Lakat, Ricky S. M.
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA BAHARI DI PULAU SILADEN Fatlolona, Willyan S.; Tungka, Aristotulus E.; Lakat, Ricky S. M.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kawasan pariwisata pada umumnya diarahkan sebagai sektor andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan daerah, memberdayakan masyarakat, meningkatkan lapangan kerja dan kesempatan membangun usaha, serta mengembangkan pengenalan dan pemasaran produk wisata dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pulau Silden Merupakan sebuah pulau kecil yang termasuk dalam bagian administrasi dari Kota Manado tepatnya berda di kecamatan bunaken kepulauan, kelurahan Bunaken. Potensi wisata Pulau Siladen terdiri dari wisata bahari yang berada di bawah laut maupun di atas laut. Khusus untuk wisata bahari, Pulau Siladen sudah sangat terkenal hingga ke mancan negara bersamaan dengan empat pulau lain yang termasuk dalam kawasan taman laut nasional bunaken. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis swot, Untuk mencapai tujuan penelitian ini yaitu menentukan kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang serta strategi pengembangan kawasan wisata bahari Pulau Siladen sesuai dengan variabel-variabel pariwisata yang ada. Hasil penelitian ini menghasilkan faktor-faktor internal dan external pengembangan kawasan wisata bahari Pulau Siladen dengan strategi pengembangannya yaitu mempromosikan wisata bahari, memanfaatkan fasilitas yang sudah ada untuk menciptakan lapangan pekerjaan, pemberdayaan dan pelatihan untuk masyarakat.Kata Kunci: SWOT, Wisata Bahari, Pulau Siladen
PENGARUH PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI TERHADAP PERMUKIMAN KECAMATAN MADIDIR KOTA BITUNG Dirgapraja, Vikri Abdya; Poluan, Roosje J.; Lakat, Ricky S. M.
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bitung dikenal sebagai Kota Pelabuhan, Kota Industri,dan Kota Perikanan (Kota Cakalang) di Provinsi Sulawesi Utara,seperti yang ada di Kecamatan Madidir merupakan salah satu dari delapan kecamatan yang memiliki sumber industri penghasil pengolahan ikan.Dengan semakin meningkatnya pengembangan kawasan industri maka semakin meningkat pula pencemaran yang disebabkan oleh hasil buangan pabrik-pabrik industri seperti sampah, CO2 serta kebisingan yang berpengaruh terhadap permukiman warga yang ada di Kecamatan Madidir.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kawasan industri terhadap permukiman di Kecamatan Madidir.Penelitian ini menggunakan metode path analysis untuk menentukan nilai koefisen pada dua variabel yaitu variabel independen kawasan industri dan variabel dependen permukiman. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa factor yang mempengaruhi oleh pengembangan kawasan industri pada kawasan permukiman yaitu pada bangunan dan pada infrastruktur. Bangunan permukiman mengalami pengaruh kesemrawutan lalu lintas 0,174 dan pencemaran 0,129.Akibatnya,masyarakat masyarakat melakukan upaya perbaikan.Selanjutnya,infrastruktur dipengaruhi oleh pencemaran 0,078,Kebisingan 0,028 dan kesemrawutan lalu lintas 0,031.Akibatnya,infrastuktur akan membutuhkan perbaikan-perbaikan secara signifikan. Kata kunci: Pengaruh,Pengembangan Kawasan Industri,Permukiman, Kecamatan Madidir.
KAJIAN PUSAT-PUSAT PELAYANAN KOTA TOMOHON BERDASARKAN HIRARKI Tuar, Isabella Gloria; Sela, Rieneke L. E.; Lakat, Ricky S. M.
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu perencanaan wilayah, hirarki perkotaan sangat perlu diperhatikan karena menyangkut dengan fungsi yang ingin di arahkan pada masing-masing kota. Dalam konteks dinamika yang ada pada perkembangan Kota Tomohon terlaksananya fungsi itu berkaitan dengan fasilitas kepentingan umum yang ada di masing-masing wilayah. Distribusi penduduk pada beberapa bagian wilayah Kota Tomohon mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah prasarana dan sarana dan fasilitas pelayanan. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi ketersediaan fasilitas sosial, ekonomi dan pemerintahan serta menganalisis hirarki dan distribusi pusat pelayanan di Kota Tomohon, menganalisis kesesuaian pusat pelayanan dalam RTRW Kota Tomohon tahun 2013-2033 terhadap hasil penelitian. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan untuk metode analisis menggunakan metode analisis skalogram, analisis indeks sentralitas dan analisis gravitasi. Berdasarkan hasil studi didapat bahwa ketersediaan fasilitas sosial, ekonomi dan pemerintahan di Kota Tomohon cukup memadai dimana yang  berstatus orde I berada pada Kecamatan Tomohon Selatan dan Kecamatan Tomohon Timur, telah memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan memadai. Hasil analisis wilayah Kota Tomohon terbagi dalam 3 orde, dimana orde/hirarki I yang terdapat pada  Kecamatan Tomohon Selatan dan Kecamatan Tomohon Timur. Sedangkan untuk orde/hirarki II berada pada Kecamatan Tomohon Utara dan Kecamatan Tomohon Tengah. Dan yang berada pada orde/hirarki III yaitu Kecamatan Tomohon Barat. Berdasarkan hasil analisis terdapat perbandingan antara pusat pelayanan dalam RTRW Kota Tomohon tahun 2013-2033 terhadap hasil analisis. Kata kunci: Hirarki Perkotaan; Pusat-Pusat Pelayanan; Analisis Skalogram; Analisis Sentralitas; Analisis Gravitasi.
ANALISIS PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN BERDASARKAN KEMAMPUAN LAHAN DI DISTRIK MUARA TAMI Sawo, Milano Khemal; Rogi, Octavianus H. A.; Lakat, Ricky S. M.
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota sering diartikan sebagai suatu permukaan wilayah dimana terdapat pemusatan penduduk dengan berbagai jenis kegiatan ekonomi, sosial, budaya dan administrasi pemerintah yang secara rinci dapat digambarkan meliputi lahan geografis utamanya untuk pemukiman, dalam jumlah penduduk yang relatif  besar dan lahan yang  relatif terbatas. Sehubungan dengan hal tersebut, nampak adanya keterkaitan yang nyata antara manusia dengan lingkungan (lahan), yang digunakan manusia untuk tempat tinggal, dan tempat beraktivitas. Perkembangan kota umumnya memanfaatkan lahan untuk dijadikan pemukiman, hal ini tidak lain dikarenakan semakin meningkatnya laju pertumbuhan penduduk yang ada di kota atau wilayah tersebut, sehingga permintaan akan lahan baru untuk pemukiman semakin banyak dan meningkat. Untuk itulah sebelum adanya pengembangan kota baru dilakukan analisis kemampuan lahan di Distrik Muara Tami menggunakan system information Geographic ( SIG ). Distrik Muara Tami mempunyai 5 klasifikasi yaitu sedang, sangat rendah, rendah, agak tinggi, dan sangat tinggi. Kemampuan pengembangan sedang yang lebih mendominasi di Distrik Muara tami. Secara umum cukup layak untuk dijadikan sebagai pengembangan kota baru. Sedangkan untuk Kemampuan Lahan yang tidak mendominasi di Distrik Muara Tami adalah Kemampuan Pengembangan Sangat Tinggi hal ini menunjukan hanya sebagian kecil wilayah Muara Tami yang mampu untuk dikembangkan, khususnya  sebagai wilayah pengembangan kota baru.Kata Kunci: Kota, Permukiman, Distrik Muara Tami, Kemampuan Lahan,
BITUNG SHOPPING CENTER. Morphogenesis in Architecture Basaen, Jordi P.; Siregar, Frits O. P.; Lakat, Ricky S. M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19217

Abstract

            Kota Bitung adalah salah satu kota yang sangat pesat perkembangannya, mulai dari sektor industri, perdagangan, pariwisata dan jasa serta pembangunannya yang semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis  berada pada lingkaran pasifik yang strategis sebagai pintu masuk ke ekonomi global. Selain itu usaha Pemerintah Kota Bitung untuk memperkenalkan  Kota Bitung sebagai Kota tujuan industri, pariwisata dan bisnis mulai dari penyempurnaan perizinan investasi bagi para investor lokal maupun asing untuk dapat berinvestasi didalamnya. Melihat peluang dan potensi yang dimiliki Kota Bitung sangat besar maka hadirlah konsep perencanaan Bitung Shopping Center atau Pusat Perbelanjaan berlokasi dipusat Kota Bitung, yang mengacu dari  kebutuhan akan jasa akomodasi sebagai penunjung dan penyediaan kebutuhan pokok maupun pusat rekreasi di Sulawesi Utara. Dalam perancangan objek Bitung Shopping Center ini, dengan tema “Morphogenesis In Architecture” konsep ini mencakup perubahan  evolusi pada konsep desain bangunan diharapkan dapat mampu beradaptasi dengan penekanan trasformasi bentuk gubahan dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan sekitar berdasarkan analisa tapak serta permodelan dalam bentuk bangunan yang dinamis, sehingga desain yang dihasilkan tidak hanya menjadi desain yang kaku dan monoton tapi juga dapat menjadi desain yang sangat baik dan ramah terhadap lingkungan. Kehadiran Bitung Shopping Center ini diharapkan dapat memberikan fasilitas penyediaan kebutuhan berbelanja yang legkap, aman dan nyaman bagi para pemakai dengan berbagai kebutuhan yang berbeda-beda.          Kata kunci       : Kota Bitung, Shopping Center, Morphogenesis
SCIENCE CENTER AND PLANETARIUM DI SULUT. High Technology Architecture Monintja, Vanessa C.; Poluan, Roosye J.; Lakat, Ricky S. M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23685

Abstract

 Science Center and Planetarium adalah sebuah fasilitas yang menjadi tujuan wisata yang berbasis entertainment-edukasi, yang didedikasikan untuk menambah pengetahuan tentang sains seluruh pengunjung dari segala usia, seiring dengan berkembangnya jaman dan meningkatnya ilmu pengetahuan & teknologi (iptek). Science Center and Planetarium juga merupakan wahana membangun budaya iptek masyarakat melalui alat peraga iptek yang ditampilkan, agar setiap pengunjung dapat merasakan mudahnya belajar memahami berbagai konsep dan prinsip iptek. IPTEK selalu dikaitkan dengan teknologi canggih sehingga High Technology Architecture akan diterapkan baik pada bangunan maupun sistem didalam. Keberadaan Science Center and Planetarium dapat menjadi salah satu alternatif hiburan bagi anak-anak maupun pengunjung untuk dapat menjadi salah satu wahana pembelajaran sekaligus juga menjadi wahana wisata diluar pendidikan formal. Mengingat Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi yang kaya akan kearifan lokal yang dalam desain akan diolah berbasis teknologi canggih. Dengan adanya Science Center and Planetarium ini dapat memperkaya keranekaragaman tempat wisata yang berada di Sulawesi Utara. Kata kunci : Science Center,  Planetarium, Teknologi, Iptek, High Technology.
REVITALISASI TERMINAL MALALAYANG. High Tech Architecture Manumpil, Greifanny G. E.; Lakat, Ricky S. M.; Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23694

Abstract

Perkembangan teknologi semakin pesat, membuat kehidupan masyarakat juga ikut terpengaruh oleh kecanggihannya. Serba praktis dan instan menjadi karakter yang sudah biasa ditemukan dalam kehidupan masyarakat. Terutama dalam bidang infrastruktur, kehadiran kendaraan beriringan dengan tingginya kelancaran ilmu komunikasi dan teknologi, membuat masyarakat semakin mudah dalam mengaksesnya. Terminal mulai mengalami degradasi fungsi akibat mudahnya masyarakat mengakses kebutuhan akan transportasi dengan teknologi yang ada saat ini. Dengan menerapkan tema High-Tech Architecture pada proses revitalisasi Terminal Malalayang, bisa membantu terminal menjadi lebih hidup kembali dan berfungsi selayaknya fungsi terminal itu sendiri. Dengan kemudahan dan kecanggihan dari teknologi, maka terminal malalayang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara praktis dan efisiensi, baik pengaturan pola ruang, penggunan teknologi pada system dalam bangunan, serta pemanfaatan material ciri khas high-tech architecture pada terminal itu sendiri.            Kata kunci : Revitalisasi, Terminal, High-Tech Architecture, Malalayang 
RELOKASI PASAR TRADISIONAL AMURANG. Arsitektur Post Modern Tilaar, Tiovany J.; Supardjo, Surijadi; Lakat, Ricky S. M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23825

Abstract

Di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat  beberapa pasar tradisional, salah satunya adalah Pasar Tradisonal Amurang  yang terletak di pusat perkotaan Amurang, tepatnya di Kelurahan Uwuran Satu. Permasalahan yang dihadapi saat ini antar lain prasarana dan sarana yang sangat minim, ketidaknyamanan berbelanja (kumuh, semrawut, becek, kotor) serta pedagang yang semakin menjamur. Selanjutnya dalam RTRW  Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2014-2034, Pasar Tradisional Amurang ini akan direlokasi ke desa Bitung di area perkebunan yang berbatasan dengan Desa Kilometer Tiga. Oleh karena itulah perlu dibuat rancangan Pasar Tradisional Amurang yang baru. Metode perancangan Pasar Tradisional Amurang ini mengikuti metode desain generasi satu dari Christopher Alexander. Tema yang dipakai dalam merancang  Relokasi Pasar  Tradisional Amurang  ini yaitu Arsitektur  Post Modern bergaya Double CodingDari hasil perancangan yang telah dilakukan , dihasilkan rancangan pasar tradisonal Amurang yang  terdiri dari dua lantai, dimana terdapat dua area belanja yaitu pasar basah dan pasar kering . Sirkulasi dalam bangunan pasar yaitu berpola Grid. Sirkulasi kendaraan di luar bangunan berpola Linier menerus untuk menghindari terjadinya crosing  Area parkir diletakkan di sekeliling bagunan pasar untuk memudahkan pencapaian ke dalam bangunan. Sistem pencahayaan dan penghawaaan sebagian besar menggunakan pencahayaan dan penghawaan alami. Struktur bangunan utama  menggunakan struktur rangka kaku dengan material beton bertulang.  Kata Kunci :   Pasar Tradisional, Relokasi, Post Modern 
RUMAH SAKIT JIWA DI MANADO: Manifestasi Pendekatan Psikoneuroimonologi pada Ruang dan Bentuk Arsitektur Rumajar, Lidya S. H.; Tinangon, Alvin J.; Lakat, Ricky S. M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i3.66173

Abstract

Masalah pada kesehatan mental menjadi salah satu isu yang kompleks di Indonesia. Gangguan jiwa sangat mudah memicu gangguan fisik begitu juga sebaliknya, gangguan fisik menjadi alasan besar munculnya gangguan jiwa. Akan tetapi, stigma buruk terhadap gangguan jiwa menyebabkan banyak masyarakat tidak mau mencari bantuan sehingga menyebabkan banyaknya masalah kesehatan fisik dan mental. Di Kota Manado, sebagai kota terpadat di Sulawesi Utara, tekanan hidup meningkatkan kebutuhan akan layanan kesehatan jiwa yang ramah dan mudah diakses. Perancangan Rumah Sakit Jiwa di Manado dengan pendekatan Psikoneuroimunologi (PNI)—pendekatan yang mengintegrasikan psikologi, sistem saraf, dan sistem imun—dapat menjadi solusi yaitu menciptakan lingkungan RSJ yang dapat menyelesaikan masalah mental dan biologis sekaligus, sehingga lebih efisien dan fungsional untuk isu kesehatan mental. Dengan pendekatan tematik, tipologi, dan tapak, serta metode glass box, konsep perancangan dengan memanifestasikan prinsip-prinsip PNI ke dalam perancangan Arsitektural seperti elemen multisensorial, ruang fleksibel, sirkulasi sehat, dan manipulasi suasana, diharapkan dapat memicu hubungan positif antara psikologis dan imunitas, yaitu membantu menurunkan stres dan meningkatkan imunitas. Kata kunci: Gangguan Jiwa, Rumah Sakit Jiwa, Psikoneuroimunologi, Manado.
AGROWISATA RESORT DI TOMOHON: Arsitektur Biomimesis Siallagan, Anvina Allisa; Siregar, Frits O. P.; Lakat, Ricky S. M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i3.66241

Abstract

Bidang pariwisata yang ditujukan sebagai kegiatan perekonomian sudah menjadi andalan untuk pengembangan bagi sejumlah negara, terlebih bagi negara yang memiliki daya tarik wisata yang cukup besar, seperti banyaknya keindahan alam, aneka warisan sejarah, budaya dan kehidupan masyarakat. Dalam UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan dijelaskan bahwa pariwisata ialah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh pengusaha, masyarakat dan pemerintah. Berada di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut dan diapit oleh dua gunung berapi aktif membuat lokasi Tomohon memiliki suhu dan kondisi tanah yang sangat baik. Lahan yang banyak digunakan sebagai tempat untuk bercocok tanam dengan hasil tanaman sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Puncak Wawo yang berada di Kelurahan Matani Dua, Tomohon Tengah memiliki potensi alam yang baik untuk dikembangangkan. Suhu udara yang sangat baik untuk digunakan sebagai lahan bercocok tanam, juga letak daerah yang cukup jauh dari pusat kota membuat daerah ini memiki tingkat kebisingan yang sangat rendah. Hal ini sangat baik untuk dikembangkan di bidang pariwisata. Dengan adanya perancangan Agrowisata Resort di Tomohon, maka keberlanjutan teknis dan ekologis lingkungan dapat dimaksimalkan. Dengan menggunakan pendekatan arsitektur biomimesis, perancangan akan tepat sasaran dalam menghasilkan sebuah agrowisata resort. Desain resort yang berkonsep menyatu dengan alam dan menciptakan bangunan dengan tema arsitektur biomimesis sangat tepat untuk daerah Tomohon Tengah. Kata Kunci: Agrowisata, Resort, Arsitektur Biomimesis.