cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2016)" : 13 Documents clear
PERUBAHAN PERMUKIMAN SUKU BAJO DI KABUPATEN KEPULAUAN SULA PROVINSI MALUKU UTARA Capalulu, Muh. Akbar; Waani, Judy O; Rengkung, Michael M
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia Negara kepulauan yang terletak di antara samudera Hindia dan Pasifik serta benua Asia dan Australia yang memiliki keanekaragaman budaya berupa suku, kebudayaan, dan bahasa yang tinggi, serta kekayaan akan Sumber Daya Alam. Paradigma masyarakat Indonesia dalam Perkembangan permukiman sebagian besar masih berorientasi pada daratan, karena orentasi pembangunan kewilayah daratan (Landward Oriented development).Rasa cinta terhadap laut tidak sedalam rasa cinta terhadap darat sehingga terkadang kita tidak tahu cara memperlakukan laut dengan bijak. Keanekaragaman suku dan budaya daerah pesisir, dapat berkaca dari Suku Bajo yang memiliki peranan penting menuju negara maritim. Suku Bajo berasal dari Laut China Selatan yang kemudian menyebar di Malaysia dan daerah Sulawesi dan sebagian pesisir kepulauan bagian timur. Penyebaran suku bajo pada pesisir kepulauan bagian timur indonesia tidak membatasi pertemuan antar suku bajo, melainkan mereka bagaikan jembatan penghubung pulau-pulau nusantara, karena Hampir seluruh pulau pernah mereka singgahi. di Provinsi Maluku Utara lebih tetapnya Kabupaten kepulauan Sula terdapat permukiman suku bajo, mereka bermukim di pesisir pantai kecamatan Sanana Utara. Suku Bajo yang berimigrasi dari wilayah Sulawesi ke Kabupaten Kepulauan Sula, Menurut Johan Kiyung Kepala Desa Bajo Komunitas Bajo berasal dari Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Silayar. Pertumbuhan penduduk suku bajo saat ini, menjadi hiterogen karena terjadi perkawinan penduduk asli suku bajo dengan sebagian masyarakat kabupaten kepulauan sula. Adapu tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut (a) Ideantifikasi Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan Fisik Permukiman Suku Bajo (b) Identifikasi perubahan Fisik permukiman suku bajo. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Metode kualitatif, dimana peneliti ini akan  Menganalisis perubahan  permukiman suku bajo serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perubahan  permukiman  di lihat dari per lima tahun sebelumnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor  yang mempengaruhi perubahan non fisik permukiman Suku Bajo ini ialah populasi penduduk, faktor ekonomi sosial dan budaya. Sedangkan perubahan fisik  terjadinya perubahan khsusnya konstruksi bangunan, jalan air bersih dan infrastruktur lainnya. Perubahan ini terjadi dari waktu ke waktu berdasarkan hasil analisis per lima tahun sebelumnya. Kata Kunci : Permukiman, Penduduk
SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI PULAU BUNAKEN Manik, Rehito Traro Hiro Karo; Makainas, Indradjaja; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu ancaman serius terhadap keutuhan sumber daya alam dan ekosistem adalah keberadaan sampah. Permasalahan sampah di Pulau Bunaken menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan karena kesadaran masyarakat yang masih kurang terhadap kebersihan lingkungan. Sampah - sampah tersebut umumnya berasal dari kegiatan pariwisata dimana pengunjung membuang sampah sembarangan baik berupa botol minuman maupun kotak-kotak plastik makanan. Disamping itu juga sampah kiriman dari Manado yang terbawa arus dan sampah dari sarana wisata baik di wilayah pesisir maupun di dalam kawasan Taman Nasional yaitu pembuangan limbah rumah rangga dari cottage, hotel, home stay bahkan dari rumah-rumah penduduk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis dan sumber sampah yang terdapat di Pulau Bunakendan menganalisa sistem pengelolaan sampah di Pulau Bunaken. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dan analisa menggunakan pendekatan kuantitatif, karena dalam pelaksanaannya meliputi data, analisis dan interpretasi. Berdasarkan hasil penelitian jenis sampah di Pulau Bunaken yaitu karakteristik sampah yang dihasilkan di Kelurahan Alung Banua yaitu 21 % jenis sampah organik, 63 % jenis sampah an-organik dan 10 % sama banyak dan karakteristik sampah yang dihasilkan di Kelurahan Bunaken yaitu 50 % jenis sampah an-organik, 45 % jenis  sampah organik dan 5 % sama banyak. Timbulan sampah yang dihasilkan sampah rumah tangga di Kelurahan Alung Banua yaitu 7,3 Liter/KK. Timbulan sampah yang dihasilkan sampah rumah tangga di Kelurahan Bunaken yaitu 8 Liter/KK. Sistem pengelolaan sampah di Kelurahan Alung Banua yaitu sampah basah (organik) dilakukan proses pengomposan skala rumah tangga kemudian sampah kering (anorganik) akan dibakar, ditimbun dan dibiarkan di lahan kosong/pesisir pantai (Non TPS) dan Sistem pengelolaan sampah di Kelurahan Bunaken yaitu sampah kering (anorganik) dilakukan proses daur ulang menggunakan mesin pencacah kemudian sampah basah (organik) akan dibakar, ditimbun dan dibiarkan di lahan kosong/pesisir pantai (Non TPS).   Kata Kunci : Jenis Sampah, Sumber Sampah, Sistem Pengelolaan, Pulau Bunaken
EFEKTIFITAS RUANG TERBUKA PUBLIK KECAMATAN SARIO KOTA MANADO Kalesaran, Rivino; Wuisang, Cynthia E.V; Moniaga, Ingerid L
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka publik adalah suatu tempat umum dimana masyarakat melakukan aktivitas rutin dan fungsional yang mengikat sebuah komunitas, baik rutinitas normal dari kehidupan sehari-hari maupun dalam perayaan yang periodik.Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sario Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara.Ruang Terbuka Publik di Kecamatan Sario terdiri dari berbagai aktivitas, diantaranya aktivitas olahraga, sosial politik, keagamaan/peribadatan massal, dan rekreasi. Fasilitas yang terdapat di Ruang Terbuka Publik kecamatan Sario Kota Manado diantaranya area jogging track, lapangan terbuka, lapangan basket, tempat duduk, pelataran beratap, pedestrian, drainase, tiang bendera. Elemen-elemen pendukung yaitu toilet, vegetasi, tempat sampah, lampu penerangan dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi akan keberadaan ruang terbuka publik di kecamatan Sario Kota Manado kemudian menghitung tingkat efektifitas ruang terbuka publik yang telah ada berdasarkanPeraturan Mentri Pekerjaan Umum No 5 Tahun 2008. Dari hasil yang diperoleh, fasilitas dan elemen ruang terbuka publik yang ada di kecamatan Sario Kota Manado masih belum efektif dan masih kurang fasilitas. Kata Kunci : Efektifitas, Ruang Terbuka Publik, Elemen Ruang Terbuka Publik, Peraturan Mentri, Kecamatan Sario.
IDENTIFIKASI ASET PUSAKA BUDAYA DI TONDANO KABUPATEN MINAHASA SEBAGAI UPAYA MENUJU KOTA PUSAKA Maahury, Mario D. M.; Rogi, Octavianus O; Gosal, Pierre H
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tondano merupakan Ibukota Kabupaten Minahasa memiliki nilai sejarah yang didukung dengan peninggalan berbagai aset pusaka budaya yang ada, namun sebagai bentuk upaya melindungi aset pusaka budaya dirumuskan P3KP yang merupakan program Ditjen Kementrian PU, melalui program ini bahwa Tondano Kabupaten Minahasa belum terseleksi menjadi kota pusaka sehingga sulit untuk menemukenali keberadaan aset pusaka budaya yang di Tondano Kabupaten Minahasa. Sehingga pada penelitian ini bermaksud mengidentifikasi aset pusaka budaya di Tondano Kabupaten Minahasa sebagai kontribusi untuk dijadikan sebagai cagar budaya yang dilindungi serta sebagai dasar upaya untuk meningkatkan eksistensi keberadaan aset pusaka budaya untuk upaya mewujudkan Tondano Kabupaten Minahasa menuju Kota Pusaka. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi Aset Pusaka Budaya yang dapat terkategori sebagai cagar budaya dan mengklasifikasi jenis aset pusaka budaya yang telah terkategori sebagai cagar budaya. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yaitu dilakukan identifikasi dengan mengkategori aset pusaka budaya yang telah terinventaris berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2010 tentang cagar budaya dan aset pusaka yang telah terkategori sebagai cagar budaya diklasifikasikan sesuai konsep pusaka budaya yaitu termasuk dalam monument, bangunan dan situs yang merupakan bagian dalam upaya mendukung Kota Tondano sebagai Kota Pusaka. Kesimpulan dari penelitian ini diketahui 9 aset yang terkategori sebagai cagar budaya dalam UU no 10 tahun 2011 kemudian diklasifikasi berdasar konsep pusaka budaya diketahui jenis aset yaitu monumen, bangunan dan situs waruga. Sehingga dari hasil identifikasi ke 9 aset pusaka budaya telah membuktikan kondisi dan bukti-bukti sejarah di kota tondano sebagai bagian dari upaya untuk menjadikan Kota Tondano Kabupaten Minahasa sebagai kota pusaka Kata Kunci: Aset pusaka budaya, Cagar budaya, Kota Pusaka
DAMPAK SOSIAL DARI POLA PERUMAHAN PERMATA ASRI PINELENG Tamboeo, Gunawan; Waani, Judy O; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai dengan artiannya, perumahan merupakan kelompok rumah dengan fungsi hunian yang dilengkapi prasarana dan sarana lingkungan. Ini berarti perumahan tersebut bukan saja bangunannya yang dipentingkan, namun juga fasilitas dan utilitas yang ada di dalamnya. Tidak terlepas dari itu, interaksi sosial juga merupakan  bagian yang sangat penting dalam perwujudan perumahan yang merupakan dampak sosial terhadap keberadaan perumahan tersebut. Tanpa adanya manusia yang menghuni rumah-rumah tersebut keberadaan perumahan menjadi tidak ada gunanya atau mubazir. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fisik dan non fisik Perumahan Permata Asri serta menganalisis kemanfaatan pola perumahan terhadap penghuni Permata Asri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yakni persentase dan penjelasan/penjabaran hasil yang diperoleh dari data lapangan sehingga mudah dipahami. Kesimpulan mengenai kondisi fisik  Perumahan Permata Asri adalah sebagai berikut; Pola perumahan pada Perumahan Permata Asri berbentuk grid serta dikelompokkan berdasarkan tipe perumahan dan memiliki satu pintu gerbang masuk. Sedangkan kondisi non fisiknya, didapati bahwa interaksi yang terjadi antar warga perumahan terjalin dengan cukup baik, tidak ada waktu-waktu tertentu bagi mereka untuk melakukan interaksi, seperti sekedar bercengkerama antara satu dengan lainnya, namun mereka melakukannya kapanpun itu selagi memungkinkan. Dampak sosial yang dirasakan warga perumahan, antara lain mereka hidup dengan rukun, serta tidak adanya perbedaan status sosial (warga dapat berinteraksi dengan siapa saja), sehingga dapat dikatakan dampak sosial yang terjadi di lingkungan perumahan ini bersifat positif.  Saran dari peneliti antara lain diadakannya tempat penampungan sampah sementara di lingkungan perumahan, merekrut kembali security, serta kesediaan warga untuk berpartisipasi dalam terwujudnya lingkungan  yang bersih dan aman yakni berupa iuran bulanan. Kata kunci : Perumahan, prasarana, sarana, utilitas, interaksi sosial
IDENTIFIKASI POLA SEBARAN PERMUKIMAN TERENCANA DI KOTA MANADO Pelambi, Maychard M; Tilaar, Sonny; Rengkung, Michael M
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Utara yang terus berkembang dengan pesat, bermula dengan kepadatan rendah dan menjadi semakin tinggi seiring laju pertumbuhan penduduknya. Pembangunan hunian baru berupa permukiman terencana dan Bisnis property Real Estate yang menjadi solusi melonjaknya permintaan akan tempat bermukim. Upaya pembangunan permukiman terancana yang mengacu pada dokumen RTRW yang telah diperdakan harus dilaksanakan mengingat muatan teknis dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Pola Sebaran Permukiman Terencana Di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif. Permukiman terencana yang teridentifikasi kemudian dianalisis menggunakan analisis tetangga terdekat. Permukiman terencana yang ada di kota Manado diukur jarak garis lurus antara satu permukiman dengan permukiman terdekatnya dengan menggunakan peta citra melalui aplikasi google earth dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk kemudian didapatkan pola persebaran permukimananya membentuk pola mengelompok atau bergerombol (Cluster Pattern). Di tiap kecamatan memiliki pola yang sama selain kecamatan yang didalamnya tidak memiliki permukiman terencana dan pola acak atau tersebar tidak merata (Random Pattern) di kecamatan Malalayang dan Paal II. Pola mengelompok atau bergerombol (Cluster Pattern) menguntungkan untuk kota Manado dalam hal penyediaan Infrastruktur dan sarana prasarana perkotaan. Kata Kunci: Permukiman terencana, Pola permukiman terencana
PERSEPSI DAN SIKAP WISATAWAN TERHADAP OBJEK WISATA BUKIT KASIH KANONANG DI KECAMATAN KAWANGKOAN KABUPATEN MINAHASA Kawung, Aprillia Vira; Poluan, R. J.; Rondonuwu, Dwight M
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Sulawesi Utara, merupakan salah satu wilayah tujuan wisata di Indonesia yang memiliki berbagai objek wisata baik objek wisata alam maupun wisata budaya. Objek wisata Bukit Kasih Kanonang merupakan salah satu tujuan wisata di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara yang banyak diminati oleh wisatawan.Namun keberadaan objek wisata ini belum didukung dengan pengelolaan yang baik sehingga ada kesan terabaikan. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk mengetahui persepsi dan sikap wisatawan terhadap Objek Wisata Bukit Kasih Kanonang. Penelitian ini pengambilan sampel untuk responden akan dilakukan dengan metode purposive sampling dimana peneliti memilh sendiri sampel yang akan diwawancara dan kemudian dianalisa menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dari hasil analisis yang dilakukan didapatkan bahwa persepsi wisatawan terhadap kebersihan objek wisata dan keadaan fasilitas umum kurang baik dan harus diperhatikan lagi sedangkan untuk kualitas alam dan karamahtamahan masyarakat sekitar sangat diapresiasi baik oleh responden.Sikap positif responden juga diberikan untuk keadaan alam dan keramahtamahan masyarakat sekitar objek wisata Bukit Kasih ini.   Kata kunci : Persepsi, Sikap, Wisatawan, Objek Wisata
Kajian Pengembangan Ekowisata Bahari Berbasis Pengelolaan DPL Desa Bahoi di Likupang Barat Muliya, Umi; Mononimbar, Windy; Lahamendu, Verry
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bahoi yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara Kecamatan Likupang Barat memiliki potensi ekowisata bahari yang sangat menarik karena di samping memiliki kawasan mangrove yang sangat luas juga memiliki kawasan pantai berpasir putih dan terumbu karang yang sangat indah. Sehingga daerah ini sangat berpotensi untuk pengembangan ekowisata bahari sebagai salah satu destinasi wisata di provinsi Sulawesi Utara selain Taman Nasional Bunaken. Meskipun desa Bahoi memiliki potensi yang besar, namun masih terdapat beberapa masalah yang mempengaruhi pengembangan potensi wilayah tersebut dan salah satunya adalah belum adanya dukungan yang maksimal dari pemerintah dalam menyediakan fasilitas penunjang ekowisata yang sesuai dengan prinsip pembangunan ekowisata. Selama ini pengembangan ekowisata bahari hanya dilakukan oleh NGO, Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Pariwisata yang belum secara komprehensif menerapkan konsep ekowisata bahari karena kurangnya koordinasi. . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah terkait pengembangan ekowisata bahari berbasis pengelolaan Daerah Perlindungan Laut (DPL)  Desa Bahoi di Likupang Barat serta menganalis konsep-konsep pengembangan ekowsiata dengan melihat potensi, kelemahan, tantangan dan ancaman yang terdapat di daerah perlindungan laut Desa Bahoi dengan menggunakan menggunakan metode penelitian kulitatif dan kuantitatif kemudian dilakukan analisis SWOT sehingga didapatkan konsep pengembangan ekowisata bahari berbasis DPL. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan maka terdapat beberapa konsep pengembangan ekowisata bahari yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP) ekowisata diperdeskan, Peta zonasi dan fasilitas penunjang yang sesuai dengan prinsip dan kriteria ekowisata. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulanbahwa Desa Bahoi memiliki potensi yang sangat besar terutama pada keanekaragaman ekosistem daerah perlindungan laut sehingga perlu di buat Standar Operasional Prosedur ekowisata yang mengatur manajemen ekowisata, pembatasan jumlah pengunjung, dan ketentuan-ketentuan dalam berekowisata baik sebagai pengunjung maupun sebagai guide, membangun kemitraan dengan berbagai pihak dan meningkatkan koordinasi antar para stakeholder, serta mendorong masyarakat untuk berperan secara aktif baik dalam hal memanfaatkan energi alternatif sebagai salah satu atrasi wisata maupun dalam menjaga serta melestarikan berbagai potensi yang dimiliki Desa Bahoi agar desa ini dapat menjadi pintu gerbang dalam pengembangan ekowisata bahari di Kabupaten Minahasa Utara khususnya Sulawesi Utara.   Kata Kunci: Kajian pengembangan, ekowisata bahari, pengelolaan DPL, Desa Bahoi
PENGARUH TATA GUNA LAHAN PADA KINERJA LALU LINTAS JALAN SAM RATULANGI MANADO Purba, Eliser Darma Putra
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan suatu kota tidak akan terlepas dari faktor penduduk dan aktivitas kehidupannya yang selalu meningkat, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan semakin kompleksnya kegiatan penduduk di perkotaan maka kebutuhan sarana transportasi semakin meningkat. Hal ini dapat ditunjukkan dari semakin banyaknya kendaraan yang beroperasi di jalan, baik kendaraan pribadi maupun umum. Berkembangnya dunia transportasi dan banyaknya jumlah kendaraan maka diperlukan sarana dan prasarana transportasi yang menunjang dengan kebutuhan masyarakat dan untuk memajukan pertumbuhan pembangunan daerah tersebut. Perencanaan transportasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perencanaan kota dan wilayah. Besar hambatan samping yang terjadi pada ruas jalan Sam Ratulangi yaitu penyeberang jalan. Hal ini disebabkan ruas jalan Sam Ratulangi didominasi oleh kegiatan komersial seperti perdagangan dan jasa (pusat perbelanjaan).Volume kendaraan tertinggi terjadi pada hari Senin, 01 Februari 2016 dengan volume kendaraan yaitu 3767 smp/jam. Kecepatan yang terjadi di ruas jalan Sam Ratulangi pada jam puncak adalah berkisar antara 2,18 – 4,16 Km/Jam. Kecepatan tertinggi adalah pada hari Senin, Jumat dan Sabtu terjadi pada pukul, 06.15 – 06.30 dan 14.15 - 14.30 dengan kecepatan berkisar antara 10,43 – 18,97 Km/Jam. Pengaruh yang ditimbulkan oleh aktivitas komersial terhadap kinerja jalan di ruas jalan Sam Ratulangi yaitu berdampak pada kemacetan karena faktor – faktor seperti hambatan samping, tata guna lahan, dan kapasitas jalan. Dan adapunfaktor eksternal dari wilayah lain yang menyebabkankemacetan di ruas jalan Sam Ratulangi. Karena jalan Sam Ratulangi merupakan jalan kolektor primer yang menghubungkan jalan antar kota sehingga terjadi interaksi antar wilayah dan pusat - pusat kegiatan di setiap wilayah di Kota Manado   Kata Kunci : Transportasi, Kendaraan, Hambatan Samping, Guna Lahan, Kapasitas
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI SEKITAR DANAU TONDANO Sumaraw, Christo Andrizen; Tondobala, Linda; Lahamendu, Verry
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemanfaatan lahan kita harus melihat aspek kelestarian lingkungan. Saat ini pemanfaatan lahan yang tidak berorientasikan pembangunan berkelanjutan mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan. Indonesia terkenal dengan kekayaan sumber daya alam dan budayanya yang beragam sehingga banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara melakukan perjalanan wisata untuk menikmati pemandangan alam indonesia dan keragaman budaya sebagai daya tarik wisata. Danau Tondano yang memiliki banyak potensi wisata, keadaannya harus menjadi perhatian kita bersama khususnya masyarakat penghuni di sekitar Danau Tondano dan DAS Tondano. Disamping itu keterlibatan pemerintah daerah dan provinsi yang menentukan kebijakan dan aturan pengembangan di sekitar Danau Tondano, haruslah mengutamakan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan akan lingkungan agar terjadi keseimbangan antara pemenuhan ekonomi serta kelestarian akan lingkungan. Dengan kondisi Danau Tondano saat ini dan potensinya yang besar untuk pariwisata, lebih baik diarahkan pada pengembangan pariwisata yang berwawasan akan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kondisi eksisting objek wisata yang ada di sekitar Danau Tondano dan menganalisis kesesuaian lahan untuk pengembangan ekowisata di pesisir Danau Tondano. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis secara deskriptif. Data yang didapatkan kemudian di analisis menggunakan metode skoring untuk mendapatkan nilai kesesuaian lahan pengembangan ekowisata. Kesimpulan dari penelitian ini diketahui kawasan wisata yang ada di sekitar Danau Tondano bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata yang berwawasan akan lingkungan dengan konsep ekowisata dan dalam pengembangannya harus memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan budaya serta pemberdayaan masyarakat lokal. Kata Kunci: Kesesuaian lahan, Pengembangan Ekowisata, Danau Tondano

Page 1 of 2 | Total Record : 13