cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Dampak
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25975129     EISSN : 18296084     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Dampak merupakan publikasi bidang lingkungan hidup yang bersifat ilmiah, dapat berupa hasil penelitian, aplikasi teknologi tepat guna atau ide penyelesaian terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media lain, atau naskah sedang dalam proses review dan/atau menunggu untuk diterbitkan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
PENGOLAHAN KANDUNGAN COD LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT OLEH TYPHA LATIFOLIA DENGAN METODE FITOREMEDIASI Shinta Elystia
Jurnal Dampak Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.11.2.88-95.2014

Abstract

Limbah cair pabrik kelapa sawit meskipun sudah diolah, limbah yang dibuang ke sungai masih belum memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Untuk itu diperlukan alternatif pengolahan secara alami dengan metode fitoremediasi yang memanfaatkan tanaman Typa Latifolia. Fitoremediasi merupakan salah satuteknologi yang secara biologi yang memanfaatkan tumbuhan atau mikroorganisme yang dapatberasosiasi untuk mengurangi polutan lingkunganbaik pada air, tanah dan udara yang diakibatkanoleh logam atau bahan organik. Penelitian bertujuan untuk melihat kemampuan sistem fitoremediasi dengan tanaman Typa Latifolia dalam mengolah kandungan COD dengan variasi kerapatan tanaman, kadar limbah, dan waktu tinggal. Pada penelitian ini digunakan bak plastik ukuran 50cm x 36cm x 31cm, media tanah dengan ketebalan 10cm, media pasir ketebalan 5cm, dan media kerikil setebal 5cm dengan variasi kerapatan tanaman Typha latifolia (0,5g/cm2; 0,75g/cm2; dan 1g/cm2), variasi kadar limbah cair kelapa sawit (20%; 60%; dan 100%), dan variasi waktu tinggal (5 hari dan 9 hari). Parameter yang dianalisis adalah COD, dengan konsentrasi sebelum pengolahan sebesar 2820-3980 mg/l, sedangkan setelah diolah konsentrasinya turun menjadi 720-2720 mg/l pada hari ke 5 dan 80-2340 mg/l pada hari ke 9. Hasil ini menunjukkan bahwa metode fitoremediasi menggunakan Typha latifolia mampu menyisihkan konsentrasi COD limbah cair pabrik kelapa sawit. Secara umum, variasi kerapatan tanaman, kadar limbah, dan waktu tinggal memberikan pengaruh yang signifikan untuk penurunan COD. Kerapatan tanaman 1 g/cm2, kadar limbah 20%, dan waktu tinggal 9 hari memberikan efisiensi tertinggi untuk masing-masing parameter pencemar. Secara keseluruhan efisiensi penyisihan BOD, COD, dan TSS yang diperoleh pada penelitian ini pada hari ke 5 berkisar antara 31,66-74,65% dan pada hari ke 9 berkisar antara 41,21-97,18%.Kata Kunci: Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit, Fitoremediasi, Typha latifolia, Kerapatan Tanaman, Kadar Limbah
KARAKTERISTIK FISIK SAMPAH KOTA PADANG BERDASARKAN SUMBER SAMPAH DAN MUSIM Yenni Ruslinda
Jurnal Dampak Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.11.1.1-8.2014

Abstract

Pada penelitian ini dianalisis karakteristik fisik sampah kota Padang dari berbagai sumber sampah meliputi sampah domestik, komersil, institusi, industri dan pelayanan kota pada musim kemarau dan musim hujan. Karakteristik fisik yang dianalisis adalah berat jenis dan distribusi ukuran sampah. Pengukuran berat jenis sampah didasarkan pada perbandingan timbulan sampah dalam satuan berat dan satuan volume, sedangkan pengukuran distribusi ukuran sampah didasarkan pada analisis ayakan. Hasil penelitian berat jenis sampah dari berbagai sumber sampah berkisar antara 0,08-0,77 kg/liter dan untuk sampah Kota Padang adalah 0,18 kg/liter. Distribusi ukuran sampah Kota Padang terdiri dari 19,7% berukuran kecil dari 1 inchi; 28,3% berukuran antara 1 inchi-3 inchi dan sebanyak 52% berukuran besar dari 3 inchi, sehingga untuk pengolahan dengan pengomposan dibutuhkan pra pengolahan berupa size reduction, kecuali untuk sampah komersil.Kata kunci: berat jenis sampah, distribusi ukuran sampah, karakteristik fisik sampah, sumber sampah
EVALUASI DIMENSI UNIT ISTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK RUMAH SAKIT dr. ERNALDI BAHAR KOTA PALEMBANG Yenni Sofyan Mora
Jurnal Dampak Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.12.2.127-136.2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa karakteristik air limbah domestik serta mengevaluasi kriteria teknis bangunan unit pengolahan air limbah domestik yang ada di RS ERBA apakah sudah memenuhi standar. Dilakukan di wilayah Rumah Sakit dr. Ernaldi bahar yang berlokasi di Jalan Tembus Terminal Km 12 No 2 RT 20 RW 04 Kecamatan Alang-Alang Lebar Kota Palembang dari bulan November 2014 - Maret 2015. Metode Peneliti melaksanakan penelitian pada air limbah domestik, bangunan IPAL domestik dan tangki septik ruang rawat inap menggunakan metode observasional, Metode komparatif (perbandingan) mengacu pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : Kep-58/MENLH/12/1995 dan Kriteria Desain bangunan unit pengolahan air limbah berdasarkan pada Kriteria Teknis Prasarana & Sarana Pengolahan Air Limbah PU. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas effluen limbah cair IPAL domestik rumah sakit telah memenuhi standar baku mutu limbah cair yang dikeluarkan oleh KepMen LH No.Kep-58/MENLH/12/1995 kecuali untuk parameter amoniak (NH3N) tinggi. debit air limbah melebihi kapasitas tampung pada IPAL domestik dan tangki septik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi perencaaan teknis dimensi pada bangunan bak kontrol, IPAL STP Biotech dan Tangki Septik.Kata kunci : Air limbah, Evaluasi IPAL Domestik, Tangki Septik
HUBUNGAN ANTARA BAHAYA FISIK LINGKUNGAN KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN TINGKAT KELELAHAN PADA PEKERJA DI DIVISI STAMPING PT. X INDONESIA Taufiq Ihsan; Indah Rachmatiah Siti Salami
Jurnal Dampak Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.12.1.10-16.2015

Abstract

Berbagai masalah kesehatan telah diketahui dari bahaya fisik lingkungan kerja dan beban kerja. PT. X sebagai industri besar dunia dalam perakitan mobil termasuk di Indonesia, masih menggunakan aktivitas fisik dalam melaksanakan produksinya, khususnya di kawasan pabrik. Tuntutan produktivitas dan permintaan pasar yang tinggi, PT.X ikut meningkatkan beban kerja pada karyawannya. Selain itu juga mengembangkan penggunaan teknologi yang berpotensi munculnya bahaya fisik seperti kebisingan dan panas di lingkungan kerja. Hal ini berpotensi besar mempengaruhi terjadinya kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan tingkat kelelahan pekerja dengan bahaya fisik di lingkungan kerja dan beban kerja di Divisi Stamping. Pengukuran kelelahan kerja dilakukan dengan menggunakan alat ukur waktu reaksi (reaction timer) dan alat ukur denyut nadi. Pengukuran dilakukan pada responden pekerja selama dua minggu berturut-turut. Berdasarkan hasil pengukuran rerata waktu reaksi untuk pekerja adalah 296,28 36,06 milidetik dan pengukuran denyut nadi rata-rata pekerja adalah 76,7 3,03 kali per menit. Hasil analisis statistik diperoleh adanya hubungan antara kelelahan kerja dengan bahaya fisik lingkungan kerja (p=0,000) dan adanya hubungan antara kelelahan kerja dengan beban kerja (p=0,000) di Divisi Stamping PT.XKata kunci: PT. X, lingkungan kerja, temperatur, kebisingan, kelelahan kerja
STUDI REGENERASI ADSORBEN KULIT JAGUNG (Zea mays L.) DALAM MENYISIHKAN LOGAM BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) DARI AIR TANAH Shinta Indah
Jurnal Dampak Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.11.1.48-58.2014

Abstract

Limbah kulit jagung terbukti dapat digunakan sebagai adsorben dalam penyisihan logam Fe dan Mn dalam air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemungkinan regenerasi kulit jagung dengan menggunakan agen desorpsi HCl 0,1 M, NaOH 0,1 M, dan akuades, berturut-turut sebagai agen asam, basa, dan netral. Proses adsorpsi-desorpsi dilakukan secara batch selama satu jam dengan dua kali reuse adsorben. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara berturut-turut persentase desorpsi Fe dan Mn dengan menggunakan HCl 0,1 M > NaOH 0,1 M > akuades. Kapasitas adsorpsi Fe dan Mn terbesar diperoleh dari kulit jagung yang telah didesorpsi dengan akuades yaitu 0,329 mg Fe/g g dan 0,246 mg Fe/g dan 0,094 mg Mn/g dan 0,096 mg Mn/g, masing-masing pada reuse I dan reuse II. Pada percobaan menggunakan air tanah asli dengan agen desorpsi akuades, diperoleh kapasitas adsorpsi Fe dan Mn dari air tanah asli adalah sebesar 0,433 mg Fe/g dan 0,430 mg Fe/g dan 0,044 mg Mn/g dan 0,043 mg Mn/g, berturut-turut pada reuse I dan reuse II. Penelitian menunjukkan bahwa akuades merupakan agen terbaik untuk regenerasi kulit jagung yang telah digunakan dalam penyisihan logam Fe dan Mn, ditinjau dari kapasitas adsorpsi yang dihasilkannya.Kata kunci: adsorpsi, kulit jagung, Fe, Mn, regenerasi
POLUSI UDARA DALAM RUMAH SEKITAR JALAN RAYA: INTRUSI NO2 DARI TRANSPORTASI DAN GANGGUAN PERNAPASAN PADA PENGHUNI RUMAH Rizki Andre Handika
Jurnal Dampak Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.10.2.119-132.2013

Abstract

Urbanisasi telah menyebabkan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor sehingga diperkirakan efekpencemaran udara meluas mempengaruhi kualitas udara dalam rumah. Iklim Indonesia yang tropis turutmemperparah keadaan tersebut, khususnya rumah-rumah di sekitar jalan utama. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui hubungan transportasi di jalan raya terhadap paparan NO2, sekaligus insidensi gangguanpernapasan pada 50 rumah sampel di Kawasan Karees, Bandung. Pengumpulan data menggunakan metodepengukuran NO2 secara pasif dan wawancara. Diketahui dapur memiliki konsentrasi tertinggi dengan rerata45,82 ?g/m3 (27,57 103,46), kemudian ruang tamu 35,73 ?g/m3 (21,03 70,36), ruang keluarga 34,00 ?g/m3(SD 7,092), serta kamar tidur yang rerata konsentrasinya 29,76 ?g/m3 (SD 7,548). Adapun sumber paling utamapenyebab terpaparnya NO2 di ruang tamu berasal dari luar rumah (r = 0,559). Ruang keluarga bersumber daribeberapa ruangan (r = 0,647) dengan yang paling potensialnya ruang tamu. Sedangkan kamar tidur bersumberdari ruang keluarga (r = 0,700,), kemudian dapur berasal dari aktivitas memasak yang berlangsung. Hubunganinsidensi gangguan pernapasan terhadap NO2 dalam rumah dilakukan melalui pendekatan yang menggunakansudut pandang insidensi pada ibu/pembantu rumah. Hasil yang diperoleh adalah bahwa insidensi memilikihubungan yang cukup kuat terhadap variabel asmatik (OR = 10,43) dan keberadaan di dalam rumah (OR =6,32). Dengan ANOVA one ways diketahui, untuk ruang tamu dan ruang keluarga rumah penderita asma,konsentrasi NO2 pada rumah penderita yang sering kambuh berpengaruh dibandingkan rumah yang jarangkambuh.Kata Kunci: kendaraan bermotor, konsentrasi NO2, sekitar jalan raya, intrusi ke dalam rumah.
KEANEKARAGAMAN SPESIES LALAT (DIPTERA) DAN BAKTERI PADA TUBUH LALAT DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH (TPA) DAN PASAR Yunita Panca Putri
Jurnal Dampak Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.12.2.79-89.2015

Abstract

Lalat adalah jenis Arthropoda yang termasuk ke dalam ordo Diptera. Sebagai vektor mekanis lalat membawa bibit-bibit penyakit melalui anggota tubuh seperti rambut-rambut pada kaki, badan, sayap dan mulutnya. Beberapa penyakit yang dapat ditularkan melalui makanan oleh lalat ini adalah disentri, kholera, typhoid, diare dan gatal-gatal pada kulit. berbagai macam bakteri terutama bakteri enterik seperti disentri basiler (Shigella), kolera, typhoid, paratyphoid (Salmonella),anthrax dan berbagai macam kokus. (Suraini, 2011). Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Mei 2015. Lokasi pengambilan sampel lalat di Pasar Induk Jakabaring Palembang dan TPA Sukawinatan Palembang. Di Pasar diperoleh 5 spesies lalat, yaitu Musca domestica, Chrysomia megacephala, Lucilia sp, Sarcophaga sp dan Fannia sp. Di TPA diperoleh 4 spesies lalat, yaitu Musca domestica, Chrysomia megacephala, Lucilia sp, dan Fannia sp. Dari isolasi bakteri dari permukaan luar tubuh lalat di Pasar diperoleh bakteri dari genus Proteus, Salmonella, Providencia dan Citrobacter. Sedangkan di TPA diperoleh bakteri dari genus Salmonella, Providencia, Citrobacter, Escherichia, Enterobacter dan Vibrio.Kata kunci : jenis lalat (Diptera), Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA), Pasar, Bakteri.
PENGELOLAAN SAMPAH KERING LAYAK JUAL DENGAN SISTEM BANK SAMPAH DI KAMPUS UNIVERSITAS ANDALAS PADANG Yenni Ruslinda
Jurnal Dampak Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.11.2.96-109.2014

Abstract

Pengelolaan sampah eksisting yang dilakukan pihak Unand masih menerapkan pola kumpul-angkut- Pengelolaan sampah kering layak jual dengan sistem bank sampah di kampus Universitas Andalas sudah dioperasikan mulai awal tahun 2014 sejalan dengan pendirian Pusat Pengolahan Sampah Terpadu (PPST Unand). Sampah kering layak jual yang ditabung oleh nasabah ke Bank Sampah Enviro Andalas berupa sampah plastik, sampah kertas dan karton, serta sampah kaleng dan aluminium dengan jumlah berkisar 100-800 kg/bulan. Hasil evaluasi terhadap persyaratan kontruksi dan sistem manajemen serta pelaksanaan bank sampah berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia no 13 tahun 2012 telah memenuhi kriteria yang berlaku. Dalam operasional bank sampah terjadi peningkatan jumlah nasabah, jumlah sampah yang ditabung dan jumlah penjualan sampah ke bandar daur ulang tiap bulannya. Hal ini terkait dengan semakin seringnya sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan keaktifan masyarakat kampus dalam pemilahan sampah, dukungan prasarana dan sarana serta komitmen pimpinan universitas untuk mendukung pengelolaan sampah di sumber dengan konsep 3R. Kata kunci: bank sampah, kampus Unand, PPST Unand, sampah kering layak jual
STUDI PENGEMBANGAN PENYEDIAAN AIR MINUM BALAI SELASA, KECAMATAN RANAH PESISIR KABUPATEN PESISIR SELATAN Slamet Raharjo
Jurnal Dampak Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.11.1.9-17.2014

Abstract

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perpipaan di Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan diselenggarakan oleh PDAM Unit Balai Selasa, dengan tingkat pelayanan baru 11,5 %. Intake eksisting hanya berupa pipa bersaringan berkapasitas 10 l/detik, namun mengalami kerusakan dan kendala pada musim kemarau. Instalasi pengolahan air hanya berupa Saringan Pasir Lambat (SPL) berkapasitas 3,5 l/detik, namun mengalami kerusakan struktur akibat gempa sehingga tidak difungsikan lagi. Tingkat pelayanan harus ditingkatkan sesuai dengan yang ditargetkan MDGs dan Depkimpraswil yaitu 80 %. Dalam kegiatan ini disusun suatu studi kebutuhan dan penyediaan air minum untuk daerah pelayanan Nagari Palangai Gadang, Nagari Palangai, Nyiur Malambai Palangai dan Nagari VIII Palangai. Proyeksi kebutuhan air minum diprediksi untuk 17 tahun ke depan (2013-2030) dengan tingkat pelayanan 2030 sebesar 25 %. Total kebutuhan air minum rata-rata, maksimum dan puncak berurutan adalah 11,84 l/dtk, 14,21 l/dtk dan 21,31 l/dtk. Dengan tidak beroperasinya unit pengolahan SPL, maka dibutuhkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum sebesar 15 l/det pada tahun 2013. Sumber air baku yang digunakan adalah Sungai Batang Palangai dengan mengunakan intake kanal berkapasitas 15 l/det. Hasil analisa air menyimpulkan bahwa parameter yang melebihi BM sesuai Permenkes No.492/MenKes/PER/IV/2010 hanya parameter bakteriologis, sehingga dibutuhkan unit-unit pengolahan meliputi Unit Desinfeksi yang dibantu dengan Unit Saringan Pasir Cepat (SPC) untuk menurunkan kekeruhan pada musim hujan.Kata kunci: Kecamatan Ranah Pesisir, SPAM Perpipaan PDAM, tingkat pelayanan.
Pengaruh Penambahan Serpihan Kayu terhadap Kualitas Kompos Sampah Organik Sejenis dalam Komposter Rumah Tangga Yenni Ruslinda; Rizki Aziz; Lutfina Lutfina
Jurnal Dampak Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.1.13-22.2017

Abstract

One way to improve compost quality of typical organic waste is by addition of additive such as wood chips. This study aims to analyze the impact of the wood chips addition (ratio 1:10) on compost quality of typical organic waste (fruits, vegetables, yard waste, and food waste) in home composter, and to compare the compost quality with the standard of domestic compost according SNI 19-7030-2004. Analysis was conducted on composts raw material, compost maturity process in every 5 days measurement, and on compost product. Analysis of compost product of typical organic waste with addition of wood chips showed that parameters of temperature, moisture content, and pH of vegetables and yard waste has complied the standard whilst parameter of C/N ratio has not complied. The addition of wood chips caused the drop of compost temperature and moisture content, resulted in the decomposition process located in aerobic condition, resulted in production of compost in form of humus in greater volume. The addition of wood chips also caused the compost pH and C/N ratio increased.Keywords: compost quality, home composter, typical organic waste, wood chipsAbstrakSalah satu upaya untuk memperbaiki kualitas kompos sampah organik adalah dengan penambahan bahan aditif, seperti serpihan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serpihan kayu (perbandingan 1:10) terhadap kualitas kompos sampah organik sejenis (buahan, sayuran, halaman dan sisa makanan) dalam komposter rumah tangga dan membandingkan kualitas akhir kompos ini dengan kualitas kompos sampah domestik menurut SNI 19-7030-2004. Analisis dilakukan terhadap bahan dasar kompos, proses kematangan dengan pengukuran setiap lima hari sekali, dan kualitas akhir kompos. Dari analisis akhir kualitas kompos sampah organik sejenis dengan penambahan serpihan kayu, parameter yang telah memenuhi standar adalah temperatur, kelembapan, pH untuk sampah sayuran dan sampah halaman, sedangkan untuk parameter rasio C/N belum memenuhi standar. Penambahan serpihan kayu menyebabkan temperatur dan kelembaban kompos menurun, sehingga proses dekomposisi berada pada suasana aerobik, yang menghasilkan kompos dalam bentuk humus dengan volume yang lebih banyak. Penambahan serpihan kayu juga meningkatkan pH dan rasio C/N kompos. Kata kunci: komposter rumah tangga, kualitas kompos, sampah organik sejenis, serpihan kayu

Page 5 of 20 | Total Record : 195