cover
Contact Name
Ririn Irnawati
Contact Email
ririn.irnawati@untirta.ac.id
Phone
+6281325758659
Journal Mail Official
redaksijpkuntirta@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Jakarta KM 4 Pakupatan, Serang, Banten (Kampus Lama) Jalan Raya Palka KM 3 Pabuaran, Sindangsari, Serang, Banten (Kampus Baru)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20893469     EISSN : 25409484     DOI : http://dx.doi.org/10.33512/jpk
JPK accommodate the result of research and review of fisheries and marine, with the focus and scope : 1. Management and Technology Aquaculture 2. Fisheries Resource Management 3. Fishery Products Processing 4. Fishing Technology and Management 5. Marine Technology and Science
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2023)" : 7 Documents clear
Identifikasi Kesesuaian Lokasi Penempatan Rumah Ikan di perairan Pulau Kalih Kabupaten Serang Aulia Hikmah Nanto; Adi Susanto; Muta Ali Khalifa
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i2.24147

Abstract

Fish apartment is a hollow building composed of solid objects placed in waters which is intended to replace the ecological function of natural habitat for fish resources. Therefore, the placement of fish houses must be done taking into account certain criteria. The aim of this research is to determine the suitability of the location for placing fish apartment in the waters of Kalih Island, Serang Regency, Banten Province. Survey and data collection activities were carried out in November 2023. The data collected included oceanographic characteristics, water quality and existing utilization activities carried out by the community in the waters of Kalih Island. Location suitability analysis is carried out using a scoring method with certain criteria. The results show the waters of Kalih Island are not suitable for placing fish apartment with the final scores obtained being 210 and 220. Parameters that are less suitable include water brightness, substrate type, safety factors and low community participation.
Karakteristik Pemanfaatan Ekstrak Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) dan Teh Hijau (Camellia sinensis) sebagai Sediaan Hydrating Toner Intan Nadiya; Sakinah Haryati; Dini Surilayani; Afifah Nurazizatul Hasanah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i2.22657

Abstract

Penggunaan masker dalam kehidupan sehari-hari akibat wabah COVID-19 telah berjalan selama hampir tiga tahun. Akibat penggunaan masker dalam jangka waktu lebih dari 6 jam memunculkan reaksi kulit berupa jerawat. Kerusakan kulit tersebut dapat berujung pada kerusakan skin barrier. Kerusakan skin barrier dapat diatasi dengan mengaplikasikan hydrating toner pada kulit. Efektivitas hydrating toner dapat ditingkatkan dengan menggunakan kandungan bahan aktif. Rumput laut Kappaphycus alvarezii memiliki komponen biaoktif meliputi senyawa antioksidan, antibakteri, dan anti-inflamasi. Teh hijau merupakan tanaman yang kaya akan komponen bioaktif dan banyak digunakan dalam sediaan kosmetik untuk memperbaiki kondisi kulit. Penggunaan teh hijau dengan kombinasi ekstrak tanaman lain telah banyak digunakan dalam pembuatan kosmetika dan menghasilkan kosmetika dengan kandungan anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik dari sediaan hydrating toner yang dihasilkan dari rumput laut K. alvarezii dan teh hijau (C. sinensis). Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi. Ekstrak K. alvarezii ditambahkan dalam formulasi dengan empat konsentrasi yang berbeda yaitu 0%, 5%, 10%, dan 15%. Parameter pengujian yang dilakukan yaitu kapasitas antioksidan metode DPPH, aktivitas antibakteri, uji pH, uji homogenitas, uji waktu kering, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan persentase inhibisi DPPH sediaan hydrating toner berada pada kisaran 83,31±0,77-90,26±1,85%. Zona hambat yaitu 5,5±3,97-9,83±1,76 mm dengan daya antibakteri kuat sampai sedang. Nilai pH sediaan berada dalam kisaran 5,75-5,85 yang masih dalam rentang pH kulit normal. Seluruh sediaan hydrating toner tercampur dengan sempurna, menghasilkan aroma khas teh hijau, berwarna kuning kecoklatan, terkesan dingin, tidak lengket, dan terasa lembab. Lama waktu mengering sediaan yaitu 1 menit 2 detik sampai 1 menit 57 detik.   Kata kunci: antiacne, makroalga, skin barrier
IDENTIFIKASI JENIS DAN KEPADATAN TERIPANG DI DESA MONANO PANTAI, KABUPATEN GORONTALO UTARA Abdul Hafidz Olii; Safitri Rizky Amelia Purwindani; Nuralim Pasisingi
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i2.18652

Abstract

Karakteristik ekosistem Pantai Monano didominasi oleh pecahan karang mati dan padang lamun, yang merupakan habitat ideal bagi sumber daya teripang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, tingkat kepadatan, indeks keanekaragaman, dan indeks keseragaman teripang di perairan Desa Monano Pantai, Kabupaten Gorontalo Utara. Pengumpulan sampel dilakukan pada bulan Februari-Maret 2021 di perairan Desa Monano Pantai dengan membagi lokasi penelitian menjadi 4 stasiun pengamatan. Sampel dikumpulkan saat air laut surut menggunakan kuadran berukuran 5x5 m dengan Metode Transek Garis pada masing-masing stasiun. Setiap individu yang didapat didokumentasikan untuk identifikasi. Data selanjutnya dianalisis komposisi, tingkat kepadatan, indeks keanekaragaman, dan indeks keseragamannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teripang di Desa Monano Pantai Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara terdiri atas 11 spesies dan 6 genus yakni Actinopyga leconora, A. mauritiana, A. miliaris, Bohadscabia marmorata, B. similis, Holothuria coluber, H. hilla, H. scabra, Pearsonothuria graeffei, Stichopus horrens, dan Synapta maculata. Kepadatan tertinggi ditemukan pada spesies S. maculata dengan total kepadatan 2,72 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman (H’) di lokasi penelitian berkisar antara 1,61–2,88 yang menunjukkan keanekaragaman spesies rendah hingga sedang. Sementara indeks keseragaman (e) berkisar antara 0,47–0,83 yang menunjukkan bahwa secara umum lokasi pengamatan berada dalam kondisi yang stabil dan tidak ada spesies teripang yang mendominasi ditemukan di Desa Monano Pantai.  
Sus Kering Yang Diperkaya Kalsium Tepung Tulang Ikan Bandeng dan Serat Bubur Rumput Laut Euchuema cottonii Imra Imra; GUSRIANI GUSRIANI; MOHAMMAD AKHMADI; RENI TRI CAHYANI
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i2.20060

Abstract

Tarakan memiliki sumberdaya perikanan budidaya yang potensial berupa ikan bandeng dan rumput laut. Kandungan kalsium dari tepung tulang ikan bandeng dan kandungan serat dari bubur rumput laut jenis E Cottonii dapat dijadikan peluang untuk menciptakan inovasi produk pangan yang disukai sekaligus memiliki nilai gizi yang tinggi. Sus kering merupakan salah satu produk pangan kekinian yang cukup diminati semua kalangan. Sus kering dapat diperkaya dengan kalsium dari tepung tulang ikan bandeng dan serat dari bubur rumput laut jenis E. cottonii untuk meningkatkan nilai gizinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan inovasi produk bergizi tinggi yang siap diproduksi dan dipasarkan. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama adalah penepungan tulang ikan bandeng, pembuatan bubur rumput laut E. cottonii, dan pembuatan produk sus kering. Tahap kedua meliputi uji penerimaan dan nilai gizi. Uji kandungan gizi didapatkan nilai protein 12,57%, lemak total 16%, mineral total 1,4%, karbohidrat 60,33% dan air 9,7%. Uji penerimaan menunjukkan variable aroma, rasa, tekstur dan keseluruhan memperlihatkan nilai tertinggi adalah suka dan untuk warna nilai tertinggi adalah netral. Penambahan tepung tulang ikan bandeng dan bubur rumput laut dapat meningkatkan kandungan gizi dan produk dapat diterima.
Potensi Antibakteri Ekstrak Spons Laut Koleksi Perairan Grand Watu Dodol Banyuwangi Dian Sari Maisaroh; Nor Sa'adah; Yahya Abdillah Al Hanif
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i2.22352

Abstract

This study aims to the antibacterial activity of sea sponge extract from the waters of Grand Watu Dodol Banyuwangi against the pathogenic bacteria Staphylococcus aureus, Vibrio parahaemolyticus, Escherichia coli and Escherichia coli MDR (Multi Drug Resistant). This study uses an experimental laboratory method. The samples found were 3 sponges and macerated using methanol solvent with 3 repetitions. The results of the sponge extract paste were tested by disc diffusion method against pathogenic bacteria S. aureus, V. parahaemolyticus, E. coli and E. coli MDR. Antibacterial test using a concentration of 10 mg/ml with 2 repetitions. The extraction results obtained from the four samples only 3 that can produce bioactive compound extracts. Antibacterial activity against pathogenic bacteria S. aureus produced the largest inhibition zone obtained by GWD B with an average of 8.89 mm. Pathogen E.coli, the largest inhibition zone obtained by GWD B with an average of 8.90 mm. Pathogen V. parahaemolyticus the largest inhibition zone obtained by GWD A produced an inhibition zone with an average of 7.30 mm. Pathogen E.coli MDR produced the largest inhibition zone obtained by GWD A with the largest average inhibition zone of 7.26 mm.
Produktivitas Perikanan Gillnet yang Berbasis di Pangkalan Pendaratan Ikan Binuangeun Saepul Bahri; Adi Susanto; Hery Sutrawan Nurdin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i2.24148

Abstract

One of the dominant fishing gears at the Binuangeun Fish Landing Place (PPI) is the gillnet. The aim of this research is to determine the productivity of gillnet based at PPI Binuangeun. Data collection was carried out in January-February 2023 at PPI Binuangeun, Muara Village, Wanasalam District, Lebak Regency, Banten Province. The surveys, interviews and direct observation by following fishing operations was conducted for 30 trips. The productivity of gillnets based at PPI Binuangeun is 5.78 per trip, while for millennium gillnets it reaches 9.18 kg per trip. The catch obtained was dominated by the main target catch in the form of false trevally, mackerel, Indo-Pacific king mackerel and mackerel tuna with a weight proportion reaching 89%.
Proses pembekuan dan pengujian histamin ikan tuna (Thunus sp.) di PT. X, Banyuwangi Siluh Putu Utari
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i2.22360

Abstract

Histamine is an indicator of quality and food safety in fishery industry products, especially tuna derivative products. Histamine levels are an indicator of quality in tuna food products because if the histamine levels are high it will cause poisoning effects for humans who consume them. The aim of this research is to identify the process flow of freezing tuna (Thunus sp.) at PT. Independent Indonesian Tuna. As well as identifying the histamine content in raw materials and final products produced. This research was carried out in October December 2022 at PT. Independent Indonesian Tuna. Histamine testing method using biofish. The analysis of the data obtained will be analyzed descriptively. The process flow for freezing tuna fish has several stages including receiving, thawing, butchering, cooking, cooling, pre-cleaning (skinning), cleaning, inspect, metal detector I, packing I, metal detector II, Air Blast Freezer (ABF), packing II and cold storage. The results of histamine testing using the biophysical method on five raw materials with codes A, B, C, D, and E are 0; 2; 3; 4,2 ; 4 ppm. The test results for the five final product samples with codes A, B, C, D, E are 6.5 ; 3.2 ; 10.8 ; 7.6 and 5.3 ppm. The raw material temperature for tuna loin is around -10.4°C – (-9.1) °C. The histamine content of the test results in both raw material and final frozen tuna fish products is still below the standards set by the Company and SNI (100 ppm). Keywords: biofish, histamine, freezing, raw materials, tuna

Page 1 of 1 | Total Record : 7