cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016)" : 50 Documents clear
ANALISIS PENDAPATAN USAHA AYAM PETELUR DI KABUPATEN MALANG (Studi Kasus Pada Peternakan Milik Bapak Eko Setyo Purnomo S.Pt Di Jalan P. Diponegoro Tanggung Turen) Christanti Putry, Anak Agung I. Sanjiwani; Sumarno, Sumarno; Murti, Ariani Trisna; Santoso, Erik Priyo
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted at "UD EKO FARM" on Tanggung Turen Malang on 21 January 2019 until February 21 2019 with a population of 10,000. The research objective was to determine the analysis of the income of the laying hens owned by Mr. Eko Setyo Purnomo Spt on Jalan P.Diponegoro Tanggung Turen which included analysis of R / C, BEP, Payback Period. The method used is a cese study method by analyzing data on income, Revenue Cost Ratio (R / C), Break Event Point (BEP), Payback Period (PBP). For income in 2016-2018 Rp. 289,325,000, Rp332,125,000 Rp. 357,425,000. R / C value in 2016-2018 1.75%, 1.93% BEP value in 2016-2018, Rp. 15,639 (price) 18,082.81 kg (production), Rp. 14,960 (price), 18,451.38 kg (production ), Rp. 13,336 (price) 17,871.21 kg (production). PBP values in 2016-2018, 1.47 years, 1.21 years, 1.08 years. The results of the analysis of the business of obtaining laying hens showed that laying chicken farms owned by Mr. Eko Setyo Purnomo were feasible to develop, in terms of R / C values, BEP increased from year to year while the value of Payback Period decreased from year to year so the company made a profit. Penelitian ini yang dilakukan di “UD EKO FARM” di Tanggung Turen Malang pada bulan 21 januari 2019 samapai dengan 21 februari 2019 dengan populasi 10.000 ekor. Tujuan penelitian untuk mengetahui analisis pendapatan usaha ayam petelur meliputi analisis R/C, BEP, Payback Period. Metode yang digunakan cese study method dengan analisis data mengenai pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C), Break Event Point (BEP), Payback Period (PBP). Untuk pendapatan pada tahun 2016-2018 Rp.289.325.000, Rp332.125.000Rp.357.425 000. Nilai R/C pada tahun 2016-2018 1.75%,1,93% Nilai BEP pada tahun 2016-2018 , Rp 15.639 (harga)18.082,81kg (produksi), Rp 14.960 (harga) ,18.451,38kg (produksi), Rp 13.336 (harga) 17.871,21kg (produksi). Nilai PBP pada tahun 2016-2018, 1.47 tahun,1,21tahun, 1.08 tahun. Dari analisis usaha pendaptan ayam petelur menunjukan bahwa Usaha ternak ayam petelur layak untuk di kembangkan, ditinjau dari nilai R/C,BEP meningkat dari tahun ke tahun sedangkan nilai Payback Period menurun dari tahun ke tahun sehingga perusahaan mendapatkan keuntungan.
RESIDU BIOCHAR DAN PEWIWILAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DI REGOSOL Aljun, Yohanes; Fikrinda, Wahyu; Widowati, Widowati
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regosol soil is one type of soil that has a rough and diffraction texture of 60% and has low productivity and fertility. Biochar is a soft and very porous charcoal that is different from ordinary charcoal which is used as fuel. This study aims to study residual biochar and shrinkage doses efect on the growth and yield of tomato plants on regosol soil. This research used a Randomized Block Design (RBD) factorial using two factors, wich were dose biochar residues and pinching and has 6 treatments and 3 replications. Dose biochar residues treatments consist of D0 (without biochar), D1 (250 g per plant biochar), D2 (500 g per plant biochar),while pinching treatment consist of P0 (without pinching treatment), P1 (with pinching treatment). The results showed that there was interaction dose biochar residues and pinching on the percentage of flowers to fruit, number of fruits and total fruit weight. The residual dose of biochar 250 g plant -1in the second planting season combined with pinching increased the percentage of fruit by 27.00%; the number of fruits 28.67 fruit and total fruit weight 1127.58 g compared to control. Tanah regosol merupakan salah satu jenis tanah yang memiliki tekstur kasar dan berfraksi pasir 60% serta mempunyai produktifitas dan kesuburan rendah. Biochar adalah arang yang halus dan sangat sarang (porous) yang berbeda dengan arang biasa yang digunakan sebagai bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh residu dosis biochar dan pewiwilan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah regosol, serta untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh residu biochar dan pewiwilan pada tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan menggunakan dua faktor, antara lain residu dosis biochar dan pewiwilan dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari D0 (tanpa pemberian biochar), D1 ( biochar 250 g per tanaman), D2 (biochar 500 g per tanaman), P0 (tanpa pewiwilan), P1 (dengan pewiwilan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara residu biochar dan pewiwilan pada persentase bunga menjadi buah, jumlah buah dan total bobot buah. Residu dosis biochar 250 g tan-1 pada musim tanam kedua yang dikombinasi dengan pemangkasan dapat meningkatkan prosentase bunga menjadi buah sebesar 27,00% dan jumlah buah28,67 buah serta total bobot buah 1127,58 g dibandingkan dengan kontrol.
PEMBUATAN MINUMAN CELUP BERBASIS JAMUR LINGZHI (Ganoderma Lucidum), DAUN PANDAN (Pandanus Amaryllifolius Roxb), DAN JAHE GAJAH (Zingiber Officinale Roscoe) Tarmiji, Liber; Mushollaeni, Wahyu; Rahmawati, Atina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Making dipping drinks based on lingzhi mushrooms, pandanus leaves and ginger elephants is often used in various traditional lingzhi mushrooms containing active ingredients that can function as ganodermin, ganoderan, ganodermin acid, triterpenoid, adenosine, peptidaglukan, germanium, and polysaccharides. The purpose of this study was to determine the best formulation in making dye drinks using lingzhi mushrooms, pandan leaves and ginger elephants as natural medicine and the feasibility analysis of making dye drinks using lingzhi mushrooms, pandan leaves and elephant ginger as natural medicine. The research method was carried out using a Completely Randomized Design (RAL) of 3 formulations of lingzhi, pandan leaves and elephant ginger formulations. This treatment was repeated 5 times to obtain 15 experimental units. This conclusion shows that the lingzhi mushroom formulation is 85%, 5% pandan leaves, and 10% elephant ginger is the best treatment with a total phenol value of 378.1 mg / L, 4.1% moisture content, 0.76% dissolved solids, total fiber 14.74%. The results of the business feasibility analysis on the treatment are HPP = Rp. 868,047, BEP (price) = Rp 245,417 / year and RCR = 1,15. Pembuatan minuman celup berbasis jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sering digunakan dalam berbagai obat-obatan tradisional jamur lingzhi memiliki kandungan bahan aktif yang dapat berfungsi sebagai ganodermin, ganoderan, asam ganodermin, triterpenoid, adenosine, peptidaglukan, germanium, dan polisakarida. Tujuan dari penelitian ini menentukan Formulasi terbaik dalam pembuatan minuman celup menggunakan jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sebagai obat alami dan Analisa kelayakan usaha pembuatan minuman celup menggunakan jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sebagai obat alami. Metode penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu formulasi jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sebanyak 3 formulasi. Perlakuan ini diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. kesimpulan ini menunjukan bahwa formulasi jamur lingzhi 85%, daun pandan 5%, dan jahe gajah 10% merupakan perlakuan terbaik dengan nilai total fenol 378,1 mg/L, kadar air 4,1%, padatan terlarut 0,76%, total serat 14,74%. Hasil analisa kelayakan usaha pada perlakuan adalah HPP= Rp. 868,047 , BEP (harga) = Rp 245,417/tahun dan RCR = 1,15.
ANALISIS USAHA TANI PADI VARIETAS CIHERANG DI DESA SUTOJAYAN, KECAMATAN PAKISAJI, KABUPATEN MALANG Wulang, Alvonsius Kawudu; Mutiara, Farah; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to analyze the production of ciherang variety rice, rice farming income. This research was conducted by Sutojayan Village Including Podojoyo Group I, II and III in Pakisaji District, Malang Regency. The choice of location is determined purposively, with the consideration that the area is one of the potentials of producing paddy rice. The sample collection technique in this study is a simple random sample, the data collected consists of primary data and secondary data. The analytical method used is Cost Structure Analysis consisting of fixed costs, variable costs (VC), total costs (TC), Revenues, Revenues and Analysis of farming using Revenue Cost Ratio (R / C ratio). The results showed that owning a ciherang rice production business had an R / C ratio> 1, so that the ciherang rice farming could be done to provide benefits to farmers. The cost of ciherang rice farming has a total revenue of Rp. 7,132,500 Conclusions namely ciherang rice farming in the village of Sutojayan is advantageous. Tujuan Penelitian ini yakni untuk Menganalisis produksi padi varietas ciherang, pendapatan usahatani padi. Penelitian ini dilaksanakan Desa Sutojayan Meliputi Poktan Podojoyo I,II dan III di Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Pemilihan lokasi ini ditentukan secara sengaja (Purposive), dengan dasar pertimbangan daerah merupakan salah satu potensi produksi padi sawah. Teknik pengumpulan sampel dalam penelitian ini adalah sampel acak sederhana, data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan yakni Analisa Struktur Biaya yang terdiri dari Biaya tetap (fix cost), biaya tidak tetap ( variable cost = VC ), Biaya total ( total cost = TC ), Penerimaan, Pendapatan dan Untuk Analisis usahatani menggunakan Revenue Cost Ratio (R/C Rasio). Hasil penelitian menunjukan bahwa memiliki usaha tani produksi padi ciherang memiliki nilai R/C ratio > 1, sehingga usahatani padi ciherang dapat dilakukan memberikan keuntungan pada petani. Biaya usahatani padi ciherang memiliki penerimaan total Rp. 7.132.500 Kesimpulan yakni usahatani padi ciherang di desa sutojayan menguntungkan.
KONSENTRASI AIR DAN WAKTU FERMENTASI PRODUKSI BIOGAS BERBAHAN BAKU BLOTONG DENGAN STARTER FESES SAPI Widodo, Agus; Ahmadi, Kgs; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is one of the oil producing countries which currently ranks 8th in Asia and ranks 22nd in the world. However, the demand for oil fuels is currently experiencing a very drastic increase, where public demand is increasing and the depletion of world oil reserves has resulted in an increase in fuel prices. Biogas is an alternative to help overcome the scarcity of fuel oil. The purpose of this study was to obtain the best water concentration and fermentation time and economic feasibility in making biogas made from raw materials using cow stool starter. The results showed that the best concentration of water and duration of fermentation was at 1: 2 water concentration with a fermentation time of 25 days with an average biogas production of 5.235 liters with a pH of 6.46. The results of analysis business feasibility data show that biogas made from blotong with the addition of cow feces as a starter is feasible, with HPP of Rp. 1423.7, HPP (25%) = Rp. 1,779.6 Per Liter, BEP (Unit) = 19,421.3 Liter, RCR = 1.25. Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil minyak bumi yang saat ini menduduki urutan ke 8 di Asia dan urutan ke 22 di dunia. Namun kebutuhan bahan bakar minyak saat ini mengalami peningkatan yang sangat drastis, dimana permintaan masyarakat yang semakin meningkat dan semakin menipisnya sumber cadangan minyak dunia yang mengakibatkan pada kenaikan harga bahan bakar. Biogas merupakan salah satu alternatif untuk membantu mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi air dan waktu fermentasi terbaik dan kelayakan ekonomi dalam pembuatan biogas berbahan baku blotong dengan menggunakan starter feses sapi. Hasil penelitian menunjukkan Konsentrasi air dan lama fermentasi terbaik yaitu pada konsentrasi air 1 : 2 dengan lama fermentasi selama 25 hari dengan rata – rata produksi biogas sebanyak 5,235 Liter dengan pH 6,46. Hasil analisi data kelayakan usaha menunjukkan biogas berbahan baku blotong dengan tambahan feses sapi sebagai starter layak diusahakan, dengan HPP sebesar Rp. 1423,7, HPP (25%) = Rp. 1.779,6 Per Liter, BEP (Unit) = 19.421,3 Liter, RCR = 1,25.
PENGGUNAAN KONSENTRAT HIJAU DENGAN PROTEIN KASAR 16% TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN PADA KAMBING PERANAKAN ETAWA Platini, Pipin; Marhaeniyanto, Eko; Thiasari, Nurita
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of the study was to determine the effect of using green concentrate with crude protein content (CP) 16% using raw materials of Gliricidia maculata leaf flour, Leucaena leucochephala leaf flour, Caliandra calothyirsus leaf flour and Artocarpus heterophyllus leaf flour on feed intake and daily gain. The material used was 16 male Peranakan Etawa goats with an initial body weight of 29.41 ± 8.69 kg / head. The use of Gliricidia maculata leaf flour, Leucaena leucochephala leaf flour, Caliandra calothyirsus leaf flour and Artocarpus heterophyllus leaf flour with proportions (1: 1: 1: 1) in concentrates of 10%, 20% and 30%. Other constituent feed ingredients include milled corn, soybean meal, bran, minerals, salt, coconut cake, and molasses. The study used a randomized block design method (RBD) consisting of 4 treatments and 4 replications. P1 (basal feed + concentrate without addition of leaf flour), P2 (basal feed + green concentrate with 10% leaf flour), P3 (basal feed + green concentrate with 20% leaf flour), P4 (basal feed + green concentrate with 30% leaf flour), Basal feed given to goats during the study varied, namely Gliricidia maculata leaves, Leucaena leucochephala leaves, Tithonia diversifolia, Caliandra calothyirsus leaves, Chromolaena odorata, Manihot utilisima leaves, Ipomoea batatas leaves, Persea americana leaves, Artocarpus heterophyllus leaves, corn straw, Euphorbia hirta, field grass, and Cyanotis axillaris. The results showed the effect of green concentrate feed with a content of 16% CP and the addition of leaf flour as much as 30% in green concentrates, giving a significant effect (P
PENGGUNAAN BEBERAPA TANAMAN LIAR UNTUK MENGENDALIKAN TANAH TERCEMAR KADMIUM (Cd) Tolok, Adelbertus B; Hamzah, Amir; Lestari, Sri Umi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa potensi tanaman liar yang tumbuh di sekitar lahan pertanian sebagai agen fitoremedisi serta mengestimasi berapa besar kemampuan tanaman liar tersebut dalam menyerap logam berat Cd. Penelitian ini dilaksanakan di desaSumber Brantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu, pada ketinggian 1500 mdpl, Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 seri, yaitu seri pertama meliputi : (1) pengambilan sampel dan analisis logam berat, sedangkan seri kedua (2) percobaan pot. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap factor tunggal. Sebanyak 5 jenis tanaman yang ditanam sebagai perlakuan yaitu K1 : lulangan, K2 : wedusan, K3: patikan, K4 : akar wangi, K5 : kirinyu, dan diulang sebanyak 3 kali. Pelaksanaan Penelitian meliputi : (1) pengambilan contoh tanah dilakukan secara acak pada pada 3 plot di masing-masing lokasi yang berbeda, (2) Penanaman tanaman remediator dilakukan dengan menggunakan polybag ukuran 10 kg. Media tanah yang digunakan diambil dari lokasi penelitian setempat yang telah tercemar. Parameter pengamatan meliputi.Tinggi tanaman, Jumlah daun, Panjang akar (cm), dan reduksi logam berat. Hasil analisis tenah menunjukan bahwa kandungan total C-organik (1,73%), N-total (0,13%), P (0,64 mg kg?¹), K (0,1 me/100g) dan KTK (6 me/100g), sedangkan logam berat Cd yang diperoleh adalah 2, 26 mg kg-1. Hasil menunjukan bahwa tanah dilokasi penelitian menunjukan kandungan hara yang sangat rendah, sedangkan logam berat Cd cukup tinggi. Kelima jenis tanaman yang ditanam sebagai agen fitoremediasi memiliki kemampaun tumbuh dan memiliki potensi sebagai agen fitoremediasi. Reduksi logam yang diperoleh adalah akar wangi (71,2%), lulangan (58,8%), wedusan (52,2%), patikan (51,2) dan kirinyu (22,1%)
PEMBERIAN PUPUK CAIR DAN TAKARAN (NITROGEN) PADA TANAMAN SAWI DAGING (Brassica Juncea) Laba, Jefri Wada; Adisarwanto, Titis; widowati, widowati
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di lahan milik petani di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dengan ketinggian 523 m di atas permukaan laut. Pelaksanaan penelitian ini dari bulan September hingga Oktober 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dan takaran N terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi daging. penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Pola faktorial yaitu dengan dua faktor. Faktor I adalah jenis pupuk cair. Faktor II adalah konsentrasi pemberian pupuk urea. Terdapat 15 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 45 petak. Setiap perlakuan ada 4 polibag sehingga terdapat 180 polibag. Respon tanaman sawi daging terhadap pemberian pupuk Urea disebabkan tanaman sawi daging merupakan salah satu jenis tanaman sayuran dengan hasil panen utamanya adalah daun sehingga proses pertumbuhan tanaman sawi daging yang harus terpenuhi suplai unsur haranya sampai pada fase vegetatif saja. Nitrogen merupakan unsur yang paling penting dalam pertumbuhan tanaman sawi karena nitrogen merupakan salah satu unsur hara esensial.
PENGGUNAAN MODIFIKASI MEDIA MURASHIGE and Skoog DAN PENAMBAHAN NAPHTHALENE ACETIC ACID PADA PERBANYAKAN KALUS TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Nurhidayati, Titik; Hamzah, Amir; Islami, Titiek
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) adalah tanaman obat asli Indonesia. Tanaman ini termasuk tanaman monokotil dan berkembang biak dengan rhizhom atau rimpang. Meningkatnya permintaan temulawak untuk industri obat membuat budidaya dan perbanyakan tanaman berkhasiat ini sangat penting dipelajari. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian ini dilaksanakan bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari dua kombinasi unsur N ( ½ N dan N ) dalam bentuk NH4NO3 dan KNO3 dari media MS dan pada empat taraf konsentrasi auksin NAA sehingga terdapat 8 perlakuan yaitu : P1( ½ MS, NAA 0 ppm), P2 ( ½ MS, NAA 2,5 ppm), P3( ½ MS, NAA 5 ppm), P4( ½ MS, NAA 10 ppm), P5( MS, NAA 0 ppm), P6 ( MS, NAA 2,5 ppm), P7 ( MS, NAA 5 ppm ), P8 ( MS, NAA 10 ppm ).Variabel yang diamati yaitu : bobot awal kalus, eksplan terkontaminasi, eksplan hidup atau mati, warna kalus, tekstur kalus dan bobot awal kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kombinasi antara ½ MS dengan 5 ppm NAA memiliki persentase eksplan hidup paling tinggi yaitu 100% hidup. Selain itu kombinasi ½ MS + NAA 5 ppm menghasilkan kalus dengan penambahan bobot tinggi sebesar 1.46 gram, meskipun tidak berbeda dengan perlakuan ½ MS + NAA 2,5 ppm.
APLIKASI AIR CUCIAN BERAS PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI BESAR (Capsicum annumm L.) Janur, Maria Yasinta; Adisarwanto, Titis; Widowati, Widowati
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air cucian beras merupakan salah satu limbah organik memiliki nilai guna karena banyak nutrisi yang terlarut didalamnya. Penelitian bertujuan untuk menentukan kombinasi takaran air cucian beras dan frekuensi pemberian air cucian beras terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.).Penelitian dilakukan di Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dengan ketinggian tempat ± 635 meter dari permukaan laut. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Maret sampai dengan Mei 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 4 x 3 dengan tiga ulangan yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu : A0(Tanpa Air Cucian Beras/Kontrol) A1 (Takaran Air Cucian Beras 100ml/polybag), A2(Takaran Air Cucian Beras 200 ml/polybag) A3 (Takaran Air Cucian Beras 300 ml/polybag). Faktor kedua adalah Frekuensi Pemberian Air Cucian Beras terdiri atas 3 taraf, yaitu :F1: 3 kali pemberian,F2: 5 kali pemberianF3: 6 kali pemberian. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah, berat buah, dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terjadi interaksi antara takaran dan frekuensi air cucian beras terhadap semua parameter yang diamati. Aplikasi air cucian beras sampai dengan 300 ml dan frekuensi pemberian tidak berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar.