cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
MEDIA LITBANG SULTENG
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2009)" : 11 Documents clear
KAJIAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN KARAGINAN DARI RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii SKALA RUMAH TANGGA Mappiratu, Mappiratu
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.401 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan paket teknologi pengolahan karaginan yang dapat diterapkan di daerah pedesaan melalui penggunaan air sebagai pengekstrak karaginan dan penggunaan pupuk KCl (kalium klorida) sebagai pemisah karaginan dalam ekstrak.  Pencapaian tujuan telah dilakukan penelitian melalui menerapkan perlakuan pengaruh konsentrasi kalium klorida, pengaruh rasio air/rumput laut dan pengaruh waktu reaksi terhadap mutu (khusus penggunaan kalium klorida) dan rendemen karaginan.  Hasil yang diperoleh memberikan keterangan rendemen karaginan dipengaruhi oleh konsentrasi kalium klorida dengan rendemen tertinggi ( 30,18 %) terdapat pada penggunaan konsentrasi kalium klorida 0,4 molar, dan rendemen terendah (21,73  %) terdapat pada penggunaan konsentrasi kalium klorida 0,1 molar. Rendemen karaginan pada penggunaan konsentrasi kalium klorida 0,4 molar tidak berbeda dengan penggunaan konsentrasi kalium klorida 0,3 molar. Mutu karaginan ( kadar air, kadar abu, kadar abu tidak larut asam, kadar sulfat, viskositas dan kekuatan gel)  yang dihasilkan memenuhi standar FAO dan tidak dipengaruhi oleh konsentrasi kalium klorida. Rendemen karaginan dipengaruhi oleh rasio air/rumput laut dengan rendemen tertinggi (33,01 %) terdapat pada penggunaan rasio air/rumput laut 55 : 1, dan rendemen terendah (27,98 %) ditemukan pada penggunaan rasio air/rumput laut 35 : 1 atas dasar v/b. Rendemen karaginan pada rasio air/rumput laut 55 : 1 tidak berbeda dengan rasio 50 : 1 dan rasio 45 : 1 atas dasar v/b. Rendemen karaginan dipengaruhi oleh waktu ekstraksi dengan rendemen tertinggi (33,53 %) ditemukan pada penggunaan waktu ekstraksi 3 jam, dan rendemen terendah 26,17 %) terdapat pada penggunaan waktu ekstraksi 1 jam. Rendemen karaginan pada waktu ekstraksi 3 jam tidak berbeda dengan waktu reaksi 2 dan 2,5 jam.
SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MARGINAL DI DESA TERTINGGAL KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI TENGAH SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MARGINAL DI DESA TERTINGGAL KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI TENGAH SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MARGINAL DI DESA T Mappatoba, Marhawati
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.263 KB)

Abstract

Pembangunan daerah tertinggal merupakan upaya terencana untuk mengubah suatu daerah yang dihuni oleh masyarakat dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi budaya dan keamanan serta keterbatasan fisik menjadi daerah yang maju dengan masyarakat yang kualitas hidupnya sama atau tidak jauh tertinggal dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan data potensi sumberdaya alam, potensi sumberdaya manusia, dan kelembagaan ekonomi masyarakat yang termarginalkan yang selanjutnya dapat dijadikan dasar penyusunan rekomendasi kebijakan bagi instansi terkait dalam menyusun program. Adapun metode penentuan lokasi dilakukan secara purposive, yaitu Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Tojo Unauna dan Kota Palu dengan masing-masing 3 desa atau kelurahan. Data primer dikumpulkan melalui FGD (Focus Group Discussion), indeepth interview dan penyebaran kuessioner. Selanjutnya analisis pendapatan, analisis kelayakan usaha serta analisis SWOT digunakan untuk mengetahui gambaran penghidupan masyarakat serta penyusunan strategi pemberdayaan berdasarkan potensi sumberdaya yang tersedia secara lokal. Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa tingkat pendidikan responden rata-rata hanya tamat SD dan SMP dengan mata pencaharian utama adalah pertanian yang bercorak tradisional yang produktivitasnya relatif rendah, bahkan pendapatan rata-rata di bawah UMR. Selanjutnya, pemilikan lahan pertanian didominasi oleh luasan yang dibawah 1 Ha per keluarga, dnegan tanaman utama adalah padi dan kakao serta kelapa. Ketidakberdayaan petani untuk meningkatkan produktivitas usahataninya terlihat dari sikap pasrah mereka saat membutuhkan dana untuk membeli pestisida maupun pupuk yang hanya menjadi impian saja. Dengan tingkat dependency ratio yang tinggi, mereka pada umumnya terjerat utang pada tengkulak atau kios yang memberlakukan bunga yang lebih tinggi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya penyusunan program pemberdayaan yang bersinergi untuk melepaskan masyarakat marginal dari keterbelakangan ekonomi dengan mempertimbangkan aspek kultural
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN LAHAN PADA BEBERAPA SUB DAS DI KAWASAN DANAU POSO Isrun, Isrun
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.368 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan lahan yang disebabkan oleh aktivitas  manusia maupun secara alamiah di kawasan Danau Poso. Selain itu teridentifikasinya  potensi dan permasalahan, serta terciptanya keserasian/keterpaduan pemanfaat kawasan Danau Poso. Obyek penelitian meliputi Sub DAS Kodina-Boe, Bancea-Panja, Taipa, Meko, Salukai, Toinasa, Saluopa-Mayakeli, Peura-Sangele, dan Sub Das Dulumai-Tokilo yang merupakan  kawaan Danau Poso.  Penelitian dilakukan dengan  metode survei dan non eksprimental, sedangkan  analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat degradasi lahan adalah sistem Pakar (Expert System/EXSYS). Model regresi ganda (multiple regression) digunakan  untuk mengetahui hubungan variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) pada setiap Sub DAS menurut metode Draper dan Smith (1992).  Hasil analisis tingkat kerusakan lahan  di wilayah penelitian menunjukkan bahwa umumnya pada lahan-lahan usaha pertanian berada pada tingkat kerusakan agak rusak (AR) sampai rusak (R). Sedangkan lahan terbuka pada semua Sub DAS  berada pada kategori kelas rusak.  Dinamisasi sosial kependudukan yang tinggi merupakan salah satu penyebab penting kerusakan lahan dan menyusutnya luas hutan.   Berdasarkan hasil analisis regresi  pada setipa Sub Das dalam Kawasan Danau Poso diketahui bahwa terdapat  lima variabel yang berperanan penting  dalam pendugaan tingkat kerusakan lahan yaitu (1) lahan terbuka, (2) luas hutan sekunder, (3) luas kebun campuran, (4) padang rumput, dan (5) Kepadatan Penduduk.
KAJIAN METODE PERBANYAKAN KLONAL PADA TANAMAN KAKAO Basri, Zainuddin
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.145 KB)

Abstract

Kemampuan produksi dan kualitas hasil tanaman sangat ditentukan oleh faktor genetik.  Tanaman kakao yang memiliki potensi genetik tinggi perlu dikembangkan dan diperbanyak melalui teknik perbanyakan klonal agar diperoleh suatu populasi yang memiliki keseragaman genetik.  Pada kegiatan ini telah dicobakan tiga metode perbanyakan klonal, yaitu sambung samping, sambung pucuk dan okulasi.  Persentase keberhasilan dari ketiga metode perbanyakan tersebut ditentukan dengan cara menghitung perbandingan antara jumlah entres/mata yang tumbuh dan jumlah total entres/mata yang disambung/ditempel dikali seratus persen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan sambungan dari tiga metode perbanyakan klonal yang dicobakan sangat bervariasi.  Metode sambung pucuk memiliki tingkat keberhasilan paling tinggi, yaitu 98,83%, dan disusul metode sambung samping dan okulasi masing-masing 73,47% dan 11,54%.  Selanjutnya, tingkat keberhasilan dari setiap metode perbanyakan klonal relatif sama pada kedua klon kakao (BP 07 dan SP 07) yang digunakan.  Dengan demikian, dua metode perbanyakan klonal, yaitu sambung pucuk dan sambung samping dapat menjadi metode pilihan dalam rangka percepatan perbanyakan klon-klon kakao unggul guna mendukung program rehabilitasi dan peremajaan tanaman kakao di Sulawesi Tengah.
STRATEGI PENGEMBANGAN SUBSEKTOR PERKEBUNAN DALAM PEREKONOMIAN SULAWESI TENGAH Marwan Yantu; Sisfahyuni Sisfahyuni; Ludin Ludin; Taufik Taufik
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.545 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan (i) menganalisis kinerja subsektor perkebunan dalam perekonomian Sulawesi tengah; dan (ii) merancang strategi pengembangan subsektor tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka metode yang digunakan adalah Tiebout Economic Base Modal, Incremental Capital Output Ratio, dan Double Exponential Smoothing. Data digunakan adalah data time series, yaitu Produk Domestik Regional Bruto Sulawesi Tengah Kurun Waktu 2000 – 2007. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja subsektor perkebunan adalah sangat baik. Ini diindikasikan oleh tingkat pertumbuhan subsektor tersebut dalam kurun waktu 2000 – 2007 sebesar 8,43% per tahun, dan koefesien pengaruh ganda rata-rata dalam kurun waktu tersebut adalah 6.40.
EKSPLORASI PADI GOGO LOKAL DI KABUPATEN BANGGAI EKSPLORASI PADI GOGO LOKAL DI KABUPATEN BANGGAI Muhammad Salim, Saleh; Flora, Pasaru; Yunus, Muhammad
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.118 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengevaluasi keragaman dan kemiripan karakter vegetatif dan generatif padi gogo di Kabupaten Banggai. Penelitian ini yang meliputi  kegiatan menanam padi gogo dari hasil ekplorasi, kegiatan uji karakter morfologi, kegiatan analisis cluster, kegiatan identifikasi padi gogo dengan cara isozim. Uji karasterisasi morfologi menggunakan analisis  cluster skala 1,5 diperoleh delapan varietas padi gogo yang memiliki karakter berbeda satu sama lainnya. Tampak satu varietas yang membentuk garis lurus yang menunjukan tidak terdapat hubungan kekerabatan dengan varietas lainnya yaitu varietas ”Superwin” yang mengelompok sendiri (terpisah) dengan padi gogo lainnya. Keragaman pita enzim EST terlihat bahwa varietas Sunggul Manohong, varietas Laleha, varietas Talate, dan varietas Tano memiliki penampilan keragaman pita enzim EST yang sama, namun berbeda dengan varietas Superwin,varietas Habo, varietas Salampati, varietas Superwin,varietas Habo,varietas Salampati, ketiganya menunjukan perbedaan. Dengan demikian terdapat empat kelompok dari varietas tersebut
PENENTUAN STADIA KEMASAKAN BUAH NANGKA TOAYA MELALUI KAJIAN MORFOLOGI DAN FISIOLOGI BENIH Adelina, Enny
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.265 KB)

Abstract

Dalam penyediaan benih nangka bermutu, tingkat kemasakan buah menjadi penting karena sangat menentukan vigor dan viabilitas benih yang dihasilkan. Vigor dan viabilitas merupakan refleksi kekuatan tumbuh dan kemampuan adaptasi tanaman saat di lapangan. Pengkajian secara morfologi dengan metode deskriptif dan kajian fisiologi memberikan hasil adanya perubahan morfologi pada setiap umur kemasakan buah. Namun pada stadia kemasakan M4 (Umur 37 Minggu) tidak terjadi perubahan karena atribut pertumbuhan telah mencapai maksimun dan mengalami penurunan setelah tercapai masak fisiologi benih. Perbedaan tingkat kemasakan benih nangka ditandai dengan perbedaan fisiologi seperti Bobot basah, bobot kering, daya berkecambah, kecepatan berkecambah dan pemunculan kecambah. Melalui kajian morfologi diperoleh empat stadia kemasakan buah nangka yakni M1, M2, M3, dan M4 stadia kemasakan yang terbaik untuk dijadikan benih bermutu  adalah stadia M4 (Umur 8 bulan setelah anthesis).
RESPON MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN USAHA PETERNAKAN SAPI DI SULAWESI TENGAH Rusdin, Rusdin; Ismail, Moh.; Ridwan, Ridwan
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.866 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana respon masyarakat dalam mengembangkan usaha peternakan sapi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Parigi-Moutong Kabupaten Donggala dan Kota Palu selama 8 (delapan) bulan, terhitung mulai 1 April sampai 30 November 2008. Penelitian ini mengunakan Metode deskriptif dan eksploratif terhadap masyarakat peternak sapi dan masyarakat yang bukan berstatus sebagai peternak. Metode ini dilakukan dalam pengumpulan data untuk menganalisis permasalahan yang berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat respon masyarakat dalam beternak sapi. Gambaran respons masyarakat berusaha ternak sapi potong, secara keseluruhan masih rendah, terbukti dari sistem pemeliharaan terutama pada masyarakat lokal. Berdasarkan skala usaha, kondisi peternak dan tujuan pemeliharaan sapi yang dilakukan oleh peternak, masih sangat sulit untuk ditingkatkan sebagai usaha utama dan atau penerapan usaha agribisnis sapi potong.
LAMA PENYIMPANAN DAN INVIGORASI TERHADAP VIGOR BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) Maemunah, Maemunah; Adelina, Enny
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.286 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevigoran bibit kakao pada berbagai lama penyimpanan dan invigorasi benih. Penelitian ini disusun berdasarkan pola faktorial menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan 2 faktor.  Faktor pertama adalah lama penyimpanan benih yang terdiri dari lima taraf yaitu: 1) control , 2) lama simpan 2 minggu, 3) lama simpan 4 minggu,  4) lama simpan 6 minggu, 5) lama simpan 8 minggu. Faktor kedua adalah cara invigorasi benih dengan menggunakan ZPT yang terdiri dari empat macam yaitu: 1) tanpa ZPT, 2) 0,01 m mol GA3, 3) 0,01 m mol GA3 + 0,1 m mol NAA, 4) air kelapa.  Data yang diperoleh dianalisis ragam, data yang memiliki koefisien keragaman lebih dari 20% ditransformasikan ke √ x + 0,5  Sedangkan perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf  0,05.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa : Semakin lama benih disimpan menyebabkan vigor bibit juga semakin menurun.  Invigorasi dengan GA3 + NAA memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap persentase  bibit vigor, tinggi bibit, jumlah daun dan indeks vigor hipotetik. Air kelapa dapat menjadi alternative cara invigorasi benih kakao yang telah mengalami kemunduran.
STUDI KEANDALAN KELISTRIKAN KOTA PALU 2007 BERDASARKAN SYSTEM AVERAGE INTERRUPTION DURATION INDEX (SAIDI) DAN SYSTEM AVERAGE INTERRUPTION FREQUENCY INDEX (SAIFI) Pirade, Yulius S
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.367 KB)

Abstract

Pada tulisan ini membahas dan meneliti sistem keandalan kelistrikan kota Palu berdasarkan System Average Interruption Duration Index (Rata-rata Indeks Waktu Pemadaman) dan System Average Interruption Frequency Index (Jumlah Kali Padam Dalam Satu Kurun Waktu) yang menggunakan parameter mutu dan keandalan sistem, karena seringnya terjadi gangguan penyaluran tenaga listrik terhadap konsumen. Parameter mutu dan keandalan sistem suplai tenaga listrik di wilayah Suluttenggo cabang Palu menggunakan Standar Perusahaan Listrik Negara (SPLN) yang dibagi dalam dua kategori yaitu SAIDI, SAIFI di luar sistem Jawa dan SAIDI, SAIFI sistem Jawa sendiri dan langkah  yang digunakan adalah wawancara dan pengambilan data.

Page 1 of 2 | Total Record : 11