cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2021)" : 14 Documents clear
KETERSEDIAAN SARANA PRASARANA DAN KRITERIA KHUSUS KAWASAN MINAPOLITAN DI KECAMATAN NUANGAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Mokoginta, Dei Cita; Poluan, Roosje J; Lakat, Ricky M S
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kawasan Minapolitan bertujuan untuk mendorong percepatan pengembangan wilayah dengan kegiatan perikanan sebagai kegiatan utama dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat salah satunya pada Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang hampir sebagian besar daerahnya berada dibagian pesisir yang kaya akan hasil alamnya pada bidang perikanan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana ketersediaan prasarana sarana dan kriteria khusus kawasan minapolitan di Kecamatan Nuangan Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan prasarana sarana pendukung serta menganalisis ketersediaan dan mengetahui tingkat ketersediaan prasarana sarana terhadap kriteria khusus pengembangan kawasan minapolitan di Kecamatan Nuangan. Metode analasisi yang deskriptif kuantitatif dan dalam analisis data menggunakan analisis skala likert. Dari hasil penelitian disimpulkan menjadi 2 dari hasil identifikasi di kategorikan sedang dan rendah di karenakan prasarana sarana yang ada saat ini pada lokasi penelitian masih dalam tahap pengembangan dan prasarana yang di butuhkan yaitu pembangunan jaringan air bersih dapat di kembangkan, untuk jaringan telekomunikasi perlu ditambah tower untuk jarinagan hp pada beberapa desa seperti pada desa Mata Bulu dan Jiko Belanga dan kebutuhan dermaga yang belum ada. Sedangkan sarana yaitu kebutuhan lembaga masyarakat (kelompok tani/nelayan), TPI, industri pengolahan ikan, lapangan penjemuran, pabrik es, lembaga keuangan, SPBU/SPDN, gedung pengolahan/pengepakkan, penyediaan benih, lemari pendingin dan bengkel perahu.Kata Kunci : Sarana, Prasarana, Minapolitan, Nuangan
KESESUAIAN PEMANFAATAN LAHAN WILAYAH PESISIR DI KECAMATAN MANDOLANG Apena, Osiani; Rondonuwu, Dwight M; Poluan, Roosje J
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesesuaian lahan land suitability merupakan kecocokan adaptability suatu lahan untuk tujuan penggunaan tertentu, melalui penentuan nilai (kelas) lahan serta pola tata guna lahan yang dihubungkan dengan potensi wilayahnya, sehingga dapat diusahakan penggunaan lahan yang lebih terarah berikut usaha pemeliharaan kelestariannya. Pesisir merupakan wilayah yang rentan terhadap perubahan, baik perubahan yang terjadi karena proses alami dan perubahan karena campur tangan manusia. Kegiatan-kegiatan di kawasan pesisir seperti perikanan tangkap, perikanan budidaya (tambak), pelabuhan, pariwisata, permukiman dan suaka alam dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem dan geomorfologi kawasan pesisir. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian di kawasan pesisir Kecamatan  Mandolang untuk mengetahui pemanfaatan lahan dan kesesuaiannya sehingga dapat memberikan masukan untuk kebijakan lingkungan yang dapat diterapkan di kawasan pesisir Kecamatan Mandolang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola perubahan pemanfaatan lahan terbangun di wilayah pesisir Kecamatan Mandolang dan Menganalisis tingkat kesesuaian pemanfaatan lahan di wilayah pesisir Kecamatan Mandolang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial untuk mengetahui kesesuaian lahan pemanfaatan lahan pesisir di kecamatan mandolang. Bedasarkan hasil analisis kesesuaian lahan Kawasan pesisir di kecamatan mandolang, dapat di interpretasikan terdapat tiga fungsi lahan yang ada di Kecamtan Mandolang yaitu lahan yang sesuai, lahan yang kurang sesuai dan lahan yang tidak sesuai. Hasil dari analisis diketahui luas untuk kategori lahan sesuai adalah 713,34  Ha dengan presentase 53%, luas untuk kategori lahan kurang sesuai adalah 215,39 Ha dengan presentase 16% dan luas untuk kategori lahan tidak sesuai adalah 419,59Ha dengan presentase 31% dari luas wilayah. Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Pemanfaatan Kawasan Pesisir, Kecamatan Mandolang.
ANALISIS PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN PINELENG TAHUN 2009-2018 (STUDI KASUS : KECAMATAN PINELENG) Timbayao, Novi Yolensi; Takumansang, Esli D
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman merupakan wilayah yang memiliki peningkatan di karenakan adanya pertumbuhan penduduk yang pesat sehingga kebutuhan akan tempat tinggal yang menjadi pokok kebutuhan manusia menjadi meningkat , kejadian ini juga mempengaruhi lahan yang merupakan potensi fisik atau sumber daya alam yang secara kuantitas tidak akan bertambah, sedangkan pertumbuhan penduduk senantiasa mengalami perkembangan cukup pesat dari waktu ke waktu. Hal ini akan menimbulkan ketidakseimbangan antara kebutuhan penduduk akan lahan yang tidak terbatas dengan jumlah lahan yang terbatas. Kecamatan Pineleng memiliki laju pertumbuhan penduduk per tahun paling tinggi di Kabupaten Minahasa yaitu pada tahun 2010-2017 dengan angka pertumbuhan 2,62%, tingginya pertumbuhan penduduk membuat kebutuhan akan tempat tinggal menjadi meningkat dengan letak kecamatan pineleng yang berada di antara dua kota yaitu kota manado dan tomohon sehingga kecamatan pineleng menjadi kawsan yang strategis untuk bermukim dilihat dari perkembangan permukiman yang meningkat pada tahun 2009-2018 di beberapa Desa yaitu Desa Sea Tumpengan, Sea Mitra, Winangun Atas, Pineleng Satu, Lotta,dan Pineleng Dua. Kata Kunci: Perkembangan Permukiman, Pola Permukiman.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI KEPULAUAN SIAU KABUPATEN KEPULAUAN SIAU TAGULANDANG BIARO Lamanongko, Nadya G; Tarore, Raymond Ch; Karongkong, Hendriek H
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesesuaian lahan pada hakekatnya merupakan penggambaran tingkat kecocokan sebidang lahan untuk suatu penggunaan tertentu (Soemarno, 2006). Kondisi topografi Kepulauan Siau pada umumnya memiliki bentuk wilayah yang berbukit dan bergunung, dan memiliki kemiringan lereng yang curam. Meskipun curam, daerah ini masih dimanfaatkan penduduk untuk ditanami dengan tanaman perkebunan seperti kelapa, cengkeh dan pala. Daerah yang datar relatif sempit dan umumnya hanya terdapat di pesisir pantai yang dijadikan tempat pemukiman penduduk, seperti di Ulu, Ondong (P.Siau). BAB 5 Tentang Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten Pasal 37 Menetapkan bahwa Kawasan peruntukkan permukiman sebagaimana dimaksud pada Pasal 33   huruf d di wilayah Kabupaten adalah kawasan yang secara teknis dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pemukiman yang sehat, nyaman dan aman dari bahaya bencana alam, yang terdiri dari permukiman perkotaan meliputi permukiman di Kawasan Perkotaan Ulu, Kawasan Perkotaan Ondong dan Kawasan Perkotaan Buhias dan permukiman perkampungan meliputi permukiman yang terbentuk di kawasan perkampungan sebagai sentra produksi yang tersebar di seluruh wilayah Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.  Undang-Undang No 1 Tahun 2011 menjelaskan bahwa permukiman merupakan bagian dari lingkungan hunian yang terdiri lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasarana, sarana , utilitas umum , serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kawasan pedesaan. Penelitian ini bertujuan Mengidentifikasi eksisting penggunaan lahan permukiman di kepulauan siau dan Menganalisis kesesuaian lahan permukiman di kepulauan siau. Dengan manfaat Hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman dalam menganalisis kesesuian lahan permukiman di kepulauan siau kabupaten siau tagulandang biaro, Merekomendasi untuk pemerintah dalam menangani masalah yang terjadi dalam kesesuaian lahan permukiman di kepulauan siau dan Hasil penelitian ini dapat juga memberikan pemahaman terhadap masyarakat dan pihak lainnya.Kata Kunci: Kemampuan Lahan ,Kesesuaian Lahan ,Kesesuaian Lahan Permukiman
IDENTIFIKASI TINGKAT KERAWANAN BENCANA LONGSOR DI KECAMATAN KAWANGKOAN UTARA, KABUPATEN MINAHASA Umaternate, Adhitya N; Tarore, Raymond Ch; Karongkong, Hendriek H
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana alam. Salah satu faktornya karena wilayah Indonesia terletak di garis khatulistiwa sehingga menjadikan Indonesia beriklim tropis yang memiliki curah hujan tinggi. Perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu dapat menyebabkan bencana sangat mudah terjadi. Khususnya bencana longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi. Kawangkoan Utara adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Ibukota Kecamatan Kawangkoan Utara adalah Kiawa Dua Timur, berjarak sekitar 26 km dari Tondano, ibukota Kabupaten Minahasa. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial dengan bantuan alat analisis GIS (Geography Information system) dan analisis skoring. Proses overlay menggabungkan peta digital beserta data-data empat peta parameter yang digunakan memiliki hasil yaitu Kecamatan Kawangkoan Utara memiliki tingkat kerawanan longsor yang tinggi dengan seluas 1018,822 Ha atau 63% dari luas total wilayah.Kata Kunci: Rawan longsor, Bencana,Geography Information system.
EVALUASI KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA PARIWISATA DI KAWASAN WISATA PANTAI BUNGA INDAH DESA KUHANGA Asmudrono, Rani Karenina; Tilaar, Sonny; Suryono, Suryono
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai..Bunga Indah Desa Kuhanga merupakan salah satu objek wisata alam di Sulawesi Utara tepatnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Kecamatan Bintauna yang mempunyai karakteristik wisata alam tersendiri, akan tetapi pesona keindahan wisata yang ada di Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga  masih belum cukup memaksimalkan fungsi lokasi wisata tersebut, akibat sarana dan prasarana yang belum maksimal ketersediaan dan kegunaannya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kondisi prasarana dan sarana wisata kemudian mengevaluasi tingkat ketersediaan prasarana dan sarana wisata yang ada di Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data sekunder seperti survey  instansional, dan data primer dibutuhkan untuk menyempurnakan data sekunder dengan observasi dan membagikan kuesioner ke pihak-pihak yang terkait, tahap berikutnya untuk mengetahui karakteristik prasarana dan sarana yang ada di lokasi wisata Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif  kemudian dilanjutkan dengan analisis skala likert untuk melihat tingkat ketersediaan prasarana dan sarana wisata. Setelah dilakukan analisis dan diketahui hasil untuk  ketersediaan jaringan Internet adalah 94,4%, jalan yaitu 84%, listrik 78,8% , air bersih 30,8% , pos keamanan 89,2%, dermaga 20% pusat informasi wisata 20%, penunjuk arah 20%, papan selamat datang 75,40%, transportasi umum 71,20%, penginapan 67,20%, masjid/mushola 89,60%, restaurant/rumah makan 59,20%, toko souvenir 20%, toilet umum 47,20%, tempat duduk 72%, tempat sampah 57,69%. Untuk itu dalam meningkatkan kualitas kawasan wisata Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga, sangat perlu dioptimalkan penyediaan  prasarana dan sarana wisata demi menunjang keberlangsungan kegiatan wisatawan ketika berada di kawasan wisata Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga ini.Kata Kunci : Prasarana dan sarana wisata; Pantai Bunga Indah
ANALISIS DAYA DUKUNG & DAYA TAMPUNG LAHAN DI KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG UNTUK PENGEMBANGAN PERMUKIMAN Sari, Putri Permata; Makarau, Vicky H; Lakat, Ricky M S
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya dukung lahan merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan tata ruang wilayah, agar mampu mendukung aktivitas pemanfaatan lahan secara berkelanjutan. perbedaan daya dukung dan daya tampung adalah daya dukung merupakan kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan sedangkan daya tampung merupakan kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energy, dan komponen lain. Perkembangan penduduk perkotaan atau wilayah di Indonesia yang sangat pesat sebagai akibat pertumbuhan penduduk maupun akibat urbanisasi telah memberikan indikasi adanya masalah perkotaan yang serius. Oleh karena itu diperlukan analisis mengenai daya dukung dan daya tampung lahan untuk mengetahui ketersediaan lahan efektif untuk mendukung lahan bermasalah yang ada di kecamatan Malalayang Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis spasial. Sesuai dengan analisis tersebut, maka dalam menganalisis daya dukung dan daya tampung lahan dilakukan proses overlay atau tumpang tindih peta tematik untuk mengetahui daya dukung dan daya tampung, serta total luasan lahan efektif yang dimiliki tiap kelurahan yang ada di kecamatan Malalayang. Tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasinya pemanfaatan lahan, sebaran fungsi lahan terencana dan tidak terencana dan mengetahui kapasitas dan kemampuan lahan dalam tingkat kelas lahan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2009, serta lahan efektif (daya dukung dan daya tampung) yang dapat direkomendasi untuk difungsikan sebagai kawasan budidaya yang ada di kecamatan Girian. Kata Kunci : Daya Dukung Lahan, Daya Tampung Lahan
KAJIAN PUSAT-PUSAT PELAYANAN KOTA TOMOHON BERDASARKAN HIRARKI Tuar, Isabella Gloria; Sela, Rieneke L. E.; Lakat, Ricky S. M.
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu perencanaan wilayah, hirarki perkotaan sangat perlu diperhatikan karena menyangkut dengan fungsi yang ingin di arahkan pada masing-masing kota. Dalam konteks dinamika yang ada pada perkembangan Kota Tomohon terlaksananya fungsi itu berkaitan dengan fasilitas kepentingan umum yang ada di masing-masing wilayah. Distribusi penduduk pada beberapa bagian wilayah Kota Tomohon mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah prasarana dan sarana dan fasilitas pelayanan. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi ketersediaan fasilitas sosial, ekonomi dan pemerintahan serta menganalisis hirarki dan distribusi pusat pelayanan di Kota Tomohon, menganalisis kesesuaian pusat pelayanan dalam RTRW Kota Tomohon tahun 2013-2033 terhadap hasil penelitian. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan untuk metode analisis menggunakan metode analisis skalogram, analisis indeks sentralitas dan analisis gravitasi. Berdasarkan hasil studi didapat bahwa ketersediaan fasilitas sosial, ekonomi dan pemerintahan di Kota Tomohon cukup memadai dimana yang  berstatus orde I berada pada Kecamatan Tomohon Selatan dan Kecamatan Tomohon Timur, telah memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan memadai. Hasil analisis wilayah Kota Tomohon terbagi dalam 3 orde, dimana orde/hirarki I yang terdapat pada  Kecamatan Tomohon Selatan dan Kecamatan Tomohon Timur. Sedangkan untuk orde/hirarki II berada pada Kecamatan Tomohon Utara dan Kecamatan Tomohon Tengah. Dan yang berada pada orde/hirarki III yaitu Kecamatan Tomohon Barat. Berdasarkan hasil analisis terdapat perbandingan antara pusat pelayanan dalam RTRW Kota Tomohon tahun 2013-2033 terhadap hasil analisis. Kata kunci: Hirarki Perkotaan; Pusat-Pusat Pelayanan; Analisis Skalogram; Analisis Sentralitas; Analisis Gravitasi.
EVALUASI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM KOTAKU DI KOTA MANADO Bachmid, Najillah D.T.; Lakat, Ricky S.M.; Takumansang, Esli D
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2016 masih terdapat 35.291 hektar daerah kumuh yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia sesuai dengan hasil perhitungan luasnya daerah kumuh perkotaan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya. Kondisi tersebut dapat diperkirakan akan terus mengalami penambahan apabila tidak ada bentuk penanganan yang inovatif, menyeluruh, dan tepat sasaran. Pemerintah Kota Manado dengan program KOTAKU mendukung peningkatan akses ke infrastruktur dan mendukung pengembangan daerah kumuh perkotaan untuk mendukung penetapan evaluasi yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan, perlu dilakukan tinjauan yang lebih mendalam terhadap program ulang yang dilakukan oleh pemerintah, perlu ada perencanaan atau dukungan dalam perencanaan keberlanjutan dalam program ini.Tujuan Dari penelitian ini untuk mengetahui analisis tingkat partisipasi masyarakat dalam Program KOTAKU di Kota Manado dan untuk mengetahui faktor penghambat dan faktor pendorong partisipasi masyarakat dalam Program KOTAKU di Kota Manado. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini ialah metode analisis skala likert dengan mengukur data dengan kuesioner. Hasil dari analisis data partisipasi masyarakat dalam program kotaku secara keseluruhan partisipasi masyarakat untuk program Kotaku masih kurang berpartisipasi, dalam analisis faktor pendukung adalah kesadaran masyarakat dalam berpartisipasi menjadi salah satu faktor pendukung dalam pelaksanaan program, sedangkan faktor penghambat adalah masih kurangnya kesadaran atau kemauan masyarakat, masyarakat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, kurang pahamnya masyarakat akan pembangunan yang baik, kurang tanggapnya masyarakat terhadap masalah-masalah yang terjadi pada lingkungannya sendiri dan fasilitas kurang memadai.Kata Kunci: Evaluasi, Partisipasi Masyarakat, Program KOTAKU.
KETERSEDIAAN SARANA PRASARANA DAN KRITERIA KHUSUS KAWASAN MINAPOLITAN DI KECAMATAN NUANGAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Mokoginta, Dei Cita; Poluan, Roosje J; Lakat, Ricky M S
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kawasan Minapolitan bertujuan untuk mendorong percepatan pengembangan wilayah dengan kegiatan perikanan sebagai kegiatan utama dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat salah satunya pada Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang hampir sebagian besar daerahnya berada dibagian pesisir yang kaya akan hasil alamnya pada bidang perikanan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana ketersediaan prasarana sarana dan kriteria khusus kawasan minapolitan di Kecamatan Nuangan Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan prasarana sarana pendukung serta menganalisis ketersediaan dan mengetahui tingkat ketersediaan prasarana sarana terhadap kriteria khusus pengembangan kawasan minapolitan di Kecamatan Nuangan. Metode analasisi yang deskriptif kuantitatif dan dalam analisis data menggunakan analisis skala likert. Dari hasil penelitian disimpulkan menjadi 2 dari hasil identifikasi di kategorikan sedang dan rendah di karenakan prasarana sarana yang ada saat ini pada lokasi penelitian masih dalam tahap pengembangan dan prasarana yang di butuhkan yaitu pembangunan jaringan air bersih dapat di kembangkan, untuk jaringan telekomunikasi perlu ditambah tower untuk jarinagan hp pada beberapa desa seperti pada desa Mata Bulu dan Jiko Belanga dan kebutuhan dermaga yang belum ada. Sedangkan sarana yaitu kebutuhan lembaga masyarakat (kelompok tani/nelayan), TPI, industri pengolahan ikan, lapangan penjemuran, pabrik es, lembaga keuangan, SPBU/SPDN, gedung pengolahan/pengepakkan, penyediaan benih, lemari pendingin dan bengkel perahu.Kata Kunci : Sarana, Prasarana, Minapolitan, Nuangan

Page 1 of 2 | Total Record : 14