cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
SEMIRATA 2015
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Search results for , issue "Prosiding Bidang Biologi" : 74 Documents clear
KARAKTERISTIK AGRONOMI DELAPAN GALUR KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) KAMPAR GENERASI KEDUA Dewi Indriyani Roslim, Herman, Desnilia,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.195 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan karakter agronomi dari delapan galur kacang hijau Kampar generasi ke-2. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan delapan galur dan lima ulangan. Karakter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah daun, umur muncul bunga, umur panen 50%, umur panen 80%, umur panen 95%, jumlah polong, bobot polong, jumlah biji, bobot biji, bobot 100 biji, dan warna polong. ANOVA dihitung menggunakan program SPSS versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedelapan galur memiliki karakteristik agronomi berbeda-beda.  Galur-3 (G3) memiliki biji berukuran kecil; G5, G7, dan G8 memiliki biji berukuran sedang; dan G1, G2, G4, dan G6 memiliki biji berukuran besar.  Karakteristik khas lainnya adalah bahwa G4 panennya paling lama, jumlah polong per tanaman paling sedikit.  Galur-6 menghasilkan biji per tanaman paling banyak, biji per polong paling banyak, polong per tanaman paling besar, dan tanaman paling tinggi.  Galur-galur tersebut berpotensi dikembangkan sesuai keinginan pemulia konsumen. Katakunci: Kampar, Karakteristik Agronomi, (Vigna radiata (L.) Wilczek).
ANALISIS AKTIVITAS ENZIM AMILASE YANG BERASAL DARI BAKTERI TANAH DI KAWASAN UNIVERSITAS JAMBI Hesti Riany, Ika Oksi Susilawati, Ummi Mardhiah Batubara,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.955 KB)

Abstract

Tanah merupakan habitat berbagai bakteri, salah satunya bakteri amilolitik yang berpotensi menghasilkan amilase. Amilase banyak digunakan dalam industri tekstil dan pangan. Kawasan kampus Universitas Jambi merupakan wilayah yang memililiki karakter tanah yang bervariasi dan berpeluang memiliki keanekaragaman mikroorganisme, salah satunya adalah bakteri amilolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri amilolitik yang potensial dan mengetahui aktivitas amilase kasar dari isolat potensial amilolitik yang berasal dari tanah kawasan kampus Universitas Jambi. Bakteri tanah diisolasi di media Starch Agar dan diuji dengan pereaksi Lugol’s Iodine untuk diukur indeks amilolitiknya. Selanjutnya amilase kasar diisolasi dari isolat dengan indeks amilolitik tertinggi. Aktivitas amilase kasar diukur menggunakan metode Dinitrosalisilic acid. Karakter isolat yang diamati meliputi morfologi koloni, pewarnaan Gram, dan motilitas. Dari 12 isolat yang ditemukan hanya 7 isolat yang berpotensi amilolitik. Berdasarkan penghitungan indeks amilolitik dan pengujian aktivitas amilase diketahui isolat yang paling potensial adalah isolat HJ03 dengan indeks amilolitik sebesar 1,2 dan aktivitas amilase 0,157 U/mL. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa isolat HJ03 merupakan bakteri Gram positif berbentuk basil, dan tidak motil. Kata kunci: amilase, bakteri tanah, Universitas Jambi
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN HONJE HUTAN Etlingera hemisphaerica (Blume) R.M.Sm TERHADAP GEJALA PARKINSONISME PADA MENCIT Mus musculus L. (1758) SWISS WEBSTER YANG TELAH DISUNTIK PARAQUAT Aceng Ruyani, Nova Cristiyanti Nababan, Choirul Muslim,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.359 KB)

Abstract

Penelitian pengaruh pemberian ekstrak daun honje hutan Etlingera hemisphaerica (Blume) R.M.Sm terhadap gejala Parkinsonisme pada mencit Mus musculusL. (1758) Swiss Webster yang telah disuntik paraquat telah dilakukan pada bulan November sampai Desember 2014 di Kebun Biologi, FKIP Universitas Bengkulu. Perlakuan terdiri 3 kelompok yaitu: perlakuan kontrol (R0), Perlakuan paraquat dengan dosis 10 mg/kg bb secara intraperitoneal (R1) dan perlakuan paraqaut 10 mg/kg bb + ekstrak E. hemisphaerica dengan dosis 0,39 mg/g bb (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian paraquat menyebabkan mencit mengalami gejala parkinsonisme dengan memperlihatkan perilaku postural instability dan rigiditas. Secara umum gejala parkinsonisme ditunjukkan pada penurunan kemampuan refleks menghindari jurang, refleks geotaksis negatif, kemampuan berenang. Tikus yang menunjukkan gejala parkinsonisme diberi ekstrak daun honje memulihkan kemampuan penciuman dan kemampuan penglihatan, memulihkan kemampuan pendengaran dan kemampuan mengangkat badan tetapi tidak 100%. Kata Kunci: Parkinsonisme, Paraquat, Ekstrak, Honje Hutan, Etlingera hemisphaerica
PERBANDINGAN KANDUNGAN MINERAL DAN VITAMIN B1 BEBERAPA JENIS UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) Munarti, Surti Kurniasih,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.765 KB)

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan sumber karbohidrat alternatif selain beras, sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan pangan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kandungan mineral kalsium (Ca) dan zat besi (Fe), serta vitamin B1 pada ubi jalar.  Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah empat jenis ubi jalar segar berdasarkan warna umbi (putih, kuning, jingga dan ungu).  Kadar mineral diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 422.7 nm (Ca) dan 248.3 nm (Fe), kadar vitamin B1 menggunakan panjang gelombang maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Ca tertinggi dimiliki ubi ungu 87.8 ppm per 0.5 gram bobot sampel, kemudian ubi jingga 86.62 ppm. Kandungan Fe tertinggi juga dimiliki ubi ungu 19.59 ppm per 0.5 gram bobot sampel, sedangkan ubi jingga 19.18 ppm. Kandungan vitamin B1 tertinggi pada ubi ungu dan putih yaitu 0.19 % per 0.5 gram sampel. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ubi jalar ungu dan jingga memiliki kandungan mineral paling tinggi, sedangkan kandungan vitamin B1 tertinggi dimiliki ubi  ungu dan putih. Kata Kunci : Ubi Jalar,  kalsium (Ca), zat besi (Fe), vitamin B1
KOREKSI MISKONSEPSI MAHASISWA TERHADAP MATERI BIOLOGI SEL DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO Lbn Gaol, Herbert Sipahutar, Adriana Y.D.
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.289 KB)

Abstract

Miskonsepsi dapat menekan kemampuan aktual mahasiswadanmengakibatkan inefisiensipembelajaran.Penelitian ditujukan untuk membandingkan efektifitas penggunaan media videodalam mengoreksi miskonsepsiyang dialami mahasiswa.Minggu pertama semester, 55 orang (dua kelas)mahasiswaProdi Biologi FMIPA Unimed, peserta matakuliah Biologi Sel, didiagnosis dengan instrumen tes dua dimensi untuk miskonsepsi. Hasil diagnosisdipetakan untuk menentukan lima konsep yang paling sering dimiskonsepsi, lalu ditentukan media video untuk memperbaikinya, satu video per konsep. Minggu kedua, video diberikan kepada 28 mahasiswa (satu kelas) untuk dipelajari secara mandiri di luar perkuliahan (kelompok video mandiri, KVM) sedangkan 27 orang lainnya (kelompokvideo umum, KVU) video digunakan guru sebagai media pembelajarankelas. Mahasiswa dibelajarkan denganmetode ceramah berbantuan slide power point (KVM) ataupower point dan video (KVU) diikuti tanya jawab (10 menit). Pada minggu ke-16, miskonsepsi didiagnosis kembali.Diperoleh bahwa lima konsep yang umum dimiskonsepsiadalah struktur kromosom, SK (75% mahasiswa miskonsepsi), ekspresi gen, EG (67%), meiosis, ME (61%), ploidi, PL (59%), dan mitosis, MI (42%). Di akhir semester miskonsepsi KVM terkoreksi lebih baik, yaitu SK (tinggal 9% mahasiswa miskonsepsi), EG (12%), ME (5%), PL (15%) dan MI (5%), dibanding mahasiswaKVU, yaitu SK (29%), EG (35%), ME (28%), PL (11%) dan MI (25%).Disimpulkan bahwa penggunaan media video secara mandiri mengoreksi miskonsepsi lebih efektif dibanding penggunaan secara umum dalam kelas. Kata kunci:Miskonsepsi, konsep Biologi Sel, video pembelajaran, mahasiswa, Program Studi Biologi.
HIDROPONIK MINI SEBAGAI MEDIA PRAKTIKUM PENGARUH EKSTERNAL TERHADAP PERTUMBUHAN TUMBUHAN KELAS XII SMA Asriah Nurdini M, Desi Nur Indah Sari, Entin Daningsih,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.844 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan hidroponik mini sebagai media praktikum dalam materi pengaruh faktor eksternal terhadap pertumbuhan dengan menggunakan selada (Lactuca sativa L.) dalam perbedaan konsentrasi Gandasil B. Hidroponik mini merupakan pengembangan media praktikum dengan memanfaatkan botol plastik bekas, Penelitian dilaksanakan di rumah kaca. Metode yang digunakan adalah Research and Development yang terdiri dari lima tahap: penentuan potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain dan uji coba produk. Ahli media dan ahli materi menyatakan bahwa prototype hidroponik mini sangat layak diujicobakan di lapangan. Ahli media menyatakan bahwa hidroponik mini termasuk dalam kategori baik (skor 62.5%) namun hidroponik mini masih perlu diperbaiki karena tidak dapat menopang pertumbuhan selada sampai fase generatif. Namun demikian, berdasarkan validasi ahli materi (skor 91.66%) dan direspon siswa (skor 84.6%), hidroponik mini sangat layak digunakan sebagai media praktikum di sekolah. Pengujian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji efectivitas penggunaan hidroponik mini di sekolah.Kata kunci:Hidroponik mini, media, salada, pertumbuhan
PENAMBAHAN GLISEROL PADA BAHAN PEMBAWA ALGINAT SEBAGAI PENSTABIL PERTUMBUHAN BAKTERI PSEUDOMONAS BERFLUORESEN Khairatul In’am, Linda Advinda, Mades Fifendy,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.089 KB)

Abstract

Pseudomonas berfluoresen adalah kelompok bakteri rhizobakteria yang dapat digunakan sebagai pengendali penyakit tanaman.Bakteri ini dapat diformula dalam bahan pembawa alginat agar dapat disimpan lama dalam jumlah yang banyak dan mudah diaplikasikan.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan gliserol dalam bahan pembawa alginat terhadap viabilitas Pseudomonas berfluoresen. Rancangan penelitian Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah A = tanpa gliserol, B = gliserol 0,01 mL, C = gliserol 0,02 mL, D = gliserol 0,03 mL, E = gliserol 0,04 mL, F = gliserol 0,05 mL. Viabilitas Pseudomonas berfluoresen diamati dengan menghitung jumlah bakteri pada masa inkubasi 14 hari, 28 hari, 42 hari, dan 56 hari. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut DNMRT pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan gliserol mempengaruhi viabilitas Pseudomonas berfluoresen dalam bahan pembawa alginat pada 14 hari, 28 hari dan 42 hari masa inkubasi. Pseudomonas berfluoresen paling stabil terdapat pada perlakuan C (gliserol 0,02 mL) pada masa inkubasi 42 hari. Kata kunci: Pseudomonas berfluoresen, gliserol, alginat
BIODIVERSITAS TUMBUHAN SEMAK DI HUTAN TROPIS DATARAN RENDAH CAGAR ALAM PANGANDARAN, JAWA BARAT Heryanti, EkaPutri Azrai, Erna
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.487 KB)

Abstract

Hutan hujan tropis sangat berstratifikasi. Stratifikasi yang terbentuk dalam vegetasi hutan tergantung pada tipe hutan. Strata atas didominasi oleh pohon, sedangkan strata bawah diisi oleh semak, herba, maupun liana. Penelitian tentang struktur vegetasi pohon atau penyusun strata atas telah banyak dilakukan, namun penelitian tentang vegetasi semak masih sangat jarang.  Dominansi dan komposisi tumbuhan semak dan herba dapat menjadi penciri tipe habita. Penelitian ini bertujuan menganalisis komposisi, keanekaragaman, dan kekayaan jenis vegetasi semak di hutan dataran rendah CA Pangandaran.  Penelitian dilakukan dengan analisis vegetasi metode Line Intercept. Cuplikan yang dilakukan pada ekosistem hutan dataran rendah menemukan 6 spesies semak berikut INPnya sebagai berikut : Mischocarpus sp. (110.34), Psicontria viridiflora (62.17), Ixora sp. (44.48), Dillenia excelsa (37.56), Barringtonia racemosa (28.27), danRhodamnia rubescense (17.18). Sedangkan pada daerah ekoton ditemukan 8 spesies semak yaitu Psicontria viridiflora (66.93), Sambucus javanica (52.05), Clidemia hirta (43.96), Kebojalu (37.11), Micromelum pubescens (36.65), Mischocarpus sp. (28.34), Morgania ( 27.18), dan Dillenia excelsa (7.78). Baik indeks keragaman Shannon [10] (1,458) maupun indeks kekayaan Margalef [4] (1,573) spesies semak di hutan lebih kecil daripada di daerah ekoton (1,717 dan 1,882). Kata kunci: tumbuhan semak, hutan, dataran rendah
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI HIDROKARBONOKLASTIK DARI LIMBAH CAIR MINYAK BUMI GS CEVRON PASIFIK INDONESIA DI DESA BENAR KECAMATAN RIMBA MELINTANG ROKAN HILIR Suratni, Irda Sayuti,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.068 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari isolasi dan  identifikasi bakteri hidrokarbonoklastik. Bakteri hidrokabonoklastik diisolasi dari limbah cair yang terkontaminasi  minyak bumi di daerah benar Parit Malingtang Rokan Hilir. Sampel  limbah cair minyak bumibakteri hidrokarbonoklastik diambil secara purposive random sampling.Isolasi dan identifikasi .bakteri hidrokarbonoklastik diisolasi dari  air limbah cair yang terkontaminasi minyak bumi dan dibiakkan pada media padat Stone Mineral Salt Solution Extract Yeast (SMSSe) dengan penambahan minyak bumi mentah sebagai media selektif. Koloni bakteri yang didapatkan diinkubasikan pada temperatur 28-300C selama 24-48 jam dan diidentifikasi dengan pengamatan makroskopik, mikroskopik dan uji biokimia untuk memastikan bahwa bakteri yang diidentifikasi adalah bakteri minyak bumi. Hasil penelitian  di temukan   3 genus bakteri yaitu Enterobacter, Pseudomonas dan Klebsiella Kata Kunci:Identifikasi, Media SMSSe, Uji biokimia.
PRODUKSI BIOPLASTIK DARI PATI SAGU OLEH BAKTERI AMILOLITIK LOKAL MENGGUNAKAN SUMBER NITROGEN BERBEDA H. Muhiddin, Nur Arfa Yanti, Nurhayani
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.232 KB)

Abstract

Poli-β-hidroksibutirat (PHB) merupakan bioplastik yang disintesis oleh bakteri dan berpotensi digunakan sebagai pengganti plastik sintetik. Penggunaan pati sagu sebagai sumber karbon murah dapat membantu menurunkan biaya produksi bioplastik PHB. Pengaruh sumber nitrogen yang berbeda pada produksi bioplastik PHB dari pati sagu oleh bakteri amilolitik lokal, Bacillus megaterium PSA10 dikaji dalam penelitian ini. Sumber Nitrogen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pepton, yeast ekstrak, protease pepton, (NH4)2SO4 dan NH4NO3. Kadar PHB dideterminasi menggunakan metode spektrofotometri. Produksi PHB dari pati sagu dan pertumbuhan B. megaterium PSA10 tertinggi diperoleh dengan menggunakan (NH4)2SO4 sebagai sumber N yaitu berturut-turut 50,55 % (g PHB/g berat kering sel) dan 1,82 g berat kering sel/L Konsentrasi (NH4)2SO4 sebanyak 1 g/L (0,1%) mampu menghasilkan bioplastik PHB yang tertinggi dengan kadar PHB 51,32 %. Dengan demikian, penggunaan (NH4)2SO4 sebagai sumber nitrogen sebanyak 0,1 % sangat baik untuk memproduksi PHB dari pati sagu oleh bakteri amilolitik lokal. Kata kunci: Bioplastik, PHB, pati sagu, sumber Nitrogen, bakteri amilolitik Â