cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
MEDIA LITBANG SULTENG
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2010)" : 10 Documents clear
KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN PLANKTON DI PERAIRAN LAGUNA DESA TOLONGANO KECAMATAN BANAWA SELATAN Madinawati, Madinawati
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.939 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman plankton yang ada di Perairan Laguna, Desa Tolongano, Kecamatan Banawa Selatan.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2009.  Pengambilan sampel plankton bertempat di Perairan Laguna, Desa Tolongano, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala. Identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Metode penelitian yang digunakan adalah purpossive sampling method (penempatan titik sampel dengan sengaja).  Stasiun pengambilan sampel terdiri atas 5 stasiun, dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada pukul 07.00, 12.00, dan   17.00 WITA. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa  kelimpahan  fitoplankton dari kelas Bacillariophyceae berkisar antara 8.925 – 16.135 ind/l dan kelimpahan zooplankton dari kelas Crustacea berkisar antara 35 – 70 ind/l, indeks keanekaragaman fitoplankton dari kelas Bacillariophyceae berkisar antara 2,010 – 2,504  dan indeks keanekaragaman zooplankton dari kelas Crustacea berkisar antara 0 – 0,6931, indeks  dominansi  dari kelas  Bacillariophyceae  berkisar  antara 1,1995 – 1,2326 menunjukkan ada jenis plankton yang mendominasi, yaitu Nitzchia sp.
KARAKTERISASI MORFOLOGI VARIETAS JAGUNG KETAN DI KECAMATAN AMPANA TETE KABUPATEN TOJO UNA-UNA Maemunah, Maemunah; Yusran, Yusran
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.293 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk menginventarisasi dan mengkarakterisasi kultivar  “Jagung Ketan” serta mengidentifikasi keragaman karakter dari hasil pengelompokkan (cluster)  kultivar Jagung Ketan yang terdapat di Desa Pusungi, Uebone, dan Kajulangko Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Tojo Una-una dilaksanakan bulan Januari-Maret 2010. Penelitian ini menggunakan metode survei dan observasi dimana lokasi penelitian ditentukan berdasarkan informasi yang diperoleh Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tojo Una-una. Pengamatan dilakukan berdasarkan karakter morfologi tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, lebar daun, umur bebunga, lebar daun, panjang tongkol, lilit tongkol tanpa biji, lilit tongkol dengan biji, panjang tangkai tongkol, jumlah biji per tongkol, jumlah baris biji per tongkol, jumlah biji per baris, panjang baris biji per tongkol, bobot biji per tongkol, bobot biji dan tongkol, bobot tongkol, bobot 100 biji, dan warna biji.  Analisis dilanjutkan dengan menggunakan analisis cluster program software SYSTAT 8.0. Hasil penelitian menunjukkan karakter morfologi yang diamati  berdasarkan analisis cluster yang digambarkan dengan dendrogram kecamatan terlihat antar desa menghasilkan tiga kelompok kultivar yang memiliki hubungan kekerabatan, masing-masing diwakili oleh sampel UB01 dari desa Uebone, KJ02 dan KJ04 dari desa Kajulangko yang merupakan kultivar terpilih di Kecamatan Ampana Tete.
STRATEGI RISET RUMPUT LAUT UNTUK PRODUKSI PRODUK SPESIFIK DAERAH SULAWESI TENGAH Mappiratu, Mappiratu
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.372 KB)

Abstract

Masyarakat Sulawesi Tengah pada dasarnya telah mengenal rumput laut sejak dulu, namun baru dilakukan kegiatan budidaya dalam skala kecil pada tahun 1990.  Perkembangan budidaya rumput laut kearah yang lebih maju, setelah tim peneliti dari Lembaga Penelitian Perikanan Laut (LPPL) berhasil membudidayakan rumput laut jenis Eucheuma cottonii di Kepulauan Samaringga pada tahun 1997 (Fauziah, 2009; Hamja, 2009). Sejak itu, kegiatan budidaya rumput laut oleh masyarakat pesisir Sulawesi Tengah berkembang dari tahun ke tahun sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dan nilai ekonomi rumput laut itu sendiri, yang saat ini sebagian besar masyarakat Sulawesi Tengah telah mengenal rumput laut dan telah menjadikan sebagai sumber pendapatan utama. Selain Eucheuma cottonii , berkembang pula budidaya rumput laut jenis Gracilaria sp, terutama di daerah Kabupaten Morowali. Rumput laut Eucheuma cottonii di budidayakan di laut dan merupakan penghasil karaginan, sedangkan Gracilaria sp di budidayakan di Tambak dan merupakan penghasil agar-agar. Pada tahun 2005, produksi rumput laut Eucheuma cottonii dan  Gracilaria sp di Sulawesi Tengah mencapai 244.133 ton basah. Dengan produksi tersebut, Sulawesi Tengah menempati  urutan  ketiga  penghasil  rumput laut terbesar di Indonesia, setelah Sulawesi  Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Produksi tersebut sesungguhnya masih sangat rendah, jika dibandingkan dengan  luas  areal  tersedia  sebesar 106.000
PENGARUH LAMA PENGADUKAN TERHADAP FAKTOR KEPADATAN ADUKAN BETON Mallisa, Harun
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.524 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari lamanya pengadukan campuran beton terhadap sifat adukan beton segar. Variabel lama pengadukan terdiri atas tujuh perilaku yaitu 2 menit 7, 12, 17, 22, 27, dan 32 menit dan hasil pengadukan selanjutnya diuji faktor kepadatan adukan beton menurut periode umur perawatan benda uji. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh lama pengadukan terhadap faktor kepadatan adukan beton turun dari 0,961 menjadi 0,876 atau turun sebesar 8,84 %. Jadi semakin lama beton diaduk, adukan beton segar akan menjadi lebih kental/kaku, kandungan udara semakin bertambah dan sifat workabilitasnya semakin rendah.
PERKEMBANGAN ARAH FALSAFAH DESAIN SEISMIK STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT Mallisa, Zet
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.519 KB)

Abstract

Gempa bumi yang melanda berbagai daerah dan kota-kota di dunia dalam kurun waktu satu dasawarsa terakhir menyebabkan kerusakan bangunan dan kerugian ekonomi, sehingga telah menuntut adanya suatu pendekatan baru dalam perencanaan bangunan di daerah rawan gempa. Selama ini falsafah desain seismic yang dipakai, seperti juga yang dianut oleh standar Perencanaan Ketahanan Gempa Indonesia SKBI 1.3.53.1987, adalah : akibat gempa kecil atau sedang, struktur bangunan harus dijamin tidak rusak; sedangkan akibat gempa kuat yang jarang terjadi, struktur harus dijamin tidak roboh, walau diijinkan mengalami kerusakan dengan pola yang telah direncanakan.Pendekatan dengan falsafah ini ternyata belum menjamin terkendalikannya kerusakan bangunan maupun isinya serta terganggunya aktivitas bisnis terhadap gempa dengan intensitas sedang sampai kuat. Lagi pula ketentuan-ketentuan yang dibangun di atas falsafah ini belum menjamin tercapainya keseragaman resiko akibat gempa pada bangunan di wilayah yang sama. Tulisan ini memaparkan Konsep “Performance-based Seismic Design” yang menawarkan suatu pendekatan baru bagi desain seismic struktur bangunan gedung. Metoda analisis yang dapat dipakai untuk melakukan evaluasi kinerja dan kriteria batas untuk setiap kinerja juga diuraikan secara ringkas. Pada bagian akhir dipaparkan pula peran berbagai pihak yang terkait untuk memastikan efektifitas pendekatan baru ini dalam mencegah kerugian akibat gempa yang tidak diharapkan.
PENGENDALIAN ALIRAN PERMUKAAN DAN EROSI PADA LAHAN BERBASIS KAKAO DI DAS GUMBASA, SULAWESI TENGAH Monde, Anthon
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.348 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan di DAS Gumbasa,, Desa Sejahtera Kabupaten Sigi dari Mei hinggá November 2009. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas penerapan teknik konservasi tanah dan air berupa pemberian mulsa dan rorak yang diberi mulsa vertikal terhadap aliran permukaan dan erosi pada lahan kakao rakyat. Penelitian ini dilakukan di lahan kakao pada berbagai tingkatan umur.  Plot  pengamatan dibuat pada lahan kakao masing-masing umur kakao ≤3 tahun & 5 tahun,   8 tahun dan 12 tahun. Mulsa sebanyak 6 t/ha disebar merata pada permukaan tanah pada lahan kakao umur ≤3 tahun. Teras gulud bersaluran dibuat searah kontur di antara baris tanaman dengan vertikal interval 3-4 m (tergantung jarak tanam). Panjang teras gulud disesuaikan dengan  kondisi lahan, lebar dan tinggi gulud dan dalam saluran  masing-masing 30 cm. Lubang resapan dibuat  dengan bor Belgi ditengah saluran dengan jarak antar lubang  1,5 m dengan kedalaman hingga 1 m. Rorak dengan panjang 200 cm, lebar dan dalam masing-masing 40 cm dibangun di antara barisan tanaman kakao sejajar kontur  dengan pola zig-zag. Jarak  antar rorak dalam satu garis kontur  sejauh 10 m dan jarak vertikal 20 m. Pada setiap rorak dibuat 2 lubang resapan sama dengan pada saluran guludan. Rorak dan lubang resapan diisi sisa-sisa tanaman sebagai mulsa vertikal. Mulsa 6 t/ha disebar rata dipermukaan tanah   pada lahan kakao umur ≤3 tahun. Penelitian ini ditata dengan  rancangan acak kelompok, dimana pengelompokan dilakukan pada tiga lereng yang berbeda yakni  8%, 20% dan .35%.  Selain itu dibangun plot-plot kontrol pada masing-masing kemiringan lereng.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rotak yang diberi mulsa secara verikal efektif menekan aliran permukaan hingga 73% dibandingkan dengan kontrol. Teknik konservasi dengan rorak dapat menekan jumlah tanah yang tererosi yakni mencapai 76 % dibandingkan dengan kontrol. Pemberian mulsa 6 t/ha pada lahan kakao umur ≤3 tahun dapat menurunkan jumlah aliran permukaan hingga 71% dan erosi 87%.
RESPON PERTUMBUHAN PADA BERBAGAI KEDALAMAN BIBIT DAN UMUR PANEN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii DI PERAIRAN TELUK PALU Masyahoro, Masyahoro; Mappiratu, Mappiratu
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.274 KB)

Abstract

Penelitian tentang respon pertumbuhan pada berbagai kedalaman bibit dan umur panen  rumput laut bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman bibit dan umur panen terhadap pertumbuhan mutlak, produksi, dan produktivitas. Penelitian menggunakan metode bentangan tali ris apung berbentuk empat persegi panjang (18 x 18 meter) yang didesain dalam rancangan lingkungan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor, yaitu faktor kedalaman bibit  (K1 20 cm dan K2 50 cm) dan faktor umur panen (U1 40 hari, U2 45 hari, dan U3 50 hari) setelah tanam. Dengan demikian terdapat 6 kombinasi perlakuan dalam 3 ulangan tali ris, sehingga diperoleh 18 satuan unit percobaan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa, kedua faktor tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap  pertumbuhan mutlak dan produksi, tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pruktivitas rumput laut. Namun demikian faktor interaksi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertumbuhan mutlak dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi rumput laut. Bentuk interaksinya merupakan interaksi positif. Hasil uji BNT menunjukkan bahwa, kombinasi perlakuan K1U1 berbeda dan berinteraksi sangat nyata dengan K1U2 dan K1U3. Demikian halnya pada kombinasi perlakuan K2U1 dengan K2U2 dan K2U3, serta kombinasi perlakuan K2U2 dengan K2U3 terhadap pertumbuhan mutlak dengan nilai interaksi sebesar 34,44 g/hari. Selanjutnya kombinasi perlakuan  K1U1 berbeda dan berinteraksi nyata dengan K1U2 dan K1U3. Demikian halnya pada kombinasi perlakuan K2U3 dengan K2U1 dan K2U2, serta kombinasi perlakuan K2U1 dan K2U2 terhadap produksi dengan nilai interaksi sebesar 944,98 g.  
KERAPATAN, KEANEKARAGAMAN DAN POLA PENYEBARAN GASTROPODA AIR TAWAR DI PERAIRAN DANAU POSO Gundo, Meria Tirsa
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.324 KB)

Abstract

Gastropoda merupakan salah satu Kelas dari Fillum Mollusca, dan merupakan salah satu jenis komunitas fauna bentik  yang hidup didasar perairan. Komunitas fauna bentik ini banyak ditemukan di perairan danau Poso, namun hingga saat ini   data  tentang bioekologinya masih sangat kurang sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Danau Poso Sulawesi Tengah pada bulan Oktober - Desember 2009. Stasiun pengamatan ditentukan berdasarkan  model area sampling yaitu suatu tehnik penentuan areal sampling dengan mempertimbangkan wakil-wakil dari daerah feografis. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui spesies, kerapatan, pola penyebaran dan keanekaragaman  Gastropoda di danau poso, menggunakan  Metode pendekatan menurut Cox (1967) untuk mengetahui kerapatan; Ludwing and Reynolds (1988) untuk mengetahui indeks keanekaragaman Shannon-Wienner (H’); Krebs (1989) untuk mengetahui Indeks keseragaman (E) dan Indeks Sebaran Morishita (Iδ); Odum  (1971) untuk mengetahui Indeks  Dominasi (C). Berdasarkan hasil penelitian diketahui delapan jenis gastropoda yang ditemukan di danau Poso yaitu: Tylomelania toradjarum, Tylomelania patriarchalis, Tylomeliana neritiformis, Tylomeliana kuli, Tylomeliana palicolarum, Tylomeliana bakara,  Tylomeliana sp1, Tylomeliana sp2. Hasil penelitian menunjukkan  Kerapatan gastropoda paling tinggi ditemukan di stasiun I, yaitu di bagian Utara danau Poso dengan 119,25 ind/m².  Stasiun II dan stasiun IV memiliki nilai Indeks Keanekaragaman spesies yang masuk dalam kategori sedang, sedang dua stasiun lainnya masuk dalam kategori rendah. Penyebaran jenis individu gastropoda di danau Poso memiliki dua pola  yaitu bersifat seragam dan mengelompok.
MUTU BIJI KAKAO HASIL SAMBUNG SAMPING Basri, Zainuddin
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.597 KB)

Abstract

Rehabilitasi tanaman kakao melalui sambung samping selain bertujuan untuk meningkatkan jumlah produksi juga bertujuan untuk memperbaiki mutu biji.  Dalam kegiatan ini telah dilakukan analisis terhadap mutu biji yang berasal dari tanaman kakao hasil sambung samping, khususnya analisis terhadap karakteristik fisik (jumlah biji per 100 gram, biji terfermentasi dan kadar biji berjamur/berserangga) dan kimia biji (kadar lemak total dan kadar air).  Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka diketahui bahwa jenis (klon) tanaman dan kondisi lingkungan (musim) sangat mempengaruhi mutu biji yang dihasilkan, terutama ukuran berat dan kadar lemak biji.  Tanaman kakao hasil sambung samping mampu menghasilkan mutu biji yang baik.  Ukuran berat biji kakao klon SP 07 dan BP 07 umur 2-2,5 tahun pasca penyambungan dapat mencapai kriteria AA (jumlah ≤ 85 biji per 100 gram) dengan kadar lemak berkisar 55,45%-58,78%.  Guna mendapatkan mutu biji yang baik, maka tanaman kakao hasil sambung samping mutlak dipelihara dan dirawat serta biji yang dihasilkan perlu difermentasi.
STRUKTUR UKURAN GLASS EEL IKAN SIDAT (Anguilla marmorata) DI MUARA SUNGAI PALU, KOTA PALU, SULAWESI TENGAH Ndobe, Samliok
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.019 KB)

Abstract

Ikan sidat memiliki nilai ekonomis tinggi dan permintaan global semakin meningkat. Salah satu spesies yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah Anguilla marmorata. Sungai-sungai di Sulawesi Tengah umumnya terdapat populasi ikan sidat, selama ini penelitian cenderung terfokus pada Sungai dan Danau Poso dan ketersediaan data sangat kurang di sungai/danau lainnya, termasuk Sungai Palu. Salah satu jenis ikan sidat ukuran glass eel yang melakukan ruaya anadromous di Sungai Palu adalah Anguilla marmorata. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisa struktur ukuran glass eel ikan sidat (Anguilla marmorata) yang beruaya anadromous di Sungai Palu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2009 di muara Sungai Palu dan Laboratorium Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPL) Palu. Sampling glass eel dengan cara penangkapan menggunakan alat tangkap berupa seser (hand scoop net) ukuran mata jaring 1 mm. Setiap kali dilakukan penangkapan/pengumpulan sampel dilakukan pengukuran salinitas dan suhu air sungai. Salah satu cara yang umum digunakan dalam mengidentifikasi spesies glass eel adalah identifikasi berdasarkan karakter kunci Anal Dorsal Vertebrata (ADV) atau anodorsal vertebrae. Setelah glass eel diidentifikasi selanjutnya dilakukan pengukuran panjang dan berat. Setiap jenis yang teridentifikasi dimasukkan ke dalam akuarium yang terpisah.  Khusus jenis Anguilla marmorata dihitung jumlahnya dan dikelompokkan berdasarkan struktur ukuran panjang maupun  berat. Untuk mengetahui frekuensi rata-rata ukuran panjang total dan berat tubuh masing-masing populasi spesies tiap bulan dalam sampel hasil tangkapan glass eel, dianalisis menggunakan teknik histogram frekuensi, perhitungan rata-rata dan standar deviasi (Standard Deviation). Kisaran panjang total glass eel ikan sidat Anguilla marmorata yang tertangkap selama bulan Januari sampai April berkisar antara 4,1 sampai 5,0 cm dengan modus distribusi frekuensi berada pada kelas 4,5 sampai 4,8 cm. Secara keseluruhan frekuensi panjang total terbanyak 180 ekor (4,8 cm).  Rata-rata panjang total Anguilla marmorata yang ditemukan adalah 4,838 ± 0,023.  Kisaran berat tubuh Anguilla marmorata yang tertangkap selama bulan Januari sampai April adalah 0,04 sampai 0,15 gram dengan modus distribusi frekuensi berada  pada kelas ukuran 0,05 sampai 0,10 gram.  Secara umum frekuensi berat tubuh terbanyak terdapat pada kelas ukuran 0,10 gram sebanyak 130 ekor.

Page 1 of 1 | Total Record : 10