cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Dampak
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25975129     EISSN : 18296084     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Dampak merupakan publikasi bidang lingkungan hidup yang bersifat ilmiah, dapat berupa hasil penelitian, aplikasi teknologi tepat guna atau ide penyelesaian terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media lain, atau naskah sedang dalam proses review dan/atau menunggu untuk diterbitkan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
ELEKTROKOAGULASI MONOPOLAR UNTUK MENYISIHKAN ORGANIK DAN MINYAK LEMAK AIR BUANGAN DOMESTIK (GREY WATER) Ansiha Nur; Agus Jatnika
Jurnal Dampak Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.2.81-86.2017

Abstract

Electrocoagulation is an electrochemical technology to treat organic and inorganic wastewater without the use of chemicals so as not to increase the burden of environmental pollution. Electrocoagulation performance is influenced by electrode type, current density and number of electrodes. The purpose of this research is to know the effectiveness of COD and oil grease removal from domestic waste water (grey water) through electrocoagulation process. The experiment was conducted in batch using monopolar electrode configuration, with aluminum electrodes 95,7%. In this research, electric current density 21-104 A/m2, detention time and pH were varied. The optimum condition was obtained at current density of 104 A/m2 for 15 minutes with COD and oil grease removal consecutively are 87.48% and 77.50%. The result of this electrocoagulation process shows COD and oil grease concentration of 15.02 mg/L and 4.20 mg/L are under the standard of Ministry of Environment Decree No. 112 Year 2011 grade 3, to be used for watering plants and flushing the hotel toilet.Keywords: electrocoagulation, aluminum electrode, monopolar, current density, grey waterABSTRAKElektrokoagulasi merupakan teknologi elektrokimia untuk mengolah limbah organik dan anorganik tanpa menggunakanbahan kimia sehingga tidakmenambah bebanpencemaran lingkungan.Kinerja elektrokoagulasi dipengaruhi oleh jenis elektroda,kerapatanarusdan jumlah elektroda.Tujuanpenelitian ini untuk mengetahuiefektifitas penurunan organik (COD) dan minyak lemak dari airbuangan domestik (grey water) melalui proses elektrokoagulasi. Percobaan dilakukan secara batch menggunakan konfigurasi susunan elektroda monopolar, dengan jenis elektrodaberupaplat alumunium 95,7%.Variasi penelitian pada reaktor batch adalah terhadap kerapatan arus listrik21-104 A/m2, waktu detensi dan pH.Kondisi optimum diperoleh pada kerapatan arus 104 A/m2pada menit ke-15 denganpenyisihanCOD dan minyak lemakyaitusebesar 87,48% dan 77,50%. Hasil proses elektrokoagulasiini menunjukkan nilai COD sebesar 15,02 mg/L dan minyak lemak 4,20 mg/Lberada di bawah baku mutu Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2011kelas 3, untuk dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman dan penggelontoran toilet hotel.Kata kunci: elektrokoagulasi, elektroda aluminium, monopolar, kerapatan arus, grey water
Pemanfaatan Titanium Dioxide pada Trotoar untuk Mengurangi Gas Pencemar NOx di Udara Hafizhul Khair; Kania Dewi; Moh Irsyad
Jurnal Dampak Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.13.1.35-43.2016

Abstract

The transportation is one of the largest contributor to air pollution in Indonesia, especially in large cities. Fuel gases from combustion in motor vehicles, such as oxides of nitrogen (NOx) will be emitted to the ambient air. Increasing the concentration of NOx in ambient air can be bad for human health, especially with regard to upper respiratory tract disease. Therefore, the development of methods which are environmentally friendly for controlling air pollution remains to be done. One simple way to reduce air pollution is utilizing a cheap process, namely sunlight and effect of catalyst of TiO2, to control the NO and NO2. This method requires no additional energy in addition to ultraviolet rays coming from the Sun. Paving-coated TiO2 ambient air set out in 6 hours, 12 hours, 18 hours and 24 hours. Nitrate and nitrite ions are formed by photocatalytic on the surface of the paving is dissolved with the aquades which is then measured by ion chromatography. The experimental results showed that the composition of TiO2 200 g/m2 of paving is able to adsorp NOx gas at an average rate of 0.0046 mg/m2/minutes, elevated concentrations of HNO3- along with the duration of exposure. Additional costs for every square meter paving is Rp. 13180. Keywords: Photocatalytic, nitrate ion, nitric ion, nitrogen oxides (NOx), titanium dioxide (TiO2), pavingABSTRAKSektor transportasi merupakan salah satu penyumbang pencemaran udara terbesar di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Gas-gas hasil pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor seperti oksida nitrogen (NOx) akan diemisikan ke udara ambien. Meningkatnya konsentrasi NOx di udara ambien dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia terutama berkaitan dengan penyakit saluran pernafasan bagian atas. Karena itu, pengembangan metode-metode yang ramah lingkungan untuk mengendalikan pencemaran udara harus dilakukan. Salah satu cara sederhana menurunkan pencemaran udara adalah memanfaatkan proses yang murah, yaitu sinar matahari dan efek katalis dari TiO2, untuk mengendalikan NO dan NO2. Metode ini tidak memerlukan energi tambahan selain sinar ultraviolet yang berasal dari matahari. Paving block berlapis TiO2 dipaparkan di udara ambient dalam waktu 6 jam, 12 jam, 18 jam dan 24 jam. Ion nitrat dan nitrit yang terbentuk akibat proses fotokatalitik di permukaan paving dilarutkan dengan aquades yang kemudian diukur dengan ion chromatografi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan tambahan TiO2 sebanyak 200 gram untuk setiap meter persegi paving mampu mengadsorpsi gas NOx dengan laju adsorpsi rata-rata sebesar 0,0046 mg/m2/menit, peningkatan konsentrasi HNO3- seiring dengan lamanya proses pemaparan di lapangan. Biaya tambahan untuk setiap meter persegi paving block yaitu Rp. 13180.Kata kunci: fotokatalitik, ion nitrat, ion nitrit, oksida nitrogen (NOx), titanium dioksida (TiO2), paving block
Pengembangan Pengelolaan Sampah Perkotaan dengan Pola Pemanfaatan Sampah Berbasis Masyarakat Slamet Raharjo; Taufiq Ihsan; Sri Rahmiwati Yuned
Jurnal Dampak Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.13.1.10-25.2016

Abstract

Bukittinggi generates around 471,01 m3/day of municipal solid waste (MSW), in which only 55,7 % is managed by the local government. As many other cities, Bukttinggi is facing a problem of implementing recycling practice. Meanwhile, there are abundant of waste from coming from districts around the border area. Such problems result in a high generation of waste that must be transfered to landfill. In order to reduce the waste generation, Bukittinggi needs a 20 years-planning of MSW development which is based on recycling management (2016-2030). It includes technical aspect and non technical aspect. The purpose of this study is to increase service coverage by developing community-based recycling facilities (TPS 3R). Developing area is divided into 3 zones. The level of service in zone 1 is increased to 100% by practicing waste reduction management in TPS 3R.. 3R target is set at 20 % of total waste generation at the end of the planning year with management system such as takakura composting, rotary klin composting and dry garbage bank. Planning with community-based waste recycling will decrease the amount of waste management facilities.Keywords: Waste Management, Bukittinggi, technical aspect, non technical aspect, 3RAbstrakKota Bukittinggi dengan timbulan sampah 471,01 m3/hari dan hanya terlayani 55,7% dari total sampah. Permasalahan persampaan yang ada di Kota ini yaitu masih rendahnya praktek pemanfaatan sampah, selain itu adanya sampah kiriman dari kabupaten tetangga yang menyebabkan jumlah timbulan sampah meningkat, sementara Kota Bukittinggi tidak memiliki TPA sendiri. Untuk itu diperlukan perencanaan pengembangan pengelolaan sampah Kota Bukittinggi selama 20 tahun perencanaan (2016-2035) meliputi aspek teknis dengan pola pemanfaatan sampah. Pengelolaan persampahan yang direncanakan yaitu meningkatkan daerah pelayanan dengan dibagi menjadi 3 zona yaitu zona I, II dan III berdasarkan kawasan strategis kota dan tingkat pelayanan menjadi 100% pada zona prioritas (Zona I) dengan melakukan reduksi sampah melalui pengolahan di TPS 3R berdasarkan target 3R, 20% di akhir tahun perencanaan dengan sistem pengolahan berupa pengomposan dengan sistem takakura susun dan rotary kiln serta bank sampah untuk sampah kering yang bisa didaur ulang. Berdasarkan analisis perbandingan, adanya pengolahan sampah dapat mengurangi jumlah sarana prasarana pengelolaan sampah.Kata kunci: Pengelolaan, Bukittinggi, Aspek Teknis dan Non Teknis, 3R
PENGEMBANGAN PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN DENGAN POLA PEMANFAATAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN TANAH DATAR Slamet Raharjo; Taufiq Ihsan; Tiara Wahyuni
Jurnal Dampak Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.13.2.76-88.2016

Abstract

There was a lack attention regarding municipal solid waste management in Tanah Datar Regency, West Sumatera. Current condition shows that the achievement of waste management services is only 3.71% of the total waste generation, with a generation unit of 3.646 l /cap / day. Questionnaires results suggest that the limited facilities, infrastructures and community participations result in low achievement of the waste management service. Developing solid waste management in Tanah Datar Regency for 20 years would become a solution for this case. This program is divided in three stages: Stage I (2016-2020), Stage II (2021-2025) and Stage III (2026-2035 ). Planning program covers development of service levels, technical and non technical aspects of solid waste. There are five zones for area development, Zone A, B, C, D and E. Community participation can be developed by applying community-based TPS 3R through Solid Waste Bank (SWB) system. Solid waste handling includes composting using Takakura Method and Rotary Kiln, and recycling for dry waste. Achievement of recycling in Zone A would reach 20% in the end of design period since Zone A is priority. This application aims to minimize the amount of waste entering the municipal landfill and extend its lifetime. Keyword: Solid waste Management, Technical Aspects, Non-Technical Aspects, 3R, Tanah DatarAbstrakMasalah persampahan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat belum mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya praktik pemanfaatan sampah dan tingkat pelayanan yaitu 3,71% dengan satuan timbulan 3,646 l/orang/hari. Berdasarkan pengolahan data hasil kuisioner, dapat disimpulkan bahwa minimnya jumlah sarana dan prasarana serta partisipasi masyarakat juga menjadi faktor yang menyebabkan sampah belum dapat ditangani dengan baik. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan melakukan studi pengembangan pengelolaan sampah di Kabupaten Tanah Datar selama 20 tahun yang dibagi atas tiga tahap yaitu Tahap I (2016-2020), Tahap II (2021-2025) dan Tahap III (2026-2035) Perencanaan meliputi pengembangan tingkat pelayanan serta aspek teknis dan non teknis persampahan. Perencanaan daerah pelayanan dibagi atas lima zona yaitu Zona A, B, C, D dan E. Peningkatan partisipasi masyarakat dapat dilakukan dengan pembangunan TPS 3R yang berbasis masyarakat dengan sistem Bank Sampah. Pengolahan yang dilakukan berupa pengomposan untuk sampah basah dengan metode Takakura Susun dan Rotary Kiln serta daur ulang untuk sampah kering. Penerapan daur ulang di Zona A direncanakan mencapai target 20% di akhir periode desain karena Zona A merupakan zona prioritas. Penerapan daur ulang ini bertujuan untuk meminimalisir jumlah sampah yang masuk ke TPA dan memperpanjang umur pakai TPA.Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Aspek Teknis, Aspek Non Teknis, 3R, Tanah Datar
Analisis Sebaran Karbon Monoksida dari Sumber Transportasi dari Jalan Sisingamangaraja dengan Metode Finite Length Line Source Berbasis Sistem Informasi Geografis Deni Gusrianti; Ahmad Perwira Mulia Tarigan; Suryati
Dampak Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.1.41-51.2017

Abstract

Purpose of this study is to determine the distribution pattern of carbon monoxide (CO) from Singamangaraja street by using Finite Length Line Source (FLLS) method and map to the distribution with GIS aplication. Based on the results of observations of traffic volume on the Singamangaraja street is 7.591 units/hour (morning) and 7.433 units/hour (noon). The amount emission rate is 49.171.7 ?g/m.s in the morning and 46.943.1 ?g /m.s in the noon. According to calculations FLLS the highest CO concentration is at roadside (20.340 ?g/Nm3 in the morning and 18.340 ?g/Nm3 in the noon). Based on direct measurement of the concentration of a maximum of 18.323 ?g /Nm3 in the morning and 17.177 ?g /Nm3 at noon. Spatial analysis with Geographic Information System generate distribution impact area of the source was Harjosari 2 district. Comparison between modeling and field survey using wilmotts index method had d=0,69-0,84, R=0,93-0,96, dan NMSE=0,02-0,04. Statistic validation had 16,5%-17% accuracy and still in range of Gaussian criteria (10%- 20%).Keyword: CO, finite length line source, SIG, transportationAbstrak-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran karbon monoksida (CO)dari Jalan Sisingamangarajadengan metode Finite Length Line Source (FLLS) dan memetakan sebaran dengan aplikasi SIG. Berdasarkan hasil pengamatan volume lalu lintas,total jumlah kendaraan adalah 7.591 unit/jam (pagi) dan 7.433 unit/jam (siang). Jumlah kendaraan tersebut menyumbangkan laju emisi sebesar 49.171,7 ?g/m.s pada pagi hari dan pada siang hari sebesar 46.943,1 ?g/m.s. Bedasarkan perhitungan dengan FLLS konsentrasi CO paling tinggi adalah pada tepi jalan (roadside) yaitu sebesar 20.340 ?g/Nm3 pada pagi hari dan 18.340 ?g/Nm3 pada siang hari. Analisa spasial dengan Sistem Informasi Geografis menghasilkan wilayah sebaran dampak dari sumber tersebut adalah Kelurahan Harjosari 2. Perbandingan hasil pemodelan dan hasil pengukuran di lapangan dengan wilmotts index menghasilkan nilai d=0,69-0,84, R=0,93-0,96, dan NMSE=0,02-0,04. Hasil validasi memiliki keakuratan 16,5%-17%.Kisaran ini masih dalam kriteria pemodelan Gaussian (10%- 20%).Keyword: CO, finite length line source, SIG, transportasi
STUDI KONSENTRASI CO AKIBAT KENDARAAN BERMOTOR DI KAWASAN PASAR TRADISIONAL KOTA PADANG Vera Surtia Bachtiar; Vivin Alfirna
Jurnal Dampak Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.2.113-121.2017

Abstract

The traditional market area in Padang City is an area with a fairly high transportation activity of motor vehicles. The aims of this study is to determine the air quality for CO parameter due to motor vehicles in Padang City. The measurement of CO concentration was conducted in the traditional markets in Padang City which were located near the highway, namely Bandar Bandar Market, Pasar Raya Padang Market and Lubuk Buaya Market to see the effect of motor vehicle on transportation activity. CO measurements were carried out using CO meters for one hour during peak hours (07.00-08.00, except for Pasar Raya Market, conducted at 16.00-17.00) and off-peak hours (10.00-11.00 wib). CO concentrations during peak hours range between 5.92 and 11.67 ppm, while in the off-peak hours between 4.58 and 9.25 ppm. The outside of the traditional market (8.50-11.67 ppm) which is located on the edge of the highway, has a higher CO concentration than the inside (4.58-5.92 ppm). The measured CO concentrations in each location are below the national air quality standards. It means, the presence of traffic flow in the traditional market area in Padang City affects air quality on the edge of the highway, but not so affect the air quality in the inside area in the traditional market.Keywords: Transportation, Motor Vehicle, CO Concentration, Traditional Market.ABSTRAKKawasan pasar tradisional Kota Padang merupakan kawasan dengan aktivitas transportasi kendaraan bermotor yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas udara untuk parameter CO akibat kendaraan bermotor di Kota Padang. Pengukuran konsentrasi CO dilakukan di pasar tradisional di Kota Padang yang berada dekat jalan raya, yaitu Pasar Bandar Buat, Pasar Raya Padang dan Pasar Lubuk Buaya untuk melihat pengaruhnya dari aktivitas transportasi kendaraan bermotor. Pengukuran CO dilakukan menggunakan CO meter selama satu jam pada jam sibuk (07.00-08.00 wib, kecuali untuk Pasar raya Padang, dilakukan pukul 16.00-17.00 wib) dan jam senggang (10.00-11.00 wib). Konsentrasi CO saat jam sibuk berkisar 5,92–11,67 ppm, sedangkan pada jam senggang sebesar 4,58 – 9,25 ppm. Bagian luar pasar tradisional (8,50–11,67 ppm) memiliki konsentrasi CO lebih tinggi dari pada bagian dalamnya (4,58-5,92 ppm). Konsentrasi CO terukur di setiap lokasi masih berada di bawah baku mutu. Artinya, adanya arus lalu lintas di kawasan pasar tradisional di Kota Padang mempengaruhi kualitas udara pada pinggir jalan raya, tetapi tidak begitu mempengaruhi kualitas udara di kawasan dalam pasar tradisonal tersebut.Kata kunci: Transportasi, Kendaraan Bermotor, Konsentrasi CO, Pasar tradisional.
Studi Kemampuan Perlit sebagai Adsorben untuk Menyisihkan Besi Primasari, Budhi; Gustilisa, Rosa
Jurnal Dampak Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.13.1.44-50.2016

Abstract

West Sumetera pearlite can be utilized as an alternative adsorbent to remove metal from groundwater. Aim of this research is to investigate the capability of pearlite to remove ferrous (Fe) and manganese (Mn). Experiment was conducted using artificial solution. A column od 2.54 cm was filled with expamded pearlite. Diameter of pearlite is (0,180-0,150) mm and flow rate1 gpm/ft2. Depth of pearlite in the column was 85 cm, and weight was 160 gr. Sample was taken at 8 sampling points of ground water to determine range of Fe and Mn concentration in artificial solution. Range of Fe concentration is 1-10 mg/l, and range of Mn concentration is 0,1-2 mg/l. Experiment shows that adsorption capacity of pearlite is (4,01 x 10-6 1,84 x 10-5) mg Fe/mg perlit in Fe only solution. While adsorption capacity of pearlite is (4,01 x 10-6 1,84 x 10-5) mg Fe/mg perlit in Fe only solution. While in the Fe-Mn mixture artificial solution, adsorption capacity of pearlite is 1,36 x 10-5 to 1,44 x 10-5 mg Fe/mg perlit.Keywords: perlite, adsorbent, Fe, Mn, adsorption capacityABSTRAKPerlit yang ada di daerah Sumatera Barat dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif adsorben untuk menyisihkan logam-logam yang terkandung dalam air tanah. Pada penelitian ini ingin diketahui kemampuan perlit sebagai adsorben dalam menyisihkan logam besi dan mangan. Percobaan dilakukan dengan menggunakan larutan artifisial. Pada percobaan ini digunakan perlit dengan diameter (0,180-0,150) mm, kecepatan alir 1 gpm/ft2. Perlite dimasukkan ke dalam kolom berdiameter 2.54 cm, dengan kedalaman perlit 85 cm dan jumlah perlit yang dibutuhkan untuk mengisi kolom adalah 160 gram. Sampling air sumur pada 8 titik sampling dilakukan untuk menentukan rentang konsentrasi Fe, dan Mn. . Rentang yang ditetapkan untuk konsentrasi Fe adalah (1-10) mg/l, rentang konsentrasi Mn adalah ( 0,1-2) mg/l dan rentang konsentrasi kesadahan adalah (200-400) mg/l. Pada percobaan dengan larutan artifisial yang mengandung konsentrasi Fe saja didapatkan kapasitas adsorpsi berkisar (4,01 x 10-6 1,84 x 10-5) mg Fe/mg perlit. Pada percobaan larutan artifisial yang mengandung Fe dan Mn didapatkan kapasitas adsorpsi berkisar (1,36 x 10-5 - 1,44 x 10-5) mg Fe/mg perlit. Kata kunci: perlit, adsorben, Fe, Mn, kesadahan, kapasitas adsorpsi
Pengaruh Aerasi Bertingkat dengan Kombinasi Saringan Pasir, Karbon Aktif, dan Zeolit dalam Menyisihkan Parameter Fe dan Mn dari Air Tanah di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Abdul Hafidz Nainggolan; Ahmad Perwira Mulia Tarigan; Hafizhul Khair
Jurnal Dampak Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.1.1-12.2017

Abstract

Groundwater if allowed to form a yellow precipitate indicates that contains high levels of Fe and Mn are high, so we need a method that is good in quality and economical way to improve the quality of groundwater. Experimental research that aims to determine the effect of aeration is terraced with a combination of sand, activated carbon and zeolite filter. Examination of the samples is done continuous sampling every 1 hour within 5 hours of the treatment 1 (aeration 2 levels followed by a sand, activated carbon, and zeolite filter), the treatment 2 (aeration 2 levels with a combination of zeolite followed by a sand, activated carbon, and zeolite filter), and the treatment 3 (sand, activated carbon, and zeolite filter). The best decreased levels of Fe is to use the treatment 1 with an efficiency decrease of 47,22 %. Whereas decreased levels of Mn best is on each treatment with the efficiency of a decrease of 100 %. Statistical analysis showed that there are differences in the levels of Fe in the tool 1, tool 2 and the tool 3 p (0.028 < 0.05). There is no difference in the levels of Mn on treatment 1, treatment 2, and treatment 3 p (0146 > 0.05).Keywords : Groundwater, Fe, Mn, Multilevel aeration, Sand activated carbon zeolite filterAbstrakAir tanah yang jika dibiarkan membentuk endapan kuning menunjukkan bahwa masih mengandung kadar Fe dan Mn yang tinggi, sehingga diperlukan suatu metode yang baik dalam kualitas dan ekonomis untuk meningkatkan kualitas air tanah. Penelitian yang bersifat eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aerasi bertingkat dengan kombinasi saringan pasir, karbon aktif dan zeolit. Pemeriksaan sampel dilakukan secara continuous sampling setiap 1 jam sekali dalam 5 jam pada alat 1 (aerasi 2 tingkat dilanjutkan dengan saringan pasir, karbon aktif, dan zeolit), alat 2 (aerasi 2 tingkat dengan kombinasi zeolit dilanjutkan dengan saringan pasir, karbon aktif, dan zeolit), dan alat 3 (saringan pasir, karbon aktif, dan zeolit). Penurunan kadar Fe yang tertinggi ialah menggunakan alat 1 dengan efisiensi penurunan sebesar 47,22 %. Sedangkan penurunan kadar Mn yang terdapat pada setiap alat dengan efisiensi penurunan sebesar 100 %. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan konsentrasi Fe pada alat 1, alat 2 dan alat 3 p (0.028 < 0.05). Tidak ada perbedaan konsentrasi Mn pada alat 1, alat 2 dan alat 3 p (0.146 > 0.05). Kata Kunci: Aerasi Bertingkat, Air Tanah, Fe, Mn, Saringan Pasir Karbon Aktif Zeolit
PERANCANGAN SISTEM PLAMBING AIR BERSIH GEDUNG FAVE HOTEL PADANG Puti Sri Komala; Suarni S Abuzar; Zikra Zikra
Jurnal Dampak Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.13.2.89-99.2016

Abstract

Fave Hotel Padang is a residential occupancy which has six floors. According to Indonesian National Standard (SNI) No.03-7065-200, the building which has more than 500 inhabitants or more than 1.500 visitors, should prepare plumbing system design. In this paper, plumbing water supply and fire protection system were designed. The water is supplied by deep well of 19,012 m3/hour. The water supply system used roof tank system with combination of down feed and booster system. Water sorage used ground- and roof tank, with the capacity 136 m3 and 15 m3respectively. Booster pump fulfilled the critical head at 3rd floor up to 6th floor. The hot water supply used central instalation by down feed combined with booster pump. The fire protection system according to the fire hazzard category II used hydrant and sprinkler system by wet-automatic standpipe. The distribution pipe for clean water is PVC type (1/2 4) inch, for hot water is Black Steel (3/4 1) inch and for hydrant and sprinkler is Black Steel (1 6) inch.Keyword: Indonesian National Standard No. 03-7065-2005, Fave Hotel Building, down feed and booster systems, hot water circulation system, hydrants and sprinkler systemsABSTRAKFave Hotel Padang merupakan gedung yang termasuk hunian kumpulan yang terdiri dari enam lantai. Berdasarkan SNI 03-7065-2005, gedung yang mempunyai jumlah penghuni lebih dari 500 orang atau jumlah pengunjung lebih dari 1.500 orang harus mempunyai perancangan sistem plambing. Dalam makalah ini akan direncanakan sistem plambing air bersih dan pencegah kebakaran Fave Hotel. Sumber air bersih disuplai dari sumur bor sebesar 19,012 m3/jam. Sistem penyediaan air bersih menggunakan sistem tangki atap dengan kombinasi aliran gravitasi dan pompa booster. Tangki penyediaan air bersih yang digunakan adalah tangki bawah dan tangki atas dengan kapasitas masing-masing 136 m3 dan 15 m3.Pompa booster memenuhi tekanan kritis pada lantai 3 sampai dengan lantai 6 dengan head 10,26 m. Sistem penyediaan air panas menggunakan sistem instalsi sentral dengan aliran ke bawah dikombinasikan dengan pompa booster. Sistem pencegahan kebakaran kategori kelas II menggunakan sistem hidran dan sprinkler dengan pipa tegak tipe basah-otomatik. Pipa distribusi air bersih yang digunakan pipa PVC (1/2 4) inci, pipa distribusi air panas Black Steel (3/4 1) inci dan pipa hidran dan sprinkler Black Steel (1 6) inci.Kata Kunci : SNI 03-7065-2005, Gedung Fave Hotel, Sistem gravitasi dan booster, sistem sirkulasi air panas, sistem hidran dan sprinkler
Pengaruh Komposisi Bahan Baku Kompos (Sampah Organik Pasar, Ampas Tahu, dan Rumen Sapi) terhadap Kualitas dan Kuantitas Kompos Yommi Dewilda; Firsti Listya Darfyolanda
Jurnal Dampak Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.1.52-61.2017

Abstract

This research combines market waste (SP), Soybeanwaste and the cow's rumen (RS) as raw material for composting. Composter consists of eight variations, variations 1 (60% SP; 40% AT; 0% RS), variation of 2 (60% SP; 20% AT; 20% RS), variation 3 (50% SP; 30% AT; 20 % RS), variations in 4 (40% SP; 40% AT; 20% RS), variations in 5 (70% SP; 10% AT; 20% S), variations in 6 (60% SP; 30% AT; 10% RS ), variations in 7 (50% SP; 40% AT; 10% RS), variations of 8 (60% SP; 20% AT; 20% RS; EM4). This study aimed to analyze the effect of variations composition of the compost raw materials in order to obtain a variation of the most optimum for composting. The methods used are composting semiaerob. The observation of the maturity of the compost to the parameters of temperature, pH and color meets the standards of SNI 19-7030-2004 with composting 16-33 days old. The results of the analysis of all variations of the water content of the compost quality, C-organic, nitrogen, C / N ratio, phosfor, and potassium, has met the standard of SNI 19-7030-2004. Of the total raw material compost as much as 3 liters, obtained quantity of solid compost and liquid compost from 0.45 to 0.87 liters of 0.45 to 1.2 liters. Based on the scoring result of the maturity, quality, and quantity of compost, obtained the best variation is a variation 5.Keywords : Soybean waste,kompos quality and quantity, cow's rumen, market wasteAbstrak-Penelitian ini mengkombinasikan sampah pasar (SP), ampas tahu (AT) dan rumen sapi (RS) sebagai bahan baku pengomposan. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi bahan baku kompos sehingga diperoleh variasi yang optimum untuk proses pengomposan. Komposter terdiri dari 8 variasi yaitu variasi 1(60% SP; 40% AT; 0% RS), variasi 2 (60% SP; 20% AT; 20% RS), variasi 3 (50% SP; 30% AT; 20% RS), variasi 4 (40% SP; 40% AT; 20% RS), variasi 5 (70% SP; 10% AT; 20% S), variasi 6 (60% SP; 30% AT; 10% RS), variasi 7(50% SP; 40% AT; 10% RS), variasi 8 (60% SP; 20% AT; 20% RS; EM4). Metoda yang digunakan adalah pengomposan semiaerob. Hasil pengamatan terhadap kematangan kompos untuk parameter temperatur, pH, warna telah memenuhi standar SNI 19-7030-2004 dengan lama pengomposan 16-33 hari. Hasil analisis semua variasi kualitas kompos yaitu kadar air, C-organik, nitrogen, rasio C/N, phosfor, dan kalium, telah memenuhi standar SNI 19-7030-2004. Dari total bahan baku kompos sebanyak 3 liter, didapatkan kuantitas hasil kompos padat 0,45-0,87 liter dan kompos cair 0,45-1,2 liter. Berdasarkan hasil skoring terhadap kematangan, kualitas, dan kuantitas kompos, didapatkan variasi terbaik adalah variasi 5 (70% SP; 10% AT; 20% RS).Kata Kunci : Ampas tahu, kualitas kompos, kuantitas kompos, rumen sapi, sampah pasar

Page 7 of 20 | Total Record : 195