cover
Contact Name
Ronasari Mahaji Putri
Contact Email
putrirona@gmail.com
Phone
+6282132872259
Journal Mail Official
nursing.news@unitri.ac.id
Editorial Address
. Telaga Warna, Tlogomas, MALANG 65144, Jawa Timur Telp: (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 25279823     DOI : https://doi.org/10.33366/nn.v5i2.2305
Core Subject : Health,
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan ISSN 2527-9823(online) adalah jurnal berkala empat bulanan (April, Agustus, Desember) yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil penelitian, studi kasus, hasil pemikiran, maupun karya tulis ilmiah oleh seluruh civitas profesi kesehatan mulai dari mahasiswa, dosen, perawat klinik, maupun perawat yang bekerja di institusi non klinik seperti lembaga penelitian, LSM, Asuransi Kesehatan, dan pemerintahan. Karya ilmiah berupa artikel kesehatan. Nursing News merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh UNITRI PRESS, sebagai media komunikasi dan informasi di bidang ilmu kesehatan. Scope jurnal terdiri dari keperawatan, kesehatan dan kesehatan masyarakat
Articles 739 Documents
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Adelaide Bulu; Tavip Dwi Wahyuni; Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.887 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1501

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang di tandai dengan tingginya kadar glukosa darah sebagai akibat dari kekurangan sekresi insulin, gangguan aktifitas insulina atau keduanya. Untuk mempercepat penyembuhan maka diperlukan kepatuhan minum obat yang tinggi oleh pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Dinoyo Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 120 pasien diabetes melitus tipe II, sampel penelitian sebanyak 55 orang ditentukan menggunakan accidental sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner dan lembar observasi pada pemeriksaan gula darah. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearmen rank. Hasil penelitian membuktikan kurang dari separuh (47,3%) pasien diabetes melitus tipe II melakukan kepatuhan minum obat sedang dan lebih dari separuh (60,0%) pasien diabetes melitus tipe II mengalami kadar gula darah tidak normal. sedangkan hasil korelasi spearman rank didapatkan p value = (0,004) < (0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Diharapkan pasien diabetes melitus tipe II melakukan kegiatan untuk penurunan kadar gula seperti minum obat 2 kali dalam sehari pada pagi dan malam hari serta sesuai dosis yang dianjurkan tenaga kesehatan untuk penyembuhan diabetes melitus tipe II. ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease marked by high levels of blood glucose resulting from deficiencies in insulin secretion, impaired activities of insulin or both. To accelerate the healing will require high medication adherence by patients. The aim of this research is to find the relationship between the medication adherence with blood glucose levels in patients with type II diabetes mellitus at Puskesmas Dinoyo Malang. The study design used correlation design with cross sectional approach. The population in this study were 120 patients with type II diabetes mellitus with accidental sampling. The subject was 55 samples. Data collection techniques used were questionnaires and observation sheet checks blood glucose levels. Data analysis method used by spearman rank test with SPSS. Research shows less than half of the (47.3%) patients with type II diabetes mellitus perform medication adherence was more than half of (60.0%) patients with type II diabetes mellitus experienced abnormal blood glucose levels. While the results obtained spearmen correlation rank p value = (0.004)
PENGARUH TERAPI AKUPRESUR TERHADAP FREKUENSI ENURESIS PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) Nursinta Nursinta; Erlisa Candrawati; Nia Lukita Ariani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.344 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1478

Abstract

Masa usia prasekolah merupakan periode berlangsungnya pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu bentuk gangguan tumbuh kembang pada anak usia prasekolah adalah enuresis (mengompol) disebabkan oleh genetik atau masalah psikologi. Terapi akupresur merupakan tindakan penekanan pada bagian tertentu untuk memperbaiki jaringan tubuh, memperbaiki fungsi ginjal dan meningkatkan fungsi otot detrusor pada kandung kemih sehingga menurunkanfrekuensi enuresis pada anak usia prasekolah (3-6 tahun). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi akupresur terhadap frekuensi enuresis pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Dusun Gasek Wetan Jabung Malang. Desain penelitian mengunakan pre eksperimental dengan rancangan one pretest posttest design. Sampel penelitian sebanyak 32 anak usia prasekolah (3-6 tahun) dengan penentuan menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa lembar observasi. Metode analisa data yang di gunakan yaitu wilcoxon. Hasil penelitian membuktikan sebelum diberikan terapi akupresur sebagian besar responden sering mengalami frekuensi enuresis dan setelah diberikan terapi akupresur responden mengalami frekuensi tidak pernah enuresis. Hasil wilcoxon didapatkan p value = (0,000) < (0,050) sehingga H1 gagal tolak, artinya ada pengaruh terapi akupresur terhadap frekuensi enuresis pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Dusun Gasek Wetan Jabung Malang. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan ibu memberikan terapi akupresur kepada anak usia 3-6 tahun dengan menekan 6 titik yaitu titik shenmen, qihai, quanyuan, taixi, sanyinjiao dan shenshu sebelum tidur malam sehingga tidak mengalami kejadian enuresis. ABSTRACT Preschool age is the period of growth and development. One of growth and development disorders in preschoolers is enuresis (bedwetting) caused by genetics or psychological problems. Acupressure therapy is an act of suppressing certain parts to repair body tissue, improves kidney function and improves the function of detrusor muscles in the bladder to reduce the frequency of enuresis in preschooler age (3-6 years). The aim of the study was to determine the effect of acupressure therapy on enuresis frequency preschooler age (3-6 years) in Gasek Wetan Jabung, Malang. The research design used pre experimental design with one pretest posttest design. The study sample consisted of 32 preschoolers (3-6 years) determined by using cluster random sampling. Data collection techniques user the observation sheets. Data analysis method used was wilcoxon. The results of the study proved that before being given acupressure therapy most respondents often experienced the frequency of enuresis and after being given acupressure therapy respondents experienced a frequency of never enuresis. The results of wilcoxon showed p value = (0,000)
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP ASI) DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 6 BULAN – 12 BULAN Herisa Noviardi; Ni Luh Putu Eka Sudiwati; Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.117 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1604

Abstract

Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak, karena anak sedang tumbuh sehingga kebutuhannya berbeda dengan orang dewasa. Hal yang paling utama dalam pemberian makanan pendamping pada anak adalah makanan apa yang seharusnya diberikan, kapan waktu pemberian dan dalam bentuk yang bagaimana makanan tersebut diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang makanan bergizi dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia 6-12 bulan. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi yang ikut posyandu di desa Tlogomas. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner untuk pengetahuan dan status gizi. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah Spearman Rank (Rho). Hasil penelitian didapatkan hampir sebagian besar pengetahuan ibu cukup yang mempunyai status gizi masuk dalam kategori baik (53,8%) dan pengetahuan ibu yang baik dan berstatus gizi baik sebanyak 22 orang (42,3%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang makanan pendamping air susu ibu (MP ASI) dengan status gizi bayi dengan nilai correlation coefficient positif artinya semakin baik pengetahuan ibu tentang makanan pendamping asi ibu (MP ASI) semakin baik pula status gizi bayi. Saran bagi peneliti selanjutnya perlu ditingkatkan lagi mengenai faktor-faktor lain yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang faktor dan efek samping yang kurang pengetahuan dalam pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi bayi usia 6-12 bulan sehingga akan membuahkan dengan hasil yang lebih optimal. ABSTRACT Food plays an important role in the growth and development of children, because children are growing so their needs are different from adults. The most important thing in providing complementary foods to children is what foods should be given, when the time is given and in what form the food is given. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge of mothers about nutritious food by providing complementary food for breast milk in infants aged 6-12 months. The research design uses correlation with the cross sectional approach. The population in this study were all babies who participated in the posyandu in Tlogomas village. The sampling technique used in this study is the saturated sampling technique. Data collection using a questionnaire for knowledge and nutritional status. The statistical test used in this study is the Spearman Rank (Rho). The results showed that most of the mother's knowledge was adequate, which had a nutritional status in the good category (53.8%) and knowledge of good and good nutrition status of 22 people (42.3%). The results of the Spearman Rank test showed that there was a significant relationship between maternal knowledge of complementary feeding (MP ASI) and nutritional status of infants with a positive correlation coefficient, meaning the better knowledge of mothers about complementary foods (MP ASI) the better nutritional status baby. Suggestions for further researchers need to be improved on other factors related to maternal knowledge about factors and side effects that lack knowledge in providing complementary breastfeeding food with nutritional status of infants aged 6-12 months so that it will produce more optimal results. Keywords : Mother's knowledge; complementary food; mother's milk and baby's nutritional status.
HUBUNGAN AKTIVITAS SPIRITUAL DENGAN KUALITAS TIDUR LANSIA DI KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Antonia Castro Pereira; Joko Wiyono; Erlisa Candrawati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.807 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1560

Abstract

Lansia akan mengalami penurunan kekuatan fisik dan pemenuhan kualitas dan kuantitas tidurpun menurun. Aktivitas piritual memiliki peran, dimana seseorang ketika melakukan spiritual maka akan timbul perasaan lebih mendekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga memberikan efek ketenangan dan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari. Ketenangan inilah yang dapat membuat lansia mudah untuk memenuhi kebutuhan kualitas dan kuantitas tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas spiritual dengan kualitas tidur pada lansia di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitian menggunakan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah lansia di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang sebanyak 56 orang dan sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel. Analisis yang dipakai adalah korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas spiritual hampir seluruh responden dikategorikan baik yaitu sebanyak 43 orang (76,8%), sebagian besar kualitas tidur responden dikategorikan baik yaitu sebanyak 30 orang (53,6%), dan hasil analisis data didapatkan nilai signifikan 0,017 (p ≤ 0,05), artinya ada hubungan antara aktivitas spiritual dengan kualitas tidur pada lansia di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin baik aktivitas spiritual maka akan semakin baik pula kualitas tidur.Lansia dapat meningkatkan kualitas tidur dengan cara melakukan aktivitas spiritual seperti membaca doa sebelum tidur. Hal ini dapat memberikan keringanan pada tubuh sehingga dapat tidur dengan pulas. ABSTRACT Elderly people will experience a decrease in physical strength and fulfillment of the quality and quantity of sleep. Spiritual activity has a role, where a person when doing spiritual will emerge feeling closer to God Almighty, thus giving the effect of calm and peace in everyday life. This calm can make the elderly easy to meet the needs of quality and quantity of sleep. The purpose of this study was to determine the relationship between spiritual activity and sleep quality in the elderly in Tlogomas Village, Lowokwaru District, Malang City. The research design uses a correlational method. The population in this study were elderly in Tlogomas Sub-District, Lowokwaru District, Malang City, as many as 56 people and the study sample used total sampling, that is, all members of the population were sampled. The analysis used is the Spearman rank correlation. The results showed that the spiritual activities of almost all respondents were categorized as good as many as 43 people (76.8%), most of the sleep quality of respondents was categorized as good as many as 30 people (53.6%), and the results of data analysis obtained a significant value of 0.017 (p ≤ 0.05), meaning that there is a relationship between spiritual activity and sleep quality in the elderly in Tlogomas Village, Lowokwaru District, Malang City, where the results of the study show that the better spiritual activity the better the quality of sleep. spiritual activities such as reading prayers before going to bed. This can provide relief to the body so that it can sleep soundly. Keywords : Spiritual activity; sleep quality; elderly.
PENGARUH PEMBERIAN PENYULUHAN TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MENDETEKSI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA ANAK Berliano Berliano; Ni Luh Putu Eka Sudiwati; Zaky Soewandi Ahmad
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.61 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1542

Abstract

Penyuluhan dan pendidikan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan kesadaran keluarga dalam mendeteksi tanda/gejala agar merubah pola pikir, sikap dan kesadaran pada untuk bertindak dalam pencegahan DBD semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh pemberian penyuluhan terhadap kemampuan keluarga dalam mendeteksi DBD pada anak di Posyandu Seruni RW 01 Tlogomas Kota Malang. Desain penelitian one group pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 50 orang. Sampel 44 orang diambil dengan menggunakan Purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Marginal homogeneity a = 0,05. Hasil penelitian yaitu kurang dari separuh responden (43%) pada pre-test memiliki kemampuan kategori kurang dalam mendeteksi DBD sedangkan pada pada post-test lebih dari separuh responden yaitu sebanyak 28 responden (64%) memiliki kemampuan kategori cukup dalam mendeteksi DBD dan ada Pengaruh pemberian penyuluhan terhadap kemampuan keluarga dalam mendeteksi DBD pada anak di Posyandu Seruni RW 01 Tlogomas Kota Malang (p-value=0,000). Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti faktor- faktor yang berperan dalam pencegahan DBD. Counseling and education about dengue disease is an effort made to improve the ability and awareness of families in detecting signs / symptoms in order to change the mindset, attitudes and awareness to act in preventing DHF from increasing. The purpose of this study was to determine the effect of giving counseling on the family's ability to detect DHF in children in the Seruni Integrated Service Center RW 01 Tlogomas Malang City. The study design used one group pre test and post test design. The population in this study amounted to 50 people. Samples were 44 people using purposive sampling. Data was collected using a questionnaire. Data analysis using Marginal homogeneity with a = 0.05. The results of the study were less than half of the respondents, as many as 19 respondents (43%) in the pre-test had the ability to detect less dengue category, while in the post-test, more than half of the respondents, namely 28 respondents (64%) had enough ability to detect dengue. and there is an effect of providing counseling on the family's ability to detect DHF in children at the Posyandu Seruni RW 01 Tlogomas Malang City (p- value = 0.000). Conclusion: the better the ability of the family, the better the prevention of dengue which can be done by the family. Keywords : DHF; family ability; counseling.
HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI MEROKOK DENGAN TINGKAT STRES PADA REMAJA AKHIR Febriani Orpa Ablelo; Farida Halis Dyah Kusuma; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.216 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1490

Abstract

Stres adalah respon tubuh terhadap tuntutan beban kerja yang sifatnya non spesifik. Setiap individu memiliki cara tersendiri untuk mengurangi dampak dari stres, hal ini disebut juga dengan strategi koping. Perilaku merokok dilakukan oleh seseorang untuk mengurangi stres tanpa harus memecahkan suatu masalah sehingga berdampak stress sedangkan koping yang berpusat pada masalah bertujuan untuk memecahkan serta mencari sumber penyebabstres pada remaja. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan antara frekuensi merokok dengan tingkat stres pada remaja akhir di Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang. Desain penelitian menggunakan desain korelasi dengan teknik cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua remaja akhir di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Insidental sampling yaitu sebanyak 100 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner.. Analisa hasil penelitian menggunakan analisisa korelasi spearman rank Hasil penelitian didapatkan bahwa frekuensi merokok hampir seluruhnya dikategorikan perokok ringan yaitu sebanyak 82 orang (82%), tingkat stres sebagian besar responden dikategorikan stres sedang yaitu sebanyak 64 orang (64%), dan hasil analisis didapatkan nilai Signifikan (Sig.)= 0,019 (p-value = 0,05) dengan nilai koefisien korelasi -0,498 yang berarti sangat signifikan dan H1 diterima, artinya ada hubungan antara frekuensi merokok dengan tingkat stress pada remaja akhir di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Mengingat merokok tidak baik untuk kesehatan, maka diharapkan untuk mengurangi frekuensi merokok dengan cara mengganti rokok dengan konsumsi permen rasa min yang mirip seperti rokok serta perbanyak konsumsi air putih. ABSTRACT Stress is a body response that is non-specific to the demands of the load on it. Everyone has a way to apply the impact of stress, this is also called coping strategies. Smoking behavior is done individually to reduce stress without aiming to solve the problems that cause stress, While problem-centered coping aims to solve and find out what sources cause stress to a person. The purpose of this study to determine the relationship between the frequency of smoking with stress levels in late adolescents at University of Tribhuwana Tungga Dewi Malang.The design of this research using correlation design is cross sectional. The population in this study were all late adolescents at Tribhuwana Tungga Dewi Malang University. The sampling technique in this research is incidental sampling that is 100 people. Data collection using questionnaires. Analysis of research results using spearman rank correlation analysis.The result of the research indicated that smoking frequency was almost entirely categorized as light smoker as many as 82 people (82%), Stress levels of most respondents are categorized as moderate stress are as many as 64 people (64%), And result of analysis got Significant value (Sig.) = 0.019 (p-value ≤ 0.05) Which means data is declared very significant and H1 accepted. Meaning there is a relationship between the frequency of smoking with stress levels in late adolescents at Tribhuwana Tunggadewi University Malang.Considering smoking is not good for health, Expected to reduce the frequency of smoking by replacing cigarettes with the consumption of min taste candy similar to cigarettes and increase water consumption. Keywords: Adolescent; frequency of smoking; stress level.
HUBUNGAN GANGGUAN POLA TIDUR DENGAN HIPETENSI PADA LANSIA Albertina Madeira; Joko Wiyono; Nia Lukita Ariani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.522 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1471

Abstract

Tidur merupakan kondisi istirahat yang diperlukan oleh manusia secara reguler.Tidur mempunyai efek yang sangat besar terhadap kesehatan fisik, mental, emosi dan sistem imunitas tubuh. Seseorang yang kualitas dan kuantitas tidurnya kurang cenderung lebih mudah terserang penyakit, diantaranya adalah serangan jantung, anemia dan tekanan darah tinggi. Hipertensi merupakan gejala yang sering ditemui pada orang lansia dan menjadi faktor resiko utama insiden penyakit kardiovaskuler. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gangguan pola tidur dengan hipertensi pada lansia di Posyandu Mawar Kelurahan Merjosari Wilayah Kerja Dinoyo Kota Malang. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 orang yang di tentukan dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik Person product moment (P < 0,05). Hampir seluruhnya (79%) gangguan tidur responden termasuk dalam kategori terganggu yaitu 33 orang dan sebagian besar responden lansia tergolong dalam kategori hipertensi derajat 1 sebanyak 33 orang (79%). Hasil analisis bivariat menunjukkan Pvalue (0,002) < (0,050) artinya ada hubungan yang signifikan antara gangguan pola tidur dengan hipertensi pada lansia di Posyandu Mawar Kelurahan Merjosari Wilayah Kerja Dinoyo Kota Malang. Diharapkan petugas kesehatan dapatmelakukan penyuluhan kepada lansia agar bisa berperilaku hidup sehat dengan cara menghindari gangguan pola tidur untuk mengurangi jumlah penderita hipertensi di Indonesia. ABSTRACT Sleep is a resting condition needed by humans on a regular basis. Sleep has a huge effect on the physical, mental, emotional and immune systems of the body. Someone whose sleep quality and quantity is less likely to be more susceptible to disease, including heart attacks, anemia and high blood pressure. Hypertension is a symptom that is often found in elderly people and is a major risk factor for the incidence of cardiovascular disease. The purpose of this study was to determine the relationship of disturbances in sleep patterns with hypertension in the elderly in Posyandu Mawar, Merjosari Village, Dinoyo Work Area, Malang City. The research design used descriptive analytical method with cross sectional approach. The research sample amounted to 42 people who were determined by purposive sampling technique. Data were analyzed using Person product moment test (P
TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF BERPENGARUH TERHADAP PENURUNAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN TLOGOMAS Gaudensius Reginalis Leu; Swito Prastiwi; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.369 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1574

Abstract

Menurut Joint National Committee VII, hampir satu miliar penduduk dunia atau satu dari empat orang dewasa mengidap hipertensi. Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan tekanan darah diantaranya dengan terapi farmakologis yang menggunakan berbagai macam obat maupun non farmakologis salah satunya dengan relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi terhadap penurunan hipertensi pada lansia di Tlogomas. Penelitian ini merupakan penelitian experimental. Populasi dalam penelitian adalah semua lansia berjumlah 90 lansia yang mengalami hipertensi dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik simple random sampling sebanyak 20 orang. Pengumpulan data melalui lembar observasi dengan instrumen lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukannya relaksasi otot seluruhnya (100%) dikategorikan mengalami hipertensi dengan tingkat grade 1, dan sesudah dilakukannya relaksasi otot seluruhnya (100%) dikategorikan tidak mengalami hipertensi yaitu tekanan darah normal. Hasil analisisi terdapat pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan hipertensi pada lansia di Tlogomas Malang, yang dibuktikan dengan nilai Sig. = 0,000 (α ≤ 0,05) dan nilai thitung7,216 ≥ ttabel 1,812. Diharapkan kepada responden sering melakukan relaksasi otot untuk menurunkan hipertensi. ABSTRACT According to the Joint National Committee VII, nearly one billion people worldwide or one of four adults have hypertension. Various ways to reduce blood pressure include pharmacological therapy using a variety of drugs and non-pharmacological one of them with progressive muscle relaxation. The purpose of this study was to determine the effect of relaxation techniques on the reduction of hypertensi oninthe elderly. This research is an experimental research. The population in this research is aeldely 90. who have hypertension and sampling technique used is simple random sampling technique counted 20 people. Accumulation of data through observation sheet with observation sheet instrument.The result of the research showed that before all muscle relaxation, (100%) were classified as having hypertension with grade 1, and after all muscle relaxation (100%) were categorized as non-hypertensive ie normal blood pressure. The results of the analysis are the effect of progressive muscle relaxation technique on the decrease of hypertension in the elderly in Tlogomas Malang, as evidenced by the Sig value. = 0.000 (α ≤ 0.05) and tcount 7.216 ≥ t-table 1.812. Expected to the respondent often do muscle relaxation to decrease hypertension. Keywords: Muscle relaxation; blood pressure; hypertension; elderly.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN JENIS MAKANAN TINGGI GARAM DENGAN TEKANAN DARAH WANITA DEWASA Teny Teny; Nia Lukita Ariani; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.677 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1547

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan abnormal tekanan darah, baik tekanan darah sistolik maupun tekanan darah diastolik. Salahsatu faktor yang mempengaruhi tekanan darah pada wanita dewasa adalah kualitas tidur dan jenis makanan tinggi garam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas tidur dan jenis makanan tinggi dengan tekanan darah wanita dewasa. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita dewasa yang berusia 19-40 tahun yang berjumlah 31 orang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan desain analitik obervasional. Teknik penelitian menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuisioner, analisa menggunakan uji Mann Whitney α = 0,05. Hasil analisis penelitian diketahui bahwa sebagian besar kualitas tidur dan jenis makanan tinggi garam wanita dewasa di Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Malang masuk dalam kategori buruk (80,6%) dan jenis makanan tinggi garam yang tinggi sebanyak (70,9%). Hasil penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney didapatkan hasil kualitas tidur dengan tekanan darah p value (0,000) dan jenis makanan tinggi garam dengan tekanan darah p-value (0,000). Nilai p yang didapatkan semua kurang dari 0,05 berarti dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kualitas tidur dan jenis makanan tinggi garam dengan tekanan darah wanita dewasa di Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Malang. Saran bagi peneliti selanjutnya menambah jumlah sampel yang berjenis kelamin laki-laki dan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi seperti kualitas tidur dan jenis makanan tinggi garam. ABSTRACT Hypertension is an abnormal increase of blood pressure, both systolic and diastolic blood pressures. One of the factors that affect blood pressure in adult women is the quality of sleep and the type of foods high in salt. The population in this study was all adult women aged between 19 to 40 years old, amounting 31 people. This research design used a observasional analytic design approach. The research technique used a purposive sampling and the instrument of this study was a questionnaire, the analysis used mann whitney a = 0.05. The results of the research analysis revealed that most of the sleep quality and types of high salt food of adult women in Pandanwangi Village, Blimbing Malang Subdistrict were in the poor category (80.6%) and high-salt foods (70.9%) ) The results of this study using the Mann Whitney test obtained the results of sleep quality with blood pressure p-value (0.000) and types of foods high in salt with blood pressure p-value (0.000). All p-values obtained are less than 0.05, meaning that it can be concluded that there is a relationship between the quality of sleep and the type of food high in salt with the blood pressure of adult women in Pandanwangi Village, Blimbing Malang. This means it can be concluded that there is a relationship between sleep quality and high-salt food of the adult women in Pandanwangi Blimbing Malang. The researchers then added to the number of male sex samples and found out the factors associated with hypertension such as sleep quality and the type of high salt food. Keywords : Sleep quality; high salt food; blood pressure.
PENGARUH SENAM ERGONOMIS TERHADAP SKALA NYERI SENDI PADA LANSIA WANITA Yunita Malo; Nia Lukita Ariani; Dudella Desnani Firman Yasin
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.551 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1502

Abstract

Nyeri sendi merupakan ditandai dengan adanya pembengkakan pada sendi, adanya kemerahan, terasa panas, nyeri akan mengakibatkan terjadinya gangguan pada sistem gerak. Pada kondisi ini lansia sering terganggu, jika lebih banyak sendi yang terserang. Senam ergonomis adalah salah satu upaya untuk mengurangi nyerisendi dengan terapi non farmakologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam ergonomis terhadap skala nyeri sendi pada lansia Wanita di Wilayah Posyandu lansia Cipiring II Landungsari Malang. Desain penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pre test and post test design. Dalam penelitian ini jumlah populasi adalah semua lansia di Wilayah Posyandu lansia Cipiring II Landungsari Malang sebanyak 51 orang, dan jumlah sampel yang digunakan adalah 45 responden. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah simple random sampling. Instrumen pengumpulan data adalah menggunakan lembar kuesioner. Metode analisa data dalam penelitian ini yaitu uji statistik Marginal Homogenety Test (p ≤ 0,05). Hasil penelitian membuktikan bahwa nyeri sendi sebelum dilakukan senam ergonomis sebagian besar tergolong dalam kategori skala nyeri berat tidak terkontrol sebanyak 29 orang (64,4 %). Nyeri sendi sesudah dilakukan senam ergonomik sebagian besar tergolong dalam kategori tidak nyeri sebanyak 32 orang (71,1%). Hasil uji statistik Marginal Homogenety Test diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 (p value ≤ 0,05) yang berarti ada pengaruh senam ergonomik terhadap skala nyeri sendi pada lansia Wanita di Wilayah Posyandu lansia Cipiring II Landungsari Malang. Saran dalam penelitian ini diharapkan kepada lansia untuk mengurangi frekuensi pengobatan farmakologi dan lebih perbanyak pengobatan non farmakologi seperti senam ergonomis karena pengobatan farmakologi berkepanjangan dapat membawa efek samping seperti ketergantungan pada obat yang diminum. ABSTRACT Joint pain is characterized by swelling in the joints, the presence of redness, feeling hot, pain will cause interference with the motion system. In this condition the elderly are often disturbed, if more joints are attacked. Ergonomic gymnastics is an effort to reduce pain with non-pharmacological therapy. The purpose of this study was to determine the effect of ergonomic gymnastics on the scale of joint pain in elderly women in the area of Posyandu elderly Cipiring II Landungsari Malang. The design of this study used a pre-experimental design with one group pre test and post test design. In this study the total population was all elderly in the area of Posyandu elderly Cipiring II Landungsari Malang as many as 51 people, and the number of samples used was 45 respondents. The technique used in sampling is simple random sampling. The instrument of data collection is using a questionnaire sheet. The method of data analysis in this study is the statistical test of Marginal Homogenety Test (p 5 0.05). The results of the study prove that joint pain before ergonomic exercise is mostly categorized as uncontrolled severe pain scale as many as 29 people (64.4%). Joint pain after ergonomic exercise was mostly classified as non-pain as many as 32 people (71.1%). The Marginal Homogenety Test statistical test results obtained a significant value of 0,000 (p value ≤ 0,05) which means that there is the effect of ergonomic exercise on the scale of joint pain in elderly women in the Cipiring II Landungsari Malang Posyandu area. Suggestions in this study are expected to the elderly to reduce the frequency of pharmacological treatment and more non-pharmacological treatments such as ergonomic exercise because prolonged pharmacological treatment can bring side effects such as dependence on drugs taken.. Keywords: elderly, joint pain, ergonomic gymnastic

Page 11 of 74 | Total Record : 739