cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 159 Documents
Search results for , issue "PROSIDING SEMNASTEK 2018" : 159 Documents clear
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI PANJANG RESONATOR TERHADAP TEMPERATUR ONSET TERMOAKUSTIK GENERATOR GELOMBANG BERDIRI PADA POSISI VERTIKAL Rinasa Agistya Anugrah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Termoakustik generator merupakan salah satu piranti konversi energi yang dapat mengubah energi kalor menjadi kerja dalam bentuk gelombang akustik. Alat ini dapat memanfaatkan energi kalor yang terbuang atau tidak terpakai dari industri, geotermal, motor bakar, dan energi surya. Temperatur onset dapat merepresentasikan kinerja piranti ini dilihat dari input energi yang digunakan dalam aplikasinya. Semakin rendah temperatur onset yang terjadi, maka semakin sedikit pula energi yang digunakan untuk membangkitkan gelombang akustik. Metode pengukuran temperatur onset adalah dengan menempatkan dua termokopel pada kedua sisi stack. Perbedaan Temperatur keduanya merupakan temperatur onset (ΔTonset) yang terjadi tepat saat pertama kali gelombang akustik muncul. Pada penelitian ini telah dilakukan penelitian dengan variasi panjang resonator 390, 780, dan 1170 mm pada posisi vertikal. Hasilnya pada panjang resonatordari 390 mm ke 780 mm temperatur onset mengalami penurunan, yaitu 206ºC ke 203ºC setelah itu mengalami peningkatan pada 1170 mm, yaitu 216 ºC. Pada penelitian ini, jika dilihat dari input energinya, kinerja termoakustik generator terbaik adalah resonator dengan panjang 780 mm.
UNJUK KINERJA PEMBANGKIT ENERGI ELEKTRIK MEMANFAATKAN LIMBAH PANAS MESIN MOBIL CITY CAR MENGGUNAKAN MODUL TERMO ELECTRIC COOLER (TEC) Mirza Yusuf
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi untuk menghemat bahan bakar menjadi isu yang menarik dalam penelitian. Energy listrik masih menjadi kebutuhan primer pada system internal combustion engine. Ditinjau secara micro dalam penggunaan elektrikal diterapkan pada system pengapian mesin yang bersumber pada battery mobil. sistem elektrikal pada mobil bersumber pada alternator. Cara kerja alternator menggunakan pulley kopel putaran mesin alternator tersebut juga berdampak membebani putaran mesin. System elektrikal yang mampu menghemat bahan bakar mesin tersebut dapat kita temukan pada modul thermoelectric. terobosan baru sistem sumber energy listrik tersebut menggunakan modul Thermo Electric (TEC) proses konversi energi dengan memanfaatkan seaback effect . Thermo Electric (TEC) ketika dialiri panas pada salah satu sisinya maka akan terjadi proses perpindaan electron di dalam modulnya kemudian terciptalah aliran listrik. Besarnya energy listrik bergantung pada kecepatan pending sisi lawan permukaannya. Proses penurunan temperature dapat dibantu dengan menggunakan alat penukar kalor berupa heat exchanger sirip dan fin. semakin lama proses pendinginan, maka semakin optimal besaran nominal arus yang dihasilkan. Dari data Hasil pengujian dapat diketahui perangkat pembangkit energi tersebut mampu bekerja dengan rate orde satuan milivolt. Selanjuttya energy listrik tersebut dapat dimanfaatkan sebagai system penerangan kendaraan. Di era yang semakin maju ini, banyak sekali lampu LED yang hemat energy diaplikasikan pada mobil citycar yang hemat bahan bakar
ANALISIS UPAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MEMILIH SUPPLIER TERBAIK DENGAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) PADA DEPARTMENT PROCUREMENT PT. XYZ Richy Abdullah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan supplier merupakan salah satu hal yang penting dalam aktivitas pembelian bagi perusahaan. Pemilihan supplier merupakan masalah multi kriteria yang meliputi faktor-faktor kuantitatif dan kualitatif. Salah satu metode yang biasa digunakan untuk pemilihan supplier adalah metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Penelitian ini dilakukan pada sebuah perusahaan manufaktur, PT XYZ, yang akan meningkatkan dan mengembangkan hubungan kemitraan dengan supplier khususnya supplier material stamping parts, dimana kondisi pasokan material stamping parts PT XYZ saat ini masih belum dapat memenuhi harapan perusahaan dan memberikan dampak pada keterlambatan kegiatan proses produksi didalam PT XYZ. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah urutan prioritas kriteria dan subkriteria dalam pemilihan supplier pada PT XYZ? (2) Supplier/pemasok manakah yang sebaiknya dipilih oleh PT XYZ berdasarkan metode AHP? Studi kasus sampel yang di ambil dari penelitian ini adalah para pemangku kepentingan dalam departemen pembelian, kualitas, keuangan dan gudang yang memiliki intensitas hubungan supplier yang tinggi. Teknik pengambilan sampel menggunakan judgment sampling metode AHP (Analytical Hierarchy Process) mensyaratkan ketergantungan pada sekelompok ahli sesuai dengan jenis spesialis terkait dalam pengambilan keputusan. Para pemangku kepentingan sangat dibutuhkan dalam upaya memberikan keterangan kriteria-kriteria dan subkriteria apasaja yang dibutuhkan dalam upaya pemilihan supplier terbaik khususnya supplier material stamping parts. Dari hasil penilaian tingkat kepentingan kriteria dalam pemilihan supplier menghasilkan skala prioritas/bobot sebagai berikut: prioritas I kualitas (0,156), prioritas II harga (0,155), prioritas III pengiriman (0,141), prioritas IV jaminan (0,133), prioritas V kapabilitas teknis (0,113), Prioritas VI system tersertifikasi (0,093), Prioritas VII responsif (0,067), Prioritas VIII pelayanan (0,060), Prioritas IX performa (0,050) dan yang terakhir adalah fleksibilitas (0,031). Dari hasil penilaian tingkat kepentingan alternatif dalam pemilihan supplier menghasilkan skala prioritas/bobot sebagai berikut: prioritas I supplier PT. FGH (0,3761), prioritas II supplier PT. PQR (0,3102), prioritas III supplier PT. ABC (0,1676) dan prioritas terakhir yaitu supplier PT. LMN (0,1461).
RANCANG BANGUN PENGATURAN TEMPERATUR UDARA PADA KONVEYOR INDUSTRI ELEKTRONIK MENGGUNAKAN KENDALI LOGIKA FUZZY Riza Samsinar; Hermawan Susanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan mesin untuk menggantikan pekerjaan manusia yang membutuhkan kecerdasan telah terbukti pada era sekarang ini. Penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) semakin meluas dan terus berkembang di banyak sektor, salah satunya di bidang industri elektronik. Kendali logika fuzzy merupakan alternatif sistem kendali modern yang mudah karena tidak perlu dicari model matematis dari suatu sistem, tetapi tetap efektif karena memiliki respon yang stabil. Proses logika fuzzy terdiri dari fuzzyfikasi, evaluasi rule, dan defuzzyfikasi, Input setting point dilakukan melalui perangkat lunak seperti matlab. Pada penelitian rancang bangun kendali dengan logika fuzzy digunakan untuk mengontrol kecepatan konveyor, kecepatan yang dipengaruhi dari temperature/suhu dan tekanan udara. Nilai variabel linguistik pada himpunan logika fuzzy dibuat berdasarkan 4 kondisi output pada kecepatan konveyor yaitu agak lambat, lambat, agak cepat dan cepat. fuzzy if-then rules yang terdiri dari atas 9 buah rule hasil dan 7 buah rule input yang terdiri dari 3 rule tekanan udara dan 4 rule temperatur. Aplikasi dikembangkan dengan perangkat lunak matlab dengan hasil output dengan range 60 – 100 tekanan udara dan temperature, sehingga dapat mengetahui kecepatan konveyor pada setiap pergerakannya.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI LOG EVENT MANAGEMENT SERVER MENGGUNAKAN ELASTICSEARCH LOGSTASH KIBANA (ELK STACK) Muhamad Nur Arifin; Sugiartowo Sugiartowo; Emi Susilowati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan server yang harus berjalan selama 24 jam dan services yang berjalan pada server tersebut pasti menghasilkan sebuah log yang cukup banyak. Hal ini mengharuskan seorang sistem administrator dalam pengecekannya masih harus berinteraksi langsung dengan server tersebut. Dalam penelitian ini bermaksud untuk melakukan suatu perancangan untuk membangun Log Event Management Server menggunakan ELK Stack (Elasticsearch Logstash Kibana) yang dapat memudahkan dalam membaca sekaligus menganalis log services pada server. Implementasi Log Event Management Server dalam penelitian kali ini menggunakan CentOS 7 Server, dan Ubuntu 14.04 sebagai server client dengan SSH services yang terpasang. Dari hasil pengujian ELK Stack sebagai Log Event Management yang telah dibangun dengan tingkat keberhasilan 100% menunjukan bahwa semua log services SSH yang terjadi pada server client dapat dikirimkan secara realtime ke server utama ELK Stack sekalipun isi file log pada server client tersebut dihapus.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK MINYAK DEDAK PADI (RICE BRAN OIL) TERHADAP pH DAN SIFAT ANTIMIKROBIAL SABUN CAIR Fatma Sari; Ratri Ariatmi Nugrahani; Nurul Hidayati Fithriyah; Nelfiyanti Nelfiyanti; Susanty Susanty
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dedak padi mengandung nutrisi dan berbagai senyawa aktif untuk keperluan pangan maupun non pangan. Salah satu bahan yang terkandung di dalamnya adalah minyak. Minyak dedak padi mengandung asam lemak jenuh maupun tidak jenuh, minyak atsiri yang mengandung bioaktif sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan ekstrak minyak dedak padi terhadap pH dan sifat antimikroba sabun cair. Adapun metodologi penelitian yang dilakukan adalah pembuatan sabun cair dengan bahan baku asam stearat, asam laurat, asam miristat, KOH dan ekstrak minyak dedak padi sebagai bahan tambahan dengan cara mencampurkan semua bahan termasuk bahan tambahan pada temperatur kamar dengan variasi ekstrak minyak dedak padi 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% (v/v), selanjutnya dilakukan analisis pH, uji antimikroba, dan analisis korelasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada berbagai penambahan ekstrak minyak dedak padi, besarnya pH cenderung tetap. Pada penambahan ekstrak minyak dedak padi 2%, 4%, 6% menunjukkan pH 7 dan pada penambahan ekstrak 8%,10% pH mengalami penurunan menjadi 6, hal ini dikarenakan minyak dedak padi bersifat asam. Hasil ini sesuai dengan SNI 1996 persyaratan pH sabun mandi cair berkisar antara 6-8. Kemampuan penghambatan mikroba eschericia coli tetap sebesar 8 cm dan penghambatan mikroba staphylococcus aureus meningkat, terbesar pada ekstrak minyak dedak padi 10% yaitu 21 cm. Ekstrak minyak dedak padi mempunyai kemampuan menghambat mikroba Esherichia coli dan Staphylococcus aureus
PENGEMBANGAN ALAT UJI KESESUAIAN PERILAKU KARTU CERDAS TERHADAP KTP ELEKTRONIK Dwidharma Priyasta; Wahyu Cesar
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini alat uji yang digunakan untuk mengukur kesesuaian kinerja sebuah kartu cerdas (smart card) terhadap Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang KTP Elektronik mengacu pada standar ISO/IEC 10373-6. Akan tetapi alat uji ini tidak dapat digunakan untuk memastikan bahwa sebuah kartu cerdas mampu menjadi tempat bagi aplikasi KTP Elektronik. Kepastian ini sangat dibutuhkan oleh para produsen kartu cerdas yang ingin berkontribusi dalam program nasional KTP Elektronik. Makalah ini melaporkan hasil pengembangan sebuah alat uji yang dapat digunakan untuk memeriksa kesesuaian perilaku sebuah kartu cerdas sebagai tempat bagi aplikasi KTP Elektronik. Alat uji ini berupa sebuah pembaca kartu cerdas (smart card reader) dan sebuah program aplikasi komputer. Alat uji ini menerapkan skenario-skenario pengujian dari sebuah metode uji tentang KTP Elektronik yang telah dikembangkan di Pusat Teknologi Elektronika – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sebuah kartu cerdas yang dapat melewati seluruh butir pengujian yang ada pada alat uji secara berurutan dan lengkap dapat dianggap mampu menjadi tempat bagi aplikasi KTP Elektronik.
STRUKTUR BANGUNAN RANGKA BETON PADA RUMAH SANGAT SEDERHANA SISTEM SPLIT LEVEL (Studi Kasus : Hunian sederhana di pemukiman padat Pademangan Jakarta Utara) Trijeti Trijeti; Lily Mauliani; Wiwik Sudarwati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengertian istilah ’split level’ pada bangunan merujuk pada teknik konstruksi untuk menciptakan ruang dengan mengubah ketinggian lantai antara satu dengan lainnya. Bangunan rumah sederhana split level terdiri dari 3 lantai menggunakan sistem Struktur Rangka Pemikul MomenKhusus(SRPMK)untuk menahan beban gravitasi dan beban gempa. Penelitian ini merencanakan struktur beton bertulang dengan tujuan 1) Menghitung beban gravitasi dan gempa yang bekerja pada bangunan rumah sederhana 2) Menentukan dimensi balok dan kolom yang mampu menahan beban kerja gempa. 3) Menentukan konfigurasi penulangan balok dan kolom dari hasil analisis menggunakan Software SAP Versi 14. Struktur beton bertulang menggunakan peraturan persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung (SNI 03-2847-2013) dan tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (03-1726-2012). Perencanaan struktur beton bertulang pada bangunan rumah split level termasuk penentuan dimensi telah memenuhi persyaratan bangunan di atas.
DISAIN DAN ANALISA PEMBANGKITAN LISTRIK BERBAHAN BAKAR TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Moch Zulfikar Eka Prayoga; Rinaldy Dalimi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini, fokus membahas pemanfaatan energi yang berasal dari limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berupa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) untuk menjadi bahan bakar pembangkit listrik tenaga biomasa sawit (selanjutnya disebut PLTBS) dengan kapasitas 1 x 5 MWe. Pembangkitan listrik dari TKKS, pada dasarnya merupakan proses pembakaran yang kemudian menghasilkan uap panas, sehingga menggerakkan turbin uap dan membangkitkan energi listrik. Sebelum dilakukan pembakaran, terlebih dahulu TKKS melalui dua skenario pretreatment guna mengurangi kandungan air (moisture content). Skenario pertama, TKKS dicacah menggunakan alat pencacah hingga mempunyai dimensi panjang sekitar 5 cm. Skenario kedua, TKKS setelah dicacah seperti skenario pertama, dilakukan pengeringan menggunakan peralatan pengering yang memanfaatkan udara panas dari pemanas listrik. Kedua skenario pretreatment menghasilkan penurunan kadar air dari 35%, menjadi 24,5% dan 20%, dengan hasil analisa nilai kalor 3.152 kcal/kg dan 4.185 kcal/kg untuk masing – masing skenario. Hasil dan analisa dari kedua skenario menunjukkan nilai efisiensi boiler 72,96%, energi pembangkitan yang dihasilkan 4.965,17 kcal/kWh, dan efisiensi pembangkit sebesar 17,32%. Perbedaan terdapat pada konsumsi pembakaran pada kedua skenario, yaitu masing-masing 7.587,41 kg/jam dan 5.715,19 kg/jam. Kesimpulan yang didapatkan pada studi ini adalah perbedaan nilai kalor tidak mempengaruhi unjuk kerja pembangkit dan energi yang dihasilkan. Namun, penggunaan TKKS dengan nilai kalor yang lebih tinggi, membutuhkan konsumsi pembakaran yang lebih sedikit daripada TKKS dengan nilai kalor yang rendah.