cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
SINTESIS NANOPARTIKEL SILIKA DARI PASIR PANTAI PURUS PADANG SUMATERA BARAT DENGAN METODE KOPRESIPITASI Hayati, Rahma; -, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAKSintesis nanopartikel silika telah berhasil dilakukan menggunakan metode kopresipitasi daripasir pantai Purus Padang Sumatera Barat. Hasil karakterisasi XRF menunjukkan bahwa pasir pantai Purus Kota Padang mengandungsilika sebesar 71%. Nanopartikel silika disintesis dengan menggunakan metode kopresipitasi, yaitu dengan cara merendam pasir dengan HCl 10M selama 12 jam, kemudian pasir direaksikan dengan NaOH 5M, 6M dan 7M. Larutan disaring kemudian dititrasi dengan HCl 10M sampai pH akhir mendekati 1. Hasil sintesis dikeringkan pada suhu 80ᵒC selama 5 jam. Berdasarkan hasil XRD ditemukan bahwa sampel yang disintesis dengan NaOH 5M mempunyai fasa amorf, sedangkan fasa kristal ditemukan pada sampel dengan konsentrasi NaOH 6M dan 7M, dengan ukuran kristal lebih kecil dari pada 50 nm. Sampel silika memiliki bentuk dan ukuran partikel yang cukup bervariasidengan ukuran partikel antara 25 nm dan 80 nm. Kata kunci : nanopartikel silika, kristal, amorf,kopresipitasi, XRD, XRF, SEMAbstractSynthesis of silica nanoparticles has been conducted by using the coprecipitation method from Purus coast sand ofPadang West Sumatera. XRF characterization results indicate that the Purus coast sand of Padang contains71%silica. Silica nanoparticles synthesized using coprecipitation method, where the sands are soaked in 10M HCl for 12 hours, then the sands are reacted with NaOH 5M, 6M and 7M. The solution is then filtered and titrated with 10M HCl until pH about 1 is reached. Synthesis results is dried at a temperature of 80 ᵒC for 5 hours. XRD result show that the samples which were synthesized with NaOH 5M has an amorphous phase, while the crystalline phase was found in the samples with concentrations of 6M and 7M NaOH, with crystalline sizes less than 50 nm. Samples of silica have various particlesshape that are from 25 nm to 80 nm. Keywords: silica nanoparticles, crystalline, amorphous, coprecipitation, XRD, XRF, SEM 
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK DISTRIBUSI UKURAN BUTIRAN HUJAN DI PADANG DAN DI KOTOTABANG Chandra, Rio; -, Marzuki; Hashiguchi, Hiroyuki
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAKDistribusi ukuran butiran hujan atau raindrop size distribution (RDSD) di Padangdan di Kototabang, Sumatera Barat,  telah dibandingkan.  Perbandingan dilakukan melalui pengamatan particle size velocity (Parsivel) selama Maret 2014 – Mei 2015 untuk Padang dan Januari 2014 – Januari 2015 untuk Kototabang.  RDSD dimodelkan dengan distribusi gamma dan parameternya didapatkan menggunakan metode momen.  Terlihat bahwa intensitas curah hujan yang tinggi lebih banyak di Padang daripada di Kototabang.  Selain itu, butiran hujan yang berukuran besar di Padang lebih banyak daripada di Kototabang.  Banyaknya butiran hujan yang berukuran besar ini berdampak pada nilai radar reflectivity (Z) di Padang yang sedikit lebih besar dari Kototabang untuk intensitas curah hujan yang sama.  Karena itu nilai koefisien A yang ada dalam persamaan Z-R di Padang juga sedikit lebih besar dari Kototabang.  Sedikitnya perbedaan karakteristik RDSD antara Padang dan Kototabang, disebabkan oleh hujan yang terjadi  di Padang dan di Kototabang kemungkinan berasal dari awan konvektif yang sama, yaitu awan dari Samudra Hindia.  Awan tersebut mengalami proses yang berbeda di Kototabangdisebabkan oleh adanya pegunungan di sekitar daerah ini sehingga menimbulkan hujan dengan RDSD yang agak berbeda dengan di Padang. Kata kunci: raindrop size distribution, metode momen, Parsivel, Padang, KototabangAbstractCharacteristics of raindrop size distribution (RDSD) in Padang and Kototabang have been compared through particle size distribution (Parsivel) observation during March 2014 – May 2015 for Padang and January 2014 – January 2015 for Kototabang.  The RDSD was parameterized by the modified gamma distribution and its parameter was calculated by the moment method.  It was found that the occurrence frequency of heavy rain in Padang is higher than Kototabang.  Moreover, rains in Padang have more large-sized drop than Kototabang.  As consequence, the radar reflectivity factor (Z) in Padang was slightly larger than Kotabang for the same rainfall rate.  A small difference in the RDSD between Padang and Kototabang may indicate that the precipitating cloud of the two regions is the same, i.e., same origin (Indian Ocean).  However, the cloud will undergo different process when it reaches Sumatera.  At Kototabang, it will be influenced by the mountain around this region which can cause orographic precipitation.  The orographic precipitation is characterized by the large concentration of small size drops as found at Kototabang in this study.Keywords: raindrop size distribution, moment method, Parsivel, Padang, Kototabang
PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT KASAR DENGAN SERAT AMPAS TEBU TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON K-350 Rahmi, Ayu Sucia; Handani, Sri; Mulyadi, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi serat ampas tebu terhadap kuat tekan, kuat lentur, porositas dan densitas beton. Beton dibuat menggunakan semen Portland tipe I dengan variasi ampas tebu 0%, 0,5%, 1%, 1,5%. Kuat tekan maksimum diperoleh pada beton dengan serat ampas tebu 0,5 % yaitu 36 MPa. Kuat lentur tertinggi sebesar 4,88 MPa dimiliki beton dengan serat ampas tebu 1 %. Penambahan ampas tebu menurunkan porositas dan densitas beton.Kata kunci: kuat tekan, kuat lentur, densitas, porositas, serat ampas tebu.AbstractThe research on the effects of variation of bagasse to compressive strength, flexural strength, porosity and density of concrete has been conducted. Concrete are from  Portland cement type I with bagasse variation of 0%, 0.5%, 1% and 1.5%. Maximum compressive strength (36 MPa) obtain on concrete with bagasse of 0.5 %. The highest flexural strength (4.88 MPa) obtain on bagasse of 1 %. Additon of bagasse, caused decreasing of porosity and density of concrete. Keywords: compressive strength, strong flexural, porosity, density, bagasse 
ANALISIS PERBANDINGAN ANOMALI FREKUENSI KRITIS LAPISAN ES DAN F2 IONOSFIR YANG MERUPAKAN PREKURSOR GEMPA ACEH PADA TANGGAL 07 APRIL 2010 Indriani, Desi; Pujiastuti, Dwi; -, Ednofri
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan analisis kualitatif untuk melihat perbandingan anomali frekuensi kritis lapisan Es dan F2 ionosfir saat terjadinya gempa Aceh pada tanggal 07 April 2010.Data ionosfir yang digunakan berasal dari hasil rekaman ionosonda FMCW, LAPAN Kototabang, Sumatera Barat berupa ionogram pada tanggal 24 Maret – 14 April 2010. Proses scaling ionogram dilakukan terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai harian fo pada masing-masing lapisan.  Dari hasil scaling didapatkan nilai median untuk menentukan nilai batas atas dan batas bawah.  Prekursor akan terlihat apabila nilai median melebihi batas atas atau batas bawah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa prekursor mulai muncul pada 14 hari sebelum gempa pada lapisan foF2. Total kemunculan prekursor pada lapisan foEs adalah 4 kali dan pada lapisan foF2 sebanyak 8 kali. Dari analisis yang telah dilakukan, terdapat ketidaksamaan respon yang terjadi pada masing-masing lapisan ionosfir. Penyebab terjadinya ketidaksamaan respon diduga karena jarak masing-masing lapisan ionosfir terhadap matahari berbeda sehingga radioaktifitas yang dihasilkan juga berbeda.Kata kunci : frekuensi kritis, ionosfir, prekursor gempa.AbstractA qualitative analysis has been conducted to compare the anomaly of critical frequency of Es and F2 layer of ionospheric during Aceh earthquake on April 7th, 2010. The records of ionosonda FMCW of LAPAN Kototabang West Sumatra was used as ionospheric data in ionogram form. The scalling process of ionogram was done in advance to get the daily point of fo for each layer.  From scaling founded median to determine up boundary and down boundary. When the median bigger than up boundary or down boundary, precursor will be seen. Resault show that the precursor firstly appear at 14 days before the earthquake on layer foF2. Total appearence of precursor on layer foEs is 4 times and on layer foF2 is 8 times. Based on the analysis, it was found that inequality response was happened in each layer of ionosphere. Expectedly, the cause of inequality response was happened because of the distance differences for each ionosphere layer to the sun so resulted different radioactivity.Keywords: critical frequency, ionosphere, earthquake precursors.
PEMANFAATAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG UNTUK MENANGGULANGI TUMPAHAN OLI DI AIR LAUT Febri, Merlinda; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAK     Pengujian konduktivitas air laut yang dicampurkan oli menggunakan tongkol jagung sebagai media serap telah dilakukan dengan variasi waktu perendaman 30, 60, 90, 120, dan 150 menit. Panjang tongkol jagung divariasikan sepanjang 1, 1,5, 2, 2,5 dan 3 cm. 10 ml oli dicampurkan dalam 150 ml air laut. Pengujian hingga waktu perendaman tongkol jagung dengan panjang 3 cm (terpanjang) selama 150 menit (terlama) menghasilkan konduktivitas 180,52 µS belum mampu menghasilkan penyerapan yang lebih baik, hingga mendekati konduktivitas air laut murni 176,42 µS.Kata kunci : tongkol jagung, konduktivitasAbstractThe conductivity of sea water which is mixed with oil using corn cobs as absorptive media has been done by time variation 30 , 60 , 90 , 120 and 150 minutes has been carried out. The length of corn cobs varies to 1 , 1.5 , 2 , 2.5 and 3 cm . 10 ml of oil is mixed to 150 ml of seawater. The electrical conductivity of sea water mixed oil for 3 cm of corn cobs length is 180,52 µS, for soaking time of 150 minutes. For all tests, corn cobs are still unable as oil absorbtion.Keywords : corn cobs, conductivity
ANALISIS BIODISTRIBUSI Tc99m PERTEKNETAT PADA KELENJAR TIROID PASIEN STRUMA UNI NODOSA DAN STRUMA MULTI NODOSA Ilham, Fandi Aulia; Milvita, Dian; Nasir, Fadil; Varuna, Chavied
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan analisis biodistribusi Tc99m perteknetat pada kelenjar tiroid pasien struma uni nodosa dan struma multi nodosa. Data diperoleh dari 20 orang pasien struma nodosa, terdiri dari 10 pasien struma uni nodosa dan 10 pasien struma multi nodosa. Radioisotop disuntikkan ke dalam tubuh pasien melalui pembuluh darah intravena. Scan tiroid dilakukan menggunakan kamera gamma yang berjarak 10 cm dari tubuh pasien dengan tampilan anterior. Pemeriksaan dilakukan selama 5 menit setelah penyuntikan radioisotop. Hasil menunjukkan bahwa rerata biodistribusi Tc99m perteknetat pada pasien struma multi nodosa lebih tinggi dari pada struma uni nodosa. Rerata biodistribusi pada lobus kanan lebih tinggi dari pada lobus kiri.Kata kunci : biodistribusi, struma uni nodosa, struma multi nodosa, Tc99m perteknetat     AbstractAn analysis of bioditribution of Tc99m pertechnetate at thyroid gland struma uni nodosa and struma multi nodosa patients have been conducted. The data obtained from 20 struma nodosa patients, that consists of 10 struma uni nodosa and 10 struma multi nodosa patients. Radioisotope is injected into the patient's body through an intravenous blood vessels. Thyroid scanning is done using a gamma camera within 10 cm of the body of a patient with anterior view. Scanning is done for 5 minutes after injection of radioisotopes. The results showed that the average biodistribution pertechnetate Tc99m in multi nodosa patients higher than in the uni struma nodosa. Average biodistribution of right lobe is higher than left lobe. Kata kunci : biodistribution, struma uni nodosa, struma multi nodosa, Tc99m pertechnetate     
ANALISIS PENCEMARAN DANAU MANINJAU DARI NILAI TDS DAN KONDUKTIVITAS LISTRIK Arlindia, Indah; Afdal, Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk menentukan tingkat pencemaran Danau Maninjau berdasarkan nilai total dissolved solid (TDS) dan nilai konduktivitas listrik (EC) yang dilakukan pada bulan Mei 2015. Air Danau Maninjau diwakili oleh empat lokasi yaitu di sekitar lokasi karamba, sekitar lokasi pemukiman, sekitar daerah wisata dan sekitar area hutan. Sampel air untuk sekitar lokasi pemukiman, sekitar daerah wisata dan sekitar area hutan diambil di 5 titik, sedangkan di sekitar lokasi karamba diambil pada 6 titik. Jarak pengambilan sampel untuk setiap titik pada lokasi sekitar karamba dan pemukiman adalah 800 m, sedangkan pada sekitar daerah wisata dan area hutan diambil dengan jarak 1 km. Nilai TDS ditentukan menggunakan metode gravimetry dan nilai EC diukur dengan conductivity meter. Nilai rata-rata total TDS yang diperoleh adalah 734,1 mg/l, lebih tinggi daripada nilai tahun 2007 yaitu 115,83 mg/l. Sumber padatan terlarut yang meningkatkan nilai TDS kemungkinan adalah sisa kegiatan karamba jaring apung yaitu sisa pakan dan sisa metabolisme ikan. Nilai rata-rata total EC di Danau Maninjau adalah 89,2 μS/cm. Terlihat hubungan yang cenderung linear antara TDS dan EC.Kata kunci : total dissolved solid, konduktivitas listrik, gravimetryAbstractAnalysis of Lake Maninjau pollution based on total dissolved solid (TDS) and electrical conductivity (EC) values had been studied on Mei 2015. The water of Lake Maninjau was represented by four locations, they were around the cage, the habition, the tourism area and the forest area. The sample of water for the each location was taken five spots, while around the cage was taken for six spots. The distance of sample taking for each spot at around the cage and the habition was 800 metres, while around the tourism area and the forest area were taken by 1 kilometres. The value of TDS was determined by using gravimetry method and the value of EC was measured by conductivity meter. The total average value of TDS at Lake Maninjau is higher than the study before that 734.1 mg/l. The dissolved solid source probably are residual of floatable net cage activity such as residual of pellet and the fish’s metabolism. The total average value of EC at Lake Maninjau is 89.2 μS/cm.TDS and EC value shows a linear trend, although the correlation coefficient value is low.  Keywords:Total Dissolved Solid, Electrical Conductivity, gravimetry
RANCANG BANGUN ALAT UKUR LAJU PERNAPASAN MANUSIA BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 Sonata, Wendi Era; -, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan rancang-bangun sebuah alat ukur laju pernapasan manusia berbasis mikrokontroler ATmega8535 dan sensor temperatur LM35. Konsep dasar sistem ini adalah mencacah jumlah napas per menit berdasarkan temperatur udara yang keluar melalui lubang hidung. Temperatur tersebut diubah menjadi sinyal tegangan analog oleh ADC yang tersedia di dalam ATmega8535. Oleh karena nilai temperatur udara yang keluar dan yang masuk dapat terbedakan,  maka jumlah napas dapat dicacah dengan menggunakan program yang ditulis dan ditanam ke dalam mikrokontroler. Sebuah LCD 2x16 karakter digunakan untuk menampilkan nilai laju respirasi dan jenisnya. Hasil karakterisasi sensor memperlihatkan bahwa sensor yang digunakan memiliki sensitivitas sebesar 9,6 mV/OC. Uji akhir memperlihatkan alat memiliki akurasi sebesar 96,5%. Penampilan jenis laju pernapasan diprogram hanya untuk orang dewasa.Kata kunci: laju pernapasan, sensor temperatur, ATMega8535, sensitivitas, akurasi.ABSTRACTA measuring instrument of human respiratory rate based on microcontroller ATmega8535 and temperature sensor LM35 has been designed. The basic concept of this system is to count the number of breaths per minute according to the air temperature exhaled through nostril. The temperature is converted into analog voltage by the temperature sensor. The voltage is then converted into digital signal by analog-to-digital converter (ADC) which is available in ATmega8535. Because of the air temperature inhaled and exhaled is distinguishable, the number of breaths can be counted using a program written and downloaded into the microcontroller. An LCD (liquid crystal display) of 2x16 characters is used to display the value of the respiratory rate and its type. The sensor characterization showed that it has a sensitivity of 9.6 mV/OC. The final test showed that the instrument has an accuracy of 96.5%. The display of the respiratory rate type is programmed for adults only.Keywords: respiratory rate, temperature sensor, ATMega8535, sensitivity, accuracy
ESTIMASI TEMPERATUR RESERVOIR PANAS BUMI BERDASARKAN RESISTIVITAS LISTRIK TERAS SILIKA DI SEKITAR MATA AIR PANAS KECAMATAN ALAM PAUH DUO, KABUPATEN SOLOK SELATAN Nugroho, Eko Budi; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang perkiraan temperatur reservoir panas bumi di daerah Alam Pauh Duo, Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan berdasarkan resistivitas listrik silika jenuh air dan resistivitas air. Sampel teras silika dan air diambil pada 6 titik radial menjauh dari sumber mata air panas.Pada pengujian resistivitas silika jenuh air, nilai yang didapatkan yaitu berkisar antara 7,06 sampai dengan9,74 Ωm dan resistivitas air didapatkan nilai berkisar antara 57,06 dan 58,52 Ωm. Perkiraan temperatur reservoir yang dihasilkan memiliki rentang temperatur rata-rata antara 253 sampai dengan 340˚C yang dihitung menggunakan persamaan Dakhnov.Nilai ini mengindikasikan bahwa daerah di Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan  berpotensi sebagai sumber pembangkit listrik tenaga panas bumi. Kata Kunci :estimasi temperatur reservoir, teras silika, resistivitas, mata air panas, Solok SelatanAbstractThe study in estimating temperature of geothermal reservoir at Alam Pauh Duo, Solok Selatan was conducted based on the electrical resistivity ofsaturated silica and resistivity of water. Silica sinter terraces and water samples were taken at six point radially away from the hot spring. Electrical resistivity of saturated silica range from 7.06 to 9.74 Ωm, while the resistivity of water range from 57.06 to 58.52 Ωm. Temperature estimation of geothermal reservoir have an average of temperature value from 253 to 340˚C, calculated using Dakhnov equation. This value indicates that the area at Alam Pauh Duo, Solok Selatan has potential as a source of geothermal power plant.Keyword :temperature estimation of reservoir, silica sinter terraces, resistivity, hot spring,  Solok Selatan
PENENTUAN NILAI SUSEPTIBILITAS MAGNETIK MINERAL MAGNETIK PASIR BESI SISA PENDULANGAN EMAS DI KABUPATEN SIJUNJUNG SUMATERA BARAT Siregar, Suaibah; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk menentukan nilai suseptibilitas magnetik mineral magnetik pasir besi sisa pendulangan emas pada empat sungai di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat yaitu Batang Ombilin, Batang Silokek, Batang Sukam, dan Batang Palangki. Suseptibilitas magnetik sampel diukur dengan Bartington MS2 Magnetic susceptibility meter dengan MS2B dual frequency sensor pada lima belas arah berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai suseptibilitas magnetik sampel berkisar antara 1,0294 × 10-4 m3/kg dan 1,1415 × 10-4 m3/kg dengan nilai rata-rata yaitu 1,1011 × 10-4 m3/kg dan nilai koefisien keragaman 4,7%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa mineral magnetik pasir besi sisa pendulangan emas pada empat lokasi tersebut memiliki kandungan jenis mineral magnetik relatif seragam. Kata Kunci : Suseptibilitas, anisotropi, mineral magnetik, dan pasir besi. ABSTRACTA research to determine magnetic susceptibility of magnetic minerals of remaining irond sand of gold panning on four rivers (Ombilin, Silokek, Sukam and Palangki) at District Sijunjung, West Sumatera, has been conducted. The magnetic susceptibility of samples were measured by using Bartington MS2 Magnetic suscebtibility meter with MS2B dual frequency sensor, on fifteen different directions. The result show that the susceptibility values of the samples ranges from 1.0294 × 10-4 m3/kg to 1.1415 × 10-4 m3/kg with the average value of 1.1011 × 10-4 m3/kg and the variation coefficient is 4.7%. The value shows that magnetic minerals of iron sand of remaining irond sand of gold panning on the four locations contains relatively uniform magnetic mineral types.Keywords : susceptibility, anisotropy, magnetic minerals, and iron sand.

Page 99 of 179 | Total Record : 1782