cover
Contact Name
Dr. Zainul Hidayah, S.Pi., M.App.Sc.
Contact Email
zainulhidayah@trunojoyo.ac.id
Phone
+6285606353831
Journal Mail Official
pamator@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Gedung Graha Utama, Lt. 1 Jl. Raya Telang Kamal - Bangkalan Kode Pos 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Madura
ISSN : 18297935     EISSN : 26547856     DOI : https://doi.org/10.21107/pamator
PAMATOR JOURNAL is the Journal of Social Sciences, Economics and Humanities, published by the Institute for Research and Community Service Trunojoyo University, 2 times a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1: April 2015" : 7 Documents clear
NILAI KEARIFAN LOKAL YANG TERKANDUNG DALAM LAYANG JATISWARA PADA UPACARA NYADAR KETIGA DESA PAPAS SUMENEP Wahid Khoirul Ikhwan
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 8, No 1: April 2015
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.036 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v8i1.2076

Abstract

Di tengah masyarakat modern yang tidak menentu, penelitian terhadap kesenian tradisional (sastra lisan) dirasa urgen untuk dilakukan. Ada dua alasan yang mendasar yang menjadi temuan dalam penelitian ini Pertama, Macapat Madura tidak dapat dilepaskan dari perkembangan macapat Jawa. Kedua, macapat Madura sebagai kegiatan seni. Dalam hal ini, macapat dipahami sebagai kesenian yang mengandung nilai-nilai sastra yang lebih menekankan pada kemampuan baca. Nilai sastra dalam macapat dapat ditemukan pada bentuk pengungkapan atau ekspresi macapat yang menggunakan kata-kata atau bahasa yang indah. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, yang dilakukan terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia, terutama sastra lisan di Madura. Desain penelitian ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena yang terjadi dalam perkembangan sastra lisan sebagai salah satu kebudayaan Madura. Ada tiga bagian yang dianalisis dalam penelitian ini yaitu, penjelasan tentang salat, Jatiswara mencari adiknya, dan filosofi berlayar yang semua berbentuk metrum dandhanggula. Tujuan dilaksanakannnya penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan adanya perpaduan antara dua ragam sastra daerah (Jawa dan Madura), mendeskripsikan Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya  sehingga dapat menunjukkan suatu nilai spritual lokal yang universal.  
PENANGGULANGAN PENGANGGURAN MELALUI PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DI KABUPATEN SAMPANG (Kajian Dari Analisis Sumber Daya Manusia) R.M Moch Wispandono; Farida Nurul Rahmawati
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 8, No 1: April 2015
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.354 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v8i1.2077

Abstract

Penggangguran adalah masalah yang  serius di negara kita. Pada 2008 pengangguran tercatat 23,80%. Angka itu naik 26,74% pada 2009. Pulau Madura , khususnya Kabupaten Bangkalan dan Sampang mempunyai problem yang sama. Menurut data yang dilansir BAPPENAS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Usia Muda di Indonesia mencapai 19,9% atau berada dalam posisi teratas untuk kawasan Asia Pasifik. Fenomena tingginya pengangguran di usia produktif ini  tentunya menjadi persoalan sosial tersendiri di masyarakat.  Di sisi lain  dewasa ini keberadaan karang taruna sebagai organisasi kepemudaan yang sebenarnya berfungsi membantu menyelesaikan permasalahan pengangguran khususnya di kalangan usia muda (produktif) masih cenderung mandul. Atas dasar itulah maka penelitian ini bertujuan menemukan solusi mengatasi pengangguran di kalangan usia muda melalui pemberdayaan karang taruna.  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan instrumen wawancara mendalam (depth interview) terhadap responden terpilih untuk mendapatkan data yang diperlukan. Setelah data terkumpul dilakukan analisis melalui proses kerja analisis yang  terdiri dari tiga alur kegiatan, yaitu: reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah perlunya penataan manajemen organisasi sebagai langkah nyata untuk menjawab tantangan persoalan organisasi karang taruna selain perlunya menumbuhkan dan mengembangkan kader profesional karang taruna.
Sex Role, Bias Gender dan Pekerjaan Netty Dyah Kurniasari
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 8, No 1: April 2015
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.015 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v8i1.2078

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui pendapat mahasiswa tentang jenis-jenis pekerjaan yang menurut mereka pantas dilakukan oleh laki-laki dan perempuan. Selain itu juga dihubungkan dengan teori gender. Metode penelitian yang digunakan adalah  deskriptif interview dan penyebaran quesioner terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaaan  yang berhubungan maskulin dipersepsi lebih sesuai untuk laki-laki. Sedangkan pekerjaan yang berhubungan dengan feminin dipersepsi lebih sesuai untuk perempuan.
ANALISIS PENGARUH PENGALOKASIAN DANA PERIMBANGAN DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DALAM BELANJA (STUDI KASUS PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SUMENEP) Ana Rohyana; Mohamad Djasuli; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 8, No 1: April 2015
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.321 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v8i1.2074

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalokasian dana perimbangan dan PAD dalam belanja pada Pemerintahan Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunkan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data primer, data ini diperoleh melalui interview. Data sekunder, data ini berupa dokumen-dokumen APBD, realisasi APBD, struktur pemerintah, sejarah kabupaten Sumenep dan data-data lain yang menjadi sumber pendukung dalam penelitian ini. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik interview dan dokumentasi. Analisis permasalahan dilakukan berdasarkan data-data yang diperoleh dari Pemerintah Daerah kabupaten Sumenep yang kemudian dibandingkan dan dianalisa dengan literatur yang ada, lalu diuraikan secara rinci untuk mencari penyelesaiannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1). mekanisme pengalokasian pendapatan yaitu dengan menggabung semua pendapatan daerah tersebut kemudian dialokasikan pada belanja yang telah ditetapkan. (2) Pengalokasian dana perimbangan dan pendapatan asli daerah (PAD) pemerintah kabupaten Sumenep lebih diprioritakan pada belanja pegawai. (3) Pemerintah kabupaten Sumenep selalu berusaha untuk mengoptimalkan PAD, hal ini bisa dilihat dari data laporan realisasi APBD kabupaten sumenep yang dalam akun pendapatannya selalu mengalami peningkatan dari 2009 sampai 2011.
BUDAYA TANEAN LANJENG DALAM PERNIKAHAN KERABAT DI KALANGAN KELUARGA PONDOK PESANTREN BANGKALAN Mohammad Hipni; Shofiyun Nahidloh
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 8, No 1: April 2015
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.488 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v8i1.2079

Abstract

Masyarakat Madura di kenal sebagai masyarakat yang menjungjung tinggi talii kekerabatan. Simbol-simbol yang mendukung hal ini, bisa di lihat dari rumah adat yang sebagian besar masih terpelihara dengan rapi di berbagai pelosok di Madura, seperti yang terdapat di rumah-rumah keluaraga pondok pesantren di Madura.Bangkalan terkenal dengan kota santri, ini membuktikan banyaknya pondok pesantren di Bangkalan. Keluarga Pondok pesantren dikenal sekelompok orang yang lebih memahami ketentuan ajaran agama Islam. Dalam keluarga pondok pesantren di Bangkalan sering ditemui dalam menikahkan putra putrinya dijodohkan dari kerabatnya sendiri contonya : putra/putri dari saudara ( ponaan), atau yang masuk dalam kerabatnya. Dari uraian diatas dapat dirumuskan masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah:Apa yang melatarbelakangi Budaya Tanean Lanjeng dalam pernikahan Kerabat di Kalangan Keluarga Pondok Pesantren Bangkalan ?danMengapaBudayaTanean Lanjheng dalam pernikahan kerabat sering terjadi di kalangan keluarga pondok pesantren?. Metodepenelitianinimenggunakan sample lokasiBangkalan Madura, berdasarkanpertimbangankarenabangkalanberadapadawilayahpesisirutaradekatdenganpelabuhankamaldankota Surabaya sebagaijalurmasuknya orang asing; Dan kebanyakan model pembelajaranpesantren di Bangkalanmenggunakansalaf, modern dankombinasi; kapasitasponpes (besardankecil); sertakeunikandankekhasandariponpes. Adapun metode penelitian dalam studi ini dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: Studi literature dan library research, ObservasiterlibatdanWawancara (in depth interview),Analisadanpengolahan data.
URGENSI KESESUAIAN AKAD MENURUT HUKUM POSITIF DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH NON BANK UNTUK PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN DI MADURA Achmad Badarus Syamsi; Ahmad Musadad; Mohammad Hipni
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 8, No 1: April 2015
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.983 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v8i1.2075

Abstract

Lembaga keuangan syariah non bank semakin lama semakin banyak, termasuk di Madura. Tumbuhnya lembaga keuangan syariah merupakan sebuah sinyal positif khususnya bagi masyarakat Madura yang sangat kental dengan ajaran keislamannya. Perlu digarisbawahi bahwa masih perlu adanya pengawasan dari penerapan akad apakah sesuai dengan hukum positif dan prinsip syariah atau tidak, walaupun sudah ada Dewan Pengawas Syariah, namun apa yang ada di lapangan bisa berbeda. Tujuan dari penelitian ini yaitu pertama, untuk mengetahui akad apakah yang paling banyak digunakan oleh lembaga keuangan syaroiah non bank di Madura. Kedua, untuk mendeskripsikan dan mengkaji keabsahan akad pada produk pembiayaan di lembaga keuangan syariah non bank di Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan obervasi untuk mendapatkan data primer berupa draft akad dan keterangan dari lembaga keuangan syariah non bank, serta dokumentasi dari literatur terkait lembaga keuangan syariah non bank dan akad. Setelah itu data yang didapatkan dikaji secara konseptual dan komprehensif dengan menggunakan teknik analisa data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad yang paling banyak digunakan oleh lembaga keuangan syariah non bank adalah akad murabahah. Akad yang digunakan sudah sesuai dengan hukum positif dan prinsip syariah, namun masih perlu perbaikan dari segi praktiknya.
MENYIBAK FENOMENA INSPEKTORAT KABUPATEN SAMPANG:MEMAHAMI PENGAWASAN DALAM PENGADAAN BARANG MILIK DAERAH Mohamad Djasuli
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 8, No 1: April 2015
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.738 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v8i1.2080

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai eksistensi peran Inspektorat Kabupaten Sampang dalam pengawasan pengadaan barang milik daerah. Informan dalam penelitian ini adalah Ketua Seksi (Kasi) Pengawasan Pemerintah Bidang Pembangunan dari Inspektur Pembantu Wilayah I, II, III dan IV dan Substansi Bagian Perencanaan di Inspektorat Kabupaten Sampang. Data dikumpulkan dengan wawancara langsung dengan kelima informan dan dianalisa dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peran Inspektorat Kabupaten Sampang sebagai APIP belum adanya koordinasi yang baik. Terlihat dengan jawaban mengenai pengawasan pengadaan barang miliki daerah yang dilakukan keempat informan berbeda-beda, padahal tupoksinya sama. Dalam pelaksanaannya tidak semua pengawasan pengadaan barang milik daerah dilakukan oleh APIP yang berkompeten, sehingga pengawasan yang dilakukan lebih terpaku kepada Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP) yang sudah disediakan. Terdapat keambiguan antara tugas pengawasan dan pemeriksaan baik di Inspektorat Kabupaten Sampang ataupun penjelasan pengawasan di peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia lebih kearah penjelasan pemeriksaan. Serta belum sinkron antara dokumen yang ada di Inspektorat Kabupaten Sampang dengan peraturan perundang-undangan yang menjadi acuan dari Inspektorat dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7