cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
majalahkkp@yahoo.co.id
Editorial Address
Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Jl. Sokonandi No. 9 Yogyakarta 55166
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
ISSN : 18296971     EISSN : 24604461     DOI : 10.20543
Core Subject : Engineering,
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik (Journal of Leather, Rubber, and Plastics) publishes original research focused on materials, processes, and waste management in the field of leather, rubber, and plastics.
Articles 781 Documents
Pengaruh filler PCC (precipitated calcium carbonate) terhadap sifat mekanik, elektrik, termal dan morfologi dari komposit HDPE/PCC Kasmudjiastuti, Emiliana; Yuniari, Arum
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.533 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v28i1.203

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research was to know the effect of precipitated calcium carbonate(PCC) on morphology and quality of the HDPE g-MAH with PCC as filler. The process of HDPEg-MAH /PCC composites with a rheomix 3000 Haake at 180 º C and 50 rpm of rotor speed for 10minutes. The composition of HDPE and additives are set constant, and PCC content was varied10, 15 , 20, 30,40 and 50 phr (per hundred resin). The results of scanning electron microscopyshowed that composite HDPE-g-MAH dan 30 phr of PCC was compatibel. Analysis functionalgroup on composites with Fourier Transform Infra Red (FTIR) indicated wave band on 3449,61cm-1, 2921 cm-1, 1707,21 cm-1, 1485 cm-1 dan 722,03 cm-1. The test results of the electricalproperties (insulation resistance : ≥ 4 MΩ and electric resistance : no holed), and thermalproperties (sparks : no flame and tissue not burned) indicate that all of the composite HDPE-g-MAH/PCC fullfill SNI 04-6504-2001, except resistance to heat.Keywords: HDPE, PCC, maleic anhidride, electrical reistance, thermal resisitanceABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan filler PrecipitatedCalcium Carbonat (PCC) terhadap morfologi, sifat mekanik, termal dan elektrik kompositHDPE-g-MAH dengan filler PCC. Pembuatan komposit HDPE-g-MAH dengan filler PCCmenggunakan mesin Rheomix 3000 Haake dengan suhu 180oC, selama 10 menit dan kecepatan50 rpm. Komposisi HDPE dan bahan aditif dibuat tetap, dan kandungan PCC divariasi 0; 10 ;20 ; 30; 40 dan 50 phr (per hundred resin). Morfologi komposit diamati dengan ScanningElectron Microscope (SEM) dengan metode secondary electron image perbesaran 2000 X dankarakterisasi gugus fungsi pada komposit dengan menggunakan Fourier Transform Infra Red(FTIR). Hasil pengamatan morfologi SEM memperlihatkan bahwa permukaan komposit HDPEg-MAH dan PCC 30 phr adalah kompatibel dan hasil uji FTIR terlihat adanya puncak serapanpada panjang gelombang 3449,61 cm-1, 2921 cm-1, 1707,21 cm-1, 1485 cm-1 dan 722,03 cm-1. Darihasil uji mekanikal komposit HDPE-g-MAH berisi filler PCC 30 phr mempunyai densitas 1,18gr/cm3, kekuatan tarik 254,22 kg/cm2, perpanjangan putus 20%, kekerasan 96,6 shore D danketahanan pukul takik 25 kJ/m2. Hasil uji sifat elektrikal (resistansi isolasi : ≥ 4 MΩ dan kuatlistrik: tidak tembus) dan uji thermal (percikan api: tidak ada api dan tisu tidak terbakar)menunjukkan bahwa semua komposit HDPE-g-MAH dengan filler PCC memenuhi SNI 04-6504-2001, kecuali untuk ketahanan panas (uji sifat thermal).Kata kunci: HDPE, PCC, maleat anhidrat, sifat elektrikal, sifat thermal
Rancang bangun industri penyamakan Kulit buaya skala kecil Wiryodiningrat, Suliestiyah; Widowati, Titik Purwati; Purwanti, Purwanti
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1495.228 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v3i6.284

Abstract

This paper is prepared for a design of a small scales crocodile skins tanning factory, to produce leather for leather goods.The capacity of it will be 10 pieces/day wet salted crocodile skins.This factory will be profitable in the view of techno – economical aspect. The economical calculation are as follows : the total capital is fixed capital + working capital Rp. 138.149.750,78 the total production cost is variable cost a year + fixed cost a year = Rp.140.115.913,40 the variable cost for a year consists of labour salaries, maintenance, capital interest, depreciation and general expences ; the manufacturing cost is the total production cost divided by production capacity = Rp.48.651,36/piece.The profit calculation before taxing is Rp.49.964.086,60 after taxing is Rp.39.971.269,30. The pay out period calculation consists of the percentage of profit to return the capital (rate of return) before taxing is 36,17% and after taxing is 28,93%; the pay out period before taxing 2 years 8 months, after taxing 3 years 3 months.The break even calculation consists of the break even point is Rp.77.306.648,33, the percentage of break even point is 40,67% and the capacity of break even points is 1.171 pieces.
Penelitian pengaruh waktu penekanan dan tekanan terhadap daya rekat lem sintesis untuk kulit sol, kulit boks, dan pvc Hs, Sunarso; Oetojo, Bambang
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.251 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v3i7.289

Abstract

Glue is valuable substance for sealing two things (compact thing). The research uses synthetic, and the adhesive strength reaches for sole leather, PVC to sole leather at the pressure of 30 bars, pressure duration 6 minutes (5,22 kg/10 cm2, and 5,68 kg/ 10 cm2), for PVC to PVC, box leather tp PVC at the pressure of 20 bars and pressure duration 6 minutes (5,98 kg/10 cm2 and 7,12 kg/10 cm2), whereas for box leather to sole leather at the pressure of 30 bars, pressure duration 9 minutes (4,36 Kg/10 cm2).
Pengaruh zat warna reaktif terhadap sifat ketahanan luntur warna dan morfologi kulit ikan nila (Tilapia nicotica) untuk garmen Kasmudjiastuti, Emiliana
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2676.504 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v27i1.208

Abstract

abstrak
Pengaruh Rhizopus sp sebagai agensia bating terhadap sifat kuat tarik dan kemuluran kulit garmen domba Prayitno, Prayitno; Davinchi, Agnes C; Wasito, Samsu
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.376 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v21i1.312

Abstract

The influence of Rhizopus sp as bating agent for the tensile strength an elongation properties of sheep leather garment have been investigated. The concentration treatments for Rhizopus Sp were 0,5% and 1% of bloten weight and as comparation was used 1% of oropon OR bating agent, meanwhile the sheep skins used was grouped into 3 groups of weight bases on the fresh skin those were skin those were skin with weight less than 2 kgs, between 2 and 2.5 kgs and skin with weight more than 2.5 kgs, whereas the bating time employed was 60 minutes. The design of experimental method employed in this research was Completely Randomized Design (CRD) for factorial 3x3 with three repetitions. The testing applications parameters observed were tensile strength and elongation at break. The result showed that tensile strength of leather in this research was significantly influenced by the weight of sheep skin (p<0.01). increasing of the sheep skin’s weight would decrease tensile strength properties but elongation at break was not significantly influenced, meanwhile the kind and the dosage of bating agent affected unsignificantly (p>0.05). by concentration of 1% oropon OR; 0.5% and 1% Rhizopus sp the tensile strength and elongation at break for sheep’s skin weight of less than 2 kg fulfill the requirements of Indonesian National Standard (SNI) 06-0250-1989: Sheep/goat leather glove and jacket. Key words: Rhizopus sp, bating agent, tensile strength, elongation, sheep leather garment.  ABSTRAK Telah dilakukan penelitian terhadap pengaruh Rhizopus sp. sebagai agensia bating pada sifat kuat tarik dan kemuluran kulit garmen domba. Konsentrasi Rhizopus sp. yang digunakan adalah 0,5% dan 1% dan sebagai pembanding digakan agentia oropon sebanyak 1%, sementara itu kulit domba yang digunakan dibagi dalam 3 grup berdasarkan pada berat kulit segar yaitu kulit dengan berat kurang dari 2 kg, antara2-2,5 kg dan kulit dngan berat diatas 2,5 kg, sedang waktu bating yang di gunakan adalah 60 menit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metod eksperimental dengan rancangan acak lengkap pola factorial 3x3 dengan 3 kali ulangan. Parameter uji yang diamati adalah kuat tarik dan kemuluran. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kondisi penelitian ini kuat tarik dari kulit tersamak dipengaruhi secara nyata oleh berat kulit yang digunakan sebagai bahan penelitian (p<0,01), kenaikan bobot kulit ini akan menurunkan sifat kuat tarik akan tetapi tidak berpengaruh nyata pada kemulurannya, sedangkan jenis serta konsentrasi dari agensia bating tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kuat tarik dan kemuluran kulit garmen yang dihasilkan dalam penelitian ini. Kuat tarik dan kemuluran untuk kulit domba dengan berat kurang dari 2 kg dengan pemakaian oropon OR 1% dan Rhixopus sp. 0,5% dan 1% memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) 06-0250-1989. Kulit Sarung Tangan dan Jaket dari Kulit Domba/Kambing. Kata kunci: Rhizopus sp, agensi bating, kuat tarik, kemuluran, kulit garmen domba. 
Karakterisasi kulit kambing pada persiapan penyamakan dengan gambir dan sifat kulit tersamak yang dihasilkan Kasim, Anwar; Novia, Deni; Mutiar, Sri; Pinem, Janwaris
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.636 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v29i1.213

Abstract

ABSTRACTThe purposes of this research were to evaluate characteristic of goat skin beforepreparation for tanning, to observe the effect of concentration of gambier tanning agent and pHof gambier solution during tanning process. This research began with characterizing of skinbefore the tanning process. Gambier concentrations and pH of solutions were varied.Characterization of the goat skin was done on the area of goat skin, chemical composition, andweight change at each steps of tanning preparations. Physical and chemical analysis andobservation of the leather were done according to SNI-06-0463-1989-A. Goat skin in thisresearch was categorized as first quality according to the wide dimension and high water content.The results showed that the characteristics of dried goat skins changed during preparation andtanning process. The optimum concentration of gambier was 9% if the solution had a pH of 4 andthe optimum concentration was 3% if the solution had a pH of 8.Keywords: goat skin, tanning, gambier, concentration, pHABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kulit kambing padapersiapan penyamakan, melihat pengaruh perbedaan konsentrasi bahan penyamak gambir danpH larutan penyamak gambir selama proses penyamakan. Pelaksanaan penelitian dimulaidengan karakterisasi kulit sebelum proses penyamakan kemudian dilanjutkan penyamakanmenggunakan gambir. Konsentrasi gambir pada penyamakan ada 5 tingkat yaitu A1=3%,A2=6%, A3=9%, A4=12% dan A5=15% adapun pH larutan 2 tingkat yaitu pH 4 dan pH 8. Bahanbaku yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit kambing kering awet garam. Karakterisasidilakukan terhadap luas kulit kambing, komposisi kimia, dan perubahan berat kulit pada setiaplangkah persiapan penyamakan. Analisis kimia dan pengamatan sifat kulit dilakukan terhadapkulit tersamak dengan mengacu kepada SNI-06-0463-1989-A. Kulit kambing penelitian adalahtermasuk kualitas I berdasarkan dimensi luas dengan kadar air yang relatif tinggi. Adapenambahan dan penurunan berat kulit selama proses pembuatan pikel dan penyamakan kulit.Rendemen pengolahan adalah 32,91% sampai 43,53%. Konsentrasi optimum zat penyamakgambir adalah 9% jika larutannya mempunyai pH 4 dan konsentrasi optimum 3% jika larutannyamempunyai pH 8. Sifat kulit tersamak jika konsentrasi gambir 9% dan larutan mempunyai pH 4adalah kadar zat kulit mentah 50,14%, kadar tanin terikat 13,47%, derajat penyamakan 26,86%,kekuatan tarik 418,48 kg/cm2 dan kemuluran pada waktu putus 54,80%, sedangkan jikakonsentrasi gambir 3% dan larutan mempunyai pH 8 adalah kadar zat kulit mentah 50,91%, kadartanin terikat 13,17%, derajat penyamakan 27,51%, kekuatan tarik 427,94 kg/cm2 dan kemuluranpada waktu putus 45,87%.Kata kunci: kulit kambing, penyamakan, gambir, konsentrasi, pH
Kulit ikan kakap tersamak: Exotic dan prospektif Kasmudjiastuti, Emiliana
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.766 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v21i1.317

Abstract

Kakap fish skins are waste products of fillet industry. Up to now they have been wasted, of course accumulatively will cause environmental pollution. They are classified as the type of non conventional leather and exotic ones for the reasons of having special, beautiful, unique, typical, and attractive grain. Kakap fish skin have relatively small dimentions, there fore the tanning process can be done by home industry because simple equipments are possible to be used to process the fish skins into leather. In addition, Kakap fish leather have physical property of good tensile strength that may be used as material for leather goods. Although small however the exotic leather of kakap fish skins are prospective to be developed as material to manufacture exclusive leather goods, especially for niche markets. They also can be used as an alternative to substitute conventional leather. Keywords : kakap fish, waste, leather goods, exotic.    ABSTRAK Kulit ikan kakap merupaan limbah dari industry fillet ikan, sementara ini hanya dibuang saja, sehingga makin menumpuk dn dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Kulit ikan kakap merupakan jenis kulit non konvensional dan dapat pula digolongkan sebagai kulit exotic karena memiliki rajah yang khas, indah, dan menarik. Kulit ikan kakap memiliki ukuran yang relatif kecil sehingga dalam proses penyamakannya cukup menggunakan peralatan yang sederhana dan dapat dikerjakan oleh industri rumah tangga. Disamping itu kulit, kulit ikan kakap yang exotic walaupun ukurannya kecil, prospektif untuk dikembangkan sebagai bahan baku untuk pembuatan barang-barang kulit yang eksklusif terutama untuk pasar khusus dan dapat digunakan sebagai alternative untuk menggantikan bahan kulit konvensional disaat kurangnya penyediaan kulit konvensional.   Kata Kunci : ikan kakap, limbah, barang kulit, exotic.  
Efek ukuran, bentuk dan konsentrasi partikel precipitated calcium carbonate (PCC) yang ditambahkan pada sifat mekanik komposit karet alam Indrajati, Ihda Novia; Dewi, Indiah Ratna; Setyorini, Ike
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.363 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v29i1.218

Abstract

ABSTRACTThe objectives of this research was to study the effect of particle size, shape andconcentration of PCC on mechanical properties of natural rubber composites, i.e. tensilestrength (Ts) and elongation at break (Eb) at original and aging conditions. Two kinds of PCCwere used, PCCL (local, size 12 μm, uncoated) and PCCD (commercial, size 0.03-0.06 μm,stearate coated). PCCL was pre-treated by applying stearic acid. PCCLA was characterized withFTIR, TG/DTA thermal analysis, and morphological test using SEM. The loading of PCC were2.5; 5.0; 7.5; 10.0 and 12.5 phr respectively. Natural rubber composites were compounded usinglaboratory scale two roll mill. The incorporation of PCCLA or PCCD into rubber matrixincreased Ts and Eb. Both Ts and Eb initially increased continued up to the maximum point thendecreased. The maximum point of Ts and Eb of PCCLA were given on 10 phr, while of PCCD wereon 10 phr and 5 phr resepectively. PCCLA with its cubical particle shape gave higher Ts and Ebthan those PCCD with its needle-like shape, eventhough the particle size was larger. Agingincreased tensile and elongation, because of excessive crosslinking. The characeristic of theinterfacial adhesion between rubber matrix and PCC particle was estimated by Ts value, andproved that the Ts of PCCLA higher than those of PCCD.Keywords: PCC, mechanical properties, natural rubber composites, particle size and shapeABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh ukuran partikel, bentuk dan konsentrasiPCC terhadap sifat mekanik komposit karet alam yang meliputi tegangan putus (Ts) danperpanjangan putus (Eb) pada kondisi awal dan pengusangan. PCC yang digunakan yaitu PCCL,(produk lokal, ukuran partikel 12 μm, tanpa pelapis) dan PCCD, (komersial, ukuran partikel0,03-0,06 μm, dilapisi stearat). PCCL diaktivasi menggunakan asam stearat. KarakterisasiPCCLA dilakukan dengan FTIR, analisa termal TG/DTA dan uji morfologi dengan SEM.Konsentrasi PCC yang digunakan berturut-turut 2,5; 5,0; 7,5; 10,0 dan 12,5 phr. Komposit karetalam dibuat menggunakan two roll mill skala laboratorium. Penambahan PCCLA maupun PCCDmeningkatkan tegangan putus dan perpajangan putus komposit. Kenaikan konsentrasi PCCLAmaupun PCCD dalam matriks karet alam menaikkan tegangan putus hingga maksimum dankemudian turun. Nilai maksimum tegangan putus dan perpanjangan putus PCCLA berturut-turutdiberikan pada konsentrasi 10 phr sedangkan PCCD pada 10 phr dan 5 phr. Partikel PCCLAberbentuk kubus memberikan tegangan putus dan perpanjangan putus lebih tinggi daripadaPCCD dengan bentuk partikel jarum, meskipun ukuran partikelnya lebih besar. Pengusangankomposit karet alam telah meningkatkan nilai tegangan putus dan perpanjangan putus yangdisebabkan oleh proses pembentukan ikatan silang lanjutan pada komposit. Karakteristik adhesilapisan antar muka matriks karet dan partikel PCC, diestimasi dengan nilai tegangan putusnya,dan terbukti bahwa tegangan putus PCCLA lebih tinggi daripada PCCD.Kata kunci: PCC, sifat mekanik, komposit karet alam, bentuk dan ukuran partikel
Pembuatan kulit tahan air untuk bagian atas sepatu Wiryodiningrat, Suliestiyah
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.536 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v24i1.322

Abstract

            The aim of research non manufacturing of waterproof leather for shoe upper is to find the best formula in producing waterproof cow hide leather for shoe uppers. Today, the tanners trying their best effort to fulfill the shoes. The research used salted raw cow hide 18 sides were utilized. Leather treatment process begining with soaking stage up to tanning stage and using the same formula in each treatment. In the fatliquoring stage, the treatment varied in the number of fatliquoring chemical material were 8,10, and 12 % respectively. Whereas, the amount of was silicon added in the dyeing process were 5,7.5, and 10 % respectively. The quality of the leather was physically examined accordance with testing method of ISO. 8782- 1998 € and DIN standard. The results performed that the best formula was sample with addition of fatliquoring 12 % and silicon5%. Key words : fatliquoring, silicon, waterproof leather ABSTRAK            Tujuan penelitian adalah mencari formula terbaik untuk mengahsilkan kulit waterproof dari kulit sapi sebagai bahan bagian atas sepatu (shoe uppers). Saat ini para pengusaha penyamakan kulit berusaha memenuhi kulit waterproof yang sangat diperlukan oleh para pengusaha sepatu khususnya untuk sepatu olahraga. Kulit sapi mentah awet garam sebanyak 9 lembar digunakan dalam penelitian. Proses pengolahan kulit dimulai dari tahap perendaman sampai tahap penyamakan, menggunakan formula yang sama untuk setiap perlakuan. Proses pengemukakan /perminyakan, digunakan variasi jumlah fatliquoring sebanyak berturut-turut : 8,10, dan 12 %. Sedangkan jumlah silicon yang ditambahkan pada proses pengecatan sebanyak berturut-turut : 5,7.5 da 10 %. Hasil penelitian, diuji secara fisis berdasarkan 1S0. 8782-1998 (E) dan DIN Standar. Formula terbaik dihasilkan oleh formula dengan variasi penggunaan fatliquoring sebanyak 12 % dan silicon sebanyak 5%. Kata Kunci : fatliquoring, silicon, kulit waterproof.
Biokomposit dari serat rami dan sekresi kutu lak termodifikasi dengan lateks terhidrasi dan tidak terhidrasi Rohaeti, Eli; Mujiyono, Mujiyono; Rochmadi, Rochmadi
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.923 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v31i1.222

Abstract

Biocomposites are composite materials comprising one or more phases derived from a biological origin. Biocomposite with natural matrix developed more rapidly because they are more environmentally safer. The objective of research was to modify natural matrix from lac insect secretion with adding hydrated latex, to study effect of adding hydrated latex to the functional groups and the intrinsic viscosity of lac insect secretion, and to measure mechanical properties of biocomposite from modified lac insect secretion and ramie fiber. A sulfuric acid solution was used as catalyst in hydration of latex and then natural matrix of lac insect secretion was modified by adding hydrated latex. Biocomposite was prepared by mixing rami fiber and modified  lac insect secretion. It was then pressed with hydraulic press at 150 kgf/cm2 and 150oC for 15 minutes. Biocomposites were characterized using tensile tester according to ASTDM D 638-90 Type IV. The adding of catalyst caused the decreasing of intrinsic viscosity of latex. The adding of hydrated latex to natural matrix caused the increasing of intrinsic viscosity and functional group of matrix. The using 30% of catalyst and adding 10% of hydrated latex produced biocomposite with strength at break of 0.982 MPa, elongation at break of 1.189%, and Young modulus of 0.929 MPa.Keywords: biocomposite, hydration, latex, lac insect secretion, ramie fiber. ABSTRAK Biokomposit merupakan material komposit yang tersusun dari satu atau lebih komponennya berasal dari bahan alam. Biokomposit dari matriks alam berkembang lebih pesat karena lebih aman bagi lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memodifikasi matriks dari sekresi kutu lak dengan penambahan lateks hasil hidrasi, mempelajari pengaruh penambahan lateks hasil hidrasi terhadap gugus fungsi dan viskositas intrinsik matriks, dan untuk mengukur sifat mekanik biokomposit dari matriks hasil modifikasi dengan serat rami. Lateks dihidrasi dengan variasi katalis asam sulfat 10, 20, dan 30% (m/m). Matriks alam dari sekresi kutu lak dimodifikasi dengan penambahan lateks hasil hidrasi sebanyak 5, 10, dan 15% (m/m). Biokomposit dibuat melalui pencampuran sekresi kutu lak hasil modifikasi dengan serat rami dan dipress pada tekanan 150 kgf/cm2 dan suhu 150oC selama 15 menit. Biokomposit dikarakterisasi menggunakan tensile tester sesuai dengan ASTDM D 638-90 tipe IV. Penambahan katalis menurunkan viskositas intrinsik lateks terhidrasi. Penambahan lateks terhidrasi meningkatkan viskositas intrinsik dan gugus fungsi matriks. Biokomposit dari matriks alam sekresi kutu lak termodifikasi lateks terhidrasi dengan penggunaan katalis 30% dan penambahan lateks terhidrasi sebesar 10% mempunyai kuat tarik sebesar 0,982 MPa, elongasi saat putus sebesar 1,189%, dan modulus Young sebesar 0,929 MPa.Kata kunci: biokomposit, hidrasi, lateks, sekresi kutu lak, serat rami.

Filter by Year

1984 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 2 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 37, No 1 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 2 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 1 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 2 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 1 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 2 (2018): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 1 (2018): Majalah Kulit, Karet dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik More Issue