cover
Contact Name
Henry Brahmantya
Contact Email
pusparjnp@ugm.ac.id
Phone
+62274-564138
Journal Mail Official
pusparjnp@ugm.ac.id
Editorial Address
Kompleks Bulaksumur D8, Caturtunggal, Depok, Sleman YOGYAKARTA, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Nasional Pariwisata
ISSN : 14119862     EISSN : 27756246     DOI : 10.22146/jnp
Jurnal Nasional Pariwisata (JNP) merupakan jurnal ilmiah di bidang kepariwisataan yang diterbitkan oleh Pusat Studi Pariwisata, Universitas Gadjah Mada. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi hasil-hasil penelitian dan pengembangan, kajian serta pemikiran kritis tentang kepariwisataan. Penyebarluasan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam praktik secara nyata oleh stakeholder terkait dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan untuk tujuan pengembangan kepariwisataan. JNP diterbitkan 2 kali dalam setahun pada April dan September secara online dengan menggunakan platform OJS (Online Journal System). Redaksi menerima naskah ilmiah dari para peneliti, dosen, dan praktisi dengan tema kajian kepariwisataan yang ditelaah secara multidisiplin dan disajikan sesuai kriteria yang ditentukan oleh jurnal ini. Naskah yang memenuhi kriteria JNP dapat dikirimkan melalui tautan ini. Tujuan JNP adalah memublikasikan naskah luaran kegiatan penelitian dengan tema kajian pariwisata. Naskah yang dipublikasikan merupakan temuan atau refleksi kegiatan penelitian yang disebarluaskan untuk pemanfaatan dan praktik secara nyata oleh stakeholder terkait. Penyebarluasan dalam naskah yang dipublikasikan oleh JNP tidak terbatas pada gagasan, metode, dan objek material, namun juga meliputi unsur peningkatan kapasitas stakeholder dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai permasalahan untuk tujuan pengembangan kepariwisataan. Cakupan JNP adalah naskah luaran kegiatan penelitian dengan tema kajian kepariwisataan yang ditelaah secara multidisiplin.
Articles 105 Documents
Analisis Kebutuhan Masyarakat dalam Pengembangan Dewi Sambi (Desa Wisata Samiran Boyolali) di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali Risky Ayu Andriani; Agung Ayu Wibowo; Joko Ayu Winarno
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 12, No 2 (2020): Jurnal Nasional Pariwisata
Publisher : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.643 KB) | DOI: 10.22146/jnp.60399

Abstract

AbstrakDewi Sambi (Desa Wisata Samiran Boyolali) merupakan salah satu bentuk community-based tourism dan merupakan desa wisata unggulan di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan masyarakat yang terlibat dalam pengembangan desa wisata. Penelitian ini memilih wilayah di lereng sebelah timur Gunung Merapi di Desa Samiran di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. Dasar utama pemilihan wilayah ini adalah desa wisata ini mengusung konsep pemberdayaan, dimana aktivitas utamanya berasal dari masyarakat lokal dan hasilnya juga untuk masyarakat lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang mengarah ke paradigma konstruktivis. Penelitian ini menggunakan studi kasus yang menyelidiki kebutuhan masyarakat sejalan dengan pengembangan desa wisata.  Analisis kebutuhan dalam penelitian ini digambarkan dalam bentuk diagram pohon masalah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat yang dirasakan menjadi pemicu dalam pengembangan desa wisata. Aspek partisipasi masyarakat, nilai, norma, penghargaan, dan aktualisasi diri menjadi entitas kebutuhan dalam penelitian ini. Analisis kebutuhan menjadi dasar dalam pengembangan desa wisata Samiran Boyolali. AbstractDewi Sambi (Samiran Boyolali Tourism Village) is a form of community based tourism and is a leading tourism village in Boyolali Regency. This study aims to analyze the needs of the people involved in developing tourist villages. This study chose the area on the eastern slope of Mount Merapi in Samiran Village in Selo District, Boyolali Regency. The main basis for the selection of this region is that the tourist village carries the concept of empowerment, where the main activity comes from the local community and the results are also for local people. The method used in this study is qualitative which leads to the constructivist paradigm. This research uses a case study that investigates community needs in line with the development of a tourist village. The needs analysis in this research is illustrated in the form of a problem tree diagram. Data analysis was performed using the Miles and Huberman method. The results showed that the perceived community needs became a trigger in the development of tourism villages. The aspects of community participation, values, norms, appreciation, and self-actualization are needed entities in this research. Analysis of needs is the basis for developing the Samiran Boyolali tourism village.
Analisis Network Learning dalam Pariwisata Berkelanjutan: Studi Kasus Desa Wisata Pulesari Imma Salistya Sari; Agustina Kustulasari
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 12, No 2 (2020): Jurnal Nasional Pariwisata
Publisher : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.813 KB) | DOI: 10.22146/jnp.60400

Abstract

AbstrakPerkembangan desa wisata di Indonesia condong kepada peningkatan kuantitas bukan kualitas. Hal tersebut diakibatkan dari kurangnya inovasi dalam pengelolaannya, sehingga banyak desa wisata menjadi stagnan. Dalam praktiknya, pengelolaan atau manajemen desa wisata menjadi faktor kunci dalam pengembangan desa wisata itu sendiri. Namun, pengembangan desa wisata sendiri hanya berdasarkan kebutuhan dan kesadaran masyarakat selaku pengelola, sehingga maju atau tidaknya tergantung dari masyarakat itu sendiri. Dalam hal ini, keterlibatan berbagai stakeholder dalam sebuah jejaring menjadi hal yang penting. Maka dari itu, analisis network learning menjadi menarik karena network learning mampu menghasilkan pembelajaran (learning) berupa perubahan tata kelola organisasi dalam konteks berjejaring, sehingga pengelolaannya tidak hanya berporos pada satu pihak. Network learning dapat dilihat dari outcome yang dihasilkan seperti perubahan kognitif, sikap, maupun perubahan integratif (Crossan, Lane, White, & Djurfeldt, 1995)dan bisa terjadi di berbagai level (Knight, 2002). Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur serta triangulasi data untuk memvalidasi hasil penelitian. Penelitian ini juga menggunakan data primer dan sekunder serta menggunakan snowball dalam menentukan sample yang diteliti. Penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Pulesari tidak mengalami network learning, namun terdapat pembelajaran di level organisasi atau organisasi belajar didalam jejaring. Sehingga Desa Wisata Pulesari mengalami pembelajaran tanpa mempengaruhi hubungan dalam berjejaring.AbstractThe development of tourism villages in Indonesia is inclined to increase quantity over quality. This is caused by the lack of innovation in its management, so that many tourist villages become stagnant. In practice, management of tourism villages is a key factor in the development of tourism villages themselves. However, the development of the tourism village itself is only based on the needs and awareness of the community as the manager, so that progress is just depends on the community itself. In this case, the involvement of various stakeholders in a network becomes important. Therefore, network learning analysis becomes interesting because network learning is able to produce learning in the form of changes in organizational governance in the context of networking, so that management is not just handled by the community. Network learning can be seen from the resulting outcomes such as cognitive changes, behaviour, and integrative changes (Crossan et al., 1995) and also can occur at various levels (Knight, 2002). This study uses a qualitative study with a semi-structured interview method and data triangulation to validate the results. This study also uses primary and secondary data and uses snowball to determine the sample under study. Research shows that Pulesari Tourism Village does not experience network learning, but there is learning at the organizational level or organizations learns within a network. So Pulesari Tourism Village experiences learning without affecting relationships in networking.
Ekonomi Kreatif sebagai Poros Pengembangan Pariwisata di Kecamatan Kledung dan Bansari, Kabupaten Temanggung Esti Cemporaningsih; Destha Titi Raharjana; Janianton Damanik
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 12, No 2 (2020): Jurnal Nasional Pariwisata
Publisher : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1948.028 KB) | DOI: 10.22146/jnp.60401

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi wisata dan ekonomi kreatif di Kledung dan Bansari, Temanggung yang beragam. Namun sayangnya pengelolaan yang dilakukan sejauh ini terkesan apa adanya tanpa konsep, arah, dan strategi yang jelas. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mensinergikan pengelolaan berbagai potensi wisata dan ekonomi kreatif tersebut supaya lebih dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini didekati secara deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, survey, observasi, dan FGD. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara rasional berdasarkan pola logika berfikir terntentu. Setelah itu data dikaitkan dengan gambaran perkembangan ekonomi kreatif sebagai penggerak pariwisata di lokasi tersebut. Pada akhirnya, hasil analisis akan diformulasikan untuk menarik kesimpulan terkait strategi pengembangan pariwisata berdasarkan ekonomi kreatif. Hasil penelitian ini adalah; 1) kopi Kledung dan keseinan Bansari adalah klaster ekonomi kreatif dengan pengelolaan yang cukup baik di antara klaster lain; 2) orientasi pengembangan pariwisata didasarkan pada penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai titik tumpunya; 3) rendahnya kompetensi SDM menjadi fokus utama dalam pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif. Akhir penelitian ini menyimpulkan bahwa pegelolaan pariwisata dan ekonomi kreatif belum tersinergikan dengan optimal. Keadaan tersebut kemudian membawa implikasi terhadap formulasi konsep, arah dan strategi yang secara faktual tertuang dalam dokumen visi, misi, tujuan, dan sasaran pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif. Dokumen tersebut akan menjadi dasar para stakeholder terkait dalam pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif agar fokus dan terarah sehingga akan mendekatkan pada kesejahteraan. AbstractThis research was motivated by the various tourism potential and creative economy in Kledung and Bansari, Temanggung. But unfortunately the management that has been carried out so far has been impressed without a clear concept, direction and strategy. Therefore, this study aims to synergize the management of various tourism potentials and the creative economy so that it can provide more welfare for the surrounding community. This research is approached descriptively qualitatively. Data obtained through in-depth interviews, surveys, observations, and FGD. The data obtained were then analyzed rationally based on certain logical patterns of thinking. After that the data is linked to the description of the development of the creative economy as a driver of tourism in that location. In the end, the results of the analysis will be formulated to draw conclusions regarding the tourism development strategy based on the creative economy. The results of this study are; 1) Kledung coffee and Kledung Bansari coffee are creative economy clusters with fairly good management among other clusters; 2) tourism development orientation is based on strengthening the creative economy sector as its fulcrum; 3) the low competency of human resources is the main focus in developing tourism based on the creative economy. The end of this study concludes that the management of tourism and the creative economy has not been optimally synergized. This situation then has implications for the formulation of concepts, directions and strategies which are factually contained in the document of the vision, mission, goals and objectives of tourism development based on creative economy. This document will be the basis for relevant stakeholders in developing tourism-based creative economy so that it is focused and directed so that it will draw closer to welfare.
Prinsip Ekowisata Bahari dalam Pengembangan Produk Wisata Karampuang untuk Mencapai Pariwisata Berkelanjutan Sotya Sasongko; Janianton Damanik; Henry Brahmantya
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 12, No 2 (2020): Jurnal Nasional Pariwisata
Publisher : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.682 KB) | DOI: 10.22146/jnp.60402

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada keadaan pariwisata di Pulau Karampuang dan pengembangan yang telah dilakukan. Isu kelestarian alam mendorong penulis untuk mengkaji tentang pengembangan produk wisata Karampuang dengan berpedoman pada prinsip-prinsip ekowisata bahari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauh manakah prinsip ekowisata bahari diterapkan dalam usaha maupun program pengembangan produk wisata Karampuang yang meliputi aksesibilitas, atraksi wisata, dan fasilitas wisata. Selanjutnya, diharapkan aspek-aspek pengembangan yang belum menerapkan prinsip ekowisata bahari dapat menjadi fokus perhatian untuk program pengembangannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsitf kualitatif yang berusaha untuk memaparkan keadaan pariwisata di Karampuang secara apa adanya. Pengambilan data dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara, studi pustaka, dan studi dokumen terkait. Data dianalisis dengan secara langsung dengan tahapan a) reduction, b) serving, dan c) verification. Setelah melalui tahapan tersebut, data kemudian diinterpretasikan untuk mendapatkan kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa secara garis besar, usaha dan program pengembangan prouk wisata Karampuang telah menggunakan prinsip ekowisata bahari sebagai acuannya demi menjaga kelestarian alam yang pada akhirnya akan mewujudkan sustainable tourism. Namun demikian, terdapat beberapa aspek yang masih dapat ditingkatkan dalam hal penerapan prinsip ekowisata bahari dalam pengembangan atau pengelolaan wisata di Pulau Karampuang. Sementara itu, penelitian ini memiliki implikasi praktis untuk pengelola wisata Karampuang sebagai dasar untuk pengembangan produk wisata dengan berpedoman pada prinsip ekowisata bahari demi terwujudnya sustainable tourism di masa depan. AbstractThis research was conducted based on the state of tourism in Karampuang Island and the developments that have been carried out. The issue of nature preservation encourages the author to study the development of Karampuang tourism products based on the principles of marine ecotourism. The purpose of this study is to identify the extent to which the principles of marine ecotourism are applied in the business and development program of Karampuang tourism products which include accessibility, tourist attractions and tourist facilities. Furthermore, it is hoped that development aspects that have not applied the principles of marine ecotourism can become the focus of attention for their development programs. This research is a qualitative descriptive study that seeks to describe the state of tourism in Karampuang as it is. Data were collected by participatory observation, interviews, literature study, and related document studies. Data were analyzed directly with the stages a) reduction, b) serving, and c) verification. After going through these stages, the data is then interpreted to get a final conclusion. The results of this study indicate that broadly speaking, the Karampuang tourism product development program and business have used the principle of marine ecotourism as a reference in order to preserve nature which will ultimately create sustainable tourism. However, there are several aspects that can be improved in terms of the application of the principles of marine ecotourism in the development or management of tourism in Karampuang Island. Meanwhile, this research has practical implications for Karampuang tourism managers as a basis for developing tourism products based on the principles of marine ecotourism for the realization of sustainable tourism in the future.
Penguatan SDM dalam e-Marketing untuk Promosi Desa Wisata di Kabupaten Malang Destha Titi Raharjana; Heddy Shri Ahimsa Putra
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 12, No 2 (2020): Jurnal Nasional Pariwisata
Publisher : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.877 KB) | DOI: 10.22146/jnp.60403

Abstract

Abstrak Kabupaten Malang merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang sangat fokus terhadap pengembangan sektor wisata melalui konsep desa wsiata. Beberapa desa wisata tersebut telah cukup dikenal baik secara nasional maupun internasional. Namun demikian, masih terdapat desa-desa wisata lainnya yang belum banyak dikunjungi wistawan yang disebabkan oleh kurangnya promosi yang dilakukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola desa wisata setempat. Keterbatasan kompetensi SDM menjadi salah satu penyebab minimnya usaha promosi yang dilakukan. Di sisi lain, perkembangan teknologi menuju era digital seharusnya semakin memudahkan upaya pemasaran atau promosi wisata karena kemudahan akses dan jangkauan yang luas melalui media online digital (e-marketing). Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh SDM desa wisata di Kabupaten Malang dalam upaya promosi atau pemasaran khususnya dengan menggunakan e-marketing. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskripstif kualitatif untuk memaparkan keadaan SDM dan promosi di desa-desa wisata Kabupaten Malang secara faktual. Data dianalisis secara langsung dengan langkah reduction, data serving, dan verification. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SDM desa wisata Kabupaten Malang memiliki kendala dalam melalukan kegiatan promosi atau pemasaran secara e-marketing. Berlandaskan kesimpulan tersebut, penelitian ini berimplikasi praktis bagi Disparbud Kabupaten Malang khususnya, sebagai salah satu acuan penyusunan langkah-langkah penguatan SDM dalam e-marketing agar upaya promosi melalui media online digital dapat dimaksimalkan. Dengan demikian, diharapkan kunjungan wisata akan meningkat sebagai dampak dari meningkatnya kompetensi SDM dalam melakukan upaya promosi atau pemasaran online. AbstractMalang Regency is one of the districts in Indonesia which is very focused on developing the tourism sector through the concept of a wsiata village. Some of these tourist villages are well known both nationally and internationally. However, there are still other tourist villages that have not been visited by many tourists due to the lack of promotion carried out by the local tourism village management human resources. Limited competency of Human Resources (HR) is one of the causes of the lack of promotional efforts undertaken. On the other hand, technological developments towards the digital era should make tourism marketing or promotion efforts easier because of the ease of access and wide reach through digital online media (e-marketing). Based on these conditions, this study aims to identify the obstacles faced by human resources in tourism villages in Malang Regency in promotion or marketing efforts, especially by using e-marketing. This research was conducted with a qualitative descriptive approach to explain the condition of human resources and promotion in tourist villages in Malang Regency factually. Data were analyzed directly with reduction, data serving, and verification steps. This study concludes that the human resources of the tourist village of Malang Regency have obstacles in carrying out promotional or marketing activities by e-marketing. Based on these conclusions, this research has practical implications for Disparbud Malang Regency in particular, as a reference for preparing steps to strengthen human resources in e-marketing so that promotional efforts through digital online media can be maximized. Thus, it is hoped that tourist visits will increase as a result of the increased competence of human resources in conducting online promotion or marketing efforts.
DAMPAK PEMBANGUNAN INDUSTRI PARIWISATA TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN (Studi Tentang Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau) Safaat Miswanto
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Nasional Pariwisata
Publisher : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnp.59463

Abstract

Kepulauan Riau sebagai salah satu destinasi pariwisata di Indonesia yang memiliki keunikan wisata yang khas. Keunikan dan potensi pariwisata yang ada di Kepulauan Riau yang dikembangkan sebagai salah satu destinasi pariwisata berbasiskan pada budaya serta ditunjang oleh keindahan alam yang sangat menarik. Munculnya wisata bahari sebagai tempat yang paling diminati berdampak kepada kepariwisataan di daerah Kepulauan Riau. Banyak perubahan terjadi akibat dari perkembangan pariwisata. Namun yang paling menarik perhatian adalah tingginya tingkat pembangunan usaha akomodasi pariwisata dengan jumlah lahan yang sangat terbatas. Keterbatasan tersebut tidak serta merta menghentikan pembangunan bahkan mengakibatkan semakin tingginya tingkat alih fungsi yang mengancam eksistensi ruang terbuka hijau yang juga berimbas ke daerah lain seperti di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang. Disamping itu juga, minimnya sumber daya manusia yang ada khususnya di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, masih belum mampu bersaing dalam sektor pariwisata baik dalam skala lokal, Nasional maupun internasional. Jika hal ini dibiarkan bukan tidak mungkin pariwisata yang awalnya diharapkan mampu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru akan mengancam kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA MELALUI MEDIA Yusuf Adam Hilman
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Nasional Pariwisata
Publisher : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnp.59464

Abstract

Pembangunan pariwisata di Jawa Timur bisa dijadikan sebagai salah satu contoh, bagaimana pengelolaannya menggunakan beberapa strategi, yang bisa diukur dan juga dievaluasi secara berkesimbungan, diantaranya: Membuat kebijakan pariwisata yang terintegrasi di daerah mulai tingkat Kabupaten/kota hingga pedesaan, supaya stakeholder, masyarakat, dan pengusaha (Private sector) bisa bersinergi, dalam proses pembuatan kebijakan sehingga nantinya kebijakan yang dibuat, bisa kuat dan dukunganpun mengalir dari semua pihak, Membangun Brand Tourism untuk mengembangkan wisata lokal, Membuat event wisata tahunan, sebagai bentuk publikasi dalam upaya untuk memperkenalkan potensi daerah, Membangun sarana transportasi, jalan, dan angkutan untuk mempermudah aksesbilitas, para pelancong guna mencapai destinasi wisata yang dituju. Hasilnya bisa kita saksikan, bagaimana Provinsi Jawa Timur Akhirnya berhasil, mengembangkan daerahnya dengan potensi yang dimiliki, dengan bukti bahwa ada peningkatan pengunjung ke Jawa Timur, serta tingginya perolehan pendapatan dari sektor wisata, membangun band Image serta meembuat even wisata menjadi kunci penting, yang membuat geliat pariwisata di Jawa Timur banyak menarik simpatik wisatawan baik regional maupun internasional.
ANALISIS OFF STREET PARKING DAN ON STREET PARKING DI OBYEK WISATA GOA GONG Sulistiani Sulistiani
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Nasional Pariwisata
Publisher : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnp.59465

Abstract

Kabupaten Pacitan dikenal dengan “Kota 1001 Goa” dan salah satu ikonnya adalah Goa Gong. Ketersediaan fasilitas parkir yang memadai merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat kunjungan wisatawan. Banyaknya kendaraan yang parkir di badan jalan terjadi karena kapasitas ruang parkir yang tersedia tidak mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fasilitas parkir di Obyek Wisata Goa Gong menggunakan Program Auto Parkir. Analisis fasilitas parkir dilakukan pada off-street parking. Analisis parkir dengan bantuan program Autoparkir. Berdasarkan hasil penelitian ketersediaan fasilitas parkir di Obyek Wisata Goa Gong masih belum memadai sehingga diperlukan penambahan kapasitas ruang parkir, terutama pada hari minggu pada parkir mobil dan bus, dimana kapasitas parkir yang tersedia sekitar 200 SRP, sedangkan sesuai dengan pedoman parkir untuk tempat rekreasi dengan luas 17 Ha seharusnya disediakan 300 SRP. Prioritas penanganan masalah fasilitas parkir adalah penambahan kapasitas parkir, sedangkan alternatif lain adalah dengan manajemen parkirmelalui pembatasan durasi parkir dan tarif parkir.
PRESEPSI WISATAWAN TERHADAP POTENSI KEPARIWISATAAN OBJEK WISATA ALAM PANTAI OETUNE DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN NUSA TENGGARA TIMUR Theodora Murni C. Tualaka; Yoyok Wahyu Subroto; Djoko Wijono
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Nasional Pariwisata
Publisher : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnp.59466

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasikan potensi kepariwisataan Pantai Oetune yang menghasilkan rekomendasi pengembangan dan perbaikan kualitas, serta untuk mengetahui faktor paling berpengaruh dalam meningkatkan potensi sesuai dengan ekspektasi wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif kuantitatif dengan fokus penilaian berdasarkan ekspektasi wisatawan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Hasil pengambilan data kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif dan perhitungan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa destinasi wisata alam Pantai Oetune memiliki potensi sebagai berikut: 1) Keaslian/kealamian sebab kawasan pantai masih alami dan belum didesain ulang; 2) Keindahan yaitu variasi pandangan, kerindangan tepi pantai dan keserasian dengan lingkungan; dan 3) Keunikan berupa gumuk pasir, sabana dalam kawasan, gradasi warna laut, bentangan luas dan variasi pemandangan. Pengembangan potensi yang sesuai dengan ekspektasi wisatawan yaitu tetap menjaga serta melestarikan kealamian/keaslian, keindahan pantai dan tersedianya amenitas. Faktor paling berpengaruh terhadap peningkatan potensi Pantai Oetune adalah faktor lingkungan yang. merupakan daya tarik utama terjadinya aktivitas berwisata.
MOTIVASI DAN PERSEPSI WISATAWAN MANCANEGARA BERKUNJUNG KE KOTA BUKITTINGGI Rafidola Mareta Riesa
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Nasional Pariwisata
Publisher : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnp.59468

Abstract

Pariwisata Indonesia yang mempunyai banyak destinasi tujuan wisata membuat wisatawan mancanegara mempunyai motivasi untuk mengunjunginya dan akan mengahasilkan persepsi terhadap destinasi yang telah mereka kunjungi. Salah satu kota yang menjadi destinasi wisatawan mancanegara untuk berwisata di Indonesia adalah Kota Bukittinggi dengan ragam objek wisata yang terdapat didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi motivasi wisatawan mancanegara berkunjung ke Kota Bukittinggi dan persepsi mereka setelah mengunjungi beberapa objek wisata yang terdapat di Kota Bukittinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dan melengkapi berbagai kajian ilmiah di bidang pariwisata yang sudah ada. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode analisis deskriptif. Pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara terhadap informan yang merupakan wisatawan mancanegara yang sedang berwisata di Kota Bukittinggi. Hasil penelitian dan pembahasan pada tulisan ini, dapat disimpulkan bahwa motivasi wisatawan mancangera yang berkunjung ke Kota Bukittinggi ada (empat) hal yaitu, relaksasi, bermain, belajar dan bertemu teman/ keluarga. Persepsi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Bukittinggi lebih terfokus kepada (lima) hal yaitu aksesibilitas, objek wisata, Interaksi sosial, kebersihan dan harga.

Page 7 of 11 | Total Record : 105