cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
majalahkkp@yahoo.co.id
Editorial Address
Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Jl. Sokonandi No. 9 Yogyakarta 55166
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
ISSN : 18296971     EISSN : 24604461     DOI : 10.20543
Core Subject : Engineering,
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik (Journal of Leather, Rubber, and Plastics) publishes original research focused on materials, processes, and waste management in the field of leather, rubber, and plastics.
Articles 781 Documents
Rekayasa alat daur ulang limbah padat industri penyamakan kulit untuk pembuatan insol dan kertas karton Sunaryo, Ignatius; Sutyasmi, Sri
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.514 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v22i1.327

Abstract

The aim of engineering of equipment for tannery solid waste reuse to make insole and card board was to assist the problem coming from shavings wastes and sludge. This unit was designed and mainly consisted of three parts, those were raw materials destroying machine (beater type), insole/carton sheet printing machine and insole/carton sheet pressing machine. This was an eco-friendly machine, because it was able to recycle all of the excess raw materials. The product capacity of it was 600 kg of raw material to produce 1,200 sheet per day, with assumption that the rejects were varied from 10 – 15%. The specifications of the insole produced by this machine were that the weight was 416 gr/sheet; the length x wide was 78 cm x 66 cm. based on the economical analysis when the marketing price was Rp. 2.000,- per sheet, with the total production 360,000 sheets, the benefit after property was Rp. 33,650,200,- per year, with 2 years 1 month pay back of the investment.  Keywords : shavings waste, sludge, recycled unit, insole, cardboard.   ABSTRAK Tujuan dari rekayasa alat daur ulang limbah padat industri penyamakan kulit untuk pembuatan insol dan kertas karton ini ialah untuk membantu industri penyamakan kulit dalam mengatasi masalah limbah shaving dan lumpur. Alat ini dirancang dengan 3 (tiga) komponen utama yakni alat penghancur bahan baku dengan tipe beater, alat pencetak lembaran insol/karton, dan alat press lembaran insol/karton yang disebut calendar. Alat ini bersifat ramah lingkungan karena seluruh sisa adonan dapat di daur ulang. Kapasitas produksi alat daur ulang ini ialah 600 kg bahan baku untuk menghasilkan 1200 lembar per hari, dengan asumsi tingkat kerusakan berkisar antara 10 – 15%. Insol yang dihasilkan mempunyai berat 416 gram/lembar dengan ukuran p x 1 = 0,78 m x 0,66 m. berdasarkan analisis ekonomi bila harga jual Rp. 2000,- per lembar, maka per tahun dapat diperoleh keuntungan sesudah pajak sebesar Rp. 33.650.200,- dengan jumlah produksi sebesar 360.000 lembar. Waktu pengembalian modal ialah 2 tahun 6 bulan. Kata Kunci : limbah shaving, lumpur, alat daur ulang, insol, kertas karton. 
The preservation of green goat skin using liquid smoke from coconut shell Wiryodiningrat, Suliestiyah
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1916.624 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v25i1.226

Abstract

The objective of the research on the presentation of green goat skin using liquid smoke was to reduce the environmental contamination caused by usage of the environmentally-unfriendly chemical in skin preservation process. Liquid smoke is the outcome of coconut shell waste containing a lot of phenol and acid compound. It is an organic material that is environment-friendly and it can inhibit the bacteria growth. The research was conducted using 18 pieces of green goat skin. Eighteen pieces of green goat skin were divided into 2 treatments. The first stage treatment used liquid smoke as the preserving material with 0,1%, 0,5%, and 1,0 % in concentrations without crystal salt and anti-bacterial material. The second stage treatment used liquid smoke with 5%, 10% and 15% in concentrations and used crystal salt without anti-bacteria material. The skins then were stretched and dried in the sun. They were observed for 1 week, 2 weeks and 1 month. The results of the skin preservation then were tested in organoleptic method, including the tests for the shedding of feather and the damage of skin owing to bacteria / louse. The skins also were tested in physical method (tensile strength & elongation at break). The result of search showed that the skins preservation for month using liquid smoke, 10% in concentration, was the most effective, Usage of liquid smoke as the substitute of anti-bacteria/fungicide would reduce a part of the environmental contamination owing to usage of the environment-unfriendly chemical in skin preservation process. Keywords: skin preservation, liquid smoke, environment-friendly ABSTRAK Penelitian pengawetan kulit kambing berbulu menggunakan asap cair tujuannya adalah mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pemakaian bahan kimia yang tidak ramah lingkungan dalam proses pengawetan kulit. Asap cair merupakan hasil dari limbah tempurung kelapa yang banyak mengandung senyawa asam dan fenol yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan merupakan bahan organic yang ramah lingkungan. Penelitian dilakukan menggunakan kulit mentah kambing berbulu sebanyak 18 lembar terbagi menjadi 2 perlakuan. Perlakuan tahap pertama menggunakan asap cair sebagai bahan pengawet dengan konsentrasi 0,1%, 0,5% dan 1,0% tanpa menggunakan garam Kristal dan bahan anti bakteri. Sedangkan perlakuan tahap kedua menggunakan asap cair dengan konsentrai 5%, 10% dan 15% dan garam kristal tanpa menggunakan anti bakteri. Kulit tersebut kemudian dipentang dan dijemur di bawah sinar matahari dan diamati selama 1 minggu, 2 minggu dan 1 bulan. Hasil pengawetan kulit kemudian diuji secara organoleptis yaitu meliputi kerontokan bulu dan kerusakan kulit akibat serangan bakteri/kutu. Kulit tersebut juga dilakukan pengujian secara fisis (kekuatan tarik dan kemuluran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawetan kulit selama 1 bulan menggunakan asap cair konsentrasi 10% adalah yang paling efektif. Dengan menggunakan asap cair sebagai pengganti bahan kimia anti bakteri / jamur maka akan dapat mengurangi sebagian pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh penggunaan bahan kimia yang tidak ramah lingkungan dalam proses pengawetan kulit. Kata kunci : pengawetan kulit, asap cair, ramah lingkungan.
Pengaruh penambahan SBR bervariasi pada perapat pintu air Pramono, Pramono; Musthofa, Hadi
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.677 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v9i16.397

Abstract

The aim of research is to find out the effect of styrene butadiene rubber used to the tensile strength, compression set, and the Hardness of the seal. The variation of styrene butadiene rubber are 20, 30 and 40 phr; Statistical analysis Paint out that there is signify difference often tensile strength but unsignify difference at the compression set and hardness.
Rumen kambing sebagai bahan baku barang kulit Lutfi, Muchtar
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.897 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v9i18.416

Abstract

The objective of this research is to identify the physical strength of crust of goat rumen to decide their benefit. Materials used in this study were 8 pieces of salted goat rumens which were then tanned to crust leather using chromosal B, and Irgatan LV. as tanning and retaning material. The crust leather, then, were tested on their strength and flexibility at Laboratory of leather and leather product quality control and normalization IRDLAI and the result showed that the tensile strength was low of (on average) 29,84 Kg./Cm2, while the flexibility (on average) was 103,13%. Viewed from the test result, the skins were still possible to be prepared as a kind of leather, or the skins were used as car whell sterring cover.  INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan fisis kulit kras dari rumen kambing agar dapat ditentukan pemanfaatannya. Dengan menggunakan 8 buah rumen kambing awet garaman disamak menjadi kulit kras dengan menggunakan Chromosal B. sebagai bahan penyamak dan Irgatan LV. sebagai bahan penyamak ulangnya. Kulit kras hasil penelitian ini diujikan kekuatan tarik dan kemulurannya di Laboratorium PMNK. Balai Pengembangan Barang Kulit, dan didapatkan hasil kekuatan tarik yang rendah yaitu sebesar (rata-rata) 29,84 Kg./Cm2. sedangkan kemulurannya (rata-rata) 103,13%. Dilihat dari hasil uji tersebut, kulit dari rumen kambing masih memungkinkan dimanfaatkan untuk pengolahan sejenis dompet atau tas untuk wanita dengan cara dilapisi dengan kulit yang lain, atau dimanfaatkan untuk pembungkus stir mobil.
Pengaruh suhu vulkanisasi terhadap sifat mekanis vulkanisat karet alam dan karet akrilonitril-butadiena Kinasih, Norma Arisanti; Fathurrohman, Muhammad Irfan; Suparto, Dadang
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.852 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v31i2.504

Abstract

Natural and acrylonitrile-butadiene rubbers possess different vulcanization characteristics. Selection of the vulcanization system and temperature affects the mechanical properties of vulcanized natural rubber (NR) and acrylonitrile-butadiene rubber (NBR). In the present work, the effect of vulcanization temperature (150, 160, 170 and 180oC) on the mechanical properties of NR and NBR vulcanizates was studied. The effect of different vulcanization system (semi efficient, efficient and sulfur donor) was studied in NR blends, while the effect of different acrylonitrile content (26, 28 and 33 wt %) was studied in NBR blends. The NBR curing characteristics and mechanical properties data showed that vulcanization at low temperature (150oC) was suitable for low acrylonitrile-NBR, whereas that at high temperature (170oC) was suitable for high acrylonitrile-NBR. In addition, the semi efficient system at low temperature vulcanization (150oC) was suitable for natural rubber.Keywords: vulcanization temperature, acrylonitrile, NBR, natural rubber, mechanical properties.ABSTRAKKaret alam dan karet akrilonitril-butadiena memiliki karakteristik vulkanisasi yang berbeda. Pemilihan sistem dan suhu vulkanisasi berpengaruh terhadap sifat mekanis vulkanisat karet alam (NR) dan karet akrilonitril-butadiena (NBR). Pada penelitian ini dipelajari pengaruh suhu vulkanisasi (150, 160, 170 dan 180oC) terhadap sifat mekanis vulkanisat NR dan NBR. Pada NR dipelajari pengaruh sistem vulkanisasi yang berbeda (semi efisien, efisien dan donor sulfur), sedangkan pada NBR lebih difokuskan terhadap pengaruh kandungan akrilonitril yang berbeda (26, 28 dan 33% b/b). Karakteristik pematangan dan sifat mekanik karet NBR menunjukkan bahwa karet NBR dengan kandungan akrilonitril yang rendah lebih sesuai divulkanisasi pada suhu rendah (150oC), sedangkan karet NBR dengan kandungan akrilonitril yang tinggi lebih sesuai divulkanisasi pada pada suhu tinggi (170oC). Vulkanisat karet alam lebih sesuai divulkanisasi menggunakan sistem vulkanisasi semi efisien dengan suhu vulkanisasi sebesar 150oC.Kata kunci: suhu vulkanisasi, akrilonitril, NBR, karet alam, sifat mekanik.
Penyamakan kulit ular untuk barang ekspor Lutfi, Muchtar
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1523.389 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v8i14.481

Abstract

The objective of this research is to acquire an appropriate method of tanning furcess of snake skins having soft and smooth surface of finished leather, can be used to manufactore export quality goods an assist small scale industries in improving their products quality. A hundered and twenty pieces of najan Sputatrex L. cobra snake skins were imployed as raw material in this study. In pretanning, formaline to soften and smooth the surface of the finished leather, was used the formula of which was 100 % water 6 % NaCl, 4% formaline and 1% Na2CO3. The samples then were separated into six groups. Each group was retanned with chrome, syntetic, vegetable, tanning agent and processed using IRDLAI method to be finished leather. The finished leathers then were visually inspected about their flexibility, compactness, the softness, the smootnees of the skins surface, shades and the change of the shape when stretching. They were also subjected into physical test of colour fastness. The results of the test were statistically (CRD), and “Duncan”test method analysed. It could be concluded that the best result was achieved by snake skins which were pretanned using formaline and retanned using chrome-vegetable tanning agents.   INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan cara penyamakan kulit ular yang lemas dan halus permukaan kulit jadinya, dapat digunakan untuk barang ekspor dan membantu industri kecil dalam peningkatan mutu produksinya. Penelitian ini menggunakan 120 lembar kulit ular cobra Najan Sputatrix L. segar yang dalam proses penyamakan pendahuluan (pratanning) menggunakan formalin untuk mencapai kelemasan dan kehalusan permukaan kulit jadinya dengan menggunakan formulasi untuk pratanning adalah : 100% air, 6% NaCl, 4% formalin dan 1% Na2CO3. Selanjutnya dari 120 lembar kulit tersebut dibagi menjadi 6 kelompok yang masing-masingnya 20 lembar. Masing-masing kelompok disamak ulang dengan bahan penyamak krom, sintetis, nabati, krom nabati, krom sintetis, dank rom sintetis nabati, yang selanjutnya diproses hingga kulit jadi (finished leather), yang caranya sesuai dengan proses yang ada di BBKKP. Kulit hasil penelitian diuji secara organoleptis tentang kelemasan, kepadatan, kehalusan permukaan, kerataan warnanya serta perubahan bentuk bila ditarik, juga diuji fisis tentang ketahanan gosok catnya. Hasil uji dianalisa secara statistic (CRD) dan dites “Duncan”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit yang disamak pendahuluan dengan formalin dan disamak ulang dengan bahan penyamak krom nabati adalah merupakan produk kulit ular yang terbaik
Penelitian pengaruh cuaca terhadap perubahan sifat tegangan putus dan perpanjangan putus berbagai jenis kulit Rumiyati, V Sri Pertiwi; Musthofa, Hadi
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1327.712 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v9i16.402

Abstract

The objective of the research is to find out the effect of weathering exposure on quality of leather by WeathepOmeter apparatus. During in door test by weather - Ometer, the condition of research is kept constanly i.e black panel at 45oC, dry bulb at 36oC, wet bulb at 26oC and humidity at 45%, specimen exposed taking over from the chamber for testing purpose were caried out every 25 hours and performed up to the limiting time at whice tensile strength and elongation at break properties change.
Penelitian korelasi plasticizer dop dan filler serbuk kayu meranti untuk acuan sepatu Sukaeni, Irene Sri
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.805 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v9i18.421

Abstract

This research is to find out correlation of using DOP plasticier and Shorea Parvifolis Dyer wood flour filler to physical properties of PVC compound for shoe lasting. PVC compound is made from PVC resin added by other ingredients as plasticizer, stabilizer, lubricant and filler. Ingredient used in this research is DOP, Expoxy oil, BaCdZn, Stearic acid, CaCO3 filler and wood flour by variation of DOP and filler percentage. PVC compound produced is tested its physical properties for hardness, impact strength and tensil strength. Data prove that there is correlation between the physical test and percentage of DOP and wood flour filler fulfilling multiple linier regression for hardness and multiple quadratis regression for impact strength and tensile strength.  INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi penggunaan plasticier DOP dan filler serbuk kayu meranti terhadap sifat-sifat fisika kompon PVC untuk acuan sepatu. Kompon PVC dibuat dari bahan baku resin PVC dengan ditambah ingredient lain yang berfungsi sebagai plasticizer, stabailizer, lubricant dan filler. Pada penelitian ini ingredient yang dipergunakan adalah : DOP, Epoxy oil, BaCdZn, asam stearat serta filler CaCO3 dan sebuk kayu meranti dengan variasi persentase DOP dan filler serbuk kayu. Kompon PVC yang dihasilkan diuji sifat fisikanya menunjukkan adanya korelasi antara uji fisika tersebut denga persentase DOP dan filler serbuk kayu dengan memenuhi persamaan regresi linier multipel untuk kekerasan dan regresi kuadratis multipel untuk uji ketahanan pukul takik dan kekuatan tarik. 
Penggunaan gelatine untuk finishing kulit Oetojo, Bambang
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.34 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v12i22.338

Abstract

Gelatine may be used as a film forming or as a binder on glazed finishing method. The purpose of this research is, therefore, to know the appropriate amount of gelatine which is used on finishing to give a satisfactory effect. For this research it was used 9 pieces of crust goat skin. The crusts were then finish varying from 1 percent, 2 percent and 3 percent. It was used Turkish Red Oil in amount of 0,5 percent. Total solution of the finish should be 100 percent by adding amount of water. In this case water is as a solvent. The crusts were then pad coated, spray coated and top coated with the finish which had been prepared before and were fixed with 10 percent of formalin solution and were glazed. Further more they were tested for the rub fastness using crock metre apparatus. Practical meaning of this research is, the use of gelatine as much as 3 percent in making a finish will give a good.   ABSTRAK Gelatine dapat pula digunakan sebagai bahan pembentuk film atau bahan perekat, pada proses penyempurnaan kulit dengan cara dikilapkan. Oleh karena itu, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah yang sesuai dari gelatin untuk membuat larutan cat tutup pada proses penyempurnaan, agar memberi hasil yang memuaskan. Dalam pelaksanaan penelitian ini digunakan Sembilan lembar kulit kras dari kambing. Kulit kras kambing kemudian dibelah menjadi dua bagian menurut garis punggung. Gelatin yang digunakan untuk membuat larutan cat tutup bervariasi dari satu persen, dua persen dan tiga persen. Digunakan cat direct sebesar satu persen sebagai pewarna. Sebagai pelemas digunakan Turkish Red Oil dalam jumlah sebesar setengah persen. Jumlah larutan cat tutup seluruhnya adalah seratus persen dengan jalan menambahkan air. Dalam hal ini air adalah sebagai bahan pelarut. Kemudian kulit kras kambing diulas dengan larutan cat tutup, disemprot dengan larutan pelapis penutup atas yang telah disediakan sebelumnya. Kemudian kulit disemprot dengan formalin sepuluh persen dan setelah kering dikilapkan dengan mesin. Selanjutnya kulit hasil penelitian diuji mengenai ketahanan gosok cat menggunakan alat crock metre. Arti praktis dari penelitian ini adalah bahwa, penggunaan gelatin sebesar 3 persen pada pembuatan larutan cat tutup, menghasilkan ketahanan gosok cat tutup yang baik. 
Sifat fisik, kimia, dan morfologik kulit jaket kambing tersamak menggunakan krom hasil recovery air limbah penyamakan Sutyasmi, Sri
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.945 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v31i2.176

Abstract

The purpose of this study was to recover chrome in tanning waste water to reduce environmental pollution and to utilize chrome as tanning agent. Chrome in tanning waste water leaching out of the drum was filtered and put in the tank and subsequently it was added with NaOH to generate chrome hydroxide. Furthermore, chrome hydroxide was converted to chrome sulfate as tanning agent by addition of concentred sulfuric acid. Cr2O3 content of chrome sulfate was determined before being used for tanning. The result showed that Cr2O3 content was 3958.6 mg/l. Variation of recovered chrome sulfate concentrations for tanning jacket leather were 25, 50, 75 and 100% respectively. Controls were made with the use of 100% of industrial grade chrome sulfate. The best result were goat jacket leather tanned with recovered chrome of 75 and 100 % for its physical properties and 25% for its chemical properties. Test results of SEM showed that chrome was morphologically presence in tanned goat leather mass.Keywords: tanning, jackets leather, chrome recovery, physical and chemical properties, leather morphology.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah mengambil kembali krom dalam air limbah penyamakan krom untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan menghemat pembelian puder krom sebagai bahan penyamak krom. Air limbah penyamakan krom yang keluar dari drum, disaring dan dimasukkan dalam tangki dan ditambah NaOH untuk diendapkan menjadi krom hidroksida. Selanjutnya krom hidroksida dialirkan ke tangki yang lain dan ditambahkan asam sulfat pekat menjadi krom sulfat yang digunakan untuk menyamak. Hasil diuji kadar Cr2O3 terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menyamak. Hasil uji kadar Cr2O3 adalah rata-rata sebesar 3958,6 mg/l. Variasi konsentrasi krom sulfat hasil recovery untuk penyamakan kulit jaket berturut-turut 25, 50, 75, dan 100%. Krom sulfat pasaran dengan konsentrasi 100% digunakan sebagai kontrol. Hasil uji sifat fisis kulit jaket kambing terbaik adalah konsentrasi krom berturut-turut 75 dan 100 % dan untuk sifat kimia kulit jaket terbaik 25 % yang disamak dengan krom sulfat hasil recovery. Hasil uji SEM menunjukkan bahwa secara morfologi krom dijumpai dalam kulit tersamak.Kata kunci: penyamakan, kulit jaket, chrome recovery, sifat fisik dan kimia, morfologi kulit.

Filter by Year

1984 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 2 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 37, No 1 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 2 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 1 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 2 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 1 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 2 (2018): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 1 (2018): Majalah Kulit, Karet dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik More Issue