cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Dampak
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25975129     EISSN : 18296084     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Dampak merupakan publikasi bidang lingkungan hidup yang bersifat ilmiah, dapat berupa hasil penelitian, aplikasi teknologi tepat guna atau ide penyelesaian terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media lain, atau naskah sedang dalam proses review dan/atau menunggu untuk diterbitkan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2020)" : 5 Documents clear
Model Konseptual Pengaruh Keberlanjutan terhadap Kinerja Industri Kecil dan Menengah Hary Fandeli; Alizar Hasan; Elita Amrina
Jurnal Dampak Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.17.1.15-24.2020

Abstract

ABSTRACTSmall and Medium Enterprises (SMEs) are an industrial sector that greatly contribute to economic development in Indonesia. SMEs contributes positively to the increase in Gross Domestic Product (GDP) and absorption of productive labor. Therefore, SMEs are required to be able to achieve continuous performance improvement. Improving the performance of SMEs is also expected to be able to contribute to sustainable development. Sustainability then becomes a very important issue for the performance of SMEs. The performance evaluation of SMEs needs to be improved by considering the sustainability aspects. This study aims to design a conceptual model of the effect of sustainability to the performance of SMEs in West Sumatra. Indicators of sustainability and performance of SMEs were identified from literature study. Then, conducted the determination of indicators that are relevant to SMEs in West Sumatra and then sort the indicators based on terminology similarities. The results of the identification stage are 34 indicators of sustainability which are divided into three aspects and nine factors. Sustainability indicators consist of 16 indicators of social aspect, 11 indicators of environmental aspect, and 7 indicators of economic aspect. The next step is the validation of sustainability indicators by experts from practitioners, academics, and government. The validation results stated that all indicators are important and relevant to SMEs in West Sumatra. Then the conceptual model of the effect of sustainability to performance of SMEs is developed. This conceptual model is expected to be able to help SMEs in improving performance and competitiveness.Keywords: indicators, small and medium industry, sustainability, performance appraisal ABSTRAK Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah sektor industri yang sangat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia. UKM berkontribusi positif terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja produktif. Oleh karena itu, UKM dituntut untuk dapat mencapai peningkatan kinerja yang berkelanjutan. Peningkatan kinerja UKM juga diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Keberlanjutan kemudian menjadi masalah yang sangat penting bagi kinerja UKM. Evaluasi kinerja UKM perlu ditingkatkan dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model konseptual pengaruh keberlanjutan terhadap kinerja UKM di Sumatera Barat. Indikator keberlanjutan dan kinerja UKM diidentifikasi dari studi literatur. Kemudian, dilakukan penentuan indikator yang relevan dengan UKM di Sumatera Barat dan kemudian mengurutkan indikator berdasarkan kesamaan terminologi. Hasil tahap identifikasi adalah 34 indikator keberlanjutan yang dibagi menjadi tiga aspek dan sembilan faktor. Indikator keberlanjutan terdiri dari 16 indikator aspek sosial, 11 indikator aspek lingkungan, dan 7 indikator aspek ekonomi. Langkah selanjutnya adalah validasi indikator keberlanjutan oleh para ahli dari praktisi, akademisi, dan pemerintah. Hasil validasi menyatakan bahwa semua indikator penting dan relevan bagi UKM di Sumatera Barat. Kemudian model konseptual efek keberlanjutan terhadap kinerja UKM dikembangkan. Model konseptual ini diharapkan dapat membantu UKM dalam meningkatkan kinerja dan daya saing.Kata Kunci: indikator, industri kecil dan menengah, keberlanjutan, penilaian kinerja
Analisa Kerusakan Jalan dan Dampaknya Terhadap Lingkungan Sri Marningsih; Purnawan Purnawan; Bayu Martanto Adji
Jurnal Dampak Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.17.1.25-30.2020

Abstract

ABSTRACTRoads are the infrastructure of arteries in supporting the pace of economic activity, good road conditions will affect the comfort and safety of road users. In order for the road to be able to accommodate the needs of movement with a certain level of service, it is necessary to make an effort to maintain the quality of road services, where one of the efforts is to improve road surface conditions (Ramli, 2017). One of the stages in improving road surface conditions is to conduct an assessment of existing road conditions. This study aims to identify the type of pavement damage, determine the type of treatment that can be done to improve the condition of the 7.22 Km Panti - Simpang Empat road section and identify the impact of road damage on the environment. The analysis was carried out using the PCI (Pavement Condition Index) method. The type of damage to the Panti - Simpang Empat road segment based on the Pavement Condition Index method is dominated by Edge Cracking by 35.7%, Pacthcing & Utill cut patches by 15.5%, Rutting by 10.9%, Cracks by 10.9%, Cracks Elongated / Transverse (Long & Trans Cracking) by 5.7%, and Alligator cracking by 5.4%. The average PCI value on the Jalan Panti - Simpang Empat segment is 68.55 with Fair condition. The type of treatment needed on the Panti - Simpang Empat road section in terms of evaluation of road damage is Preventive Maintenance.Keywords :  road;  pavement damage type; PCI; handling ABSTRAK Jalan merupakan prasarana urat nadi dalam mendukung laju aktifitas perekonomian, Kondisi jalan yang baik akan berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Agar jalan dapat tetap mengakomodasi kebutuhan pergerakan dengan tingkat layanan tertentu maka perlu dilakukan suatu usaha untuk menjaga kualitas layanan jalan, dimana salah satu usaha tersebut adalah memperbaiki kondisi permukaan jalan (Ramli, 2017). Salah satu tahapan dalam memperbaiki kondisi permukaan jalan adalah dengan melakukan penilaian terhadap kondisi eksisting jalan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis kerusakan perkerasan, menentukan jenis penanganan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi ruas jalan Panti – Simpang Empat sepanjang 7.22 Km dan mengidentifikasi dampak kerusakan jalan terhadap lingkungan. Analisis dilakukan dengan metode PCI (Pavement Condition Index). Jenis kerusakan pada ruas jalan Panti – Simpang Empat berdasarkan Metode PCI (Pavement Condition Index) didominasi oleh Retak Tepi (Edge Cracking) sebesar 35.7%, Tambalan (Pacthcing & Utill cut patch) sebesar 15.5%, Alur (Rutting) sebesar 10.9%, Retak memanjang/Melintang (Long & Trans Cracking) sebesar 5.7%, dan Retak Kulit Buaya (Alligator cracking) sebesar 5.4%. Nilai PCI rata-rata pada ruas Jalan Panti – Simpang Empat adalah 68,55 dengan kondisi Fair (Sedang). Jenis Penanganan yang diperlukan pada ruas jalan Panti – Simpang Empat ditinjau dari evaluasi kerusakan jalan adalah Pemeliharaan Berkala (Preventive Maintenance).Kata Kunci : jalan; jenis kerusakan perkerasan; PCI; Penanganan
Pemanfaatan Lumpur Sungai Ciliwung Dengan Metode Solidifikasi Chaerul Mochammad; Roy Jeremiah Pasaribu
Dampak Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.17.1.1-8.2020

Abstract

 Sediment potentially leads to siltation of the river and overflow of river water during the rainy season.  Existing management of the sediment is to collect, transport and dispose in a site without any proper handling procedure prior and it may cause environment burden. This study aims to utilize the sediment in Ciliwung river as a structural material through a set of solidification procedure. The mixing of cement and fine aggregate is necessary to produce 5x5x5 cm3 mortar to be tested. The sediment may be classified as non-hazardous waste and it can be used to substitute sand as the fine aggregate. The highest compressive strength of 216 kg/cm2 can be produced at ratio of cement and the fine aggregate of 1:3 with the sediment substitution of 50% and the product can be classified as class B of paving block or class I of brick. Through Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) test, it find that the metals substance in the sediment bounded properly in the solid matrix and it prevents the metals leaching out to the environment. The study reveals that the utilization of the sediment through the solidification become a prospective measure by producing a useful product with minimum impact on the environment. Keywords: Sediment, fine aggregate, solidification, compressive strength, Toxicity Characteristic Leaching Procedure  ABSTRAK  Lumpur berpotensi menyebabkan pendangkalan sungai dan meluapnya air sungai selama musim hujan. Manajemen lumpur yang ada adalah mengumpulkan, mengangkut, dan membuang di lokasi tanpa prosedur penanganan yang tepat sebelumnya dan dapat membebani lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan lumpur di sungai Ciliwung sebagai material struktural melalui serangkaian prosedur pemadatan. Pencampuran semen dan agregat halus diperlukan untuk menghasilkan mortar 5x5x5 cm3 untuk diuji. Lumpur dapat diklasifikasikan sebagai limbah tidak berbahaya dan dapat digunakan untuk menggantikan pasir sebagai agregat halus. Kuat tekan tertinggi 216 kg/cm2 didapat  pada rasio semen dan agregat halus 1: 3 dengan substitusi sedimen 50% dan produk dapat diklasifikasikan sebagai paving block kelas B atau bata kelas I. Melalui uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP), ditemukan bahwa zat logam dalam lumpur terikat dengan benar dalam matriks padat dan mencegah logam berpindah ke lingkungan. Dari penelitian ini, didapatkan bahwa pemanfaatan lumpur sungai dengan pemadatan berpotensi  menghasilkan produk yang bermanfaat dengan dampak minimal terhadap lingkungan. Kata kunci: Lumpur, Agregat halus, Solidifikasi, Kuat tekan, Toxicity Characteristic Leaching Procedure         
Pengendalian Kontaminasi Total Coliform pada Depot Air Minum Isi Ulang dengan Konsep Hazard Analysis Critical Control Point Rinda Andhita Regia; Taufiq Ihsan; Dhita Dwi Tirta
Jurnal Dampak Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.17.1.9-14.2020

Abstract

 Total Coliform as an indicator of food or beverage pollution can cause food-borne diseases. In the food and beverage production process, hygiene and sanitation are part of the Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) is one of the efforts to avoid pollution to the production process. This study aims to control Total Coliform contamination with the HACCP concept carried out in 10 drinking water depot in Pauh Subdistrict, Padang City through direct field observation and laboratory testing using the Most Probable Number (MPN) method. The test point in this study is the raw water contained in the reservoir, the production water that will be sold to consumers and the drinking water will be consumed for 3 days in gallon. The test results showed hygiene and sanitation of drinking water depot and Total Coliform content had a negative and strong relationship (r = -0.750) means that the higher the hygiene and sanitation of drinking water depot, so the lower the Total Coliform content in drinking water. Based on the results of the hazard analysis which is the CCP point are the filter tube, UV light and gallon washing. Therefore, control measures so that the CCP point that exceeds the quality standard can be accepted are controlling the drinking water process and tightening hygiene and sanitation of drinking water depot employees. Keywords: Total Coliform, Drinking Water Depot , HACCP, Pauh Sub-dDistrict, hygiene sanitation  ABSTRAK  Total Coliform sebagai indikator pencemaran makanan atau minuman dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan. Dalam proses produksi makanan dan minuman, kebersihan dan sanitasi yang menjadi bagian dari Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) adalah salah satu upaya untuk menghindari polusi pada proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan kontaminasi Total Coliform dengan konsep HACCP yang dilakukan di 10 depot air minum (DAMIU) di Kecamatan Pauh, Kota Padang melalui observasi lapangan langsung dan pengujian laboratorium menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Titik uji dalam penelitian ini adalah air baku yang terkandung dalam reservoir, air produksi yang akan dijual kepada konsumen dan air minum akan dikonsumsi selama 3 hari dalam galon. Hasil tes menunjukkan kebersihan dan sanitasi depot air minum dan kandungan Total Coliform memiliki hubungan negatif dan kuat (r = -0,750) berarti semakin tinggi kebersihan dan sanitasi DAMIU, sehingga semakin rendah kandungan Total Coliform dalam air minum . Berdasarkan hasil analisis bahaya, yang merupakan titik CCP adalah tabung filter, sinar UV dan pencucian galon. Oleh karena itu, langkah-langkah pengendalian terhadap poin kritis yang menyebabkan tidak tercapainya standar kualitas, adalah dengan mengendalikan proses air minum dan memperketat kebersihan dan sanitasi karyawan DAMIU. Kata kunci: Total Coliform, DAMIU, HACCP, Kecamatan Pauh, sanitasi perorangan         
Kajian Penerapan Sistem Pengelolaan Sampah dengan Pendekatan Metode 3R di Kabupaten Padang Pariaman Rizki Aziz; Taufiq Ihsan; Datin Suhaila
Jurnal Dampak Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.17.1.31-37.2020

Abstract

 This study aims to determine the existing conditions of solid waste management in Padang Pariaman Regency and the problems faced, as well as to assess the potential of implementing a municipal solid waste management system using the reduce-reuse-recycle (3R) method through a 3R based Solid Waste Treatment Plant (3R-SWTP) for region scale and Integrated Solid Waste Treatment Plant (ISWTP) for the city scale as a solution to municipal solid waste problems. This study was conducted through surveys, observations and interviews with solid waste management institutions, collection of secondary solid waste management data and literature studies. From the survey, observation, and interview it was found that the solid waste generation of Padang Pariaman Regency was 1,396 m3/day and only 1,35% of the total solid waste was served. The problem of waste management faced were  the high amount of waste that is not served, the inadequate facilities and infrastructure for operational solid waste handling and the low level of solid waste minimization practices. Through the implementation of the 3R-SWTP and ISWTP-based solid waste management system, it is estimated that it will be able to minimize the city solid waste by 23% by operation of 7 unit of 3R-SWTP and 1 unit of ISWTP within 5 years. Keywords: solid waste management system, 3R method, 3R-SWTS, ISWTP, Padang Pariaman Regency  ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting pengelolaan sampah di Kabupaten Padang Pariamandan permasalahan yang dihadapi, serta mengkaji potensi penerapan sistem pengelolaan sampah kota dengan pendekatan metode reduce-reuse-recycle (3R) melalui sistem pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah (TPS3R)untuk skala kawasan dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk skala kota sebagai solusi permasalahan sampah kota kedepan. Studi ini dilakukan melalui survey, observasi dan wawancara dengan lembaga pengelola sampah, pengumpulan data skunder pengelolaan sampah dan studi literatur. Dari survey, observasi, dan wawancara diketahui bahwa timbulan sampah Kabupaten Padang Pariaman sebesar 1.396 m3/hari dan hanya1,35% sampah yang terlayani.Permasalahan pengelolaan sampah yang dihadapi adalah besarnya timbulan sampah yang tidak terlayani, sarana dan prasarana teknis operasional penanganan sampah yang belum memadai serta rendahnya praktik minimisasi sampah. Melalui penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis TPS3R dan TPST diperkirakan akan dapat meminimisasisampah kota sebesar23% dengan operasional 7 buah TPS3R dan 1 buah TPST dalam jangka waktu 5 tahun. Kata Kunci: Sistem pengelolaan sampah, metode 3R, TPS3R, TPST, Kabupaten Padang Pariaman         

Page 1 of 1 | Total Record : 5