cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 1,032 Documents
DISAIN PERENCANAAN UNIT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO TIPE CROSS FLOW KAPASITAS 5 kW Sulis Yulianto; Fadwah Maghfurah; Munzir Qadri; Koos Sardjono Kuntadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan suatu disain unit PLTMH yang efektif dan efisien dapat tergantung dari hasil survey data geografis pada suatu daerah tertentu, sehingga penentuan perencanaan disain dapat dibuat secara maksimal. Seperti hasil survey yang didapatkan di Desa Petir, Kecamatan Dramaga kabupaten Bogor memiliki potensi debit aliran air sebesar 0,07 m3/dtk dengan ketinggi jatuh air sebesar 8 m yang dapat dimanfaatkan sebagai media sumber pembangkit energi listrik di desa tersebut, maka disain perencanaan dari unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro tersebut dipilih mengunakan jenis turbin cross-flow dengan mengunakan 2 buah pipa dengan panjang sejauh 31 m, sistem transmisi menggunakan 2 buah sabuk v-belt yang akan mengerakan generator sinkron 1 phasa berkapasitas 5 kW, dimana efisiensi turbin sebesar 65% dan efisiensi generator listrik sebesar 85%, sehingga didapatkanlah data hasil pengujian output generator maksimal pada pembukaan katup penuh 4/4 yang menghasilkan tegangan maksimal konstan sebesar 230 volt dan arus listrik sebesar 17,5 amper sehingga beban maksimal yang dihasilkan sebesar 4025Watt.
RANCANG BANGUN MESIN PENGADUK SAMBAL LINGKUNG UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA Eko Sulistyo; Eko Yudo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pengadukan sambal lingkung/abon ikan yang dilakukan oleh industri rumah tangga di Kecamatan Sungailiat kabupaten Bangka Induk masih dilakukan dengan cara manual. Hasil pengadukan sambal lingkung dengan cara manual mempunyai kerugian yaitu waktu pengadukan sangat lama dan hasil penggadukan tidak merata, terjadinya penggumpalan maupun hangus. Hal ini menyebabkan cacat produksi dan penurunan permintaan sambal lingkung dari konsumen. Untuk mengatatasi permasalahan diatas dibuat mesin pengadukan sambal lingkung/abon ikan yang dapat melakukan pengadukan sambal lingkung dengan kapasitas 5-10 kg per proses dengan waktu 1.5-3 jam. Metedologi yang digunakan melakukan survey ke UKM untuk mengetahui cara pengadukan sambal lingkung secara manual, perancangan dan pembuatan mesin sistem pengadukan menggunakan lengan pengaduk pada wadah yang digerakkan dengan motor yang berputar 23 rpm dan pengujian mesin dilakukan dengan mencatat waktu proses pengadukan dan hasil dari pengadukan. Hasil dari pengujian didapatkan mesin dapat pengaduk sambal lingkung sampai 10 kg dalam waktu 3 jam lebih cepat dari pengadukan dengan cara manual yang memerlukan waktu 4,5 jam, sehingga dapat meningkatkan produksi sebesar 50%. Sedangkan hasil pengadukan didapatkan hasil adonan sambal lingkung yang merata, tidak hangus dan tidak menggumpal.
Usulan Penjadwalan Produksi Baja Profil Menggunakan Metode Nawaz Enscore And Ham dan Algoritma Simulated Annealing Evi Febianti; Ade Irman Saeful M; Junies Fitra
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan adalah proses pengalokasian sumber daya untuk menjalankan sekumpulan job dalam jangka waktu tertentu. Penjadwalan merupakan sebuah fungsi pengambilan keputusan dalam menentukan jadwal yang tepat. PT. XYZ termasuk perusahaan manufaktur yang memiliki fasilitas pabrik baja profil dan pabrik baja tulangan. Pabrik baja profil menggunakan pola aliran flow shop dengan 6 stasiun kerja. Berdasarkan data history produksi baja profil, permintaan tertinggi yaitu pada bulan Mei 2018 dengan total 6.263,25 ton, terdapat 5 jenis produk yaitu L130, L150, WF150, WF200 dan U200. Selama ini, penjadwalan produksi eksisting perusahaan menerapkan aturan FCFS berarti pengerjaan job dilakukan sesuai dengan waktu kedatangannya. Pengurutan job dilakukan tanpa melihat banyaknya jumlah permintaan pada job, hal ini mengakibatkan besarnya nilai makespan. Dalam penelitian ini, dilakukan penjadwalan produksi usulan menggunakan metode Nawaz Enscore and Ham (NEH) sebagai insialisasi awal algoritma Simulated Annealing (SA). Algoritma SA dilakukan untuk mendapatkan jadwal optimal yang dapat menurunkan nilai makespan. Berdasarkan hasil dan analisa, penjadwalan produksi usulan menghasilkan makespan sebesar 727,60 jam dengan urutan job 4-3-5-1-2, sedangkan penjadwalan produksi eksisting menghasilkan makespan sebesar 804,85 jam dengan urutan job 1-2-3-4-5. Hasil tersebut dapat diketahui bahwa penjadwalan produksi usulan mendapatkan makespan yang lebih baik yang mampu mereduksi makespan sebesar 77,25 jam atau sebesar 9,598%.
ANALISIS WARPAGE BERDASARKAN ALIRAN MATERIAL DAN SISTEM PENDINGIN PADA CETAKAN INJEKSI PLASTIK DAN OPTIMASI PADA PRODUK KIPAS JARI Harry Anggodo; Dadan Heryada
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk kipas jari lingkaran merupakan varian produk baru, karena pada umumnya produk kipas jari berbentuk seperti kerang. Permukaan dinding kipas jari akan ditempel stiker (label) dari pemesan produk. Namun ketika produk ini diproduksi, bentukan permukaan dinding melenting (warpage), menyebabkan stiker sulit menempel pada dinding kipas jari tersebut. Penelitian dilakukan untuk mengetahui warpage pada produk dengan menganalisis aliran material plastik dalam rongga cetak (fill analysis) dan sistem pendingin pada cetakan (cool analysis), karena dianggap sebagai faktor utama produk melenting. Metoda penelitian yang dilakukan yaitu; mensimulasikan dan mempelajari aliran plastik pada cetakan, mensimulasikan dan mempelajari sistem pendingin pada cetakan, melakukan trial pada cetakan sebelum diperbaiki dan setelah diperbaiki, melakukan pengukuran pada produk sebelum diperbaiki dan setelah diperbaiki, membandingkan hasil trial, dan menganalisis data yang didapatkan. Dari hasil analisis diketahui bahwa penyebab warpage diakibatkan oleh ketidakseragaman aliran material plastik pada rongga cetak dan ketidakseragaman pendinginan pada cetakan. Perbaikan desain produk dan saluran pendingin merupakan solusi dari permasalahan yang ada. Desain produk dan sistem pendingin yang baru pun dianalisis oleh software CAE dan divalidasi dengan melakukan trial produksi. Hasil analisis produk perbaikan serta trial produksi menunjukan bahwa lentingan lebih kecil pada dinding kipas.
DAMPAK PENGURANGAN EMISI GAS RUMAH KACA PADA PEMANFAATAN POME UNTUK PEMBANGKIT Agung Wijono
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia total mencapai sekitar 12,3 juta hektar, yang menghasilkan minyak kelapa sawit (CPO) sekitar 35,3 juta ton pada tahun 2017. Pada industri kelapa sawit menghasilkan limbah cair pabrik kelapa sawit atau POME (Palm Oil Mill Effluent) yang menghasilkan gas metan dan berpotensi besar memberi dampak emisi gas rumah kaca (GRK). Sebagai solusinya adalah dengan menangkap gas metan dari POME tersebut untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif. Dalam tulisan ini dilakukan kajian adanya potensi biogas dari POME yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif untuk membangkitkan mesin genset maupun boiler, sekaligus dilakukan perhitungan dan analisa adanya pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dengan memanfaatkan limbah POME tersebut. Metoda penelitian ini menggunakan data sekunder dari berbagai referensi terkait, dan melakukan kajian dampak lingkungan dari potensi emisi GRK yang dihasilkan limbah POME. Dalam kajian ini selain dihitung potensi energi yang dihasilkan juga dihitung potensi pengurangan emisi GRK yang dihasilkan, sehingga diketahui emisi faktor dari energi alternatif biogas tersebut. Hasil kajian ini diharapkan bisa mendorong pemanfaat energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 
IMPLEMENTASI SINUSOIDAL PULSE WIDTH MODULATION PADA INVERTER SATU FASE BERBASIS LOOKUP TABLE MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER 16-BIT Turahyo Turahyo; Noviarianto Noviarianto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inverter merupakan salah satu elemen terpenting dalam pemanfaatan energi terbarukan. Dengan menggunakan teknik pensaklaran tertentu, inverter dapat mengkonversi tegangan dc menjadi tegangan ac. Unipolar sinusoidal pulse width modulation (SPWM) merupakan metode pembangkit gelombang sinusoida yang digunakan dalam paper ini. Data  pola-pola amplitudo gelombang sinusoida dalam satu siklus dihasilkan menggunakan software DsPicWorks sedangkan 5kHz merupakan frekuensi pensaklaran pada saklar daya. Hasil penelitian menunjukan metode unipolar SPWM mudah diimplementasikan dalam mikrokontroller 16-bit, selain itu bentuk tegangan keluaran inverter berupa gelombang sinusoida dengan tegangan 0-274 volt pada beban 0-340W dengan total harmonic distortion (THD) tegangan sebesar 4,41%.
SISTEM PAKAR UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Rully Mujiastuti; Asyrofi Abdussani; Yana Adharani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuh kembang anak adalah hal yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Pertumbuhan berhubungan dengan bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh berupa tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala. Sementara perkembangan berkaitan dengan bertambahnya struktur dan fungsi tubuh berupa kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian. Diperlukan sebuah deteksi dini tumbuh kembang anak usia 12 – 72 bulan untuk meminimalisir berbagai penyimpangan tumbuh kembang yang mungkin terjadi. Pengetahuan pakar diperoleh melalui hasil konsultasi dengan para pakar dan studi literatur. Proses identifikasi tumbuh kembang anak diawali dengan mengumpulkan fakta yang diperoleh dari pengukuran fisik dan dari sekumpulan jawaban pada pemeriksaan perkembangan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Fakta tersebut selanjutnya dicocokkan dengan sekumpulan aturan (rules) untuk kemudian dilakukan penarikan kesimpulan menggunakan metode forward chaining. Aplikasi sistem pakar ini diimplementasikan ke dalam aplikasi berbasis mobile android, sehingga dapat diidentifikasi kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak secara real time. Uji coba dilakukan secara manual dan melalui sistem terhadap 37 data, untuk memperoleh kesimpulan terhadap diagnosis, kategori penyimpangan dan langkah intervensi. Setelah uji coba, dilakukan perbandingan secara manual dan secara sistem dan diperoleh hasil bahwa aplikasi ini dapat digunakan untuk medeteksi tumbuh kembang anak usia 12 – 72 bulan dengan tingkat akurasi sebesar 100%.
PENGARUH WAKTU DAN SUHU PENGERINGAN AMPAS TAHU TERHADAP YIELD TEPUNG AMPAS TAHU Alvika Meta Sari; Syamsudin AB; Novia Okny Yulianti; Yosan Yoga Permana
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas tahu mempunyai potensi yang besar dan melimpah untuk dijadikan bahan pangan, salah satunya adalah tepung ampas tahu. Tepung ampas tahu dipilih karena lebih tahan lama dan lebih mudah penggunaannya sebagai bahan dasar makanan. Dalam penelitian ini tepung ampas tahu dibuat dari ampas tahu yang diambil dari limbah industri tahu di Cakung, Jakarta Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari pengaruh waktu dan suhu pengeringan ampas tahu terhadap yield dari tepung ampas tahu yang dihasilkan serta mendapatkan kondisi optimum. Ampas tahu yang diambil segera setelah proses pembuatan tahu lalu dikurangi airnya dengan pemerasan dan dilanjutkan dengan sterilisasi dengan metode pengukusan selama 30 menit. Setelah pengukusan kemudian dikeringkan di oven dengan variasi waktu pengeringan 90, 120 dan 150 menit serta suhu 80, 90, 100, 110, 120, 130, 140, 150, 160 dan 170 oC. Setelah kering, kemudian ampas tahu dihaluskan dan diayak pada 80 mesh. Tepung ampas tahu yang dihasilkan lalu dihitung yield dan dianalisa proksimatnya untuk hasil yang terbaik. Hasil yang didapatkan bahwa semakin tinggi suhu maka yield yang dihasilkan semakin kecil dengan persamaan y = 547,5x + 5705 dan semakin lama waktu pengeringan maka yield semakin besar dengan persamaan y = 0,0224x + 3,8787. Waktu yang optimum adalah 120 menit dengan yield 7,067% dan suhu optimum adalah 120 oC dengan yield 6,093 %.
SIMULASI PENGARUH PARAMETER DISTRIBUSI ORIENTASI SERAT MWNT TERHADAP KEKUATAN TARIK DARI KOMPOSIT HYBRID EPOXY/GLASS-MWNT Iwan Dwi Antoro
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh parameter distribusi orientasi serat MWNT terhadap kuatkomposit hybrid Glass/Epoxy-MWNT. Komposit hybrid ini dipandang sebagai system kompositpolimer/serat kontinyu/serat pendek. Beberapa peneliti menyatakan bahwa orientasi serat pendek tidakbisa diabaikan karena berperan penting terhadap sifat mekanik suatu komposit. Disini kuat tarik komposithybrid dihitung dengan menggunakan model Rule of Hybrid Mixtures (RoHM) dan Rule of Mixtures(ROM). Dalam RoHM, komposit hybrid ini dimodelkan tersusun dari dua jenis komposit yaitu kompositberpenguat serat kontinyu dan komposit berpenguat serat pendek. Kuat tarik komposit berpenguat seratpendek dihitung dengan menggunakan metode Laminate Analogy Approach (LAA) dengan menerapkanvariasi kombinasi parameter distribusi orientasi, sedangkan kuat tarik komposit berpenguat serat kontinyudihitung dengan ROM. Selanjutnya kuat tarik komposit hybrid dihitung dengan RoHM. Untukmenghitung kuat tarik komposit hybrid dengan model ROM, maka komposit berpenguat serat MWNTdiasumsikan sebagai matriknya dan gelas sebagai seratnya. Penelitian ini menunjukan bahwa distribusiorientasi serat MWNT akan berpengaruh terhadap sifat kuat tarik komposit hybrid.Kata kunci: komposit hybrid, Carbon Nanotube, Laminate Analogy Approach (LAA), RoHM, RoM,Fiber Orientation Distribution (FOD)Abstract
PENGARUH PENAMBAHAN STARTER ASPERGILLUS NIGER TERHADAP KONSENTRASI ASAM ITAKONAT DENGAN SUBSTRAT GLISEROL DAN MOLASE Marlinda Marlinda; Ramli Ramli; Mardhiyah Nadir
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gliserol yang dihasilkan sebagai limbah biodiesel di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 8,7 Juta KL selama ini kurang termanfaatkan. Salah satu upaya pemanfaatannya adalah dengan dibuat menjadi asam itakonat. Asam itakonat  dapat dimanfaatkan untuk pembentukan produk lain seperti polimer, serat, resin, deterjen, cleaner dan dental adhesive. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan volume starter aspergillus niger terhadap konsentrasi asam itakonat yang dihasilkan dari proses fermentasi aerobik pada substrat modifikasi gliserol.  Faktorial yang digunakan adalah volume starter aspergillus niger yang ditambahkan (8,12,16,20 dan 24 ml)  pada substrat gliserol glukosa dan gliserol molase. Gliserol yang telah dimurnikan, sebanyak 500 ml dan dicampurkan dengan glukosa konsentrasi 100 g/L sebanyak 500 ml dan dimasukkan kedalam fermentor yang berisi 1000 ml larutan nutrien (perlakuan diulangi untuk substrat gliserol molase). Proses fermentasi dilakukan pada kondisi fermentasi aerobik aspergillus niger dan berlangsung selama 9 hari. Hasil fermentasi lalu disaring dan dimurnikan dengan rotary evaporator. Hasil fermentasi ini berupa filtrat kemudian dianalisa konsentrasi asam itakonatnya menggunakan HPLC sedangkan residu dianalisa biomassa dengan metode pengeringan 1100C. Dari hasil analisa, diperoleh konsentrasi asam itakonat tertinggi dengan volume starter aspergillus niger 16 ml  sebesar  46,27 g/L untuk substrat gliserol glukosa dan 27,35 g/L untuk gliserol molase. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin besar volumer starter aspergillus niger yang ditambahkan, semakin tinggi konsentrasi asam itakonat yang dihasilkan dari proses fermentasi aerobik pada substrat gliserol glukosa dan gliserol molase. 

Page 71 of 104 | Total Record : 1032