cover
Contact Name
Ronasari Mahaji Putri
Contact Email
putrirona@gmail.com
Phone
+6282132872259
Journal Mail Official
nursing.news@unitri.ac.id
Editorial Address
. Telaga Warna, Tlogomas, MALANG 65144, Jawa Timur Telp: (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 25279823     DOI : https://doi.org/10.33366/nn.v5i2.2305
Core Subject : Health,
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan ISSN 2527-9823(online) adalah jurnal berkala empat bulanan (April, Agustus, Desember) yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil penelitian, studi kasus, hasil pemikiran, maupun karya tulis ilmiah oleh seluruh civitas profesi kesehatan mulai dari mahasiswa, dosen, perawat klinik, maupun perawat yang bekerja di institusi non klinik seperti lembaga penelitian, LSM, Asuransi Kesehatan, dan pemerintahan. Karya ilmiah berupa artikel kesehatan. Nursing News merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh UNITRI PRESS, sebagai media komunikasi dan informasi di bidang ilmu kesehatan. Scope jurnal terdiri dari keperawatan, kesehatan dan kesehatan masyarakat
Articles 748 Documents
HUBUNGAN POLA PIKIR PESIMISME DENGAN RESIKO DEPRESI PADA REMAJA Dera Lukita Sari; Esti Widiani; Sirli Mardianna Trishinta
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.523 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1481

Abstract

Gangguan mental terutama emosional masih banyak menyerang penduduk di dunia, di Indonesia sendiri penduduk yang mengalami gangguan mental emosional sebanyak 6%. Penduduk Indonesia sebagian besar memiliki resiko depresi yang termasuk dalam gangguan mental emosional. Resiko depresi sering terjadi pada usia remaja, dimana hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor salahsatunya adalah pola pikir pesimisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola pikir pesimisme dengan resiko depresi pada remaja di SMP PGRI 03 Malang. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi, dengan pendekatan cross sectional, dimana jumlah populasi 60 orang, dan sampel 60 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner Beck Hopelessnness Scale (BHS) dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS), yang dianalisis menggunakan uji korelasi spearman rank (Rho). Hasil penelitian ini didapatkan remaja yang mempunyai pola pikir pesimisme sebagian besar ringan yaitu 30 orang (50%), remaja yang mempunyai resiko depresi sebagian besar normal yaitu 36 orang (60%). Hasil dari analisis korelasi spearman rank (Rho) diperoleh nilai Rho = 0,502, didapatkan nilai ρ-value (signifikansi) sebesar 0,000 < α 0,05 yang artinya terdapat hubungan antara pola pikir pesimisme dengan resiko depresi pada remaja di SMP PGRI 3 Malang. Disarankan peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang pola pikir pesimisme pada kelompok usia lain seperti usia dewasa maupun lansia. Selain itu peneliti selanjutnya disarankan untuk memperhatikan faktor lain yang dapat menyebabkan remaja mempunyai pola pikir pesimisme. ABSTRACT Emotional mental disorders are experiencing by many people in the world. In Indonesia own 6% of the inhabitants who experiencing emotional mental disorders. Some of people in Indonesia hasrisk of depression that are included in the emotional mental disorders. The rick of depression often occur in the age of the adolescents, where this can be causedby several factors, one of them is pessimism mindset. This research aims to know the relationship of pessimism mindset with the risk of depression in teenagers at junior high school of PGRI 3 Malang. The design of this research is descriptive correlation, with cross sectional, approach the population of this research is 60 people, and the sample is 60 people, with total sampling technique. Data was collected by Beck Hopelessnness Scale (BHS)and Depression Anxiety Stress Scale (DASS) questionnaires, which analyzed by using spearman rank correlation test (Rho). The results obtained by teens who had majority mild pessimism mindset majority was 30 people (50%), mast of teens who had a risk of depression was normal in the mount of 36 people (60%). Spearman rank correlations (Rho) obtained the value of Rho = 0.502, with obtained a value of ρ-value (significant) of 0.000
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG POSYANDU DENGAN KEAKTIFAN IBU MENGIKUTI POSYANDU Marlina Sumida Liem; Ngesti W. Utami; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.409 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1561

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan untuk masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan. Pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan berbasis masyarakat secara optimal seperti Posyandu merupakan salah satu pendekatan dan pelayanan kesehatan dasar ditingkat masyarakat yang berguna untuk mengatasi masalah salah satunya kesehatan ibu, bayi dan balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang posyandu dengan keaktifan ibu mengikuti posyandu, di posyandu Melati kelurahan Tlogomas. Desain penelitian yang digunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi di kelurahan Tlogomas Malang sejumlah 80 orang dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 30. Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu tentang Posyandu sebagian besar dikategorikan baik sebanyak 19 orang (63,33%), keaktifan ibu mengikuti Posyandu sebagian besar aktif sebanyak 22 orang (73,33%). Hasil analisis diperoleh nilai sgnifikan 0,007≤ 0,05) artinya terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang posyandu dengan keaktifan ibu mengikuti posyandu di Posyandu Melati Kelurahan Tlogomas Malang. Ibu dapat menambah pengetahuan dengan aktif berkomunikasi atau bertukar pikiran dengan ibu yang memiliki pengalaman, dengan demikian dapat memperoleh banyak informasi tentang posyandu, manfaat kesehatan yang didapatkan jika aktif mengikuti Posyandu. ABSTRACT Posyandu is one form of health efforts for the community with technical support from health workers. Optimal use of community-based health care facilities such as Posyandu is one approach and basic health services at the community level that are useful for addressing problems such as maternal, infant and toddler health. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge of mothers about posyandu with the activity of mothers participating in posyandu, at the Melati posyandu in Tlogomas village. The research design used was cross sectional. The population in this study were mothers who had babies in the village of Tlogomas Malang with a total of 80 people with a purposive sampling technique obtained as many as 30 samples. Analysis of the data using the Spearman rank test. The results showed that the knowledge of mothers about Posyandu was mostly categorized as good as 19 people (63.33%), the activity of mothers participating in Posyandu was mostly active as many as 22 people (73.33%). The results of the analysis obtained significant values of 0.007 ≤ 0.05) meaning that there was a relationship between the level of knowledge of mothers about the posyandu and the activity of mothers participating in the posyandu at the Melati Posyandu in Tlogomas Malang. Mothers can increase their knowledge by actively communicating or exchanging ideas with mothers who have experience, thus obtaining a lot of information about Posyandu, the health benefits that can be obtained if actively participating in Posyandu. Keywords : Level of ratification; activity; mother; posyandu.
HUBUNGAN ANTARA STRES DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS YANG TERJADI DI PUSKESMAS DINOYO Laurensius Fua Uwa; Susi Milwati; Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.386 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1543

Abstract

Kejadian gastritis terjadi karena pola hidup yang tidak sehat seperti pola makan yang tidak teratur dan stres psikologis.Berdasarkan data Depkes RI tahun 2014 menyatakan angka kejadian gastritis di Indonesia sebesar 40,8% dan di Jawa Timur angka kejadian gastritis sebesar 31,2% dari seluruh kalangan usia.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara stres dan pola makan dengan kejadian gastritis yang terjadi di Puskesmas Dinoyo.Desain penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 61 pasien gastritis dengan penentuan sampel penelitian menggunakan accidental sampling dimana pengambilan sampel sesuai dengan sumber data yang cocok sehingga didapatkan 30 sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, food record dan catatan rekam medis.Metode analisa data yang di gunakan adalah uji regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS.Hasil penelitian membuktikan sebanyak 13 (43,3%) responden mengalami stres sedang, sebanyak 25 (83,3%) responden mengalami pola makan kurang dan sebanyak 23 (76,7%) responden mengalami kejadian gastritis kronik. Serta ada hubungan antara stres dengan kejadian gastritis denganp value = (0,001) < (0,050), ada hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis denganp value = (0,000)
PERBEDAAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DENGAN IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA Martinus Tay Hambandima; Joko Wiyono; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.394 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1498

Abstract

Perilaku seksual remaja rentan terjadi pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. Pada ibu bekerja cenderung berperilaku negatif karena ibu memiliki waktu sedikit untuk berinteraksi, mendidik dan membimbing remaja, sehingga remaja memiliki pengetahuan yang kurang terhadap perilaku seksual, sedangkan perilaku seksual remaja pada ibu tidak bekerja bisa terkontrol, karena ibu memiliki waktu yang cukup untuk berinteraksi dan mendidik remaja tentang perilaku seksual sehingga remaja bisa menjaga kesehatan reproduksi dengan tidak melakukan perilaku seks bebas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan perilaku seksual pada remaja dengan ibu bekerja dan ibu tidak bekerja di SMAN 07 Malang. Desain penelitian menggunakan desain komparatif. Teknik sampel penelitian menggunakan total sampling berjumlah 38 responden yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok remaja pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja di SMAN 07 Malang. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan kuesioner dan analisis hasil penelitian menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ibu bekerja sebanyak 15 (78,9%) remaja berperilaku seksual ringan yang menyimpang, sebanyak 11 (57,9%) remaja berperilaku seksual sedang menyimpang dan sebanyak 15 (78,9%) remaja berperilaku seksual berat yang tidak menyimpang, sedangkan pada ibu tidak bekerja sebanyak 13 (68,4%) remaja berperilaku seksual ringan yang tidak menyimpang, sebanyak 16 (84,2%) remaja berperilaku seksual sedang yang tidak menyimpang dan keseluruhan (100%) remaja berperilaku seksual berat yang tidak menyimpang. Hasil analisis data menggunakan uji mann whitney membuktikan ada perbedaan perilaku seksual remaja pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja di SMAN 07 Malang didapatkan p value = (0,001)
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN TIMBULNYA PENYAKIT SCABIES PADA SANTRI Rico Saputra; Wahidyanti Rahayu H.; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.227 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1472

Abstract

Fenomena santri yang tinggal di pesantren pernah mengalami scabies, hal itu terjadi karena kebiasaan kurang menjaga personal hygiene, menjaga lingkungan, dan menjaga asupan nutrisi mereka serta malas menjaga kebersihan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan PHBS dengan kejadian scabies pada santri di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional menggunakan teknik simple random sampling. Subjek penelitian ini dengan populasi sebanyak 243 santri dan didapatkan sampel 151 santri yang memenuhi kriteria inklusi seperti bersedia menjadi responden, bisa membaca dan menulis, minimal 1 tahun di pondok Pesantren Bahrul Maghfirah Malang dan remaja awal yang berumur 10 – 14 tahun di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar wawancara. Analisa data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa 71 responden (56%) mempunyai tingkat PHBS cukup dan memiliki penyakit scabies sebanyak 70 responden (55%). Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara PHBS dengan timbulnya penyakit Scabies pada santri di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. Saran yang direkomendasikan untuk peneliti selanjut nya untuk menggunakan sampel lebih banyak tidak hanya pada remaja awal tetapi mencakup seluruh santri yang berada di Pesantren dan lebih memfokuskan pada PHBS atau scabies agar hasil lebih aktual. ABSTRACT The phenomenon of santri who lived in pesantren had experienced scabies, it happened because of the habit of not maintaining personal hygiene, protecting the environment, and maintaining their nutritional intake and being lazy to maintain cleanliness. The purpose of this study was to determine the relationship between PHBS and the incidence of scabies in santri at Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School Poor. This study uses a cross sectional approach using simple random sampling technique. The subject of this study was a population of 243 students and a sample of 151 students who met the inclusion criteria such as being willing to be a respondent, able to read and write, at least 1 year at the Bahrul Maghfirah Islamic boarding school in Malang and early teenagers aged 10-14 at the Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School in Malang . The research instrument uses questionnaires and interview sheets. Data analysis uses Spearman rank test. The results showed that 71 respondents (56%) had sufficient PHBS levels and had scabies as many as 70 (55%) respondents. It was concluded that there was a significant relationship between PHBS and the onset of Scabies in students at the Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School in Malang. Suggestions recommended for further researchers to use more samples not only in early adolescents but include all students who are in Pesantren and focus more on PHBS or scabies for more actual results. Keywords : Pesantren; PHBS; Santri; Scabies.
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN CARA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE Emerenciana Madeira; Atti Yudiernawati; Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.151 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1549

Abstract

Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat harus dimulai dari unit terkecil masyarakat yaitu PHBS di rumah tangga sebagai upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Manfaat dari PHBS dapat berdampak pada pencegahan Demam Berdarah Dengue sehingga anggota keluarga bisa terbebas dari risiko kejadian Demam Berdarah Dengue. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan PHBS ibu dengan cara mencegah Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Desain penelitian ini dilakukan dengan metode korelasional untuk mengetahui hubungan PHBS dengan cara pencegahan Demam Berdarah Dengue. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah Ibu-Ibu yang memiliki anak usia pra sekolah di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang sebanyak 156 orang dan sampel penelitian menggunakan purposive sampling yaitu sebanyak 61 orang. Analisis yang dipakai adalah korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hidup Bersih dan Sehat sebagian besar responden dikategorikan baik yaitu sebanyak 36 orang (59,0%). Cara pencegahan Demam Berdarah Dengue sebagian besar responden dikategorikann cukup yaitu sebanyak 31 orang (50,8%). Hasil analisis data didapatkan nilai signifikan sebesar 0,006 (p ≤ 0,05), artinya ada hubungan PHBS ibu dengan cara mencegah Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Tlogomas Kota Malang. PHBS penting untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan, dalam upaya mencegah Demam Berdarah Dengue dapat dilakukan dengan sering membersihkan rumah, tidak banyak menggantung pakaian di rumah (kamar tidur), menguras bak mandi seminggu sekali, menutup tempat penampungan air, dan menggunakan obat semprot dan bakar untuk membasmi nyamuk. ABSTRACT The application of clean and healthy behavior must start from the smallest unut of society, namely clean and healthy living behavior in the household as an effort to empower household members to know, want and be able to practice clean and healthy behavior and bplay an active role in the health movement in the community. The benefits of clean Healthy life behavior can have an impact on the prevention of dengue fever so that family members can be free from the risk of dengue Hemorrhagic fever. The purpose of this study was to determine the relationship between the clean and Healthy life behavior of mothers by preventing dengue haemorrhagic fever in the Tlogomas Village of Malang City. The design of this study was conducted using a correlational method to determine the relationship between clean healthy life behavior and how to prevent Dengue Hemorrhagic fever. The population in this study were mothers who had pre-school age children in the Tlogomas sub-District of Lowokwaru sub- District Malang City as many as 156 people and the study sample used purposive sampling which was as many as 61 people. The analysis used is the spearman rank correlation. The results showed that the clean and healthy life of most respondents was categorized as good as many as 36 people (59.0%). The way to prevent Dengue Hemorrhagic fever in most of the respondents is categorized as adequate, namely as many as 31 people (50.8%). The results of the data analysis obtained a significant = 0.006 (p-value ≤ 0.05), meaning that there is a relationship between maternal clean and healthy living behavior and how to prevent dengue hemorrhagic fever in the Tlogomas sub-district of Malang City. Clean and healthy life behavior it is necessary to maintain and improve, in an effort to prevent dengue hemorrhagic fever by cleaning the house often, not hanging a lot of clothes at home (bedroom), draining the bath once aweek, closing a water reservoir, and using medicine spray and burn to eradicate mosquitoes. Keywords: Dengue Hemorrhagic fever; Clean and Healthy live Behavior.
HUBUNGAN PERSEPSI PASIEN TENTANG KOMUNIKASI VERBAL DAN NON-VERBAL PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN Oktavianus Plewan Tanapuan; Swito Prastiwi; Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.454 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1503

Abstract

Tuntutan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas semakin berkembang sejalan dengan meningkatnya tingkat pengetahuan serta pendidikan dan pendapatan masyarakat. Kepuasan pasien dapat dipengaruhi oleh faktor komunikasi terapeutik yang terdiri atas dua jenis yaitu komunikasi verbal dan non-verbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi pasien tentang komunikasi verbal dan non-verbal perawat dengan tingkat kepuasan pasien di puskesmas Dinoyo Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional desain cross sectional. Populasi dalam penelitianiniadalah semua pasien rawat jalan di puskesmas Dinoyo kota Malang pada bulan Februari 2017 sebanyak 304 orang dan sampel penelitian menggunakan random simple sampling yaitu sebanyak 75 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan persepsi pasien tentang komunikasi verbal dan non-verbal perawat hampir seluruhnya dikategorikan baik yaitu sebanyak 74 orang (98,7%), kepuasan pasien hampir seluruhnya dikategorikan sangat puas yaitu sebanyak 73 orang (97,3%), dan hasil analisis data didapatkan nilai signifikan sebesar (p value0,000 ≤ 0,05) yang berarti data dinyatakan sangat signifikan, artinya ada hubungan persepsi pasien tentang komunikasi verbal dan non-verbal perawat dengan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Petugas kesehatan khususnya perawat untuk selalu memperhatikan dan meningkatkan komunikasi yang baik ketika berhadapan dengan pasien, yaitu dengan cara memperhatikan pembicaraan pasien, memberikan kesempatan kepada pasien untuk bertanya atau memberikan pernyataan. ABSTRACT Community demands for quality and quality health services are growing in line with the increasing level of knowledge and education and income of the community. Patient satisfaction can be influenced by therapeutic communication factors which consist of two types of verbal and non-verbal communication. The purpose of this study was to determine the relationship between patients 'perceptions of nurses' verbal and non-verbal communication with the level of patient satisfaction at Dinoyo Public Health Center, Malang City.This study is a correlational analytic study, which examines the relationship between two variables, namely the relationship of patient perceptions of verbal and non-verbal communication with patient satisfaction. The population in this study were all outpatients in the Dinoyo health center in Malang in February 2017 as many as 304 people and the study sample used simple sampling random as many as 75 people. The instrument in this study used a questionnaire. Analisis yang digunakan pearson product moment. The results showed that patients' perceptions of verbal and non-verbal communication of nurses were almost entirely categorized as good, namely 74 people (98.7%), patient satisfaction was almost entirely categorized as very satisfied as many as 73 people (97.3%), and the results of data analysis were obtained significant value of (p value 0,000 5 0,05) which means the data is stated to be very significant and H1 is accepted, meaning that there is a relationship between patients' perceptions of nurse verbal and non-verbal communication with the level of patient satisfaction at Dinoyo Public Health Center, Malang City. Health workers, especially nurses, always pay attention to and improve good communication when dealing with patients, namely by paying attention to patient talks, giving patients the opportunity to ask questions or give statements, and nurses must communicate with nurses in accordance with the applicable SOPs in the relevant puskesmas. Keywords: Perception; verbal communication; non verbal communication; patient satisfaction.
HUBUNGAN USIA TERHADAP KEJADIAN PRE EKLAMPSI PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA DI RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA MALANG Sepriadi Sepriadi; Sri Mudayatiningsih; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.314 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.714

Abstract

Ibu hamil primigravida mudah mengalami stress dalam menghadapi persalinan menyebabkan peningkatan corticotropic releasing hormone (CRH) sehingga tekanan darah meningkat sebagai penyebab pre eklampsia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan usia terhadap kejadian pre eklampsi pada ibu hamil primigravida di Rumah Sakit Permata Bunda Malang. Desain penelitian mengunakan desain analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 83 ibu hamil dengan penentuan sampel penelitian menggunakan quota sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 32 ibu hamil primigravida. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioneruntuk mengetahui usia responden dan catatan rekam medis untuk mengetahui kejadian pre eklampsi.Metode analisa data yang digunakan yaitu uji spearmen rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar 17 (53,1%) ibu hamil primigravidaberusia 17 – 19 tahun (terlalu muda untuk hamil) dan sebagian besar 24 (75,0%) ibu hamil primigravida mengalami kejadian pre eklampsi ringan. Hasil uji spearmen rank didapatkan p value= (0,002)
PERBEDAAN STATUS GIZI PADA BAYI USIA 4-6 BULAN YANG MENDAPATKAN ASI EKSKLUSIF DAN NON EKSKLUSIF DI RW 02 DAN RW 06 DI WILAYAH KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Weni Ardila; Roni Yuliwar; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.1066

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh yang diakibatkan oleh konsumsi penyerapan dan penggunaan makanan, status gizi dipengaruhi oleh faktor-faktor konsumsi makanan dan faktor kesehatan. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif mendapatkan status gizi yang baik karena nutrisi yang di butuhkan bayi dapat terpenuhi dan bayi yang mendapatkan non eksklusif mendapatkan gizi yang kurang, karena tidak mendapatkan nutrisi gizi yang memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan status gizi pada bayi usia 4-6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif dan non eksklusif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi usia 4-6 bulan di RW 02 dan RW 06 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Malang berjumlah 53 responden, dengan teknik Purposive sampling didapatkan sampel berjumlah 34 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah Uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Status gizi bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dalam kategori gizi lebih yaitu sebanyak 8 bayi (47%), status gizi bayi yang mendapatkan non eksklusif dalam kategori gizi kurang yaitu sebanyak 9 bayi (52%), hasil Uji Mann-Whitney didapatkan nilai Signifikansi sebesar 0,034 sehingga H1 diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara status Gizi bayi usia 4-6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif dan non eksklusif. Saran untuk peneliti selanjutnya meneliti pengaruh fase-fase dalam tumbuh kembang terhadap status gizi bayi yang mengalami gizi kurang. ABSTRACT Nutrition status is the state of the body caused by the consumption of absorption and the use of food, nutritional status is influenced by the factors of food consumption and health factors. Infants who get exclusive breastfeeding get good nutritional status because the nutrients needed by infants can be met and babies who get non-exclusive get less nutrition, because they do not get adequate nutrition nutrition. The purpose of this study was to analyze differences in nutritional status in infants aged 4-6 months who get exclusive and non exclusive breastfeeding. The population in this study were all infants aged 4-6 months in RW 02 and RW 06 Tlogomas Village Kecamatan Lowokwaru Malang amounted to 53 respondents, with purposive sampling technique got sample amounted to 34 respondents. Data collection in this study using questionnaire and observation. The data analysis used is Mann-Whitney Test. From the results of this study it can be concluded that: The nutritional status of infants who get exclusive breastfeeding in the category of more nutrition that is as many as 8 babies (47%), nutritional status of infants who get non-exclusive in the category of malnutrition that is as many as 9 babies (52%), -Whitney got significance value of 0,034 so that H1 accepted. This means that there is a significant difference between the nutritional status of infants aged 4-6 months who get exclusive and non exclusive breastfeeding. Suggestions for the researchers further examined the effect of phases in growth and development of nutritional status of infants with less nutrition. Keywords : Eexclusive breastfeeding; non-exclusive breastfeeding; nutritional status.
PENGARUH RELAKSASI “MEDITASI DZIKIR” TERHADAP INTENSITAS NYERI PREMSNTRUASI SYNDROME PADA REMAJA PUTRI DI SMP DARUSH SHOLIHIN KOTA BATU Lulu Viandini; Sri Mudayatiningsih; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.197 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.788

Abstract

Tubuh wanita akan terjadi perubahan kadar hormon khususnya pada masa sebelum menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi “Meditasi Dzikir” terhadap penurunan intensitas nyeri Premenstruasi syndrome pada remaja putri di SMP Darush Sholihin Kota Batu. Desain penelitian ini Quasi Eksperimen Design dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel 20 responden dari 85 populasi dengan menggunakan Sampling Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan alat ukur nyeri NRS (Numeric Rating Scale). Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan data biografi kemudian dianalisis uji paired sampel t test. Hasil penelitian sesudah diberikan teknik relaksasi nafas dalam hampir sebagian responden (30%) mengalami nyeri sedang, didapatkan nilai p value = 0,000 (p < 0,05) artinya ada pengaruh yang signifikan sesudah diberikan teknik relaksasi “Meditasi Dzikir”. Peneliti selanjutnya untuk memperhatikan faktor fisik serta pemantauan waktu pelaksanaan dalam melakukan teknik relaksasi nafas dalam.