cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kimia dan Kemasan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 568 Documents
Preface JKK Vol. 42 No. 1 April 2020 JKK Editor
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 42 No. 1 April 2020
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v42i1.6148

Abstract

EKSTRAK BUNGA TAPAK KUDA (Ipomoea pescaprae L. Sweet) SEBAGAI MEDIUM SINTESIS NANOPARTIKEL EMAS Aswin Falahudin; Salprima Yudha S; Irfan Gustian; Morina Adfa; Charles Banon; Teja Dwi Sutanto
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 42 No. 1 April 2020
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v42i1.5810

Abstract

Pada penelitian ini, nanopartikel emas disiapkan melalui pendekatan green synthesis menggunakan ekstrak air bunga tapak kuda (Ipomoea pescaprae L. Sweet). Nanopartikel emas yang dihasilkan dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis, Mikroskop Leica, Particle Size Analyzer (PSA), Spektrofotometer Fourier Transform Infra-Red (FTIR) dan X-ray Difractometer (XRD). Hasil pengukuran  PSA menunjukkan ukuran partikel terbaik, diperoleh dengan menggunakan perbandingan volume 1 mL  larutan HAuCl4 dengan 9 mL ekstrak yang menghasilkan partikel dengan ukuran rata-rata 16,3 nm. Hasil penampakan dengan mikroskop cahaya, memperlihatkan partikel berbentuk bulat. Pergeseran bilangan gelombang pada spektrum infra-merah menunjukkan adanya interaksi antara metabolit sekunder dari ekstrak dengan material emas. Analisis XRD menunjukkan bahwa nanopartikel emas telah dapat dihasilkan dari kondisi reaksi ini.
PENINGKATAN SIFAT FISIKA KIMIA MEMBRAN SELULOSA ASETAT MENGGUNAKAN POLIFUNGSIONAL MONOMER TRIMETHALLYL ISOCYANURATE Meri Suhartini; Santoso. P; E. Ernawati; A. Y. Panjaitan
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 42 No. 1 April 2020
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v42i1.4302

Abstract

Membran selulosa asetat dapat digunakan untuk pemurnian minyak atsiri menggunakan teknik pemisahan non pori, akan tetapi membran ini mempunyai sifat fisika dan kimia yang rendah, sehingga mudah koyak dan rusak saat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sifat fisika dan kimia membran selulosa asetat menggunakan polifungsional monomer Trimethallyl isocyanurate (TMAIC). Membran tersebut diharapkan mempunyai kekuatan tarik tinggi dan derajat penggembungan rendah, sehingga memenuhi kriteria untuk digunakan pada pemurnian minyak atsiri. Selulosa asetat-TMAIC disintesis dengan cara mengisolasi selulosa dari sekam padi, kemudian dibuat selulosa asetat menggunakan asam asetat glasial. Polifungsional monomer TMAIC ditambahkan sebagai agen pengikat silang. Sinar gamma digunakan sebagai inisiator reaksi pembentukan ikatan silang antara selulosa-TMAIC-selulosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TMAIC pada selulosa asetat yang digabungkan dengan iradiasi sinar gamma, menyebabkan penurunan derajat penggembungan dan peningkatan kekuatan tarik secara signifikan, yaitu masing-masing sebesar 65,48% dan 53,24%. Karakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) membuktikan adanya pembentukan ikatan silang selulosa asetat dengan TMAIC. 
PENGEMBANGAN BIOPLASTIK ANTIBAKTERI Morgonella morganii SEBAGAI KEMASAN MAKANAN Eviomitta Rizki Amanda; Khoirun Nisyak; Yulianto Ade Prasetya
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 42 No. 1 April 2020
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v42i1.5745

Abstract

Bioplastik antibakteri berbahan komposit biopolimer agarosa-kitosan telah berhasil dikembangkan dengan menggunakan gliserol sebagai plastisiser dan emulsi minyak serai dapur sebagai agen antibakteri. Komposit plastik­ agarosa-kitosan-emulsi minyak serai dapur dibuat dengan menggunakan metode casting. Beberapa konsentrasi emulsi minyak serai dapur seperti 1%v/v, 2%v/v, 3%v/v, 4%v/v, dan 5%v/v ditambahkan ke dalam larutan biopolimer dan dioptimasi dengan mengamati  daya hambatnya terhadap bakteri Morganella morganii dengan konsentrasi 106 cell/mL. Hasil optimasi menunjukkan bahwa konsentrasi optimum emulsi minyak serai dapur dalam larutan biopolimer untuk menghambat bakteri Morganella amorganii adalah 1%v/v dengan luas area daya hambat sebesar 16 cm2. Komposisi bioplastik yang optimum kemudian dikarakterisasi untuk mengetahui sifat fisik dan mekaniknya. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa ketebalan komposit bioplastik dengan konsentrasi emulsi minyak serai 1% sebesar 0,0225 mm mengalami peningkatan sebesar 70% sampai 80% dari biopolimer agarosa dan kitosan secara terpisah. Uji sifat fisik dan mekanik dari bioplastik ditunjukkan oleh besarnya tensile strength (TS) dan elongation break (EB) yakni sebesar 51,28 MPa dan 4%, serta nilai water vapor permeability (WVP) bioplastik menggunakan emulsi minyak serai 1% sebesar 0,0097 g/cm2hari yakni lebih kecil dari WVP agarosa dan kitosan secara terpisah. Morfologi permukaan plastik dianalisis menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan menunjukkan permukaan yang halus dan homogen. 
KARAKTERISTIK SIFAT MEKANIK BIOPLASTIK PATI SINGKONG/PVA DENGAN PENAMBAHAN PULP TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN ASAM SITRAT TERAKTIVASI Bernadeta Ayu Widyaningrum; Wida Banar Kusumaningrum; Firda Aulya Syamani; Dwi Ajias Pramasari; Sukma Surya Kusuma; Fazhar Akbar; Rahyani Ermawati; Agustina Arianita Cahyaningtyas
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 42 No. 2 Oktober 2020
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v42i2.6130

Abstract

Bioplastik pati singkong telah banyak dilirik sebagai alternatif pengganti plastik non-degradasi. Namun sifat mekanik yang rendah mengharuskan dilakukannya penambahan bahan adiktif seperti polivinil alkohol (PVA) dan dimodifikasi dengan penambahan pulp tandan kosong kelapa sawit (TKKS) maupun dengan asam sitrat teraktivasi (AS). Komposisi optimum bioplastik terplastisasi/ PVA  yang didapat yaitu sebanyak 5,5 gram pati singkong, 0,275 gram gliserol, dan 5,5 gram PVA. Pada pembuatannya pati singkong dengan bahan aditif lainnya dicampur pada suhu 75 oC dan dituangkan pada cetakkan, kemudian dikeringan pada suhu ruang. Nilai kuat tarik dan presentase elongasi dilihat sebagai indikasi sifat mekanik. Pada penelitian ini dihasilkan penambahan komposisi 0,055 gram TKKS menghasilkan kuat tarik 14,248 N/mm2 dan presentase elongasi sebesar 29,596% dibandingkan dengan penambahan AS teraktivasi sebanyak 0,825 gram dengan nilai kuat tarik 14,512 N/mm2 dan presentase elongasi sebesar 16,932%. Gugus fungsi O–H, C–H, C=O, dan C–O mengindikasikan interaksi komposit bioplastik yang terkonfirmasi menggunakan spektroskopi FTIR. Menurut tes differential scanning colorimetry (DSC) ditunjukkan adanya puncak endotermik yang merupakan kondisi peleburan dari pengaruh interaksi komposisi dalam bioplastik selama proses pemanasan. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa bioplastik terplastisasi/ PVA dengan penambahan TKKS mampu meningkatkan sifat mekanik dan dapat digunakan sebagai acuan pembuatan bioplastik, khususnya sebagai kemasan.
THE POTENTIAL OF ACTIVE COMPOUNDS Polyscias Scutellaria AS INHIBITORS IN CERVICAL CANCER WITH VIRTUAL SCREENING APPROACH Muhammad Rizki Kurniawan; Aji Humaedi
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 43 No. 1 April 2021
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v43i1.6836

Abstract

Cervical cancer is a gynecologic disease that has a high enough malignancy that affects women. In cervical cancer, it is known that the overexpression of Bcl-2 protein is 14.3% in non-invasive cervical carcinoma and 65.2% in invasive cervical carcinoma. The Bcl-2 protein is an important regulator of growth and differentiation pathways. Bcl-2 has anti-apoptotic activity but permeabilization occurs through the mitochondrial pathway, triggering the release of cytochrome c, which then interacts with Apaf-1 for caspase-9 activation and apoptosis occurs. This study aims to determine the mechanism of inhibition of overexpression of Bcl-2 protein by bioactive compounds from the Polyscias scutellaria plant with a virtual screening approach through in silico studies. The in silico study was carried out with the stages of tracking molecular targets, preparation, optimization, simulation and analysis of docking results. The results of the docking analysis showed that the bioactive compounds of the mangkokan plant provided inhibitory activity with gibbs energy values of -6.07, -5.18, -5.43 and -6.02, respectively. Thus the bioactive compounds from the mangkokan plant have potential as Bcl-2 inhibitors in cervical cancer.
Preface JKK Vol. 42 No.2 Oktober 2020 JKK Editor
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 42 No. 2 Oktober 2020
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v42i2.6587

Abstract

PENAMBAHAN FRAKSI AMILOSA TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIS EDIBLE FILM PATI TAPIOKA Dewi Sondari; Wida Banar Kusumaningrum; Fazhar Akbar; Rahmawati Putri; Sri Fahmiati; Yulianti Sampora; Anna Muawanah
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 42 No. 2 Oktober 2020
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v42i2.6095

Abstract

Pati banyak digunakan dalam industri pangan, salah satunya sebagai edible film. Kualitas edible film dipengaruhi oleh rasio amilosa dan amilopektin pada pati, yang dapat dihasilkan melalui proses fraksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum dalam pembuatan edible film dari hasil fraksinasi amilosa pati tapioka. Pada proses fraksinasi dilakukan variasi konsentrasi butanol (10%, 12,5%, 15%). Analisis terhadap fraksi amilosa meliputi rendemen, kadar amilosa, kelarutan dan swelling power, kejernihan pasta serta freeze thaw stability. Identifikasi fraksi amilosa dan edible film tapioka alami dan hasil fraksinasi amilosa dilakukan menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR). Analisis edible film meliputi ketebalan, kuat tarik, elongasi serta sudut kontak. Fraksi amilosa hasil fraksinasi pati tapioka dengan pengaruh konsentrasi butanol terbaik adalah fraksi amilosa konsentrasi 12,5% dengan kadar amilosa tertinggi yaitu sebesar 22,19% dengan nilai kelarutan dan swelling power sebesar 18,13 dan 3,33%, kejernihan pasta sebesar 89,05%, dan persentase sineresis sebesar 82%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan fraksi amilosa hasil fraksinasi pati tapioka dengan pengaruh konsentrasi butanol 12,5% menghasilkan edible film yang mempunyai sifat fisika kimia lebih baik dari pati alaminya. Edible film pati tapioka dengan penambahan fraksi amilosa 12,5% menghasilkan edible film yang lebih baik dibandingkan edible film komposisi pati tapioka alami dengan nilai ketebalan sebesar 0,09 mm, kuat tarik sebesar 1,75 N/mm2 contact angle 57,355o  dan elongasi sebesar 11,60%.
ISOLASI DAN SKRINING MIKROALGA AIR TAWAR SEBAGAI SUMBER PIGMEN KAROTENOID Arif Juliari Kusnanda; Bayu Afnovandra Perdana; Abdi Dharma; Zulkarnain Chaidir
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 43 No. 1 April 2021
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v43i1.6827

Abstract

Mikroalga menjadi salah satu sumber senyawa aktif yang memiliki potensi sebagai sumber pangan fungsional sebagai antioksidan seperti karotenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi mikroalga dari sumber perairan air tawar dan melakukan penapisan terhadap mikroalga sebagi sumber karotenoid. Mikroalga diisolasi dengan menggunakan mikropipet dan dikultivasi dalam media Bold’s Basald Medium (BBM). Penentuan tingkat pertumbuhan dengan spektrofotometer UV-Vis, penentuan berat biomassa kering secara gravimetri, skrining total karotenoid dilakukan menggunakan metode Lichtenthaller dengan spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh empat spesies mikroalga dengan warna hijau yang menandakan semuanya merupakan golongan mikroalga chlorophyta (alga hijau). Skirining total karotenoid dilakukan terhadap empat spesies hasil isolasi dan 2 spesies mikroalga dari Laboratorium Biokimia yaitu Scenedesmus rubescens dan Galdiera sulphuraria. Hasil skrining kandungan total karotenoid tertinggi adalah mikroalga hasil isolasi dari air kolam dengan yang merupakan genus chlorophyta sebesar 36±0,25 μg/g. Hasil ini memberikan informasi isolat mikroalga hasil isolasi dapat dijadikan sebagai mikroalga potensial sebagai sumber dan produksi karotenoid.  
EKSTRAKSI INDIGO DARI DAUN STROBILANTHES CUSIA DAN KAJIAN PEMBENTUKAN KOMPLEKS DENGAN ION Ni2+ Cepi Kurniawan
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 42 No. 2 Oktober 2020
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v42i2.5977

Abstract

Kajian ekstraksi zat warna alam indigo dari tanaman Strobilanthes cusia telah dilakukan. Ekstraksi dilakukan dengan metode fermentasi daun dan batang Strobilanthes cusia selama 48 jam diikuti oleh oksidasi dalam suasana basa. Indigo tidak dapat diperoleh secara langsung dari tanaman, melainkan sebagai senyawa glukosa indoksil. Ekstrak Strobilanthes cusia mengandung dua zat warna didalamnya yaitu indigo (biru) dan indirubin (merah). Pemisahan dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis dan kolom. Variasi pelarut terbaik yaitu campuran dari kloroform:n-heksana:metanol (8:5:0,5) karena menghasilkan pemisahan baik. Pemisahan ini menghasilkan nilai Rf sebesar 0,2 untuk indigo dan indirubin 0,428. 1 kg daun strobilanthes cusia menghasilkan 195 mg pewarna indigo dan 89 mg indirubin. Senyawa indigo memiliki serapan maksimum pada 600 nm. Puncak serapan pada 800 nm teramati ketika indigo dicampurkan dengan Ni2+. Keberadaan puncak ini mengindikasikan pembentukan senyawa kompleks antara indigo dengan ion Ni2+. Dari penelitian ini, diperoleh juga bahwa senyawa Ni-Indigo berpotensi sebagai pewarna pada sel surya.

Filter by Year

1976 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 43 No. 2 Oktober 2021 Vol. 43 No. 1 April 2021 Vol. 42 No. 2 Oktober 2020 Vol. 42 No. 1 April 2020 Vol. 41 No. 2 Oktober 2019 Vol. 41 No. 1 April 2019 Vol. 40 No. 2 Oktober 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 1 JUNI 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 3 DESEMBER 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 2 AGUSTUS 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 1 APRIL 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 2 AGUSTUS 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 3 SEPTEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991 BULLETIN PENELITIAN NO.45 TRIWULAN III 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.44 TRIWULAN II 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.43 TRIWULAN I 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.38 TRIWULAN IV 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.35 TRIWULAN I 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.34 TRIWULAN IV 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.33 TRIWULAN III 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.26 TRIWULAN IV 1983/1984 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.15 & 16 JULI & OKTOBER 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.13 & 14 JANUARI & APRIL 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.11 & 12 JULI & OKTOBER 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.10 APRIL 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.8 OKTOBER 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.7 JULI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.5 JANUARI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.4 OKTOBER 1976 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.3 JULI 1976 More Issue