cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2018)" : 14 Documents clear
ANALISIS PEMANFAATAN RUANG DI KAWASAN SEKITAR JALAN LINGKAR KOTA MANADO Malau, Febri Irwandi; Mononimbar, Windy; Rate, Johanes Van
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan Pemanfaatan ruang merupakan faktor dominan yang mengarahkan dan membentuk struktur suatu kota. Perubahan ini akan mengakibatkan peningkatan produktivitas guna lahan dalam bentuk alih fungsi maupun peningkatan intensitas ruang. Perkembangan ruang di kawasan perkotaan tersebut, cenderung mengalami perubahan fungsi kawasan dari kawasan tidak terbangun menjadi kawasan terbangun. Masalah yang terjadi akibat dari perubahan tersebut, mengakibatkan daya dukung lahan dan kelestarian lingkungan hidup di masa yang akan datang mengalami gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesesuian pemanfaatan ruang dengan arahan perencanaan yang ada di kawasan sekitar jalan lingkar Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan analisis spasial/keruangan. Data yang diperoleh diolah menggunakan bantuan perangkat lunak/software Arcmap 10.3. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, bentuk struktur ruang di kawasan sekitar jalan lingkar Kota Manado mendekati konsep konsentris dan pola ruangnya terdiri atas fungsi lindung 302,28 Ha (13,43%) dan fungsi budidaya 1948,60 (86,57%), untuk kesesuaian struktur ruang sudah sesuai dengan arahan perencanaan yang ada karena sudah mampu melayani masyarakat yang ada di kawasan sekitar jalan lingkar, sedangkan pola ruang belum sesuai dengan arahan perencanaan yang ada karena terdapat ketidaksesuaian yaitu sebagai fungsi lindung 104,91 Ha (4,66%) dan fungsi budidaya 633,18 Ha (28,13%).                                                      Kata Kunci : Jalan Lingkar, Kota Manado, Pemanfaatan Ruang 
DAYA DUKUNG SARANA, PRASARANA, DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DI KECAMATAN TOBELO, KABUPATEN HALMAHERA UTARA Mataputun, Guru Yulianus; Poluan, R. J.
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan masalah yang dihadapi oleh semua Kota di Indonesia. Indonesia sebagai negara berkembang, memiliki permasalahan sampah yang belum terselesaikan secara merata. Kecamatan Tobelo merupakan merupakan Ibu Kota Kabupaten Halmahera Utara dengan luas Wilayah 65,00 km². Seperti daerah-daerah berkembang lainnya, Kecamatan Tobelo juga mengalami masalah yang sama yaitu sampah. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, edukasi yang kurang dari Pemerintah, dan Kurangnya Prasaran dan Sarana persampahan mengakibatkan system pengelolaan sampah tidak dapat berjalan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini yaitu ; mengetahui kondis sarana dan prasarana persampahan yang ada di Kecamatan Tobelo, dan mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengelolaan persampahan di Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Penelitian ini menggunakan Metode Analisis Deskriptif dengan menggunakan pendekatan Kuantitatif dan Kuantitatif. Adapun data-data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data-data primer dan sekunder. Populasi manusia dan wilayah meliputi 7 Desa yang ada di Kecamatan Tobelo. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 responden. Untuk mengetahui daya dukung prasarana an sarana persampahan di Kecamatan Tobelo, penelitian ini menggunakan Standar Pelayanan Minimum Persampahan. Hasil analisis kondis persampahan di Kecamatan Tobelo dari pembagian kuisioner, diperoleh bahwa kondisi prasaran dan sarana persampahan yang ada di Kecamatan Tobelo dengan Standar Pelayanan Minimum Persampahan didapati bahwa prasaranadan sarana di Kecamatan Tobelo belum memadai, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan persampahan masih sangat kurang, hal ini dapat dilihat dari tidak adanya proses pemilahan sampah dari sumbernya.Kata Kunci : Partisipasi, Persampahan, Prasarana, Sarana, Kecamatan Tobelo.
KOMPARASI HARGA LAHAN BERDASARKAN FUNGSI KAWASAN DI KOTA MANADO Pangkey, Oksilina; Tilaar, Sonny; Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado merupakan jantung Provinsi Sulawesi Utara, dimana nilai lahan yang menjanjikan di Kota Manado menjadikan kota tersebut berkembang. Salah satu faktor Kota Manado memiliki nilai lahan yang bervariasi yaitu tergantung pada penggunaan dan peruntukkan lahan atau fungsi kawasannya. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengidentifikasi harga lahan di Kota Manado serta mengkomparasikan harga lahan berdasarkan fungsi kawasan di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik komparatif yang meliputi 3 (tiga) analisis yaitu analisis uji t, analisis korelasi koefisien kontingensi dan analisis uji lanjut Tukey HSD. Dari hasil analisis uji t dapat dilihat antara pasangan dua nilai rata-rata harga lahan yang memiliki perbedaan adalah 80% dan yang tidak memiliki perbedaan adalah 20%. Dari hasil analisis korelasi didapati bahwa harga lahan memiliki hubungan yang kuat dengan fungsi kawasan. Analisis akhir yang dilakukan adalah analisis uji lanjut Tukey HSD menghasilkan nilai beda besar nilai rata-rata dan simpulan beda yaitu 77% signifikan dan 33% tidak signifikan. Keseluruhan analisis menyimpulkan bahwa harga lahan di Kota Manado memiliki variasi tergantung pada fungsi kawasannya. Dari beberapa kawasan yang diteliti, disimpulkan bahwa rata-rata harga lahan transaksional tertinggi adalah kawasan perdagangan umum, dan rata-rata harga lahan transaksional terendah adalah kawasan perkebunan. Kata Kunci: Harga Lahan, Fungsi Kawasan, Komparatif
ANALISIS PEMILIHAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) BERBASIS GEOGRAPHY INFORMATION SYSTEM (GIS) DI KOTA TOMOHON Pattiasina, Melinda Kimberley; Tondobala, Linda; Lakat, Ricky
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak menjadi kota otonomi, dinamika pembangunan di kota Tomohon mengalami peningkatan yang signifikan. Seiring perkembangan suatu daerah atau kota yang semakin meningkat baik dari segi penduduk, prasarana sarana, pelayanan publik, serta aspek lainnya, akan disertai juga dengan timbulnya dampak salah satunya permasalahan sampah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan tahapan akhir pemrosesan sampah oleh sebab itu TPA harus dipersiapkan dengan baik termasuk dalam Pemilihan lokasi TPA yang sesuai standar yang berlaku agar sampah dapat terkelola dengan baik dan meminimalisir pencemaran. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui tahapan pemilihan lokasi TPA berdasarkan standar yang berlaku dengan mengunakan Geography Information System (GIS); 2) menganalisis faktor-faktor penentu dalam pemilihan lokasi TPA berdasarkan karakteristik wilayah; 3) menemukan alternatif lokasi TPA di kota Tomohon. Berdasarkan hasil studi didapati, pertama, tahapan pemilihan lokasi TPA berdasarkan SNI 03-3241-1994 terdapat 3 tahapan yaitu a) Tahap Regional untuk menentukan beberapa alternatif zona layak dan zona tidak layak, b) Tahap Penyisih untuk melakukan skoring atau penilaian lanjutan terhadap alternatif lokasi yang diperoleh pada tahap pertama, dan c) Tahap Penetapan lokasi TPA. Tiga tahapan tersebut dianalisis menggunakan GIS dimana data-data spasial diolah dengan metode Buffering, dan Overlay (dengan pendekatan kuantitatif Binary); Kedua, faktor-faktor penentu dalam pemilihan lokasi TPA berdasarkan karakteristik wilayah yaitu penggunaan lahan, kawasan strategis, jarak terhadap permukiman; Ketiga alternatif  lokasi TPA yaitu di Kelurahan Tara-Tara 1 Kecamatan Tomohon Barat dengan luas wilayah 12 Ha. Lokasi TPA terpilih berdekatan dengan TPA eksisting Tomohon saat ini, sehingga pemerintah dapat melakukan pengembangan lokasi TPA.Kata Kunci : TPA, Pemilihan Lokasi, GIS
EVALUASI KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA DASAR PADA FASILITAS PASAR DI KOTAMOBAGU Manoppo, Dwitanya Puspita; Timboeleng, James; Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional merupakan salah satu fasilitas yang mendorong sektor perdagangan dan jasa di Kota Kotamobagu sebagai kota yang memiliki tujuan untuk menjadi Kota Mode Jasa.  Ketersediaan prasarana dan sarana dasar yang baik menjadi hal yang penting untuk peningkatan kualitas dan keberlangsungan dari pasar-pasar tradisional ini. Terdapat empat pasar tradisional yang ada di Kotamobagu yaitu Pasar Serasi, Pasar 23 Maret, Pasar Genggulang, dan Pasar Poyowa. Dalam penelitian ini akan dilakukan evaluasi terhadap ketersediaan serta kebutuhan terhadap prasarana dan sarana dasar pada fasilitas-fasilitas pasar tradisional yang ada di Kota Kotamobagu. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang menjelaskan kondisi dan keadaan sebenarnya dari masing-masing pasar untuk kemudian dievaluasi dengan SNI Pasar Rakyat sebagai standar kesesuaian. Dari hasil evaluasi didapatkan bahwa Pasar Serasi sebagai pasar tipe II memiliki tingkat kesesuain terendah, kemudian Pasar 23 Maret sebagai pasar tipe III, serta Pasar Genggulang dan Pasar Poyowa sebagai pasar tipe IV dengan tingkat kesesuaian tertinggi terhadap ketentuan yang telah diatur dalam SNI Pasar Rakyat. Adapun kebutuhan prasarana dan sarana dasar pada fasilitas-fasilitas pasar tradisional tersebut terbagi atas kebutuhan untuk pengadaan, penetapan peraturan, peningkatan kualitas, penertiban, dan memfungsikan yang sudah tersedia. Kata Kunci: Evaluasi, Ketersediaan, Prasarana dan Sarana Dasar, Pasar
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU Rumayar, Gerika; Rogi, Octavianus H.A; Rengkung, Michael M
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi bentang alam di Kecamatan Mantikulore memiliki beragam aspek biofisik antara lain kelerengan, jenis tanah, dan ketersediaan air. Keragaman aspek tersebutlah yang menjadi alasan perlunya analisis kesesuaian lahan, untuk segmen lahan yang diperuntukkan sebagai area permukiman menurut RTRW Kota Palu 2010-2030, guna mewujudkan ruang ekologis yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kesesuaian arahan RTRW Kota Palu 2010-2030 terhadap peruntukkan perumahan/pemukiman di Kecamatan Mantikulore, berdasarkan kriteria-kriteria kesesuaian lahan. Adapun metode analisis yang digunakan ialah metode Superimpose dan Skoring, serta menggunakan penentuan klasifikasi kesesuaian lahan menurut FAO 1976 kategori Sub-Kelas.Diperoleh bahwa kesesuaian lahan arahan peruntukkan pemukiman berdasarkan rencana pola ruang di Kecamatan Mantikulore, berkategori Sesuai sebesar 83.41%. Walau demikian ada beberapa lokasi yang berkategori Sesuai Bersyarat, untuk dilakukan treatment khusus sesuai dengan permasalahan lokasinya dan untuk lokasi yang berkategori Tidak Sesuai dapat dialih fungsikan sebagai ruang terbuka, hutan maupun kebun.Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Kawasan Permukiman, Kota Palu
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN LUAS LAHAN KRITIS DI TATELI, KECAMATAN MANDOLANG Melo, Gabriella Imanuella; Sela, Rieneke L; Suryono, Suryono
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kalasey Satu, Desa Kalasey Dua, Desa Tateli Satu, Desa tateli Dua dan Desa Tateli Tiga adalah lima desa yang terdapat di Kecamatan Mandolang yang mengalami perubahan penggunaan lahan dan dianggap memiliki gejala peningkatan luas lahan kritis. Hal ini didukung oleh historis kelima tersebut yang pernah mengalami banjir bandang pada tahun 2014. Selain itu, kawasan pertambangan dan kawasan pemukiman yang sudah semakin meluas dianggap mempengaruhi perubahan luas lahan kritis. Oleh sebab itu untuk mengetahui seberapa besar perubahan luas lahan kritis perlu diidentifikasi perubahan luas lahan kritis pada lokasi penelitian tersebut berdasarkan klasifikasi lahan kritis yang kemudian dilanjutkan dengan menganalisis faktor penyebab perubahan luas lahan kritis. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis skoring , analisis spasial dan analisis deskriptif dengan skala interval.  Hasil dari penelitian ini yaitu mengetahui perubahan luas lahan kritis dan faktor penyebab perubahan luas lahan kritis. Luas lahan kritis di Tateli berubah dari 638 Ha pada tahun 2013 menjadi 655 Ha pada tahun 2017. Sedangkan untuk faktor penyebab perubahan luas lahan kritis adalah semua varibel dalam penelitian ini dengan faktor dominan pertama tutupan lahan, faktor dominan kedua tingkat bahaya erosi, faktor dominan ketiga kemiringan lereng. Sementara manajemen lahan merupakan fakor penyebab perubahan lahan kritis, namun dalam penelitian ini bukan faktor dominan.Kata Kunci : Lahan Kritis, Perubahan Luas, Faktor Penyebab.
KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN PAAL DUA KOTA MANADO Lawahaka, Moh Junaedi A; Franklin, Papia J.; Rondonuwu, Dwight M
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan penggunaan lahan besar-besaran terjadi di tiap-tiap wilayah administrasi Kota Manado yang mencakup beberapa kecamatan salah satunya yaitu Kecamatan Paal Dua, kecamatan Paal Dua adalah kecamatan yang resmi dimekarkan dari Kecamatan Tikala pada tahun 2012 yang lalu. Hal ini dikarenakan pertumbuhan dan perekembangan kota yang semakin hari semakin meningkat. Hal ini juga berdampak pada kebutuhan akan lahan, karena lahan tidak dapat bertambah, maka yang terjadi adalah penambahan guna lahan tertentu yang berakibat pada berkurangnya guna lahan lain di kecamatan Paal Dua itu sendiri. Berangkat dari hal tersebut maka dilakukanlah penelitian tentang perubahan penggunaan lahan di kecamatan Paal Dua Kota Manado yang difokuskan pada dua kelurahan yaitu kelurahan Malendeng dan kelurahan Paal Dua. Tujuan dari penelitian ini adalah 1Mengkaji intensitas perubahan penggunaan lahannya dan 2Mengetahui apa faktor – faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaannya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif serta pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan melakukan wawancara dan interpretasi visual karakteristik yang tergambar pada peta citra satelit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kelurahan Malendeng selama range waktu 12 tahun (2006-2018) mengalami peningkatan yang terbilang signifikan yaitu seluas 18,20 Ha (28%) daritotal luas lahan terbangun yang ada dengan perubahan guna lahan yang paling dominan yaitu perubahan lahan perkebunan menjadi lahan perumahan dengan luas 12,20 Ha. Kemudian untuk di kelurahan Paal Dua juga mengalami peningkatan yang terbilang signifikan yaitu seluas 25,22 Ha (26%) dari total luas lahan terbangun yang ada dengan perubahan gunalahan yang paling dominan yaitu perubahan lahan perkebunan menjadi lahan perumahan dengan luas 12,70 Ha. Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dipengaruhi oleh (1)Penduduk, (2)Kepemilikan lahan, (3)Aksesbilitas; kemudahan menjangkau lokasi usaha/tempat kerja & kemudahan menjangkau kawasan lain, (4)prasarana dan sarana, (5)Topografi; ketinggian lahan dan kemiringan lereng. Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh (1)Aturan/kebijakan pemerintah; rencana struktur ruang kota dan rencana pola ruang kota. Kata Kunci : Perubahan Penggunaan Lahan, Kecamatan Paal Dua
ANALISIS DAMPAK PEMBANGUNAN PERUMAHAN TERENCANA TERHADAP PERUBAHAN FUNGSI DAN TATA GUNA LAHAN DI KOTA BITUNG Torar, Viyana Naomi Veren; Warouw, Fela; Lahamendu, Verry
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kurun waktu tahun 10 tahun terakhir (periode 2006/2007-2016/2017) laju pertumbuhan penduduk kota bitung rata-rata berkisar 1,98%. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat setiap tahunya membuat pembangunan hunian baru berupa perumahan terencana dan bisnis property real estate yang menjadi solusi melonjaknya permintaan akan tempat bermukim. Namun seiring dengan berkembangnya perumahan terencana maka menyebabkan keterbatasan lahan sehingga terjadi perubahan fungsi dan tata guna lahan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak pembangunan perumahan terencana terhadap perubahan fungsi dan tata guna lahan di kota bitung, dengan indikator penelitian yaitu; penggunaan lahan,sebaran perumahan terencana, sebaran prasarana dan utilitas serta sebaran fasilitas sosial/ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan metode analisis spasial sistem informasi geografis (SIG). Sesuai dengan metode analisis tersebut, maka dilakukan analisis perubahan fungsi dan tata guna lahan dengan meninjau melalui data perubahan (time series) peta penggunaan lahan, selanjutnya melakukan survey lapangan untuk mengidentifikasi sebaran perumahan terencana dan menganalisis dampak pembangunan perumahan terencana. Berdasarkan hasil analisis Pertambahan luas lahan terbangun terbesar terjadi dikecamatan girian, sedangkan sebaran perumahan terencana terbesar berada dikecamatan matuari. Dampak pembangunan perumahan terencana yaitu terhadap struktur ruang kota dan pola ruang kota, hal tersebut dibuktikan melalui meningkatnya kebutuhan prasarana dan utilitas perkotaan serta berdampak pada kawasan lindung dan meningkatnya kawasan budidaya (sarana sosial/ekonomi). Kata Kunci : Pembangunan,Perumahan Terencana,Perubahan Fungsi,Tata Guna Lahan.
DAYA DUKUNG PERMUKIMAN DALAM KONSEP PENGEMBANGAN WILAYAH DI KECAMATAN LANGOWAN TIMUR Pantow, Marsela; Moniaga, Ingerid; Takumansang, Esli
SPASIAL Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Langowan Timur merupakan pengembangan wilayah perdesaan yang memiliki karakteristik tata guna lahan pertanian. Wilayah kecamatan ini sangat cepat berkembang karena kondisi wilayah yang strategis, infrastruktur yang baik, fasilitas yang memadai dan aksesibilitas yang mudah dicapai. Peningkatan aktivitas dikecamatan ini telah menciptakan pusat kegiatan lokal yang ramai dan cenderung mengarah pada fungsi perkotaan. Terciptanya infrastruktur yang baik cenderung berdampak pada peningkatan aktivitas dan kepadatan ruang. Tujuan penelitian ini yaitu menghitung daya dukung lingkungan permukiman dikecamatan langowan timur dan menganalisis konsep pengembangan wilayah berdasarkan daya dukung permukiman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknis analisis menggunakan analisis spasial. Hasil penelitian  Kecamatan Langowan Timur masih memiliki lahan yang cukup besar  untuk menampung penduduk yang ada sebanyak 4 (empat) kali dari jumlah penduduk yang ada saat ini. Konsep pengembangan wilayah di Kecamatan Langowan Timur berdasarkan hasil perhitungan daya dukung permukiman berdasarkan kondisi fisik yang ada mengarah pada pengembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Langowan Timur yaitu lahan yang berada di desa wolaang, amongena tiga dan amongena satu dijadikan kawasan agropolitan dan untuk desa Teep yang kondisi lahan yang sangat cocok untuk kawasan permukiman secara fisik maka akan dikembangkan menjadi kawasan permukiman dimasa yang akan datang sehingga pengembangan kawasan berkelanjutan akan berjalan dengan baik. Kata Kunci      : Daya Dukung Permukiman, Pengembangan Wilayah

Page 1 of 2 | Total Record : 14