cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2017)" : 27 Documents clear
EVALUASI PERKEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN DI KECAMATAN SANGKUB KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Nani, Sry Devita; Sela, Rieneke L; Egam, Pingkan P
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian adalah sektor yang memiliki konstribusi terbesar dalam struktur ekonomi Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, sejak tahun 2006. Untuk mendukung potensi yang telah dimiliki, maka melalui RTRW Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) tahun 2011-2031, pemerintah menetapkan Kawasan Agropolitan sebagai Kawasan Strategis Ekonomi di Kecamatan Sangkub dan Pinogaluman dimana Kecamatan Sangkub sebagai pusat pengembangan kawasan agropolitan. RTRW tersebut menyebutkan bahwa strategi pengembangan kawasan agropolitan yaitu meningkatkan kualitas dan produktifitas kawasan pertanian, meningkatkan mekanisasi pertanian, meningkatkan jaringan irigasi dan meningkatkan teknologi pertanian secara tepat guna. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Sangkub maka diperlukan evaluasi kawasan. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik kawasan agropolitan di Kecamatan Sangkub dan mengevaluasi perkembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Sangkub khusus pertanian padi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, analisis evaluatif dan analisis pertumbuhan penduduk alami dengan teknik pengumpulan data primer (observasi lapangan dan wawancara langsung) dan sekunder (studi literatur, mengunjungi instansi pemerintah/ organisasi terkait dan searching data/ informasi di media internet). Jika dilihat dari hasil penelitian karakteristik kawasan agropolitan di Kecamatan Sangkub memiliki kondisi letak geografis, topografi, iklim, dan hidrologi yang sesuai untuk pertanian. Memiliki prasarana dan sarana umum yang cukup memadai untuk menunjang kehidupan para petani. Memiliki ±12 (dua belas) jenis pertanian. Memiliki lahan yang memadai untuk pengembangan kawasan. Adapun hasil evaluasi perkembagan kawasan terhadap kawasan agropolitan di Kecamatan Sangkub menunjukan bahwa kawasan ini telah memasuki tahap pengembangan atau disebut juga sebagai kawasan yang cukup berkembang.Kata Kunci: Evaluasi, Perkembangan Kawasan, Agropolitan
PENGEMBANGAN POTENSI KAWASAN WISATA AIR PANAS DI LANGOWAN Pesik, Febryani Ribka; Warouw, Fela; Karongkong, Hendriek H
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Langowan memiliki berbagai potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi salah satu daerah destinasi wisata di Kabupaten Minahasa. Potensi sumber air panas yang mengandung mineral seperti belerang banyak ditemukan pada kawasan permukiman dan pertanian di kecamatan Langowan Utara. Sumber mata air panas yang ada di kecamatan Langowan Utara berasal dari pertemuan antara air tanah dengan magma yang berada di dapur magma di jalur vulkanik dari salah satu gunung berapi yang aktif di daerah Sulawesi Utara yaitu Gunung Soputan. Sumber-sumber air panas tersebut ada yang sudah dimanfaatkan menjadi tempat pemandian air panas dan ada juga yang belum dikembangkan menjadi tempat pemandian air panas. Infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, air bersih dan persampahan sudah terlayani dengan baik sebaliknya untuk fasilitas penunjang obyek wisata belum tersedia sesuai dengan ketentuan yang ada. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi beberapa tempat pemandian air panas sehingga selanjutnya wilayah kecamatan Langowan Utara dapat menjadi kawasan wisata pemandian air panas yang ada di Langowan. Berdasarkan permasalahan diatas maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik kawasan wisata air panas yang ada di Langowan dan menentukan pengembangan kawasan wisata air panas dengan konsep 3A. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan cara observasi lapangan, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian ini yaitu membuat zonasi untuk pengembangan atraksi wisata alami yang ada di kecamatan Langowan Utara, zonasi untuk atraksi alami dan buatan yang ada di Langowan,  zonasi untuk aksesibilitas antar obyek wisata penunjang yang ada di Langowan dan zonasi amenities (fasilitas) yang dapat dikembangkan dalam rangka menunjang tercapainya suatu kawasan wisata air panas di Langowan.Kata Kunci : Pengembangan, Pariwisata, Air Panas, Langowan.
PERENCANAAN WILAYAH PESISIR BERBASIS MITIGASI BENCANA DI KECAMATAN SANANA KABUPATEN KEPULAUAN SULA PROVINSI MALUKU UTARA Purwanto, Nusa Indra; Poluan, R. J.; Takumansang, Esli D
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Sanana yang terletak di pesisir pulau Sulabesi dengan potensi bencana tsunami dan 75% masyarakat bermukim di daerah pesisir tanpa adanya sarana, prasarana dan upaya untuk mitigasi bencana, untuk itu dibutuhkan perencanaan wilayah pesisir berbasis mitigasi bencana di Kecamatan Sanana. Melihat itu semua, maka pemerintah daerah dan para stakeholder mempunyai peranan penting dalam penanganan mitigasi bencana di pesisir Kecamatan Sanana. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang  bertujuan : 1.  Mengidentifikasi bencana di pesisir Kecamatan Sanana, 2. Merencanakan wilayah pesisir Kecamatan Sanana berdasarkan mitigasi bencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode deskriptif dan analisis spasial dengan teknik tumpang susun (Overlay) dengan berdasarkan indikator ketinggian (Elevation) dan indikator dari jarak garis pantai (Coastal Proximity) dengan menggunakan software sistem informasi geografis (SIG). Hasil penelitian dapat mengetahui daerah yang terkena dampak bencana tsunami di pesisir Kecamatan Sanana berdasarkan indikator yang digunakan dimana 45% permukiman di pesisir kecamatan terkena dampak bencana tsunami. Oleh karena itu dibuatkan mitigasi struktural maupun non struktural seperti rencana reklamasi pantai untuk pembuatan zona penyangga untuk meminimalisir dampak bencana tsunami dan tidak menimbulkan korban jiwa.Kata kunci : Perencanaan Wilayah, Pesisir, Mitigasi, Bencana Tsunami
STRATEGI PENANGANAN BANJIR BERBASIS MITIGASI BENCANA PADA KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN BOLANGITANG BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Eato, Sri Dian Kristi Handayani; Rengkung, Michael M; Rate, Johannes Van
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Bolangitang Barat adalah salah satu kecamatan yang sering menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Sesuai dengan rencana pola ruang pada RTRW Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Tahun 2011 – 2031 kecamatan ini memiliki kawasan rawan bencana banjir yang dialiri oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Bolangitang dan membentang melewati Desa Paku hingga Desa Bolangitang Induk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi kajian risiko bencana banjir di kawasan rawan bencana banjir di Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan merumuskan strategi penanganan banjir berbasis mitigasi bencana pada kawasan rawan banjir di Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan pendekatan analisis overley/superimpose untuk menganalisa tingkat kerentanan, tingkat bahaya dan tingkat risiko dari bencana banjir. Berdasarkan analisa tersebut dihasilkan kajian bahwa seluruh kawasan rawan banjir di Kecamatan Bolangitang Barat berpotensi terdampak banjir dengan risiko tinggi berada di Desa Jambusarang, Ollot II dan Paku. Strategi penanganan banjir berbasis mitigasi bencana di kawasan rawan banjir Kecamatan Bolangitang Barat terbagi menjadi dua, yaitu : (1). Mitigasi struktural berupa penjelasan mengenai pembuatan bangunan pengendali banjir seperti pembuatan tanggul, pembuatan struktur jaringan drainase, dan pembuatan drop structure;  (2) Mitigasi non struktural berupa pelatihan dan simulasi mitigasi bencana, serta pengevaluasian kebijakan pengurangan risiko dampak bencana banjir pada kawasan rawan bencana banjir di Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Kata Kunci : Mitigasi Bencana, Banjir, Kawasan Rawan Banjir, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongndow Utara
KAJIAN DAYA DUKUNG PASAR TRADISIONAL KABUPATEN HALMAHERA UTARA Hatim, Muhammad Fadly; Tarore, Raymond Ch; Takumansang, Esli
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pasar modern yang pesat sangat berdampak terhadap keberadaan pasar tradisional.Pasar modern dikelola secara profesional dengan fasilitas yang serba lengkap hampir semua produk yang dijual di pasar tradisional dapat ditemukan di pasar modern. Berdasarkan data pasar yang ada diketahui bahwa pasar dengan skala pelayanan kecamatan berjumlah 15 buah, pasar dengan skala pelayanan desa berjumlah 9 buah hampir semua pasar dalam kondisi rusak. Hal ini berdampak pada kemacetan lalu lintas disekitarnya, ketidaknyamanan konsumen dan operasi dari para pedagang, rawan kebakaran dan menjadi elemen buruk dari pasar tradisional dikabupaten Halmahera Utara dan wilayahnya termasuk mendorong kekumuhan disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan lokasi dan kebutuhan pasar tradsional wilayah kabupaten Halmahera Utara, dan mengembangkan rencana strategi pasar tradisional diwilayah kabupaten Halamahera utara dengan menggunakan metode analisis spasial. Metode yang digunakan dalam penilitian ini menggunakan metode deskriptif kualititatif dengan ananlisis overlay. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ditemukan bahwa terdapat 15 pasar tradisional dikabupaten halmahera utara. Dari 15 unit  pasar ini, ada 6 pasar yang  tidak aktif yaitu pasar salimuli, pasar soakonora, pasar gorua, pasar paca, pasar makeling, pasar toliwang dan  9 pasar sisanya masih aktif. Dalam 15 pasar ini kelengkapan sarana,prasarana dan utilitasny secara rata-rata hanya memenuhi 28% dari persyaratan yang ada. Berdasarkan hasil pembahasan diatas Pasar –pasar yang direlokasi adalah  Pasar toligoda, pasar Yasing Gamsungi, pasar Gorua, pasar  Gura, dan pasar Inpres. Sebelum direlokasi, daerah permukiman yang terlayani pasar adalah  sebesar 90,20% dari total  luas daerah permukiman di Kabupaten Halmahera Utara kemudian berubah menjadi 95,05%.                                               Kata Kunci : Daya Dukung, Pasar Tradisional, saranan,prasarana dan Utilitas Radius pelayanan
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN SARANA PERMUKIMAN DI KECAMATAN KALAWAT Rotinsulu, Fanly A; Franklin, Papia J.C.; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kalawat merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara yakni pemekaran dari Kecamatan Airmadidi. tingkat pertumbuhan penduduk di kecamatan kalawat terus bertambah dari tiap tahunnya. Perkembangan kecamatan ini dapat juga dilihat dari ketetapan RTRW pasal 6 ayat 2 menetapkan Kabupaten Minahasa Utara sebagai salah satu kecamatan yang menjadi Pusat Kegiatan  Nasional (PKN) di Kabupaten Minahasa Utara, dalam hal ini Kecamatan Kalawat sebagai salah satu titik pertumbuhan (growing points) di Kabupaten Minahasa Utara. Guna menciptakan lingkungan permukiman yang berkembang, sarana  permukiman yang menunjang aktivitas sosial, aktivitas ekonomi juga aktivitas pelayanan umum tentunya harus memadai. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang  bertujuan mengidentifikasi eksisting sebaran sarana permukiman di Kecamatan Kalawat dan menganalisis kebutuhan sarana permukiman di Kecamatan Kalawat. Metode yang digunakan dalam penelitian  ini, yaitu analisis proyeksi yakni menggunakan rumus geometric serta Analisis spasial yakni buffer (radius) dengan menggunakan software (SIG) sistem informasi geografis Hasil penelitian dapat mengetahui sebaran eksisting sarana permukiman di kecamatan Kalawat, dimana kelurahan kolongan tetempangan memiliki jumah sarana terbanyak yakni 92 fasilitas, sedangkan kelurahan kuwil dengan jumlah sarana yang paling sedikit dengan 2 fasilitas. Oleh karena itu, dibuatkan analisis proyeksi kebutuhan sarana dengan peta buffer (radius pelayanan) tiap sarana untuk dapat mengetahui tingkat kebutuhan sarana permukiman di kecamatan Kalawat di tahun yang akan datang   Kata kunci : Pertumbuhan Penduduk, Sarana Permukiman, Tingkat Kebutuhan
PENGARUH KAWASAN KOMERSIAL TERHADAP LALULINTAS JALAN PIERE TENDEAN Abidjulu, Indira Nurdiani; Timboeleng, James; Hanny, Poli
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan dan kemacetan lalu lintas di Kota Manado meningkat seiring dengan tingkat pertumbuhan kepemilikan kendaraan yang mencapai 12,7 % Tahun 2016 (Sumber :Samsat Kota Manado), sedangkan pembangunan jalan baru di perkotaan sangat terbatas. Jalan Piere Tendean merupakan jalan kolektor sekunder yang dilalui oleh kendaraan apapun maupun pejalan kaki. Kawasan jalan Piere Tendean merupakan akses ke pusat kota dan sekaligus pusat perdagangan dan jasa. Di ruas jalan ini terdapat kawasan komersial sehingga mobilitas orang, kendaraan, dan barang begitu tinggi yang menimbulkan bangkitan dan tarikan perjalanan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan metode kualitatif dan kuantitatif berupa data perhitungan yang terdiri dari volume kendaraan, kecepatan kendaraan, kapasitas jalan dan hambatan samping. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kondisi eksisting kinerja jalan di ruas jalan Piere Tendean dan menganalisis pengaruh yang ditimbulkan oleh aktivitas komersial di ruas jalan tersebut. Pengaruh yang ditimbulkan terhadap kinerja jalan di ruas jalan Piere Tendean yaitu berdampak pada kemacetan karena faktor – faktor seperti hambatan samping, tata guna lahan, dan kapasitas jalan. Kata Kunci : Kemacetan, Lalulintas, Kinerja Jalan

Page 3 of 3 | Total Record : 27