cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
RANCANG BANGUN MAGNETIC STIRRER BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 DENGAN PENGATURAN WAKTU MELALUI KEYPAD Faisal, Hariza; Yusfi, Meqorry
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan perancangan magnetic stirrer berbasis mikrokontroler AT89S52 dengan pengontrolan waktu melalui keypad 4x4. Mikrokontroler AT89S52 diprogram dengan bahasa pemrograman C, yang berguna untuk mengontrol waktu putar motor DC. Magnetic stirrer dirancang memiliki 4 pengaturan kecepatan putar yaitu 1800 rpm, 1980 rpm, 2280 rpm dan 2580 rpm.  Pengujian dilakukan pada 2 jenis zat cair (oli dan minyak goreng) yang memiliki kekentalan berbeda. Volume maksimum zat cair (oli) yang dapat diaduk adalah 250 ml. Dari hasil pengujian diperoleh, kekentalan maksimum zat cair yang dapat diputar adalah 4,1 poise.
PENGARUH UKURAN PARTIKEL BATU APUNG TERHADAP KEMAMPUAN SERAPAN CAIRAN LIMBAH LOGAM BERAT Wibowo, Aditiya Yolanda; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan pengujian konduktivitas dan kandungan logam air limbah dengan  media serap batu apung. Ukuran partikel batu apung divariasikan yaitu 2 mesh, 4 mesh, 10 mesh dan 20 mesh. Penyaringan sampel air limbah dilakukan dengan 2 metode penyaringan yaitu penyaringan berdasarkan tinggi media serap batu apung 15 cm dan penyaringan berdasarkan massa media serap air limbah yaitu 250 g. Berdasarkan pengujian konduktivitas menggunakan konduktivitimeter dihasilkan konduktivitas terendah dari media serap batu apung dengan tinggi 15 cm sebesar 86,23 µS pada variasi ukuran partikel batu apung 2 mesh, sedangkan konduktivitas terendah dari media serap batu apung dengan massa 250 g sebesar 78,86 µS pada variasi ukuran partikel batu apung 2 mesh dan konduktivitas sampel air limbah murni 41,8 µS. Hasil pengujian kandungan logam menggunakan Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS) dengan larutan standar Fe, Pb, Cu, Cr, dan Al  menunjukkan logam Fe merupakan logam dengan konsentrasi tertinggi yaitu 14,455 mg/L pada sampel air limbah murni dan logam Fe mengalami penurunan terbesar menjadi 3,727 mg/L dengan variasi ukuran partikel batu apung 20 mesh.
RANCANG BANGUN ALAT UKUR REGANGAN MENGGUNAKAN SENSOR STRAIN GAUGE BERBASIS MIKRIKONTROLER ATMEGA8535 DENGAN TAMPILAN LCD Saputra, Hendra; Yusfi, Meqorry
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian rancang bangun alat ukur regangan menggunakan sensor strain gauge berbasis mikrokontroler ATMega8535.  Sensor strain gauge dipasang pada permukaan logam uji dengan rangkaian dummy pada konfigurasi jembatan Wheatstone.  Pengukuran menggunakan logam kuningan dengan luas penampang 0,0425 m2 dan logam besi dengan luas penampang 0,0619 m2.  Hasil keluaran dari jembatan Wheatstone merupakan nilai tegangan dalam orde mV sehingga dibutuhkan penguatan linear yaitu penguat instrumentasi sebesar 500 kali penguatan.  Proses kerja mikrokontroler menggunakan bahasa Bascom dengan persamaan konversi 6x10-12 (ADC) + 1x10-9.  Pengukuran dengan logam kuningan menghasilkan error sebesar 9,97% dengan besar beban untuk regangan maksimum dan minimum adalah 700 g – 5000 g dan logam besi menghasilkan error sebesar 4,43% dengan besar beban untuk regangan maksimum dan minimun adalah 2400 g - 10000 g.  Sensitifitas dari alat ukur ini sebesar 0,004 mV/gram.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI LVDT SEBAGAI SENSOR JARAK Hendri, Zasvia; -, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan pembuatan dan karakterisasi LVDT (linear variable differential transformer) sebagai sensor jarak. Sensor dibuat sebanyak tiga buah dengan memvariasikan diameter kumparan, panjang inti besi, dan jumlah lilitan. Karakterisasi meliputi hysteresis, repeatability, sensitivitas, dan rentang pengukuran yang dapat dilakukan sensor. Caranya adalah dengan melihat perubahan tegangan keluaran yang dihasilkan pada kumparan sekunder akibat perubahan jarak inti besi terhadap titik acuan. LVDT ini dapat digunakan untuk mengidera perubahan jarak suatu obyek dalam arah linier (searah sumbu kumparan). Derajat korelasi linier (R2) yang bervariasi dari 0,983 hingga 0,9961 pada diameter kumparan yang sama, LVDT dengan inti besi yang lebih panjang memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dan lebar rentang pengukuran yang lebih panjang dibandingkan dengan LVDT dengan inti besi yang lebih pendek. LVDT dengan diameter kumparan yang lebih besar akan lebih sensitif jika menggunakan inti besi yang lebih pendek; sedangkan  LVDT dengan diameter kumparan yang lebih kecil akan lebih sensitif jika menggunakan inti besi yang lebih panjang. Sensitivitas terbesar yang diperoleh pada penelitian ini adalah 0,01609 V/mm untuk LVDT yang jumlah lilitan primernya 224 lilitan, jumlah masing-masing lilitan sekundernya 380 lilitan, diameter kumparannya 1,7 cm, dan panjang inti besinya 30 cm, dengan rentang pengukuran 0 - 90 mm. Hysteresis dan repeatability sensor LVDT yang menggunakan inti besi dengan panjang 30 cm lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan inti besi 6,7 cm.
STRUKTUR DAN SIFAT OPTIK LAPISAN TIPIS TiO2 (TITANIUM OKSIDA) YANG DIHASILKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEKTRODEPOSISI Agustina, Elsa; Dahlan, Dahyunir; -, Syukri
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan elektrodeposisi lapisan tipis TiO2 di atas substrat ITO (Indium Tin Oxide) dengan menggunakan larutan elektrolit TiCl4 (Titanium (IV) klorida) dan katalis H3BO3 (Boric Acid).  Didapatkan hasil karakterisasi XRD pada lapisan tipis TiO2  yang dideposisi menggunakan 1.5M TiCl4 tanpa menggunakan katalis H3BO3 berada dalam fase anatese sedangkan lapisan tipis TiO2 yang dideposisi menggunakan 1.5M TiCl4 dengan menggunakan katalis H3BO3 berada dalam fase rutile.  Spektrum UV-Vis menunjukkan lapisan tipis TiO2 dalam fase anatase memiliki energi gap sebesar 3,25 eV sedangkan dalam fase rutile memiliki energi gap sebesar 3,7 eV.  Hasil karaktarisasi SEM menunjukkan bahwa elektrodeposisi lapisan tipis TiO2 menghasilkan morfologi permukaan yang lebih halus pada sampel tanpa menggunakan katalis dibandingkan dengan elektrodeposisi sampel yang menggunakan katalis..  Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka deposisi lapisan tipis TiO2 ini dapat dijadikan acuan untuk pemanfaatan pada aplikasi sel surya DSSC.
PENGARUH SONIKASI TERHADAP STRUKTUR DAN MORFOLOGI NANOPARTIKEL MAGNETIK YANG DISINTESIS DENGAN METODE KOPRESIPITASI Delmifiana, Betti; -, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh sonikasi terhadap struktur dan  morfologi nanopartikel magnetik yang disintesis dari batuan besi dengan metode kopresipitasi telah dilakukan.  Batuan besi diolah dengan metode kopresipitasi sehingga dihasilkan endapan, kemudian ditambahkan Polietilen Glikol (PEG-4000) dengan perbandingan 1 : 5.  Hasil ini selanjutnya diberi perlakuan tanpa sonikasi dan sonikasi selama 3 dan 4 jam. Dari hasil analisis pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa sampel yang dihasilkan terdiri dari dua struktur yaitu kubik spinel dari magnetit dan heksagonal dari hematit.  Ukuran kristal sampel berkisar antara 41,6 nm – 58,7 nm.  Hal ini membuktikan bahwa sonikasi berpengaruh terhadap struktur dan ukuran nanopartikel magnetik.  Hasil SEM menunjukkan semakin lama waktu sonikasi, ukuran nanopartikel semakin homogen dan penggumpalan semakin berkurang.
PENGARUH VARIASI BAHAN PENDINGIN JENIS LOGAM CAIR TERHADAP KINERJA TERMOHIDROLIK PADA REAKTOR CEPAT Haryani, Nevi; Fitriyani, Dian
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan simulasi perhitungan untuk analisis pengaruh berbagai bahan pendingin jenis logam cair terhadap kinerja termalhidrolik pada reaktor cepat dengan bahan bakar UN-PuN.  Perhitungan dilakukan terhadap desain reaktor dengan geometri teras berbentuk kubus 3D dengan ukuran 80 x 80 x 80 cm. Optimasi desain reaktor dilakukan untuk variasi empat jenis bahan pendingin logam cair yaitu, Na, NaK, Pb dan PbBi. Tinjauan dilakukan terhadap parameter-parameter termalhidrolik yang meliputi distribusi temperatur teras dan penurunan tekanan sistem. Simulasi diawali dengan perhitungan difusi multigrup yang menghasilkan distribusi fluks neutron, faktor multiplikasi neutron dan distribusi densitas daya. Perhitungan termalhidrolik dilakukan terhadap  masing-masing bahan pendingin pada laju alir awal 3000 kg/s.  Kemudian dilakukan pengaturan hingga diperoleh kondisi laju alir yang sesuai untuk masing-masing performa pendingin. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pendingin Pb dan PbBi memberikan kinerja termalhidrolik yang baik pada laju alir 3000 kg/s, sedangkan pendingin Na dan NaK menunjukkan kinerja termalhidrolik baik pada rentang laju alir massa pendingin dari 500 sampai 1500 kg/s.
PENGARUH KETEBALAN SERAT PELAPAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) TERHADAP SIFAT MEKANIK MATERIAL KOMPOSIT POLIESTER-SERAT ALAM Nopriantina, Noni; -, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ketebalan serat pelepah pisang kepok (Musa paradisiaca) terhadap sifat mekanik material komposit poliester - serat alam.  Dalam penelitian ini digunakan metode hand lay-up untuk pembuatan spesimen komposit dengan mengacu pada ASTM D-4762 sedangkan karakterisasi kuat tekan mengacu pada ASTM D-695 dan kuat tarik mengacu pada  ASTM D-638 (GALDABINI 1987 series 32558). Analisis data dilakukan dengan melihat grafik hubungan antara ketebalan serat terhadap tekanan yang diberikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai kuat tekan komposit maksimum yaitu 12,92 N/mm2 pada penambahan serat dengan variasi ketebalan serat 0,70 mm namun kuat tarik komposit maksimum yaitu 2,53 N/mm2 pada penambahan serat dengan ketebalan 0,82 mm.
PENGENDALIAN LAJU KOROSI BAJA ST-37 DALAM MEDIUM ASAM KLORIDA DAN NATRIUM KLORIDA MENGGUNAKAN INHIBITOR EKSTRAK DAUN TEH (CAMELIA SINENSIS) Sari, Desi Mitra; Handani, Sri; Yetri, Yuli
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 3: Juli 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.3.%p.2013

Abstract

Penelitian tentang pengendalian laju korosi baja St-37 dalam medium asam klorida dan natrium klorida menggunakan inhibitor ekstrak daun teh (Camelia sinensis) telah dilakukan. Metode yang digunakan adalah metode potensiodinamik untuk melihat nilai arus korosi, dan metode kehilangan berat untk melihat nilai laju korosi. Medium korosif yang digunakan adalah HCl 3 % dan NaCl 3 %.  Baja direndam di dalam medium korosif dengan penambahan dan tanpa penambahan inhibitor. Variasi konsentrasi inhibitor yang digunakan adalah dari 1 % hingga 10 % dengan lama perendaman selama empat hari. Semakin besar konsentrasi inhibitor yang ditambahkan maka nilai laju korosi akan semakin menurun dan nilai efisiensi inhibisi korosi semakin tinggi. Nilai efisiensi terbesar didapatkan pada penambahan konsentrasi inhibitor 10 % untuk medium korosif HCl mencapai 86,3 % dan untuk medium korosif NaCl mencapai 92 %. Hal ini menunjukan bahwa inhibitor ekstrak daun teh sangat efisien dalam mengendalikan laju korosi dalam medium korosif HCl dan NaCl. Dari analisis foto optik morfologi permukaan baja St-37 memperlihatkan permukaan baja dengan penambahan ekstrak daun teh  mengalami korosi  lebih sedikit.
Pengaruh Formasi Batuan Terhadap Karakteristik Hidrokimia Lima Sumber Mata Air Panas Di Daerah Sapan, Pinang Awan, Kecamatan Alam Pauah Duo, Kabupaten Solok Selatan Yuliandini, Aperta; Putera, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 4: Oktober 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.2.4.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh formasi batuan terhadap karakteristik hidrokimia lima sumber mata air panas di Kecamatan Alam Pauah Duo, Kabupaten Solok Selatan.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Total Dissolved Solid (TDS), pH, dan kandungan logam yang terdapat pada lima sumber mata air panas dan selanjutnya dianalisis hubungan kandungan logam yang dimiliki sumber mata air panas terhadap formasi batuan di daerah Kabupaten Solok Selatan. Pengujian TDS menggunakan metode gravimetri, kandungan logam ditentukan dengan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS).  Dua sumber mata air panas memiliki TDS rendah dengan nilai 70 mg/L dan 50 mg/L dan digolongkan sebagai air lunak (soft water).  Tiga sumber mata air panas lainnya memiliki nilai TDS yaitu 110 mg/L, 120 mg/L, dan 130 mg/L dan digolongkan sebagai air bersih (fresh water).  pH diuji dengan pH meter dengan nilai yang berkisar antara 7,496 – 8,357. Logam yang dianalisis adalah Cu, Fe, Al, Zn, dan Pb.  Sumber mata air panas yang layak untuk dikonsumsi adalah sumber mata air panas yang berada pada titik ke-1, ke-3, dan ke-4.  Sumber mata air panas yang tersingkap di daerah Pinang Awan tersusun atas batuan andesit yang merupakan anggota dari formasi barisan yang terbentuk karena adanya silika yang didominasi oleh logam Fe dengan konsentrasi 9,759 mg/L dan Al dengan konsentrasi 4,643 mg/L.  Sumber mata air panas dari daerah yang tersusun atas batuan andesit memiliki pH yang mendekati netral, sedangkan sumber mata air panas pada daerah yang tersusun atas batu gamping memiliki pH yang mendekati basa dan sumber mata air panas pada daerah yang tersusun atas batuan andesit memiliki TDS yang lebih tinggi dibandingkan yang tersusun atas batu gamping.

Page 89 of 179 | Total Record : 1782