cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2015)" : 20 Documents clear
PERSEPSI PEDAGANG PRIBUMI TERHADAP PEDAGANG PENDATANG DI PASAR KAJASE KABUPATEN SORONG SELATAN, PAPUA BARAT Abago, Pither Yulianus; Rondonuwu, Dwight M; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar-belakangi oleh kesenjangan pedagang Pribumi dan pedagang Pendatang yang terjadi di pasar Kajase.Dimana pedagang Pribumi mulai tersingkir akibat kalah persaingan merebut peluang berdagang. Disisi lain keberadaan pedagang Pendatang memberikan kontribusi besar dalam pendapatan daerah, demikian juga pedagang Pribumi merupakan faktor penting dalam pembangunan ekonomi rakyat. Namun status keberadaan pedagang Pribumi belum terintegrasi, ini menyulitkan Pemerintah dalam menangani persoalan pedagang pasar Kajase sehinga menimbulkan persepsi negatif pedagang Pribumi terhadap pedagang Pendatang.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pedagang Pribumi dan pedagang Pendatang, mengetahui persepsi pedagang Pribumi terhadap pedagang Pendatang.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling.Tektnik pengumpulan data melalui kuisioner.Anlisis data menggunakan analissi dekriptif kualitatif yaitu data yang di dapat di jelaskan melalui table dan kata-kata.  Di peroleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) karakteristik pedagang Pendatang lebih baik dalam motivasi berdagang, usiah, tingkat pendidikan tertinggi, serta adat-istiadat dibandingkan pedagang Pribumi, sehingga pedagang Pendatang berhasil dalam berdagang. (2). Persepsi negatif pedagang Pribumi terhadap pedagang Pendatang disebabkan pedagang Pribumi merasa terancam kalah dalam persaingan brdagang. Sehingga dari 65% pedagang Pribumi setuju bahwa pedagang Pendatang menguasai pasar Kajase. (3). Keinginan dan harapan pedagang Pribumi. yaitu keinginan pedagang Pribumi bahwa pemerintah dapat membagi dua los Pasar untuk kedua kelompok pedagang serta, harapan pedagang Pribumi yaitu Pemerintah dalam mengambil kebijakan terkai pasar harus mempertimbangkan hak-hak adat penduduk Pribumi. Keywords: Persepsi, Pedagang,Pribumi, Pendatan, Pasar Kajase Kabupaten Sorong Selatan.
EVALUASI KELAYAKAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH DI KECAMATAN MANOKWARI SELATAN Rumbruren, Antonius Arik; Tarore, Raymond Ch.; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan tempat pembuangan akhir sampah (TPA), kecamatan manokwari selatan memiliki jarak ± 500m dari Pemukiman Masyarakat di Desa Maisepi dan Katebu dan jarak dari Lokasi TPA ± 1,5 km ke perkantoran Gubernur. Dengan jarak yang begitu dekat menimbulkan bau yang kurang sedap dan pencemaran lingkungan di hunian warga dan juga di perkatoran Gubernur. Sebagai upaya meningkatkan pelayanan dan mengatasi berakhirnya masa operasional TPA existing, pemerintah kabupaten Manokwari telah menetapkan lokasi TPA Sowi di dalam RTRW kabupaten Manokwari, untuk itu perlu diketahui “Bagaimana kelayakan lokasi TPA sampah Sowi ditinjau kondisi lingkungan berdasarkan analisis kritis terhadap SK SNI tentang pemilihan lokasi TPA Sampah ?”. Tujuan penelitian ini adalah, megevaluasi kelayakan lokasi TPA sampah Sowi berdasarkan SK SNI T-11-1991-03. Untuk mengetahui kelayakan lokasi TPA sowi Kabupaten Manokwari, maka analisis yang dilakukan adalah metode skoring. Penentuan skor masing-masing variable didasarkan atas pembobotan parameter-parameter dari masing-masing variabel tersebut. Besarnya bobot dari masing-masing parameter ditentukan atas dasar besarnya pengaruh kepentingannya. Dengan demikian maka Lokasi TPA sampah Sowi Kabupaten Manokwari dapat dinyatakan layak dipertimbangkan.   Kata kunci: Tempat, Pembuangan, Sampah
ANALISIS KEBUTUHAN DAN SEBARAN FASILITAS PENDIDIKAN TINGKAT SMP DAN SMA DI KABUPATEN TAMBRAUW, PROPINSI PAPUA BARAT Gewab, Hapon Ch; Malik, Andi; Karongkong, Hendriek H
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Kabupaten Tambrauw kurang mempunyai minat untuk bersekolah karena  kurang tersedianya sarana fasilitas  pendidikan yang memadai, khususnya tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di kabupaten Tambrauw, kendala lainnya kondisi jalan bebelok-belok dan rusak mengakibatkan akses menuju fasilitas pendidikan terhambat, demikian juga dengan sebaran penduduk yang tidak merata di wilayah ini menjadi kendala dalam perencanaan dan penyediaan fasilitas pendidikan tingkat SMP dan SMA.Menyikapi pertambahan penduduk akan fasilitas pendidikan, maka penelitian ini bertujuan untuk  merumuskan arahan distribusi fasilitas pendidikan  SMP dan SMA yang merata dan menjangkau seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Tambrauw berdasarkan standar yang ditetapkan hingga tahun 2034. Sebelumnya dilakukan evaluasi terhadap penyediaan fasilitas pendidikan SMP dan SMA eksisting dengan melakukan analisis terhadap kecukupan fasilitas pendidikan berdasarkan standar pemenuhan kebutuhan usia sekolah terhadap fasilitas SMP dan SMA eksisting, tingkat keterisian sekolah, dan kondisi jalan. Kemudian untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan analisis mengenai penyediaan fasilitas pendidikan dan distribusi SMP dan SMA berdasarkan rombongan belajar serta kondisi jalan. Berdasarkan analisis terhadap penyediaan fasilitas pendidikan SMP dan SMA di Kabupaten Tambrauw  belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan penduduknya serta belum dapat menjangkau seluruh wilayah ini dari tingkat efisiensi dan efektifitas. Studi ini memprediksikan jumlah penduduk pada tahun 2034 berjumlah 195.608 jiwa, sedangkan jumlah penduduk usia sekolah 13-15 tahun dan 16-18 tahun di Kabupaten Tambrauw pada tahun 2034 sebanyak 9782 jiwa dan 9425 jiwa dengan perkiraan penambahan kebutuhan fasilitas pendidikan SMP sebanyak 87sekolah dan  SMA sebanyak 26 sekolah pada tahun 2034 yang tersebar di seluruh kecamatan di kabupaten Tambrauw   Kata kunci : Fasilitas Pendidikan, arahan, distribusi
FAKTOR – FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP EKSISTENSI KEGIATAN WISATA KULINER TINUTUAN DI KORIDOR JALAN WAKEKE MANADO Nanariain, Vinny Wasty; Rondonuwu, Dwight M; Rogi, Octavianus A. H.
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor jalan Wakeke terletak di kelurahan Wenang Utara kecamatan Wenang kota Manado. Dilihat dari status jalan merupakan  jalan lingkungan yang diapit oleh dua  jalan arteri sekunder yaitu Jalan Korengkeng dan Jalan Garuda. Oleh pemerintah telah dijadikan sebagai kawasan wisata kuliner dengan kekhasan menu yang paling dikenal yaitu tinutuan. Usaha kuliner tinutuan yang sudah berjalan puluhan tahun masih tetap eksis hingga sekarang. bahkan, terkenal sampai di kalangan orang-orang Manado yang berada tinggal di luar negeri. dan mampu bersaing dengan lokasi –lokasi kuliner lain yang ada di kota Manado. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi eksistensi lokasi usaha dengan profil usaha kuliner tinutuan dan bagaimana perubahan penggunaan ruang lokasi studi sebagai dampak dari aktifitas wisata kuliner ini. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. dengan variabel dependennya adalah eksistensi kegiatan wisata (pedagang dan pelanggan) dan variabel independennya adala variabel aksesibilitas, prasarana sarana, kebijakna pemerintah, dan penggunaan ruang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif metode analisis yang digunakan untuk menentukan dan menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh terhadap eksistensi kegiatan wisata kuliner di Koridor Wakeke ini memakai uji kai kuadrat pearson (Pearson Chi Square) dan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari semua variabel yang berpengaruh terhadap eksistensi kegiatan wisata kuliner tinutuan di koridor jalan Wakeke Manado adalah variabel aksesibilitas yang memiliki pengaruh paling paling besar, sedangkan variabel prasarana sarana dianggap tidak berpengaruh karena memiliki nilai p lebih dari 0,05. Pola perkembangan kegiatan di koridor Wakeke ini adalah berbentuk ribbon mengikuti jaringan jalan.   Kata kunci : Eksistensi, Faktor Pengaruh, Wisata Kuliner, Koridor Wakeke Manado.
PEMANFAATAN RUANG PARA PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL BAHU,MANADO DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONDISI AKSESIBILITAS KAWASAN Rahantoknam, Steward; Tondobala, Linda; Tarore, Raymond Ch.
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Tradisional Bahu berlokasi di Kecamatan Malalayang Kelurahan Bahu di Kota Manado. Sistem tawar menawar merupakan ciri khaspasar tradisional ini. Namun citra pasar tradisional yang indentik dengan semrawut, kotor dan macet menyebabkan situasi yang tidak nyaman bagi para pembeli dan pedagang. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan dan prilaku pedagang sehingga menurunnya kualitas lingkungan seperti terjadinya kesemrawutan karenapedagang menggelar dagangannya sembarangan dengan bahan seadanya sehingga mempengaruhi kenyamanan dalam pasar selain masalah kebersihan. Demikian pula,akses menuju pasar yang tidak memadai; angkutan kota yang sembarang menaikkan dan menurunkan penumpang; kegiatan proses bongkar muat barang dan tidak tersedia ruang parkir membuat pelanggan memarkir kendaraan dengan sembarangan terutama pada badan jalan pasar dimana keadaan ini membuat kemacetan di kawasan khususnya pada pada jam sibuk di pagi hari. Melihat permasalahan di atas maka peneliti merasa penting untuk mengkaji Pemanfaatan Ruang Para Pedagang Di Pasar Tradisional Bahu Dan Pegaruhnya Terhadap Kondisi Aksesibilitas Kawasan. MetodeAnalisis  Deskriptif dan Analisis Kuantitatif di pakai dalam penelitian ini. Hasil survey lapangan dipetakan dan dianalisis, selanjutnya dengan program SPSS, data hasil kuesioner diolah. Hasil penelitian ini memperlihatkan terdapat korelasi lokasi pedagang, penataan pedagang, mobilitas pedagang dengan  kemacatan diPasar Tradisional Bahu. Kemacetan terpanjang di jalan Wolter Wongensidi di saat waktu sibuk pasar yang terjadi di pagi hari pada jam 06.00 – 09.00.   Kata kunci : Pasar Tradisional Bahu, Pemanfaatan Ruang, Pedagang.
EVALUASI PERKEMBANGAN PENGGUNAAN LAHAN di KAWASAN CEPAT TUMBUH KECAMATAN MAPANGET KOTA MANADO Antara, Indri Rosalia; Sela, Rieneke L; Malik, Andy
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Mapanget adalah salah satu kecamatan yang berada di Kota Manado dan merupakan kecamatan terbesar dengan luas 157,26 km². Dalam perkembangannya Kecamatan Mapanget menjadi salah satu wilayah yang dapat diunggulkan untuk mendukung wilayah yang lainnya. Dengan arahan yang terdapat pada RUTRK Kecamatan Mapanget dan RTRW Kota Manado 2010-2030 maka pembangunan di Kecamatan Mapanget harus dilakukan secara maksimal. Namun, melihat kondisi eksisting tahun 2015, masih perlu dilakukan evaluasi pada wilayah Kawasan Cepat Tumbuh yang dibatasi pada arahan terkadang tidak sesuai dengan pembangunan yang ada di lapangan. Dalam penelitian ini dibutuhkan beberapa data seperti dokumen RTRUK Kota Manado dan dokumen RTRW Kota Manado 2010-2030. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis Overlay dan analisis Deskriptif. Analisis Overlay berguna untuk menghasilkan penilaian terhadap perubahan lahan yang terjadi di Kawasan Cepat Tumbuh sedangkan Analisis Deskriptif digunakan untuk mengetahui perkembangan hasil overlay peta time series berdasarkan citra satelit dan peta kondisi eksisisting penggunaan lahan. Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Evaluatif dan Metode Observasi yang dapat membantu untuk mendapatkan hasil analisis sesuai dengan tujuan penelitian berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa terjadi luas perubahan dan fungsi penggunaan lahan dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kawasan cepat tumbuh.   Kata Kunci : Evaluasi Penggunaan Lahan, Kawasan Cepat Tumbuh, Regulasi
PENGARUH PENGEMBANGAN PERUMAHAN TERENCANA TERHADAP PERKEMBANGAN WILAYAH DI KECAMATAN MAPANGET Karundeng, Novel R; Hanny, Poli -; Papia, Franklin J
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin pesatnya pertumbuhan suatu kota pada umumnya diiringi dengan kebijakan pengembangan wilayah dari pemerintahan kota tersebut salah satunya adalah pembangunan perumahan bagi penduduk perkotaan. Sebagai suatu hunian perumahan memiliki hubungan keterkaitan dengan lingkungan sekitarnya.Perumahan merupakan suatu wilayah hunian yang dapat berkembang seiring dengan dinamika para penghuninya.Pengembangan perumahan dapat mempengaruhi perkembangan wilayah sekitarnya melalui berbagai aktifitas pembangunan / pengembangan kawasan itu sendiri ataupun melalui aktifitas warganya.Yang menjadi fokus dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengembangan perumahan terencana serta menganalisis pengaruh yang ditimbulkannya terhadap perkembangan wilayah di Kecamatan Mapanget. Lingkup dari penelitian ini adalah Kecamatan Mapanget Kota Manado sedangkan yang menjadi metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis time series, skala guttman, nearest neighbor dan regresi linier. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa perumahan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan di Kecamatan Mapanget, hal ini dapat dilihat dari analisis skalogram yang menunjukkan pusat pelayanan di di Kecamatan Mapanget selalu berubah – ubah serta pola permukiman di Kecamatan Mapanget yang telah mengalami perubahan dari pola berkelompok menjadi acak dalam kurun waktu 6 tahun sedangkan untuk analisis regresi menunjukkan jumlah perumahan memberi pengaruh yang KUAT bagi fasilitas umum dan fasilitas sosial namun terdapat beberapa variabel yang secara statistik  nilai  probabilitasnya > 0,05 maka pengaruh yang diberikan dianggap tidak signifikan.   Kata Kunci : Perumahan, Kecamatan Mapanget
ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENEMPATAN PRASARANA-SARANA FASILITAS PENDIDIKAN DI KECAMATAN WORI Umasangadji, M. Sukri
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam dunia pendidikan di Indonesia. Ini sangat berpengaruh pada terlaksananya proses belajar mengajar yang dilaksanakan di sekolah. Karena infrastruktur merupakan instrumen pendukung dalam pendidikan, maka perlu dilakukan suatu perencanaan infrastruktur yang terintegrasi dengan baik pada suatu wilayah perencanaan. Dalam perencanaan Wilayah,  sektor pendidikan juga mendapat perhatian yang penting dalam suatu penataan yang komprehensif dengan sektor yang lain. Dan penyediaan fasilitas pendidikan merupakan salah satu bentuk eksistensi pelayanan publik dalam menentukan orde atau hirarki dari perkembangan wilayah. Ketersediaan fasilitas pendidikan berupa sekolah memberikan kesempatan bagi individu untuk memperoleh layanan dari fasilitas yang tersedia sebagai bentuk dari pemenuhan kebutuhan akan pendidikan. Namun apakah dalam penataannya infrastruktur pendidikan dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap pengembangan wilayah?, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya?. Untuk itulah perlu dilakukan suatu kajian penempatan fasilitas pendidikan dasar, menengah pertama, dan menengah atas yang secara  optimal, baik secara kuantitas maupun kualitasnya dalam aspek penempatan fasilitas dengan Sistem Informasi Geografis. Kata kunci : Penempatan Fasilitas Pendidikan, Jangkauan Pelayanan, dan Kebutuhan.
PERSEPSI DAN PREFERENSI TINGGAL MASYARAKAT PADA AREA SEMPADAN SUNGAI ( STUDI KASUS: KELURAHAN PAKOWA KOTA MANADO) Yan, Arnold; Warouw, Fela; Rengkung, Michael M
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Area sempadan sungai masih menjadi tempat bermukim masyakarat,  terdapat fenomena masyarakat yang menjadi korban banjir tetap memilih untuk kembali bermukim didaerah tersebut. Persepsi dan preferensi tinggal masyarakat merupakan unsur penting pada setiap individu untuk menentukan dimana mereka akan bermukim. Pada dasarnya persepsi dan preferensi terbentuk dari pengetahuan atau pemahaman mereka tentang objek yang akan dipersepsikan dan bagaimana alasan utama masyarakat memilih lokasi bermukim mereka sekarang yang dalam penelitian ini adalah area sempadan sungai pada Kelurahan Pakowa Kota Manado. Penelitian ini dirasa perlu dilakukan karena mayoritas masyarakat pada area sempadan sungai yang menjadi korban banjir bandang Januari 2014 tetap memilih tinggal dilokasi tersebut sekalipun mereka mengetahui akan adanya bahaya yang mungkin terjadi dikemudian hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan preferensi tinggal masyarakat yang berada pada area sempadan sungai sehingga mereka tetap memilih tinggal dilokasi tersebut. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan anaisis deskriptif. Kesimpulan yang diperoleh dari persepsi dan preferensi tinggal masyarakat atau alasan utama sehingga mereka tetap memilih bermukim pada area sempadan sungai di Kelurahan Pakowa Kota Manado adalah persepsi tinggal masyarakat pada area sempadan sungai dikarenakan tidak adanya informasi yang baik yang membentuk pemahaman masyarakat terhadap area sempadan sungai sehingga beranggapan daearah sempadan sungai boleh untuk mendirikan bangunan meskipun mengetahui akan adanya bahaya bencana jika tinggal dilokasi tersebut. Selanjutnya terkait bagaimana preferensi masyarakat atau apa alasan utama masyarakat tetap memilih tinggal di area sempadan sungai diperoleh kesimpulan bahwa masyarakat tetap memilih tinggal dilokasi tersebut dikarenakan rumah yang mereka tinggali saat ini mayoritas berstatus milik pribadi dan karena jarak rumah ke tempat kerja mereka yang dekat. . Kata kunci: Persepsi dan Preferensi Tinggal Masyarakat, Area Sempadan Sungai, Kelurahan Pakowa, Kota Manado
STRATEGI KONSERVASI EKOSISTEM MANGROVE DESA MANGEGA DAN DESA BAJO SEBAGAI DESTINASI EKOWISATA DI KABUPATEN KEPULAUAN SULA Lumbessy, Henriyani; Rengkung, Joseph; Gosal, Pierre H
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadan hutan mangrove sangat menentukan dan menunjang tingkat perkembangan sosial dan perekonomian masyarakat pantai. Penyebab utama terjadinya kerusakan hutan mangrove adalah perkembangan kota Sanana yang lebih condong kearah utara, yang merupakan pusat perkantoran di Kabupaten Kepulauan Sula. Perkembangan kota inilah  yang membuat hutan mangrove mendapat tekanan yang tinggi akibat dari perkembangan infrastruktur, permukiman, pertanian, perikanan dan industry. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis kerusakan ekosistem hutan mangrove dan penyebabnya di Desa Mangega dan Desa Bajo, dan untuk mengetahui strategi pengelolaan ekosistem mangrove untuk dijadikan sebagai destinasi ekowisata. Pengumpuan data dapat di peroleh dari survey dan wawancara diperoleh dari data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling yaitu pengambilan sampel biasanya sedikit dan dipilih menurut tujuan. Lokasi penelitian berada pada 2 desa yaitu Desa Mangega dan Desa Bajo Kecamatan Sanana Utara dengan jumlah sampel 100 orang dimana untuk Desa Mangega dengan jumlah sampel 35 orang dan Desa Bajo 65 orang. Hasil penelitian Strategi pengelolaan wisata mangrove untuk Desa Mangega dan Desa Bajo  dapat di lakukan melalui Langkah-langkah perioritas utama yaitu, pertama menetapkan kawasan hutan mangrove sebagai kawasan hutan konservasi seluas 50 Ha di mana status kawasan hutan  mangrove dapat diperjelas sehingga memperbaiki sumberdaya alam  dan menunjang pariwisata secara berkelanjutan. Kedua  untuk Desa Bajo yaitu: meningkatkan upaya rehabilitasi pada ekosistem mangrove yang telah rusak seluas 15 Ha dimana dapat dilakukan dengan melibatkan peran serta masyarakat guna memperhatikan daya dukung kawasan.   Kata Kunci: Konservasi mangrove, ekowisata dan strategi pengelolaan wisata mangrove

Page 2 of 2 | Total Record : 20