cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 1,032 Documents
Pemilihan Prioritas Bahan Baku Plastik Biodegradable Dengan Metode Analytical Hierarkhi Process (AHP) Furqon Cipta Ismaya; Tri Yuni Hendrawati; Muhammad Kosasih
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik mudah terurai adalah plastik yang dapat digunakan layaknya seperti plastik konvensional, namun akan hancur terurai oleh aktivitas mikroorganisme setelah dibuang ke lingkungan. Plastik konvensional sendiri berbahan dasar petroleum, gas alam, atau batu bara. Sementara plastik biodegradable terbuat dari material yang dapat diperbaharui, yaitu dari senyawa-senyawa yang terdapat dalam tanaman atau hewan misalnya pati, selulosa, dan protein.Tujuan penelitian ini adalahmemilih prioritas alternatif bahan baku bioplastik dari pati, selullosa, dan protein berdasarkan kriteria dan sifatnya dengan menggunakan metode Analytical Hierarkhi Process (AHP).Tahapan pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif terhadap aspek-aspek yang berhubungan dengan pemilihan prioritas bahan baku bioplastik. Data yang digunakan adalah data publikasi dan atau rujukan. Dalam menentukan bahan baku mana yang nantinya akan dijadikan plastik biodegradable ditentukan dengan software AHP dengan mempertimbangkan beberapa kriteria diantaranya biodegradabilitas,kekuatan mekanik,penyerapan air, harga dan ketersediaan bahan baku. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa dari hasil pemilihan prioritas bahan baku bioplastik biodegradable, selulosa merupakan bahan baku prioritas dengan bobot 0,374 diikuti dengan pati dengan bobot 0,333 dan protein 0,293.
ANALISA STRUKTUR MEKANIS PADA BILLET BESI BETON DI PROSES PENGEROLAN Ery Diniardi; Anwar Ilmar Ramadhan; Syawaluddin Syawaluddin; Hasan Basri; Erwin Dermawan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prosedur proses dan fabrikasi merupakan hal terpenting dalam menentukan ada tidaknya cacat atau perubahan metalurgi yang terjadi pada struktur komponen. Proses mekanis, termal, dan kimia dapat menimbulkan cacat mikroskopik dan makroskopik, cacat tadi mungkin berada di dekat permukaan atau didalam, biasanya cacat awal itu sendiri tidak terlalu membahayakan, tetapi ketika terjadi interaksi antara lingkungan (proses) dan tegangan dapat menimbulkan pertumbuhan cacat, dan cacat subkritis berubah menjadi cacat kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa komposisi dan struktur logam kerusakan billet baja tulangan dalam hal ini pembilahan pada proses canai panas. Hasil pengujian kekerasan material yang diperoleh yaitu: material sempurna (produk import ø 10mm) memiliki kekerasan paling tinggi, yaitu sebesar 105.8 HRB, dikarenakan tingginya komposisi karbon sebesar 0.24%, dan silicon sebesar 0.25%. Pada Billet cacat no 3 (produk import ø 8 mm) menduduki posisi kedua dalam hal kekerasan dan komposisi Karbon maupun Silikon, yaitu sebesar 89.1 HRB dengan C 0.18% dan Si 0.24%. Posisi ketiga ditempati oleh Billet cacat no 1 (produk lokal ø 10 mm) yang memiliki kekerasan yaitu 73.85 HRB dengan C 0.15%, Si 0.17%. Posisi terakhir ditempati oleh Billet cacat no 2 (produk lokal ø 8 mm) dengan kekerasan sebesar 67.25 HRB dan Karbon 0.11%, Silikon 0.14%. Korelasi pengujian dan pengamatan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembilahan yang terjadi di proses canai panas diakibatkan pada retakan tepi, sehingga terjadi laju keretakan akibat beban besar reduksi pada proses pengerolan (canai) yang menuju pusat billet dan tidak terlalu di pengaruhi oleh struktur bahan, tetapi lebih disebabkan oleh faktor kadar karbon dan silikon yang berbanding lurus dengan nilai kekerasan.Kata kunci : pembilahan, distribusi tegangan, komposisi, karbon, silicon
PROTOTIPE RESISTANSI METER DIGITAL Wisnu Djatmiko
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah prototipe sistem pengukur resistansi diusulkan untuk dapat mengukur dan menampilkan nilai resistansi resistor tetap dan didesain dibangun menggunakan 4 sub-sistem, yaitu:  (1) rangkaian pembagi tegangan  menggunakan 2 resistor, yaitu RREF dengan nilai 24,02KW menggunakan resistor tetap berbahan carbon metal-film 1%, dan RX (resistor yang akan diukur nilai resistansinya) yang dihubungkan ke sumber tegangan VS = 4,98 Volt; (2) modul ADS1115 (Adafruit 4-Channel ADC-16bit Breakouts); (3) Arduino Uno R3 board; dan (4) modul LCD 20×4 character serial dengan koneksi I2C.  VRX  (tegangan keluaran di kaki RX) diukur selama 5000ms oleh ADS1115 dan kemudian dibaca dan dihitung menjadi nilai resistansi RX menggunakan persamaan RX = (VRX×RREF)/(VS-RX) menggunakan Arduino dan ditampilkan ke modul LCD.   Prototipe sistem resistansi meter digital telah selesai dibuat, diuji, dan dibandingkan dengan menggunakan resistansi meter digital berbasis digital multimeter SANWA® CD800a dapat mengukur nilai resistansi resistor tetap dengan rentang dari 560W sampai dengan 560KW dengan nilai % error (kesalahan) pengukuran sebesar  -0,56% sd 14,90% untuk nilai resistansi dari 560W sampai dengan 560KW.
ANALISA PENGARUH JENIS MESIN TERHADAP UKURAN PARTIKEL PADA PRODUK UNIPOL RED RA 11/62.5% MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANOVA DAN AHP Sri Septyan Ayu Nintyas; Chriswahyudi Chriswahyudi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan industri yang bergerak dibidang kimia sehingga mengakibatkan persaingan yang sangat ketat antar produsennya. Maka produsen dituntut untuk berlaku kreatif dan cermat dalam mengembangkan produknya baik dari segi keragaman dan yang paling penting dari segi kualitas. Kualitas dapat diketahui dari respon pelanggan. PT. Mata Pelangi Chemindo merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi barang kimia khususnya silikon dan pigment paste. Dimana produk Unipol White SE terindikasi bintik merah saat aplikasi pada tripleks. Bintik merah berasal dari Unipol Red RA 11/62.5% dengan ukuran partikel yang kasar. Untuk itu dilakukan penelitian eksperimen penggilingan pasta. Dalam penelitian ini menggunakan metode ANOVA dengan satu faktor. Faktor tersebut adalah jenis mesin beadmill 4 dan beadmill 21. Hasilnya jenis mesin mempengaruhi ukuran partikel Unipol Red RA 11/62.5%, setelah diketahui bahwa jenis mesin mempengaruhi ukuran partikel, selanjutnya dilakukan pemilihan jenis mesin terbaik untuk medapatkan ukuran partikel terhalus dengan menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process(AHP). Kriteria yang diambil meliputi kekentalan pasta, lama proses, kendala proses dan biaya. Hasilnya didapat bahwa bobot prioritas global dari mesin beadmill 4 sebesar 0.282 dan mesin beadmill 21 sebesar 0.718. Berdasarkan hasil tersebut maka urutan prioritas yang pertama adalah jenis mesin beadmill 21 dan urutan prioritas kedua adalah jenis mesin beadmill 4.
ANALISIS PENGGUNAAN INBOUND MARKETING DI UMKM FASHION KELURAHAN PENGGILINGAN Retnani Latifah; Rully Mujiastuti; Hendra Hendra
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inbound marketing merupakan teknik marketing yang berfokus pada bagaimana menarik pelanggan dengan memanfaatkan content marketing, blogs, search engine optimization, social media marketing dan branding. Dari hasil kuesioner terhadap 38 pelaku UMKM fashion di Kelurahan Penggilingan, diketahui bahwa baru sebanyak 47.4% pelaku UMKM yang sudah menggunakan teknologi dalam pemasaran dan baru 39.5% yang memanfaatkan inbound marketing berupa website, blog dan/atau media sosial untuk pemasaran. Meski demikian, dari hasil penelitian, terlihat bahwa ada keterhubungan yang sangat kuat antara penggunaan inbound marketing dengan penambahan jumlah konsumen. Nilai korelasi yang dihitung menggunakan Pearson Correlation menunjukkan angka sebesar 0.942, yang berarti bahwa terdapat korelasi yang sangat kuat diantara keduanya. Pelaku UMKM fashion Kelurahan Penggilingan yang sudah menggunakan website, blog dan/atau media sosial untuk pemasaran telah mengalami peningkatan jumlah konsumen yang menunjukkan bahwa konten yang dibuat di website, blog dan/atau media sosial dapat menarik konsumen baru. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa inbound marketing merupakan hal yang cukup penting untuk meningkatkan penjualan, terutama bagi pelaku UMKM fashion Kelurahan Penggilingan yang telah memanfaatkannya.
PENGARUH PENGETAHUAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PERILAKU PEKERJA KONSTRUKSI PADA PROYEK JALAN TOL BOGOR RINGROAD SEKSI IIB Dani Hartanto; Ronald Siahaan; Suprapto Suprapto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur di indonesia masih tertinggal dengan negara tetangga seperti malaysia dan cina, di indonesia pembangunan jalan tol 1000 km dicapai dalam waktu 5 (lima) tahun, oleh karena itu pemerintah melakukan upaya percepatan, namun dalam perjalanannya banyak terjadi kecelakaan kerja.Proses pembangunan konstruksi umumnya adalah kegiatan yang banyak mengandung unsur bahaya. Untuk itu diperlukan pengetahuan K3 terhadap perilaku pekerja agar terciptanya target zero accident, terjaminnya kualitas, keamanan dan keselamatan konstruksi dimana proyek jalan tol BORR seksi IIB ini merupakan proyek konstruksi berat dan melayang di atas tanah (Elevated). Setiap kecelakaan pasti ada sebab dan akibatnya yang biasanya diawali oleh unsafe action atau unsafe condition. Oleh karena itu perlu diketahui pengaruh pengetahuan K3 terhadap perilaku pekerja konstruksi dilihat dari beberapa aspek terkait K3 seperti definisi dan inisisasi K3(X1), Sistem Manajemen K3(X2),mekanisme alat pelindung diri (X3), sarana dan prasana K3(X4) dan risiko K3 (X5). Teknik pengambilan sampel dengan metode penelitian kualitatif serta dengan cara random sampling. Data penelitian diambil dari jawaban kuisioner yang disebarkan kepada pekerja proyek tol BORR seksi IIB. Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan K3 dengan perilaku pekerja. Analisis regresi digunakan untuk menjelaskan pengaruh aspek pengetahuan K3 terhadap perilaku pekerja konstruksi secara bersamasama dengan analisis regresi linier berganda maupun parsial dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian dari kelima variabel bebas ini urutan besarnya pengaruh adalah disebabkan oleh Sistem Manajemen K3 (X2) 73,4%, Mekanisme Alat Pelindung Diri (X3) 60,9%, Definisi dan Inisiasi K3 (X1) 42,6%, Risiko K3 (X5) 7,9% dan Sarana dan Prasarana K3 (X4) 3,5% sehingga yang perlu ditangani oleh pimpinan proyek adalah berdasarkan urutan persentasi tersebut.
Optimalisasi Sambungan Perpipaan IPAL Komunal Di Kelurahan Sukaresmi Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Annisa Dwi Febrianti; Muhamad Lutfi; Alimuddin Alimuddin
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Sukaresmi memiliki IPAL komunal KPP Istiqomah memiliki kapasitas yang dapat menampung limbah untuk 500 jiwa dari total pengguna eksisting 145 jiwa dari 41 sambungan rumah bedasarkan survei di lokasi penelitian. Penyebab kurangnya optimalisasi kapasitasn IPALkarena kontur tanah rumah warga yang berada di bawah bak inlet IPAL,perbedaan pendapat antar tetangga, lahan yang tidak boleh dilalui pipa, kurang berkenannya pemilik rumah jika dilakukan pemasangan ulang perpipaan ke IPALdan anggaran yang terbatas.Metode studi observasi, metode interview, metode Focus Group Discussion (FGD), metode tracking, dan metode literatur adalah Metode yang yang digunakan dama penelitian ini.Metode pengembangan optimalisasi IPAL terbagi menjadi beberapa tahap yaitu tahap pengambilan data, tahap analisis eksisting IPAL dan tahap pengembangan pemenuhan kapasitas IPAL.Terdapat 7 rumah dengan total 28 jiwa yang akan di rencanakan untuk pengoptimalisasikan layanan IPAL.Pengembangan layanan IPAL rencana terbagi menjadi 2 lokasi dengan menggunakan pipa berdiameter 4” dan 3” dengan kemiringan pipa 1% di lokasi A dan 2% di lokasi B. Mayoritas kecepatan aliran pada pipa sudah memenuhi standar self cleansing. Pada mengoptimalisasi kapasitas IPAL, memerlukan anggaran biaya sebesar Rp. 6.415.320,00.- pada dua lokasi yang direncanakan.
Sistem Deteksi Kebocoran Gas Rumah Tangga dengan menggunakan Peringatan Whatsapp Dicky Hermawan; Ade Hendri Hendrawan; Ritzkal Ritzkal
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan akibat kebocoran gas LPG (Liquified Petroleum Gas) biasanya disebabkan karena tidak adanya pemberitahuan terjadinya kebocoran gas LPG. Tidak hanya pemasangan yang salah atau terdapatnya human error, material yang terdapat pada tabung gas LPG juga harus diperhatikan contohnya seperti contohnya seperti, rubber seal rusak dapat mengakibatkan kebocoran gas. Penelitian ini ingin memberikan solusi atas permasalahan tersebut dengan kebocoran tabung gas LPG. Metode dalam penelitian ini meliputi tahapan analisis, tahapan desain, tahapan penerapan atau implementasi dan yang terakhir adalah tahapan pengujian. Hasil dari penelitian ini ialah, jika kondisi batas aman gas LPG di atas 200 ppm, sensor MQ-2 sebagai sensor pendeteksi gas LPG akan mengaktifkan bunyi buzzer, lampu LED merah menyala, LCD akan menampilkan teks bahwa terjadi gas bocor beserta dengan nilai output ppm-nya serta sistem akan mengirimkan notifikasi whatsapp berupa teks bahwa terjadi kebocoran gas dengan ke satu nomor tujuan yaitu nomor whatsapp pribadi dan juga penelitian ini mempunyai database, jika terjadi kebocoran akan tersimpan di database beserta dengan hari, tanggal dan waktu. Pengujian menunjukkan hasil kondisi awal gas rata-rata senilai lebih dari > 200 dengan rata-rata waktu selama 1 – 3 menit dan hasil pengujian whatsapp tercepat dengan rata-rata ± 09 detik.
STRUKTUR MATERIAL FIBREALUM SEBAGAI PENGGANTI MATERIAL ALUMUNIUM 3003 UNTUK BAHAN PENUTUP ATAP DAN DINDING UNTUK DIKAWASAN PABRIK PUPUK DAN PANTAI Samdi Yarsono
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi operasional pabrik yang merupakan kawasan pabrik pupuk yang dapat diperkirakan akan terdapat bahan-bahan kimia, seperti bahan-bahan yang berbasis amonia dan bahan kimia lainnya yang dapat bersifat korosif, ditambah juga didaerah pantai terbuka, menghadap langsung ke laut merupakan kawasan pantai (coastal area) yang relatif mempunyai potensi tingkat korosi yang tinggi, menjadi masalah yang sering ditemui. Mencari alternatif material yang dipakai sebagai bahan penutup atap dan dinding pada bangunan fasilitas industri pupuk merupakan komponen yang penting pada bangunan tersebut, mengingat pemilihannya harus memenuhi kriteria kekuatan bahan, ketahanan bahan terhadap kondisi cuaca lokal, ketahanan bahan terhadap berbagai kondisi opersional pabrik di industri yang bersangkutan. Dengan melakukan perbandingan kareteristik sifat fisik dan mekanik antara material atap dan dinding alumunium 3003 dan Fibrealum. Material bangunan yang digunakan material komposit yang ditinjau sebagai material alternatif Aluminium 3003 untuk bahan penutup atap dan dinding adalah Glass Fibre Reinforced Polymer (GFRP) FIBREALUM yang mempunyai sistem laminasi : lapisan paling atas dan bawah adalah plastic film (tebal 25 µm) dari material PET (polyethylene terephthalate) yang mengandung bahan additif  Ultraviolet (UV) inhibitor dan didesain rekat dengan Glass Fibre Reinforced Polymer (GFRP), lapisan di bawah plastic film bagian atas adalah lamina gel-coat dari polimer unsaturated polyester resin (UPR) tipe isophthalic dari polimer/ resin Norsodyne Polycor Topcoat, lapisan struktur GFRP (structural lamination layers) di bawah lapisan gelcoat dan di atas plastic film bagian bawah terdiri dari dua lapis structural layers dari serat penguat E-glass chopped strand mat dan matriks dari resin UPR tipe orthophthalic. Sifat fisik dan mekanik sebagai bahan penutup atap, material komposit GFRP FIBREALUM dengan ketebalan 1,25 mm dan 1,50 mm dapat dikatakan mempunyai kesetaraan dengan bahan  material logam paduan Aluminium. Kekuatan mekanik (kuat tarik) bahan logam Aluminium 3003 dengan tebal 0,70 mm atau 1,02 mm relatif lebih besar dari material FIBREALUM.
PERANCANGAN MESIN EDDY CURRENT SEPARATOR UNTUK PEMILAH SAMPAH LOGAM NON-FERROUS (STUDI KASUS DI KABUPATEN TEGAL) Agri Suwandi; M Sulaiman; E Maulana
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi. Permasalah pengolahan sampah terus dilakukan hingga saat ini. Kabupaten Tegal merupakan salah satu daerah yang konsern terhadap masalah pengolahan sampah. Berdasarkan data sampah di Kabupaten Tegal pada tahun 2009-2015, bahwa volume sampah hasil rumah tangga sebanyak 751,42 m³ dan sampah hasil industri 45,55 m³. Penumpukan sampah yang tidak diolah dapat memiliki dampak utama terganggunya kesehatan masyarakat. Salah satu jenis sampah yang banyak  dihasilkan adalah sampah logam non-ferrous yang masih tercampur dengan sampah lainnya. Pada dasarnya semua jenis sampah dapat didaur ulang untuk dimanfaatkan kembali. Dengan masalah tersebut, maka dilakukan perancangan mesin Eddy Current separator untuk pemilah sampah logam non-ferrous. Mesin Eddy Current separator bekerja berdasarkan prinsip elektromagnet untuk menciptakan arus listrik yang menyebabkan jenis sampah non-ferrous terpisah dari sampah lainnya. Perancangan mesin Eddy Current separator menggunakan metode Pahl and Beitz. Hasil perancangan mesin Eddy Current separator menghasilkan spesifikasi mesin; (1) dimensi 3200 mm x 2000 mm x 1500 mm; (2). kapasitas mesin dalam mengolah sampah 1 m³/jam; (3) motor listrik penggerak dengan daya 1330 W; serta (4) nilai kekuatan penolak dari medan magnet sebesar 2,20×105

Page 73 of 104 | Total Record : 1032