cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019)" : 52 Documents clear
STUDI KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA JUNREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU Vebrianti, Vininda Putri; Sa’diyah, Ana Arifatus; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyzed the amount of costs, revenues, income, and feasibility of rice farming in the village of Junrejo, Junrejo Subdistrict, Batu City. The sampling method in this study was simple random sampling. Determination of the location of this research was done intentionally (purposive) with consideration that Junrejo Village, Junrejo Subdistrict, Batu City is one of the rice producing areas. The results of the analysis of lowland rice farming in Junrejo Village, Junrejo Subdistrict, Batu City showed the total cost of Rp.2,523,359 / 0.195 Ha or Rp.14.397.317 / Ha, revenue of Rp.6,909,000 / 0.1905 Ha or Rp.41,083,538 / Ha, revenue of Rp.4,385,641 / 0.1905 Ha or Rp.26.686.221 / Ha, with a feasibility value of R / C of 2.85 and a B / C value of 1.85. Lowwet rice farming in Junrejo Village, Junrejo Subdistrict, Batu City was feasible. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan pada usahatani padi sawah di Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampel acak sederhana (simple random sampling). Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu merupakan salah satu daerah penghasil padi sawah. Hasil analisis usahatani padi sawah di Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu menunjukan besarnya biaya total sebesar Rp.2.523.359/0.195 Ha atau Rp.14.397.317/Ha, penerimaan sebesar Rp.6.909.000/0.1905 Ha atau Rp.41.083.538/Ha, pendapatan sebesar Rp.4.385.641/0.1905 Ha atau Rp.26.686.221/Ha, dengan nilai kelayakan R/C sebesar 2.85 dan nilai B/C sebesar 1.85. Usahatani padi sawah di Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu layak diusahakan.
PEMBERIAN PAKAN KOMPLIT BERBASIS JERAMI PADI DAN AMPAS KELAPA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING BAHAN ORGANIK PROTEIN KASAR PADA KELINCI NEW ZEALAND WHITE Meha, Arniati Loda Hamu; Marhaeniyanto, Eko; Fitasari, Eka
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted with the aim of knowing and effect the use of complete rice straw and coconut pulp based feeds on dry matter digestibility, organic matter digestibility and crude protein digestibility in New Zealand White rabbits with a PK of 15%.Research on rabbits owned by Mr. Winarto at Jalan Glatik, Ngijo Village, Karangploso District, Malang Regency.Proximate analysis was carried out at the Brawijaya University Animal Husbandry Nutrition and Food Laboratory.The research material consisted of 20 New Zealand White rabbits with an average body weight of 1,081.05 ± 148.81 g. This study uses the Randomized Block Design (RBD) method with 4 treatments and 5 replications. The results showed that between treatments gave a significantly different effect on the digestibility of dry matter and organic matter,with dry matter digestibility of P0 = 79,48b ± 3,39, P1 = 76,90b ± 5,18, P2 = 64,70a ± 9,38, P3 = 73,62ab ± 6,49organic matter digestibility value of P0 = 81,34b ± 2,97, P1 = 78,47b ± 4,99, P2 = 66,32a ± 8,74, P3 = 75,64ab ± 6,05and crude protein digestibility value of P0 = 88,84 ± 1,39, P1 = 87,58 ± 4,25, P2 = 83,07 ± 4,44, P3 = 84,94 ± 3,98. Results of the added with rice straw flour 5% and coconut husk 5% with PK 15% on P2 treatmentgive different effects between treatments on digestibility rate of dry matter with a value of 64,70%,organic matter with a value of 66,32% and crude protein with a value of 83,07% in New Zealand White rabbits. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui dan pengaruh penggunaan pakan komplit berbasis jerami padi dan ampas kelapa terhadap kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan kecernaan protein kasar pada kelinci New Zealand White dengan PK 15%.Pelaksanaan penelitian di peternakan kelinci milik Bapak Winarto di Jalan Glatik, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.Analisis proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Brawijaya Malang. Materi penelitian terdiri dari 20 ekor kelinci New Zealand White dengan bobot badan rata-rata 1.081,05 ± 148,81 g. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian menujukkan perlakuan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik, dengan nilai kecernaan bahan kering sebesar P0 = 79,48b ± 3,39, P1 = 76,90b ± 5,18, P2 = 64,70a ± 9,38, P3 = 73,62ab ± 6,49 nilai kecernaan bahan organik sebesar P0 = 81,34b ± 2,97, P1 = 78,47b ± 4,99, P2 = 66,32a ± 8,74, P3 = 75,64ab ± 6,05 dan nilai kecernaan protein kasar sebesar P0 = 88,84 ± 1,39, P1 = 87,58 ± 4,25, P2 = 83,07 ± 4,44, P3 = 84,94 ± 3,98. Hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa pakan tepung jerami padi 5 % dan ampas kelapa 5 % dengan PK 15 % pada perlakuan P2 memberikan pengaruh yang berbeda antar perlakuan terhadap tingkat kecernaan bahan kering dengan nilai sebesar 64,70 %, bahan organik dengan nilai sebesar 66,32 % dan protein kasar dengan nilai sebesar 83,07 % pada kelinci New Zealand White.
PELUANG USAHA INDSUTRI HASIL TEMBAKAU (IHT) DI KABUPATEN SUMBA TIMUR NUSA TENGGARA TIMUR Karanja, Serlina Rambu; Tirtosastro, Samsuri; Wirawan, Wirawan; Tantalu, Lorine
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tobacco (Nicotiana tabacum, L) is one of the plantation commodities planted by farmers in eastern Sumba. The world's tobacco production in 2012 reached 6,736,038 tons. This study aims to obtain an analysis of the opportunity to establish a Cretek IHT in East Sumba Regency, get a layout plan for small-scale IHT factories in East Sumba Regency and calculate economic opportunities. This study uses secondary data and primary data. The results of this study indicate that there are 26.11% opportunities to establish small-scale IHT in East Sumba Regency. Tembakau (Nicotiana tabacum, L) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang ditanam oleh petani di sumba timur. Produksi tembakau di dunia tahun 2012 mencapai 6.736.038 ton. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan analisis peluang untuk mendirikan IHT kretek di Kabupaten Sumba Timur, mendapatkan rancangan tata letak pabrik IHT skala kecil di Kabupaten Sumba Timur dan menghitung peluang ekonomi. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan data primer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 26,11% peluang untuk mendirikan IHT skala kecil di Kabupaten Sumba Timur.
KARAKTERISTIK TEPUNG SORGUM PUTIH (Sorgum bicolor) ASAL NUSA TENGGARA TIMUR YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN BAKTERI ASAM LAKTAT Yani, Alberta; Mushollaeni, Wahyu; Rahmawati, Atina
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

White sorghum (Sorghum bicolor) is one of the cereal plants found on the island of East Nusa Tenggara (NTT). White sorghum can grow in areas with low rainfall, and is resistant to pests and plant diseases. The disadvantages of white sorghum are the presence of tannin content which can cause a feeling of tightness and the storage process which is still bulky has resulted in very low utilization. Therefore, a treatment process is needed to reduce the content of the tannin and reducing the water content using an easy and efficient process from the energy side by fermentation, and then processing it into flour form. The aim of the study was to obtain the concentration of lactic acid bacteria (BAL) in the fermentation of white sorghum seeds as raw material in making sorghum flour, and to analyze the feasibility of its business. Completely Randomized Design was used in this study with one factor is the concentrations of lactic acid bacteria (6%, 8%, 10%, 12%, and 14%). Each treatment was repeated three times, so that 15 units were obtained. Parameters observed included tannin levels, protein content, fiber content and moisture content. The data obtained were analyzed using ANOVA and BNT for further testing. The results showed the best treatment is the concentration of 8% lactic acid bacteria. The final product has 0.08% tannin content, 8.36% protein content, 3.04% fiber content, and 6.99% moisture content. Sorgum putih (Sorgum bicolor) merupakan salah satu tanaman serealia yang banyak ditemukan di Pulau Nusa Tenggara Timur (NTT). Sorgum putih mampu tumbuh pada daerah yang curah hujannya rendah, serta tahan terhadap hama dan penyakit tanaman. Kelemahan dari sorgum putih yaitu adanya kandungan kadar tanin yang dapat menyebabkan rasa sepat pada sorgum dan proses penyimpanannya yang masih bulky telah mengakibatkan pemanfaatannya sangat rendah. Oleh karena itu, sangat diperlukan proses pengolahan untuk menurunkan kandungan taninnya, sekaligus untuk menurunkan kandungan air menggunakan proses yang mudah dan efisien dari sisi energi yaitu dengan fermentasi, serta mengolahnya menjadi bentuk tepung. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan konsentrasi bakteri asam laktat (BAL) pada fermentasi biji sorgum putih sebagai bahan baku dalam pembuatan tepung sorgum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yaitu penambahan konsentrasi bakteri asam laktat 6%, 8%, 10%, 12%, dan 14%. Setiap perlakuan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi kadar tanin, kadar protein, kadar serat dan kadar air. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan adanya perlakuan terbaik pada konsentrasi bakteri asam laktat sebesar 8%. Produk yang dihasilkan mempunyai kadar tanin 0,08%, kadar protein 8,36%, kadar serat 3,04%, dan kadar air 6,99%.
DESAIN TAMAN RUMAH TINGGAL DENGAN TEKNIK VERTIKULTUR SEBAGAI ELEMEN ESTETIKA DAN PENUNJANG PERTANIAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN CEMOROKANDANG DI KOTA MALANG Yani, Ahmad; Alfian, Rizki; Setyabudi, Irawan
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garden house is a space deliberately created and arranged to meet the needs of its residents. Home gardens can also be used as agricultural land, especially in urban areas, in order to increase the economy of urban communities in general. The current problem in Cemorokandang is the increasing and overcrowding of the population, causing a lack of agricultural land. This study formulates that a park that can only be used as a beauty space can make a park more beneficial, both for the environment and the owner of the home garden that owns it. The purpose of this study is to determine the public perception of verticultural techniques to support agriculture in Cemorokandang residential areas in Malang City. This study uses a qualitative descriptive method in which data collection uses samples from the direct community, in order to find the suitability and needs of the community in urban residential areas of the park and agriculture. The results of this study created a design of a community home garden planted with vegetables and flowers in various forms, such as vertical gardens, patterned gardens and flowering gardens that are in accordance with the wishes of the people who can provide aesthetic value and economical support for urban agriculture in community settlements. The conclusion of this study is to create a garden design result with verticultural techniques that have residential gardens based on pavement and non-pavement elements and can be used to increase the aesthetic and economic value of urban communities in residential areas in Cemorokandang by using vegetables and fruits that have value economy for the owner of this park. This research is expected to be able to provide knowledge to urban communities in general. Taman rumah adalah sebuah ruang yang sengaja dibuat dan ditata untuk memenuhi kebutuhan penghuninya. Taman rumah juga dapat dijadikan sebagai lahan pertanian, terlebih pada kawasan perkotaan, guna untuk menambah perekonomian masyarakat kota pada umumnya. Permasalahan yang terjadi di Cemorokandang saat ini ialah semakin meningkat dan padatnya jumlah penduduk, sehingga menyebabkan kurangnya lahan pertanian. Penelitian ini merumuskan bahwa taman yang hanya dapat dijadikan untuk ruang keindahan saja bisa mampu menjadikan taman yang lebih bermanfaat, baik untuk lingkungan dan pemilik taman rumah yang memilikinya. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui persepsi masyarakat tentang teknik vertikultur untuk menunjang pertanian pada kawasan permukiman Cemorokandang di Kota Malang . Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang di mana pengambilan datanya menggunakan sampel dari masyarakat langsung, guna untuk mencari kesesuaian dan kebutuhan masyarakat pada kawasan permukiman perkotaan terhadap taman dan pertaniannya. Hasil dari penelitian ini menciptakan desain taman rumah tinggal masyarakat yang ditanami sayur dan bunga dengan beragam bentuk, seperti taman vertikal, taman berpola dan taman berbunga yang sesuai dengan keinginan masyarakat yang dapat memberikan nilai estetik dan juga ekonomis sebagai penunjang pertanian perkotaan pada permukiman masyarakat. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah menciptakan hasil desain taman dengan teknik vertikultur yang memiliki taman permukiman berdasarkan elemen perkerasan dan non perkerasan dan dapat digunakan untuk meningkatkan nilai estetika dan ekonomis masyarakat perkotaan pada kawasan permukiman di Cemorokandang dengan menggunakan tanaman sayur dan buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi bagi pemilik taman ini. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan terhadap masyarakat perkotaan pada umumnya.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR (STUDI KASUS DI CV ILWA FARM KABUPATEN BLITAR) Dendo, Bernardus Bili; Supartini, Nonok; Santoso, Erik Priyo
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to obtain large and sustainable profits are the main target for all business activities, including laying chicken farms, which in turn will improve the welfare of the laying hens. The purpose of this study is to analyze the benefits of B / C (ROI), ROI (Return On Investment) and BEP (Break Event Points) by the Ilwa Farm of Blitar Regency. The type of research used is a case study. This research will be carried out on laying hens companies namely CV. Ilwa Farm in Blitar district. The technique of collecting data uses the method of observation and documentation. The collected data is tabulated and analyzed using a descriptive and mathematical analysis model approach. The mathematical analysis model approach is intended to analyze the allocation of production costs and the level of profit (profit) in laying hens company CV. Ilwa Farm through the profit analysis model, Return of Investment (ROI), B / C Ratio and BEP (Break Even Point). The profit of Ilwa Blitar farm is Rp. 7,201,293,947 per period. The average income of Ilwa Farm for one month is Rp. 342,918,759. The results of the calculation of B / C Ratio obtained a value of 3.1, which means that the value of the B / C Ratio Ilwa Blitar farm is> 1 means that the business is worth trying. The ROI value is 2.1% while the prevailing interest rate is 1.15% per year. So it can be concluded that Ilwa Farm chicken farm is worth the effort. The value for BEP Ilwa Farm farms broke even when egg production was 195,004 kg. And the price of eggs at Ilwa Farm is break even at Rp. 5,637. Upaya memperoleh keuntungan dan berkelanjutan merupakan sasaran utama bagi semua kegiatan usaha peternakan ayam petelur, yang akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan bagi pelaku usaha peternakan ayam petelur tersebut. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalis keuntungan nilai B/C ( Benefit Cost Ratio), ROI (Return On Investment) dan BEP (Break Event Poin) diperusahan ayam petelur Ilwa Farm Kabupaten Blitar. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada perusahan ayam ras petelur yakni CV. Ilwa Farm di kabupaten Blitar. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan model analisis deskriptif dan matematik. Pendekatan model analisis matematik dimaksudkan untuk menganalisis alokasi biaya produksi dan tingkat keuntungan (profit) pada perusahaan ayam ras petelur CV. Ilwa Farm melalui model analisis keuntungan (profit), Return Of Invesment(ROI), B/C Ratio dan BEP (Break Even Point). Laba peternakan Ilwa Blitar adalah Rp. 7.201.293.947 per periode. Pendapatan peternakan Ilwa Farm selama satu bulan adalah Rp.342.918.759. Hasil perhitungan B/C Ratio didapatkan nilai sebesar 3,1 yang berarti nilai hitung B/C Ratio Ilwa farm Blitar adalah > 1 berarti usaha tersebut layak untuk diusahakan. Nilai ROI adalah 2.1% sedangkan tingkat suku bunga yang berlaku adalah 1.15% per tahun. Sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha peternakan ayam Ilwa Farm layak diusahakan. Nilai untuk BEP peternakan Ilwa Farm mencapai titik impas pada saat produksi telur ke 195.004 kg. Dan harga telur di peternakan Ilwa Farm mencapai titik impas pada harga Rp. 5.637.
PEMBERIAN PAKAN KOMPLIT BERBASIS JERAMI PADI DAN AMPAS KELAPA TERHADAP KONSUMSI, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN INCOME OVER FEED COST PADA KELINCI FASE PERTUMBUHAN Kaka, Ance Damaris; Marhaeniyanto, Eko; Santoso, Erik Priyo
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the study was to determine the effect of using complete feed with 15% Crude Protein on dry matter intake, body weight gain and income over feed cost of rabbit feed. Location research in Rabbit Farm owned by Mr. Winarto on Glatik Street, Ngijo Village, Karangploso District, Malang Regency. The material used was 20 male New Zealand White rabbits with an average body weight of 1081.05 ± 148.18 g. the variables measured are dry matter intake, body weight gain, and income over feed cost. The method used was randomized block design with 4 treatments and 5 replications. The data obtained were analyzed using variance from a randomized block design. The results showed that the use of complete use rice straw flour 5% and coconut pulp 5% as feed (P2) given to New Zealand White rabbits had a very significant effect on the highest dry matter consumption of the treatment P2= 92,12 c ± 0,74 g / head / day and gave a not significantly different effect on weight gain the body average 799 ± 285.64 g/head while giving an effect that income over feed cost of Rp. 100,739 ± 20,148. For further research, it is recommended to use rice straw flour 5% and coconut pulp 5% as feed for rabbits. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan pakan komplit dengan PK 15% terhadap konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan dan income over feed cost pakan kelinci. Penelitian dilaksanakan di Peternakan Kelinci milik Bapak Winarto di jalan Glatik, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Materi yang digunakan 20 ekor kelinci New Zealand White jantan dengan rata-rata bobot badan 1081,05 ± 148,18 g. Variabel yang diukur adalah konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan, dan income over feed cost. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dari rancangan acak kelompok. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan pakan komplit yang menggunakan jerami padi 5% dan ampas kelapa 5% (perlakuan P2) diberikan pada kelinci New Zealand White memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata pada konsumsi bahan kering tertinggi yaitu 92,12c ±0,74 g/ekor/hari dan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata pada pertambahan bobot badan dengan rataan 799 ± 285,64 g/ekor, sedangkan income over feed cost sebesar Rp. 100,739 ± 20,148. Untuk penelitian lebih lanjut disarankan dengan penggunaan tepung jerami padi 5% dan ampas kelapa 5% sebagai pakan kelinci.
PENGARUH PEROMPESAN TERHADAP JUMLAH UMBI PADA BEBERAPA VARIETAS KETELA POHON (Manihot esculenta) Gore, Yohanes Don Bosko; Siswanto, Bambang; Arifin, Zainol
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the study in this study was to determine the cassava varieties which have resistance to leaf piracy in the growth phase and produce a high number of tubers. This type of research is descriptive quantitative by using Splot Split Design, with the main treatment being Malang 1 Varieties, Malang 4 Varieties, Shrimp Pond Varieties and UJ 5 Varieties, while the treated children were without piracy, 20% boiling and 40% boiling. This experiment was carried out using the Split plot design with three replications. The main plot is 4 varieties, namely Malang variety 1 (V1), Malang variety 4 (V2), UJ 5 (V3) variety and shrimp farm variety (V4). The plot of children is the repetition of 0% (P0), piracy of 20% (P1) and piracy of 40% (P2). The treatment of fertilizers used in this experiment is to use recommendations on cassava plants in general. Varieties that have the highest number of tubers are varieties of Malang 4, Compensation of 20% is one of the perompesan which gives the highest number of tubers. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk Mengetahui varietas ubi kayu yang memiliki ketahanan terhadap perompesan daun pada fase pertumbuhan dan menghasilkan jumlah umbi yang tinggi. Jenis Penelitian ini deskriptif Kuantitatif dengan menggunakan Rancangan Split Splot, dengan perlakuan utama adalah Varietas Malang 1, Varietas Malang 4, Varietas Tambak Udang dan Varietas UJ 5, Sedangkan anak perlakuan adalah tanpa perompesan, perompesan 20 % dan perompesan 40 %. Percobaan ini dilaksankan dengan menggunakan Rancangan Split plot dengan tiga ulangan. Petak Utama adalah 4 varietas yaitu varietas Malang 1 (V1), varietas Malang 4 (V2), Varietas UJ 5 (V3) dan Varietas Tambak Udang (V4). Anak Petak yaitu perompesan 0% (P0), perompesan 20 % (P1) dan perompesan 40 % (P2). Perlakuan pupuk yang digunakan dalam percobaan ini adalah dengan menggunakan rekomendasi pada tanaman ubi kayu pada umunya. Varietas yang memilki jumlah umbi tertinggi adalah varietas Malang 4, Perompesan 20 % merupakan salah satu perompesan yang memberikan jumlah umbi tertinggi.
DAMPAK PENYULUHAN PROGRAM KRPL TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU ANGGOTA KWT DWI SRI DALAM BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Geba, Fernando Seda; Suwasono, Son; Asnawi, Dwi
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Member of Dwi Sri KWT who cultivates organic vegetables in Dadaprejo Village with the aim of increasing income, agricultural productivity, and improving their welfare. This study aims to determine the level of change in behavior before and after counseling the KRPL program in cultivating organic vegetables. The population in this study were all members of Dwi Sri KWT who cultivated organic vegetables in Dadaprejo Village, which numbered 30 people. The sample is 28 members of Dewi Sri KWT using the Slovin formula. Data were analyzed descriptively quantitatively. The results showed that the level of behavior change of KWT Dewi Sri members before and after counseling from the attitude aspect before counseling (10.7%) amounted to 3 people with agreed categories and after counseling (57.1%) totaling 16 people with the agreed category. Knowledge aspects before counseling (28.6%) amounted to 8 people with the know category and after counseling (50.0%) totaling 14 people with the tofu category. Skill aspects before counseling (17.9%) amounted to 5 people in the skilled category and after counseling (71.4%) there were 20 people with the skilled category. The factors that significantly influence changes in behavior of KWT Dewi Sri members are age with a range of 41-50 years (46.4%) totaling 13 people. Anggota KWT Dwi Sri membudidayakan sayuran organik di Kelurahan Dadaprejo dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan, produktifitas, dan kesejahteraan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahua tingkat perubahahan perilaku sebelum dan sesudah penyuluhan program KRPL dalam budidaya sayuran organik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota KWT Dwi Sri yang membudidayakan sayuran organik berjumlah 30 orang menggunakan rumus slovin. Data dianalisis dengan cara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perubahan perilaku anggota KWT Dwi Sri sebelum dan sesudah penyuluhan dari aspek sikap sebelum penyuluhan (10,7%) berjumlah 3 orang dengan kategori setuju dan sesudah penyuluhan (57,1%) berjumlah 16 orang dengan kategori setuju. Aspek pengetahuan sebelum penyuluhan (28,6%) berjumlah 8 orang dengan kategori tahu dan sesudah penyuluhan (50,0%) berjumlah 14 orang dengan kategori tahu. Aspek keterampilan sebelum penyuluhan (17,9%) berjumlah 5 orang dengan kategori terampil dan sesudah penyuluhan (71,4%) berjumlah 20 orang dengan kategori terampil. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap perubahan perilaku anggota KWT Dwi Sri adalah umur dengan kisaran 41-50 tahun (46,4%) berjumlah 13 orang.
ANALISIS RANTAI PASOK KOMODITAS CABAI RAWIT DUSUN SUPITURANG DESA BOCEK KABUPATEN MALANG Bastyan, Robertus Abel Sefto; Sa’diyah, Ana Arifatus; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supply chain is a regulatory system concept related to product flow , information and finance. This study aims to analyze and supply chain performance of raw chili commodities in Supiturang Hamlet, Bocek Village. The data analysis method used is descriptive quantitative. The sampling technique uses Census and Snowball Sampling. Data obtained by direct interviews and questionnaires accompanied by documentation. Flow 1 of the supply chain starts from the farmer sells to the collector then the collector sells to the wholesaler then the wholesaler sells to the retailer and consumer the last ABC factory is sold to the consumer. Flow 2 starts from the farmer sells to the collector then the collector sells to the retailers and consumers of the ABC factory finally sold to consumers. Analysis of supply chain performance in this study includes analysis of farming, marketing margins and farmer's share. The results of farming analysis obtained 1.69. The biggest marketing margin is in flow 1 which is 16,500 IDR / Kg. The flow of 2 supply chains has the highest efficiency value of 42%. From the results of the study, if the supply chain flow is carried out by each marketing agency, it will be more profitable and will be more profitable for farmers and in the analysis of chili cultivation, it is quite profitable. Rantai pasok merupakan konsep sistem pengaturan yang berkaitan dengan aliran produk, informasi dan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan kinerja rantai pasok komoditas cabai rawit Dusun Supiturang Desa Bocek. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Sensus dan Snowball Sampling. Data diperoleh dengan cara wawancara langsung dan kuisioner disertai dokumentasi. Aliran 1 rantai pasok dimulai dari petani menjual ke pengumpul kemudian pengumpul menjual ke pedagang besar selanjutnya pedagang besar menjual ke pengecer dan konsumen pabrik ABC terakhir dijual ke konsumen. Aliran 2 dimulai dari petani menjual ke pengumpul kemudian pengumpul menjual ke pedagang pengecer dan konsumen pabrik ABC akhirnya dijual ke konsumen. Analisis kinerja rantai pasok dalam penelitian ini meliputi analisis usahatani, margin pemasaran dan farmer’s share. Hasil analisis usahatani memperoleh 1,69. Margin pemasaran terbesar terdapat pada aliran 1 yaitu 16.500 Rp/Kg. Aliran 2 rantai pasok mempunyai nilai efisiensi tertinggi 42%. Dari hasil penelitian, apabila aliran rantai pasok dilakukan setiap lembaga pemasaran semakin pendek akan lebih menguntungkan petani dan pada analisis usahatani budidaya cabai rawit tersebut cukup menguntungkan untuk dilakukan.