cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian KeIslaman adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M IAIN Mataram, terbit setahun dua kali.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 11, No 2 (2015): (Juli)" : 14 Documents clear
KEPEMIMPINAN INOVATIF DALAM PENGEMBANGAN ORGANISASI STUDI PADA PONDOK MODERN AL-RIFA’IE GONDANGLEGI MALANG Pramitha, Devi
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 11, No 2 (2015): (Juli)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan sosok kiai sebagai pemimpin pondok pesantren memang sangat unik untuk diteliti, hal tersebut dikarenakan dilihat dari sudut tugas dan fungsi seorang kiai yang tidak hanya sekedar memimpin, tetapi juga bahgaimana mengembangkan organisasi pondok pesantren agar bisa tetap eksis di era globalisasi saat ini. Relevan dengan fenomena ini, penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitis, dimana kiai sebagai subyek utamanya. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan KH. Achmad Zamachsyari atau yang biasa disapa dengan Gus Mad dalam pengembangan organisasi tidak terlepas dari kepemimpinan inovatif yang ia terapkan. Sebagai seorang pemimpin di Yayasan Pondok Modern al-Rifa’ie ia harus memberikan visi, haluan kepada bawahannya untuk beranjak dan bergerak dari tempat semula menuju perbaikan dan perubahan. Dalam memimpin YPM al-Rifa’ie, ia menggabungkan gaya kepemimpinan transformasionalisme dengan gaya kepemimpinan demokratis dengan tetap memegang prinsip al-muh}a>faz}atu ‘ala> al-qadi>mi al-s}a>lih} wa al-akhdhu bi al-jadi>di al-as}lah}. Dalam kepemimpinannya, ia menggunakan beberapa pendekatan yakni dengan pengembangan organisasi, mewujudkan team building dan menumbuhkan perilaku inovatif.The existence of Kiai as the leader of Islamic boarding school is unique for being studied by the researcher, such thing is being highly considered because the role of Kiai who does not merely become just a leader or head to lead but also his action in developing Islamic boarding school in order to be exist in globalization era. Relevant to this phenomenon, this research applies descriptive analytics qualitative research which makes Kiai as the subject of the research. the result of this research reveals that the success of KH. Achmad Zamachsyari or well known with his nick name; Gus Mad in developing his boarding school organization cannot be loosen from his innovative leadership. As a leader in Pondok Modern Al – Rifa’ie foundation, he has already given visions, or direction to take off and to move from the obsolete place, into a better condition. In leading his organization he combines transformation style of leadership with democratic leadership while still tightly holds on al muhla fazlatu ‘ala al –qadi mi al shalih wa al akhzu bi al – jadi al as-lah principle. In his leading role, he applies some approaches; organizational development, making team building and growing innovative behavior.Kata Kunci: kepemimpinan kiai, pengembangan organisasi, team building, perilaku inovatif
TRADISI SELAMETAN KEMATIAN DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN BUDAYA Khairuddin, Mohammad
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 11, No 2 (2015): (Juli)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara tradisi orang Jawa tidak lepas dari akulturasi antara tiga agama yakni Hindu, Budha, dan Islam. Hasil dari gesekan tersebut melahirkan suatu tradisi Islam Jawa yang masih berbau Hindu dan Budha. Bagaimana akulturasi ini, digunakan paradigma antropologi-fenomenologi, meskipun menjadikan dokumen sebagai sumber utamanya. Fenomenologi digunakan untuk memahami pemaknaan tradisi selametan, dan pendekatan normatif digunakan untuk perspektif Islam. Dapat diketahui bahwa masyarakat Jawa dikenal mempunyai suatu tradisi dalam berbagai ritual yang merupakan sebuah gambaran atau wujud ekspresi yangdilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu warisan tersebut adalah selametan kematian yang merupakan sebagai suatu rasa tanggungjawab apabila ada orang yang meninggal dunia, baik itu keluarga sendiri, maupun tetangga. Orang Jawa pada umumnya masih percaya bahwa roh orang yang meninggal (makhluk halus) itu masih hidup dialam kubur/alam barzah dan lambat laun akan pergi dari tempat tinggalnya. Kepercayaan orang Islam Jawa terhadap orang yang telah meninggal dunia perlu dikirim do’a, maka timbul suatu kebiasaan kirim do’a dikalangan masyarakat, sehingga perlu diadakan ritual tahlilan.Studying about Javanese tradition is cannot be separated from acculturation among Hinduism, Buddhism, and of course Islam. The result of this acculturation generates a tradition called Javanese Islam which incorporates Hinduism and Buddhism tradition. How do these cultures acculturate? Through anthropology – phenomenology, this research studies such acculturation through examining documents as the source of data. Phenomenology is applied to understand the interpretation of selametan, and normative approach is applied with Islamic perspective. The study reveals that Javanese people are well known in having a tradition and some rituals which become the description or manifestation of expression in daily lives. One of these inheritances is death selametan as a responsibility for the death families or relatives. Javanese people generally believe that the spirit of death people is still alive in the grave or in after life and in several times the spirit will leaves his home. The belief of Islamic Javanese people is it is obligatory to send prayers for the spirits; therefore it’s necessary to held selametan rituals.Kata Kunci: tahlilan, roh, sinkritisme, Islam Jawa
PENGEMBANGAN BUKU AJAR TEMATIK DENGAN PENDEKATAN INTEGRASI SAINS DAN AGAMA DI SD ISLAM RAUDLATUL JANNAH SIDOARJO Nuzulia, Nuril
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 11, No 2 (2015): (Juli)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pengembangan ini dimaksudkan untuk dapat memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran khususnya di Sekolah Dasar Islam yang dalam kenyataannya pembelajaran tematik terpisah dengan agama, sehingga dibutuhkan kesinambungan mengenai model pembelajaran yang akan diterapkan. Jika materi umum selama ini berjalan sendiri, maka selayaknya pembelajaran tematik dengan materi umum diintegrasikan dengan agama. Dalam pengembangan bahan ajar ini, pengembang menggunakan model desain pengembangan Dick and Lou Carey. Pengembangan ini menghasilkan buku tematik untuk siswa Sekolah Dasar Islam. Produk pengembangan ini diujicobakan melalui beberapa tahap secara berurutan yakni (1) validasi ahli isi, ahli desain pembelajaran, ahli pembelajaran, (2) uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. Tanggapan penilaian uji coba lapangan terhadap buku ajar tematik dengan pendekatan integrasi sains dan agama adalah 88,12 % dengan kualifikasi baik. Artinya buku ajar tematik dengan pendekatan integrasi sains dan agama bagi siswa dapat dikatakan mempunyai kualitas baik dan dapat menambah efektivitas pembelajaran.The result of this development is aimed to meet the necessity of learning tools especially in Islamic elementary school of which in reality there is a separation between thematic subject and religion; therefore it needs continuity about applying learning model. If thematic subjects have been taught as it is for long therefore it is necessary to integrate thematic subjects with religion. In the development of this thematic book, model of development from Duck and Lou Carey is applied. This development resulted in a thematic book for students in Islamic elementary school. Such product is experimented through some phases (1) scholar validation upon the content, it is done by scholars in learning design, and learning scholar; (2) experiment in small group in the field. The response in the field experiment for this book is 88,12% which means it is a good qualification. It means that this thematic book can be considered as a good quality book and is able to increase learning activity.Kata Kunci : pengembangan, buku ajar, tematik, integrasi sains dan agama.
KONSEP DAN INTERPRETASI AYAT-AYAT GENDER DALAM WACANA SOSIAL POLITIK Al Ayubi, Syafiuddin
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 11, No 2 (2015): (Juli)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menelaah konsep gender yang diusung para feminis, dan melakukan telaah terhadap penafsiran ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan landasan dalam menyuarakan konsep-konsep gender yang berkaitan dengan bidang sosial dan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik yang bersifat tematis. Langkah awal yang digunakan dengan cara menjelaskan konsep gender yang diusung, kemudian menguraikan ayat-ayat al-Qur’an yang menjadi sumber perdebatan, dan konteks yang mempengaruhi, serta pandangan Islam secara umum terhadap konsep gender. Setelah itu, penulis menguraikan penafsiran ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan dasar atas konsep gender dalam bidang politik. Hasil analisis terhadap beberapa penafsiran terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan gender menunjukkan bahwa anggapan para feminis yang menyatakan bahwa sumber-sumber diskriminasi terhadap perempuan dalam masyarakat Islam tidak berasal dari ajaran dasar agama, melainkan lebih pada kesalahan penafsiran dan pemahaman terhadap agama. Oleh karena itu, beberapa reformis Islam kontemporer menekankan keharusan untuk melakukan pembaharuan terhadap pemahaman keagamaan, sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran dasar agama dapat terus-menerus diterapkan dan sesuai dengan konteks yang ada. Al-Qur’an selalu mengajarkan akan kesetaraan dan persamaan kedudukan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan di segala bidang dalam aspek kehidupan; bidang ekonomi, sosial, politik, pendidikan, dan lainnya.This study reveals the concept of gender which is held by the feminists, and this study also discusses the interpretations of verses in al–Qur’an which become the foundation for the feminists to advocate concept of gender in politic and social realm. This research applies thematically hermeneutic approach. The first step of this research is making an explanation through explaining concept of gender which is held by the feminist and then deciphering the verses in al-Qur’an of which becoming the source of debates; this research also reveals the context that influences of the verses, and also Islam weltanschauung upon the concept of gender. The second is the writer deciphers the interpretation of verses in al–Qur’an of which are made to be political ground for the concept of gender. The result of the analysis upon these verses dealing with concept of gender is assumption of the feminists who said that woman abuse in Islam society is not originally coming from basic Islamic teaching but the abuse is coming from an erroneous interpretation of Islamic teaching. Some contemporary Islamic reformers therefore emphasize an obligation to reform such erroneous understanding in order to apply the right values and teaching of Islam. This effort also becomes the way to continually adjust the existing context with Islamic teaching. al–Qur’an invariably teaches the equality of every Muslim before Allah, both men and women in every aspects of human lives; such as in politics, economy, social, education, etc.Kata Kunci: gender, hermeneutik, feminisme, sosial politik, emansipasi
ABORSI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Etika, Nurul
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 11, No 2 (2015): (Juli)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik aborsi yang cenderung semakin meluas memiliki dampak, baik dari aspek kesehatan, psikologi, maupun sosial. Merespon fenomena ini, dalam Islam, terdapat perdebatan terhadap status hukum aborsi. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research), dengan pendekatan multi approaches, sosiologis, psikologis, medis, dan sosiologi hukum. Dengan menggunakan jenis dan pendekatan ini, menunjukkan bahwa bagi empat mazhab menyepakati bahwa aborsi adalah tindakan yang diharamkan. Oleh karena itu, aborsi pada umumnya adalah tindakan kejam, bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, bertentangan dengan hukum dan ajaran agama. Tetapi keharaman hukum ini tidak mutlak karena praktik aborsi terjadi berdasarkan beberapa pertimbangan kondisi yang menyertainya. Sehingga pada satu sisi, praktik aborsi dibolehkan. Akan tetapi tetap saja praktik aborsi ini menimbulkan dampak negatif bagi pelakunya terutama di bidang kesehatan yang memicu terjadinya pendarahan, gangguan pada rahim bahkan tidak sedikit yang berujung dengan kematian. Selain itu, aborsi juga berdampak pada aspek sosial dan psikologi seperti stress, gangguan kejiwaan dan tingginya angka kematian dalam masyarakat.Abortion practice inclines to be wider among the people and it has some impacts in healthy, psychology, or social to the person who does it. In order to respond such phenomena, Islam has much debate dealing with legal status of abortion. This research is library research with multi approaches; sociology, psychology, medics, and legal sociology. Through applying such approaches, this research reveals that four major schools in Islam are in agreement in condemning and proscribing abortion practice and considering it as a forbidden practice in Islam. Therefore abortion is a cruel action, and contradicts to humanity values, and also law and religion teaching. However, the forbidden status of abortion is not absolute due to some considerable reasons attach to such practice. Therefore in one occasion abortion is allowed. This practice however has negative effect to its subject, mostly to the health of its subject such as bleeding, womb disease, and even it is ended to the death of its subject. Moreover, abortion also has a serious impact to social life and psychology such as stress, mental disorder, and the increasing of mortality among the people.Kata Kunci: aborsi, nilai-nilai kemanusiaan, gangguan kejiwaan, kematian
MODEL MANAJEMEN KELAS DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK KARIMAH DI FITK IAIN MATARAM Arifin, Syamsul
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 11, No 2 (2015): (Juli)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin merosotnya kualitas moralitas bangsa Indonesia hingga saat ini sebagai dampak dari melemahnya fungsi vital pendidikan, yakni pembentukan akhlak. Pembelajaran di kelas sebagai inti dan bentuk nyata dalam pendidikan formal menjadi poros persoalan utamanya, terutama dari aspek manajemen yang tidak berpijak secara kokoh di atas nilai-moral ideal. Penelitian kualitatif ini mengunakan pendekatan fenomenologi didukung oleh analisis teori pendidikan nilai (value education). Berdasarkan analisis berbagai faktor yang mempengaruhi, dihasilkan desain model manajemen kelas yang dipandang efektif mengembangkan akhlak peserta didik dengan unsur-unsur sebagai berikut: (1) Agama (Islam), ideologi Pancasila, dan budaya lokal menjadi sumber nilai-moral; (2) Sisdiknas menjadi landasan pendidikan akhlak; (3) komitmen lembaga terhadap pengembangan akhlak yang tertuang dalam visi dan misi, program dan kebijakan pimpinan, kurikulum dan silabus; (4) pendidik sebagai live model dan agent attitude change menggunakan pendekatan sosial emotional climate; (5) sejumlah nilai-moral tercantum dalam persiapan pembelajaran; (6) proses pembelajaran bukan hanya sekedar tranformation of knowledge event, tetapi juga emoting, spritualizing, dan valuing melalui eksplorasi dan pendayagunaan potensi nilai-moral; dan (7) habituasi nilai-moral di dalam dan di luar kelas dalam lingkungan kampus.Indonesian moral quality has been shrinking for times as an impact of weakened education function namely the development of akhlak. Learning process in the class is the core and real manifestation of formal education becoming the main problem, especially in management aspects which do not concretely lay it foundation on idealistic moral values. This qualitative research applies phenomenology approach supported by analysis of value education. Based on the analyses there are some factors which influence, and are generated from class management recognized as effective ways to develop the akhlak of students. The natures of such factors are (1) Religion (Islam), Pancasila ideology, and local culture to be the sources of moral values; (2) National education system to be the foundation for akhlak education (3) the commitment of education institutions embodied in vision and mission, program and policies of the stake holder, curriculum and syllabuses: (4) Educator (on this occasion is lecturer) as a live model and agent of attitude change applies social emotional climate approach; (5) some moral values are inscribed in learning preparation; (6) learning process is not merely a transformation of knowledge event, but also a form of emoting, spiritualizing, and valuing through exploration and utilizing moral values; (7) making a habit of moral values both inside and outside the class inside campus environment.Kata kunci: manajemen kelas, akhlak karimah, nilai-moral.
MANAJEMEN PENDIDIKAN LIFE SKILL UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL QARNAIN JEMBER Mukni’ah, Mukni’ah
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 11, No 2 (2015): (Juli)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memperkuatdirinya sebagai lembaga yang mandiri, kini pesantren melakukan pengembangan life skill bagi para santrinya. Bagaimana manajemen yang diterapkan merupakan aspek penting yang menjadi fokus studi ini. Beberapa unsur manajemen yang dijadikan fokus adalah penyususnan rencana dan desain pendidikan life skill, model pembelajaran life skill, dan evaluasi program pendidikan life skill. Melalui penelitian kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan rencana dan desain life skill di Pondok Pesantren Nurul Qarnain Jember dilaksanakan dengan menggunakan tiga perencanan: pertama melibatkan orang-orang yang berkompeten dan atau orang-orang yang dapat memembantu kelancaran pelaksanaan program pesantren; kedua menentukan program pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakat; danketiga, dalam menyelenggarakan pendidikan tersebut di atas didukung oleh sarana dan prasarana (fasilitas) yang memadai. Sedangkan model pembelajaran life skill dilaksanakan melalaui dua kegiatan: pertama kegiatan murni pondok pesantren yang meliputi aktifitas murni pondok pesantren meliputi sholat berjamaah, ngaji, sholat sunah dan aktiftas yang mencerminkan nilai life skill; dan kedua aktifitas ekstra pondok yang meluputi kegiatan agrobisnis, pertanian, menjahit, tenun, sulam, kopontren dan keterampilan elektro. Sedangkan pola model pembelajaran life skill menggunakan penedaktan klasikal dan non klasikal, dan evaluasi pendidikan life skill menggunakan model pengawasan langsung.Strengthening itself as an independent institution, boarding school nowadays develops life skill experiences for its students. How are management institutionalized is an important aspect in this study. Some elements which are made to be the focus of this study are the arrangement of plan and education design for life skill experience, life skill learning model, and evaluation of life skill learning. Through qualitative research this study reveals that plan arrangement and plan design of life skill experience in Nurul Qarnain Boarding School Jember are conducted through three planning; the first is engaging competent people and/ or people who are able to determine the success of Nurul Qarnain Boarding School Jember program; the second is determining education program based on the interest and the talent of the students; the lasts is in carrying out life skill education it is necessary to support it with a considerable facilities. Meanwhile model of life skill education is carrying out through Islamic boarding school activities such as prayers in the mosque, reading Al –Qur’an, and sunnah prayers and others activities which inscribed life skill experiences within; and the second is extra activity of the boarding school such as agribusiness, agriculture, sewing, weaving, embroidering, boarding school economic cooperation and electrical skills. While the pattern of life skill learning model is through applying classical and non classical approach, and the evaluation is through direct evaluation modelKata Kunci : manajemen, life skill, pondok pesantren, interpreunership
TRADISI SELAMETAN KEMATIAN DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN BUDAYA Khairuddin, Moh.
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 11, No 2 (2015): (Juli)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara tradisi orang Jawa tidak lepas dari akulturasi antara tiga agama yakni Hindu, Budha, dan Islam. Hasil dari gesekan tersebut melahirkan suatu tradisi Islam Jawa yang masih berbau Hindu dan Budha. Bagaimana akulturasi ini, digunakan paradigma antropologi-fenomenologi, meskipun menjadikan dokumen sebagai sumber utamanya. Fenomenologi digunakan untuk memahami pemaknaan tradisi selametan, dan pendekatan normatif digunakan untuk perspektif Islam. Dapat diketahui bahwa masyarakat Jawa dikenal mempunyai suatu tradisi dalam berbagai ritual yang merupakan sebuah gambaran atau wujud ekspresi yangdilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu warisan tersebut adalah selametan kematian yang merupakan sebagai suatu rasa tanggungjawab apabila ada orang yang meninggal dunia, baik itu keluarga sendiri, maupun tetangga. Orang Jawa pada umumnya masih percaya bahwa roh orang yang meninggal (makhluk halus) itu masih hidup dialam kubur/alam barzah dan lambat laun akan pergi dari tempat tinggalnya. Kepercayaan orang Islam Jawa terhadap orang yang telah meninggal dunia perlu dikirim do’a, maka timbul suatu kebiasaan kirim do’a dikalangan masyarakat, sehingga perlu diadakan ritual tahlilan. Studying about Javanese tradition is cannot be separated from acculturation among Hinduism, Buddhism, and of course Islam. The result of this acculturation generates a tradition called Javanese Islam which incorporates Hinduism and Buddhism tradition. How do these cultures acculturate? Through anthropology – phenomenology, this research studies such acculturation through examining documents as the source of data. Phenomenology is applied to understand the interpretation of selametan, and normative approach is applied with Islamic perspective. The study reveals that Javanese people are well known in having a tradition and some rituals which become the description or manifestation of expression in daily lives. One of these inheritances is death selametan as a responsibility for the death families or relatives. Javanese people generally believe that the spirit of death people is still alive in the grave or in after life and in several times the spirit will leaves his home. The belief of Islamic Javanese people is it is obligatory to send prayers for the spirits; therefore it’s necessary to held selametan rituals.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR TEMATIK DENGAN PENDEKATAN INTEGRASI SAINS DAN AGAMA DI SD ISLAM RAUDLATUL JANNAH SIDOARJO Nuzulia, Nuril
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 11, No 2 (2015): (Juli)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pengembangan ini dimaksudkan untuk dapat memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran khususnya di Sekolah Dasar Islam yang dalam kenyataannya pembelajaran tematik terpisah dengan agama, sehingga dibutuhkan kesinambungan mengenai model pembelajaran yang akan diterapkan. Jika materi umum selama ini berjalan sendiri, maka selayaknya pembelajaran tematik dengan materi umum diintegrasikan dengan agama. Dalam pengembangan bahan ajar ini, pengembang menggunakan model desain pengembangan Dick and Lou Carey. Pengembangan ini menghasilkan buku tematik untuk siswa Sekolah Dasar Islam. Produk pengembangan ini diujicobakan melalui beberapa tahap secara berurutan yakni (1) validasi ahli isi, ahli desain pembelajaran, ahli pembelajaran, (2) uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. Tanggapan penilaian uji coba lapangan terhadap buku ajar tematik dengan pendekatan integrasi sains dan agama adalah 88,12 % dengan kualifikasi baik. Artinya buku ajar tematik dengan pendekatan integrasi sains dan agama bagi siswa dapat dikatakan mempunyai kualitas baik dan dapat menambah efektivitas pembelajaran. the result of this development is aimed to meet the necessity of learning tools especially in Islamic elementary school of which in reality there is a separation between thematic subject and religion; therefore it needs continuity about applying learning model. If thematic subjects have been taught as it is for long therefore it is necessary to integrate thematic subjects with religion. In the development of this thematic book, model of development from Duck and Lou Carey is applied. This development resulted in a thematic book for students in Islamic elementary school. Such product is experimented through some phases (1) scholar validation upon the content, it is done by scholars in learning design, and learning scholar; (2) experiment in small group in the field. The response in the field experiment for this book is 88,12% which means it is a good qualification. It means that this thematic book can be considered as a good quality book and is able to increase learning activity.
KONSEP DAN INTERPRETASI AYAT-AYAT GENDER DALAM WACANA SOSIAL POLITIK Al Ayubi, Syafiuddin
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 11, No 2 (2015): (Juli)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menelaah konsep gender yang diusung para feminis, dan melakukan telaah terhadap penafsiran ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan landasan dalam menyuarakan konsep-konsep gender yang berkaitan dengan bidang sosial dan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik yang bersifat tematis. Langkah awal yang digunakan dengan cara menjelaskan konsep gender yang diusung, kemudian menguraikan ayat-ayat al-Qur’an yang menjadi sumber perdebatan, dan konteks yang mempengaruhi, serta pandangan Islam secara umum terhadap konsep gender. Setelah itu, penulis menguraikan penafsiran ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan dasar atas konsep gender dalam bidang politik. Hasil analisis terhadap beberapa penafsiran terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan gender menunjukkan bahwa anggapan para feminis yang menyatakan bahwa sumber-sumber diskriminasi terhadap perempuan dalam masyarakat Islam tidak berasal dari ajaran dasar agama, melainkan lebih pada kesalahan penafsiran dan pemahaman terhadap agama. Oleh karena itu, beberapa reformis Islam kontemporer menekankan keharusan untuk melakukan pembaharuan terhadap pemahaman keagamaan, sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran dasar agama dapat terus-menerus diterapkan dan sesuai dengan konteks yang ada. Al-Qur’an selalu mengajarkan akan kesetaraan dan persamaan kedudukan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan di segala bidang dalam aspek kehidupan; bidang ekonomi, sosial, politik, pendidikan, dan lainnya. this study reveals the concept of gender which is held by the feminists, and this study also discusses the interpretations of verses in al–Qur’an which become the foundation for the feminists to advocate concept of gender in politic and social realm. This research applies thematically hermeneutic approach. The first step of this research is making an explanation through explaining concept of gender which is held by the feminist and then deciphering the verses in al-Qur’an of which becoming the source of debates; this research also reveals the context that influences of the verses, and also Islam weltanschauung upon the concept of gender. The second is the writer deciphers the interpretation of verses in al–Qur’an of which are made to be political ground for the concept of gender. The result of the analysis upon these verses dealing with concept of gender is assumption of the feminists who said that woman abuse in Islam society is not originally coming from basic Islamic teaching but the abuse is coming from an erroneous interpretation of Islamic teaching. Some contemporary Islamic reformers therefore emphasize an obligation to reform such erroneous understanding in order to apply the right values and teaching of Islam. This effort also becomes the way to continually adjust the existing context with Islamic teaching. al–Qur’an invariably teaches the equality of every Muslim before Allah, both men and women in every aspects of human lives; such as in politics, economy, social, education, etc.

Page 1 of 2 | Total Record : 14