate that the vibration of earthquake happen is 2 MMI (Modified Mercally Intensity). The results show that alarm will be actived if output voltage ≥ 1 volt, and sensor is sensitive enough in detecting vibration until distance of 200 cm for load falling height of 30 cm. Value of colelation coefficient between distance and sensor output voltage for every test is higher than 0.9. This device can detect earthquake from 2 MMI to 12 MMI.Keyword: Earthquake alarm system, piezoelectric censor, MMI, microcontroller Atmega 16
PENGARUH TEMPERATUR HIDROTERMAL TERHADAP KONDUKTIVITAS LISTRIK ZEOLIT SINTETIS DARI ABU DASAR BATUBARA DENGAN METODE ALKALI HIDROTERMAL Oktaviani, Yunisa; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan sintesis zeolit berbahan abu dasar batubara dan NaOH sebagai aktivator dengan perbandingan 1 : 1,2 g. Sebelum disintesis, abu dasar batubara diuji menggunakan XRF untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam abu dasar. Sebagai media kristalisasi dalam proses pembentukan kristal zeolit, digunakan air laut melalui proses alkali hidrotermal. Proses alkali hidrotermal dilakukan menggunakan teflon autoclave yang dipanaskan di dalam oven pada variasi temperatur 60 ºC, 80 ºC, 100 ºC, 160 ºC dan 180 ºC selama 6 jam. Zeolit sintetis yang didapatkan kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD dan SEM-EDS serta penentuan konduktivitas listrik menggunakan LCR-meter. Hasil pola XRD menunjukkan bahwa sampel mengandung zeolit A, zeolit Na-X, zeolit Na-P, sodalit, kuarsa, hidroksisodalit dan vermikulit. Hasil SEM-EDS memperlihatkan pengaruh perbedaan temperatur proses hidrotermal terhadap permukaan zeolit yang dihasilkan. Zeolit dengan kemurnian yang baik didapatkan pada sampel yang terbentuk pada temperatur 180 ºC dengan tidak ada lagi kuarsa dan hidroksisodalit. Pengukuran konduktivitas listrik menunjukkan bahwa konduktivitas yang dihasilkan berada dalam rentang bahan semikonduktor. Nilai dengan konduktivitas listrik tertinggi terdapat pada sampel yang terbentuk pada proses hidrotermal temperatur 180 ºC yaitu 2,76769 x 10-6 - 12,22794 x 10-6 S/cm.Kata kunci : zeolit, sintesis, kristalisasi,hidrotermal, konduktivitas, semikonduktor, temperaturAbstractThe synthesis of zeolite from bottom ash and NaOH as an activator with ratio of 1 : 1,2 g has been conducted. Before synthesized, bottom ash was tested by using XRF. As a medium for the crystallization, sea water used on the alkaline hydrothermal process. Alkaline hydrothermal process carried out using a teflon autoclave heated in an oven with variation temperature of  60 ºC, 80 ºC, 100 ºC, 160 ºC and 180 ºC for 6 hours. Synthetic zeolites tested by using XRD and SEM-EDS and LCR-meter model for electrical conductivity measurement. XRD patterns show that the samples contain zeolite A, zeolite Na-X, zeolite Na-P, sodalite, quarzt, hydroxysodalite, and vermicullite. The SEM-EDS showed influence of hydrothermal temperature on zeolite surface. Synthetic zeolite with good purity obtained on samples of hydrothermal temperature process of 180 ºC with no quarzt and hydroxysodalite content. Measurement of electrical conductivity show, that the conductivity samples obtained are in the range semiconductor. The highest electrical conductivity is about 2.76769 x 10-6 – 12.22794 x 10-6 S/cm is found in the samples with hydrothermal temperature process of 180 ºC.Keywords : zeolite, crystallization, hydrothermal, conductivity, semiconductor, temperature
ESTIMASI NILAI PERCEPATAN TANAH MAKSIMUM DI SUMATERA BARAT BERDASARKAN SKENARIO GEMPA BUMI DI WILAYAH SIBERUT DENGAN MENGGUNAKAN RUMUSAN SI AND MIDORIKAWA (1999) Syafriana, Denisa; Pujiastuti, Dwi; Sabarani, Andiyansyah Z
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan estimasi nilai percepatan tanah maksimum di Sumatera Barat berdasarkan skenario gempa bumi di wilayah Siberut. Rumusan empiris Si and Midorikawa (1999) digunakan untuk mencari nilai percepatan tanah maksimum dan rumusan empiris Murphy O’Brein untuk mencari nilai intensitas. Skenario gempa bumi dibuat dengan variasi magnitudo yaitu 8,0 Mw, 8,5 Mw, dan 8,9 Mw, variasi kedalaman hiposenter di 50 km (zona sesar Mentawai), 20 km (zona subduksi kerak), dan 70 km (zona subduksi inter-plate). Nilai percepatan tanah maksimum untuk tiap kabupaten/kota di Sumatera Barat dihitung dengan menggunakan posisi kabupaten/kota sebagai titik acuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai percepatan tanah maksimum dan intensitas terbesar untuk semua skenario berada di pulau Siberut. Wilayah yang paling rentan terhadap kejadian gempa bumi baik di zona sesar Mentawai maupun di zona subduksi adalah Pulau Siberut dan diikuti dengan Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kota Padang. Sebagian wilayah yang berada di Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi juga rentan terhadap kejadian gempa bumi.Kata kunci : gempa bumi, percepatan tanah maksimum, intensitas, Kepulauan MentawaiAbstractAn estimation of peak ground acceleration values estimated in West Sumatra based on earthquake scenario in the Siberut area has been performed. Si and Midorikawa (1999) empirical formula was used to estimate peak ground acceleration value and Murphy O'Brein empirical formula was used to calculate the intensity value. Scenarios of earthquake were made with various magnitude i.e 8,0 Mw, 8,5 Mw and 8,9 Mw, various hypocenter depth 50 km (Mentawai fault zone), 20 km (subduction crust zone), and 70 km (subduction inter-plate zone). Peak ground acceleration value of each district/city in West Sumatra were calculated using the position of district/city as a reference point. The result of analysis shows that the Siberut island has the highest peak ground acceleration of value and intensity value for all scenarios. The most susceptible area to the earthquake event both in the Mentawai fault zone as well as in the subduction zone is Siberut Island and followed by Pariaman City, Padang Pariaman District, Agam District, and Padang City. Some areas in Padang Panjang City and Bukittinggi City are also suceptible to earthquake event.Keywords: earthquake, peak ground acceleration, intensity, Mentawai island
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI ROBOT TANGAN MENGGUNAKAN BLUETOOTH BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 -, Afridanil; -, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan rancang bangun sistem kendali robot tangan yang dikendalikan dengan menggunakan bluetooth dan pengendali jari. Gerakan robot tangan dapat bergerak berdasarkan data yang dikirim secara serial ke penerima. Sensor sudut yang digunakan adalah sebuah potensiometer yang diletakkan pada ruas jari robot. Pengiriman data mikrokontroler ATmega8535 dilakukan secara serial. Pengiriman data secara serial dengan bluetooth menggunakan handphone android dan dikoneksikan ke modul bluetooth HC-06. Jarak maksimum untuk pengiriman data menggunakan bluetooth adalah 76,3 meter dan jarak maksimum pairing bluetooth adalah 14,2 meter.Kata kunci : mikrokontroler ATmega8535, handphone android, bluetooth HC-06AbstractA designing and build a robot arm control system design robot hand is controlled by using bluetooth and finger controllers. The movement of the robot arm can be moved based on the data that is sent serially to receiver. Angle sensor used is a potentiometer placed on the knuckles finger of the robot. Data transmission microcontroller ATmega8535 is the serial data transmission. Bluetooth data transmission using android phone and be connected to the HC-06 bletooth module. The maximum distance for data transmission using bluetooth is 76,3 meters and the maximum distance for bluetooth pairing is 14,2 meters.Keywords: Microcontroller ATmega8535, android phone, HC-06 bluetooth module.
ATENUASI MULTIPLE PADA DATA SEISMIK 2D CEKUNGAN BRYANT CANYON LEPAS PANTAI TELUK LOUISIANA TEXAS Saputra, Ade; Namigo, Elistia Liza
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan atenuasi multiple berbasis Seismic Unix pada data seismik 2D laut dalam (3000- 5000 meter) pada cekungan Bryant Canyon lepas pantai teluk Louisiana Texas. Atenuasi dilakukan pada empat line seismik dengan metode Predictive Deconvolution, Transformasi Radon, dan kombinasi Predictive Deconvolution dengan Transformasi Radon atau disebut TauP Deconvolution. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui efektifitas ketiga metode dalam mengatenuasi multiple pada data seismik laut dalam dengan struktur geologi kompleks. Pada keempat line seismik tersebut teridentifikasi water-bottom, peg-leg, dan intrabed multiple. Metode Predictive dan TauP Deconvolution efektif digunakan untuk menghilangkan peg-leg, intrabed multiple, dan multiple di sekitar kubah garam (pada line 3) namun tidak dapat mengatenuasi water-bottom multiple. Kedua metode juga berhasil meningkatkan signal to noise ratio serta memperbaiki dead trace. Metode Transformasi Radon terbukti tidak efektif untuk mengatenuasi multiple laut dalam dengan morfologi yang kompleks.Kata Kunci :   Multiple, Predictive Deconvolution, Transformasi Radon, TauP Deconvolution.AbstractSeismic Unix based - multiple attenuation has been performed on 2D seismic data on deep ocean (3000-5000 metres) of Bryant Canyon basins offshore Louisiana Gulf Texas. Attenuation was performed on four seismic lines by Predictive Deconvolution, Radon Transform, and the combination of Predictive Deconvolution and Radon Transform or called the TauP Deconvolution methods. This study aimed to find out the effectiveness of the three methods in multiple attenuation on marine seismic data in structure geological complex. Water-bottom, peg-leg, and intrabed multiples were identified in the four seismic lines. Predictive Deconvolution method and TauP Deconvolution methods are effective for removing peg-leg, intrabed and salt-related multiples (identified on seismic line 3) but the two methods fail to attenuate water-bottom multiples. The two methods have also successfully enhanced signal to noise ratio and fixed the dead traces. Radon transform method was prooped to be in effective for deep water and complex structure multiple elimination. Keywords :  Multiple, Predictive Deconvolution, Radon Transform, TauP Deconvolution.
PERKIRAAN SUHU RESERVOIR PANAS BUMI DARI SUMBER MATA AIR PANAS DI NAGARI PANTI, KABUPATEN PASAMAN MENGGUNAKAN PERSAMAAN GEOTERMOMETER SEBAGAI DASAR PENENTUAN POTENSI PANAS BUMI Arrahman, Rahmat; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang perkiraan suhu reservoir panas bumi dari indikasi yang terdapat di permukaan yang berupa 5 (lima) mata air panas di Nagari Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Perhitungan suhu dilakukan dengan menggunakan persamaan geotermometer dengan melibatkan konsentrasi Na, K, Ca dan SiO2 pada sampel air panas yang telah dianalisis menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) dan spektrofotometer. Dari pengujian menggunakan geotermometer Na, K, Ca dan SiO2, geotermometer yang cocok untuk daerah Panti adalah geotermometer Na-K-Ca dengan hasil perhitungan suhu perkiraan reservoir rata-rata 548,9 °C yang menunjukkan bahwa di Nagari Panti terdapat suatu reservoir panas bumi yang bersuhu tinggi dengan potensi energi lebih dari 100 MW.Kata Kunci: mata air panas, geotermometer, reservoir panas bumi.AbstractThe research to estimate the temperature of geothermal reservoir on 5 (five) hot springs in Panti, Pasaman Regency using geothermometer equations has been carried out. Temperature calculation is done by using the geothermometer equation involving concentrations of Na, K, Ca and SiO2 contained in the hot water samples which were analyzed with AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) and spectrophotometer. Based on the calculation, the temperature estimation is 548.9 °C which is obtained by Na-K-Ca geothermometer. It is predicted that Panti has high geothermal reservoir temperature, and energy which is more than 100 MW.Keyword: hot springs, geothermoeter, geothermal reservoir
PERBANDINGAN ANTARA GLOMERULUS FILTRATION RATE (GFR) SECARA MANUAL DENGAN HASIL PEMERIKSAAN KAMERA GAMMA MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI TC99M DTPA PADA PASIEN RENOGRAFI -, Monaliza; Milvita, Dian; Nazir, Fadhil; Varuna, Chavied
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan perbandingan antara Glomerulus Filtration Rate (GFR) secara manual dengan hasil pemeriksaan kamera gamma menggunakan sumber radiasi Tc99m DTPA. Pemeriksaan dilakukan pada 23 orang pasien renografi di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Persentase uptake dan GFR secara manual didapatkan dari perhitungan menggunakan metode Gates yang telah dimodifikasi, sedangkan persentase uptake dan GFR hasil pemeriksaan didapatkan setelah dilakukan scan ginjal menggunakan kamera gamma dan diolah menggunakan Region of Interest (ROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai GFR dan persentase uptake hasil perhitungan secara manual jauh lebih  besar dibandingkan hasil pemeriksaan komputer kamera gamma, yaitu pada persentase uptake maksimum secara manual mencapai 300,42% sedangkan hasil pemeriksaan kamera gamma sebesar 100%. Pada GFR total secara manual didapatkan rata-rata sebesar 561,43 ml/menit sedangkan hasil pemeriksaan kamera gamma dengan rata-rata sebesar 54,22 ml/menit. Secara umum GFR komputer kamera gamma lebih tepat dibandingkan hasil perhitungan manual. Kata kunci :  Glomerulus Filtration Rate (GFR), persentase uptake, kamera gamma, Tc99m DTPA,RenografiAbstractThe comparison between the manual calculation of Glomerulus Filtration Rate (GFR) and direct examination of gamma camera by using Tc99m DTPA radiation source has been carried out. It takes on 23 renography patients in Pertamina Central Hospital, Jakarta. The uptake percentage and manual GFR calculation are obtained using modified Gates method, while the percentage of uptake and GFR test results are obtained after scanning of renal using a gamma camera, then they are processed by Region of Interest (ROI). The results show that the value of GFR and uptake percentage with manual calculation are bigger than the examination result of the gamma camera on computer, i.e the percentage of the maximum uptake manually reached 300.42% while the results of camera gamma examination is 100%. The total GFR manually obtained is 561.43 ml/min on average, while the gamma camera examination is 54.22 ml/min. In general, the calculation of computer GFR of gamma camera is more precise than the  manual one.Keywords : Glomerulus Filtration Rate(GFR), uptake percentage, gamma camera, Tc99m DTPA,  Renography
TINJAUAN KEADAAN METEOROLOGI PADA BANJIR BANDANG KOTA PADANG TANGGAL 24 JULI 2012 Wahyuni, Sri; -, Marzuki; Pujiastuti, Dwi; Sani, Lusi Fitrian; Rahayu, Aulya
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKKeadaan meteorologi selama banjir bandang di Kota Padang tanggal 24 Juli 2012telah dianalisa. Analisa berdasarkan kepada data curah hujan yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Sicincin (BMKG), Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Barat, satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM), pergerakan awan dari Multi-functional Transport Satellite (MTSAT) dan data meteorologi dari National Centers for Environmental Prediction (NCEP) danNational Center for Atmospheric Research (NCAR). Penelitian ini memperlihatkan bahwa banjir bandang yang terjadi di Padang pada tanggal 24 Juli 2015 tidak disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Hujan yang terjadi hanya berkisar 13 mm/hari. Hujan ini tidak disebabkan oleh faktor global seperti Madden–Julian oscillation (MJO), El Niño Southern Oscillation (ENSO) dan monsun. Dengan demikian, hujan ini kemungkinan disebabkan oleh sirkulasi lokal (land-sea breeze). Sebelum terjadinya banjir bandang kemungkinan telah terbentuk bendungan alami di sekitar bukit pada kawasan banjir bandang. Dengan sedikit saja tambahan air, bendungan ini menjadi longsor yang menyebabkan banjir bandang.Kata kunci : banjir bandang Padang,land-sea breeze, Madden–Julian oscillationAbstractMeteorological condition during the Padang flash flood occurred on July 24, 2012 has been analyzed. The analysis was based on the rainfall data from Indonesian Agency for Meteorological, Climatological and Geophysics, West Sumatra Agency for Water Management, Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) satellite, cloud propagation from Multi-functional Transport Satellite (MTSAT) and meteorology data from the National Centers for Environmental Prediction (NCEP) and National Center for Atmospheric Research (NCAR) reanalysis. It was found that the flash flood was not due to the heavy rain. The rainfall intensity during theflash flood was only about 13 mm/h. This rain was not from the global phenomena such as Madden–Julian oscillation (MJO), El Niño Southern oscillation (ENSO) and monsoon. It may be formed by the local phemomenon such as land-sea breeze. A natural dam may have been created before the flash flood and it would be easily broken when the light rain occurred.Keywords :Padang flash flood, land-sea breeze, Madden–Julian oscillation
PENGUKURAN DOSIS RADIASI RUANGAN RADIOLOGI II RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT (RSGM) BAITURRAHMAH PADANG MENGGUNAKAN SURVEYMETER UNFORS-XI Martem, Dira Rizki; Milvita, Dian; Yuliati2, Helfi; Kusumawati, Dyah Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan pengukuran dosis radiasi di Ruangan Radiologi II Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Baiturrahmah Padang menggunakan Surveymeter Unfors-Xi.  Pengukuran dosis radiasi dilakukan pada 10 titik pengukuran yang di tempatkan di dalam ruangan maupun di sekitar ruangan.  Pengukuran dosis radiasi dilakukan saat penyinaran panoramik dan intraoral.  Hasil pengukuran dosis radiasi digunakan untuk menentukan efektivitas perisai radiasi.  Hasil penelitian menunjukkan interval dosis radiasi pada penyinaran panoramik sebesar 0,37 – 55,69 nGy dan pada penyinaran intraoral sebesar 0,074 – 43,76 nGy.  Perisai radiasi Ruangan Radiologi II termasuk perisai yang baik, mampu mengurangi radiasi sebesar 99,33% saat penyinaran panoramik dan 99,83% saat penyinaran intraoral.Kata kunci : dosis radiasi, Surveymeter Unfors-Xi, efektivitas perisai radiasi ABSTRACTResearch on measurement of radiation dose in Radiology Room II in the Dental Hospital of  Baiturrahmah Padang using Surveymeter Unfors-Xi has been done.  Measurement of radiation dose was conducted at 10 measurement points either in the room or around the room. Measurement of dose radiation was applied at panoramic and intraoral irradiation. The result of dose radiation measurement was used to determine shielding effectiveness of radiation. The result showed that dose interval of panoramic irradiation is 0.37-55.69 nGy and the dose interval of intraoral irradiation is 0.074-43.76 nGy. The radiation shield of Radiology Room II has a good radiation shield, which is able to diminish 99,33% and 99,83% of radiation on panoramic and intraoral irradiation, respectively.Keywords : radiation dose, Surveymeter Unfors-Xi, shielding effectiveness of radiation
Analisis Densitas Nuklida Lead-Bismuth Cooled Fast Reactor (LFR) Bedasarkan Variasi Daya Keluaran Guskha, Cici Rahmadya; Shafii, Mohammad Ali; Irka, Feriska Handayani; Su’ud, Zaki
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.1.7-13.2016

Abstract

Analisis densitas nuklida Lead-bismuth Cooled Fast Reactor (LFR) berdasarkan variasi daya keluaran telah dilakukan. Reaktor ini menggunakan UN-PuN sebagai bahan bakar dan timbal-bismuth sebagai pendingin. Parameter yang diamati adalah Inte.C.R (Integral Convertion Ratio) dan densitas nuklida (235U, 238U, 239Pu).  Penelitian ini dilakukan secara simulasi komputasi menggunakan kode SRAC dengan JENDL-32 sebagai library. Model teras adalah cylinder dua dimensi R-Z dengan lima variasi daya keluaran yaitu 300, 350, 400, 450, dan 500 MWTh. Teras reaktor dibagi menjadi 11 region radial dan 2 region axial. Sepuluh region pertama merupakan region untuk menempatkan bahan bakar sedangkan region ke sebelas adalah reflektor. Pada awal operasi reaktor, masing-masing region diisi dengan bahan bakar uranium alam. Setelah 10 tahun pembakaran, hasil burn up pada region 1 di shuffling ke region 2, hasil burn up region 2 di shuffling ke region 3, dan seterusnya sampai hasil burn up region 9 di shuffling ke region 10 dan hasil burn up region 10 dikeluarkan dari teras reaktor sehingga region 1 dapat diisi dengan bahan bakar baru (fresh fuel). Proses ini dilakukan sampai 100 tahun operasi reaktor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa daya 300 MWTh mempunyai nilai Inte.C.R dan densitas nuklida yang paling optimal (memiliki nilai yang paling besar dibandingkan dengan daya keluaran yang lain sehingga bisa digunakan dalam pengoperasian reaktor dalam jangka panjang).Kata kunci: burn up, densitas nuklida, LFR, shuffling, UN-PuN.

Page 100 of 179 | Total Record : 1782