cover
Contact Name
Yanuar Burhanuddin
Contact Email
yanuar.burhanuddin@eng.unila.ac.id
Phone
+6285658980260
Journal Mail Official
jurnal.mechanical@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Gd. H Lt.2 Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lampung Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Mechanical
Published by Universitas Lampung
ISSN : 20871880     EISSN : 24601888     DOI : https://doi.org/10.2960/mech
Jurnal Mechanical (eISSN 2460 1888 and pISSN 2087 1880), is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by University of Lampung and managed by Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering for publishing two periods a year, in March and September .
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
PERBANDINGAN CAMPURAN BENSIN DAN ETANOL TERHADAP PERFORMA MESIN DAN EMISI GAS BUANG PADA MESIN 2 SILINDER Yos Nofendri; M Fajri Hidayat
JURNAL MECHANICAL Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v10.i2.201906

Abstract

Aditif pada bahan bakar memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas bahan bakar. Bahan bakar yang mempunyai kualitas yang baik akan menghasilkan prestasi mesin yang tinggi dan mengeluarkan emisi gas buang yang rendah. Bahan tambah atau aditif yang berbahan dasar nabati juga bisa mengurangkan ketergantungan sumber energy fosil yang semakin lama semakin berkurang. Etanol terbuat dari bahan tumbuh-tumbuhan yang mempunyai potensi sebagai aditif bahan bakar dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan campuran etanol-bensin yang mempunyai karakteristik yang lebih bagus berbanding bensin biasa yang bisa menaikan prestasi mesin dan menurunkan emisi gas buang. Pada penelitian ini menggunakan metode ekperimental dengan melakukan pencampuran bensin dengan etanol sebanyak 5% dan 10%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan sebanyak 5% etanol yang mana torsi meningkat sebanyak 12.8 % dan daya mesin meningkat sebanyak 12.6%, Penambahan etanol sebanyak 10% dapat menghemat bahan bakar sebanyak 11.6% dan dapat meningkatkan efisiensi termal sebanyak 12.47%. Pada emisi gas buang terjadi peningkatan jumlah CO2 dan penurunan senyawa CO denga adanya penambahan etanol pada bahan bakar bensin. Aditif etanol dapat memberikan efek yang bermanfaat (Beneficial effect) terhadap prestasi dan emisi gas buang pada mesin bensin.
SAND CASTING MANUFACTURER WITH MATERIAL ADDITIVE TO PERMEABILITY AND GREEN COMPRESSIVE STRENGTH CHARACTERISTIC Yusup Hendronursito; Muhammad Amin; Kusno Isnugroho; David Candra Birawidha
JURNAL MECHANICAL Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v10.i2.201907

Abstract

Sand casting as a main material in the casting process. To result from the product in good quality sand casting must be standardized such as high-temperature resistance, good permeability to gas flow, high strength to enough to hold the loading press, and high shear strength to accept shear force. This study to aims effect of material added on green sand as sand casting to find the best composition on permeability, green compressive strength, and green shear strength. Glass powder in sample A and feldspar in sample B used to material binder selected an alternative beside bentonite because have high Silica (SiO) and Alumina (Al2O3) to optimizing the sand casting characteristic. The binder material meshing in < 80 Mesh with 10%, 20%, 30%, 40%, and 50% composition respectively with 10% constant addition of water. Every sample three times testing included clay content, Grain Fine Number based on SNI 19-0312-1989 while permeability, green compressive strength, and green shear strength. The result shows the permeability directly proportional with glass powder addition has a maximum of 63.67, while the addition of feldspar affected decrease the permeability value with a minimum of 51.67. The higher green compressive strength obtained from 10% w/t glass powder with value 96.87  kN/m2 inversely proportional with green shear strength with value 76.27 kN/m2 in 10% w/t addition.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR FLUIDA MASUK TERHADAP UNJUK KERJA KOLEKTOR SURYA HYBRID PV/T Amrizal Amrizal; Christian Cahya Putra; Agung Nugroho; Amrul Amrul
JURNAL MECHANICAL Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v10.i2.201909

Abstract

The aim of this study is to investigate the effect of different range of inlet fluid temperature on both electrical and thermal efficiency for a serpentine PV/T collector. The variation of the inlet fluid temperature used in this study is above and below ambient temperature. The thermal performance test uses the EN 12975 under indoor system with a solar simulator. The results showed that hybrid PV/T solar collectors with the inlet fluid temperature below ambient temperature have higher values for both heat loss coefficient and electrical efficiency when they compared to those obtained from the above ambient temperature. Meanwhile, the collector with the inlet fluid temperature below ambient temperature and mass flow rate of 0.015 kg/s has a higher value of heat loss coefficient of 2.2 W/m²K if they compared to those obtained from above ambient temperature and also there is an increase of 1% electrical efficiency with average temperature surface of PV/T collector 46.76ºC. The application of different range of inlet fluid temperature has no significant effect on zero efficiency of  PV/T collector.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan perbedaan temperatur fluida masuk pada kolektor surya hybrid PV/T aliran serpentine baik secara thermal maupun daya elektrik yang dihasilkan. Perbedaan temperatur fluida masuk yang digunakan adalah di atas dan di bawah temperatur lingkungan.  Pengujian unjuk kerja thermal ini menggunakan standar EN 12975 sistem indoor dengan simulator surya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolektor surya hybrid PV/T dengan temperatur fluida masuk di bawah temperatur lingkungan memiliki koefisien kerugian panas dan efisiensi listrik yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan  kondisi pengujian di atas temperatur lingkungan. Sementara itu kolektor surya hybrid PV/T dengan temperatur fluida masuk di bawah temperatur lingkungan dan laju aliran massa fluida 0.015 kg/s memiliki koefisien kerugian panas lebih tinggi 2.2 W/m²K dibandingkan dengan kondisi pengujian yang sama ketika temperatur fluida masuk di atas temperatur lingkungan dan terjadi peningkatan efisiensi daya listrik 1% dengan temperatur rata rata permukaan kolektor PV/T 46.76ºC. Sedangkan penerapan variasi temperatur fluida masuk di bawah dan di atas temperatur lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi zero pada kolektor surya hybrid (PV/T) aliran serpentine ini.Kata kunci : Energi matahari, Photovoltaic thermal (PV/T),  EN 12975.
Optimasi Kepresisian Geometri Ulir Menggunakan Metode Taguchi-Grey Relation Analysis Gusri Akhyar Ibrahim; Arinal Hamni; Muhammad Daud Aria Falah
JURNAL MECHANICAL Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v10.i2.201910

Abstract

Metode Taguchi telah digunakan secara luas dalam proses optimasi terhadap suatu respon tunggal, sedangkan untuk menyelesaikan proses optimasi multi-respon dapat digunakan Metode Grey Relation Analysis (GRA). Metode Grey Relation Analysis (GRA) dapat mensimplifikasi proses multi-respon dengan mengubahnya kedalam respon tunggal. Kesalahan geometri ulir magnesium pada pemesinan bubut ulir dipengaruhi oleh diameter benda uji, kedalaman potong, dan kecepatan putar. Penelitian ini meneliti respon kesalahan pitch, kesalahan tinggi, dan kesalahan sudut ulir pada bentuk ulir luar metrik M1,5 dengan 3 level dan 3 faktor lalu pengolahan datanya menggunakan proses optimasi Taguchi-GRA. Penelitian ini menggunakan diameter benda kerja ulir digunakan 10, 14, 18 mm, kedalaman potong 0,23, 0,3067, 0,46 mm dan kecepatan putar 212, 318, 424 rpm. Hasil optimal didapatkan pada kombinasi kondisi pemotongan dengan faktor diameter 10 mm, kedalaman 0,46 mm dan kecepatan spindel 424 rpm, dimana respon kesalahan pitchnya 0,012667 mm, kesalahan tinggi 0,03833 mm, dan kesalahan sudut 1,5367o. Faktor yang berpengaruh signifikan yaitu kecepatan putar 56,66 % dan diameter benda kerja 25,85%.
PENGARUH UKURAN SERBUK TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN FISIK MAGNESIUM BERPORI HASIL KOMPAKSI-SINTERING UNTUK APLIKASI SCAFFOLD TULANG MAMPU TERDEGRADASI Rizal Adi Saputra; Yanuar Burhanuddin; Mahruri Arif Wicaksono; Hadi Nur; Irza Sukmana
JURNAL MECHANICAL Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v10.i2.201908

Abstract

Bencana alam, kecelakaan lalu-lintas dan penuaan dapat menjadi penyebab tulang patah (bone fracture) dan keropos tulang. Salah satu teknik penyembuhan tulang yang rusak (bone defect) adalah dengan mengimplankan struktur tulang buatan atau skafol tulang yang dapat menginisiasi pertumbuhan jaringan tulang baru. Bone scaffold untuk aplikasi kerusakan tulang berpori (cancellous bone) yang terletak di bagian dalam struktur tulang. Dalam penelitian ini, diujikan pengaruh ukuran serbuk magnesium yang dipadukan dengan potongan titanium sebagai material penyangga (titanium pieces space holder) terhadap kualitas produk magnesium berpori untuk aplikasi skafol tulang. Titanium (Ti) pieces disiapkan dalam ukuran campur (random) dan berasal dari potongan kawat titanium murni (pure titanium wire) untuk dicampurkan dengan serbuk Magnesium (Mg) dengan ukuran 100, 200, dan 250µm. Campuran bahan tersebut kemudian dikompaksi dan dipanaskan (sintering) menggunakan alat squeeze casting untuk mendapatkan bahan dasar magnesium. Struktur Mg berpori dihasilkan melalui proses degradasi potongan Ti dalam larutan asam hidroflourik (hydrofluoric acid, HF) sehingga terbentuk sruktur pori pada bahan Mg. Hasil pengujian fisika dan mekanika menunjukkan semakin besar ukuran serbuk Mg, akan menghasilkan sebaran potongan Ti yang semakin merata sehingga meningkatkan kualitas produk magnesium berpori.

Page 1 of 1 | Total Record : 5