cover
Contact Name
Alfredo Bayu Satriya
Contact Email
alfredobayusatriya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejaei@unej.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
e-Jurnal Arus Elektro Indonesia
Published by Universitas Jember
ISSN : 25023508     EISSN : 24432318     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JAEI (Jurnal Arus Elektro Indonesia) adalah majalah berkala ilmiah yang berisi hasil penelitian para peneliti, dosen dan praktisi mengenai ilmu-ilmu bidang keteknik elektroan khususnya di Indonesia dan tidak menutup kemungkinan hasil riset dari para penulis luar negeri. Arus yang dimaksud disini adalah asumsi dari pergerakan elektron yang mengalir melalui sebuah media tertentu. Dengan diberikannya bagian nama “arus” ini, keberlanjutannya nanti akan terus “mengalir arus” perkembangan terkini ilmu pengetahuan keteknik elektroan dengan lebih cepat di seluruh Indonesia melalui media artikel/jurnal ilmiah ini. Adapun topik-topik yang diusulkan untuk terbit pada majalah berkala ilmiah JAEI ini adalah topik mengenai elektronika, sistem tenaga, energi terbarukan, kendali, telekomunikasi dan multimedia.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2025)" : 4 Documents clear
RANCANG BANGUN SISTEM PENDINGIN PANEL SURYA OTOMATIS UNTUK PENINGKATAN PEMANENAN ENERGI LISTRIK Kalandro, Guido Dias; Gumilang, Laksana Fajar; Sujanarko, Bambang; Muhammad Riza Darmawan; Setiabudi, Dodi; Moh. Erdianto Triputradi
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v11i1.46455

Abstract

Potensi energi matahari sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, khususnya dalam konteks penggunaan panel surya dan sistem pendingin otomatis. Eksperimen ini bertujuan merancang sistem otomatis pendingin panel surya dengan sirkulasi tertutup menggunakan Arduino Uno. Panel surya yang digunakan memiliki kapasitas 20WP berjenis polikristalin, dan sistem pendingin menggunakan pipa tembaga berdimensi 3/8 Inch dan panjang 6,11 meter dengan watercoolant sebagai pendinginnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pendingin berhasil menjaga suhu panel surya dalam rentang 33°C hingga 36°C, memberikan perbedaan 10°C hingga 20°C dengan panel surya tanpa pendingin pada intensitas cahaya yang sama. Panel surya berpendingin menunjukkan peningkatan tegangan, arus, dan daya, dengan rata-rata 1 Volt hingga 2 Volt, 0,1 ampere hingga 0,2 ampere, dan 1watt hingga 2 watt lebih tinggi. Efisiensi panel surya juga meningkat sekitar 1-3%. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang pemanfaatan energi matahari dan efektivitas sistem pendingin dalam meningkatkan efisiensi pemanenan energi listrik dari panel surya. Kata Kunci — Panel Surya, Sistem Pendingin Otomatis, Pipa Tembaga
PROTOTIPE PHOTOTHERAPI BAYI KUNING DENGAN BLUELIGHT BERBASIS ARDUINO Syah, Ilham Aliyan; Setiawan, Hendra; Prasojo, Ipin; Supriyadi, Kuat
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v11i1.50088

Abstract

Penyebab mortalitas pada bayi baru lahir adalah Ikterus yaitu warna kuning yang tampak pada kulit dan mukosa karena peningkatan bilirubin. Phototherapy merupakan salah satu peralatan kesehatan yang digunakan sebagai alat terapi. Pesawat phototherapy diperuntukan bagi Bayi Baru Lahir (BBL) atau Neonatus, yang mengalami hiperbillirubinemia. Hiperbillirubinemia atau disebut juga dengan ikterus dapat ditemukan pada minggu pertama kelahiran neonatus, Billirubin merupakan produk yang bersifat toksin (racun) yang harus dikeluarkan oleh tubuh. Kelebihan kadar billirubin dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan menetap bahkan dapat megakibatkan kematian. Tujuan Penelitian: Tujuan mengembangkan pembuatan alat bluelight therapy untuk terobosan pelayanan kesehatan di puskesmas dalam keadaan tertentu. Pada alat menggunakan relay sebagai pemutus aliran listrik, lampu bluelight sebagai pemancar sinar ke tubuh pengguna. Pada sistem ini akan mengolah data digital yang selanjutnya akan di olah pada Arduino Uno dan hasilnya akan ditampilkan pada LCD dalam bentuk waktu dan lifetime terdapat buzzer sebagai penanda bahwa waktu telah selesai. Metode Penelitian: Dalam penyusunan menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Hasil dan kesimpulan: Pada laporan tugas akhir ini berhasil mendapatkan hasil pengukuran waktu uji coba fungsi alat 5 menit dengan pembanding stopwatch 5menit 2 detik., serta dapat diambil kesimpulan bahwa uji fungsi alat telah sesuai prosedur.
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SEBAGAI SUPLAI DAYA UNTUK PENYINARAN KEBUN BUAH NAGA Erwinda, Yudha Teja; Arizal Mujibtamala Nanda Imron; Dananjaya Endi Pratama; Bambang Sujanarko; Candra Putri Rizkiyah Ramadhani; Wicaksono, Immawan
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v11i1.51294

Abstract

Di Banyuwangi, petani buah naga menghadapi masalah produktivitas di luar musim panen karena tanaman tidak berbunga dalam waktu lama. Mereka menggunakan lampu sebagai pengganti sinar matahari, tetapi ini meningkatkan biaya listrik dan tidak semua lahan dapat dijangkau oleh listrik PLN. Solusi yang tepat adalah memanfaatkan energi terbarukan dari matahari dengan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid. Data input dari panel surya dan baterai diambil selama 3 hari dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, dan data output diambil selama beberapa malam dari pukul 21.00 hingga 02.00 WIB. Perancangan dilakukan dengan menggunakan komponen seperti panel surya, SCC, batrai, dan inverter. Sistem ini menunjukkan kinerja yang baik, dengan produksi energi pada hari pertama sebesar 89,35 Wh melebihi konsumsi 83,3 Wh, dan produksi pada hari kedua mencapai 100,82 Wh dengan sisa energi 17,52 Wh. Meskipun pada hari ketiga produksi turun menjadi 67,78 Wh, sisa energi dari hari sebelumnya mencukupi kebutuhan. Selain itu, pemberian lampu secara signifikan mempercepat pembungaan tanaman buah naga, dengan peningkatan bunga yang signifikan dari minggu kedua hingga kelima, sementara tanaman tanpa lampu tidak berbunga.
Internet of Things-Based LoRa Air Quality Monitoring System in the University of Jember Hafifi, M Erick Lucky; Suko Sarwono, Catur; Cahyadi, Widya; Setiabudi, Dodi; Ceriana Eska, Andrita; Hadi, Widyono; Laagu, Muh. Asnoer
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v11i1.53108

Abstract

In current environmental conditions, air quality is often underestimated even though it is crucial for the survival of living organisms. Good air quality that contains sufficient oxygen for breathing and photosynthesis, as well as stable carbon dioxide levels, is essential for humans, animals, and plants. Pollution factors such as motor vehicle exhaust, factory emissions, and waste burning can reduce air quality and thus have an indirect impact on the health of living beings. This research focuses on air pollution caused by carbon monoxide and carbon dioxide, using the Mamdani fuzzy method to determine uncertainty and vagueness values. An IoT system with two LoRa devices is used to monitor air quality, with data from sensors represented via MATLAB using fuzzy logic for more accurate results. LoRa device integration with Arduino and ESP32 can be used for accurate sensor reading and communication, ensuring proper data transmission between nodes and gateways for real-time monitoring and comparison of gas parameters at different locations. The reading results from the sensors and the monitoring results on the Blynk platform show identical values with 0% error from monitoring. For the percentage of ISPU values from simulation results in MATLAB compared to manual calculations, there is a difference of 1.12% when compared with the reading values from the sensors.

Page 1 of 1 | Total Record : 4