cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia
ISSN : -     EISSN : 2548771X     DOI : -
Focus and Scope of this journal are : Chemical Engineering including : bioenergy processing, environmental engineering, natural resource management, Heat and Mass Transfer, Chemical Reaction, Analytical Chemistry, Biochemistry, Designing tools and chemical processes, Chemical industry process, Computing and modeling (simulation) process, Particle and nano technology, membrane technology, esessential oil technology, and phytopharmaca, etc. Civil Engineering including : technology of construction materials, transportation system, environmental layout, concrete and wood structures, steel construction, bridge and dam construction, management of water resources and Hydrology, earthquake engineering, sanitation systems and urban drainage. eUREKA is published twice a year on Juni and December by Engineering Faculty of Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
Arjuna Subject : -
Articles 160 Documents
STUDI PERENCANAAN IRIGASI POMPA PADA DAERAH IRIGASI BKB.I DESA BULU KECAMATAN PILANGKECENG KABUPATEN MADIUN Sawun, Ferdinandus Lagadoni; Khaerudin, Dian Noorvy
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat menyebabkan peningkatan kebutuhan pangan, sehingga pengembangan jaringan irigasi suatu lahan pertanian mutlak diperlukan untuk perbaikan sistem pertanian di masa mendatang. Menjadi sebab salah satu alternatif dalam mempertahankan sumber daya pangan dan peningkatan pendapatan petani dengan mempertimbangkan kondisi yang ada diwilayah kabupaten Madiun terutama didaerah irigasi B.KB I desa Bulu kecamatan pilang kencang. Direncanakan air yang mengaliri lahan seluas 47 Ha,dimana 22 Ha berada di elevasi +103,360 dan 25 Ha berada di elevasi +96,862,letak sumber air berada di elevasi +99,350 maka digunakan pompa supaya bisa menaikan air keketinggian tersebut.kapasitas pompa 30lt/dt. Untuk memenuhi kebutuhan air yang digunakan untuk mengairi lahan seluas 47 Ha adalah: 101.81 m3/dt. Dengan perincian sbb : Bangunan T.1, Petak tersier A1 luas baku sawah 6ha, kebutuhan airnya ; 20,59 lt/dt, bangunan T.2, petak tersier A2 luas baku sawah 5ha, kebutuhan airnya; 6,86lt/dt, bangunan T.3, petak tersier A3 luas baku sawah 5ha, kebutuhan airnya;11,44lt/dt. bangunan T.4,petak tersier A4 luas baku sawah 6ha, kebutuhan airnya;11,44lt/dt. bangunan T.5, petak tersier A5 luas baku sawah 15ha, kebutuhan airnya; 34,32. bangunan T.6, petak tersier A6 luas baku sawah 10ha, kebutuhan airnya 17,16lt/dt. jd kalau di jumlahkan luas baku sawah 6ha +5ha+5ha+6ha+15ha+10ha=47ha dan kebutuhan airnya, 20,59lt/dt + 6,86lt/dt + 11,44lt/dt + 11,44lt/dt + 34,32lt/dt + 17,16lt/dt =101.81 m3/dt. Pada jaringan irigasi Tersier BKB.1 sepanjang 1500m akan direncanakan menggunakan irigasi pompa dengan sistem rotasi,dimana kapasitas pompa 30lt/dt,dan pipa yang digunakan dalam perencanaan ini 6”(pipa yang berdiameter 6) Kata Kunci : studi perencanaan, irigasi pompa, pilangkeceng, madiun
ANALISA PERENCANAAN BANGUNAN BAWAH JEMBATAN FAUTFUEL KELURAHAN APLASI KECAMATAN KOTA KEFAMENANU KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA (TTU) PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) PAPA, EDISTENIKSON ADI; Ningrum, Diana; Rasidi, Nawir
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The bridge is a means of connecting two locations separated by the difference in topography , streams , oceans , as well as highway barriers . As a strategic transport infrastructure for the movement of traffic , the existence of the bridge in an area of course vital for the development of the area. Along with the development of civilization , where the flow of human movement or distribution of goods and services higher , the availability of means of support of course needs to be improved . The building under the bridge is a part of the bridge structureis very determining in the composition the structure of the bridgeit self both in terms of the ablity to acceptload if the horizontal load, vertical load, seismic load or wind load and others, under the building structure played anrole is very important, because without something good planning at the bottom of the bridge structure which includes the ”planning abutment, wing wall, tread plate, and the foundation caisson” then building the bridge will not function properly if the building is not under it capable of receiving load channeled from the building above bridge to the building structure under tge bridge. Planning of the the building structure under tge bridge Fautfuel village Aplasi TTU NTT province pllaned abutment has a height of 7 m width 3,5 m and length is 7,5 m span abutment with one expanse. Keyword : Fautfuel Bridge ABSTRAK Jembatan merupakan sarana yang menghubungkan dua lokasi yang terpisahkan oleh adanya perbedaan topografi, aliran sungai, lautan, maupun hambatan jalan raya. Sebagai prasarana transportasi strategis bagi pergerakan lalu lintas, keberadaan jembatan pada suatu daerah tentu saja vital bagi perkembangan daerah tersebut. Seiring perkembangan peradaban, dimana arus pergerakan manusia ataupun distribusi barang dan jasa semakin tinggi, maka ketersediaan sarana pendukung tentu saja perlu ditingkatkan. Bangunan bawah jembatan merupakan suatu bagian dari struktur bangunan jembatan yangn sangat menentukan dalam komposisi struktur jembatan itu sendiri, baik dari segi kemampuan menerima beban apakah itu beban horizontal, beban vertical, beban gempa maupun beban angin dan lain-lan, struktur bangunan bawah ikut memeganmg peranan sangat penting tanpa suatu perencanaan yang baik pda struktur bangunan bawah jembatan yang meliputi perencanaan “ perencanaan abutment, wing wall, pelat injak, dan pondasi caisson” maka baugnan atas jembatanpun tidak akan berfungsi dengan baik kalau bangunan bawahnya tidak mampu menerima beban-beban yang disalurkan dari bangunan atas jembatan ke struktur bangunan bawah jembatan. Pada perencanaan bangunan bawah jembatan Fautfuel kelurahan Aplasi kabupaten TTu provinsi NTT abutment yang direncanakan memiliki ketinggian 7 m lebar 3,5 m dan panjang bentang abutment adalah 7,5 m dengan satu betangan. Kata Kunci : Jembatan Fautfuel
Identifikasi Nilai Kalor Pada Brieket Biochar Berbahan Baku Kulit Durian Hasbullah, Hasbullah; Iskandar, Taufik; Yuniningsih, Susy
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Briket adalah arang yang dari serbuk arang yang ditambah larutan perekat, kemudian di press, yang akhirnya mempunyai bentuk, ukuran dan kerapatan tertentu, sehingga menjadi produk yang efisien dalam penggunaan sebagai bahan bakar.Biochar merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan arang berpori yang terbuat dari sampah organik yang ditambahkan ke tanah.Biochar dihasilkan melalui proses pirolisis biomasa. Pirolisis ini dilakukan dengan memaparkan biomasa pada temperatur tinggi tanpa adanya oksigen. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dalam penelitian pembuatan briket arang dari kulit durian dengan cara pirolisis ini, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : Pada ukuran partikel 35 mesh dan kuat tekan 5 kg memiliki nilai kalor tertinggi yaitu 6756,92 kkal/gr yang memiliki diameter dalam (di) 2 cm, diameter luar (do) 5 cm dan tingginya 4 cm, Pada kuat tekan 5 kg/m2 dan ukuran partikel 35 mesh memiliki lama waktu uji nyala terlama yaitu 64,24 menit yang memiliki diameter dalam (di) 2 cm, diameter luar (do) 5 cm dan tingginya 4 cm, Titik optimal yang diperoleh yaitu pada kuat tekan 2830,01 kg/m2 dengan nilai Desirability 0,710 dan ukuran partikel yang optimal sebesar 31,28 mesh serta nilai kalor optimal sebesar 56,4812 kkal/gr dengan lama waktu uji nyala yang optimal sebesar 56,4812 menit. Kata kunci : Briket; Biochar; Reaktor Pyrolisis; Kulit Durian ABSTRACT The briquettes are charcoal from charcoal which is added by adhesive solution, then in press, which eventually has a certain shape, size and density, making it an efficient product in use as fuel.Biochar is a term used to describe porous charcoal made from waste organic matter added to the soil. Biochar is produced through a biomass pyrolysis process. This pyrolysis is carried out by exposing biomass at high temperatures in the absence of oxygen,From result of research which have been done in research making charcoal briquettes from durian leather with this pyrolysis way, hence can be taken some conclusion as follows: On 35 mesh particle size and compressive strength 5 kg have highest calorific value that is 6756,92 kcal / 2 cm in diameter, 5 cm in diameter and 4 cm in height. At 5 kg / m2 compressive strength and 35 mesh particle size have longest flame test duration of 64.24 minutes having inner diameter (in) 2 cm, outer diameter (do) 5 cm and 4 cm high, Optimal point obtained is the compressive strength 2830.01 kg / m2 with Desirability value 0.710 and the optimal particle size of 31.28 mesh and the optimal calorific value of 56, 4812 kcal / gr with the duration of the optimal flame test of 56.4812 minutes. Keywords : Briquette; Biochar; Pyrolysis Reactor; Durian Skin
Analisis Stabilitas Dinding Penahan Tanah di Perumahan Pegawai Negeri Sipil Kepanjen Kabupaten Malang Tamaela, Linda; Suhudi, Suhudi; Arifianto, Andy Kristafi
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.247 KB)

Abstract

ABSTRAK Dinding penahan adalah komponen penting dari struktur bangunan utama untuk membangun jalan raya dan lahan berkontur atau tanah terkait lainnya yang memiliki ketinggian yang berbeda. Secara singkat dinding penahan adalah dinding yang dibangun untuk menahan massa tanah di atas struktur atau bangunan dibuat. Ada beberapa jenis dinding penahan yang sering digunakan dalam bidang konstruksi bangunan diantaranya dinding penahan Gravitasi, dinding penopang penopang, dinding penahan kontrafort, dan penahan dinding penahan, yang digunakan dalam penelitian ini adalah dinding penahan jenis gravitasi menggunakan batu pasangan kali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis stabilitas kekuatan rolling, geser dan daya dukung. Dimensi dinding penahan dibangun dengan panjang (b) 50 meter dan tinggi (h) = 5 meter, lebar alas (B) = 2,50 meter, stabil terhadap kekuatan bergulir = 1,7> 1,5 (aman), gaya geser = 1,7> 1,5 (aman), dan gaya untuk mendukung tanah = 174,28 1.5 (safe), the shear force = 1.7> 1.5 (safe), and a force to support the land = 174.28
APLIKASI VALUE ENGINEERING PEKERJAAN STRUKTUR PADA PROYEK PEMBANGUNAN MALL DINOYO CITY MALANG Soares, Nicolau Martins; Khaerudin, Dian Noorvy
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era yang modern seperti sekarang ini di dunia konstruksi terutama pada konstruksi-konstruksi yang berskala besar perlu adanyan penerapan suatu cara untuk mengatasi masalah masalah seperti pemborosan biaya, pengunaan material yang tidak teratur menerapkan rekaysan nilai atau value Engineering guna mengatasi peborosan biaya konstruksi. Tujuan diterapkanya value engineering adalah untuk melakukan penghematan biaya tampa merubah fungsi banguan itu sendiri sehingga mutu atau kualitas dari bangunan tersebut tetap terjaga dengan begitu anggaran biaya dapat digunakan secara optimal dan efisien. Dalam tugas akhir ini penerapan rekayasa nilai atau Value engineering di terapkan pada sub base struktur dan uper strukur,sub base struktur value engineering di terapkan pada pondasi sedangkan uper struktur value engineering diterapkan pada kolom dan balok analisa ini mengunakan tahap-tahap rencana kerja value engineering yakni tahap informasi, tahap kreativitas, tahap anlisa dan tahap proposal. Sedangkan kriteria-kriteria yang dipakai untuk mengevaluasi komponen-komponen / sistem, meliputi aspek biaya, waktu pelaksanaan, kekuatan, efisiensi dan kemudahan pekerjaan. Dari hasil analisa Rekayasa Nilai pada proyek Pembangunan Mall Dinoyo City Malang, dapat diambil beberapa kesimpulan: 1.Pada pekerjaan Sub base struktur dengan mengusulkan alternatif-alternatif penganti dipilih Pondasi strous. Karena dengan mengusulkan alternatif penganti, menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp. 101.785.095,97 dari biaya awal sebesar Rp. 1.051.925.232,23 atau 9,68 % 2. Untuk struktur atas dengan mengusulkan alternatif penganti, yaitu dengan pendimensian pada balok dan kolom menghasilkan penghematan biaya sebesar a. Kolom Rp. 138.805.355,09 dari biaya awal sebesar Rp.921. 713.568,28 atau 15,06 % b. Balok Rp. 216.242.068,01 dari biaya awal sebesar Rp.1.237.917.682,83 atau 17,47%
STUDI PERBAIKAN JALAN TAYAN – SOSOK KABUPATEN SANGGAU MENGGUNAKAN PERKERASAN KAKU ( RIGID PAVEMENT ) Feronika, Wenni; widodo, esti
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

With the increasing demand for transportation, the growth in traffic flow also increased. The road of Tayan - Sosok is the Collector road that connects between the Province and District. As a result of over load that crosses the road, no drainage, and the high rainfall cause the beginning pavement use flexible pavement could no longer withstand the load of vehicle traffic. To overcome this, the road of Tayan - Sosok will be planned using rigid pavement. This thesis aims to review the concrete slab thickness based on the load and the number of commercial vehicles passing above it during the age of the plan. Based on NAASRA, 1987 method, Writer tries to analyze starting from the daily average traffic data, the traffic growth and the type of commercial vehicle with the number, load, and the configuration of the axis of the commercial vehicle that will pass the lane of plan. Planning is based on the total fatigue (the time of fatigue of concrete slab/plate due to repeated load) close to or equal to 100%. After analysis using planning graph for STRT, STRG, and SGRG from NAASRA, 1987, it is known the thickness of pavement that is ideal for this rigid pavement is 180 mm with dowel planned, with the hope can easily fix it if one day there is damage in a point on the lane plan due to overload. This review intends to apply the knowledge that the author get in the college. Keywords: Road Improvement, Rigid Pavement ABSTRAK Dengan meningkatnya kebutuhan akan sarana transportasi maka pertumbuhan arus lalu-lintas juga mengalami peningkatan. Pada jalan raya Tayan – Sosok ini merupakan jalan Kolektor yang menghubungkan antara Provinsi dan Kabupaten. Akibat dari besarnya beban yang melintasi jalan tersebut, tidak adanya drainase, dan curah hujannya tinggi sehingga mengakibatkan perkerasan yang semula memakai perkerasan lentur sudah tidak sanggup lagi menahan beban lalu-lintas kendaraan. Untuk mengatasi hal ini maka jalan Tayan – Sosok tersebut akan direncanakan menggunakan perkerasan kaku. Tugas akhir ini bertujuan untuk meninjau tebal pelat beton berdasarkan beban dan jumlah kendaraan niaga yang melintas diatasnya selama usia rencana. Berdasarkan Metoda NAASRA, 1987 Penulis mencoba menganalisa mulai dari data lalu-lintas harian rata-rata, pertumbuhan lalu-lintas, dan jenis kendaraan niaga beserta jumlah, beban, dan kongfigurasi sumbu dari kendraan niaga yang akan melewati lajur rencana. Perencanaan didasarkan pada total fatigue ( masa kelelahan pelat beton akibat beban berulang) mendekati atau sama dengan 100 %. Setelah dilakukan analisa dengan menggunakan grafik perencanaan untuk STRT,STRG, dan SGRG dari NAASRA,1987, maka diketahui tebal perkerasan yang ideal untuk perkerasan kaku ini yaitu 180 mm yang direncanakan dengan dowel, dengan harapan dapat dengan mudah memperbaikinya apabila suatu saat terjadi kerusakan di suatu titik pada lajur rencana akibat kebihan muatan. Tinjauan ini bermaksud untuk menerapkan ilmu yang penulis dapat di bangku perkuliahan. Kata kunci : Perbaikan Jalan, Perkerasan Kaku.
RANCANG BANGUN PABRIK GAS HIDROGEN MENGGUNAKAN SISTEM PSA DARI CANGKANG KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS 949 TON/TAHUN DENGAN ALAT UTAMA SCRUBBER Nasrun, David; Abrina Anggraini, Sinar Perbawani; Iskandar, Taufik
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem we face today is the limitation of Fossil Fuels that we use as an energy source. Increased demand for energy and depletion of world oil reserves put pressure on every citizen of the world to use renewable energy. The government has issued a regulation of the president of the Republic of Indonesia number 5 of 2005 on national energy policy to develop alternative energy as a substitute for fuel oil. Hydrogen is the most abundant element on earth but in many H2 gas compounds it is rarely available in nature. The largest utilization of hydrogen is for the production of ammonia as a raw material for urea fertilizer. It is also used to reduce metal in steel industry, Planning the establishment of hydrogen gas purification plant with PSA system is in the form of Home Industry with medium scale. This design will be established in West Kalimantan. To assist in the implementation of plant processes and operations, there is a need for auxiliary units that provide and distribute plant needs such as water and electricity. Water supply for factory needs is obtained from PDAM. Process water used for scrubbers, cooling water used for coolers, and sanitary water for office, canteen, mosque and others. Based on the selection of plant layout process and other considerations, the Pre Design of Hydrogen Plant from Palm Oil Shells with a capacity of 949 tons / year is planned to be built in Sanggau Regency, Pontianak, West Kalimantan in 2018 with a capacity of 949 tons / year. Based on economic analysis, the hydrogen plant is feasible to be established in terms of the following economic aspects: ROIat (%): 47.37%, POT (Year): 15 Months, BEP (%): 33.3%, IRR (%): 41 , 4% Then it can be concluded that Pre Design Hydrogen Plant Build from Palm Oil Shells with a capacity of 949 tons / year worthy to be established. Keywords: Energy, Hydrogen, Scrubber ABSTRAK Permasalahan yang kita hadapi saat ini adalah keterbatasan akan Bahan Bakar Fosil yang kita gunakan sebagai sumber energy. Peningkatan permintaan akan energy dan menipisnya sumber cadangan minyak dunia memberikan tekanan kepada setiap penduduk dunia untuk menggunakan energy terbaharukan. Pemerintah telah menerbitkan peraturan presiden republik Indonesia nomor 5 tahun 2005 tentang kebijakan energy nasional untuk mengembangkan energy alternative sebagai pengganti bahan bakar minyak. Hydrogen merupakan unsur yang paling melimpah dibumi namun dalam banyak senyawa gas H2 sangat jarang tersedia di alam. Pemanfaatan hydrogen terbesar yaitu untuk produksi ammonia sebagai bahan baku pupuk urea. Selain itu juga digunakan untuk mereduksi logam pada industry baja, Perencanaan pendirian pabrik pemurnian gas hydrogen dengan system PSA ini berbentuk Home Industry dengan skala sedang. Rancang bangun ini akan didirikan di Kalimantan Barat. Untuk membantu pelaksanaan proses dan operasi pabrik, diperlukan adanya unit pembantu yang menyediakan dan mendistribusikan kebutuhan pabrik seperti air dan listrik. Persediaan air untuk kebutuhan pabrik di peroleh dari PDAM. Air proses yang digunakan untuk scrubber, air pendingin yang digunakan untuk cooler, dan air sanitasi untuk kebutuhan kantor, kantin, masjid dan lain-lain. Berdasarkan seleksi proses pembuatan tata letak pabrik serta pertimbangan lainnya, maka Pra Rancang Bangun Pabrik Hidrogen dari Cangkang Kelapa sawit dengan kapasitas 949 ton/tahun ini direncanakan di bangun di Kabupaten Sanggau, Pontianak Kalimantan Barat pada tahun 2018 dengan kapasitas 949 ton/tahun. Berdasarkan analisa ekonomi, pabrik hidrogen ini layak untuk didirikan dilihat dari aspek ekonomi berikut: ROIat (%) : 47,37%, POT (Tahun): 15 Bulan, BEP (%) : 33,3%, IRR (%) : 41,4% Maka dapat disimpulkan bahwa Pra Rancang Bangun Pabrik Hidrogen dari Cangkang Kelapa Sawit dengan kapasitas 949 ton/tahun layak didirikan. Kata Kunci : Energi, Hidrogen, Scrubber
Pra Rancang Bangun Bioetanol dari Nira Aren dengan Kapasitas 1.438.269 Liter/Tahun Menggunakan Alat Utama Kolom Destilasi Mbaru, Maria Erenta; Anggraini, S.P. Abrina; Iskandar, Taufik
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.564 KB)

Abstract

ABSTRAK Bio-ethanol adalah salah satu biofuel yang hadir sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dan terbarukan. Bahan bakar alternatif yang diolah dari tanaman yang memiliki keunggulan karena mampu mengurangi emisi CO2 hingga 18% dibandingkan dengan emisi bahan bakar lainnya, seperti minyak tanah. Bio-etanol dapat diproduksi dari berbagai macam gula, tepung (karbohidrat), atau berserat seperti singkong, tebu, ubi jalar, jagung, ganyong (Canna eduliskerr) dll. Bahan-bahan manis yang digunakan untuk memproduksi bio-ethanol adalah nira sawit, hal ini dapat dilihat dari ketersediaan bahan baku dan tidak perlu proses pendahuluan karena bentuk senyawa karbohidrat yang siap diubah oleh mikroba, sehingga sawit nira bisa difermentasi secara langsung. Pra-desain bio-etanol nira sawit ke kapasitas 1.438.269 liter / tahun dengan menggunakan perangkat utama koleksi distilasi dengan menggunakan proses fermentasi Anaerobe. Lokasi perusahaan direncanakan untuk dibangun di desa Trente, Kecamatan Candimulyo, rumah bupati Magelang - Jawa Tengah. Bentuk perusahaan adalah Perseroan Terbatas (PT). Berdasarkan analisis ekonomi, Pabrik Bio-etanol nira sawit layak untuk dibangun dengan penilaian investasi sebagai berikut: Total Modal Investasi (TCI): Rp. 14.990.743.048; Return Of Investment (ROI) sebelum dan sesudah pajak 35,51% dan 31,96%; Pay Out Time (POT) 2,9 tahun; Break Even Point (BEP): 34,8%; Tingkat Pengembalian Internal (IRR): 58,24% Kata-kata kunci : bioetanol, proses anaerob, nira kelapa ABSTRACT Bio-ethanol is one of biofuel that comes as an alternative fuel which is more become an eco-friendly and its renewable. An alternative fuel that processed from plant that have an advantage of being able to reduce CO2 emission until 18% compared to others fuel emissions, such as kerosene. Bio-ethanol can be produced from a large variety of sugars, starchy (carbohydrates), or fibrous such as cassava, sugar cane, sweet potato, corn, ganyong (Canna eduliskerr) etc. the sugary ingredients used to produced bio-ethanol are palm nira, it can be seen from the availability of raw materials and it does not need a preliminary process because of the form of the carbohydrates compounds are ready to be changed by microbes, so the palm nira can be fermented directly. Pre-design of bio-ethanol of palm nira to a capacity of 1.438.269 liter/years by using main devices of distillations collections by using Anaerobe fermentation process. The company’s location is planned to build in village Trente, Subdistrict Candimulyo, regent house Magelang – Central Java. The form of the company is a Limited Liability Company (PT). Based on economic analysis, Bio-ethanol palm nira Factory is proper to build with investment assessment as follows: Total Capital Investment (TCI) : Rp. 14.990.743.048; Return Of Investment (ROI) before and after tax 35,51 % and 31,96 %; Pay Out Time (POT) 2,9 years; Break Even Point (BEP): 34,8 %; Internal Rate Of Return (IRR) : 58,24 % Keywords: bio-ethanol, anaerobe process, palm nira
STUDI PERENCANAAN SALURAN TERSIER DENGAN TINJAUAN KECEPATAN MINIMUM ALIRAN DI DAERAH IRIGASI KEDUNG BRUBUS KECAMATAN PILANGKENCENG, KABUPATEN MADIUN Ketmoen, Dominikus
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"Study Planning Tertiary Irrigation Network With observation Minimum Flow Speed of area Irrigation Kedung Brubus sub-district Pilangkenceng districts madiun” is motivated by not yet the physical realization of tertiary network, so the agricultural land in the village of Bulu and Kenongo rejo can not be used optimally in its management. a location jobs irrigation network at bulu village with an area ± 180 ha of agricultural land and village Kenongo rejo ± 35 ha of agricultural land,sub-district Pilangkenceng districts madiun. Review which used in the tertiary network planning is the minimum flow velocity i.e. the minimum speed which allowable so that no sediment deposition and growth of aquatic plants. This will facilitate maintenance work tertiary irrigation network and water distribution rice field terraces can be administered optimally. Basic theory used in the planning of the irrigation network by collecting the reference book about planning irrigation and arrange according to handbook of irrigation planning criteria 01-05 and other irrigation handbook on how to plan a good cross section of the channel shape efficient. Keyword : Tertiary Irrigation, Minimum Speed of flow, sediment, Optimal ABSTRAK Studi Perencanaan Jaringan Irigasi Tersier Dengan Tinjauan Kecepatan Minimum Aliran Di Daerah Irigasi Kedung Brubus Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun” ini dilatar belakangi oleh belum terealisasikannya fisik jaringan tersier, sehingga lahan-lahan pertanian di wilayah Desa Bulu dan Kenongo Rejo belum dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pengelolaannya. Lokasi pekerjaan jaringan tersier adalah di Desa Bulu dengan luas lahan pertanian ± 180 Ha dan Desa Kenongo Rejo dengan luas lahan pertanian ± 35 Ha, Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Tinjauan yang digunakan dalam perencanaan jaringan tersier ini adalah kecepatan minimum aliran yaitu kecepatan minimum aliran yang diijinkan sehingga tidak terjadi pengendapan sedimen dan pertumbuhan tanaman air. Hal ini tentunya akan mempermudah pemiliharaan jaringan irigasi tersier serta pembagian air kepetak-petak sawah dapat diberikan secara optimal. Dasar teori yang digunakan dalam perencanaan jaringan irigasi ini adalah dengan cara mengumpulkan buku-buku pedoman mengenai perencanaan irigasi dan penyusunannya mengacu kepada buku pedoman kriteria perencanaan irigasi 01–05 serta buku pedoman irigasi yang lain mengenai bagaimana cara yang baik untuk merencanakan suatu bentuk penampang saluran yang efisien Kata kunci : Jaringan Irigasi Tersier, Kecepatan Minimum aliran, Sedimen, Optimal
STUDI PENENTUAN FAKTOR KEAMANAN STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN METODE FELLINIUS DAN BISHOP PADA DINDING PENAHAN BATU KALI DI JL. RAYA BEJI PUSKESMAS KOTA BATU Mau, Jefrianus; Rasidi, Nawir; Hanggara, Ikrar
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landslides are frequent disasters in the region of Batu, the intensity of heavy rainfall causing unstable slope conditions so that occurrence of landslides in the area of Jl. Raya Beji Puskesmas Kota Batu. The purpose of this study was to determine the safety factor of the smallest on the slope. Slope stability analysis is done using methods Fellinius and Bishop are in the process of the analyst performed using manual calculation table. From the analysis Fellinius methods produce FK = 0.41, FK = 0.30, FK = 0.34 and for the results of the analysis Bishop methods generate FK = 0.34, FK = 0.32, FK = 0.09 show slopes in the location of the landslide-prone state where FK

Page 7 of 16 | Total Record : 160