cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 595 Documents
Dinamika Reintegrasi Sosial dalam Mendukung Kesejahteraan Purna Pekerja Migran Indonesia di Kabupaten Jember Ningtyas, Binaridha Kusuma; Wicaksono, Itok; Fauziyah, Fauziyah; Nur Rokhman, Lailiya
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i3.3395

Abstract

This study aims to explore the dynamics of social reintegration for former Indonesian migrant workers (PMI) who return to Jember Regency after working abroad. The approach used is a mixed method with an explanatory design, beginning with a survey to obtain a general overview, followed by in-depth interviews to further understand the challenges faced by former PMI in their social reintegration process. The analysis stage was conducted using data triangulation, comparing quantitative and qualitative findings to obtain valid results. The theory used in this study is the theory of social reintegration, which covers the social, economic, and institutional aspects needed to help former PMI readapt to the social structure in their home region. The results of the study show that the social reintegration of former migrant workers in Jember Regency faces structural obstacles, such as unequal economic access and weak institutional support. This has led to a cycle of repeated migration across generations. In addition, this study also found a community governance model implemented by Desbumi in the social reintegration process. Based on these findings, this study recommends the importance of strengthening more inclusive and comprehensive policies to achieve sustainable and comprehensive social reintegration for former migrant workers in Jember Regency.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika reintegrasi sosial bagi purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Kabupaten Jember setelah bekerja di luar negeri. Pendekatan yang digunakan adalah mixed method dengan desain explanatory, dimulai dengan survei untuk memperoleh gambaran umum, kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam untuk memahami lebih jauh tantangan yang dihadapi purna PMI dalam proses reintegrasi sosial. Tahap analisis dilakukan dengan triangulasi data, membandingkan temuan kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan hasil yang valid. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori reintegrasi sosial, yang mencakup aspek sosial, ekonomi, dan institusional yang dibutuhkan untuk membantu purna PMI kembali beradaptasi ke dalam struktur sosial di daerah asal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reintegrasi sosial purna PMI di Kabupaten Jember mengalami hambatan struktural, seperti ketimpangan akses ekonomi dan lemahnya dukungan institusional. Hal ini menyebabkan terbentuknya siklus migrasi berulang lintas generasi. Selain itu, penelitian ini juga menemukan model community governance yang diimplementasikan oleh Desbumi dalam proses reintegrasi sosial. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan kebijakan yang lebih inklusif dan komprehensif untuk mewujudkan reintegrasi sosial yang berkelanjutan dan menyeluruh bagi purna PMI di Kabupaten Jember.
Analisis Pelaksanaan Hak Politik Penyandang Disabilitas dalam Pemilihan Umum 2024 di Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jawa Timur Kasanah, Fadila Muajaba; Harsono, Jusuf; Ridho, Irvan Nur; Nasution, Robby Darwis
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i3.3461

Abstract

This study aims to analyze the implementation of general elections related to the political rights of persons with disabilities in Jambon District in 2024, with a focus on Sidoharjo Village and Krebet Village. The problems faced by these two villages are related to data collection, socialization, and services in general elections. The concepts used in this study include general elections, political rights, and disability. This study uses a qualitative approach to explore a deeper understanding of the challenges faced by persons with disabilities in participating in elections. Data sources were obtained through in-depth interviews, data analysis, and documentation. The sampling technique used was purposive sampling, which selected informants based on criteria relevant to the research objectives. The informants in this study consisted of two village heads, namely the Head of Krebet Village and the Head of Sidoharjo Village; four persons with disabilities; two members of the Voting Committee (PPS) from both villages; and representatives from the LKS Rumah Kasih Sayang Social Organization. The results of the study show that in the data collection process, there were obstacles in the form of data inaccuracy, which resulted in a decrease in the number of voters with disabilities, particularly due to the difficulties faced by Pantarlih in Sidoharjo Village in identifying people with disabilities. In addition, the socialization efforts did not specifically target persons with disabilities, and the election services provided to persons with disabilities were still not optimal. This was due to accessibility that was not disability-friendly and facilities that were not adequate to support their equal participation in the elections.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pemilihan umum terkait hak politik penyandang disabilitas di Kecamatan Jambon pada tahun 2024, dengan fokus pada Desa Sidoharjo dan Desa Krebet. Permasalahan yang dihadapi kedua desa tersebut berkaitan dengan pendataan, sosialisasi, dan pelayanan dalam pemilihan umum. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pemilihan umum, hak politik, dan disabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali pemahaman lebih dalam tentang tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas dalam partisipasi pemilu. Sumber data diperoleh melalui wawancara mendalam, analisis data, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yang memilih informan berdasarkan kriteria yang relevan dengan tujuan penelitian. Informan dalam penelitian ini terdiri dari dua kepala desa, yaitu Kepala Desa Krebet dan Kepala Desa Sidoharjo; empat penyandang disabilitas; dua anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari kedua desa; serta perwakilan dari Organisasi Sosial LKS Rumah Kasih Sayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pendataan, terdapat kendala berupa ketidakakuratan data yang mengakibatkan penurunan jumlah pemilih penyandang disabilitas, khususnya karena kesulitan Pantarlih di Desa Sidoharjo dalam mengidentifikasi kelompok penyandang disabilitas. Selain itu, sosialisasi yang dilakukan belum menyasar penyandang disabilitas secara khusus, dan pelayanan pemilu yang diberikan kepada penyandang disabilitas masih belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh aksesibilitas yang belum ramah disabilitas serta fasilitas yang belum memadai untuk mendukung partisipasi mereka secara setara dalam pemilu. 
Strategi PR Digital Ustadz Hanan Attaki dalam Menyebarkan Nilai Kebaikan di Instagram dan Efektivitasnya dalam Mencapai Kalangan Milenial Salsabila, Regina Mutia Nur; Suseno, Novie Susanti; Firmansyah, Firmansyah
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i3.3611

Abstract

Social media has become an effective platform for spreading da’wah messages, especially among younger audiences. Ustadz Hanan Attaki, a millennial preacher, uses Instagram to promote values of goodness through relevant and communicative approaches. This study aims to analyze the digital public relations (PR) strategy employed by Ustadz Hanan Attaki in shaping a positive image and conveying moral messages to his followers. A descriptive qualitative method was used, with data collected through content observation, interviews, literature review, and documentation of digital da’wah activities. Interviews were conducted with two active Instagram followers and two members of Ustadz Hanan Attaki’s creative media team. The informants were chosen for their active participation and direct engagement with the content. Persuasive communication theory was applied to understand how messages influence and persuade audiences. The findings indicate that Ustadz Hanan Attaki uses aesthetically appealing content, a relaxed yet meaningful communication style, and personal narratives that resonate emotionally with his audience. These strategies build a strong emotional connection and enhance the positive reception of Islamic values among young people. The main contribution of this research is to provide insights into the application of digital PR strategies in modern da’wah, offering a creative approach that other preachers or da’wah institutions can adopt to engage digital audiences. The originality of this research lies in its focus on Ustadz Hanan Attaki and its in-depth analysis of his social media communication strategy as a primary tool for spreading moral values.Media sosial kini menjadi platform efektif untuk menyebarkan pesan dakwah, terutama di kalangan audiens muda. Ustadz Hanan Attaki, seorang dai milenial, memanfaatkan Instagram untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan dengan pendekatan yang relevan dan komunikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi PR digital yang digunakan oleh Ustadz Hanan Attaki dalam membentuk citra positif dan menyampaikan pesan moral kepada pengikutnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi konten, wawancara, kajian pustaka, dan dokumentasi aktivitas dakwah digital. Wawancara dilakukan dengan dua pengikut aktif Instagram dan dua anggota tim media kreatif Ustadz Hanan Attaki yang dipilih berdasarkan keterlibatannya langsung dengan konten yang dibagikan. Teori komunikasi persuasif digunakan untuk memahami bagaimana pesan yang disampaikan dapat mempengaruhi dan membujuk audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz Hanan Attaki menggunakan konten yang menarik secara visual, gaya komunikasi yang santai namun bermakna, serta narasi personal yang dapat menyentuh emosi audiens. Strategi ini berhasil membangun kedekatan emosional dan meningkatkan penerimaan nilai-nilai Islam di kalangan pemuda. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah memberikan wawasan baru tentang penerapan strategi PR digital dalam dakwah modern, serta menawarkan pendekatan kreatif yang bisa diterapkan oleh dai atau lembaga dakwah lain untuk menjangkau audiens digital. Keaslian penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap Ustadz Hanan Attaki dan analisis mendalam tentang strategi komunikasi media sosialnya sebagai sarana utama untuk menyebarkan nilai-nilai moral. 
Implementation of Regional Regulation No. 1 of 2019 on Waste Management and Cleanliness in the City of Surabaya, Indonesia Dala, Viktorius; Hardianto, Willy; Purwatiningsih, Annisa; Wulandari, Rina
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i3.3470

Abstract

 This study analyses the implementation of Surabaya City Regional Regulation No. 1 of 2019 concerning Waste and Cleanliness Management using Edward III's policy implementation analysis framework. The descriptive qualitative research method was conducted over a period of 6 months (January-June 2024) in Surabaya City, with the research locations being the Surabaya City Environmental Agency Office, the Trenggilis Prapen 88 Waste Disposal Site, and the waste management operational areas. The snowball sampling technique yielded 8 informants. Data was collected through semi-structured interviews (45-90 minutes per informant). The research results indicate that the implementation of waste management policies has been carried out using the 3R system (Reduce, Reuse, Recycle) and organic waste processing technology using larvae, but there is a significant gap in terms of resources. Policy communication has been conducted through routine socialisation, but field officers' understanding of the regulations is still limited. Limited infrastructure is the main obstacle, as waste collection carts and supporting equipment are inadequate, and maintenance responsibilities are left to field officers. The implementer's disposition shows a positive commitment to public-private collaboration in managing the Benowo landfill and methane gas processing system. The bureaucratic structure functions effectively with a clear division of tasks from the RT/RW level up to the TPA.Penelitian ini menganalisis implementasi Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan menggunakan kerangka analisis implementasi kebijakan Edward III. Metode penelitian kualitatif deskriptif dilaksanakan selama 6 bulan (Januari-Juni 2024) di Kota Surabaya, dengan lokasi penelitian di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, TPS Trenggilis Prapen 88, dan wilayah operasional pengelolaan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan sampah telah berjalan dengan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan teknologi pengolahan sampah organik menggunakan larva, namun terdapat kesenjangan signifikan pada aspek sumber daya. Komunikasi kebijakan telah dilakukan melalui sosialisasi rutin namun masih terbatas pemahaman petugas lapangan terhadap regulasi. Keterbatasan sarana prasarana menjadi kendala utama, dimana gerobak pengangkut sampah dan peralatan penunjang tidak memadai serta tanggungjawab pemeliharaan diserahkan kepada petugas lapangan. Disposisi implementor menunjukkan komitmen positif dengan kolaborasi pemerintah-swasta dalam pengelolaan TPA Benowo dan sistem pengolahan gas metana. Struktur birokrasi berjalan efektif dengan pembagian tugas yang jelas dari level RT/RW hingga TPA.
Local Policy Strategies in Responding to Economic Inequality in Wasur Village, Merauke Regency, South Papua Haris, Umiyati; Saputro, Eko Rachmat
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i3.3704

Abstract

This study examines the institutional dynamics influencing the economic conditions of Wasur Village, using Douglass North’s institutional economics perspective. It employs a descriptive qualitative approach, focusing on local strategy analysis through a case study of Wasur Village. Data were collected through in-depth interviews with purposively selected informants, including the Head of Wasur Village, the Head of BAMUSKAM, local community members, local entrepreneurs, and the Head of DPMK Merauke. The interviews were conducted to gather insights on the village’s economic policies, the strategies employed by the village government, and the challenges faced by the local community. The research data were analyzed thematically across five key themes: Economic Structure, Work Productivity and Consistency, Economic Inequality, Income Diversification, and the Strategies of the Wasur Village Government in Improving the Economy. The findings indicate that Wasur Village’s economic policies are centered on three programs, such as Sarang Semut, Minyak Kayu Putih, and Minyak Sereh Merah, which reflect the interests of the Wasur village government and the Wasur Village Hall, rather than the local community. The study reveals that economic challenges in Wasur are more influenced by weak institutional frameworks than by a scarcity of resources. These institutional shortcomings hinder productivity, exacerbate inequality, and limit income diversification, impeding the village's economic development. This study underscores the importance of strengthening local institutions to foster sustainable economic improvement in Wasur Village.Penelitian ini mengkaji dinamika kelembagaan yang mempengaruhi kondisi ekonomi di Kampung Wasur, dengan menggunakan perspektif ekonomi kelembagaan dari Douglass North. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang berfokus pada analisis strategi lokal melalui studi kasus di Kampung Wasur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposif, termasuk Kepala Desa Wasur, Kepala BAMUSKAM, anggota masyarakat lokal, pengusaha lokal, dan Kepala DPMK Merauke. Wawancara ini dilakukan untuk menggali wawasan mengenai kebijakan ekonomi desa, strategi yang diterapkan oleh pemerintah desa, serta tantangan yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Data penelitian dianalisis secara tematik dengan lima tema utama: Struktur Ekonomi, Produktivitas Kerja dan Konsistensi, Ketimpangan Ekonomi, Diversifikasi Pendapatan, serta Strategi Pemerintah Desa Wasur dalam Meningkatkan Ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi KampungWasur berfokus pada tiga program, yaitu Sarang Semut, Minyak Kayu Putih, dan Minyak Sereh Merah, yang lebih mencerminkan kepentingan pemerintah desa dan Balai Kampung Wasur, ketimbang kepentingan masyarakat setempat. Penelitian ini mengungkapkan bahwa tantangan ekonomi di Kampung Wasur lebih dipengaruhi oleh kelemahan institusi daripada kelangkaan sumber daya. Kelemahan kelembagaan ini menghambat produktivitas, memperburuk ketimpangan, dan membatasi diversifikasi pendapatan, sehingga menghalangi perkembangan ekonomi desa. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan institusi lokal untuk mendorong perbaikan ekonomi yang berkelanjutan di Kampung Wasur.