cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2015)" : 21 Documents clear
PARTISIPASI MASYARAKAT KELURAHAN TOSAPAN DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA PANGO – PANGO DI KABUPATEN TANA TORAJA Suwardi, Ayu Wandira
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan wisata Pango-Pango merupakan Kawasan Hutan yang terletak di puncak gunung dengan ketinggian 1600 s/d 1700 m DPL dengan hawa yang sejuk, luas kawasan adalah 61,70 km2 dan berpenduduk sebanyak 12.703 jiwa.  Kawasan wisata Pango-Pango berada pada Kecamatan Makale Selatan.Perencanaan dan pengembangan suatu kawasan tak lepas dari peran masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.Salah satu prinsip pengembangan kawasan wisata adalah agar adanya suatu kawasan wisata yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi dan tanggapan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Pango-Pango serta menganalisis bentuk-bentuk dan tingkatan partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Pango-Pango.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif- kuantitatif dengan analisis deskriptif kualitatif.Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner, wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik masyarakat mempengaruhi bentuk dan tingkatan partisipasi yang dilakukan masyarakat. Hal tersebut juga berkaitan dengan mata pencaharian dan tingkat pendidikan masyarakat, rendah tingginya pendidikan masyarakat akan mempengaruhi mata pencaharian masyarakat. Sebagian besar masyarakat di kawasan wisata Pango-Pango memiliki tingkat peendidikan jenjang Sekoah Dasar (SD). Sedangkan tanggapan masyarakat dilihat dari skala peran serta masyarakat yang didukung oleh peran pemerintah dan wisatawan, serta bentuk-bentuk dan tingkatan  partisipasi yang diberikan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Pango-Pango di Kelurahan Tosapan meliputi : Partisipasi masyarakat dalam bentuk buah pikiran, tenaga, harta benda, keterampilan dan kemahiran, serta partisipasi sosial. Tingkat partisipasi yang diberikan masyarakat Kelurahan Tosapan dapat dikategori  dalam tingkat interaktif, insentif, dan inisiatif. Kata kunci : Partisipasi Masyarakat, Pengembangan, Kawasan Wisata Pango-Pango
ANALISIS PEMANFAATAN PARKIR PADA KAWASAN PERKANTORAN JALAN 17 AGUSTUS MANADO -, Sudiro
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pengguna kendaraan bermotor di berbagai tempat sangat tinggi, hal tersebut seiring dengan keinginan manusia akan sesuatu hal yang berhubungan dengan kebutuhan dan kepentingan. Bertambah banyaknya jumlah pegawai negeri sipil maupun pegawai swasta dan kegiatan masyarakat menyebabkan naiknya volume kendaraan. Kawasan Perkantoran Jalan 17 Agustus Manado merupakan salah satu kawasan yang padat aktifitas, berada diantara 2 kecamatan yakni : Kecamatan Wenang dan Kecamatan Wanea. Kondisi eksisting pada Kawasan Perkantoran Jalan 17 Agustus Manado memiliki 15 lahan parkir yang terdapat pada setiap kantor. Penelitian ini menggunakan metode survey pengumpulan data primer terhadap permintaan parkir berupa kendaraan yang datang dan keluar pada kantor yang memiliki masalah parkir off street yaitu Kantor Imigrasi dan Kantor BAPPEDA, serta pengumpulan data sekunder meliputi data jumlah penduduk Kota Manado 5 tahun terakhir, data jumlah kendaraan bermotor Kota Manado 5 tahun terakhir dan site plan. Hasil analisis data didapat kebutuhan kapasitas pada Kantor BAPPEDA  tidak mencukupi yakni dengan SRP eksisting untuk mobil 26 unit dengan kebutuhan sebenarnya 27 unit, sedangkan untuk area parkir Kantor Imigrasi masih dapat menampung 25 unit mobil dengan kebutuhan sebenarnya 14 unit. Berdasarkan hasil analisis citra pada Kawasan Perkantoran Jalan 17 Agustus Manado, maka terdapat 4  lokasi yang dapat dijadikan sebagai alternatif area parkir pada Kawasan Perkantoran Jalan 17 Agustus Manado dengan total luas 2453 .
PERSEPSI DAN PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP PENGUNAAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI LAPANGAN SPARTA TIKALA KOTA MANADO Wambes, Wahyu Firdaus
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka publik adalah suatu tempat umum dimana masyarakat melakukan aktivitas rutin dan fungsional yang mengikat sebuah komunitas, baik rutinitas normal dari kehidupan sehari-hari maupun dalam perayaan yang periodik. Lapangan Sparta Tikala Kota Manado  digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas seperti, aktivitas olahraga, keagamaan,dan rekreasi/bersantai Dalam hal penggunaan ruang, Lapangan Sparta Tikala seharusnya memiliki kualitas yang layak, ditinjau dari ketersediaan fasilitas dan elemen pendukung yang tersedia, maka peran masyarakat sebagai pengunjung dianggap penting terhadap penilaian kualitas tersebut ditinjau dari persepsi dan preferensi mereka.Tujuan penelitian ini menganalisis persepsi dan preferensi masyarakat berdasarkan kualitas secara fisik dan non fisik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analisa menggunakan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, persepsi masyarakat untuk ukuran fasilitas yang telah memenuhi yaitu lapangan terbuka dan area jogging track, dan yang belum memenuhi yaitu ukuran lapangan basket. Kondisi fasilitas yang dinilai terawat yaitu lapangan terbuka,sedangkanyang dinilai kurang terawat yaitu area jogging track dan lapangan basket. Keamanan dan kenyamanan ketika berkunjung yaitu dinilai aman dan nyaman, dan kemudahan akses masyarakat ketika berkunjung yaitu mudah dalam mengakses/mengunjungi. Preferensi masyarakat untuk ukuran fasilitas yang penting dilakukan perluasan yaitu lapangan basket, dan yang tidak penting dilakukan perluasan yaitu lapangan terbuka dan area jogging track, kondisi fasilitas dan elemen yang penting dilakukan perawatan yaitu semua fasilitas dan elemen yang ada. Fasilitas dan elemen yang penting untuk ditambah jumlah yaituarea tempat parkir, tempat sampah, toilet dan vegetasi, Desain dari fasilitas dan elemen yang penting untuk diganti/ditambah desainnya yaitu drainase. Kata Kunci : Persepsi, Preferensi, Penggunaan Ruang Terbuka Publik
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI SEKITAR KAWASAN PELABUHAN BITUNG Bulamei, Alexa Puspa; Tarore, Raymond Ch.; Moniaga, Ingerid L
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan suatu wilayah akan terus terjadi dari hari ke hari secara dinamis bersamaan dengan perkembangan jumlah penduduk dan aktivitas penduduk di dalamnya, akan mengakibatkan meningkatnya permintaan lahan yang dipergunakan untuk menyelenggarakan kegiatan, sehingga saat ini lahan menjadi sesuatu yang memiliki nilai tinggi. Secara umum perkembangan fisik kota Bitung serta penggunaan lahannya dipengaruhi oleh keberadaan pelabuhan sebagai titik tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan penggunaan lahan yang telah terjadi, dan bagaimana keberadaan Pelabuhan Bitung mempengaruhi penggunaan lahan yang ada di kawasan sekitarnya. Data yang diperlukan adalah data primer mencakup karakteristik responden dan karakteristik lahan melalui wawancara dan observasi langsung. Data Sekunder mencakup studi literatur, dokumen teknis dari instansi yang berhubungan melalui permintaan data ke instansi terkait. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dan aplikasi GIS dengan data time series dari tahun 2006 dan tahun 2014. Kesimpulan yang diperoleh yaitu perubahan penggunaan lahan terjadi pada kawasan sekitar Pelabuhan  Bitung yang mencakup Kelurahan Bitung Timur. Lahan terbangun pada tahun 2006 di kawasan sekitar Pealabuhan Bitung 41,36 Ha mengalami peningkatan perubahan luas 7,69Ha sehingga pada tahun 2015 menjadi 49,05Ha. Dengan perubahan trend terbesar yaitu perubahan penggunaan lahan kosong menjadi lahan terbangun. Pelabuhan Bitung mempengaruhi perkembangan Kota Bitung terlihat dari pesebaran jenis penggunaan lahan. Terlebih khusus Pelabuhan Bitung mempengaruhi nilai lahan kawasan disekitarnya sehingga menyebabkan masyarakat melakukan perubahan penggunaan lahan mereka menjadi areal komersil. Kata kunci : Perubahan Penggunaan Lahan, kawasan sekitar Pelabuhan Bitung
PERMASALAHAN PENGEMBANGAN OBJEK BERSEJARAH DALAM MENUNJANG WISATA KOTA DI TERNATE Fadhly, Moh Yushar; Tondobala, Linda; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Permasalahan Pengembangan Objek Bersejarah Dalam Menunjang Wisata Kota Di Ternate. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kondisi bangunan bersejarah yang ada di Kota Ternate, dan menganalisis permasalahan pengembangan bangunan bersejarah dalam menunjang pariwisata di Kota Ternate. Penelitian ini disajikan secara deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan dari informasi tentang bangunan sejarah yang tersebar di Kota Ternate. Adapun metode pengumpulan data yang diajukan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, studi pustaka dan studi dokumen. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bangunan-bangunan bersejarah yang meliputi Kedaton Kesultanan, Benteng Kastela, Benteng Kota Janji, Benteng Kalamata, Benteng Tolluco, Benteng Oranje dan Mesjid Kesultanan adalah obyek wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk wisata kota di Ternate. Seluruh objek tersebut sudah termuat dalam RTRW dan RIPDA sebagai perencanaan objek wisata sejarah, namun kenyataan di lapangan pengembangan objek-objek bersejarah ini ternyata masih mengalami berbagai masalah, antara lain kurangnya perhatian pemerintah akan objek-objek tersebut yang di tandai dengan kondisi objek yang tampil sebagaimana adanya, tidak terurus dan terlihat kotor, minimnya sumber daya manusia dalam bidang kepariwisataan baik dari DISBUDPAR maupun masyarakat sekitar, serta prasarana sarana pendukung yang tidak lengkap. Maka dapat di simpulkan bahwa bangunan-bangunan bersejarah yang tersebar di Kota Ternate ternyata memiliki potensial sebagai obyek wisata sejarah yang sangat menarik untuk dikembangkan sebagai wisata Kota Di Ternate, namun karena kurangnya perhatian dan keseriusan dari pemerintah sehingga objek-objek tersebut tidak difungsikan secara optimal sebagimana mestinya. Untuk itu peran serta pemerintah sangat dibutuhkan dalam pengembangan objek bersejarah tersebut serta dilengkapi dengan prasarana sarana dan fasilitas yang memadai, sehingga dengan begitu diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dalam negeri maupun mancanegara, serta dapat memajukan kepariwisataan di Kota Ternate. Kata Kunci : Permasalahan, Objek Bersejarah, Kota Ternate.
KETERKAITAN PERUBAHAN FUNGSI LAHAN DENGAN PERUBAHAN FUNGSI DAN INTENSITAS BANGUNAN PADA KAWASAN SEPANJANG KORIDOR BOULEVARD DI DEPAN KAWASAN MEGAMAS Wattimena, Brian Erfino; Tondobala, Linda; Tarore, Raymond Ch.
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan lahan di kawasan perkotaan semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan kegiatan sosial ekonomi. Kota Manado adalah salah satu kota yang cukup cepat pertumbuhan ekonominya Hal tersebut dapat dilihat hingga saat ini yang terjadi di Kota Manado yaitu terus muncul berbagai pusat kegiatan barang dan jasa baru untuk menunjang kegiatan masyarakat kota Manado. Kondisi ini memicu perubahan fungsi lahan yang terjadi  di sepanjang koridor Boulevard di depan Kawasan Megamas, yang secara langsung juga mempengaruhi perubahan fungsi dan intensitas bangunan di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana perubahan fungsi lahan dan keterkaitan perubahan fungsi lahan dengan fungsi dan intensitas bangunan. Metode dalam penelitian ini adalah Kuantitatif dengan analisis korelasional Tabulasi Silang untuk melihat hubungan antar variable, Adapun analisis yang dipakai yaitu analisis pertumbuhan okupasi penduduk untuk melihat kronologis perkembangan pemanfaatan fungsi lahan dan fungsi bangunan pada lokasi penelitian yang dijelaskan secara deskriptif. Hasil studi yang diperoleh menunjukan bahwa perubahan fungsi lahan yang paling dominan terjadi pada koridor Boulevard di depan Kawasan Megamas adalah Kawasan perdagangan dengan laju pertumbuhan 110%, sedangkan untuk laju pertumbuhan terendah adalah kawasan permukiman dengan laju pertumbuhan -73,71%. Sementara untuk fungsi dan intensitas bangunan dapat dilihat bahwa hampir keseluruhan hasil responden menjawab telah terjadi dua kali perubahan fungsi bangunan, dengan instensitas bangunan didominasi oleh fungsi campuran berupa Kost, Toko, Kost dan Toko, Restoran, dan Bengkel. Hasil ini diharapkan dapat dijadikan masukan  dalam pengendalian penataan bangunan.   Kata Kunci: Keterkaitan, Perubahan, Fungsi Lahan, Intensitas Bangunan
PREFERENSI MASYRAKAT DALAM MENENTUKAN LOKASI HUNIAN DI PERI URBAN KOTA MANADO Ani, Gayantri Fendya; Rondonuwu, Dwight M; Takumansang, Esly
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Kota Manado yang begitu pesat dengan pertambahan penduduk yang meningkat maka peningkatan akan sarana tempat tinggal pun meningkat. Tidak adanya ruang bagi sebagian masyarakat untuk membangun tempat tingggal maka masyarakat memilih lokasi hunian di Daerah Pinggiran Kota Manado yaitu Kecamatan Mapanget dan Kecamatan Bunaken Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Utara, Kecamatan Malalayang Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa. Daerah Pinggiran mempunyai Perumahan Terencana seperti Perumahan Griya Paniki Indah yang menarik minat masyarakat untuk memilih lokasi hunian di perumahan tersebut. Dengan Tujuan Penelitian untuk mengindetifikasi karakteristik masyarakat peri urban dan faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat dalam menentukan lokasi hunian khususnya di Peri Urban Kecamatan Mapanget Perumahan Griya Paniki Indah. Pengumpulan data melalui wawancara depth-interview dan sampel untuk  menganalisis data menggunakan analisis deskritif kualitatif. Analisis deskritif kualitatif untuk mengetahui preferensi masyarakat dalam menentukan lokasi hunian dan faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat dalam menentukan lokasi hunian di Peri Urban Kota Manado khususnnya Perumahan Terencana Griya Paniki Indah.Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa karakteristik masyarakat mempengaruhi preferensi memilih lokasi dimana penghasilan/pendapatan dengan tingkat menengah ke atas dan mata pencaharian sebagai pegawai swasta mampu memenuhi kebutuhan keinginan untuk memilih lokasi hunian di daerah pinggiran khususnya di Perumahan Griya Paniki Indah Kecamatan Mapanget. Adapun 5 faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam menentukan lokasi hunian. Kata Kunci : Preferensi,  Lokasi Hunian, Peri Urban
BANGKITAN DAN POLA PERJALANAN TRANSPORTASI DAERAH PERUMAHAN KOTA MANADO Soleman, Indri Dizka Sapriyanti; Franklin, Papia J.C.; Timboeleng, James A
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan Malendeng Residence Manado merupakan salah satu perumahan di Pinggiran Kota Manado yang sebagian besar penduduknya bekerja di Kota Manado, sehingga akan terjadi bangkitan perjalanan yang akan membebani jalur – jalur jalan menuju pusat Kota Manado. Dalam hal ini penelitian diarahkan pada bangkitan dan pola perjalanan transportasi daerah Perumahan Malendeng Residence Manado. Pengumpulan data untuk keperluan analisa dilakukan dengan menggunakan sampel Untuk menganalisa data dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan menggunakan Analisis Deskriptif kualitatif untuk mengetahui karakteristik perilaku  perjalanan dan pembebanan pola jaringan jalan yang ada dan Analisis Kuantitatif dengan Analisis Regresi Sederhana untuk mengetahui model bangkitan perjalanan di Kawasan Perumahan Malendeng Residence. Dari hasil analisis deskriptif kuantitatif dibagi menurut kegiatannya sehari – hari yaitu bekerja, bersekolah dan berbelanja. Bekerja, dari Prosentase sebaran tempat kerja, terlihat bahwa Kelurahan Bumi Beringin mempunyai prosentase terbesar (50 %), hal ini karena di Kelurahan Bumi Beringin adalah area perkantoran Kota Manado. Bersekolah, dari hasil analisa sebagian penduduk Perumahan Malendeng bersekolah 101 Orang di Kelurahan Teling dan Perkamil.Disini muncul faktor penting dalam pemilihan sekolah, yaitu faktor jarak dan kemudahan untuk mencapai sekolah tersebut.Berbelanja, diketahui lokasi berbelanja dengan prosentase terbesar adalah wilayah pusat Kota Manado di Kecamatan Sario (Kel.Titiwungen Selatan) dan Kecamatan Wenang (Titiwungen Utara) tepatnya di Kawasan B on B sampai kawasan pasar 45, karena area tersebut adalah area perdagangan dan jasa. Pengembangan transportasi di Perumahan Malendeng Residence Manado untuk masa yang akan datang sebaiknya diarahkan untuk lebih meningkatkan interaksi dengan Kabupaten Minahasa Utara dengan melihat potensi – potensi yang dapat dikembangkan, sekaligus mengurangi ketergantungan kawasan perumahan tersebut dengan Kota manado sehingga interaksi tersebut akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih bagi Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci : Bangkitan, Pola Perjalanan, Transportasi, Perumahan
KAJIAN SPASIAL KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KECAMATAN PINELENG, KABUPATEN MINAHASA Manullang, Jerry S. R. K.; Gosal, Pierre; Karongkong, Hendriek
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penting dalam keberlangsungan pembangunan di suatu wilayah perkotaan adalah ketersediaan sumber daya alam yang mencukupi guna memenuhi segala kebutuhan masyarakatnya.Salah satu sumber daya alam yang memiliki peran vital di wilayah perkotaan adalah sumber daya air bersih. Yang menjadi fokus dari penelitian ini yakni mengkaji fungsi spasial wilayah Kecamatan Pineleng, memproyeksi kebutuhan air bersih dalam jangka waktu 10 tahun kedepan (2013-2023), serta mengetahui rasio ketersediaan sumber air (kapasitas produksi) terhadap proyeksi kebutuhan air selama 10 tahun kedepan. Lingkup dari penelitian ini adalah Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa.Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif-kualitatif dengan menggunakan analisis spasial GIS dan analisis proyeksi geometrik.Analisis spasial GIS mencakup kajian tentang kelerengan, topografi, perkembangan kawasan terbangun dan tidak terbangun, pola pemanfaatan lahan, dan kajian sumber air.Sedangkan analisis proyeksi geometrik mencakup proyeksi tentang kependudukan 10 tahun kedepan, proyeksi kebutuhan sektor domestik, dan proyeksi kebutuhan sektor non domestik.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara spasial Kecamatan Pineleng terletak pada kelerengan 15-25 % dan terletak pada ketinggian 77-429 mdpl.kemudian untuk proyeksi kebutuhan air domestik dan non domestik selama 10 tahun mendatang mencapai 38,963 liter/detik atau meningkat sebesar 34,10 %. Kemudian total ketersediaan air bersih dari seluruh sumber air di Kecamatan Pineleng sebesar 154,45 l/dtk. Sedangkan untuk rasio ketersediaan sumber air dengan proyeksi kebutuhan air diperoleh hasil bahwa sumber air di Kecamatan Pineleng masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun kedepan.   Kata kunci : Kajian spasial, kebutuhan air bersih, Kecamatan Pineleng
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA DI PULAU SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Timburas, Mainart Aramana; Malik, Andi; Rompas, Leidy M
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pariwisata merupakan kegiatan yang strategis untuk dikembangkan. Pengembangan  pariwisata ini tidak terlepas dari keberadaan sumber daya alam maupun sumber daya buatan sebagai potensi daerah yang dimilikinya. Pulau Salibabu merupakan salah satu Pulau yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Talaud yang memilki potensi akan pariwisata, yang diantaranya terdapat empat obyek wisata yang berpotensial untuk bisa terus dikembangkan yaitu Obyek wisata Pulau Sara besar dan Sara kecil, Pantai Sereh, Pantai Tiwuda, dan Goa Wuidduanne. Namun keberadaan infrastruktur, sarana dan prasarana, serta fasilitas pendukung lainnya pada obyek wisata yang masih kurang dan belum cukup memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik obyek wisata yang ada di Pulau Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud yang kemudian merumuskan usulan pengembangan kawasan obyek wisata di Pulau Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud. Analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis SWOT  dengan menggunakan Matriks IFAS dan EFAS, Matriks SWOT serta analisis kebijakan. Hasil analisis deskriptif menemukan karakterisik dari pada empat obyek wisata yang ada di Pulau Salibabu. Hasil analisis Matriks IFAS dan EFAS menunjukkan potensi dari semua obyek  wisata yang ada sangat layak untuk bisa dikembangkan. Hasil analisis kebijakan menunjukkan jenis wisata alam dan bahari sangat berpeluang untuk terus dikembangkan di kawasan obyek wisata Pulau Salibabu. Matriks SWOT menunjukan arahan dan usulan terhadap pengembangan potensi wisata yang ada di Pulau Salibabu.     Kata kunci: Pariwisata, Pulau Salibabu, Pengembangan Potensi Wisata

Page 1 of 3 | Total Record : 21