cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 595 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KELURAHAN SISIR KECAMATAN BATU KOTA BATU Liahati Liahati; Dewi Citra Larasati
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.186 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v7i2.1426

Abstract

Abstract: One of the initial requirements to overcome poverty is by identifying the targeted groups and regions  correctly. According to the regulation, one of the PKH strategies is to encourage provincial and district / city governments through their respective Social Service Offices to use PKH as a strategy to reduce poverty in their regions. This research method used a qualitative descriptive with a snowball sampling. From the result it can bee seen that the implementation of PKH to reduce the proverty through four important things, they are communication process, resources, disposition and a good and responsible bureaucratic, a sense of caring, motivating and arousing the awareness of the family program participants in fulfilling their goals and expectations. The factors that influence the implementation of program are the supporting factors that can be seen from the guide support and encouragement to the participants so they become more aware of the importance of technology and a decent life. The inhibiting factors tend to arise because of the lack  response from superiors to the problems faced by PKH participants. Other than that, the PKH participants should be more aware of the importance of technology in order to make the programme implementation easier. Keywords: Policy Implementation, Indonesia Caonditional Cash Transfer Programme (PKH), Poverty Reduction ABSTRAK: Salah satu syarat untuk menanggulangi kemiskinan yaitu dengan cara melakukan identifikasi terhadap kelompok dan wilayah sasaran yang ingin dituju dengan tepat. Sesuai dengan ketentuan, salah satu strategi PKH adalah mendorong pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota melalui Kantor Dinas Sosial masing-masing untuk menggunakan PKH sebagai salah satu strategi untuk menurunkan angka kemiskinan di daerah. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan Snowball Sampling. Hasil penelitian ini Implementasi PKH dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan dapat dilihat dari empat hal yaitu proses komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi yang dilakukan sudah baik dengan adanya tanggungjawab, rasa kepedulian, memberikan motivasi dan menggugah kesadaran peserta program keluarga harapan dalam memenuhi tujuan dan harapan yang diinginkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi program keluarga harapan yaitu adanya faktor pendukung yang dapat dibuktikan dengan adanya tanggungjawab pendamping kepada peserta program keluarga harapan untuk selalu mendorong mereka agar lebih sadar akan pentingnya teknologi dan hidup yang lebih layak. Adapun faktor Penghambat cenderung muncul karena kurangnya tanggapan dari pihak atasan terhadap masalah yang dihadapi oleh peserta PKH. Tidak terlepas juga dari peserta PKH untuk selalu lebih sadar akan pentingnya teknologi, sehingga lebih mempermudah dalam proses pelaksanaan program keluarga harapan.  Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Program Keluarga Harapan (PKH), Penanggulangan Kemiskinan
ANALISIS PENGARUH PEMBANGUNAN POS LINTAS BATAS NEGARA TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT PERBATASAN Fetrushio Finambello TM; Agung Suprojo
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.365 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i2.1721

Abstract

Abstract: This research was conducted with the aim to find out how the influence of the construction of the Cross Border Post on improving the social welfare of border communities in Entikong village, Entikong sub-district, Sanggau district. This research was conducted using quantitative descriptive method. The population of this study is the village of Entikong village with a total of 6,391. using purposive sampling technique with a sample of 100 people. Collecting techniques by using observation, questionnaires and documentation. The technique of analyzing data is simple linear regression test and simple linear correlation test, the research instrument is tested by validity test and reliability test. Based on the results of research from simple linear regression test obtained 59.7% of the coefficient value of 0.597 which shows that the construction of Cross Border Post positively affects the social welfare of the community, and based on simple linear correlation test results obtained 58.1% of the value of the Pearson correlation amounting to 0.581, which means the construction of the Cross Border Post has a relationship to improving social welfare in the border community.Keywords: Construction of Cross Border Post, Social Welfare, Border SocietyAbstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembangunan Pos Lintas Batas Negara terhadap peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat perbatasan di desa Entikong kecamatan Entikong kabupaten Sanggau. Penelitian ini  dilakukan dengan metode deskriftif kuantitatif. Populasi penelitian ini desa masyarakat desa Entikong dengan sejumlah 6.391. menggunakan teknik sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 100 orang. Teknik mengumpulan dengan cara menggunakan observasi, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisa data uji regresi linear sederhana dan  uji korelasi linear sederhana, instrument penelitian di uji dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Berdasarkan hasil penelitian dari uji regresi linear sederhana diperoleh 59,7% dari  nilai koefisien sebesar 0,597 yang menunjukan bahwa pembangunan Pos Lintas Batas Negara berpengaruh positif terhadap kesejahteraan sosial masyarakat, dan berdasarkan uji korelasi linier sederhana diperoleh hasil 58,1% dari nilai bahwa pearson correlation sebesar 0,581 yang berarti pembangunan Pos Lintas Batas Negara memiliki hubungan terhadap peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat diperbatasan.Kata Kunci : Pembangunan Pos Lintas Batas Negara, Kesejahteraan Sosial,   Masyarakat Perbatasan
TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PEMERINTAH DALAM MEWUJUDKAN PELAYANAN PRIMA Maryeta Ernesta Ndiki
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.123 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i1.217

Abstract

Abstract: Transpararency and accountabilities are the part of pricinciples in actualizing the good governance. The badness of public service quality caused of service-supply is not transparent and accountable yet in supplying the public service. One of service which is given by government is the service in permission side. Eventough, in Batu city also give the permission-service, such as: Permission in buildingsupply (IMB) which is arranged in PERDA No. 4 year 2011. So, this research purposed to know and describe about the transparency, accountabilities and problems in processing the IMB in Batu city. The writer used the qualitative method of research. The data source was from the primary and secondary data. The data collecting used observation, interview and documentation. The choosen respondent used snowball sampling. Analysis and Reduction, Presentation and Result-taking. The data validation used triangulation technique. The result of the research mentioned that the permission-service done by Badan Penanaman Modal (BPM) Batu city has been transparent but there was not the accountabilities yet. The problem were the minus of operational items. The number of workers which was not quote yet. Also it was not sufficient with the room preserved. There was still the discrimination in service and the minus of the person who process the IMB. So that, the service could not actualize the service excellent. Keywords: Transparency, Accountability, Service Excellence Abstrak: Transparansi dan akuntabilitas merupakan bagian dari prinsip dalam mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance). Buruknya kinerja pelayanan publik selama ini antara lain disebabkan oleh penyelenggara pelayanan yang belum transparan dan akuntabel dalam setiap penyelenggaraan pelayanan publik. Salah satu pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat yaitu pelayanan dibidang perijinan. Tidak terkecuali Kota Batu yang juga memberikan pelayanan perijinan diantaranya yaitu pelayanan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diatur dalam PERDA No. 4 Tahun 2011. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, dan mendeskripsikan transparansi, akuntabilitas dan hambatan yang ada dalam pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kota Batu. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder. Pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Penentuan responden yaitu snowball sampling. Analisis dengan Reduksi, Penyajian dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil dalam penelitian, pelayanan perijinan yang diberikan oleh Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Batu sudah transparan, namun belum diikuti dengan akuntabilitasnya. Sedangkan untuk hambatan yang ada diantaranya, sarana operasional belum memadai, jumlah pegawai yang ada tidak sesuai dengan beban kerja dan ruangan yang tersedia, masih ada diskriminasi dalam pelayanan, dan kurangnya partisipasi masyarakat untuk mengurus IMB. Sehingga pelayanan yang ada belum dapat mewujudkan pelayanan prima. Kata Kunci: Transparansi, Akuntabilitas, Pelayanan Prima PENDAHULUAN
DISIPLIN APARATUR SIPIL NEGARA DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANA PUBLIK Sepa Erni
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.857 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i3.1786

Abstract

Abstract : Public services as the main pillar of implementing regional autonomy, the development of workdiscipline among the State Civil Apparatus indicated that work discipline influences the behavior ofemployees in order to improve the quality of sustainable public services. In order to create qualityservices, it is necessary to implement high employee discipline in efforts to achieve goals. The researchobjective was to find out the discipline of State civil apparatus as an effort to improve the quality ofpublic services in One Stop IntegratedService Investment and Manpower Agency of Batu in terms of thepublic service principles such as certainty, discipline, courtesy and hospitality, facilities andinfrastructure, security, simplicity of the service. This reseach is a qualitative research which aims tounderstand what phenomena are experienced naturally. The results of the study indicated that the OneStop IntegratedService Investment and Manpower Agency of Batu have tried to provide discipline to thecommunity through, completing their tasks on time, arriving at work on time, providing facilities thatsupport the community, discipline in providing security that can be seen from the coordination betweenemployees who always provide security, simplicity of the service and easily to be understood.Keywords: Public Service, Employee Discipline, State Civil ApparatusAbstrak: Pelayanan publik sebagai pilar utama penyelenggaraan otonomi daerah,pengembangan budayadisiplin kerja Aparatur Sipil Negara mengisyaratkan bahwa nilai budaya disiplin kerja mewarnai perilakupegawai dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berkelanjutan. Dalam rangkamenciptakan pelayanan yang berkualitas dibutuhkannya penerapan disiplin pegawai yang tinggi dalamupaya pencapaian tujuan. Tujuan penelitian untuk mengetahui disiplin aparatur sipil Negara dalam upayapeningkatan kualitas pelayanan publik di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu danTenaga Kerja Kota Batu ditinjau dari prinsip pelayanan publik yaitu kepastian waktu, tanggung jawab,kedisiplinan, kesopanan dan keramahan, kelengkapan sarana dan prasarana, keamanan, kesederhanaanpelayanan. Metode yang digunakan penelitian kualitatif, untuk memahami fenomena apa yang dialamisecara alamiah. Hasil penelitian menujukan bahwa Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu SatuPintu dan Tenaga Kerja Kota Batu sudah berupaya memberikan sikap disiplin kepada masyarakat melalui,pegawai menyelesaikan tugasnya dengan tepat waktu, pegawai datang tepat waktu untuk menerapkandisiplin pegawai, memberikan fasilitas yang menunjang kepada masyarakat, disiplin dalam memberikankeamanan dilihat dari koordinasi antar pegawai yang selalu memberikan pengaman, kesederhanaanpelayanan dalam memberikan pelayanan yang tidak berbelit-belit dan mudah dipahami.Kata Kunci : Pelayanan Publik, Disiplin Pegawai, Aparatur Sipil Negara
KUALITAS PELAYANAN BAGI PESERTA BPJS KESEHATAN DAN NON BPJS KESEHATAN Sopia Weni Anggriani
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.08 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i2.249

Abstract

Abstract: Public service is important; and, it becomes primary priority for administration to supply the needs of society. The service of Public Health Service will help patients, including the participants of BPJS insurance. By that point, the service should meet the determined standards. The objectives of the researcher in conducting the research will be to find the quality of service toward participants and non-participants of BPJS and supporting and inhibiting factors of the service. This research is qualitative research by understanding the subject of the research. The data sources are taken from primary and secondary data. Observation, interview, and documentation are applied to collect the data. In the same line, the researcher applies snowball sampling technique in the research. Miles and Huberman model are used (in Sugiyono 2014:246-247) to analyze the data. Triangulation technique is used to determine the reliability of the data. As you should see, the results of the research show that the delivery of the services at Dau Public Health Service is good toward participants and non-participants of BPJS. And, this is in line with the evidence, reliability, welcoming service, quality, and empathy. The supporting factors of the staffs are proper toward the patients, simple steps, and affordable cost. Facilities like speaker, Wi-Fi, and ratio of patients toward paramedics shall become the inhibiting factors which need to be improved. Keywords: Quality, Service Abstrak: Pelayanan publik adalah pelayanan penting dan menjadi prioritas utama bagi penyelenggara untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kesehatan, salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama bagi peserta BPJS kesehatan dapat diperoleh di Puskesmas. Pelayanan Puskesmas sangat dirasakan manfaatnya dan membantu masyarakat termasuk pasien BPJS. Sehingga pelayanan yang diberikan kepada pasien harus berkualitas sesuai standar pelayanan yang ditentukan. Melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan dan Non BPJS Kesehatan serta faktor pendukung dan penghambat pelayanan. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan memahami subjek penelitian. Sumber data didapatkan dari data sekunder dan primer. Selanjutnya teknik pengambilan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan responden menggunakan snoball sampling. Kemudian dianalisis menggunakan model Miles and Huberman (dalam Sugiyono 2014:246-247). Untuk menguji tingkat kepercayaan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menyatakan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan pada pasien BPJS Kesehatan dan Non BPJS Kesehatan di Puskesmas Dau sudah baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dilihat dari Bukti langsung, Keandalan, Daya Tanggap, Jaminan, dan Empati. Sedangkan faktor pendukung pelayanan adalah sikap pegawai yang ramah sopan santun, kesederhanaan alur dan biaya terjangkau namun masih ada yang perlu diperbaiki yaitu kurangnya sarana dan prasarana penunjang, seperti pengeras suara, jaringan wifi lamban serta ketidaksesuaian jumlah pasien yang ramai dengan jumlah petugas yang ada. Kata kunci: Kualitas, Pelayanan.
PELAYANAN KANTOR DESA BEJI DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN ADMINISTRASI TERHADAP MASYARAKAT Yupita .; Dewi Citra Larasati
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.025 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1453

Abstract

Abstract: Administrative service is an obligation that must be given to society to get its right in life of nation and state. Therefore, every local government agency must provide services effectively and efficiently. This study aimed to identify and analyze the Beji Village Office services in providing administrative services to the community as well as to identify and analyze the factors that inhibit and support the Beji village office services in providing administrative services to the community. This research used qualitative descriptive method, with research location in Beji Village Office, Batu. The source of data used were: primary and secondary data sources, and as for data collection techniques was snowball sampling. Data collection used observation, interview, and documentation. While the data analysis consisted of data reduction, presentation, and conclusion. In providing the administrative services of the Beji Village Office, employees have worked in accordance with the existing operational rules and standards. While the inhibiting factors were in the facilities and infrastructure and the lack number of employees. Meanwhile the supporting factor were a good organization, comfortable, and strategic. Keywords: public services, administrative services Abstrak:  Pelayanan administrasi adalah kewajiban yang harus diberikan kepada masyarakat untuk mendapatkan haknya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, setiap instansi pemerintah daerah harus memberikan pelayanan dengan efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelayanan Kantor Desa Beji dalam memberikan pelayanan administrasi terhadap masyarakat serta untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menghambat dan mendukung pelayanan kantor desa beji dalam memberikan pelayanan administrasi terhadap masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan lokasi penelitian di Kantor Desa Beji Kota Batu. Sumber data yang digunakan yaitu: sumber data primer dan sekunder, dan adapun teknik pengumpulan data ialah snowball sampling. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan ialah reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Dalam memberikan pelayanan administrasi Kantor Desa Beji, pegawai telah bekerja sesuai dengan aturan dan standar operasional yang ada. Sedangkan  Faktor penghambat berada pada sarana dan prasarana serta jumlah pegawai yang belum memadai. Dan faktor pendukungnya adalah organisasi yang baik, nyaman, dan strategis. Kata kunci: pelayanan publik, pelayanan administrasi
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGONTROL PENGGUNAAN ANGGARAN DANA DESA Syahrul Syamsi
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.672 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v3i1.69

Abstract

Abstrak: Masyarakat Desa merupakan bagian dari sasaran pembangunan nasional, untuk menunjang kesejahtraan masyarakat desa, desa mendapatkan dana bagi hasil dari pemerintah kabupaten sebagai bentuk pendapatan desa yang berbentuk Anggaran Dana Desa dan melalui surat Edara Mentri Dalam Negri No. 140/640/SJ/2005, Tentang Pedoman Alokasi Dana Desa dan ditindak lanjuti dengan Perda Kab. LOTIM No. 3/2005 Tentang Alokasi Dana Desa, dari kedua dasar hukum tersebut masyarakat diajak untuk berpartisipasi dalam pengelolaan anggaran dana desa tersebut. Maka timbul pertanyaan bagaimana bentuk partisipasi masyarakat dalam mengontrol penggunaan anggaran dana desa, dan apakah ada hambatan parttisipasi masyarakat dalam mengontrol penggunaan anggaran dana desa. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan langkah-langkah pengumpulan data dilakukan melalui observasi, Wawancara yang mendalam dan diskusi bersama pihak-pihak perwakilan dari pemangku kepentingan yang diproleh melalui teknik snowball. Untuk mengukur validitas keabsahan data dilakukan suatu pemeriksaan didasarkan atas sifat dan kriteria yang digunakan yaitu dengan cara mengukur tingkat kepercayaan, kepastian, keteralihan dan ketergantunan atas obyek penelitian. Dari langkah itu dilakukan analisa data dengan model analisis data intraktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (1984). yang meliputu proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilaksanakan telah diproleh suatu kesimpulan; (1)Partisipasi masyarakat Desa Wakan dalam pengelolaan anggaran dana desa merupakan betuk dan cara dalam mengambilan bagian untuk menjadi subjek atau pelaku dalam pembangunan desa, dalam pembangunan yang dibiayai oleh anggaran dana desa masyarakat dapat berpartisipasi pada tiga aspek yaitu; pada pelaksanaan perencanaan pembangunan yang disebut dengan musrenbang, pelaksanaan program atau implementasi perogram dan kontrol atu pengawasan pada prencanaan dan pelaksanaan perogram yang dibiayai oleh anggaran dana desa. dari ketiga aspek tersebut bentuk partisipasi masarakat dapat berbentuk; tenaga, pikiran, pasilitas atau peralatan dan kemampuan atu keahlian dibidang tertentu; (2) Pengelolaan anggaran dana desa di Desa Wakan dalam pembelanjaannya terbagi menjadi tiga bagian yaitu; ADDr, ADDp dan ADDk. Namun dalam pengelolaan tersebut masih kurang baik dikarnakan keputusan yang kurang bijaksana, tidak ada teransparansi anggaran dan kurangnya pertanggungjawaban atas pembelanjaan anggaran dana desa itu sendiri. (3) Hambatan partisipasi masyarakat Dalam pengelolaan anggaran dana desa masih lemah baik dari segi pikiran, tenaga, keahlian dan waktu yang disebabkan dengan keputusan yang tidak bijaksana, komonikasi yang tidan intraktif, kurangnya kesadaran masyarakat, pendidikan yang rendah tidak ada teransparansi dan akuntabel dalam pengelolaan anggaran dana desa. Kata Kunci: Partisipasi, Control, Penggunaan Add
IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN DESA PASCA SOSIALISASI RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA Yulisisanti Gugut; M.N. Romi. AS
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.964 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i4.1958

Abstract

Abstrak: Implementasi merupakan pelaksanaan dari Desentralisasi pembangunan yang bertujuan menciptakan pemerataan hasil pembangunan yang bertumpu pada keterlibatan, kemampuan, dan peran serta masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatitif, menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Desa, Sekertaris Desa, bendahara Desa, Badan Permusyawaratan Desa, kepala dusun, ketua RW. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposife sampling, Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Implementasi pembangunan desa pasca sosialisasi rencana pembangunan jangka menengah Desa, pemerintah Desa sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana pembangunan jangka menengah Desa, namun masih terdapat kendala pada pemahaman masyarakat terhadap target atau capaian pembangunan. Keterlibatan masyarakat hanya sebagai penerima informasih yang disampaikan pada rapat Desa dan tingkat pemahaman masyarakat terhadap rencana pembangunan jangka menengah masih rendah. Partisipasi masyarakat di Desa Sumberejo dalam pelaksanaan pembangunan pada bidang koordinasi dan penjabaran program sudah baik, namun partisipasi masih kurang baik dalam bentuk kegiatan administrasi dan pembuatan laporan, banyak masyarakat yang belum paham terkait  pembuatan laporan hasil pembangunan dan evaluasi. hal ini disebabkan Karena keegoisan sebagian masyarakat yang lebih mementingkan kepentingan pribadi yang kurang selaras dengan budaya gotong royong. Kata Kunci: Implementasi Pembangunan, Rencana Pembangunan, Pembangunan Jangka Menegah Abstract: Implementation is the real act of development decentralization which aims to create equitable development outcomes that based on the involvement, capacity, and participation of the community. This study is qualitative research, using data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Informants in this study were the Village Headmaster, Village Secretary, Village Treasurer, Village Consultative Departement, Hamlet chief, and RW chief. The sampling method of this study used purposive sampling, data analysis done by data reduction, data presentation, then drawing conclusions. To test the validity of the data used triangulation techniques. Implementation of village development after the socialization of village midterm development plan, the village government has conducted socialization to the community related to the village midterm development plan, but there are still many obstacles to the community's understanding of the development targets or achievements. Community involvement is just only as the information recepients that conveyed at the Village meeting. While the level of community understanding of the medium-term development plan is lower than the goverment expected. This far, the community participation in the field of coordination and elaboration of the program is good, but in the form of administrative activities and reporting was not good at all,many people do not understanding about the making of development and evaluaton development, because of the selfishness of some people who are more concerned with personal interests wich is less in harmony with mutual cooperation culture. Keywords: Development Implementation; Development Plan; Intermediate Development
PERAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MONITORING PELAKSANAAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DESA Alexander Maubanu; Agung Suprojo; Ignatius Adiwidjaja
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.587 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i1.370

Abstract

Abstract: Realizing the importance of Village Consultative Body (VCB), every village shall have the Village Consultative Body which is established by the Government based on Autonomous Region Regulation. But the institution is not functioning proportionally and it only serves as the right-hand institution of the village’s chief. The efforts of building and developing villagers’ life are considered as important. This is due to the increasing population in the countryside and community participation in development activities. This study was a qualitative research with method of collecting data through observation and interviews. The research revealed that the role of consultative body in Landungsari village had a maximum role in the village administrative services and in the village government policies to add or improve public facilities. Keywords: Role, Village Consultative Body, Monitoring, Policy, Village Government Abstrak ; Menyadari akan pentingnya Badan Permusyawaratan Desa (BPD), maka setiap Desa wajib mempunyai Badan Permusyawaratan Desa yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam Peraturan Daerah Otonomi, Namun lembaga tersebut kurang berfungsi secara proporsional, hanya berfungsi sebagai tangan kanan dari Kepala Desa, upaya untuk membangun dan mengembangkan kehidupan masyarakat desa dirasakan semakin penting. Hal ini disebabkan disamping karena sebagian besar penduduk tinggal di pedesaan, kini partisipasi masyarakat di dalam kegiatan pembangunan juga sangat diharapkan Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan langkah-langkah pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Dari penelitian yang dilaksanakan telah diperoleh hasil bahwa Badan Permusyawaratan Desa di Desa Landungsari mempunyai peran yang maksimal dalam bidang kebijakan pelayanan administrasi pemerintah desa dan bidang kebijakan penambahan dan peningkatan fasilitas umum. Kata kunci : Peran, Badan Permusyawaratan Desa, Monitoring, Kebijakan, Pemerintah Desa
ANALISIS SIKAP NARSISME DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PADA SISWA SMK PGRI 3 MALANG Saijuri Saijuri; Fathul Qorib
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.957 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i1.1528

Abstract

Abstract: Social media exists and changes the communication paradigm of the society, where communication can occur anywhere and anytime without being present face to face. As a social media, Instagram is a communication medium in the form of an application to share photos, that allows its users to take some photos, to apply filters, so that they can be seen by the followers. This research applied qualitative research method. In determining the informant, this research used stratified sampling technique. By some considerations, the informants are the SMK PGRI 3 Malang students, have a smartphone, an Instagram account and are active using it. The informants are popular teenagers who have more followers than their followings and at least having one hundred followers. From the finding of this research, it is known that the narcissism attitudes in Instagram are frequently showing some photos of themselves, either alone, selfies, or with friends, displaying good images to the public in order to get good impressions on the hearts of others, feeling envy on any photos uploaded by others, and be proud of how many followers and likes they get.  Keywords: Social Media, narcissism, Instagram Abstrak: Media sosial hadir dan merubah paradigma berkomunikasi masyarakat, di mana komunikasi bisa terjadi di mana saja dan kapan saja tanpa harus bertatap muka secara langsung. Media sosial Instagram adalah media komunikasi berupa aplikasi untuk berbagi foto, yang memungkinkan penggunanya dapat mengambil foto, menerapkan filter digital, sehingga dapat dilihat oleh para pengikut dari pengunggah foto tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam penentuan informan, penelitian ini menggunakan teknik stratified sampling. Atas beberapa pertimbangan, informan merupakan siswa SMK PGRI 3 Kota Malang, memiliki ponsel pintar, dan akun Instagram serta aktif menggunakannya. Informan merupakan remaja populer dengan (followers) lebih banyak daripada yang (followings), dan memiliki seratus pengikut. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa bentuk sikap narsisme yang terjadi di Instagram ialah seringnya menampilkan foto diri, baik sendiri, swafoto, maupun bersama teman, menampilkan citra yang baik kepada khalayak untuk mendapat kesan baik di hati orang lain, merasa iri terhadap apa yang diunggah oleh orang lain, dan merasa bangga dengan banyaknya jumlah pengikut dan penyuka foto unggahan. Kata Kunci: Media sosial, narsisme, Instagram