cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia
ISSN : -     EISSN : 2548771X     DOI : -
Focus and Scope of this journal are : Chemical Engineering including : bioenergy processing, environmental engineering, natural resource management, Heat and Mass Transfer, Chemical Reaction, Analytical Chemistry, Biochemistry, Designing tools and chemical processes, Chemical industry process, Computing and modeling (simulation) process, Particle and nano technology, membrane technology, esessential oil technology, and phytopharmaca, etc. Civil Engineering including : technology of construction materials, transportation system, environmental layout, concrete and wood structures, steel construction, bridge and dam construction, management of water resources and Hydrology, earthquake engineering, sanitation systems and urban drainage. eUREKA is published twice a year on Juni and December by Engineering Faculty of Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
Arjuna Subject : -
Articles 160 Documents
Comparative Study Of Wall Mapping Plan Using Gravitation and Kantilever in The Mulyorejo River Ngantang District of Malang Hoto, Wilibaldus; Suhudi, Suhudi; Arifianto, Andy Kristafi
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The retaining wall is a major component of the main building structure for highways and other environmental buildings related to contoured soils or soils of different elevations. Briefly the retaining wall is a wall built to hold the mass of the ground above the structure or building that is created. There are several types of retaining wall which are often used in building construction such as gravity retaining wall, cantilever retaining wall, counter contrast wall, and butter retaining wall, which is used in this research is gravity and cantilever type retaining wall by using stone pairs. The purpose of this study is to compare the time and cost required. Dimensions of the gravity-type retaining wall with a length of (b) 29 meters and height (h) = 9 meters, the upper width (B1) = 0.50 meters, bottom width (B2) = 2.50 meters, 60 days required time, and Planned cost Rp. 482.887.930. Dimensions of cantilever type wall with length (b) 29 meters and height (h) = 9 meters, upper width (B1) = 0.40 meters, bottom width (B2) = 2.50 meters, 72 days required, and Planned cost Rp. 405.801.38. Keywords: comparison ; retaining wall ; gravity and cantilever.
STUDI PERENCANAAN GEOMETRIK SIMPANG TIGA JALAN MT. HARYONO - JALAN GAJAYANA KOTA MALANG SETO, MOSES RIKARDUS WEO; Widodo, Esti; Arifianto, Andi Kristafi
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Junction walke MT Haryono-Jalan Gajayana is connective intersection of Unlucky Sub-Province and this Town Stone intersection also represent one of the road; street go to Unlucky downtown and Stone downtown. This Junction connect some college, some big shopping centre and school in unlucky town. Therefore hence activity of traffic in junction walke MT Haryono-Jalan Gajayana pertained high and often happened jam of lalulintas in this intersection. This research is done/conducted to know service storey; level and planning of geometrik in junction walke Unlucky MT Haryono-Jalan Gajayan Town. Research done/conducted to overcome the problem of jam which often happened the the intersection and also can be used by recommendation as able to be utilized strategically for the decision making of planning and also operational later on day. From result of got by survey is clock culminate volume of traffic happened at 00:90 until clock 10:00 with volume of lalulintas 9619 smp/clock result and got by capacities walke 1952,802 smp/clock, vehicle average speed 98,432 m/second, degree of saturation 4,93 smp/clock with storey; level service of class road;street of D, that is condition of lalulintas which [do] not stabill with volume of traffic high and speed still [in] tolerating and influence with speed of vehicle 60 km/clock and volume of lalulintas tired 85%. Keyword: Geometrik Junction, Traffic, Storey; Level Service. ABSTRAK Simpang tiga jalan MT Haryono-jalan Gajayana adalah persimpangan yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kota Batu persimpangan ini juga merupakan salah satu jalan menuju pusat Kota Malang dan pusat Kota Batu. Simpang tiga ini menghubungkan beberapa perguruan tinggi, beberapa sekolah dan pusat perbelanjaan besar di kota malang. Oleh karena itumaka kegiatan lalu lintas di simpang tiga jalan MT Haryono-jalan Gajayana tergolong tinggi dan sering terjadi kemacetan lalu lintas di persimpangan ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pelayanan dan perencanaan geometrik di simpang tiga jalan MT Haryono-jalan GajayanKota Malang. Penelitian dilakukan untuk menanggulangi masalah kemacetan yang sering terjadi persimpangan tersebut dan selaligus bisa digunakan segagai rekomendasi yang dapat dipergunakan secara strategis untuk pengambilan keputusan operasional maupun perencanaan di kemudian hari. Dari hasil suvey yang didapat jam puncak volume lalulintas terjadi pada jam 00:90 sampai jam 10:00 dengan volume lalulintas 9619 smp/jam dan hasil alalisa didapatkan kapasitas jalan 1952,802 smp/jam, kecepatan rata-rata kendaraan 98,432 m/det, derajat kejenuhan 4,93 smp/jam dengan tingkat pelayanan jalan kelas D, yaitu kondisi lalulintas yang tidak stabill dengan volume lalulintas tinggi dan kecepatan masih di tolerir dan sangat perpengaruh dengan kecepatan kendaraan 60 km/jam dan volume lalulintas mencapai 85%. Kata kunci : Geometrik Simpang Tiga, Lalulintas, Tingkat Pelayanan.
RANCANG BANGUN ASAP CAIR DARI TONGKOL JAGUNG MENGGUNAKAN PROSES PYROLYSIS Sansaka, Fajar Hary; Abrina Anggraini, Sinar Perbawani; Iskandar, Taufik
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liquid smoke obtained by burning dry biomass with high temperatures and little air (pyrolysis). Liquid smoke from corn cobs able to turn waste into food preservatives plantation substitute hazardous chemicals namely formaldehyde. fuel conversion efficiency is quite good, the energy density (energy content per unit volume) is quite high, and the ease of storage and distribution. Liquid smoke is used as a substitute for eating preservative chemicals or formaldehyde with a simple and inexpensive technology. Smoke-making process begins with the drying process, the enumeration process, the pyrolysis process and the process of purification, then after the final purification of smoke packed and marketed. Design of liquid smoke is expected to be in production with: 100 tons / year, while operating 300 days / year, 24 hours per day, divided into 3 shifts. Industrial locations will be built in the village Dadaprejo, District Junrejo, Batu, East Java. Form of industry is a Limited Liability Company (PT). Judging from the calculation of economic analysis to the design of liquid smoke, the obtained data is as follows: Total Capital Investment (TCI): Rp 2,171,285,991.14; Return Of Investment (ROIat): 34.06%; Play Out Time (POT) : 2.33 years. Break Even Point (BEP): 32.34%.; Shut Down Point (SDP): 4.83 tons / year; Internal Rate Of Return (IRR): 33.77%. It can be concluded that the design and construction of liquid smoke corn cob with fast pyrolysis process capacity of 100 tons / year worth to set up. Keywords: corn cobs, liquid smoke, and fast pyrolisis ABSTRAK Asap cair diperoleh dengan membakar biomassa kering dengan suhu tinggi dan sedikit udara (pirolisis). Asap cair dari tongkol jagung mampu mengubah limbah perkebunan menjadi pengawet makanan penganti bahan kimia berbahaya yaitu formalin. bahan bakar dengan efisiensi konversi cukup baik, densitas energi (kandungan energi per satuan volume) cukup tinggi, serta kemudahan dalam hal penyimpanan dan pendistribusian. Asap cair ini digunakan sebagai bahan pengawet makan penganti bahan kimia atau formalin dengan teknologi yang sederhana dan murah. Proses pembuatan asap diawali dengan proses pengeringan, proses pencacahan , proses pirolisis dan proses pemurnian, kemudian setelah pemurnian asap dikemas dan terakhir dipasarkan. Rancang bangun asap cair ini diharapkan dapat berproduksi dengan: 100 ton/tahun, waktu operasi 300 hari/tahun, 24 jam per hari , terbagi menjadi 3 shift. Lokasi Industri akan dibangun di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Bentuk industri adalah Perseroan Terbatas (P T). Ditinjau dari perhitungan analisa ekonomi terhadap rancang bangun asap cair ini, maka diperoleh data sebagai berikut: Total Capital Invesment (TCI): Rp 2.171.285.991,14 ; Return Of Invesment (ROIat): 34,06 %; Play Out Time (POT): 2,33 tahun. Break Even Point (BEP): 32,34 %.; Shut Down Point (SDP): 4,83 ton/tahun; Internal Rate Of Return (IRR): 33,77%. Maka dapat disimpulkan bahwa rancang bangun asap cair dari tongkol jagung dengan proses fast pyrolysis kapasitas 100 ton/tahun layak untuk didirikan. Kata kunci: tongkol jagung, asap cair , dan fast pyrolisis
ANALISA KAPASITAS TINGKAT PELAYANAN LALU LINTAS TANPA SINYAL PADA PERSIMPANGAN JALAN GALUNGGUNG – JALAN TERUSAN SURABAYA, MALANG JAWA TIMUR De Jesus, Agusto; Rahma, Pamela Dinar
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang is the second major city after the city of Surabaya in East Java with tourist potential and its economy is growing. The activities such as malls, markets, parks, campuses, tourist areas, office activities and other activities are factors that make this street has a solid activity that led to the problem - the problem of transportation one bottleneck that resulted in road capacity has declined, survey or research used methods of data retrieval with Manual method Counter at Jalan Galunggung Canal road Surabaya Lowokwaru District Malang for the purpose of calculating the value of the traffic volume, speed, capacity and level of service is to conduct a survey for 14 days (2 weeks) (starting at 6:00 pm - 22:00 pm) and the data obtained from the survey of traffic volume, vehicle speed and road geometric data were then analyzed using the Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI) 1997. Based on the analysis, peak hour volume on Jalan Surabaya Galunggung Canal road 2832 smp / hours, a capacity of 3140, 7 and level of service (LOS) is E. Keywords: capacity, degree of saturation and analysis service levels
Kajian Kadar Air Tempurung Kelapa Terhadap Kualitas Keasaman Produksi Asap Cair Fikri, Muhammad; Anggraini, S.P. Abrina; Fitri, Ayu Chandra Kartika
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.056 KB)

Abstract

ABSTRAK Asap cair adalah larutan hasil kondensasi dari pembakaran bahan baku yang mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin serta senyawa karbon lainnya. Proses Pirolisis adalah proses pemanasan suatu zat tanpa adanya oksigen sehingga terjadi penguraian komponen-komponen penyusun kayu keras. Tempurung kelapa adalah inti buah dan terletak di bagian sebelah dalam sabut dengan ketebalan berkisar 3-6 mm. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi asap cair dari Tempurung Kelapa dengan menggunakan Variabel yang berbeda-beda yaitu dengan lama waktu penjemuran bahan baku 0 hari 1, hari 2, hari dan 3 hari. penelitian ini dilakukan dengan eksperimen melalui proses pirolisis hingga proses redestilasi dan kolom filtrasi. Parameter yang diukur meliputi: kadar air, rendemen, pH dan keasaman. Hasil asap cair grade 3 dan grade 1 dianalisa dengan GC-MS . Hasil penelitian ini adalah lama waktu penjemuran yang optimal selama 3 hari, dengan kadar air 1,96%, konsentrasi keasaman 6,25%, dan nilai pH 1,9. Sedangkan besarnya rendemen 35,8% pada 0 hari. Kata kunci : asap cair; pirolisis; tempurung kelapa. ABSTRACT Liquid smoke is condensation result of condensation of combustion of pregnant raw material of cellulose, lignine and hemiselulosa and also other carbon compound. Process of Pirolisis is warm-up process a[n Iihat vitamin without existence of oxygen so that happened decomposition of components compiler of hardwood. Coconut shell of coconut is the core of fruit and located in shares side in coir thickly gyrate 3-6 mm. Target of this Research is to identify liquid smoke of Shell of coconut Coconut by using Variable which different each other that is with raw material drier time depth 0 day hari,2 hari,1 and 3 day. this research is conducted with experiment through process of pirolisis till process column and redestilasi of filtrasi. measured parameter cover: water rate, rendemen, acidity and pH. Result of liquid smoke of grade 3 and grade 1 analysed with GC-MS . Result of this research is optimal drier time depth during 3 day, with rate irrigate 1,96%, acidity concentration 6,25%, and value of pH 1,9. While level of rendemen 35,8% at 0 day. keyword : liquid smoke; pirolisis; coconut shell of coconut.
Perencanaan Tebal Lapisan Tambahan (Overlay) Pada Ruas Jalan Wagir Wonosari Pakisaji Kabupaten Malang (Sta.0+000 – Sta.0+700) Silva, Umbu Bernard da; Arifianto, Andy Kristafi; Rahma, Pamela Dinar
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkerasan jalan adalah suatu sistem yang terdiri dari beberapa lapis material yang diletakkan pada tanah-dasar (subgrade). konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement) terdiri dari empat lapisan yaitu lapisan permukaan (surface course), lapisan pondasi atas (base course), Lapisan pondasi bawah (subbase course), lapisan tanah dasar (subgrade). tujuan utama dari dibangunnya perkerasan adalah untuk memberikan permukaan yang rata dengan kekesatan tertentu, dengan umur layanan cukup panjang, serta pemeliharaan yang minimum. untuk kelancaran tersebut maka dilakukan perkerasan. Perkerasan jalan ini sepanjang 700 m dengan lebar rata-rata 5 m. dalam penelitian ini penulis membahas proses perencanaan perhitungan tebal lapisan tambahan (overlay) dengan menggunakan metode analisa komponen dari dinas Pekerjaan Umum, berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh susunan tebal lapisan tambahan (overlay) terdiri dari pondasi bawah (SubBase) tebal 20 cm, pondasi atas (Base Course) tebal 10 cm, lapisan lama permukaan (Surface) 5 cm. dan diperoleh bahwa lapisan permukaan tambahan (overlay) setebal 6 cm jenis Aspal macadam dengan umur rencana 10 tahun dan tingkat pertumbuhan lalu lintas diperoleh sebesar 1,5 % per tahun. Kata kunci ; jalan ; lapis tambah ; biaya siklus hidup. ABSTRACT Roughness of the road is a system composed of several layers of material that is placed on the land-base (subgrade). construction of elastic roughness (flexible pavement) consists of four layers, namely the surface layer (surface course), the upper layers of the foundation (base course), a layer of foundation bottom (subbase course), the basic soil layer (subgrade). the main objective of the building of roughness is to provide a flat surface with skid resistance, with fairly long service lifespan, as well as minimum maintenance. to smooth the roughness is done. this road roughness along 700 m with an average width of 7 m in this study the author discusses the planning process calculation of thick layer (overlay) by using a method of analysis of the components of the Department of public works, based on the results of the calculation, obtained the order of thick layer (overlay) consists of the SubBase 20 cm thick, Base Course 10 cm thick, long layer surface (Surface) 5 cm. And obtained that the surface layer (overlay) approx 6 cm type of asphalt macadam with age plan 10 year and the growth rate of traffic gained 1,5 % per year Keywords ; Road ; Overlay; Life Cycle Cost.
STUDI PERENCANAAN TEBAL LAPISAN PERKERASAN TAMBAHAN (OVERLAY) PADA RUAS JALAN MOTAHARE-RAILACO (STA.32+500–STA.37 +500) TIMOR LESTE Maia, Amadeu Espirito Santo; Widodo, Esti; Arifianto, Andi Kristafi
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan kehidupan masyarakat terutama dalam sektor perekonomian dan perindustrian yang ada di kecamatan Railaco.Perencanaan tebal perkerasan merupakan dasar dalam menentukan tingkat pelayanan sebuah jalan baik perencanaan menggunakan bahan pengikat semen maupun bahan pengikat aspal. Yang dimaksud dengan konstruksi perkersan jalan adalah lapisan suatu bahan yang diletakkan diatas tanah dasar pada jalur jalan rencana. Pada pekerjaan perencanaan jalan raya, saluran irigasi, disebutkan bentuk profil atau tampang pada arah untuk perencanaan kemiringan suatu proyek, maupun hitungan volume galian atau timbunan tanah.Data-Data Perencanaan, data topografi, dan data spesifik. Adapun kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisa perhitungan pada setiap segmen yang telah penulis lakukan, dapat diperoleh beberapa kesimpulan sabagai berikut. 1. Pada jalan Motahare Railaco dengan panjang 5 km untuk perencanaan tebal lapisan tambahan (Overlay) dengan maenggunakan Metode Lendutan dapat diperoleh susunan tebal lapisan tambahan terdiri dari pondasi bawah (sub Mase) tebal 2 cm dengan agregat kelas B, podasi atas (Base Course) tebal 20 cm dengan agregat kelas A, Lapisan permukaan (surface) 5 cm Laston dan mampu melayani beban selama umur 10 tahun. 2. Indeks permukaan pada akhir umur rencana dapat ditentukan berdasarkan LER 6,0531 maka itu termasuk Klasifikasi jalan arteri yang menghubungkan ibu kota kabupaten Ermera dengan Ibu kota Negara. 3. Lintas ekivalen rencana adalah 6,0531 maka jalan Motahare Railaco termasuk klasifikasi jalan Arteri ( Jalan Nasional).
Uji Kelayakan Kualitas Pasir Namaweka dan Pasir Apung Waikomo Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Beton Bala, Yosep; Karjanto, Adjib; Rasidi, Nawir
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Agregat gunung Namawek dan pasir apung Waikomo menjadi komoditas penting di kabupaten Lembata yaitu sebagai bahan bangunan.Agregat harus memenuhi berbagai syarat teknis, namun sebagai bahan alam kualitas agregat Namaweka dan pasir apung Waikomo jelas banyak dipengaruhi oleh keadaan tempat dan lingkungan pengambilannya.Penelitian dilakukan dilaboratorium dengan menggunakan selinder beton 15 x 30 cm untuk mengetahui kuat tekan beton dan kuat tarik beton. Dimana untuk kuat tekan beton dibuat 9 buah benda uji dan kuat tarik beton 5 buah benda uji untuk masing – masing jenis material (pasir gunung Namaweka dan psir apung Waikomo) 1 Semen : 2,372 Kerikil : 1,178 Pasir. Uji pendahuluan terhadap aggregate halus dari pasir gunung Namaweka dan psir apung Waikomo menunjukan bahwa, untuk kandungan pasir gunung Namaweka air adalah 0.35%, kandungan lumpur 4,34%, JPK atau SSD 2,60 kg/cm2 , sedangkan untuk kandungan air pasir apung Waikomo adalah 0,14%, kandungan lumpur 16,18 % penyerapan 6,44%, JPK atau SSD 1,37 kg/cm2. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik dengan mesin Los Angelos pada umur 7 hari dikonversi ke 28 hari untuk pasir gunung Nmaweka sebesar 177,33 kg/cm2, sedangkan untuk pasir apung Waikomo sebesar 57,779 kg/cm2. Untuk kuat tarik pasir gunung Namaweka sebesar 54,848 kg/cm2 dan pasir apung Waikomo sebesar 19,446 kg/cm2. Kata Kunci : kualiats agregat; kuat tekan beton; kuat tarik beton; namaweka; waikomo. ABSTRACT Aggregate Namawek Mountain and Waikomo quicksand become an important commodity in Lembata district is as a building material. Aggregate must meet various technical requirements, but as a natural ingredient aggregate Namaweka and Waikomo quicksand quality obviously heavily influenced by the state of the place and the environment were taken. The study was conducted in laboratory using a concrete cylinder 15 cm x 30 cm to determine the concrete compressive strength and tensile strength of concrete. Wheres the strength of concrete made 9 specimens and tensile strength of concrete 5 specimens for each - each type’s of material (Namaweka sand mountains and Waikomo quicksand) 1 Cement: 2.372 Gravel: 1,178 Sand.Testing a fine aggregate of sand mountains Namaweka andWaikomo quicksand shows that, for the water content of the sand mountain Namaweka is 0,35%, silt content of 4.34%, JPK or SSD 2.60 kg/cm2, while for the water contentWaikomo quicksand was 0.14%, was 16.18% silt content absorption was 6.44%, JPK or SSD 1.37 kg/cm2. Testing the compressive strength and tensile strength with engines Los Angelos at the age of 7 days converted to 28 dayssand mountain’s Nmawekawas 177,33 kg/cm2, while for Waikomo quicksand 57,779 kg/cm2. For tensile strength of Namaweka sand mountains 54,848 kg/cm2 and Waikomo quicksand 19,446 kg/ cm2. Keywords : aggregate quality; concrete compressive strength; tensile strength of concrete; namaweka; waikomo.
ANALISIS PENGGUNAAN BEKISTING SECARA BERULANG-ULANG PADA PEKERJAAN LANTAI DAN BALOK PADA GEDUNG BERLANTAI EMPAT (4) DITINJAU DARI SEGI WAKTU DAN BIAYA Deus, Joao Mendonca De; Yurnalisdel, Yurnalisdel; Rasidi, Nawir
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pekerjaan konstruksi beton, ada tiga komponen utama yang harus direncanakan dengan matang karena akan mempengaruhi keberhasilan suatu pekerjaan struktur Ketiga komponen tersebut adalah campuran beton, penulangan beton dan bekisting. Komponen bekisting pada pelaksanaannya juga membutuhkan biaya yang besar. Oleh karena itu perencanaannya harus dipertimbangkan faktor ekonomisnya. Nilai penyusutan pemakaian bekisting pada setiap lantai yaitu : (a) pada lantai pekerjaan pelat lantai 3 dimana penyusutannya adalah sebesar 97,11%, (b) pada pekerjaan bekisting balok penyusutan terjadi pada pekerjaan bekisiting lantai 2 dan lantai 4, dimana penyusutannya masing-masing sebesar 97,45% dan 97,11%. Efisiensi penggunaan bekisting secara berulang-ulang adalah pada pekerjaan pelat lantai sebesar 29,91% dan pada pekerjaan balok sebesar 45,16%.
PERENCANAAN PERKUATAN TEBING PENGAMAN PERUMAHAN DI KELURAHAN PISANG CANDI PADA BANTARAN SUNGAI METRO KOTA MALANG Moi, Kristoforus; Sulistyani, Kiki Frida; suhudi, suhudi
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The retaining wall is a structure built to withstand of ground when there is change in land elevation that exceed atrest angles in the land/ground. The function of building of retaining wall is to hold the land and prevent the danger of sliding. Landslide that occurred in the West Juwet housing caused by the dimension of the retaining wall that is too small so unstable against the safety factor (fs), the value of the safety factor in the review is the safety factor to bearing capacity, shear force and stability against roll style. The purpose of this study was to analyze the cause of the collapse (downfall) of retaining wall and replan the retaining wall had collapsed. The existing retaining wall is not stable to shear force that is 1.49 qa = 105.06 (safe), stability to sliding: 1.64 > 1.5 (safe) and stability to roll: 3.68 > 1.5 (safe ). Keywords: Retaining wall, Sliding (Landslide), Dimension, The stability ABSTRAK Dinding penahan tanah merupakan sebuah struktur yang di bangun untuk menahan tanah ketika terdapat perubahan dalam elevasi tanah yang melampaui sudut atrest dalam tanah.Bangunan dinding penahan tanah (retaining waal) berfungsi untuk menahan tanah serta mencegah dari bahaya kelongsoran. Kelongsoran yang terjadi di perumahan Juwet Barat disebabkan oleh dimensi dinding penahan yang terlalu kecil sehingga tidak stabil terhadap faktor keamanan (fs), nilai faktor keamanan yang di tinjau adalah faktor keamanan terhadap daya dukung tanah, gaya geser dan stabilitas terhadap gaya guling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa penyebab keruntuhan dinding penahan tanah dan merencanakan kembali dinding penahan tanah yang sudah runtuh. Dinding penahan yang ada tidak stabil terhadap gaya geser yaitu 1,49 < 1,5 (tidak aman). Perencanan kembali dinding penahan tanah dengan menggunakan jenis dinding penahan gravitasi dengan sisi belakang tegak karena jenis ini cocok untuk dinding penahan yang tinggi. Dimensi dinding stabil terhadap daya dukung tanah yaitu : 107,73 > qa = 105,06 (aman), stabilitas terhadap geser : 1,64 > 1,5 (aman) dan stabil terhadap guling : 3,68 > 1,5 (aman). Kata Kunci : Dinding penahan tanah, Longsoran, Dimensi, stabilitas dinding

Page 8 of 16 | Total Record : 160