cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,790 Documents
Rancang Bangun Alat Ukur Rapat Arus Elektrodeposisi Berbasis Arduino Uno R3 dengan Sensor Efek Hall UGN3503 Mila Eka Putri; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.942 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.4.336-340.2017

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun alat ukur rapat arus elektrodeposisi berbasis Arduino Uno R3 dengan sensor efek Hall UGN3503. Alat ukur ini dapat mengindera medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik pada larutan elektrolit dengan posisi sensor UGN3503 diletakkan menempel pada gelas kimia sistem elektrodeposisi. Sensor yang digunakan memiliki sensitivitas sebesar 0,496 volt/cm dengan tegangan offset sebesar 0,018 volt. Pengukuran rapat arus dilakukan terhadap dua variasi jarak antara katoda dan anoda yaitu 3 cm dan 5 cm. Alat ukur rapat arus ini hanya mampu mengukur rapat arus dengan rentang arus yang diberikan pada sistem elektrodeposisi yaitu 5 mA sampai dengan 10 mA.Kata kunci: elektrodeposisi, rapat arus, sensor efek Hall UGN3503
Hubungan Karakteristik Sinter Silika dan Temperatur Permukaan Mata Air Panas Rezi Marva Dona; Ardian Putra
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.327 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.3.199-204.2016

Abstract

Telah dilakukan analisis hubungan karakteristik sinter silika terhadap temperatur permukaan mata air panas yang ada di Kabupaten Solok. Karakteristik tersebut meliputi kandungan mineral silika yang ada di dalam sampel sinter silika dan nilai resistivitas listrik sinter silika. Sampel sinter silika diambil dari tiga lokasi mata air panas di Kabupaten Solok, yaitu Bawah Kubang (APBK), Garara (APGR) dan Bukik Gadang (APBG). Kandungan mineral silika yang ada di dalam sampel diketahui melalui metode XRF (X-Ray Fluoresence), sedangkan nilai resistivitas listrik sinter silika didapatkan menggunakan metode probe dua elektroda. Temperatur permukaan masing-masing lokasi mata air panas adalah sebesar 38°C (APBK), 51°C (APGR) dan 48°C (APBG).  Kandungan silika pada sampel sinter silika dari ketiga mata air panas tersebut adalah 35,76% (APBK), 54,28% (APGR) dan 44,56% (APBG). Resistivitas listrik rata-rata sinter silika pada setiap lokasi adalah 13,18 Ωm (APBK), 9,79 Ωm dan 12,49 Ωm. Semakin tinggi temperatur permukaan mata air panas maka persentase endapan mineral silika pada lokasi tersebut juga semakin tinggi, sedangkan nilai resistivitas silika jenuh air berbanding terbalik terhadap temperatur permukaan mata air panas.Kata kunci:  mata air panas, probe dua elektroda, resistivitas, sinter silika
Pengaruh Sumber Kation NaOH dan KOH Terhadap Jenis Zeolit Sintetis dari Abu Dasar Batubara dengan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Teguh Nugraha Pratama; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.482 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.126-131.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batubara dengan metode peleburan alkali hidrotermal menggunakan variasi sumber kation berupa NaOH dan KOH. Perbandingan mol kation dengan massa abu dasar yang digunakan adalah 0,36 mol:12 g. Variasi perbandingan mol NaOH dan KOH yang digunakan adalah 100%:0% (Na100-K0), 75%:25% (Na75-K25), 50%:50% (Na50-K50), 25%:75% (Na25:K75) dan 0%:100% (Na0-K100). Peleburan alkali dilakukan pada temperatur 550 oC selama 2 jam dan proses hidrotermal dilakukan pada temperatur 180 oC selama 6 jam. Sampel yang dihasilkan berbentuk serbuk diuji menggunakan XRD. Grafik XRD dianalisis dengan software Match! 3 untuk menentukan jenis zeolit yang terbentuk. Proses sintesis pada temperatur hidrotermal 180 oC menghasilkan zeolit dengan pori berukuran relatif kecil dengan diameter sekitar 5 Ȧ sampai 7 Ȧ. Produk utama yang dihasilkan dari Na100-K0 berupa Sodalit dan Zeolit ZK-14, dari Na75-K25 berupa Hidrosodalit dan Kalsilit, dari Na50:K50 berupa Kalsilit, sedangkan dari Na25-K75 dan Na0-K100 berupa Megakalsilit. Sampel dengan nilai kristalinitas terbesar adalah Na100-K0 dengan nilai kristalinitas mencapai 100%. Secara umum dapat disimpulkan lewat proses sintesis bahwa kation K akan menghambat pertumbuhan kristal zeolit dengan kation Na karena sifat kation K yang dominan terhadap kation Na.Kata kunci: abu dasar, hidrotermal, peleburan alkali,zeolit
Pengaruh Ketebalan Komposit Serat Sabut Kelapa terhadap Koefisien Absorbsi Bunyi dan Impedansi Akustik Menggunakan Metode Tabung Impedansi Ya Putri; Elvaswer Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.653 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.277-282.2017

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ketebalan komposit serat sabut kelapa terhadap koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik menggunakan metode tabung impedansi. Sampel dibuat dengan variasi ketebalan 0,25 cm, 0,5 cm, 0,75 cm, 1 cm dan 1,25 cm dengan rentang frekuensi yang digunakan adalah 500, 1000, 1500, 2000, dan 2500 Hz. Nilai koefisien absorbsi bunyi terendah sebesar 0,44 terdapat pada ketebalan 0,25 cm dengan frekuensi 1500 Hz. Nilai koefisien absorbsi bunyi tertinggi sebesar 0,92 terdapat pada sampel dengan ketebalan 1,25 cm dengan frekuensi 2500 Hz. Hal ini disebabkan karena gelombang bunyi pada frekuensi yang lebih tinggi lebih banyak bervibrasi melalui pori-pori yang ada pada sampel daripada dipantulkan. Nilai impedansi akustik terendah sebesar 0,569 dyne.sekon/cm berada pada frekuensi 500 Hz dengan ketebalan 0.25 cm. Nilai dari impedansi akustik tertinggi 2,485 dyne.sekon/cm berada pada frekuensi 2500 Hz dengan ketebalan sampel 1,25 cm. Hal ini disebabkan oleh impedansi akustik berbanding lurus dengan induktansi dimana pada material akustik analog dengan massa. Kata kunci: komposit serat sabut kelapa, koefisien absorbsi bunyi, impedansi akustik, metode tabungimpedansi
Pengaruh Konsentrasi NaOH pada Sintesis Nanosilika dari Sinter Silika Mata Air Panas Sentral, Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Metode Kopresipitasi Hendro Susilo; Ardian Putra; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.936 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.334-338.2016

Abstract

Nanopartikel silika telah disintesis dari sinter silika yang bersumber dari mata air panas Sentral, Solok Selatan, Sumatera Barat menggunakan metode kopresipitasi. Sintesis dilakukan dengan cara merendam sinter silika dengan HCl 10 M selama 12 jam dan direaksikan dengan NaOH 8 M, 9 M dan 10 M. Larutan disaring dan dititrasi dengan HCl 10 M hingga pH mencapai 1, kemudian dicuci dan dikeringkan dengan oven selama 5 jam dengan suhu 100 oC. Dari hasil karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) didapatkan bahwa sampel yang direaksikan dengan NaOH 8 M dan 9 M, menghasilkan fasa kristal dengan ukuran kristal berturut-turut 224 nm dan 138 nm, sedangkan sampel dengan konsentrasi NaOH 10 M memiliki fasa amorf. Berdasarkan hasil karakterisasi Scanning Electron Microscopy (SEM) didapatkan ukuran partikel rata-rata berturut-turut 506 nm, 245 nm, dan 202 nm.Kata kunci : nanopartikel, sinter silika, kristal, XRD, SEM
Karakteristik I-V Heterokontak TiO2(CuO)/ZnO(TiO2) sebagai Sensor Gas Oksigen Prima Ade MD; Elvaswer Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.849 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.1.67-73.2017

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor gas oksigen berupa pelet heterokontak, dengan lapisan pertama pelet adalah TiO2 didoping 0% mol, 2% mol, 4% mol, 6% mol, 8% mol, 10% mol CuO dan lapisan kedua pelet adalah 50% mol ZnO dicampur 50% mol TiO2. Proses pembuatan sensor terdiri dari pencampuran bahan, kalsinasi pada temperatur 500oC selama 4 jam, kompaksi, sintering pada temperatur 700oC selama 4 jam. Sensor oksigen diuji pada temperatur ruang (30oC) dengan melihat karakteristik I-V, sensitivitas, konduktivitas, waktu respon dan karakterisasi XRD. Sensitivitas tertinggi dimiliki oleh sampel 98% mol TiO2 + 2% mol CuO/50% mol ZnO + 50% mol TiO2 yaitu 2,48 pada tegangan 25 volt dengan waktu respon 51 detik. Konduktivitas tertingi dimiliki oleh sampel 90% mol TiO2 + 10% mol CuO/50% mol ZnO + 50% mol TiO2 yaitu 2,31 10-3/Ω.m (σ). Hasil XRD menunjukkan ukuran kristal sampel 98% mol TiO2 + 2% mol CuO/50% mol ZnO + 50% mol TiO2 lebih besar dari pada sampel 100% mol TiO2 + 0% mol CuO/50% mol ZnO + 50% mol TiO2. Pada TiO2 yang didoping 2% mol CuO telah terbentuk senyawa baru CuO.TiO2. Kata kunci : Sensor oksigen, TiO2(CuO)/ZnO(TiO2), karakteristik I-V, sensitivitas, konduktivitas, wakturespon, karakterisasi XRD.
Karakteristik Arus-Tegangan Komposit dari Bahan Semikonduktor ZnO-TiO2 Sebagai Sensor Gas Hidrogen Rozi Riwanda; Elvaswer Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.355 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.211-216.2017

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor gas hidrogen berupa pelet dengan bahan ZnO-TiO2. Proses pembuatan sensor gas hidrogen diawali dengan pencampuran bahan menggunakan metode reaksi dalam keadaan padat. Sensor gas hidrogen diuji pada temperatur ruang dengan melihat karakteristik I-V, nilai sensitivitas, nilai konduktivitas, dan waktu respon. Berdasarkan karakteristik I-V diketahui bahwa sampel 70% mol ZnO + 30% mol TiO2 memiliki sensitivitas 6,67 pada tegangan 21 volt lebih tinggi daripada sampel 30% mol ZnO + 70% mol TiO2 sebesar4,5 pada tegangan 3 volt. Nilai konduktivitas sampel 70% mol ZnO + 30% mol TiO2 yaitu 2,15 x 10-3/Ωmlebih tinggi daripada sampel 30% mol ZnO + 70% mol TiO2 yaitu 1,34 x 10-3pada lingkungan hidrogen. Waktu respon dilakukan pada sampel yang memiliki sensitivitas yang lebih tinggi yaitu pada sampel 70% mol ZnO + 30% mol TiO2. Waktu respon pada sampel 70% mol ZnO + 30% mol TiO2 pada tegangan 21 volt adalah 48 sekon.Kata kunci: sensor gas hidrogen, ZnO-TiO2, konduktivitas, sensitivitas, waktu respon
Rancang Bangun Shaking Water Bath Berbasis Mikrokontroler ATmega16 Khairiati Husni; Wildian Wildian; Meqorry Yusfi
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.262 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.1.9-16.2017

Abstract

Shaking water bath berbasis mikrokontroler ATmega16 telah dirancang-bangun. Shaking water bath terdiri dari alat shaking dan water bath. Water bath digunakan untuk memanaskan sampel dalam air pada suatu temperatur konstan. Air dipanaskan oleh elemen pemanas dan temperaturnya diindera oleh sensor temperatur LM35. Temperatur air dipertahankan sesuai dengan rentang yang diinginkan. Elemen pemanas dikendalikan dalam modus on-off dengan menghidup-matikan relai. Alat shaking water bath menggunakan motor mesin cuci 220 V untuk menguncang-guncang (shaking). Laju motor diatur secara manual dengan sebuah potensiometer pada rangkaian pengendali. Nilai temperatur air dan lama waktu pemanasan yang diinginkan dimasukan melalui keypad dan ditampilkan pada LCD. Uji akhir alat memperlihatkan bahwa alat ini mampu mengendalikan temperatur air yang diinginkan dalam lebarrentang (span) optimal sebesar 10 C. Alat mampu beroperasi paling lama sekitar 30 menit sebelum motor mengalami kelebihan panas yang menyebabkan putarannya melambat. Kata kunci: shaking water bath, modus on-off, LM35, mikrokontroler
Rancang Bangun Robot Cerdas Pemadam Api Beroda dengan Pemantauan Berbasis Wifi Annisa Humaira; Rahmat Rasyid
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.875 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.4.368-374.2017

Abstract

Robot cerdas pemadam api beroda yang berguna untuk menemukan dan memadamkan api serta dapat bergerak secara otomatis dengan pemantauan berbasis wifi telah dirancang bangun. Robot terdiri dari sensor api KY-026 dan sensor ultrasonik HC-SR04 dilengkapi dengan kamera wifi dan pompa air yang diprogram dalam mikrokontroler Arduino UNO R3. Dari hasil pengujian didapatkan robot dapat menelusuri sirkuit, memantau keadaan sekitar, mendeteksi api dan memadamkannya dengan baik. Robot berhasil mendeteksi api dan memadamkannya berdasarkan tegangan keluaran dari sensor api KY-026. Jika tegangan sensor api berada di bawah 4,1 V maka robot akan berhenti dan mengaktifkan pompa air yang dilengkapi dengan motor servo untuk memadamkan api lilin. Namun s[ensor ultrasonik tidak bisa mengukur jarak jika posisi sensor ultrasonik terhadap dinding/objek dalam kondisi serong. Hal ini terjadi karena sudut pantul gelombang ultrasonik lebih besar dari 150 sehingga receiver sensor tidak dapat menangkap gelombang yang dipantulkan objek dengan baik. Kondisi ini mengakibatkan pengukuran jarak menjadi error dan berpengaruh pada gerak robot.Kata Kunci : Robot pemadam api, sensor api, sensor ultrasonik, Arduino UNO R3
Pengaruh Persentase Massa Gipsum Dan Serat Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Papan Semen - Gipsum Berserat Enceng Gondok Ummi Qorina; Alimin Mahyudin; Sri Handani
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.364 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.3.233-237.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh persentase massa gipsum dan serat terhadap kuat tekan dan kuat lentur papan semen-gipsum berserat eceng gondok. Alat uji Kuat tekan dan kuat lentur  diukur menggunakan universal testing machine (UTM). Dari hasil pengujian terhadap papan semen-gipsum dengan persentase massa serat tetap 2,5% diperoleh nilai kuat tekan paling tinggi yaitu sebesar 14,52 kg/cm2 pada persentase massa gipsum 30%. Sedangkan pada papan semen-gipsum dengan persentase massa gipsum tetap 30% diperoleh nilai  kuat tekan tertinggi sebesar 24,99 kg/cm2 pada persentase massa serat 7,5%. Hasil pengujian terhadap papan semen-gipsum dengan persentase massa serat tetap 2,5% diperoleh nilai kuat lentur paling tinggi yaitu sebesar 1,265 kg/cm2 pada persentase massa gipsum 30%. Sedangkan pada papan semen-gipsum dengan persentase massa gipsum tetap 30% diperoleh nilai  lentur tertinggi sebesar 1,575 kg/cm2 pada persentase massa serat 5%.Kata kunci: papan semen-gipsum, serat eceng gondok, kuat tekan dan kuat lentur.

Page 21 of 179 | Total Record : 1790