cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAZKIYAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2014)" : 5 Documents clear
KORELASI SIKAP PERCAYA DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR Sukarman, Sukarman
AL-TAZKIAH Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percaya diri menimbulkan rasa optimisme terhadap berbagai macam keadaanyang akan dihadapi. Ketika individu memiliki sikap percaya diri yang rendah akan rentan mengalami rasa pesimisme terhadap sesuatu yang dialami dan cenderung akan menyalahkan orang lain. Hal yang demikian juga dapat terjadi pada peserta didik yang akan menyebabkan motivasi belajarnya menjadi terhambat dan cenderung untuk menempuh segala cara untuk menghindari kegagalan yang akan dialaminya. Tulisan ini mengkaji topik bahasan tentang apakah ada korelasi antara sikap percaya diri dengan motivasi belajar pada siswa SMP Mataram? Metode penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment dan subyek penelitian terdiri dari 35 siswa SMP di Mataram. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai hitung dalam penelitian ini adalah 0,9 sedangkan nilai tabel dengan taraf signifikan 5% dan N = 35 adalah 0,334. Berarti hitung tabel (0,911 0,334). Kenyataan ini menunjukkan bahwa nilai korelasi product moment yang diperoleh dalam penelitian ini adalah lebih besar daripada nilai tabel, maka dapat dikatakan bahwa hipotesis nilai (Ho) ditolak yaitu tidak ada korelasi antara kepercayaan diri dengan motivasi belajarpada siswa SMPN di Mataram dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Berarti adakorelasi antara kepercayaan diri dengan motivasi belajar pada siswa SMPN diMataram.
ANALISIS PERBEDAAN QIRAAT PADA AYAT-AYAT BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM Aulia, Fitri
AL-TAZKIAH Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quran is the center of human attention and progress (man and his betterment).Quran with all its uniqueness universal must continue to be studied by all the Muslims. Especially if you pay attention to its function as a survival guide and legal basis for the life of Muslims. Belong to the realm of scientific development of Islamic counseling. Counseling is a product of Islamic culture and ideals of the UIN LOVE interconnect integration. The purpose of this study is to identify the existence of differences in the number of verses qira’ah Counseling. Method that used is library research, with content analysis. The result of this research is, find three entries based Islamic guidance and counseling is: An-Nahl: 125, Ali-Imran: 104, and Ali-Imran: 110. The entry of dissimilarity is An-Nahl: 125. There are in a word “ وَھُوَ although it’s not principle, and not given big effect for the application servis of guidance and counseling.
MENCARI BENTUK KONSELING ISLAM DALAM TRADISI SUFISME Mastur, Mastur
AL-TAZKIAH Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini hendak mengkaji tentang berbagai permasalahan seputar bagaimanabentuk konseling Islam yang ideal dalam tradisi sufisme melalui kerangka islamisasi sains. Kehadiran tulisan ini tentunya dihajatkan untuk dapat memberikan warna yang sebenarnya dari dunia konseling Islam. Studi kepustakaan atau analisis dokumenter secara khusus digunakan untuk menelusuri pemikiran para sufisme menyangkut konseling. Berdasar analisis ditemukan bahwa embrio gagasan “islamisasi” ilmu konseling ini sesungguhnya dapat dilacak melalui “proyek Islamisasi sains” yang dilandasi oleh keyakinan bahwa sesungguhnya segala yang ada di muka bumi ini adalah ciptaan Allah dan pasti telah termaktub dalam al-Qur’an dan hadis. Oleh sebab itu, semua ilmu pengetahuan yang ada dan menjadi temuan ilmuan selama ini sesungguhnyamerupakan milik Allah dan semuanya terjadi atas kehendak-Nya. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ilmu konseling sebagai bagian dari ilmu pengetahuan modern sudah tentu juga memiliki basis empiris dan teoretis dan karena itu harus pula diyakini bahwa ilmu konseling sesungguhnya juga merupakan bagian dari spektrum yang tercakup dalam al-Qur’an dan Hadis.
MEMBANGUN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK ISLAMI Ripli, Muhammad
AL-TAZKIAH Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari layanan konselingkelompok islami dengan teknik diskusi kelompok terhadap peningkatan kedisiplinan siswa Madrasah Tsanawiyah Paok Lombok Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi (quasi-experimental research) dengan bentuk desain eksperimen Nonrandomized Control Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel penelitian tidak secara random. Subyek penelitian ini adalah 20 anak usia remaja, dimana dari 20 siswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok A sebagai kelompok ekperimen dan kelompok B sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing 10 (sepuluh) orang siswa yang memiliki permasalahan sama dalam rendahnya kedisiplinan. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok islami dengan teknik diskusi kelompok mampu dan efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Terlihat dari masing-masing kesimpulan yaitu: Pertama, pada hasil uji beda pada post-test kelompok A (eksperimen) dan kelompok B (kontrol) dengan uji Mann-Whitney pada kelompok A (eksperimen) yaitu 15,50 (artinya kedisiplinannya tinggi setelah adanya perlakuan), sedangkan kelompok B (kontrol) adalah 5,50 (artinya kedisiplinannya rendah karena tidak adanya perlakuan). Kedua, pada hasil uji beda pre-test dan post-test pada kelompok A (eksperimen) dengan uji Wilcoxon Test, angka nilai pre-test-nya adalah 0,00 (artinya kedisiplinannya rendah sebelum perlakuan), sedangkan nilai post-test-nya 50,50 (artinya kedisiplinannya tinggi setelah diberikan perlakuan). Ketiga, pada hasil uji beda pre-test dan post-test pada kelompok B (kontrol) dengan uji Wilcoxon Test, angka nilai pre-test 5,83 dan hasil post-test-nya 5,00 (artinya dari pere-test sampai dengan post-test-nya tidak ada peningkatan yang signifikan, dengan kata lain tidak ada perubahan peningkatan kedisiplinan pada kelompok kontrol tersebut). Hasil ini dibuktikan dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan.
KENDALA DAN SOLUSI PENERAPAN KONSELING KELUARGA DALAM MENANGANI SISWA TERLAMBAT Mindrewati, Mindrewati
AL-TAZKIAH Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa terlambat merupakan masalah utama yang dihadapi oleh MTs Negeri 1Mataram, terkait dengan kedisiplinan. Banyak upaya penanganan telah dilakukan, namun belum cukup efektif untuk mengatasinya. Pelibatan orangtua melalui konseling keluarga diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menangani masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui kendala-kendala dalam menerapkan konseling keluarga, 2) untuk mengetahui faktor penyebab munculnya kendala-kendala tersebut, dan 3) untuk mengetahui upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala dalam penerapan konseling keluarga dalam menangani siswa terlambat di MTs. Negeri 1 Mataram tahun pelaaran 2013/2014. Subjek penelitian terdiri atas 7 orang siswa yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria terlambat ≥ 6 kali.Konseling keluarga diberikan selama 2 minggu, namun sebelum dan sesudahnya, dilakukan pengamatan kehadiran siswa di sekolah, masing-masing selama 3 minggu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif, menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kendala-kendala yang dihadapi tidak saja berasal dari diri siswa dan orang tuanya, tetapi juga berasal dari pihak sekolah. 2) faktor penyebab munculnya kendala tersebut adalah: (a) kurang lengkapnya data tentang orang tua siswa/wali murid, (b) perbedaan domisili antara siswa dan orang tuanya, (c) kurang kooperatifnya siswa dan orang tua siswa/wali murid selama kegiatan konseling, (d) belum terjalinnya koordinasi internal, antaratenaga kependidikan dan guru (guru mapel dan wali kelas) dengan guru konselor. 3) upaya penanganan siswa terlambat melalui penerapan konseling keluarga difokuskan pada upaya untuk mengatasi kendala-kendala yang berasal dari diri siswa, orang tua dan internal sekolah, dengan cara: (a) melengkapi biodata siswa terutama yang berkaitan dengan data kedua orang tuanya/wali murid, (b) meningkatkan pemahaman dan kerjasama antara pihak sekolah dengan siswa dan orang tuanya/wali murid, dan (c) meningkatkan koordinasi internal, yakni antara tenaga kependidikan dan guru, serta konselor sekolah

Page 1 of 1 | Total Record : 5