cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,790 Documents
Analisis Radiofarmaka Tc99m MDP pada Pasien Kanker Payudara di Daerah Tulang Lutut dan Panggul Ira Fenta; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.805 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.132-138.2017

Abstract

Telah dilakukan analisis radiofarmaka Tc99m MDP pada 25 orang pasien kanker payudara yang melakukan bone scan di daerah tulang lutut dan panggul menggunakan kamera gamma. Data diolah menggunakan teknik ROI dan Statistika 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk tulang yang tidak terdapat metastasis: akumulasi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 0,301 mCi, pada lutut kiri 0,297 mCi, pada panggul anterior 2,118 mCi, dan pada panggul posterior 1,914 mCi; bioditribusi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 11,130 MBq, pada lutut kiri 10,974 MBq, pada panggul anterior 78,365 MBq, dan pada panggul posterior 70,815 MBq; presentase uptake radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 2,005 %, pada lutut kiri 1,977 %, pada panggul anterior 14,120 %, dan pada panggul posterior 12,759 %. Untuk tulang yang terdapat metastasis akumulasi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 0,283 mCi, pada lutut kiri 0,303 mCi, pada panggul anterior 1,666 mCi, dan pada panggul posterior 1,665 mCi; bioditribusi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 11,472 MBq, pada lutut kiri 11,210 MBq, pada panggul anterior 61,639 MBq, dan pada panggul posterior 83,746 MBq; presentase uptake radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 1,887 %, pada lutut kiri 2,020 %, pada panggul anterior 11,106 %, dan pada panggul posterior 11,102 %. Nilai akumulasi, biodistribusi, dan presentase uptake tertinggi terdapat pada panggul anterior. Secara umum nilai-nilai ketiga parameter lebih tinggi pada pasien yang didiagnosis suspect atau menderita metastasis daripada yang tidak terdapat metastasis.Kata kunci :akumulasi, biodistribusi, kanker payudara,radiofarmaka Tc99m MDP,uptake.
Rancang Bangun Sistem Pegontrolan Temperatur dan Waktu untuk Proses Heat Treatment Sari Widya Fitri; Harmadi Harmadi; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.271 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.283-289.2017

Abstract

Telah dirancang sistem pengontrolan temperatur dan waktu otomatis menggunakan sensor termokopel tipe-k untuk proses heat treatment. Proses heat treatment dipengaruhi oleh beberapa parameter diantaranya temperatur, laju pemanasan, dan waktu tahan (holding time). Pengaturan temperatur dan laju pemanasan dilakukan dengan mengatur daya elemen pemanas menggunakan rangkaian driver optotriac (TRIAC BT139 dan optocoupler MOC3021). Pengontrolan waktu tahan dilakukan dengan menggunakan  timer sebagai pencacah waktu digital. Temperatur dan waktu sistem diatur user melalui keypad 4x4 sebagai setpoint kemudian data ditampilkan pada LCD karakter 2x16. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sensitivitas sensor, pengujian temperatur maksimum dan waktu tahan maksimum sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan keluaran sensor termokopel tipe-k sebanding dengan temperatur dengan sensitivitas 0.041 mV/oC. Temperatur maksimum sistem pengontrolan heat treatment adalah sebesar 188 oC dengan waktu tahan maksimum 5 jam. Kata kunci: heat treatment, holding time, optotriac, termokopel tipe-k
Estimasi Penyebaran Kanker Paru pada Bagian Tulang Belakang (Vertebra) dengan Menganalisis Nilai Uptake Tc99m MDP Chintia Rahmi Andriani; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.295 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.339-344.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian estimasi penyebaran kanker paru pada bagian tulang belakang (vertebra) dengan menganalisis nilai uptake Tc99m MDP. Data diperoleh dari 18 orang penderita kanker paru yang melakukan pemeriksaan bone scan. Pemeriksaan bone scan menggunakan bahan radiofarmaka Tc99m MDP yang diinjeksikan ke dalam  tubuh. Pemeriksaan dilakukan di bawah kamera gamma secara spot static selama 30 menit pada posisi anterior dan posterior. Hasil citra pemeriksaan bone scan diolah dengan teknik ROI dengan fokus pada tulang belakang dan bagian sekitarnya. Hasil menunjukkan nilai uptake Tc99m MDP pada bagian tulang belakang dan sekitarnya untuk setiap pasien kanker paru berbeda. Pasien dengan nilai uptake Tc99m MDP yang berada di atas 345609 count untuk posisi anterior dan 389457 count untuk posisi posterior mengalami metastasis, kecuali adanya kasus tertentu pada pasien. Nilai % uptake Tc99m MDP tulang servikal, tulang torakal dan tulang lumbal secara rerata berbeda, baik pada posisi anterior maupun posisi posterior.Kata kunci : tulang belakang, kanker paru, uptakeTc99m MDP
Perbandingan Parameter Distribusi Butiran Hujan Arah Vertikal antara Fase Aktif dan Tidak Aktif Osilasi Madden Julian Menggunakan Metode Dual-Frequency Radar Meri Yoseva; Mutya Vonnisa; Marzuki Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.636 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.1.81-88.2017

Abstract

Distribusi ukuran butiran hujan atau raindrop size distribution (DSD) arah vertikal antara fase aktif dan tidak aktif Madden Julian oscillation (MJO) di Kototabang, Sumatera Barat, telah dibandingkan. Perbandingan dilakukan melalui parameter DSD yang dihitung menggunakan data Equatorial Atmosphere Radar (EAR) yang dikopling dengan data Boundary Layer Radar (BLR) selama proyek Coupling Processes In The Equatorial Atmosphere (CPEA)-I (10 April - 9 Mei 2004). Estimasi parameter DSD menggunakan metode dual-frequency. DSD dimodelkan dengan distribusi gamma dan parameternya didapatkan menggunakan metode momen. Dari penelitian ini terlihat bahwa intensitas curah hujan yang tinggi lebih banyak terjadi pada fase MJO tidak aktif dibandingkan dengan fase aktif. Perbedaan parameter DSD antara fase MJO aktif dan tidak aktif lebih jelas terlihat pada hujan dengan intensitas tinggi (R ≥ 20 mm/h). DSD selama fase tidak aktif mengandung lebih banyak butiran hujan berukuran besar daripada fase aktif. Hal ini ditandai dengan nilai Λ yang lebih kecil dan µ yang lebih besar selama fase tidak aktif. Banyaknya butiran hujan yang berukuran besar ini berdampak kepada nilai radar reflectivity (Z) dimana pada fase tidak aktif nilainya lebih besar dibandingkan pada fase aktif MJO. Dengan demikian, proses fisika yang menghasilkan butiran hujan yang berukuran besar dominan terjadi pada fase tidak aktif MJO. Kata kunci: raindrop size distribution (DSD), Madden Julian oscillation (MJO), dual frekuensi,Kototabang, Equatorial Atmosphere Radar (EAR)
Rancang Bangun Alat Ukur Kelembaban Udara Berbasis Mikrokontroler ATMega328 dengan Sensor Serat Optik Evanescent Menggunakan Film Gelatin Fitria Khairunnisa; Harmadi Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.335 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.217-224.2017

Abstract

Telah dirancang alat ukur kelembaban udara dengan sensor serat optik evanescent. Cladding serat optik dikupas dan diganti dengan film gelatin. Variasi panjang pengupasan cladding serat optik adalah 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Kelembaban udara diukur dengan mengukur kelembaban udara di dalam humidity chamber. Alat ukur dirancang menggunakan sistem sensor yang terdiri dari laser dioda sebagai sumber cahaya, serat optik, fotodioda sebagai fotodetektor, dan mikrokontroler sebagai pengolah sinyal. Kelembaban diukur berdasarkan tegangan keluaran fotodioda. Semakin tinggi kelembaban udara maka semakin tinggi tegangan keluaran fotodioda. Hasil karakterisasi serat optik menunjukkan serat optik dengan panjang pengupasan 1 cm adalah yang paling optimum dalam mengindra kelembaban. Nilai sensitifitas sensor yang dirancang adalah 0,0186 V/%RH dengan koefisien determinasi R2 = 0,9457. Persentase rata-rata kesalahan alat ukur yang dirancang adalah 1,56% dibandingkan dengan alat ukur acuan (humidity meter).Kata kunci: kelembaban udara, alat ukur, sensor serat optik, evanescent.
Analisis Kecepatan Data Seismik 2D Menggunakan Metode Semblance pada Lapangan X Lepas Pantai Papua Nugini Tri Ananda Komala; Elistia Liza Namigo
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.216 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.1.17-23.2017

Abstract

Telah dilakukan analisis kecepatan dengan menggunakan metode semblance pada data seismik 2D Lapangan X Papua Nugini. Software yang digunakan adalah software Geomage. Analisis kecepatan dilakukan pada tiga CDP (Common Depth Point) yaitu CDP 480, CDP 826 dan CDP 1740 yang dianggap memiliki pola semblance yang baik. Pola semblance yang baik didefinisikan sebagai pola semblance yang menunjukkan keteraturan nilai koherensi maksimum sehingga memudahkan proses pemilihan nilai kecepatan. Proses pemilihan nilai kecepatan dilakukan secara interaktif sampai lengkungan hiperbola sinyal refleksi berubah menjadi datar. Rentang nilai kecepatannya yang didapat pada CDP 1740 yaitu 1870,25 – 2230,40 m/s, CDP 480 yaitu 1650,32 – 2510,81 m/s, dan CDP 826 yaitu 1561,15 – 2617,53 m/s. Nilai kecepatan yang didapat akan digunakan untuk proses stacking dan migrasi. Hasil stacking dan migrasi menunjukkan respon yang baik dimana reflektor di kedalaman terlihat semakin jelas dan kebanyakan noise inkoherennya pun hilang. Kata kunci: analisis kecepatan, Lapangan X Lepas Pantai Papua Nugini, metode semblance
Pengaruh Persentase Serat Sabut Pinang (Areca Catechu L. Fiber) dan Foam Agent terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Papan Beton Ringan Firda Yulia Citra; Alimin Mahyudin
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.179 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.4.375-380.2017

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh persentase serat sabut pinang dan foam agent terhadap sifat fisik dan mekanik papan beton ringan. Penelitian ini menggunakan metode hand lay-up dengan memvariasikan persentase serat sabut pinang yaitu 0%; 0,2%; 0,4%; 0,6% dan 0,8%. Sifat fisik dan mekanik yang diujikan meliputi daya serap air, densitas, kuat tekan dan kuat lentur. Pengujian kuat tekan dan kuat lentur menggunakan universal testing machine (UTM). Hasil menunjukkan nilai daya serap air terendah diperoleh pada papan dengan persentase serat 0,8% yaitu 14,69%, sedangkan densitas terendah diperoleh pada persentase serat 0,6% sebesar 1,42 g/cm3. Nilai kuat lentur tertinggi diperoleh pada 0,4% serat yaitu 37,5 kgf/cm2. Kuat tekan tertinggi diperoleh pada pesentase serat 0,2% yaitu 54,87 kgf/cm2. Papan beton ringan serat sabut pinang dan foam agent memiliki sifat fisik lebih tinggi dibandingkan papan GRC.Kata kunci: foam agent, hand lay-up, papan GRC serat sabut pinang.
Hubungan Ukuran Butir Terhadap Suseptibilitas Magnetik dan Kandungan Unsur Mineral Magnetik Pasir Besi Pantai Sunur Kabupaten Padang Pariaman Frizky Norman; Arif Budiman; Dwi Puryanti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.473 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.3.238-243.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang hubungan ukuran butir terhadapsuseptibilitas magnetik dan kandungan unsur mineral magnetik pasir besi yang berasal dari Pantai Sunur Kabupaten Padang Pariaman. Pasir besi dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu ukuran butir > 0,850 mm (Kelompok I), 0,425 mm < ukuran butir ≤ 0,850 mm (Kelompok II), 0,180 mm < ukuran butir ≤ 0,425 mm (Kelompok III), 0,150 mm < ukuran butir ≤ 0,180 mm (Kelompok IV) dan ukuran butir ≤ 0,150 mm (Kelompok V). Pasir besi dipisahkan menggunakan ayakan ASTM sieve series. Pengukuran suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington MS2 Magnetic susceptibility meter. Penentuan kandungan unsur mineral magnetik menggunakan X-Rays Flourescence (XRF).Hasil Penelitian menunjukkan pasir besi di Pantai Sunur Kabupaten Padang Pariaman didominasi oleh Kelompok II dan Kelompok III dengan ukuran butiran antara 0,180 – 0,850 mm.Persentase kandungan mineral magnetik tertinggi didapatkan pada Kelompok V yaitu sekitar 90,7 – 93,5 %. Kelompok V juga memiliki nilai suseptibilitas rata-rata tertinggi yaitu berkisar antara 4888,0 - 5512,8 × 10-8 m3/kg. Hal ini disebabkan Kelompok V memiliki konsentrasi unsur Fe dan Ti tertinggi dan unsur Si terendah yaitu berturut-turut 42,9 %, 6,2 % dan 34,5 %.Kata kunci: Pantai Sunur, suseptibilitas magnetik, ukuran butir pasir besi
Rancang Bangun Sistem Peringatan Dini Tanah Longsor Berbasis Mikrokontroler ATmega328 Menggunakan Metode Penginderaan Berat Elvira Mardhatillah; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.201 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.162-168.2017

Abstract

Suatu sistem peringatan dini tanah longsor berbasis mikrokontroler ATmega328 telah dirancang-bangun untuk mendeteksi dan menginformasikan pergeseran tanah permukaan. Metode yang digunakan adalah metode penginderaan berat dengan sistem sensor yang terdiri dari sebuah pegas (dengan panjang 10 cm, diameter 2 cm, dan konstanta pegas 245 N/m) dimana sebuah LED (Light Emiting Diode) dilekatkan kepada salah satu ujung pegas dan sebuah fotodioda pada ujung lainnya. Sistem sensor dipasang di dasar lereng. Ketika terjadi pergeseran tanah dalam arah bidang gelinciran, ujung atas pegas akan tertekan oleh gaya berat bidang tanah yang bergeser sehingga jarak antara LED dan fotodioda makin pendek. Sinyal ini kemudian dikondisikan sehingga dapat diproses oleh mikrokontroler. Sistem ini mampu mengaktifkan indikator LED untuk status siaga 1 (pergeseran tanah sebesar 1,03 cm), siaga 2 (2,14 cm), siaga 3 (3,24 cm), dan bahaya (4,33 cm; bunyi buzzer) dengan persentase error 1,46% dalam menghitung pergeseran tanah.Kata kunci : fotodioda, mikrokontroler ATmega328, pegas, sistem peringatan dini, tanah longsor 
Rancang Bangun Alat Ukur Kelajuan dan Arah Angin Menggunakan Sistem Telemetri Nirkabel dengan Transceiver nRF24L01+ Okky Frananda Putra; Rahmat Rasyid; Harmadi Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.142 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.4.318-323.2017

Abstract

Telah dirancang bangun sebuah alat ukur kelajuan dan arah angin menggunakan sistem telemetri nirkabel. Sistem terdiri dari dua unit yaitu transmitter dan receiver. Unit transmitter berfungsi sebagai pengukur nilai kelajuan dan arah angin menggunakan sensor optocoupler ITR9608-F yang terdapat pada modul FC-03. Data nilai kelajuan dan arah angin ditransmisikan oleh transceiver nRF24L01+ yang memanfaatkan gelombang elektromagnet pada frekuensi gelombang radio 2,4 GHz. Data akan diterima oleh transceiver nRF24L01+ di unit receiver lalu ditampilkan pada LCD (Liquid Crystal Display). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem telemetri nirkabel mampu mentransmisikan data dengan jangkauan maksimum 1000 m dengan kondisi tanpa penghalang, 650 m dengan kodisi ada penghalang saat cuaca cerah, dan 485 m dengan kondisi ada penghalang saat cuaca hujan 485 m. Persentase kesalahan rata-rata alat ukur kelajuan angin ini dihitung dan dibandingkan dengan beberapa alat acuan, 4,54 % dengan anemometer Lutron AM-4206 dan 7,65 % dengan anemometer mangkuk milik BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II BIM Padang Pariaman. Alat ukur arah angin menampilkan delapan arah mata angin dengan sudut sebesar 45o. Alat ukur arah angin berhasil mendeteksi dan menampilkan arah angin yang sama dengan anemometer mangkuk milik BMKG.Kata kunci: telemetri nirkabel, transceiver nRF24L01+, kelajuan angin, arah angin

Page 23 of 179 | Total Record : 1790