cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kimia dan Kemasan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 568 Documents
Pengaruh Bahan Kemasan terhadap Tingkat Kematangan Dan Umur Simpan Buah Tomat Yang Dikemas Samiha Syamsuddin
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4697

Abstract

Studi mengenai tingkat kematangan buah tomat akibat digunakannya kemasan plastik LLDPE, LDPE, HDPE dan PP serta pengaruhnya terhadap umur simpan telah dilakukan. Hasil studi menunjukkan bahwa LLDPE dengan ketebalan 42,5 µm memberikan hasil yang lebih baik dibanding kemasan plastik lainnya, dimana dalam waktu penyimpanan 12 hari LLDP E menunjukkan perubahan warna dari matang hijau menjadi jingga tua denganperubahan kadar gula naik dari 0,97 % menjadi 1, 00 % dan kadar asam turun dari 0, 70 % menjadi 0,36 %.
Berita Balai Berita Balai Berita Balai
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.192 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4881

Abstract

Berbagai macam kegiatan Balai Penelitian Industri
Pembuatan Dry Yeast (Lab Scale) Bag.1 Koentoro Soebijarso
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.5 JANUARI 1977
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4881.564 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4857

Abstract

Yeast can be used for many purposes , in the fermentation industries, bakeries, alcoholic beverages , etc , Yenst can be also used for · Saccharification and fermentation in home industries, and also it can be used as cat­tle food. The protein conten is about 45-52 % dry matter (White)1-2,6 % fats and a good sources of Calsium, Iron, and Phos­phor. Inthis experiment active dry yeast Temperature, pH, medium and exponentialfeeding and sever­al, drying exper­iment was conducted within Lab-scaIe unit,in making mass production, drying was made by drum/spray­drying.
Indeks JKK Vol.41 No.2 Oktober 2019 JKK Editor
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 41 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.575 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v41i2.5677

Abstract

Penghilangan Penurunan Kadar Phenol Pada Air Limbah Dengan Menggunakan Enzim Peroksidase Dan Koagulan Aida Soelaeman
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2930.595 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5063

Abstract

Phenols are effectively removed by treatment with peroxidase and a cationic polymer coagulant. The coagulant precipitated enzymatic products of phenol, and reduced the in activation of peroxidase caused by reaction of products from phenol with the enzyme.
Pembuatan dan Karakterisasi Membran Polimetilmetakrilat (PMMA) – Bentonit untuk Memisahkan Maltosa dan Pati Karim Abdullah; Handajaya Rusli
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 37 No. 2 Oktober 2015
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.288 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v37i2.1816

Abstract

Maltosa adalah salah satu senyawa turunan pati yang banyak digunakan sebagai pemanis untuk menggantikan sukrosa. Hidrolisis pati untuk menghasilkan maltosa dapat dilakukan dengan menggunakan reaktor kontinu yang menggunakan membran untuk memisahkan pati dan maltosa yang telah terbentuk. Pada penelitian ini, telah berhasil dibuat membran PMMA-Bentonit dengan kadar PMMA 14% (m/m) dalam pelarut N,N-dimetilformamida, dan  perbandingan massa antara PMMA: bentonit adalah 3:1. Membran yang dihasilkan mampu memisahkan pati dengan persen rejeksi bervariasi antara 40 – 70 % dan melewatkan maltosa dengan persen rejeksi kurang  dari 5%. Proses pemisahan terjadi karena adanya pori pada membran. Hal ini didukung oleh foto SEM penampang melintang membran.
Isolasi Squalen Dari Asam Lemak Sawit Distilat (ALSD) Eka Nuryanto; Justaman A Karo Karo; Eddiyanto Eddiyanto; A. Gazali S. Sinaga; Retno Widiastuti
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 38 No. 2 Oktober 2016
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.131 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v38i2.2674

Abstract

Asam lemak sawit distilat (ALSD) merupakan hasil samping dari pabrik minyak goreng kelapa sawit dan mengandung squalen sekitar 1%. Squalen dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam industri kosmetika dan obat-obatan. Pada penelitian ini squalen diperoleh dari saponifikasi ALSD yang dilanjutkan dengan ekstraksi dan pencucian sehingga diperoleh cairan berwarna kuning yang kemudian dianalisis menggunakan gas chromatography (GC) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Pemurnian cairan ini menggunakan kromatografi kolom dengan fase gerak heksan dan fase diam silika gel tipe 60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik ALSD adalah kadar air 0,30 %, asam lemak bebas (ALB) 90,56 %, bahan tak tersabunkan 9,03 %, bilangan penyabunan 223,23 mg KOH/g, bilangan peroksida 25,86 mek/Kg. Sementara komposisi asam lemak di dalam ALSD adalah asam laurat (C:12) 0,19 %, asam miristat (C:14) 1,03 %, asam palmitat (C:16) 48,59%, asam stearat (C:18) 3,71 %, asam oleat (C:18:1) 37,74%, asam linoleat (C:18:2) 7,97 %, dan asam linolenat (C:18:3) 0,21 %. Sementara itu kandungan squalen di dalam bahan tak tersabunkan adalah 139.000 ppm. Squalen yang diperoleh masih tidak murni terbukti dengan hasil analisis FTIR munculnya puncak pada bilangan gelombang 1700 cm-1 yang menunjukkan gugus C=O karbonil. Pemurnian dengan kromatografi kolom dapat memurnikan squalen hingga konsentrasi 239.000 ppm. 
Pengaruh Ekstrak Bawang Putih Terenkapsulasi Terhadap Karakteristik Kemasan Antimikroba E.S. Iriani; S.M. Widayanti; Miskiyah Miskiyah; Juniawati Juniawati
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 2 Oktober 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.374 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v36i2.1895

Abstract

Kontaminasi mikroba merupakan salah satu faktor yang menentukan penurunan kualitas pangan dan umur simpan produk. Pertumbuhan mikroba pada produk daging segar dapat menimbulkan terjadinya pembusukan yang akan mendorong terjadinya penurunan keamanan pangan, perubahan warna, tekstur dan flavour. Penggunaan kemasan aktif antimikroba dapat menjadi alternatif untuk memperpanjang umur simpan produk daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kemasan aktif antimikroba dengan bahan aktif ekstrak bawang putih dalam mempertahankan kesegaran produk daging segar. Pembuatan kemasan aktif antimikroba dilakukan dengan penambahan ekstrak bawang putih yang diperoleh dari tiga metode ekstraksi yaitu ekstrak segar, pelarut air dan pelarut etanol. Ekstrak kemudian dienkapsulasi menggunakan spray dryer dengan menggunakan bahan pengisi maltodextrin. Ekstrak bawang putih terenkapsulasi selanjutnya dicampurkan ke dalam matriks polimer Low Density Poly Ethylene (LDPE) dengan menggunakan ekstruder yang dilengkapi dengan blown film pada kondisi proses 120°C, 150°C dan 170°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan aktif terenkapsulasi akan berpengaruh terhadap karakteristik fisik dengan meningkatkan densitas dan menurunkan tingkat kecerahan warna plastik yang dihasilkan. Adanya ekstrak bawang putih juga cenderung meningkatkan suhu degradasi dan menurunkan sifat mekanis dari kemasan aktif. Kandungan bahan aktif alicin yang ada pada ekstrak bawang putih mampu menurunkan nilai TPC dari 2,6x107 menjadi 2,2-7,5 x 104. 
Karakteristik Morfologi Permukaan Pada Polimer PVdF-LiBOB-ZrO2 dan Potensinya untuk Elektrolit Baterai Litium Etty Marti Wigayati; Ibrahim Purawiardi; Qolby Sabrina
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 40 No. 1 April 2018
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.427 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.3028

Abstract

Membran elektrolit polimer pada baterai litium ion berfungsi sebagai media transport ion dan sebagai separator antara anoda dan katoda. Dalam penelitian ini, telah dilakukan sintesis membran elektrolit polimer LiBOB (Lithium Bis Oksalato Borate dengan rumus kimia LiB(C2O4)2) dengan menggunakan Polyvilinidine fluoride (PVdF) sebagai matriks dan bahan aditif  Zirkonium Oksida (ZrO2). Metoda yang dipergunakan adalah solution cast. Konsentrasi bahan aditif dibuat bervariasi. Membran yang terbentuk dikarakterisasi morfologi permukaan menggunakan Scanning Electrone Microscope (SEM), sifat elektrokimia dengan Cyclic Voltametric (CV) dan kapasitas baterai dengan kurva charge discharge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi permukaan rantai polimer saling berikatan dan tersusun dengan bagus. Pori tertutup oleh rantai polimer secara rata yang berikatan membentuk jaring dan saling bertumpukan pada keadaan amorf. Terjadi reaksi oksidasi dan reduksi pada sel baterai dengan kapasitas charge sekitar 24 mAh pada tegangan 4 volt, sedangkan kapasitas discharge bernilai sama sekitar 24 mAh pada tegangan 4 volt dengan penambahan 10% ZrO2.
Tinjauan Tentang PoliEtilena (PE) D Karyadi
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2582.761 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5113

Abstract

The application of PE is the first rank from the plastic consumption in Indonesia. Industrial structure of PE is rather strong, because the ethylene monomer as the raw material has been produced locally.The local demands of PE during the last three years (1992 - 1994) were increased very high, it on average 45, 05 % per annum. Usually the LDPE is used for film packaging material, while the HDPE is used for rigid packaging.

Filter by Year

1976 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 43 No. 2 Oktober 2021 Vol. 43 No. 1 April 2021 Vol. 42 No. 2 Oktober 2020 Vol. 42 No. 1 April 2020 Vol. 41 No. 2 Oktober 2019 Vol. 41 No. 1 April 2019 Vol. 40 No. 2 Oktober 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 1 JUNI 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 3 DESEMBER 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 2 AGUSTUS 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 1 APRIL 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 2 AGUSTUS 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 3 SEPTEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991 BULLETIN PENELITIAN NO.45 TRIWULAN III 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.44 TRIWULAN II 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.43 TRIWULAN I 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.38 TRIWULAN IV 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.35 TRIWULAN I 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.34 TRIWULAN IV 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.33 TRIWULAN III 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.26 TRIWULAN IV 1983/1984 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.15 & 16 JULI & OKTOBER 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.13 & 14 JANUARI & APRIL 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.11 & 12 JULI & OKTOBER 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.10 APRIL 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.8 OKTOBER 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.7 JULI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.5 JANUARI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.4 OKTOBER 1976 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.3 JULI 1976 More Issue