cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,790 Documents
Pengaruh Temperatur Sintering Terhadap Sifat Magnetik Magnet Barium Ferit (BaFe12O19) Pasir Besi Batang Sukam Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat Muhammad Rizki; Arif Budiman; Dwi Puryanti
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.232 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.1.15-20.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis magnet ferit menggunakan metode metalurgi serbuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur sintering terhadap sifat magnetik barium ferit (BaFe12O19). Barium ferit dibuat dengan cara mencampurkan hematit hasil oksidasi magnetik pasir besi Batang Sukam dengan barium karbonat. Campuran tersebut kemudian dikalsinasi pada temperatur 800 °C, dikompaksi dan disintering pada temperatur 800 °C, 900 °C, dan 1000 °C. VSM (Vibrating Sample Magnetometer) digunakan untuk menentukan sifat magnetik. Hasil VSM menunjukan bahwa pada sampel yang disintering pada temperatur 800 °C memiliki magnetisasi saturasi (Msat) sebesar 10,20 emu/g, magnetisasi remanen (MIRM) sebesar 1,52 emu/g, dan medan koersivitas (HC) sebesar 288,74 Oe. Sampel yang disintering pada temperatur 900 °C memiliki magnetisasi saturasi (Msat) sebesar 4,58 emu/g, magnetisasi remanen (MIRM) sebesar 1,51 emu/g, dan medan koersivitas (HC) sebesar 1433 Oe. Sampel yang disintering pada temperatur 1000 °C memiliki magnetisasi saturasi (Msat) sebesar 4,24 emu/g, magnetisasi remanen (MIRM) sebesar 1,40 emu/g, dan medan koersivitas (HC) sebesar 1466 Oe. Temperatur sintering yang semakin meningkat menghasilkan sampel dengan magnetisasi saturasi yang yang rendah, magnetisasi remanen yang hampir sama dan medan koersivitas yang tinggi.Kata kunci: perubahan fasa, sintering, barium ferit, Vibrating Sample Magnetometer, magnetisasi saturasi, magnetisasi remanen dan medan koersivitas
Analisis Kekritisan Sodium-Cooled Fast Reactor (SFR) Berdasarkan Variasi Daya Keluaran Elsa Yolanda Putri; Mohammad Ali Shafii; Feriska Handayani Irka; Zaki Su'ud
Jurnal Fisika Unand Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.052 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.1.45-49.2018

Abstract

Analisis kekritisan Sodium-Cooled Fast Reactor (SFR) berdasarkan  variasi daya keluaran telah dilakukan. Reaktor ini menggunakan uranium alam sebagai bahan bakar dan natrium sebagai pendingin. Parameter yang diamati adalah faktor multiplikasi (keff  dan kinf ). Penelitian ini dilakukan secara simulasi komputasi menggunakan kode SRAC dengan JENDL-32 sebagai library.  Model teras adalah cylinder dua dimensi R-Z dengan  lima  variasi daya keluaran yaitu 300, 350, 400, 450, dan 500 MWTh. Teras reaktor dibagi menjadi 11 region radial dan 2 region aksial. Sepuluh region pertama merupakan region untuk menempatkan bahan bakar sedangkan region ke sebelas adalah reflektor. Pada awal operasi reaktor, masing-masing region diisi dengan bahan bakar uranium alam. Setelah 10 tahun pembakaran, hasil burn up pada region 1 di shuffling ke region 2, hasil burn up region 2 di shuffling ke region 3, dan seterusnya sampai hasil burn up region 9 di shuffling ke region 10 dan hasil burn up region 10 dikeluarkan dari teras reaktor sehingga region 1 dapat diisi dengan  bahan bakar baru (fresh fuel).  Proses ini dilakukan sampai 100 tahun operasi reaktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya keluaran 300 MWTh mempunyai nilai kekritisan yang mendekati nilai 1 (reaktor dalam keadaan kritis menandakan jumlah populasi neutron pada satu generasi sama dengan generasi sebelumnya).Kata kunci: burn up, kekritisan, SFR, shuffling, uranium alam.
Analisis Konduktivitas Termal Endapan Sinter di Kabupaten Solok dan Solok Selatan Rahmat Ilham; Ardian Putra
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.102 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.2.102-109.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konduktivitas termal endapan sinter yang terdapat di sekitar mata air panas Garara dan Cupak, Kabupaten Solok, dan Sapan Maluluang, Kabupaten Solok Selatan. Perbedaan utama dari kedua endapan sinter di masing-masing lokasi adalah daerah Sapan Maluluang memiliki kandungan sinter silika murni, sedangkan daerah Garara dan Cupak memiliki kandungan sinter silika dan karbonat dengan persentase yang berbeda. Penelitian ini dimulai dengan perancangan alat konduktivitas termal. Pengujian konduktivitas termal endapan sinter menggunakan metode Transient Divided Bar (TDB), dan diuji pada suhu rata-rata yaitu 25,7oC. Titik pengambilan sampel terdiri dari dua titik di mata air panas Garara, tiga titik di mata air panas Cupak serta satu titik di mata air panas Sapan Maluluang. Nilai konduktivitas termal rata-rata sumber air panas di Garara dan Cupak adalah 21,75 W/mºC, sedangkan nilai rata-rata konduktivitas termal sumber air panas di Sapan Maluluang adalah 26,49 W/mºC. Tingginya kandungan silika akan menghasilkan nilai konduktivitas termal yang lebih tinggi. Kata Kunci: konduktivitas termal, mata air panas, mineral karbonat, mineral silika, transient divided bar
Pengaruh Waktu Annealing Fotoanoda TiO2 terhadap Efisiensi Dye Sensitized Solar Cells (DSSC) Khudbatul Fiqrian; Dahyunir Dahlan
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.901 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.2.138-143.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh waktu annealing fotoanoda TiO2 terhadap efisiensi Dye Sensitized Solar Cells (DSSC). Fotoanoda DSSC dibuat dalam bentuk lapisan TiO2. Pembuatan lapisan TiO2 diawali dengan pencampuran bahan borid acid dan amoniumhexaflourotitanate yang kemudian ditumbuhkan menggunakan metode Liquid Phase Deposition (LPD) selama 15 jam di atas permukaan substrat kaca Indium doped Tin Oxide (ITO). Lapisan TiO2 yang telah tumbuh kemudian di annealing menggunakan furnace. Waktu annealing divariasikan 1 jam, 3 jam, 5 jam, 7 jam, 9 jam dan 11 jam. Temperatur annealing yang digunakan sebesar 450 ⁰C. Lapisan TiO2 yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan I-V dan UV-VIS. Karakterisasi I-V menunjukan bahwa nilai efisiensi tertinggi 3,48% padaVoc 0,65 volt dan Jsc 17,62 mA/cm2 dimiliki oleh sampel dengan waktu annealing 7 jam. Life time tertinggi sebesar 14,92μs dimiliki oleh sampel dengan waktu annealing 5 jam. Celah pita energi yang didapatkan dari karakterisasi UV-VIS sebesar 3,20 eV – 3,23 eV, sesuai dengan celah pita energi lapisan TiO2 pada fase anatase. Kata kunci : DSSC, efisiensi, fotoanoda, lapisan TiO2,waktu annealing
Analisis Suseptibilitas Magnetik dan Kandungan Logam Berat pada Tanah Lapisan Atas di Sekitar Pabrik PT Semen Padang Yulistio Martha; Arif Budiman
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.172 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.2.172-178.2018

Abstract

Telah dilakukan identifikasi logam berat pada tanah lapisan atas dengan menggunakan metode suseptibilitas magnetik dan spektrometri di sekitar pabrik PT Semen Padang. Sampel tanah diambil sedalam 10 cm dari permukaan tanah sebanyak 30 titik. Tanah yang mengandung logam berat memiliki nilai suseptibilitas magnetik yang lebih tinggi daripada tanah yang tidak mengandung logam berat. Pengukuran nilai suseptibilitas magnetik dilakukan dengan menggunakan Bartington Magnetic Susceptibility Meter dengan sensor MS2B pada 15 arah yang berbeda. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program Matlab 2015a. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa sampel memiliki nilai suseptibilitas magnetik yang berkisar dari 213,9×10-8 m3/kg sampai 2218,9×10-8 m3/kg dengan rata-rata 686,9×10-8 m3/kg. Berdasarkan hasil pemetaan nilai suseptibilitas magnetik menggunakan program Surfer 11, penyebaran nilai suseptibilitas magnetik yang lebih tinggi terdapat di daerah sisi selatan PT Semen Padang. Penentuan jenis dan konsentrasi logam berat dilakukan pada lima sampel uji (P24, P16, P14, J2, dan J4) dengan menggunakan alat X-Ray Fluorescence (XRF) Panalytical Epsilon 3. Hasil XRF menunjukkan bahwa kelima sampel uji mengandung logam berat Cr, Cu, Fe, Ni, Pb, dan Zn yang melebihi ambang batas kecuali pada sampel P24 untuk logam berat Ni dan Pb. Berdasarkan hubungan antara nilai suseptibilitas magnetik dan konsentrasi logam berat pada kelima sampel uji dapat disimpulkan bahwa hampir semua sampel yang diambil di sekitar PT Semen Padang mengandung logam berat yang melebihi ambang batas. Secara umum, nilai suseptibilitas magnetik dan konsentrasi logam berat mengalami peningkatan selama enam tahun terakhir. Kata kunci: logam berat, tanah lapisan atas, suseptibilitas magnetik.
Analisis Suseptibilitas Magnetik Tanah Lapisan Atas sebagai Indikator Bencana Longsor di Bukit Sula Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Febri Naldi; Arif Budiman
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.655 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.2.110-116.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis suseptibilitas magnetik tanah lapisan atas sebagai indikator bencana longsor di Bukit Sula Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto. Sampel tanah diambil dari dua lokasi di Bukit Sula, yaitu lokasi bervegetasi (lokasi A) dan lokasi tanpa vegetasi (lokasi B). Pengambilan sampel dilakukan secara vertikal ke bawah masing-masing sepanjang 100 m dengan jarak spasi 5 m, sehingga diperoleh 21 titik pengambilan sampel pada masing-masing lokasi tersebut. Pengukuran nilai suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington Magnetic Suseptibility Meter yang diukur pada dua frekuensi, yaitu low frequency 0,465 kHz (χLF) dan high frequency 4,65kHz (χHF). Pada lokasi A nilai χLF rata-rata yang diperoleh yaitu 804,05×10-8 m3kg-1, sedangkan nilai χHF rata-rata yaitu 804,25×10-8 m3kg-1. Pada lokasi B nilai χLF rata-rata yang diperoleh yaitu 9,85×10-8 m3kg-1, sedangkan nilai χHF rata-rata yaitu 9,64×10-8 m3kg-1. Hasil pengujian XRF menunjukkan bahwa mineral magnetik yang terdapat pada sampel di kedua lokasi yaitu hematit (Fe2O3). Berdasarkan perbandingan nilai suseptibilitas dan konsentrasi mineral hematit dan kuarsa antara sampel lokasi A dan lokasi B, dapat dikatakan bahwa lokasi B telah mengalami erosi. Berdasarkan keberadaan bulir superparamagnetik, sampel lokasi B memiliki butiran lebih halus dibandingkan sampel lokasi A. Hal ini disebabkan karena lokasi B merupakan daerah tanpa vegetasi, sehingga menyebabkan air hujan langsung masuk ke dalam tanah dan dapat menurunkan tingkat kelekatan butiran tanah. Oleh karena itu, lokasi B lebih besar kemungkinan terjadinya bencana longsor dibandingkan dengan lokasi A. Kata kunci: bulir superparamagnetik, suseptibilitas magnetik, longsor, Kecamatan Talawi
Analisis Suseptibilitas Magnetik dan Kandungan Logam Berat pada Tanah Lapisan Atas di Beberapa Ruas Jalan Kota Bukittinggi Intan Suri Maharani; Arif Budiman
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.146 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.2.144-150.2018

Abstract

Telah dilakukan identifikasi pencemaran logam berat pada tanah lapisan atas dengan menggunakan metode suseptibilitas magnetik dan spektroskopi di ruas jalan raya Kota Bukittinggi. Sampel tanah dari 41 titik diambil di Jalan Veteran, Jalan Bypass, dan Jalan Sutan Syahrir pada kedalaman 10 cm dari permukaan tanah dengan jarak 50 cm dari pinggir jalan dan jarak spasi antar sampel 200 m. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sampel memiliki nilai suseptibilitas magnetik antara 297,9×10-8 m3/kg (B02) sampai 1604,2×10-8 m3/kg (V06). Penentuan jenis dan kandungan logam berat dilakukan pada lima sampel yaitu sampel B02, B01, S03, V10, dan V06. Hasil uji XRF menunjukkan bahwa sampel mengandung logam berat Pb, Cu, Zn, Mn, dan Ni. Suseptibilitas magnetik dan konsentrasi total logam berat sampel memiliki korelasi positif yang kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,932. Begitu juga untuk hubungan antara suseptibilitas magnetik sampel dan konsentrasi masing-masing logam Pb, Cu, Zn, dan Mn dengan nilai koefisien korelasi berturut-turut yaitu 0,929, 0,967, 0,871, dan 0,994. Kandungan logam berat yang sudah melewati ambang batas pada tanah adalah Pb (V10 dan V06), Cu (B01, S03, V10, V06), dan Zn (B02, B01, S03, V10, V06). Kata kunci: logam berat, suseptibilitas magnetik, tanah lapisan atas
Karakterisasi Fluida Panas Bumi di Mata Air Panas Panti, Kabupaten Pasaman Arif Safitra; Ardian Putra
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.76 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.2.179-185.2018

Abstract

Telah dilakukan pengujian unsur pada fluida panas bumi di 5 (lima) mata air panas Panti, Kabupaten Pasaman. Konsentrasi Li, B, Na, K, dan Mg pada masing-masing sampel diukur menggunakan Inductively Coupled Plasma Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES) dan konsentrasi Cl diukur menggunakan metode titrasi. Hasil pengukuran digunakan untuk menganalisis asal usul fluida panas bumi, pengenceran fluida panas bumi dan kesetimbangan fluida panas bumi. Dari pengukuran diperoleh pH air panas 7,8-8,6, temperatur sebesar 84,5 0C-97,5 0C. Dari analisis kimia didapatkan konsentrasi Cl berkisar dari 75,98 ppm - 92,97 ppm, Li dari 0,0056 ppm - 0,0098 ppm, B dari 0,524 ppm - 0,918 ppm, Na dari 1,98 ppm - 6,67 ppm, K dari 1,87 ppm - 4,23 ppm, dan Mg dari 1,02 ppm - 2,23 ppm. Plot diagram segitiga Cl-Li-B menunjukan seluruh sampel didominasi oleh Cl yang mengindikasikan bahwa mata air panas Panti berasal dari sumber panas bumi dan terjadi sedikit pengenceran batuan sedimen organik. Plot diagram segitiga Na-K-Mg menunjukan seluruh sampel berada pada daerah immature water yang mengindikasikan mata air panas Panti bercampur dengan air permukaan yang banyak. Kata kunci: asal usul fluida, diagram segitiga, fluida geotermal, karakterisasi, kesetimbangan, mata airpanas Panti, pengenceran
Analisis Pengaruh Komposisi Partikel Ampas Tebu dan Partikel Tempurung Kelapa terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Komposit Papan Partikel Perekat Resin Epoksi Widi Mulia Nasution; Mora Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.859 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.2.117-123.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi partikel ampas tebu dan tempurung kelapa terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel. Dalam penelitian ini digunakan perbandingan komposisi bahan pengisi dengan jumlah perekat yang tetap. Variasi komposisi bahan yang digunakan partikel ampas tebu dan tempurung kelapa adalah 70:0%, 50:20%, 35:35%, 20:50%, 0:70%. Kadar perekat resin epoksi yang digunakan adalah 30%. Ukuran partikel yang digunakan adalah lolos ayakan 100 mesh. Parameter yang diukur adalah densitas, kadar air, daya serap air, Modulus of Elasticity (MOE) dan Modulus of Rupture (MOR). Hasil uji sifat fisis diperoleh nilai densitas terendah 0,94 g/cm3 pada komposisi 70%:0% dan densitas tertinggi 1,06 g/cm3 pada komposisi 0%:70%. Nilai kadar air papan terendah 0,91% pada komposisi 0%:70% dan nilai kadar air tertinggi 3,74% pada komposisi 70%:0%. Nilai daya serap air terendah 17,11% pada komposisi 50%:20% sedangkan nilai daya serap air tertinggi 31,77% pada komposisi 35%:35%. Hasil uji sifat mekanis diperoleh nilai MOE terendah didapat sebesar 833,17 kg/cm2 pada komposisi 70%:0% dan nilai MOE tertinggi sebesar 1960,75 kg/cm2 pada komposisi 35%:35%. Nilai MOR terendah 487,88 kg/cm2 pada komposisi 70%:0% sedangkan MOR tertinggi 1101,44 kg/cm2 pada komposisi 35%:35%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisis dan mekanis papan partikel yang didapatkan pada pengujian telah memenuhi standar mutu SNI 03-2105-2006 kecuali untuk pengujian densitas dan MOE. Berdasarkan persentase densitas papan partikel maka papan partikel yang dihasilkan termasuk jenis papan partikel berekerapatan tinggi. Kata kunci: ampas tebu, tempurung kelapa, komposit, MOE, MOR, papan partikel.
Analisis Neutronik pada Gas Cooled Fast Reactor (GCFR) dengan Variasi Umur Teras dan Daya Reaktor Widya Sardi; Dian Fitriyani; Feriska Handayani Irka
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.021 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.2.151-158.2018

Abstract

Telah dilakukan analisis neutronik pada Gas Cooled Fast Reactor (GCFR) dengan variasi umur teras dan daya reaktor. Reaktor ini menggunakan uranium alam sebagai bahan bakar dan helium sebagai pendingin. Parameter neutronik yang diamati meliputi faktor multiplikasi (keff) dan densitas bahan bakar. Pengaturan bahan bakar menggunakan strategi shuffling pada model teras silinder dua dimensi R-Z.Teras dibagi menjadi 10 region. Setiap 10 tahun bahan bakar yang ada pada masing-masing region di shuffling ke region berikutnya. Bahan bakar di region 10 dikeluarkan sedangkan pada region 1 akan diisi dengan bahan bakar baru. Penelitian ini dilakukan dengan 3 variasi umur teras dan 3 variasi daya reaktor. Perhitungan menggunakan kode SRAC dengan JENDL-32 sebagai data library. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa reaktor dapat dioperasikan hingga 100 tahun pada daya 500 MWTh karena neutron yang berada dalam teras reaktor dapat mempertahankan kekritisannya selama reaktor beroperasi. Semakin lama umur teras maka nilai densitas 235U dan 238U semakin berkurang dan nilai densitas 239Pu semakin bertambah. Semakin tinggi daya yang digunakan maka densitas bahan bakar yang tersisa di akhir periode burn up lebih rendah. Kata kunci : Burn up, faktor multiplikasi, GCFR, shuffling, uranium alam

Page 29 of 179 | Total Record : 1790