cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
Perbandingan Profil Vertikal Divergensi dan Vortisitas Model ECMWF dan Luaran SATAID saat Kejadian Hujan di Mamuju Arizka Asmita; Jasruddin Daud Malago; Subaer Subaer
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.658-666.2023

Abstract

Divergensi dan vortisitas merupakan parameter meteorologi yang sering digunakan untuk analisis kondisi atmosfer karena berkaitan dengan proses konveksi atau pembentukan awan. Model numerik yang biasa digunakan untuk menampilkan kedua parameter cuaca ini adalah model European Centre for Medium-Range Weather Forecast (ECMWF) dan Satellite Animations and Interactive Diagnosis (SATAID) khususnya saat kejadian cuaca buruk seperti hujan. Penulisan ini mencoba membandingkan nilai divergensi dan vortisitas hasil pengolahan kedua model tersebut pada kejadian hujan yang terjadi di wilayah Kalukku, Mamuju tanggal 24 Oktober 2021 sehingga dapat diketahui model yang baik dalam menampilkan kondisi atmosfer yang berkaitan dengan pembentukan awan saat kejadian hujan khususnya pada musim hujan. Hasil pengolahan data menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan yaitu nilai divergensi dan vortisitas model ECMWF lebih tinggi dibandingkan SATAID. Kemudian, pola pergerakan nilai divergensi dan vortisitas secara temporal pada tiap lapisan isobarik berbeda sehingga menyebabkan nilai korelasi yang rendah dan nilai RMSE yang besar antara model ECMWF dan SATAID. Namun, jika dibandingkan dengan hasil pengamatan curah hujan pada Agroclimate Automatic Weather Station (AAWS) Kalukku sebagai acuan proses pembentukan awan terlihat nilai divergensi dan vortisitas model ECMWF lebih fluktuatif sehingga mampu mengidentifikasi potensi pembentukan awan sebelum terjadi hujan dan peluruhan awan setelah terjadi hujan dengan baik pada kasus kejadian hujan di musim hujan.
Pengaruh Tegangan terhadap Nilai CTDIvol, Dose Length Product dan Dosis Efektif pada Pemeriksaan Computed Tomography (CT) Abdomen: Studi di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Fulki Fiarka; Sri Oktamuliani; Nunung Nuraeni
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.591-597.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak variasi tegangan pada dosis radiasi yang diterima oleh pasien yang menjalani pemeriksaan Computed Tomography (CT) abdomen menggunakan mesin pemindai Philips 128 slice. Penelitian ini difokuskan pada evaluasi hubungan antara tegangan, Compued Tomography Dose Index Volume (CTDIvol), Dose Length Product (DLP), dan dosis efektif pada organ gonad pasien. Sampel terdiri dari 20 pasien dengan postur tubuh normal yang menjalani pemeriksaan CT abdomen, dengan variasi tegangan sebesar 100 kV dan 120 kV. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata CTDIvol adalah (72,028 ± 18,88) mGy dan DLP diukur sebesar (3369,06 ± 1036,70) mGy.cm. Selain itu, dosis efektif yang diserap organ gonad sebesar (6,8011 ± 2,30) mSv. Terdapat peningkatan yang signifikan secara statistik dalam CTDIvol, DLP, dan dosis efektif dengan peningkatan variasi tegangan. Hubungan ini didukung oleh P-value < 0,05, menunjukkan signifikansi statistiknya. Hasil ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan pengaturan tegangan dalam mengoptimalkan protokol pemeriksaan CT untuk menjaga keselamatan pasien. Dengan memahami pengaruh tegangan pada dosis radiasi, para profesional kesehatan dapat mengadopsi strategi untuk meminimalkan paparan radiasi pada pemeriksaan CT abdomen.
Prototipe Alat Pengujian Gelombang dengan Buzzer Generator Frekuensi Sebagai Alternatif Pengusir Tikus Umi Pratiwi; Zaroh Irayani
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.526-533.2023

Abstract

Tikus merupakan hewan pengerat yang banyak mendatangkan kerugian baik di rumah tangga, industri, maupun pertanian. Selain mengganggu kesehatan, tikus juga pernah menjadi salah satu penyebab menurunnyya produksi beras secara nasional pada tahun 2015-2017. Perkembangan teknologi menawarkan solusi permasalahan ini dengan pemanfaatan gelombang suara untuk membuat pendengaran tikus terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototype alat pengujian gelombang suara menggunakan kontrol potensiometer guna mendapatkan besar frekuensi yang cukup efektif mengganggu pendengaran tikus. Penelitian ini merupakan penelitian perancangan yang menggunakan adopsi model 4D Thiagarajan. Adapun Istrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli dan lembar uji laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh: (1) Alat memenuhi kriteria kelayakan pada uji coba laboratorium dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil sebesar 0.05% pada output sistem, 0.06% pada uji komparasi tegangan, dan kesalahan sebesar 0.07% pada uji komparasi arus. (2) Alat memenuhi kriteria kelayakan pada uji validasi dengan persentase sebesar 78% dengan pengujian lapangan . Penelitian perancangan ini tentunya memiliki keterbatasan penelitian sehingga untuk pengembangan lebih lanjut bisa ditambahkan sampel pengujian untuk jenis hama ataupun serangga untuk menguji efektifitasnya senagai alat pengusir hama.
Numerical Simulation of Bird Strike with Varied L/D Ratio in Hemispherical-ended Cylinder Bird Model Using Coupled Eulerian Lagrangian Method Endah Yuniarti; S Afandi Sitompul; B Aji Warsiyanto
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.628-638.2023

Abstract

This research studies the numerical simulation of the finite element method for bird strike using a hemispherical-ended cylinder bird model with varying length-to-diameter (L/D) ratio, namely 1.4; 1.5; 1.6; 1.7; 1.8; 1.9; and 2.0. Birds are modelled with elastic, plastic, and hydrodynamic behaviour. The bird model uses the Coupled Eulerian-Lagrangian (CEL) method with impact speeds of 100 ms-1, 200 ms-1, and 300 ms-1. The simulation results show that the Hugoniot pressure value is around 15-36 times higher than stagnation pressure in L/D 1.4; 14-36 times in L/D 1.5; 13-30 times in L/D 1.6; 12-32 times in L/D 1.7; 12-26 times in L/D 1.8; 13-30 times in L/D 1.9; and 13-29 times in L/D 2.0. It was found that the highest Hugoniot and stagnation pressure were in L/D 1.5 and 1.8, while the lowest Hugoniot and stagnation pressure were in L/D 2.0 and 1.5, respectively. In addition, the error of the numerical results of the average Hugoniot and stagnation pressure value compared to the analytic was 2.9% and 7%, respectively. 
Sistem Booster dan Pendeteksi Kadar Alkohol Pada Fermentasi Tapai Ketan Menggunakan Sensor MQ-3 Berbasis IoT Joanica Intan Cahyandari; Harmadi Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.561-567.2023

Abstract

Proses fermentasi tapai ketan sebagai salah satu makanan tradisional yang disukai oleh masyarakat Sumatra Barat membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu selama +-72 jam. Fermentasi yang terlalu lama dapat menghasilkan tapai yang memiliki kandungan alkohol yang tinggi dan rasa asam yang kurang disukai masyarakat. Penelitian bertujuan untuk membuat sistem booster dan pendeteksi kadar alkohol pada fermentasi tapai ketan menggunakan sensor MQ-3 berbasis IoT. Sistem booster menggunakan elemen Peltier untuk mengontrol suhu ruang fermentasi tapai pada rentang 35°C sampai 40°C yang dideteksi oleh sensor DHT11. Peningkatan kadar gas alkohol selama proses fermentasi dideteksi oleh sensor MQ-3. Kadar gas alkohol 0,58% menjadi acuan bahwa tapai sudah matang. Hasil pengukuran suhu, kelembapan, dan kadar gas alkohol selama proses fermentasi ditampilkan pada LCD dan aplikasi Blynk berbasis IoT. Buzzer berbunyi pada saat tapai matang. Waktu fermentasi tapai ketan hitam lebih lama yaitu selama 39 jam, sedangkan tapai ketan putih selama 36 jam. Tapai ketan yang dihasilkan memiliki tekstur yang lunak, berair, dan memiliki rasa yang manis dengan kadar gas alkohol yang sama sebesar 0,58%.
Rancang Bangun Tripod Kamera Otomatis Pengikut Objek Menggunakan Sensor Ultrasonik Ali Irvan; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.690-696.2023

Abstract

A design of an object follower automatic tripod camera based on an ultrasonic sensor has been done. The object follower automatic tripod camera design consists of 3 units of ultrasonic sensor, a servo motor, and an Arduino Uno microcontroller. An ultrasonic sensor was used to detect an object in the left front, in front, and in the right front of the device. Object detection was performed by using distance intervals from sensors. The sensors were designed to make 30° angle intervals each other and make 90° total angle detection in front of the device. Characterization of ultrasonic sensors showed that sensors could detect an object with an angle of 15°.  The servo test shows that it can rotate until 160°. Servo could rotate until the angle position at 60°, 90°, and 120°. Device testing shows that it was able to detect an object at a distance of 2 m and a total angle of 90° in front of the device, and the servo was able to rotate the camera to the detection field.
Identifikasi Gerakan Partikel Air Panas Berdasarkan Analisis Mikrotremor di Mata Air Panas Bukit Kili dan Garara, Kabupaten Solok Muhammad Khaikal Marbun; Ahmad Fauzi Pohan
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.177-182.2024

Abstract

Di bawah permukaan bumi terdapat energi panas bumi yang mana energinya berasal dari dalam bumi. Energi panas bumi dapat dimanfaatkan baik secara langsung ataupun tidak langsung. Pemanfaatan energi panas bumi secara tidak langsung membutuhkan beberapa tahapan untuk mendapatkan hasilnya. Tahapan tersebut dimulai dengan penelitian awal yang dilaksanakan dengan menggunakan metode geofisika. Tahapan awal ini sangat penting untuk dilakukan karena menentukan layak tidaknya suatu wilayah prospek panas bumi untuk dilakukan tahapan eksplorasi lebih lanjut. Dalam penelitian ini dilakukan penelitian dengan metode geofisika (mikrotremor) di mata air panas Bukit Kili dan Garara untuk mengetahui nilai frekuensi dominan, pola aliran fluida panas, kandungan fluida manifestasi, dan temperatur reservoir. Metode mikrotremor digunakan untuk mengetahui nilai frekuensi dominan yang dapat melihat pola aliran fluida panas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan nilai frekuensi dominan (f0) di mata air panas Bukit Kili dan Garara berturut-turut yaitu 0,65 Hz dan 0,75 Hz. Gerakan partikel fluida panas di mata air panas Bukit Kili terpusat atau tidak ada arah gerak dominan. Sedangkan di mata air panas Garara, gerak dari partikel tegak lurus ke arah permukaan tanah. Berdasarkan data kandungan mineral fluida panas didapatkan bahwa kedua daerah mata air panas merupakan zona outflow.
Evaluasi Kelayakan dan Efektivitas lead apron sebagai Alat Pelindung Diri di Instalasi Radiologi Vara Taufiq; Dian Milvita; Hasnel Sofyan; Amel Oktavia S.
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.110-116.2024

Abstract

Pemanfaatan radiasi sinar-X dalam instalasi radiologi memiliki dampak posistif dan negatif. Dampak negative paparan radiasi sinar-X dapat dikurangi dengan cara menggunakan lead apron. Penelitian bertujuan untuk mengetahui luas kerusakan sebagai penentu kelayakan lead apron dan mengevaluasi efektivitas lead apron dalam memberikan perlindungan yang memadai. Evaluasi kelayakan dan efektivitas dilakukan terhadap 5 lead apron milik Rumah Sakit Universitas Andalas. Metode evaluasi kelayakan dilakukan dengan membagi lead apron menjadi 4 kuadran, lalu dilakukan penyinaran menggunakan pesawat sinar-X konvensional dengan faktor eksposi 58,5 kV dan 8 mAs. Hasil penyinaran diolah menggunakan computed radiography (CR) untuk mengukur luas kerusakan pada lead apron. Efektivitas lead apron dievaluasi menggunakan dosimeter OSL yang ditempatkan di bagian atas dan dalam lead apron, kemudian dilakukan penyinaran dengan faktor eksposi 102 kV dan 2,5 mAs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan tidak melebihi batas toleransi yang disarankan Lambert dan McKeon, dimana lead apron dinyatakan layak apabila kerusakan <670 mm2 pada area kurang sensitif dan <15 mm2 pada area sensitif, sedangkan efektivitas lead apron berkisar antara (94,5-98,2) %. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh bahwa lead apron masih layak digunakan dan efektif dalam memberikan perlindungan terhadap radiasi sinar-X kepada pekerja radiasi, pasien maupun keluarga pasien.
Ekstrak Daun Matoa (Pometia pinnata) sebagai Inhibitor Korosi Baja Karbon SS-304 Renny Fitria; Dahyunir Dahlan; Syukri Syukri
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.49-53.2024

Abstract

Research has been carried out on inhibitors from matoa leaf extract to inhibit the corrosion rate of SS-304 carbon steel. The Matao leaf extract used as an inhibitor was immersed in a 1 M H2SO4 corrosive medium. To determine the effect of inhibitor concentration and immersion temperature on steel corrosion, various inhibitor concentrations were varied, namely 0%, 1%, 2%, and 3% bt, and temperature variations, namely samples also in XRD and SEM characterization. 35°C and 40°C. The corrosion rate test was carried out using the weight loss method. The increase in the corrosion rate is in line with the increase in sample weight loss. The most efficient inhibitor of matoa leaf extract was obtained at a concentration of 3% with an immersion temperature of 35°C, namely 0.09 mmpy. The XRD results showed that the maximum peaks produced FeC and FeNi crystals, followed by FeO crystals. SEM characterization also showed that samples without inhibitors were more corroded, and samples using 3% inhibitor concentrations were slightly corroded.
Investigasi Bidang Gelincir Tanah Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Schlumberger di Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto Verdillah Nur Azizah; Afdal Afdal; Dian Hadiyansyah
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.275-281.2024

Abstract

Investigasi bidang gelincir tanah longsor di Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto telah dilakukan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger satu dimensi. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari kantor Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat pada empat lintasan yang berada di Desa Durian Duo dan Lubang Panjang. Panjang masing-masing lintasan yaitu 140 m, 100 m, 100 m, dan 200 m. Pengukuran nilai resistivitas batuan dilakukan menggunakan Resistivitymeter Naniura NRD 300 Plus. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software IPI2WIN versi lite dan Surfer untuk menampilkan citra lapisan bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Desa Durian Duo bidang gelincir ditemukan pada kedalaman 3,86 meter sampai 18 meter dengan nilai resistivitas berkisar 154 Ωm dan 51 Ωm. Untuk Desa Lubang Panjang diperoleh nilai resitivitas berkisar 183 Ωm dan 430 Ωm, bidang gelincir ditemukan pada kedalaman 8,11 meter sampai 7,83 meter. Jenis batuan bidang gelincir pada daerah penelitian merupakan lapisan batu gamping. Bidang gelincir pada Desa Durian Duo dan Lubang Panjang termasuk kelas bidang gelincir yang dalam sehingga memiliki potensi tinggi untuk terjadinya tanah longsor.

Page 73 of 179 | Total Record : 1782